
ANDIKA FM, Kediri- Pasar pasir dan material bangunan yang rabu (20/10) kemarin dilaunching Walikota Samsul Ashar di Kelurahan Semampir kini Mangkrak. Dari pantauan di lapangan, pasca launching tidak ada aktivitas sama sekali di lokasi tersebut. Hanya setumpuk sisa pasir dan material bangunan yang dibiarkan dan tidak ditata. Ironisnya, di lokasi tersebut juga tidak ada orang sama sekali.
Sementara itu, Agus Beton, koordinator penambang pasir Kota Kediri saat dikonfirmasi mengatakan, kelompok kerja mantan penambang pasir di setiap kelurahan masih disibukkan membuat proposal pengajuan anggaran untuk modal usaha penjualan pasir dan material. Bahkan menurut Agus Beton, nantinya akan didirikan unit usaha seperti pembuatan batako dan kebutuhan bangunan lainnya. Semuanya dihandle oleh mantan penambang pasir yang beberapa waktu lalu sudah menandatangani kesepakatan alih profesi.’kita masih susun rencana ke depan.”tegas Agus Beton.
Sesuai informasi sebelumnya, launching alih profesi penambang pasir dimaksudkan untuk menampung keluhan mereka jika harus berhenti menambang. Juga sebaga solusi agar mereka tetap mendapatkan penghasilan dan bisa menghidupi keluarga. Tetapi kenyataannya tidak semudah membalikkan tangan. Pasar pasir dan material yang sudah dilaunching walikota mangkrak. Karena modal dan kebutuhan untuk usaha tersebut belum sepenuhnya siap. Bahkan, dikabarkan jika komunitas penambang pasir yang dikoordinir Agus Beton hanya klaim belaka dan tdiak melibatkan semua penambang.(Hadi Kusuma)
?
