Tas Kayu Custom Vintage di Kediri Tonjolkan Seni Lukis Pyrography, Harganya Cuma Segini

| More
14 February 2018
di-kediri_20180214_100609.jpg
Ruri Wahyudi (38) merupakan perajin kayu Holic Art & Craft di Desa Tertek, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Dia adalah perajin mempunyai kemampuan dan kreatifitas tinggi, hingga mampu membuat barang kerajinan berbagai bentuk bernilai art dari bahan dasar kayu.

Ruri sapaan akrab pria ini membuat kerajinan tas kayu custom. Tas selempang bernuansa vintage tersebut 100 persen berbahan kayu jati Belanda.
 

Alasannya, dia memakai kayu jati Belanda yang merupakan sebutan lain dari pinus itu, karena lebih mempunyai ciri khas jika dibandingkan dengan jenis kayu lainnya.

"Kayu pinus punya ciri khas khusus yakni serat kayunya lebih muncul dan berbeda sama serat kayu lainnya," tuturnya kepada Surya, Selasa (13/2/2/2018)

Dia membuat kerajinan tas selempang di sebuah tempat kecil yang berada di belakang kediamannya, Jalan Mundu Nomer 42, Desa Tertek, Kecamatan Pare.

Tas selempang vintage buatannya itu begitu unik. Pasalnya, dia mengkreasikan tas kayu tersebut dengan lukisan Pyrography atau seni melukis dari bara api pada kayu.

Salah satu produk tas kayu yang telah jadi pada sisi depannya bergambar art, wajah wanita yang dilengkapi tulisan.

Selain itu, ciri khas utama pada tas kayu tersebut adalah serat kayu yang beraneka pola sehingga seakan menimbulkan kesan tampilan bernuansa art.

"Memang tas kayu ini lebih menonjolkan lukisan Pyrography, warnanya asli (Natural) berasal dari gosongnya kayu," ungkapnya.

"Sedangkan serat kayunya akan membuat tampilan tas kayu lebih khas, yang membuatnya berbeda dengan produk tas kayu lainnya," sambungnya.

Ruri mendesain sendiri tas kayu custom itu. Dia membuat tas kayu dengan ukuran yang bervariasi.

Ia membuat tas kayu dari bahan kayu pinus yang telah dipotong dan telah disesuaikan. Saat itu dia membuat tas kayu berukuran lebar tujuh sentimeter dan panjang 23 sentimeter.

Kemudian, potongan kayu itu diratakan serta dihaluskan pada permukaan kayu memakai kertas amplas. Setelahnya, potongan kayu disusun kotak sebagai perekatnya memakai lem kayu.

Titik kesulitan pembuatan tas kayu ini yaitu tidak dibutuhkan kejelian saat menyambung kayu agar presisi. Karena itulah, membutuhkan ketelitian ekstra tinggi ketika menyusun potongan kayu itu hingga membentuk tas.

"Agar hasilnya lebih kinclong untuk finishing memakai pernis dan dilapisi bahan clear," paparnya.

Selanjutnya, proses melengkapi assesoris tas kayu memakai tali selempang berbahan kulit dan karung goni disesuaikan kebutuhannya.

Untuk memudahkan menaruh barang pada lapisan dalam tas dilengkapi dua sekat, hal itu fleksibel sesuai selera customer.

"Lapisan dalam tas kayu memakai karung goni dan kain sesuai keinginan pembeli," imbuhnya.

Sedangkan, desain bentuk tas kayu terinspirasi dari tas trendy yang saat ini sedang hits. Dia mampu membuat tas kayu dari berbagai model dan ukuran seperti tas selempang dan tas laptop model rangsel disesuaikan pesanan pembeli.

Bagi pecinta koleksi tas vintage tidak perlu gusar apabila akan mempunyai tas kayu kembar dengan milik orang lain. Sebab, keunikan lain pada produk buatannya adalah dia membuat tas hanya satu model sehingga lebih eksklusif.

"Satu model satu, tas kayu ini dibuat Limited Edition. Produk tas kayu satu dengan lainnya tidak akan sama," jelasnya.

Adapun harga tas kayu nan unik ini cukup terjangkau sekitar Rp 225.000 untuk tas kayu polos tanpa lukisan Pyrography. Sedangkan, tas kayu full custom disertai lukisan Pyrography berharga Rp 350.000.

"Gambar tas kayu sesuai selera dan bisa request," ujarnya.

Sebelum membuat tas kayu, Ruri membuat assesoris berbahan kayu sejak tahun 2012. Sedangkan, dia membuat tas ini selama satu tahun.

Tas kayu custom ini digandrungi khalayak umum, bahkan pemesanannya berasal dari Surabaya, Kediri, Jakarta dan Jawa Tengah.

Pemasaran tas kayu masih mengadopsi cara konvensional. Dia tidak terlalu fokus ke online shop, karena sebagian besar waktu dihabiskan untuk proses produksi.

"Membuat tas kayu tergantung pesanan, sekitar satu minggu satu tas," pungkasnya.(Penulis: Mohammad Romadoni-Surya.co.id/jko)