Cuaca Ekstrim Akibatkan Produksi Telur Menurun

| More
12 July 2018
ternak.jpg
Sejumlah peternak ayam petelur di Kota Kediri, semenjak beberapa haari terakhir, mengeluhkan hasil produksi telur yang terus merosot. Hal tak tersebut, tak lepas dari sejumlah faktor, diantaranya cuaca ekstrem yang terjadi seperti sekarang ini.

Cuaca dingin membuat daya tahan ayam petelur melemah, sehingga angka kematian relevan cukup tinggi. Temuan ini diketahui saat sejumlah petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan pertanian kota  Kediri, mendatangi salah satu peternak ayam petelur di Kelurahan Ngelitih Kecamatan Pesantren.
 
Diakui oleh sejumlah Peternak, semenjak diberlakukanya regulasi oleh Pemerintah Pusat mengenai larangan penggunaan AGP (Antibiotik Growth Promoter), sistem kekebalan tubuh peternak agak berkurang dan gampang terserang penyakit.

Ali Mansyur,Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Peternakan beralasan, dilarangnya pemberian AGP pada hewan ternak,semata mata untuk melindungi kesehatan konsumen, apabila mengkonsumsi daging mau pun telur dalam janga waktu panjang.
Pelarangan penggunaan Antibiotik mulai efektif diberlakukan 1 janari 2018.

Ditambahkan Ali Mansyur, karena permasalahan tadi secara langsung berdampak pada turunya hasil produksi telur.

"Disamping itu, faktor lainya yang mempengaruhi hasil produksi telur adalah berkurangnya populasi peternak ayam petelur, terutama pada saat momentum lebaran kemarin," ujar Ali Mansyur.

Karena turunya hasil produksi telur serta ditunjang dengan harga pakan yang naik. Tentunya ini memicu terjadinya perubahan harga telur yang cenderung beranjak naik, hingga menembus Rp 26 ribu perkilo.

Data dari Dinas Peternakan Kota Kediri mencatat, saat ini ada sekitar 4 populasi peternak ayam petelur. Jumlah Kisaran ayam petelur saat ini berjumlah kurang lebih 10 ribu ekor.

Jika dibandingkan tahun lalu, jumlah ayam petelur yang ada saat ini mengalami penurunan.(Unggul Dwi Cahyono,Beny Kurniawan-Pojokpitu.com/jko)