Merasa Diabaikan Keluarga, Tahanan Lapas Lamongan Asal Tuban Ini Coba Bunuh Diri

| More
09 November 2018
perempuan-bunuh-diri-di-apartemen-puncak-permai-surabaya_20180105_190421.jpg

Merasa tidak lagi diperhatikan keluarganya, Agus Imam Hadi Ridwan (36), tahanan titipan Pengadilan Tinggi (PT) warga Palang, Tuban, nekat hendak mengakhiri hidupnya mencoba bunuh diri di Lapas Kelas II B Lamongan.

" Kejadiannya kemarin (Kamis (8/11), red) siang," kata Andri Setiawan, Kepala Keamanan Lapas Lamongan saat dikonfirmasi, Jumat (9/11/2018).

Korban mencoba bunuh diri dengan menyayatkan lempengan pelat besi sepanjang 5 cm yang sudah digosok tajam pada lehernya.

Terungkap, ulah korban yang mencoba mengakhiri hidupnya itu diketahui teman sekamarnya di C 9.
 

Saksi berteriak ketika melihat Agus menyayatkan pelat tadi ke leher.

Teriakan itu didengar petugas blok dan spontan bergerak menuju kamar C9, tempat korban.

Ternyata benar, ada insiden yang mengerikan, korban yang mencoba bunuh diri hingga mengucurkan darah di lehernya akibat sayatan.

Andri mengaku, mendapat laporan dari anak buahnya langsung ke TKP.

"Saya mendapat informasi ada yang mau bunuh diri," kata Andri.

Andri menuju lokasi dan meminta perawat jaga di Lapas untuk memberikan pertolongan pertama pada korban.

Korban langsung di rujuk ke RSUD dr Soegiri dan dirawat beberapa jam dan pulang pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB.

"Diinfus dan dijahit lehernya yang luka," kata Andri.

Saat ini Agus belum dikembalikan ke C9, namun dititipkan di blok E, yakni lokasi tempat ibadah atau masjid.

Harapannya di blok E ini, Agus mendapatkan bimbingan rohani dari teman-temannya.

"Nanti kalau sudah stabil kejiwaannya akan dikembalikan lagi ke C9," katanya.

Ditanya penyebab Agus nekat hendak mengakhiri hidupnya karena keluarganya sudah tidak memperdulikan dirinya.

"Keluarga saya nggak sayang lagi sama saya," kata Agus seperti ditirukan Andri.

Padahal pada 31 Oktober kemarin, Agus baru saja dibesuk anggota keluarganya, kakak iparnya.
 

Diketahui, Agus adalah tahanan titipan Pengadilan Tinggi pada 12 Maret 2018 yang telah divonis 3, 5 tahun.

Agus dijerat pasal 365 KUHP karena membawa kabur motor milik purel langganannya.(Hanif Manshuri-Surya.co.id/jko)