Periksa Kesehatan Pemudik Lebaran, Dinkes Gresik Siapkan 27 Puskesmas Layani Mudik

| More
03 June 2019
820.jpg
GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik menyiapkan 27 puskesmas untuk melayani pemudik. Mereka akan terbagi di 8 pos mudik lebaran.
 
"Masing-masing pos mudik akan dijaga minimal dua puskesmas setempat," kata Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes Gresik, drg HARI TUTIK RAHAYU, Minggu (2/6/2019).
 
Di pos pelayanan SPBU Tebaloan, Kecamatan Duduksampeyan, empat puskesmas berjaga-jaga secara bergantian yakni Puskesmas Cerme, Puskesmas Dadapkuning, Puskesmas Benjeng dan Puskesmas Duduksampeyan. Masing-masing puskesmas menugaskan 3 perawat untuk berjaga. Sebab, lanjut TUTIK, petugas puskesmas juga menjaga di IGD puskesmas masing-masing.
 
Sebanyak 7 pos mudik berada di pospam Golokan Sidayu, Pospam Pasar Gresik, Pospam GKB, Pospam Pelabuhan, Posyan SPBU Tebaloan, Pospam Legundi, dan Pospantau Delegan akan dijaga hingga 10 Juni nanti. Satu pospam di Terminal Bunder akan beroperasi lebih lama, sesuai dengan surat Dishub Jatim yang meminta petugas tambahan hingga 13 Juni.
 
TUTIK menambahkan, fasilitas kesehatan yang disediakan di pos mudik lebaran mulai dari pemeriksaan kesehatan, hingga pengobatan. Kemudian juga ada mobil ambulan yang siaga.
 
"Kalau pemudik kelelahan, pusing, silahkan mampir ke pos, di 8 pos mudik itu sudah tersedia obat-obatan, apabila membutuhkan rujukan, bakal dirujuk ke rumah sakit terdekat," pungkasnya.
 
Di pos pelayanan pelabuhan, petugas medis tampak sibuk melayani permintaan pengecekan tensi darah seorang nahkoda kapal Natuna Express. CACUK (55) nahkoda kapal Natuna Express mengaku, pihaknya ingin melihat tensi darah sebab pada dinihari dia begadang.
 
"Kapal berangkat jam 05.00 WIB kita mulai jam 02.00 WIB sudah siap-siap," kata dia.
 
Hasilnya, tensi darahnya 160 sehingga pihak puskesmas menyarankan agar diperhatikam lagi waktu istirahat dan mengurangi konsumsi nasi.
 
"Karena kurang tidur biasanya, istirahat cukup kurangi asin-asin juga," ujar SUBHAN (32) salah seorang tim medis poko angkutan lebaran di pos pelabuhan. (Willy Abraham-surya/ev)