PVMBG: Gunung Semeru Tunjukkan Aktivitas Kegempaan

| More
12 August 2019
00131.jpg
LUMAJANG - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menunjukkan aktivitas kegempaan letusan, hembusan, tremor dan tektonik pada periode pengamatan 11 Agustus 2019 pada pukul 00.00 hingga 24.00 WIB.

Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api PVMBG HENDRA GUNAWAN mengatakan memunculkan kegempaan hembusan sebanyak 9 kali dengan amplitudo 2-9 mm berdurasi 25-150 detik, kemudian gempa tremor harmonik sebanyak satu kali dengan amplitudo 1 mm durasi 200 detik, dan satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 5 mm berdurasi 55 detik. Secara visual Gunung Semeru tertutup kabut dan asap kawah nihil, serta hujan terjadi satu kali gerimis.

Hendra menjelaskan aktivitas Gunung Semeru masih tetap pada level II atau waspada, sehingga masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas di dalam radius 1 km dan wilayah sejauh 4 km di sektor lereng selatan-tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif G. Semeru (Jongring Seloko) sebagai alur luncuran awan panas. Sementara itu data di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) tercatat jumlah pendaki yang naik ke Gunung Semeru pada Agustus 2019 mengalami peningkatan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, bahkan kuota pendaki penuh sejak Rabu 14 Agustus 2019 hingga Sabtu 17 Agustus 2019.

Kuota pendaki untuk naik ke gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut dibatasi maksimal 600 orang per hari, sehingga pendaki yang ingin mengikuti upacara bendera di sejumlah titik jalur pendakian Semeru sudah harus mendaftar melalui dalam jaringan (daring) jauh-jauh hari. Pihak Balai Besar TNBTS membatasi jalur pendakian gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut sampai Kalimati sesuai rekomendasi PVMBG, sehingga pendaki dilarang keras untuk nekat ke puncak Semeru (Mahameru) karena berbahaya. (ant-art)