
ANDIKA FM, Kediri- Menegangkan, melelahkan sekaligus menyenangkan, itulah yang kami rasakan dalam wisata arung jeram di Kasembon Kabupaten Malang. Wisata andrenalin yang sangat menantang, butuh nyali dan keberanian ini adalah salah satu rangkaian acara outbond yang digelar Humas PT Gudang Garam bersama awak media di Kediri baik media cetak maupun elektronik.
Siang itu kami yang berjumlah sekitar 40 orang terbagi dalam 8 kelompok. Membawa dayung, memakai jaket pelampung dan helm, berbaris rapi mendengarkan instruksi dari pemandu. Kami diberi penjelasan tentang cara berarung jeram. Ada beberapa hal yang harus kami perhatikan, diantaranya posisi pindah kanan, kiri, depan dan belakang. Kemudian cara mendayung, mendayung maju, mendayung mundur. Ada kiri mundur dimana pendayung kiri mendayung mundur dan pendayung kanan tetap mendayung maju serta sebaliknya yakni kanan mundur dimana pendayung kanan mendayung mundur sedangkan pendayung kiri tetap maju. Yang penting lagi istilah ‘boom’ dimana kami merebahkan diri di posisi masing masing sambil berpegangan erat pada tali. Inilah yang paling seru karena posisi ini khusus digunakan ketika melewati jeram yang curam. Tetapi dari sekian cara berarung jeram yang paling penting adalah kekompakan tim.
Setelah menerima menjelasan kami kemudian berangkat ke titik start melalui jalan setapak kurang lebih setengah kilometer. Ditemani seorang pemandu setiap kelompok yang terdiri dari 5 orang secara bergiliran naik perahu karet untuk memulai petualangan arung jeram. Wow!! ngeri, bagi yang belum pernah sama sekali berarung jeram tentu berdebar setelah mengetahui derasnya aliran sungai. Satu persatu tim kemudian meluncur mengikuti arus sungai setelah sebelumnya diawali dengan teriakan, satu!!, dua!! tiga!! dan yel yel semangat.
Sekitar 100 meter dari start kami sudah dihadapkan pada jeram yang pertama setinggi kurang lebih 3 meter dan inilah detik detik awal menegangkan. Semua siap dengan posisinya masing masing untuk memastikan perahu mengarah dengan tepat melewati jeram. Mardianto alias Suneo, rekan saya di bagian depan perahu nyaris terlempar keluar. Termasuk saya, karena kaki tidak kuat menahan hentakan keras, posisi saya menjungkal terbalik, kaki di atas dan kepala di bawah. Untung pegangan tangan saya cukup kuat sehingga tubuh tidak terlempar. Wow!! Sangat luar biasa dan seru!
Beberapa kali kondisi serupa kami alami ketika melewati beberapa jeram selanjutnya. Tetapi sudah tidak ada masalah yang cukup berarti karena kami sudah bisa memposisikan diri setelah pengalaman sebelumnya melewati jeram yang pertama. Setelah melaju kurang lebih 4 kilometer dengan kondisi penuh ketegangan, kami kemudian merapat ke pinggir sungai untuk sejenak beristirahat. Panitia sudah menyiapkan teh dan wedang jahe hangat serta pisang goreng yang begitu nikmat.
Setelah beristirahat kurang lebih seperempat jam, kami kemudian meneruskan petualangan berarung jeram yang penuh tantangan. Tetapi bukan hanya ketegangan yang kami rasakan. Kegembiraan juga mewarnai suasana ketika melewati aliran sungai yang landai dan tenang. Antar tim kami sesekali bergurau dengan saling mengguyurkan air diiringi teriakan dan ejekan bernada canda. Bahkan panitia dari Humas PT Gudang Garam yang ikut menyatu dalam wisata andrenalin ini terlihat sangat menikmati dan puas.
Ada lagi, pemandu tim saya ternyata juga mempunyai kejutan. Dia yang bernama Basreng tiba tiba meminta semua anggota tim untuk bergeser ke sebelah kanan semua. Sejenak saya dan teman teman satu tim, Mardianto alias Suneo, Nanang alias Bendol, Pendik alias Jojon dan Gunawan alias Goprak kebingungan dan tidak mengerti mengingat posisi kami tidak sedang menghadapi rintangan. Tetapi sebelum kami sempat bertanya tiba tiba Basreng menjeburkan diri ke sungai dan langsung membalik perahu. Spontan kami berlima terjebur ke sungai bersama sama dan untungnya saat itu kedalaman sungai tidak seberapa sehingga kami bisa segera menggapai perahu karet dan naik kembali.
Yang paling menegangkan tentu adalah ketika melewati jeram yang paling tinggi yakni sekitar 4 meter, lokasinya kira kira berjarak satu kilometer dari titik finis. Basreng pemandu tim memberikan peringatan khusus agar kami benar benar siap dengan posisi masing masing. Begitu kami terjun terasa sangat ketegangan dari dahsyatnya berarung jeram yang tidak kami temukan dalam jenis olah raga lain. Spontan kami berteriak dan dengan sekuat tenaga memegang tali untuk bertahan dari hentakan keras. Wow!! Dahsyat!! Seru!! Dan luar biasa.
Akhirnya kami bisa mengendorkan urat yang menegang setelah sampai di titik finis. Beberapa panitia terlihat menyambut dan membantu kami untuk naik ke pinggir sungai. Setelah semuanya dipastikan berkumpul kemudian kami bergegas kembali ke base camp menggunakan dua kendaraan pick up untuk persiapan pulang kembali ke Kediri. Di tengah perjalanan kami saling bercerita bagaimana pengalaman masing masing selama berarung jeram dengan jarak kurang lebih 7 kilometer. Untuk Humas PT Gudang Garam disampaikan terima kasih dan tetap kami tunggu tantangan wisata serupa di lain waktu. Bravo PT Gudang Garam!!!!.(Hadi)
