Mantan Deputi IV Kemenpora Mulyana Divonis 4,5 Tahun Penjara

| More
12 September 2019
041.jpg
Radio ANDIKA - Mantan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora MULYANA divonis 4 tahun dan 6 bulan penjara karena dinilai terbukti menerima suap berupa satu unit mobil Fortuner, uang Rp400 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 senilai total sekira Rp900 juta.

Ketua Majelis HAKIM MOCHAMAD ARIFIN menyampaikan vonis itu berdasarkan dakwaan pertama pasal 12 huruf a UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Adapun keadaan yang memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang fokus dalam tindak pidana korupsi. Sedangkan keadaan yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dan terus terang di persidangan, belum pernah dihukum, dan mempunyai tanggungan istri dan anak.

Atas putusan itu, MULYANA melalui kuasa hukum menerimanya. Sedangkan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) menyatakan pikir-pikir. Putusan terhadap MULYANA itu lebih rendah dari tuntutan JPU KPK yang menuntut MULYANA selama 7 tahun penjara ditambah denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan. Dalam pertimbangan putusannya, Majelis Hakim juga menyatakan terdakwa MULYANA tidak memenuhi syarat untuk menjadi "justice collaborator" atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum.

Dalam perkara ini, MULYANA dinilai terbukti menerima "commitment fee" sejumlah satu unit mobil Fortuner VRZ TRD nomor polisi B 1749 ZJB, uang Rp300 juta, satu ATM dengan saldo Rp100 juta dan satu unit ponsel Samsung Galaxy Note 9 dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) ENDING FUAD HAMIDY dan Bendahara Umum (Bendum) KONI JOHNY E AWUY. Tujuan pemberian hadiah tersebut adalah agar MULYANA membantu mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora tahun 2019. (antara-art)