Sate Jamur Tiram

| More
04 May 2011

sate jamur 4Sate, makanan sate yang kita kenal selama ini adalah sate daging. Ada sate kambing, sate ayam, sate kelinci dan juga sate sapi. Penjual sate daging banyak kita temui di sepanjang jalan. Banyak juga yang pakai gerobak dorong, keliling ke perkampungan dan ini biasanya dilakukan penjual sate asal Madura. Memang beberapa pengusaha sate membawa embel embel daerah tertentu. Seperti sate Madura, sate Ponorogo, Sate Blora, Sate Padang dan banyak lainnya. Sebenarnya sih sama, cuma bedanya hanya pada rasa khas bumbunya.

Tetapi di Kediri ada yang beda. Sate bukan lagi jenis hewani tetapi nabati yaitu sate jamur tiram. Usaha sate jamur ini ditekuni Arbyan Santoso, pria asal Desa Grogrol, Kabupaten Kediri. Kedai sate jamur Arby mudah kita temukan karena berada di pinggir jalan raya Grogol jurusan Nganjuk, tepatnya di depan Kantor Polsek Grogol.  Kabarnya Arby nekat melepas usaha kursus Bahasa Inggris untuk menggeluti usaha sate jamur. Ia membidik peluang ini karena menurutnya belum banyak saingan dan diminati masyarakat. Apalagi di sekitar desanya banyak yang bertani jamur tiram, kira kira ada sekitar 20 orang . 

 

Lalu, apa  kelebihan sate jenis nabati ini dibanding sate jenis hewani ?. Kata Arbi, dari tinjauan kandungan gizi, jamur tiram putih atau bahasa latinnya Pleurotus oestreatus termasuk tumbuhan hasil pertanian organik yang tidak mengandung kolesterol. Setiap 100 gram jamur tiram mengandung protein 19-35 % dengan 9 macam asam amino, lemak 1,7 – 2,2% terdiri dari 72 % asam lemak tak jenuh.  Juga mengandung vitamin B dan vitamin  D. Mikroelemen bersifat logam yang ada pada jamur tiram sangat rendah sehingga aman dikonsumsi setiap hari. Mengonsumsi jamur tiram selama tiga minggu juga dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol hingga 40%.  Inilah mengapa sate jamur tiram menjadi alternatif makanan bagi mereka yang menderita darah tinggi dan menghindari kolesterol.

 

sate jamur 2

Awal proses membuat sate jamur sama dengan sate daging.  Jamur setelah dicuci bersih direbus agar lebih empuk. Selanjutnya diiris kotak kotak kemudian disusun di tusuk sate dan dibakar.  Cara bakarnya juga sama, dengan api dari bahan bakar arang setelah sebelumnya dicelupkan bumbu bakar agar meresap. Jika sudah matang dicampur dengan bumbu sate yang racikannya tidak ada yang beda, sama seperti bumbu sate kambing pada umumnya.

 

Tetapi penyajian sate jamur ini beda dengan yang lain, tidak dengan piring tapi menggunakan wadah yang terbuat dari anyaman lidi dan dilapisi dengan daun pisang. Konon penyajian dengan lapisan daun pisang menjadikan rasa sate lebih mantap dan sedap. Sate jamur tiram di kedai Arby tidak dipadukan dengan nasi seperti halnya sate kambing pada umumnya. Tetapi dipadu dengan lontong yang diiris bulat kecil-kecil. Disediakan juga sambal khusus bagi mereka yang gemar rasa pedas.

 

Rasanya ? hemmm… dijamin enak, lezat dan nikmat. Ada rasa kenyal-kenyalnya dan ini yang membedakan sate jamur dengan satu kambing atau ayam. Apalagi menikmatinya bareng satu keluarga sambil lesehan. Diakui Arby pelangannya banyak yang datang sekeluarga bahkan pulang masih minta dibungkuskan. Katanya sampai rumah sudah lapar lagi dan pingin kembali melahap sate jamur.  Banyak juga dari mereka para muda mudi yang sedang pacaran, mampir menikmati sate jamur setelah berkencan ke tempat wisata. Wah!! Jadi pingin nih. Kalau soal harga jangan khawatir, sangat terjangkau. Sepuluh tusuk sate seharga Rp 5 ribu. Kalau ditambah lontong dan es teh, satu porsinya Rp 6.500.

sate jamurSetelah melihat animo masyarakat cukup tinggi, Arby kemudian membuka cabang di Pasar Tugu (Pasar Sabtu dan Minggu) di kawasan wisata Simpang Lima Gumul (SLG). Menurutnya Animo masyarakat di SLG justru lebih besar. Sehari, terutama kalau pengunjung SLG ramai, Arby bisa menghabiskan sebanyak 15 Kg jamur tiram. Satu kilogram bisa dijadikan seratus tusuk sate. Jadi, kalau 15 Kg jamur berarti menjadi 1.500 tusuk.  

 

Selain menekuni sate, Abry juga menjajakan jamur segar yang dikemasnya. Sasarannya, saat ini masih guru-guru di sejumlah sekolah, di kantor pemerintah dan swasta di kawasan Grogol, Gringging bahkan sampai ke Nganjuk. Mengambil jamurnya dari petani di kampung. Sekilogramnya, dibeli dari petani Rp 9 ribu dan dijualnya Rp 15 ribu.

 

sate jamur 3Terobosan Arby menyediakan sate jamur patut diacungi jempol. Ini menjadi makanan alternatif bagi mereka yang takut darah tingginya kumat. Selain itu rasanya tidak kalah dengan sate jenis hewani. Bagi anda yang berkunjung ke Kediri bisa mampir ke kedai sate jamur milik Arbi di jalan raya Grogol tepat depan kantor Polsek setempat. Dijamin anda tidak akan kecewa, dan selamat menikmati !!.(Hadi)

Radio Online

Live Streaming :
Radio 1
Radio 2
Radio 3

Acara Hari Ini

 

05:30 Dzikir Pagi
05:30 Indonesia Gemilang
08:00 Citra Andika 
11:00 Indonesia Gemilang

13:00 Simpang Siur
15:00 
Indonesia Gemilang

18:00 Ekspresi Musik Indonsia
21:00 Senandung Rindu 

24:00 Senandung Malam

 

SMS XL (real size)