Pertarungan Melahap Nasi Goreng ‘Buto’

| More
Tanggal : 25-09-2011

Lomba MAkan nasi goreng butho hotel merdeka kediriHotel Merdeka Kediri Sabtu (24/09) mengadakan lomba makan nasi goreng buto. Tetapi sebutan ‘Buto’ itu hanya sebagai gambaran tantangan para peserta untuk melahap nasi goreng dengan porsi jumbo, kira kira  3 kali lebih banyak dari satu porsi nasi goreng yang dijual pada umumnya. Bertempat di halaman sebelah utara hotel Merdeka Kediri jalan Basuki Rahmad, acara ini diikuti 120 perserta baik pria maupun wanita, tua maupun muda. Asal mereka juga beragam dari berbagai wilayah di Kediri Raya.

Para pendekar makan ini terbagi dalam 8 kelompok. Mereka bertarung untuk menghabiskan menu nasi goreng Buto hanya dalam waktu 15 menit. Ada tiga tim juri yang terus mengawal laga para jawara makan ini mulai dari kelompok pertama hingga kelompok ke 8. Penilaiannya hanya bertumpu pada 2 hal yakni bisa menghabiskan nasi goreng buto tanpa sisa dan tentu kecepatan waktu yang dibutuhkan.

 

Mayoritas pendekar yang lolos seleksi mengikuti pertarungan tingkat tinggi ini mengaku sebelum bertanding sudah menerapkan jurus andalan. Salah satunya jurus mengosongkan perut. Mereka sengaja tidak sarapan dulu agar perutnya mampu menampung nasi goreng yang kira kira beratnya hampir 1 kilogram. Tidak hanya itu jurus ini sebelumnya juga diperdalam dengan cara berdiam diri di WC setidaknya untuk 10 menit.

 

Dan lagi, meski pertandingan bergengsi ini soal makan, tetapi ternyata para pendekar yang berlaga tidak semuanya berpostur tubuh gendut dan besar. Ada juga yang posturnya ideal bahkan kerempeng. Tetapi yang jelas meski krempeng tentu mereka semuanya doyan makan alias jrembo.

 

Pada laga awal, sebelum start dimulai 12 pendekar di kelompok pertama terlihat tegang dan sempat menarik nafas panjang. Setelah ada aba aba mulai mereka  langsung menyantap dengan lahap nasi goreng di depannya. Saking semangatnya beberapa pendekar terlihat tidak mengunyah tetapi langsung menelan makanan yang dimasukkan ke mulut. Suasana pun semakin riuh setelah para penggembira berteriak memberi semangat pada pendekar dukungannya.

 

Setelah beberapa menit kemudian ternyata energi mereka cukup terkuras sehingga kecepatan makannya berkurang. Bahkan ada beberapa yang tidak kuat dan menyudahi pertarungan meski baru menghabiskan seperempat porsi. Pendekar yang angkat tangan dan memutuskan mundur langsung meninggalkan arena dengan wajah tertunduk.

 

Sementara itu setelah pertarungan sengit berlangsung sekitar 10 menit ada dua pendekar yang berhasil menang karena mampu menghabiskan nasi goreng buto tanpa sisa. Keduanya pun langsung meninggalkan arena dengan senyum kebanggaan karena mampu menyandang predikat sebagai jawara makan. Sedangkan pendekar lainnya yang masih bertahan akhirnya mengakui kekalahan setelah mereka tidak mampu menghabiskan nasi goreng buto hingga waktu akhir.

 

Demikian juga pada laga laga selanjutnya, satu persatu pendekar bertumbangan setelah tidak bisa membuktikan ketangguhan dalam menghabiskan 1 kilogram nasi goreng buto. Setiap kelompok hanya ada 1 atau 2 pendekar yang berhasil melaju untuk bertarung kembali dalam tingkatan yang lebih tinggi.

 

Setelah ratusan pendekar dari 8 kelompok selesai berlaga tercatat hanya ada 15 pendekar yang lolos ke pertarungan selanjutnya. Mereka akan melakoni laga tingkat tinggi yang lebih bergengsi pada 25 September dan 2 Oktober mendatang. Tentu ke 15 pendekar terpilih ini akan menerapkan jurus jurus baru yang lebih ampuh agar bisa memenangkan kembali pertarungan dan mendapat gelar jawara makan sejati. (Hadi Kusuma)

Radio Online

Live Streaming :
Radio 1
Radio 2
Radio 3

Acara Hari Ini

05:00 Mutiara Subuh    
06:00 Kediri Bersemi Weekend
09:00 Citra Andika Jalan Jalan fbnew (real size)

11:00 Kampoeng Loedroek

13:00 Colak Colek

15:00 Gayeng Marem Plus plus fbnew (real size)
17:00
Kediri Hari Ini

18:00 Ekspresi Asik Weekend fbnew (real size)

22:00 Dangdut Top Request

24:00 Warung Lesehan

 

sms andika fm (real size)