Kasus Dugaan Telur Palsu, Lurah Ngadirejo Kota Kediri Beri Klarifikasi

| More
16 May 2021
TELUR.jpg
Radio ANDIKA - Hebohnya temuan telur yang diduga palsu di Lingkungan Ngadisimo, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kota, Kota Kediri mendorong Lurah Ngadirejo, AHMAD SOFWAN HADAWI segera melakukan pengecekan ke lapangan. Lurah yang akrab disapa IWAN tersebut mengklarifikasi bahwa telur ayam ras yang diduga palsu itu diperoleh warganya, LINDA AGUSTINI, bukan dari Pasar Banjaran seperti berita yang beredar, melainkan dibeli dari penjual telur pinggir jalan di wilayah Doko, Ngasem.

Melalui On Air di Radio ANDIKA, IWAN mengatakan, LINDA membeli telur sebanyak 1 kilogram pada 12 Mei lalu. Setelah pulang, telur dimasukkan ke dalam kulkas. Selanjutnya pada Minggu pagi tadi, LINDA bermaksud memasak telur tersebut untuk menu sarapan. Namun saat akan digoreng, telur sulit dipecah. Akhirnya dibuka menggunakan pisau.

Setelah pecah, LINDA kaget karena kondisi dalam telur beku atau menggumpal. Selain itu kulit arinya terasa lebih tebal seperti tisu. Kemudian dari cangkangnya yang retak juga mengeluarkan cairan lengket seperti lem. Saat dicek, dari keseluruhan telur yang dibelinya, ada beberapa yang normal.

Karena khawatir keracunan, telur tersebut dibuang setelah sempat divideo dan diposting di media sosial. Apalagi ini merupakan pengalaman pertama bagi LINDA. Sebelum kejadian itu, seorang kerabat LINDA pernah menceritakan berita di televisi bahwa ada penangkapan penjual telur palsu di wilayah Pasuruan. Sehingga ketika medapatkan telur dalam kondisi tak wajar, LINDA khawatir mengalami hal yang sama.

Lurah Ngadirejo mengatakan, temuan itu akan menjadi perhatian pihaknya untuk memberikan imbauan kepada pelaku usaha untuk menjual bahan pangan yang sehat dan layak dikonsumsi masyarakat. Terlebih di wilayah Ngadirejo, kata IWAN, terdapat beberapa pasar tradisional yang banyak dikunjungi masyarakat. Ke depan, pihaknya akan melakukan monitoring sekaligus evaluasi dengan dinas terkait ke pasar-pasar dan pelaku usaha bahan pangan.(stm/adr)