
ANDIKA FM, Kediri, Jawa TimurSebanyak 800 penambang pasir Tradisional di wilayah Kota Kediri, menggeruduk Pemkot Kediri, dan DPRD Kota Kediri. Dengan membawa keranda mayat sebagai simbol matinya hati nurani para wakil rakyat. Mereka, juga membawa poster bertuliskan hujatan, dan 30 truk.
Para pendemo, memaksa masuk ke pemkot Kediri, agar penambangan pasir secara Tradisional diperbolehkan mencari pasir kembali. Aksi demo itu, nyaris terjadi kericuhan, karena para penambang pasir berdesak desakan dengan aparat keamanan. Para pendemo, meminta pada Pemkot, agar mengembalikan 24 Unit Diesel yang telah diambil Satpol PP Kota Kediri. Selain itu, para pendemo juga meminta pada DPRD Kota Kediri, meminta pertanggung jawaban pada Ketua DPRD yang ikut dalam penandatanganan komitmen bersama, dalam pelarangan penambangan pasir sungai brantas, karena merupakan pengkhianatan aspirasi dan manipulasi amanat rakyat.
Kemudian, beberapa perwakilan dari penambang pasir, ditemui Budi Siwantoro, asisten Perekomian dan Pembangunan. Agus Beton, salah satu perwakilan penambang pasir Tradisional mengatakan, ia juga akan memerangi para penambang pasir mekanik. Ia hanya ingin para penambang pasir Tradisional saja yang diijinkan untuk beroperasi kembali.
Sementara itu, Dalam aksi tersebut para pendemo mendapatkan pengawalan ketat dari petugas Polres Kediri Kota Dan Jajarannya, sebanyak 200 personil gabungan. Dengan adanya aksi demo, sempat membuat kemacetan di Jalan Basuki Rahmad Kota Kediri.(Anto Kristian)
