
ANDIKA FM, Kediri- Dana Bantuan Siswa Miskin (BSM), untuk ribuan murid Sekolah Dasar (SD) se-Kota Kediri rentan penyelewengan. Dana bantuan dari pemerintah pusat tersebut, di beberapa sekolah tidak diberikan langsung dalam bentuk uang tunai kepada siswa, tetapi dikelola oleh sekolah dalam bentuk tabungan dan diwujudkan berupa barang kebutuhan siswa.
Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Yudi Ayubchan mengatakan, wali siswa ada yang mengadu ke kantor DPRD terkait dugaan penyelewengan dana BSM. Karena ada pemotongan BSM yang nilainya tidak sama, serta beberapa siswa tidak menerima dana BSM secara utuh. Namun, diwujudkan dalam bentuk seragam, sepatu, maupun kelengkapan siswa lainnya.
“kalau sesuai juknisnya seharusnya langsung diberikan berupa uang ke siswa bukan berupa barang. Jika dikoordinir dan dirupakan barang apa bisa dijamin koordinatornya tidak cari untung,”katanya.
Sistem penggunaan tidak sesuai juknis seperti dengan cara ditabung dan dirupakan barang akan memunculkan celah adanya penyelewenga. Ini menurut saya tidak dibenarkan meski wali siswa diklaim setuju melalui rapat komite.
“jika memang pihak sekolah khawatir dana BSM oleh wali siswa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, para guru bisa mensosialisasikan kepada masyarakat atau penerima BSM. Dengan begitu penggunaan dana BSM nantinya dipastikan sesuai dengan kebutuhan siswa,”pungkasnya.(Anto Kristian)
