Update Covid-19 2 Agustus 2021: Jateng - Jatim Kembali Tertinggi Konfirmasi Positif Harian

| More
02 August 2021
coro.jpg
Radio ANDIKA - Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Senin sore kembali menyampaikan update penanganan Covid-19 di Indonesia pada hari ini, yang berupakan batas akhir  pemberlakuan PPKM. Jawa Tengah dan Jawa Timur kembali dilaporkan sebagai provinsi penyumbang konfirmasi positif harian terbesar, sementara angka kematian masih tercatat di atas 1000 kasus.

SAMSUL HADI, Jurnasis Radio ANDIKA di Jakarta melaporkan merujuk data yang dipublikasikan Humas BNPB yang diupdate dengan batas penghitungan pukul 12.00 WIB siang tadi, sepanjang hari ini dilaporkan ada 22.404 kasus positif harian. Dari jumlah itu 3.218 kasus dilaporkan ditemukan di Jawa Tengah, 2.489 terjadi di Jawa Timur, disusul Jawa Barat dengan temuan 2.341 kasus. DKI Jakarta yang dalam beberapa pekan lalu menjadi  epicentrum persebaran varian delta kini sudah melandai, dengan hanya ditemukan 1.410 kasus. Status sebagai penyumbang konfirmasi harian tertinggi yang disematkan kepada Jawa Tengah dan Jawa Timur mengulang catatan yang ada di hari Minggu kemarin.

Catatan yang juga mesti dicermati adalah angka kematian  akibat Covid-19 yang lagi-lagi di atas 1000, atau tepatnya 1.568. Dari total jumlah kematian hari ini, kasus terbesar terjadi di Jawa Timur sebanyak 352, disusul Jawa Tengah dengan catatan 333, dan Jakarta 154 kematian. Dengan penambahan sebesar itu, total korban meninggal dunia akibat Covid-19 di Indonesia selama pandemi sebanyak 97.291 orang.

Pada konferensi pers penjelasan menteri terkait hasil rapat terbatas kabinet, Senin siang tadi, Menteri Kesehatan, BUDI GUNADI SADIKIN, memang mengakui  persebaran Covid-19 saat ini mulai melandai, khususnya di DKI Jakarta. Sebaliknya, kasus sedang meningkat di luar pulau Jawa dan Bali, di mana Pemerintah tengah mengupayakan pengintensifan penanganan lewat sejumlah strategi yang sebelumnya sukses diterapkan di Jawa dan Bali.

 Pada kesempatan yang sama Menteri Kesehatan juga kembali mengingatkan agar masyarakat yang belum mengikuti vaksinasi segera mengikutinya, mengingat fungsi  penting vaksin mencegah terjadinya keparahan pada saat virus Corona menyerang. Menteri Kesehatan membeberkan data, hingga saat ini capaian vaksinasi suntikan dosis pertama baru diberikan kepada 60 juta penduduk Indonesia, jauh di bawah target untuk terbentuknya herd immunity, yaitu minimal vaksinasi terhadap 200 juta penduduk. (shk/stm)