Luhut: Perpanjangan PPKM Dikarenakan Angka Kematian Masih Tinggi

| More
02 August 2021
2906.jpg
Radio ANDIKA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang sekaligus Koordinator PPKM di pulau Jawa dan Bali, LUHUT BINSAR PANJAITAN, mengatakan keputusan perpanjangan PPKM mulai tanggal 3 hingga 9 Agustus mendatang, diputuskan dengan pertimbangan utama catatan angka kematian yang masih tinggi. Pemerintah diakuinya tengah bekerja keras untuk mengatasi permasalahan ini.

Saat On Air, Jurnalis Radio ANDIKA di Jakarta, SAMSUL HADI mengatakan hal tersebut dijelaskan oleh LUHUT pada konferensi pers bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Kesehatan, menjelaskan terkait perpanjangan PPKM, yang malam ini tengah berlangsung di kanal Youtube Sekretariat Presiden. Secara rinci LUHUT menyebut, PPKM level III akan diberlakukan di 12 kota dan kabupaten, sedangkan 1 kabupaten memberlakukan PPKM level II, dan beberapa kota dan kabupaten lainnya diberlakukan PPKM level IV.  

Dalam pernyataannya, LUHUT juga mengatakan Pemerintah menemukan beberapa daerah yang memang membutuhkan treatment khusus karena catatan  konfirmasi positif harian dan angka kematiannya yang masih tinggi, antara lain Bali, Malang Raya, Jogyakarta, dan Solo Raya. Pemerintah diakuinya tengah bekerja keras menekan angka-angka tersebut, dan berkaca pada capaian di daerah lain, kondisi di keempat wilayah itu diharapkana akan segera membaik.

Khusus mengenai angka kematian yang masih tinggi, LUHUT menyebut hal ini antara lain disebabkan oleh tingginya angka isolasi mandiri oleh masyarakat yang dilakukan tanpa pengetahuan dan pendampingan tenaga kesehatan. Kondisi diperparah dengan keadaan  ketika saturasi pasien rendah terjadi keterlambatan rujukan ke rumah sakit, sehingga nyawanya  tidak bisa diselamatkan.

Untuk itu, salah satu strategi yang dijalankan Pemerintah adalah membuka sebanyak-banyak lokasi isolasi terpusat, sehingga penanganan dan pengawasan  terhadap pasien Covid-19 dapat dilakukan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Ditambah ketersediaan oksigen dan obatan-obatan yang dijamin oleh Pemerintah, angka kematian akibat Covid-19 diharapkan bisa terus ditekan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, presiden Joko Widodo malam ini telah mengumumkan kembali diperpanjangnya PPKM untuk rentang waktu  sepekan ke depan, dimulai tanggal 3 besok hingga 9 Agustus mendatang. Berbeda dengan perpanjangan sebelumnya yang diberlakukan di 190 kota dan kabupaten, kali ini pemberlakuannya bersifat terbatas di daerah tertentu, dengan leveling disesuaikan dengan kondisi dan karakteristik daerah. (shk/nis)