
ANDIKA FM, Kediri- Tambahan insentif bagi sekitar 2 ribu guru ngaji di Kota Kediri rawan penyimpangan. Yakni munculnya sejumlah nama fiktif yang masuk daftar pengajuan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Kediri Saiful Choiri mengatakan, pada 2011 ada sejumlah nama guru ngaji fiktif yang tidak terdeteksi. Mereka sempat makan gaji buta karena mendapat honor meski tidak mengajar.
Untuk itu awal 2012 ini pihaknya akan melakukan pengecekan ulang identitas dan data jumlah guru ngaji. “Pasti akan kita cek satu per satu, saya sudah membantuk tim yang akan turun mengecek langsung ke lapangan,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga akan menerapkan pengawasan secara ketat. Bila ada sekelompok institusi yang memasukkan nama fiktif, maka tambahan honor akan langsung dicabut.
“Bukan hanya menarik honor, jika perlu kami juga kan mencoret institusi tersebut,” jelasnya.
Saiful Khoiri juga mengimbau, agar semua elemen masyarakat ikut melakukan pengawasan. Jika menemukan ada yang menerima honor, namun tidak mengajar, harus dilaporkan dan dia siap menindaklanjuti.
“Kami harap, masyarakat juga ikut melakukan pengawasan, dan melaporkan ke kami, jika terjadi penyelewengan,” harapnya.
Sementara itu, insentif guru ngaji, untuk pencairaan, pihaknya tetap menjalankan prosedur sebelumnya. Yakni, dalam satu tahun akan dicairkan dua kali.
“Karena istilahnya bukan gaji, maka kami akan memberikan setiap enam bulan sekali, tidak setiap bulan,” jelasnya.
Untuk diketahui, tahun 2012 ini Pemkot mengalokasikan anggaran total sekitar Rp 2 miliar untuk tambahan honor guru ngaji. Honor sebelumnya Rp 50 ribu menjadi Rp 100 ribu per bulan. (Antok)
