
ANDIKA FM, KEDIRI- Perum Perhutani Kesatuan pemangku hutan (KPH) Kediri kesulitan menangani hama Karat Furu atau karat tumor yang menyerang tanaman sengon. Hama tersebut, membuat tanaman tidak dapat tumbuh maksimal.
Wakil Administratur Perum Perhutani KPH Kediri Erik Alberto mengatakan, ia belum menemukan pestisida yang cocok, dan hanya bisa melakukan penebangan massal jika ada penyerangan, yang selanjutnya diganti dengan tanaman baru.
“Hama ini menyerang tanaman yang masih muda. Dan dipastikan, tanaman muda itu akan mati, kalau pun jadi pohon, kualitas kayunya tidak akan bagus,” ujarnya.
Erik menjelaskan paling banyak serangan hama itu ditemukan di wilayah Resor Pemangku Hutan (RPH) Pare, yang lebih banyak ditanami sengon, dengan luas lahan mencapai 6 ribu hektare, dimana 20 persennya tanaman rusak diserang hama tersebut.
“Selama ini sekitar 20 persen laah tanaman kami yaang diserang hama karat furu ini,” jelasnya.
Menurutnya, serangan hama yang merusak bagian daun dan dahan pohon serta akar sengon itu cukup mengkhawatirkan. Setiap kali pohon yang diserang, cukup sulit untuk proses penyembuhan. Terlebih lagi, jika kondisi batang pohon sudah cukup tinggi, akan menambah sulit untuk pencegahan penyebaran.
“Jika pohonnya sudaah berumur diatas tiga tahun, sudah tidak mungkin kita lakukan pengobatan, kita hanya mampu menangani taanaman yang berumur dibawah 2 atau 1 tahun,” pungkasnya.(Purbo Krisbianto)
