
ANDIKA FM, Kediri- Ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kota Kediri Kamis (15/03) siang berunjukrasa menolak rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka berorasi dan menggelar teatrikal untuk menyuarakan aspriasinya.
Aksi yang diawali dengan longmarch dari gedung GNI, Jalan Mayjen Sungkono, itu mengambil lokasi di halaman gedung Perwakilan Rakyat Daerah, Jalan Mayor Bismo.
Selain membeberkan spanduk, mereka pun mengusung replika keranda dan juga berorasi. "Kita jelas menolak rencana Pemerintah menaikkan harga BBM karena akan memiskinkan rakyat," teriak Agung Eko, koordinator aksi dalam orasinya.
Alasan lainnya, lanjut Agung, kenaikan harga BBM akan berdampak domino terhadap kenaikan harga kebutuhan pokok. Sehingga masyarakat akan lebih terbebani. "Yang kaya hanya pegawai Pertamina, perusahaan minyak serta pejabat negara. Sementara rakyat menjadi lebih miskin," lanjut Agung.
Sementara dalam aksinya, massa dengan lantang terus menyuarakan aspirasinya. Bahkan, dengan membentuk formasi lingkaran, mereka juga berjingkrak-jingkrak saat bersama-sama menyanyikan lagu perjuangan ala mahasiswa yang beberapa kali dikumandangkan selama aksi.
Aksi tersebut mendapat sambutan dari parlemen. Beberapa anggota dewan menemui mereka, dan turut membubuhkan tandatangan sebagai dukungan mereka. Diakhir aksi, massa membakar keranda simbol kematian nurani pemimpin negeri terhadap realita sosial rakyat yang masih jauh dari kesejahteraan.(Anto Kristian)
05:00 Mutiara Subuh
06:00 Kediri Bersemi
08:00 Citra Andika
11:00 Indonesia Gemilang
14:00 Colak Colek
17:00 Kediri Hari ini
18:00 Ekspresi Musik Indonsia
21:00 Senandung Rindu
24:00 Warung Lesehan
![]()
