Nilai Ekonomis Kawat Limbah Pabrik

| More
20 April 2013
hanger--D.jpg
ANDIKA FM, Kediri- Waktu itu sekitar jam 9 pagi saya bertamu ke rumah Efendy seorang pengrajin hanger atau jemuran baju di dusun Sumber Tugu desa Kalibelo Kecamatan Gampengrejo Kabupaten Kediri. Untuk mencari rumah beliau tidak terlalu sulit. Karena berada di jalur arah desa Sukorejo Kecamatan Gampengrejo menuju desa Minggiran Kecamatan Papar. Apalagi usaha home industrinya itu memanfaatkan teras samping rumah.
 
Terlihat tumpukan kawat bekas yang digulung, berada di halaman rumahnya. Ketika saya datang Efendi sedang disibukkan memperbaiki peralatan pembuatan hanger. Selain seperangkat las listrik yang dibuat sendiri, juga peralatan untuk meluruskan kawat bekas dan alat mencetak hanger.
 
Dengan ramah Efendi menyambut kedatangan saya. Sesaat setelah mempersilahkan saya duduk, beliau kemudian bercerita awal mula menekuni usaha pembuatan hanger. Ia menuturkan awal pembuatan hanger ini dimulai sejak tahun 2002, dengan alat sederhana yang dia kerjakan sendiri.
 
 
Saat ini menurut Efendi adalah waktu yang tepat untuk memperbaiki peralatan pembuatan hanger miliknya. Karena produksinya sementara berhenti mengingat pabrik pemasok bahan bakunya libur akhir tahun. Di tengah obrolan saya kemudian ada seorang bapak-bapak yang mendekat ikut bergabung.
 
Ternyata bapak ini ayah Efendi bernama pak Solikin, yang juga punya ide membuat hanger dari kawat. Solikin saat itu melihat  banyak limbah kawat dari pabrik kertas di desa Ngebrak kecamatan Gampengrejo yang tidak termanfaatkan. Menurut Solikin, dengan sedikit sentuhan teknologi tepat guna, kawat limbah bekas pabrik kertas ini, bisa meningkatkan harga jual.
 
Pria pensiunan pegawai PLN ini juga mengaku, usahanya membuat hanger dan gantungan baju berdampak positif. Karena mampu menyerap tenaga kerja dari pemuda dan pemudi di sekitar rumahnya.
 
Sementara itu, sebagai pengrajin yang memanfaatkan limbah pabrik, Efendi juga sempat jatuh bangun, tidak beda dengan pengusaha lainnya. Kendala yang dia rasakan terutama masalah permodalan. Tapi untung ada Kepedulian dari Pemerintah Daerah yang bersedia mengucurkan dana UMKM, sehingga ketika terpuruk bisa  bangkit lagi. Kemudian karena yang diproduksi alat jemuran baju, musim sangat berpengaruh. Kata Efendi, ketika musim hujan produknya laku keras, sementara musim kemarau bahan melimpah sementara pemasaran tersendat.
 
Di saat produksinya laku keras, suami dari Widarwati ini mengaku sempat kesulitan mendapatkan bahan baku. Karena semakin banyak pengrajin serupa yang memanfaatkan kawat limbah pabrik. Untuk mendapatkan bahan baku, pihaknya juga harus mencari hingga Mojokerto atau Surabaya. Soal pemasaran hanger produksinya, bapak 3 anak ini mengaku tidak masalah, karena sekarang melibatkan sales dan pedagang sekitar. Berbeda dengan awal dulu yang harus membuat dan memasarkan sendiri.
 
Dengan ketekunan dan ketlatenannya dalam pembuatan hanger dari kawat bekas, Efendi terus berusaha meningkatkan hasil produksinya. Faktor utama adalah peralatan yang digunakan. Dulu dengan alat manual seadanya, sehari mampu memproduksi 50 dosin hanger. Tapi dengan alat buatanya, sehari mampu memproduksi sebanyak 500 hingga 600 dosin hanger .
 
Meski omset produksinya semakin meningkat, tetapi masih banyak pesanan yang belum terpenuhi. Untuk itu Efendi berharap kepada Pemerintah Daerah lebih memperhatikan pengusaha kecil dengan memberikan tambahan permodalan.
 
Produk home industry Efendi ini selain dipasok ke pasar tradisional, juga menembus sejumlah pasar modern seperti swalayan dan supermarket di Kediri dan sekitarnya. Selain itu juga memasok ke pasar Turi Surabaya dan Pasar Klewer Solo. Tetapi yang jelas, kreativitas Efendi patut ditiru. Banyak sesuatu yang kita anggap sampah tetapi ternyata memiliki nilai jual jika dikemas menjadi sebuah produk.(Diki Pramana)
 
 
 

Radio Online

Live Streaming :
Radio 1
Radio 2
Radio 3

Acara Hari Ini

 

05:30 Dzikir Pagi
05:30 Indonesia Gemilang
08:00 Citra Andika 
11:00 Indonesia Gemilang

13:00 Simpang Siur
15:00 
Indonesia Gemilang

18:00 Ekspresi Musik Indonsia

21:00  Wayang Kulit Semalan Suntuk

 

 


SMS XL (real size)