Pecel Sri Aji Joyoboyo

Tanggal : 18-05-2010

PECEL SRI AJI JAYA BAYA Jika anda berkunjung ke Kabupaten Kediri, rasanya sayang kalau tidak mencoba makanan yang satu ini, pecel Sriaji Joyoboyo. Disebut pecel Sri Aji Joyoboyo, karena warung pecel milik Sunarsih tersebut,  berada disekitar areal wisata petilasan Sriaji Joyoboyo, di Desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri. Makanan pecel, mungkin tak asing lagi bagi banyak orang, sayuran yang dipadu dengan kuah sambal yang terbuat dari kacang. Namun, ada yang berbeda dengan pecel buatan Sunarsih. Selain bumbunya yang terasa sangat tajam, rasa sambal yang sangat pedas, justru membuat pembeli ketagihan.

     Dengan harga hanya 3.500 rupiah saja, pengunjung bisa menikmati satu piring pecel, di warung Sunarsih. Berbagai macam sayuran yang sudah dimasak, kemudian ditata dalam piring. Mulai kacang panjang, kangkung, kembang turi dan kecambah, lalu disiram dengan sambal kacang yang sudah dihaluskan dilengkapi dengan berbagai bumbu. Khusus sayuran, Sunarsih memang selalu hanya menggunakan, ketiga jenis sayuran tersebut Ditambah dengan kerupuk pasir. Jika pembeli suka, Sunarsih juga menyediakan tahu goreng dan bakwan, yang bisa dimakan dengan pecel. Sebagai penutup, pengunjung bisa menikmati segarnya dawet tepung beras, yang diberi kuah gula merah dan santan. Hemmmm… paling segar jika ditambah dengan es batu. Harga satu mangkok dawet, 2000 rupiah.

 

     Suasana yang rindang dibawah pepohonan, sekitar 500 meter dari areal petilasan Sri Aji joyoboyo, membuat warung pecel sederhana milik Sunarsih terasa sangat nyaman. Para pengunjung, rela antre untuk mendapatkan satu piring pecel dan satu mangkok dawet. Seperti diakui Sita warga Mojokerto. Menurut Sita, dirinya sudah kesekian kali mencicipi pecel buatan Sunarsih. Selain rasanya yang unik, pecel yang dijual Sunarsih juga cukup murah. Uniknya lagi, setiap pembeli usai membayar makanan yang dinikmatinya dan hendak pergi, Sunarsih akan menyapa dengan kata kata, “mbenjing mriki malih nggih”  (besok datang lagi ya). Tanpa perlu dijawab. Karena itu, memang kebiasaan Sunarsih, untuk mengucapkan terimakasih kepada pembeli.

 

     Pada hari hari tertentu, ketika pengunjung yang datang membludak, dari berbagai kota, dari Semarang, Yogyakarta hingga Surabaya, Sunarsih yang berjualan mulai jam 10 hingga jam 4 sore tersebut, dalam sehari bisa menghabiskan sambal kacang hingga 10 kilogram, dan berkarung karung sayuran. Bahkan, Sunarsih bisa meraup keuntungan, 2 juta rupiah. Sedangkan pada hari hari biasa sekitar 300 ribu rupiah. Meski jumlah pengunjung banyak, Sunarsih tidak pernah berpikir untuk menaikkan harga pecel dan es dawet yang dijualnya. Harga akan naik, jika bahan bahan untuk membuat pecel juga naik, ujar Sunarsih sambil tersenyum. (Anto Kristian)

Radio Online

Live Streaming : Radio 1
Radio 2

Acara Hari Ini

02:00 Konco Sahur

05:00 Mutiara Subuh
06:00 Pengajian AHAD PAGI IKADI & ANDIKA (live)
07:00 Bursa Musik Indonesia 
17:00 Jelang Buka Puasa
18:00 Bursa Musik Dangdut

23:00 Bursa Musik Rhoma Irama

 

sms andika fm (real size)