Berita - Kediri Hari Ini

19 April 2014
Perencanaan “Ngawur”, Dewam Soroti Silpa 2013 Yang Mencapai Rp.226 Milliar
Radio ANDIKA FM- KEDIRI- JATIM- Kalangan Dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kota Kediri mengkritisi tingginya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) tahun 2013 yang cukup tinggi.
 
Kalangan dewan yang tergabung dalam panitia khusus (pansus) laporan pertanggung jawaban (LKPJ) Walikota Kediri menilai, tingginya Silpa yang tembus Rp 226 milyar merupakan bentuk kurangnya perencanaan
 
Anggota Pansus LKPJ Walikota Kediri Yudi Ayubchan mengatakan, selain perencanaan yang kurang matang, tingginya Silpa juga dipengaruhi seringnya agenda mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Kediri. Karena sering terjadi mutasi, program yang sudah disusun tidak bisa berjalan dengan optimal.
 
“Saat pejabat menyusun program, begitu mau dilaksanakan dipindah. Akhirnya tidak bisa terserap,” ujarnya, Sabtu (19/4/14).
 
Ketua fraksi Demokrat DPRD Kota Kediri ini juga mengatakan, salah satu satuan kerja (satker) penghabis yang tidak bisa menyerap habis APBD tahun 2012 diantaranya Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Banyak proyek bernilai milyaran di Dinas PU yang tak terserap,” terang Ayub.
 
Ia mencontohkan, perencanaan alokasi tiga megaproyek senilai Rp 88 milyar tanpa dilakukan kajian yang mendalam, juga mempengaruhi tingginya Silpa 2013 ini.
 
“Jika terlebih dilakukan kajian, tidak akan terjadi seperti ini,” ujarnya.
 
 
Selain itu, seperti di pos Dinas Pekerjaan Umum (PU), tahun 2013 dianggarkan sebesar Rp 103 milyar. Namun hanya mampu terealisasi sebesar Rp 38 milyar atau hanya sekitar 34 persen.
 
Untuk itu, pihaknya merekomendasikan agar nantinya penggunaan anggaran dalam pembelanjaannya lebih efektif dan efisien. Sedangkan dari segi pengawasannya perlu lebih ditingkatkan. “Kami berharap, kedepan Pemkot lebih jeli lagi, terutama saat pengusulan anggaran dalam pembahasan APBD,” harapnya.
 
Untuk diketahui, sesuai catatan, selama tiga tahun terakhir dalam kepemimpinan Walikota Samsul Ashar, Silpa cenderung mengalami kenaikan. Tahun 2011, Silpa Rp 90 milyar, tahun 2012 sebesar 119 milyar dan hingga berakhirnya masa jabatan Walikota Samsul Ashar, Silpa tembus Rp 226 milyar lebih.(Kedirijaya)
 
19 April 2014
Banyak Suara
Radio ANDIKA FM- KEDIRI- JATIM- Sekitar 20 simpatisan partai Hanura Kota Kediri dengan membawa poster dan berorasi mendatangi kantor komisi pemilihan umum daerah (KPUD) Jl. Kejaksaan Agung Suprapto Sabtu (19/4).
 
Kedatangan massa tersebut menyuarakan dugaan adanya kecurangan saat penghitungan di sejumlah TPS di wilayah Kecamatan Mojoroto. Sesuai data yang dihimpun para demonstrans, TPS yang diduga bermasalah dalam penghitungan masing-masing TPS di Kelurahan Gayam, Bujel, Sukorame dan TPS lainnya di Kecamatan Mojoroto.
 
"Kedatangan kami disini ingin mengungkap fakta-fakta kecurangan yang terjadi dalam pemilu legislatif 9 april kemarin" Teriak Asmar Azis dalam orasinya di depan kantor KPUD Kota Kediri.
 
Lebih lanjut menurut caleg nomer urut 1 Partai Hanura Dapil Kecamatan Mojoroto tersebut, banyak suara yang seharusnya masuk atas namanya namun di coblos di tempat lain. Praktis, hal ini mengurangi suaranya dalam pemilihan legislatif 9 April kemarin.
 
"Bentuk kecurangannya, suara saya banyak dialihkan ke partai, maupun ke caleg nomor urut di bawah saya. Mengapa sebagian suara dialihkan ke partai karena nomor urut satu dekat dengan gambar parpol. Untuk itu kami menolak hasil penghitungan petugas, dan meminta ada penghitungan ulang" Bebernya
 
Terpisah, menanggapi laporan tersebut, Ketua KPUD Kota Kediri Agus Rofik masih belum bisa menyimpulkan tindakan apa yang bakal dilakukan. Pihaknya masih meneliti sejumlah barang bukti yang telah diberikan ke KPU.
 
"Tadi sempat ditunjukkan, tetapi sekarang masih difoto kopi untuk arsip mereka. Nanti akan kita teliti dan kita lihat peraturannya" Jelas Agus Rofik. (hel)
19 April 2014
Program E KTP Habis, Warga Kediri Kembali Gunakan KTP Manual
Radio ANDIKA FM- KEDIRI- JATIM- Program e KTP yang sedianya tuntas pada tahun 2013 ternyata belakangan ini justru kembali menggunakan KTP manual. Ini terlihat di sejumlah kecamatan wilayah Kabupaten Kediri mendapatkan KTP manual karena KTP elektronik programnya sudah habis dan tidak diperbarui.
 
Sekelompok warga yang menggunakan KTP manual, karena mereka adalah pemohon KTP baru, maupun pemohon lama tetapi meminta perbaikan nama maupun alamat karena sebelumnya identitasnya keliru saat di e-KTP.
 
Menurut RN salah satu warga yang mengurus kartu identitas di Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, para warga mendapatkan KTP manual. "Ya memang saya baru saja mengurus perbaikan e-ktp tetapi tidak bisa, hanya dilayani KTP manual. infonya dari kantor kecamatan programnya belum ada" Ujar seorang pengusaha tersebut.
 
Selain perubahan kembali ke KTP manual, proses pengurusan pergantian KTP juga memakan waktu lama hingga berhari-hari. "Seharusnya kalau itu KTP manual satu hari jadi, tetapi ini harus menunggu beberapa hari dan bolak-balik" Lanjut RN.
 
Menurut Sekretaris Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri Ibnu Imad, memang KTP elektronik hanya dilakukan secara massal pada tahun kemarin saja. Sedangkan saat ini pihak kecamatan hanya menginput data saja dan disetorkan ke dinas pendidikan dan catatan sipil.
 
"Saat ini tidak ada programnya. Blanko untuk pengisian E-KTP pun tidak ada" Bebernya.
 
Hal senada diungkapkan Anwar Kasi Pemerintahan Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Menurutnya sampai saat ini pihak kecamatan juga menunggu blanko dan program dari dinas kependudukan dan catatan sipil. (Adakita)
19 April 2014
Semalam Satu Mobil dan Dua Motor Digondol Maling
Radio ANDIKA FM- KEDIRI- JATIM- Para pelaku curanmor seolah menantang aparat kepolisian di Kota Kediri, Jawa Timur.
 
Setelah sehari sebelumnya membawa kabur dua sepeda motor, kali ini dua sepeda motor dan sebuah mobil juga raib digondol maling.
 
Mobil Mitsubhisi T 120 nopol AG-8468-A milik Alim Sunarko (58) hilang saat diparkir di halaman rumahnya di Jalan Slamet Riyadi.
 
Pencuri mengambil mobil setelah merusak gembok pintu pagar kemudian membandrek kunci kontak mobil warna putih itu. Selanjutnya mobil dibawa kabur pelaku.
 
Kasus curanmor kedua terjadi di Jl Cendana, motor Honda CBR 150RC tahun 2012 warna putih merah nopol AG-4622-BU milik Panju Buana (28) hilang dicuri.
 
Sepeda motor seharga Rp 40 juta itu amblas saat diparkir di halaman rumah dalam keadaan terkunci stangnya.
 
Pelaku beraksi sangat cepat karena hanya berselang beberapa menit ditinggal masuk ke dalam rumah motornya sudah raib.
 
Sedangkan kasus curanmor ketiga menimpa Nailul Autor (25), warga Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.
 
Korban kehilangan sepeda motor Suzuki Satria FU 150 SCD2, warna hitam tahun 2013 nopol AG-2802-HD.
 
Saat itu korban bermaksud membeli HP baru, namun hanya berselang beberapa menit setelah memarkir, sepeda motornya sudah dibawa kabur seseorang.
 
Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi menyebutkan, petugas telah mengantisipasi aksi pelaku curanmor dengan meningkatkan kring reserse.
 
Selain itu telah membentuk tim buser yang melibatkan personel dari semua polsek.
 
"Kami menghimbau masyarakat berhati-hati memarkir kendaraannya di tempat aman. Selain itu petugas bakal lebih aktif melakukan patroli di tempat-tempat rawan kejahatan," tegasnya.(SURYA Online).
19 April 2014
Radio ANDIKA FM- KEDIRI- JATIM- Program jaminan kesehatan dari pemerintah baik BPJS maupun asuransi belum menjangkau para perangkat desa. Di Kabupaten Kediri, Jawa Timur lebih dari 2.000 perangkat desa tidak tersentuh. Padahal, mereka adalah ujung tombak pelayanan terhadap masyarakat
 
Menurut data yang dihimpun dari sejumlah perangkat desa, kebanyakan mereka masih bingung menentukan status keikutsertaan program jaminan sosial. Apakah mereka memilih ikut menjadi aparatur pemerintah, atau harus mandiri
 
Seperti yang dialami oleh perangkat di Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem. Sejumlah perangkat desa disini tidak mendapat asuransi kesehatan dari pemerintah. Padahal, semestinya mereka memerlukannya.
 
Kepala Desa Kwadungan Abdul Kamid mengatakan, pelayanan BPJS yang sudah berjalan berbulan-bulan sampai saat ini belum menyentuh untuk para perangkat desa
 
” Sebagian kecil untuk perangkat desa terpaksa harus biaya mandiri, meskipun statusnya sebagai aparat pemerintah di desa,” kata Abdul Kamid, Sabtu(19/4/14)
 
Sejauh ini untuk pelayanan BPJS sendiri ada dua kategori yakni dibiaya oleh pemerintah dan non pemerintah. Untuk PNS maupun warga yang tercover Jamkesmas dibiayai oleh Negera
Sedangkan untuk swasta di biayai oleh perusahaannya masing-masing. Untuk wiraswasta di biayai sendiri. Tetapi untuk perangkat desa sampai saat ini masih belum jelas.(Kedirijaya)
 
18 April 2014
 Mayat Dirubung Kepiting Gegerkan Warga Semambung Kediri
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Masyarakat di Desa Semambung, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri Jawa Timur digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di Sungai Sirinjing, desa setempat.
Mulut dan hidung korban mengeluarkan darah, namun pihak kepolisian memastikan penyebab kematiannya karena penyakitnya kambuh.
 
Korban bernama Margo Mulyo (30) warga Desa Semambung. Jenasahnya kali pertama ditemukan oleh pencari nyambek di sungai. Mayat dalam keadaan tengkurap dan wajahnya dikerubuti hewan air kepiting. "Benar telah ditemukan sesosok mayat di sungai. Jenasah sudah kita evakuasi, dan kita bawa ke rumahnya. Selanjutnya, kita lakukan visum bersama tim dokter dari puskesmas setempat," ujar Kapolsek Pagu AKP Suharjito, Jumat (18/4/2014) siang
 
Pihak keluarga menyadari kematian korban. Mereka meminta agar dilakukan visum luar. Untuk selanjutnya, keluarga akan segera memakamkan mayat ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.
 
Ditambahkan oleh KBO Reskrim Polres Kediri, korban diperkirakan teman meninggal dunia sejak pagi. Itu dilihat dari kondisi jenasah yang sudah membengkak dan dikerubuti kepiting. Selain itu, jenasah juga mengeluarkan darah dari mulut dan hidungnya.
 
" Menurut keterangan pihak keluarga, penyakit ayan yang diidapnya sering kambuh. Keluarga mengaku, sudah tiga kali. Mereka sudah menyadari kematian korban," pungkas Kapolsek.(Anto kristian)
 
 
18 April 2014
Pelaku Curanmor Kembali Merajalela di Kota Kediri
Radio – ANDIKA – KEDIRI – JATIM- Setelah sempat reda, pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali merajalela di Kota Kediri, Jawa Timur. Dalam seminggu rata-rata di Kota Kediri terjadi 3 sampai 4 kali kasus curanmor.
 
Kamis (17/4/2014), kasus curanmor terbaru menimpa korban Abdul Wafi (27) warga Besuki, Kabupaten Situbondo. Sepeda motornya Yamaha V-Xion nopol P-4208-FD warna merah hitam hilang dicuri saat diparkir Jl KH Wahid Hasyim, Kota Kediri.
 
Pelaku berhasil membandrek kunci stang saat pemiliknya membeli antena TV di Jl Joyoboyo.  Kehilangan sepeda motor itu baru diketahui korban setelah kembali membeli antena TV sepeda motornya sudah hilang dari tempat parkirnya.
 
Akibat pencurian itu korban mengalami kerugian satu unit sepeda motor senilai Rp 23 juta. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Kediri Kota.
 
Selain sepeda motor, pelaku curanmor juga menyatroni kendaraan roda 4. Mobil Mitsubisi colt T 130 ss warna hitam nopol AG 9565 AA yang diparkir di Jl Al Huda, Kota Kediri juga amblas dibawa kabur pencuri.
 
Sebelumnya sepeda motor Yamaha V-Xion nopol AG-2425-BQ, warna merah marun milik Candra Suria Wiguna (20)  mahasiswa juga hilang saat dititip di tempat kos rekannya Yanuar di Bandar Ngalim, Kota Kediri.
 
Pencuri membawa kabur sepeda motor setelah berhasil membandrek kunci stang. Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Kediri Kota.
 
Akhir pekan lalu pelaku curanmor juga membawa kabur sepeda motor bebek nopol AG-2371-AG milik Agung Cahyono (30) di Kelurahan Setonogedong Gang II, Kota Kediri.
 
Ulah pelaku ini sebenarnya sempat terekam kamera CCTV. Namun pelaku yang ciri-cirinya diketahui dari kamera CCTV masih belum ditemukan.
 
Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi menghimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati -hati memarkir kendaraannya di pinggir jalan dan depan rumah. Selain tidak lengah mengawasi juga disiapkan kunci ganda.(surya.co.id)
18 April 2014
  Ratusan Umat Katolik Jalan Salib di Gereja Puhsarang
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Sebanyak 300 umat Katolik dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti jalan salib, menjelang hari Paskah. Ritual berlangsung di Goa Maria Lourdes yang ada di kawasan Gereja Puhsarang Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
 
Dalam ritual ini, ratusan jemaat Katolik berjalan sambil berdoa mengelilingi setiap penghentian kesengsaraan yang dialami oleh Tuhan Yesus sebelum menjalani penyaliban, yang berjumlah 14 penghentian. Seraya mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan, jemaat ini berjalan sejauh hampir 2 kilometer.
 
Rinciannya di penghentian ke- 5 menceritakan bahwa Yesus sempat ditolong oleh seorang petani yang bernama Simon, namun hanya sebentar. Yesus kemudian terus berjalan memanggl salib sambil disiksa tentara. Hingga akhirnya Yesus disalib pada penghentian ke 12, untuk kemudian jasad Yesus diturunkan di penghentian ke 13 dan dimakamkan di penghentian terakhir.
 
Menurut Katekis Puhsarang Eva Daniel, ritual jalan salib merupakan gambaran dari kesengsaraan yang dialami oleh Tuhan Yesus. Sebagai umat Katolik, katanya, wajib melaksanakannya tiap tahun sebelum hari Paskah.
 
"Setiap tahun, menjelang hari Paskah, umat Katolik mengikuti kegiatan jalan salib. Ini merupakan rangkaian perjalanan Tuhan Yesus, sebelum akhirnya disalib," ujar Eva Daniel, ujar Katekis Puhsarang.
 
Salah satu jemaat Katolik mengatakan, hikmah dari pelaksanaan jalan salib ini adalah umat mengetahui kesengsaraan yang dialami Tuhan Yesus dalam menyelamatkan umatnya. Titik balik bagi umat, kelak akan meraih kebahagiaan di surga.
 
Ritual jalan salib di Gereja Puhsarang ini telah dilakukan sejak tahun 2005 hingga sekarang. Di dalam lokasi Gereja Puhsarang ini juga terdapat replika Bunda Maria dan patung Tuhan Yesus dan para tentara Yahudi seperti yang ada di Bukit Golgota di Yerussalem.(beritajatim.com)
 
18 April 2014
Enam Ketua Parpol Kota Kediri Gagal Jadi Dewan
Radio ANDIKA - KEDIRI - JATIM - Pemilu legislatif menjadi kado pahit bagi 6 ketua parpol yang ada di Kota Kediri, Jawa Timur. Masalahnya perolehan suara ketua parpol itu telah gagal mengantarkan duduk di kursi DPRD Kota Kediri periode 2014 - 2019.
 
Para ketua parpol di Kota Kediri yang gagal menjadi anggota dewan masing-masing, Ketua DPC Partai Nasdem Sakroni, Ketua PKS Ahmad Tsalis, Ketua DPD Partai Golkar Gatot Adi Prayogo, Ketua Partai Demokrat Jaka Siswa Lelana, Ketua DPD Gerindra Huda Salim dan Ketua DPC Hanura Dewi Purwati.
 
Ironisnya yang justru duduk di kursi dewan dari ketua parpol yang gagal adalah anggota dan pengurus biasa. Seperti Partai Demokrat dan Hanura masing-masing  mendudukan dua kadernya menjadi anggota dewan merupakan pengurus biasa. Demikian pula Partai Golkar, PKS dan Gerindra masing-masing menempatkan tiga kadernya yang lolos ke kursi dewan merupakan anggota biasa.
 
Sementara tiga ketua parpol di Kota Kediri yang berhasil lolos mendapatkan kursi dewan masing-masing, Ketua DPC PDIP Hj Wara Reny Pramana, Ketua DPD PAN Kholifi Yunon dan Ketua DPC PKB Abdul Muid.
 
Calon anggota DPRD Kota Kediri periode 2014 - 2019 separo lebih bakal diisi pendatang baru. Posisi ketua  dipastikan bakal dipegang kader PAN yang telah  memenangkan pemilu legislatif di Kota Kediri.
 
Berdasarkan hasil rekapitulasi suara yang diterima Surya Online, PAN meraih 6 kursi di dewan. Dari tiga dapil masing-masing menyumbangkan 2 anggota dewan.
Tiga anggota dewan merupakan wajah lama Kholifi Yunon, Reza Darmawan dan M Subekti. Sementara tiga wajah baru anggota dewan PAN terdiri  Firdaus, Panggih dan Anton.
 
Posisi kedua ditempati PDIP dan PKB yang menempatkan masing-masing 4 kadernya di kursi dewan. Kedua parpol ini akan mendapat jatah masing-masing satu kursi wakil ketua dewan.
 
Dari PDIP wajah barunya hanya Hartono, tiga anggota lainnya merupakan muka lama seperti Wara Reny Pramana, Hadi Sucipto dan Sudjoko.
 
Sementara 4 anggota dewan PKB, tiga orang muka baru  Abdul Muid, Nurudin Hasan dan Mujiono. Anggota dewan lama yang masih bertahan Muzer Zaidid.(surya.co.id)
 
18 April 2014
Setubuhi Pacar Dibawah Umur Di Dalam Hutan, Warga Kepung Dipolisikan
Radio ANDIKA -Kediri - Jatim - Polsek Puncu, berhasil mengamankan 2 pasangan mesum saat berada di dalam hutan lindung Dusun Simpenan. Ahmad asrofi warga desa purworejo kecamatan kepung kabupaten Kediri, ditangkap petugas perhutani hutan lindung Dusun simpenan Desa Manggis Kecamatan Puncu, karena telah melakukan persetubuhan pada pacarnya yang masih dibawah umur, warga dusun templek desa gadungan kecamatan puncu kabupaten Kediri, di semak semak hutan lindung Dusun simpenan. Kemudian, petugas perhutani membawa keduanya ke polsek puncu untuk dilakukan pemeriksaan.

Kasubag Humas polres kediri, AKP Budi Nurcahyo mengatakan, pihaknya masih memeriksa kedua remaja tersebut, di Unit perlindungan perempuan dan anak polres kediri. Ahmad, terancam dikenakan Undang undang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 Tahun penjara.
Page 1 of 475      1 2 3 >  Last ›

Radio Online

Live Streaming :
Radio 1
Radio 2
Radio 3

Acara Hari Ini

05:00 Mutiara Subuh   
06:00 Pengajian AHAD PAGI IKADI & ANDIKA (live)
07:00 Bursa Musik Indonesia 
18:00 Bursa Musik Dangdut

23:00 Bursa Musik Rhoma Irama

 

SMS XL (real size)