Berita- Info ANDIKA

21 April 2015
Polemik Prodamas Kota Kediri Berpotensi Rugikan Negara Bila Berlanjut Di 2016
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Polemik Prodamas terus bergulir dari berbagai pihak, Setelah membuat kekuatiran muncul dikalangan Ketua RT di Kota Kediri dengan adanya Naskah Perjanjian Daerah yang dinilai bakal menjerat RT, 
Sementara itu Konsultan APBD Asal Kediri Joko Siswanto angkat bicara. Mereka menilai Prodamas sangat berpotensi menimbulkan kerugian negara, karena dinilai menyalahi aturan Permendagri Nomor 32 tahun 2011 Pasal 1 angka 14 .
 
Menurut Joko, sebenarnya mekanisme dana hibah dalam Prodamas ini telah sesuai mekanisme, hal ini ditunjukan dengan prosedur pelaksanaan prodamas dari tata cara pembelanjaan yang dilakukan pihak pertama selanjutnya disampaikan ke pihak kedua dalam hal ini RT. " Namun Dalam NPHD kok RT yang bertanggung jawab padahal RT tidak ikut membelanjakan dan juga melakukan perencanaan , kalau terjadi mark up atau penyelewengan dan ketidak sesuaian barang, apakah RT tanggung jawab " ungkap Joko yang juga pernah menjadi patner pemkot Kediri pada era kepemimpinan walikota Maschut, dalam program Good Goverment dari LSM Usaid.
 
Lebih lanjut Joko menjelaskan, jika Prodamas ini diambilkan dari APBD Kota Kediri, dalam bentuk hibah dan dijadikan program berkelanjutan dari tahun ketahun akan menjadi salah kaprah, karena tidak sesuai dengan Permendagri 32 tahun 2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bantuan sosial" kata Joko
 Dalam pasal 1 angka 14 Permendagri 32 tahun 2011 disebutkan, diantaranya  jika hibah atau bantuan sosial bersifat tidak wajib, tidak mengikat dan yang paling digaris bawahi tidak terus-menerus, dimaksudkan dalam hal ini harus ada jeda waktu
"Jika tahun ini sudah dilaksanakan hibah, maka untuk tahun 2016 harus berhenti, jika tidak ini jelas menyalahi Permendagri itu, berarti harus batal demi hukum, jika tidak dipastikan menimbulkan kerugian negara, karena tidak sesuai dengan aturan" terangnya
 
Masih dikatakan Joko, terkait mekanisme pembelanjaan barang yang dilakukan oleh pihak pertama, seharusnya harus ada paradoxial yang mengatur pertanggung jawaban bagi pengguna anggaran, sebab saat ini dalam NPHD sendiri yang paling diberatkan adalah RT, padahal prodamas ini RT hanya menerima barang. "Kalau saya, jangan mau suruh tanda tangan, jika NPHD nya mengatakan pertanggung jawaban itu RT, seharusnya yang membelanjakan itu RT, bukan pihak pertama"tandas Joko
Seperti yang dikatakatakn oleh Wakil Tim Prodamas Un Ahmad Nurdin sempat  mengatakan pada media, hibah nanti dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya terus menerus,  dirinya mengaku mengacu pada Permendagri no 32/2011 tentang pedoman pemberian hibah dan bansos yang bersumber dari APBD sebagaimana telah diubah dalam  Permendagri no 39 / 2012,  tanpa menyebutkan pasal berapa dalam permen . 
“ Jadi dana Hibah masih bisa dilanjutkan tahun berikutnya terus menerus , karena RT adalah salah satu lembaga pendukung dari pemerintah“ pungkas Un Ahmad. (Anto)
 
20 April 2015
Warga Lingkungan Dadapan Meninggal Dunia Mendadak

Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Warga Lingkungan Dadapan Kelurahan Tinalan Kecamatan Pesantren Kota Kediri, dikejutkan dengan meninggalnya warganya bernama Suko Widodo. Meninggalnya Suko, pertama kali diketahui Hauliya Adi Yoga keponakan Suko. Saat itu, Hauliya, mengetuk pintu kamar Suko namun tidak ada jawaban.

 Kemudian, Hauliya langsung membuka pintu kamar Suko, dan mendapati pamannya sudah dalam keadaan meninggal dunia. Padahal, beberapa hari lalu, Suko masih terlihat mencuci baju. Melihat kejadian itu, Hauliya langsung melapor pada pihak keluarga, dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Petugas yang mendapat laporan, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Sementara itu, kematian korban masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Diduga, kematian korban karena sakit. (Anto)

20 April 2015
Polres Kediri Kota, Tangkap Penjudi Remi

Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Satuan Reskrim Polres Kediri Kota, berhasil menangkap seorang penjudi remi. Muhadi, warga Kelurahan Gayam Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, diamankan polisi, saat menggelar perjudian remi di Desa Manyaran Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri.

Penangkapan terhadap Muhadi bermula atas informasi dari masyarakat jika di Desa Manyaran ada perjudian remi. Kemudian, polisi melakukan penyelidikan, dan berhasil mengamankan Muhadi. Selain itu, polisi juga menyita barang bukti 1 set kartu remi (52 lembar), 1 lembar tikar dan uang tunai Rp. 240.000. Bersama barang bukti, Muhadi dibawa ke polsek Banyakan.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, pihaknya telah memeriksa Muhadi guna proses hukum yang berlaku. (Anto)

20 April 2015
Pemerintah Kabupaten Kediri, Akan Tindak Lanjuti Jalan Rusak

Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Banyaknya keluhan dari masyarakat, terkait jalan rusak di wilayah Kabupaten Kediri, Pemerintah Kabupaten Kediri akan segera menindak lanjutinya. Beberapa titik diwilayah Kabupaten Kediri, baik wewenang Pemerintah Kabupaten Kediri maupun wewenang Propinsi Jawa Timur, Pemkab Kediri akan melakukan tindakan secepatnya.

 Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Kediri Muhammad Haris Setiawan mengatakan, pihaknya sudah melaporkan ke Propinsi Jawa Timur, untuk jalan yang menjadi tanggung jawab Propinsi Jawa Timur. Untuk wewenang Pemerintah Kabupaten Kediri, masih dalam pengajuan anggaran. (Anto)


20 April 2015
Takut Terjerat dengan masalah Hokum Soal Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas), Enam Perwakilan RT Audensi Dengan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Kota Kediri.
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Enam perwakilan RT disalah satu Kelurahan Pojok kecamatan mojoroto,senin siang mendatangi kantor kejaksaan negeri , kedatangan mereka untuk menggelar audensi terkait program pemberdayaan masyarakat (Prodamas) yang mereka nilai sangat rawan dengan masalah hokum, sebab, meski dalam pelaksanaan bukanlah mereka yang mengerjakan, namun untuk pertanggung jawaban, semua ada ditingkat ketua RT ,Misbahul Anam salah satu sekretaris RT 6 RW 1 mengtakan selama ini pihaknya tidak pernah ada sosialisasi terkait adanya Peraturan Walikota nomor 52 perubahan dari no 40 tahun 2014 tentang Prodamas , sebab dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) sesuai terlampir dalam Perwali. RT harus bertanggung jawab apabila ada permasalahan hukum dalam proyek Prodamas, untuk itu, pihaknya meminta pemkot untuk merevisi, NPHD itu dengan penanggung jawab walikota.

Sementara itu, kasi intel kejaksaan negeri Kota Kediri Dodi Budi Raharjo megatakan, pihaknya tidak bisa mengambil keputusan atas kerisauan yang dialami RT ,pihaknya hanya bisa menjembatani pihak RT kepada pemkot ,atas permasalahan yang terjadi ini. 

Untuk diketahui ,Prodamas merupakan program andalan dari Walikota Abdullah Abu Bakar – Lilik Muhibbah / dalam bentuk pemberdayaan masayarakat 50 juta per RT per tahun ,(Anto)

20 April 2015
Peringati Hari Kartini, Ratusan Siswa Tk Di Kabupaten Kediri Lomba Fashion Show Dan Baca Puisi.
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Anak-anak kecil yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak (TK), ini berjalan berlenggak-lenggok layaknya seorang model diatas panggung, mereka mengenakan pakaian kebaya dan sanggul diatas kepalanya. Para pelajar TK ini bukan sedang pamer baju, namun mereka tengah mengikuti lomba fashion show dalam peringatan hari kartini.
Lomba berlangsung di pendopo Kabupaten Kediri, Senin pagi.

Selain mengikuti lomba fashion show, mereka juga berlomba membaca puisi dengan tema pahlawan Emansipasi Wanita Kartini. Lomba ini disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat di pemerintah Kabupaten Kediri, termasuk istri dari Wakil Bupati Kediri, dan para Wali Murid yang berdandan Kartinian. Zema salah seorang peserta mengaku,  mengenakan pakaian kebaya untuk memperingati hari Kartini, yang jatuh pada 21 April besok.  Mereka ingin meneladani sosok Kartini yang dikenal pemberani, cerdas dan baik hari.

Sekretaris Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTK), Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri Zulaikah mengatakan  tujuan diadakan kegiatan lomba fashion show dan baca puisi tersebut agar anak- anak tahu tentang pahlawan wanita Kartini.  Selain itu, kegiatan tersebut juga memberikan pendidikan berbasis karakter kepada anak sejak usia dini.

Dalam lomba tersebut, panitia akan menutuskan anak-anak maupun wali murid yang mengenakan kostum menyerupai kartini dimasa lalu. namun demikian, diantara mereka ada pula yang mengenakan pakaian Kartini era modern dengan pakaian muslim, tetap dilakukan penilaian. (Anto)



 
:
19 April 2015
Edarkan Narkoba Jenis Pil Double L, Warga Kelurahan Banjarmlati Kota Kediri Diamankan Polisi .
Radio ANDIKA -  Kediri - Jatim  Jamy Fungky (22) pemuda asal Kelurahan Banjarmlati Kota Kediri, jumat sore diamankan polisi karena mengedarkan narkoba jenis pil double L. penangkapan pelaku bermula dari laporan masyarakat jika di gang puskesmas Kelurahan Banjarmlati, ada seseeorang yang menjadi pengedar narkoba. Kemudian dilakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku saat hendak transaksi. saat digeledah. petugas mengamankan 189 butir narkoba jenis pil double L Kasubag Humas Polres Kedri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan saat ini pelaku sudah diamankan guna proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut

akibat perbuatannya, Jamy Fungky bisa dijerat undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.(Anto)
 
19 April 2015
 Mahalnya Harga Gas Elpiji 12 Kilogram Membuat Sebagian Pengusaha Kuliner Di Kabupaten Kediri Juga Memakai Tabung 3 Kg.
Radio ANDIKA -  Kediri - Jatim  Kenaikan harga gas elpiji non subsidi atau 12 kg sebesar 5000 membuat para pengguna gas non subsidi tersebut beralih menggunakan gas elpiji ukuran 3kg . Ini dikarenakan harga gas elpiji ukuran 12 kg di pasaran melebihi dari ketentuan. Pemerintah menetapkan harga tiap tabung ukuran 12 kg hanya sebesar 134.000 naik dari semula 129.000.  Namun di pasaran ternyata harganya hampir mencapai 140.000 tiap tabungnya. Ambarwati, pemilik depot di Jalan Sukarno Hatta Katang mengaku selama ini memang menggunakan gas elpiji 12 kg karena kebutuhan untuk memasak cukup besar. Tetapi karena pertimbangan harga yang berbeda jauh, dia memutuskan juga memakai gas elpiji 3 kg

Ambarwati menambahkan, dengan menggunakan gas elpiji 3 kilogram biaya operasional yang harus dia keluarkan lebih hemat. Meski begitu ia berharap agar pemerintah bisa menurunkan harga gas elpiji non subsidi, terlebih keberadaan gas ukuran 3 kg di pasaran terkadang sulit didapat. .(Anto)
19 April 2015
Pencairan Dana Desa Di Kabupaten Kediri Dipastikan Molor,  Kalangan Dewan Juga Belum Susun Perdanya.
Radio ANDIKA -  Kediri - Jatim  Pengucuran dana desa dari pemerintah pusat pada bulan april ini diperkirakan molor. Padahal, sesuai dengan peraturan pemerintah, pada termin pertama bulan april ini, maksimal minggu kedua sudah cair. Tetapi sampai sekarang belum ada tanda tanda terkucurnya anggaran untuk pemberdayaan masyarakat tersebut. Kondisi ini ditengarai karena akan ada revisi peraturan oleh DPR RI, sehingga aturan ditingkat bawah seperti perda juga belum dibuat. Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kediri Edy Suprapto mengatakan, ada informasi aturan ditingkat pusat sedang direvisi, praktis perda juga belum dibuat. Dikatakan Edy pihaknya berharap payung hukum untuk distribusi dana desa segera tuntas. Mengingat, dana tersebut sangat dituhkan masyarakat untuk melakukan pembangunan ditingkat terkecil. 

Sementara itu Sekretaris Paguyuban Kepala Desa Se kabupaten Kediri Abdul Kamid mengaku pihaknya belum menerima kucuran dana desa. Kata Kepala Desa Kwadungan tersebut, nantinya ada dua anggaran yang masuk yakni dari APBN dan APBD. Untuk APBD diperkirakan rata rata nilainya 250 juta sedangkan dari APBN belum tahu.(Anto)
 

19 April 2015
Stasiun Kereta Api Kediri Tidak Layani Tiket Lebaran
Radio ANDIKA -  Kediri - Jatim  Para pemudik yang biasaya menggunakan angkutan kereta api , pada lebaran tahun 2015 mendatang tidak lagi bisa membeli tiket di stasiun kereta api Kediri. Sebab, layanan pembelian tiket diserahkan ke jalur eksternal di pusat perbelanjaan yang sudah ditunjuk PT. Kereta api Indonesia maupun agen tiket serta melalui jalur online internet.
 
Perubahan sistem pembelian tiket kereta api lebaran ini disampaikan oleh kepala stasiun kereta api Kediri Sujoko. Menurutnya kebijakan mengalihkan pelayanan pembelian tiket dari stasiun ke jalur eksternal tersebut untuk menghindari aksi saling berebut membeli tiket di stasiun.
 
Sementara itu, berbagai langkah antisipasi telah dilakukan stasiun Kediri dalam mempersiapkan pengamanan menjelang arus mudik lebaran. Pihak stasiun sudah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti kepolisian, Dinas Perhubungan  dan TNI
 
Dikatakan Sujoko, apabila mudik lebaran nanti, Stasiun Kediri tidak akan menyaipkan gerbong tambahan. hal itu dilakukan, karena kapasitas kereta api yang sudah ada dipastikan masih mencukupi okupansi pemudik melalui jalur kereta api.
 
Di Stasiun Kereta Kediri sendiri terjadi dampak dari kenaikan harga tiket baik jarak jauh maupun kereta lokal per 1 april lalu. Ada penurunan jumlah penumpang yang berangkat dari stasiun Kediri, meskipun jumlahnya tidak terlalu siginifikan.(Anto)
 
Page 1 of 593      1 2 3 >  Last ›