Berita - Kediri Hari Ini

04-09-2010
Jembatan Mrican Belum Jelas Kapan Diperbaiki

ANDIKA FM, Kediri- Jembatan Mrican Kecamatan Mojoroto Kota Kediri hingga kini belum jelas kapan akan diperbaiki. Jembatan yang menghubungkan Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, dengan Kelurahan Mrican Kecamatan Mojoroto Kota Kediri masih ditutup sejak ambles pada Selasa (27/4) lalu. Jembatan yang diperkirakan dibangun pada masa penjajahan Belanda tersebut tidak dapat dilewati, karena berbahaya. 

 

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Kediri Kasenan mengatakan, jembatan Mrican jelas bukan jembatan milik pemerintah Kota Kediri, meski sisi bagian barat masuk wilayah Kota Kediri. Termasuk juga bukan milik Pemerintah Kabupaten Kediri meski sisi sebelah timur masuk wilayahya. Dengan begitu, perbaikan kembatan yang kini sudah amblas tersebut bukan tanggungan pemerintah daerah terutama pemerintah Kota Kediri. Kemungkinan besar, perbaikan jembatan itu menjadi wewenang dan tanggungan Pemerintah Propinsi.”mungkin yang akan memperbaiki propinsi,”ujar Kasenan.

 

Meski sudah empat bulan ditutup karena amblas, penutupan kembatan tersebut tidak berdampak signifikan terhadap tranportasi warga. Mengingat warga baik dari Kota Kediri maupun luar Kota Kediri bisa melewati Jembatan Semampir. Hanya saja, penutupan jembatan tersebut cukup dikeluhkan warga sekitar terutama mereka yang mempunyai usaha warung makan dan pertokoan.”hanya berdampak sedikit pada perekonomian warga sekitar,”pungkas Kasenan.(Hadi Kusuma)


04-09-2010
Jelang Lebaran Reminten Melalui PT Pos Kediri Meningkat

ANDIKA FM, Kediri-  Menjelang lebaran, reminten yang masuk ke Kantor Pos Kediri mengalami peningkatan. Terbanyak dari tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia dan Arab Saudi. Manajer Operasional Kantor Pos Cabang Kediri Sugeng Hari Tjahjono mengatakan, selain TKI di dua negara tersebut, juga ada transaksi dari TKI yang bekerja di Singapura, Hongkong dan Taiwan.''Ada kenaikan sekitar 30 persen transaksi uang,'' katanya.

 

Sesuai data yang tercatat, pada Bulan Agustus ada 3.265 transaksi dengan jumlah nominal sekitar Rp 6,8 milyar rupiah. Jumlah tersebut meningkat dibanding Bulan Juli yang hanya 2.700 transaksi dengan nominal sekitar Rp 4,8 milyar rupiah. Peningkatan pengiriman uang melalui Kantor Pos bukan hanya dari luar negeri, tetapi juga dari dalam negeri. Untuk Bulan Agustus tercatat ada 4.615 transaksi dengan nominal mencapai Rp 4,8 milyar. Sedangkan bulan Juli hanya 4.277 transaksi dengan nominal mencapai Rp 4,3 Milyar. ''Maklum, menjelang lebaran,''ujar Sugeng Hari Tjahyono.

 

Menurut Sugeng, seperti tahun sebelumnya, transaksi akan mencapai puncaknya pada H-5 sampai H-2 lebaran. Sementara itu, transaksi pengiriman barang di kantor Pos Kediri juga terus mengalami meningkat.(Hadi Kusuma)


04-09-2010
Dishubkominfo Keluhkan Parkir Dadakan Di Jalan Dhoho

ANDIKA FM, Kediri- Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Kediri tidak bisa berbuat banyak dalam mengatasi parkir dadakan di sepanjang Jalan Dhoho. Parkir dadakan yang mayoritas dikelola pemuda setempat, tidak bisa dikendalikan meski berkali kali diingatkan,”kita akui keberadaan mereka cukup mengganggu petugas parkir reguler,” ujar Kadishubkominfo Kota Kediri Hadi Wahyono.

 

Menurut Hadi Wahyono, jika parkir dadakan yang dikelola pemuda setempat berada di ruas jalur di luar Jalan Dhoho akan sangat membantu masyarakat. Tetapi sayangnya mereka memakan lahan parkir di Jalan Dhoho yang sudah ada petugasnya sendiri. Alasannya, jika hanya di jalur-jalur keluar Jalan Dhoho keuntungan yang mereka terima sedikit. Akibatnya, seringkali para pemuda itu bersitegang dengan petugas parkir karena rebutan.”mau bagaimana lagi mas”keluh Hadi Wahyono.

 

Bukan hanya dikeluhkan petugas parkir reguler, tetapi keberadaan parkir dadakan di jalan Dhoho juga dikeluhkan warga. Karena tidak jarang mereka memindah sepeda motor warga yang awalnya di parkir di lahan parkir Jalan Dhoho.”warga memang cukup keberatan, karena tarif parkir mereka rata rata Rp 3.000.”pungkas Hadi Wahyono.(Hadi Kusuma)


03-09-2010
Pengiriman Barang Via Pos Meningkat 40 Persen

ANDIKA FM, Kediri- Pengiriman paket barang melalui jasa antaran PT Pos cabang Kediri selama Ramadhan mengalami kenaikan hingga 40 persen, dibandingkan pengiriman pada hari-hari biasa. Peningkatan terjadi utamanya untuk paket terima baik yang dari dalam negeri maupun luar negeri. "Peningkatan paket pengiriman barang baik yang masuk maupun yang keluar, tidak hanya untuk layanan jenis paket standar, melainkan paket kilat khusus juga," kata manajer operasional Kantor Pos Kediri, Sugeng Hari Tjahyono di kantornya jumat (03/09) pagi.

 

Sesuai catatan yang ada, untuk pengiriman paket pada bulan Agustus ini ada sekitar 1.700 paket, meningkat 300 paket dibanding bulan Juli yang hanya sekitar 1.400 paket. Sementara itu, untuk paket masuk pada Agustus tercatat sekitar 2.400 paket. Jumlah ini, jauh meningkat dibanding paket masuk pada bulan Juli  yang hanya 1.900 paket.”untuk peningkatan, memang banyak paket masuk daripada paket keluar,”ujar Sugeng.

 

Sementara itu, jenis barang yang dipaketkan mayoritas pakaian, dan makanan kering. Sedangkan untuk barang elektronik maupun sepeda motor, jumlahnya relatif sedikit. Meningkatnya pengiriman barang membuat PT Pos cabang Kediri menambah jumlah armada dibanding dari hari biasa. Bahkan, selain menggunakan 2 armada khusus paket dengan kapasitas angkut hingga delapan ton, pihaknya juga masih mengoperasikan mobil regular yang biasa digunakan untuk mengantarkan surat.(Hadi Kusuma)


03-09-2010
H-2 hingga H+2 lebaran Truk Besar Dilarang Masuk Kota Kediri

ANDIKA FM, Kediri- Polres kediri Kota melarang truk-truk yang bertonase besar masuk wilayah Kota Kediri pada H-2 dan H+2 lebaran. Kepala Polres Kediri Kota AKBP Hasudungan Ritonga mengatakan, larangan truk besar masuk kota dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan dan kemacetan jelang lebaran maupun sesudahnya. Tetapi aturan tersebut tidak berlaku bagi truk bertonase besar yang mengangkut sembako dan bahan bakar minyak maupun elpiji. “untuk truk pengangkut sembako dan minyak masih diperbolehkan melintas di wilayah Kota Kediri” ujar Ritonga.

 

Ritonga menghimbau kesadaran seluruh pengusaha untuk mematuhinya, jika nanti tetap membandel akan dilakukan penindakan tilang. Polres Kediri Kota Khususnya dari Satuan Lalu Lintas akan mengerahkan sebanyak 119 personil yang dibagi di pos pemantauan yang telah disiapkan dengan terbagi pada personil yang melakukan berpatroli.”kita siagakan personil, untuk melakukan pemantauan,”katanya.

 

Sesuai  catatan Satlantas Polres Kediri Kota, beberapa daerah rawan kemacetan di Kota Kediri diantaranya di Jalan Wahid Hasyim, Brigjen Katamso dan dan Jalan Kapten Tendean. Sementara itu, untuk daerah paling rawan kecelakaan antara lain di jalan Raya Blabak jurusan Blitar, Jalan Kapten Tendean jurusan Tulungagung serta jalan Gatot Subroto dan  Jalan Sersan Bahrun Jurusan Nganjuk.(Hadi Kusuma)


03-09-2010
   Lembaga Konsumen Kritik Razia Mamin Yang Hanya Temporer

ANDIKA FM, Kediri- Zaenal Arifin, Direktur Lembaga Konsumen  Indonesia Kediri menilai, razia mamin yang dilakukan dinas terkait baik di Kabupaten maupun di Kota Kediri, hanya merupakan rutinitas kegiatan tanpa target yang pasti. Ini bisa dilihat dari intensitas razia yang hanya kerap dilakukan pada bulan Ramadhan saja. Padahal, beredarnya mamin kadaluwarsa atau yang tidak layak komsumsi disinyalir bisa terjadi kapan saja.”seharusnya, razia tidak hanya dilakukan pada bulan puasa, tetapi rutin dan berkala,”ujar Zaenal Arifin.

 

Razia yang selama ini dilakukan satuan kerja terkait hanya merupakan aksi temporer. Itupun hanya dimaksudkan untuk memenuhi laporan kegiatan yang dibukukan setiap tahunnya. Selain itu, razia yang digelar hanya di swalayan dan toko tertentu dan tidak secara menyeluruh.”masyarakat sebagai konsumen perlu perlindungan, dinas terkait harus serius,”tegas Zaenal Arifin.

 

Sementara itu, Zaenal Arifin menghimbau bagi mesyarakat untuk melapor jika mendapati mamin kadaluwarsa atau yang tidak layak komsumsi tetapi tetap dijual. Laporan bisa ke satuan kerja terkait untuk selanjutnya ditindak lanjuti. Hak hak konsumen harus didapat dan pengusaha maupun pengelola yang melanggar aturan bisa dikenai sanksi.”masyarakat harus berani melapor jika menjadi korban.”pungkas Zaenal Arifin.(Hadi Kusuma)


03-09-2010

ANDIKA FM, Kediri- Satpol PP Kabupaten Kediri mendapati beberapa pelajar membolos pada jam sekolah dalam rasia di beberapa tempat wisata. Dalam Operasi Cendekia, yang digelar Jum’at pagi, Satpol PP Kabupaten Kediri, langsung mendatangi lokasi lokasi wisata di Kabupaten Kediri. Antaralain, kawasan wisata Totok Kerot, serta di Sendang Tirto Kamandanu. Hanya saja di kedua tempat tersebut, petugas tidak menemukan satupun pelajar yang diketahui membolos.

 

Sementara di kawasan wisata Sumbergundi, 3 pelajar diamankan petugas. Mereka berasal dari SMPN Pagu dan SMK Kosgoro Kecamatan Pare. Pelajar yang tertangkap dalam rasia, kemudian dibawa petugas untuk didata identitasnya. Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Agung Joko Retmono, mengatakan mendekati liburan sekolah, menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak pelajar yang enggan masuk sekolah, dan memilih untuk berkunjung ke tempat tempat wisata,”operasi cendekia tetap dilakukan, untuk mengantisipasi, pelajar yang tetap nekat membolos, pada jam jam belajar,”ujar Agung Joko.

 

Agung Joko Retmono menambahkan, dalam operasi cendekia, pelajar yang ditemukan membolos akan diberikan pembinaan, dengan mendatangkan orang tua siswa dan pihak sekolah. Satpol PP juga menghimbau pada pengelola tempat hiburan, agar tidak menerima pengunjung, yang masih berpakaian seragam,”kita minta semua pihak bisa bekerjasama,”pungkas Agung Joko.(Anto Kristian)


03-09-2010

ANDIKA FM, Kediri- Pemerintah Kabupaten Kediri mendirikan 5 poskotis guna pengamanan selama lebaran. Lima poskotis tersebut, akan ditempatkan dibeberapa titik, antara lain di area Simpang Lima Gumul (SLG), Terminal Pare, Simpang Empat Kandangan, Persimpangan Mengkreng dan Papar. Sementara, untuk wilayah Selatan yakni di depan PG Ngadirejo yang menghubungkan Kabupaten Kediri dengan Tulungagung, serta jalur sebelah Barat, jalur Kabupaten Kediri  Nganjuk, untuk tahun ini memang tidak ditempatkan poskotis. Karena pengamanan lebih diutamakan, pada penanganan kemacetan.

 

Di tiap poskotis nantinya, akan ditempatkan petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Polres Kediri, Kodim 0809, Dinas Kesehatan serta Pramuka. Mereka akan bertugas, dengan sistem shift, sehingga pemantauan jauh lebih maksimal. Eko Setiono, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kediri mengatakan, jumlah poskotis untuk pengamanan Lebaran tahun ini, memang berkurang,”jumlah poskotis memang kita sesuaikan dengan hasil evaluasi tahun lalu,”kata Eko Setiono.

 

Sementara itu, meski diperkirakan jauh dari kemacetan, jalur Selatan dan Barat Kabupaten Kediri, rawan kecelakaan. Menanggapi hal itu, Wakapolres Kediri Komisaris Polisi Arnapi, menyatakan keberadaan 2 Polsek di jalur selatan dan 3 Polsek di jalur barat, sudah cukup untuk mengatasi masalah kecelakaan.(Anto Kristian)

 

 

 


03-09-2010

ANDIKA FM, Kediri- Pemerintah Kabupaten Kediri membentuk tim untuk mengawasi perusahaan yang belum membayarkan THR hingga seminggu menjelang Lebaran. Sejak awal, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, menghimbau kepada seluruh perusahaan di Kabupaten Kediri, agar membayar THR tepat waktu, paling lambat seminggu sebelum lebaran. Sesuai peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 4 Tahun 1994, THR harus dibayarkan pada karyawan, dan sifatnya wajib. Sedangkan, besarnya 1 kali gaji, atau sesuai kemampuan perusahaan.

 

Jika ada perusahaan, yang tidak mampu membayar, harus segera melapor ke Kantor Tenaga Kerja setempat. Jika diketahui melanggar, maka akan dilakukan sanksi. Untuk memantau pembayaran THR, Pemerintah Kabupaten Kediri, sudah menyiapkan tim untuk melakukan pengawasan terhadap semua perusahaan. Eko Setiono, Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kediri mengatakan, paling lambat 4 September, THR harus sudah dibagikan,”kita akan pantau perusahaan mana saja yang belum bayar kewajibannya,”tegas Eko Setiono.

 

Masih kata Eko Setiono, hingga saat ini belum ada satupun Perusahaan di Kabupaten Kediri yang mengajukan keberatan terkait pembayaran THR. Sedangkan khusus bagi PNS, Pemerintah Kabupaten Kediri tidak mengalokasikan anggaran untuk THR.(Anto Kritian)

 

 

 

 

 


02-09-2010
Dishubkominfo Ancam Sopir Yang Operasikan Bus Tidak Layak Jalan

ANDIKA FM, Kediri- Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Kediri mengancam sopir bus untuk menurunkan penumpangnya dan kembali ke Perusahaan Otobus-PO, jika ditemukan, ada bus yang tidak layak jalan, namun tetap beroperasi., Mendekati Lebaran, Dishubkominfo Kota Kediri, melakukan pemeriksaan terhadap semua bus, angkutan penumpang. Kepala Dishubkominfo Kota Kediri Hadi Wahyono mengatakan, uji kelayakan bus dan angkutan umum menjalang lebaran sudah rutin dilakukan. Ini dimaksudkan untuk menjamin kelayakan kendaraan demi keselamatan penumpang.”jelang lebaran biasanya pengusaha angkutan mengoperasikan semua unit kendaraannya,”ujar Hadi Wahyono.

 

Petugas akan mengecek semua kelengkapan bus, seperti kondisi rem, ban, sistem kemudi dan mesin. Hal itu dilakukan, guna memastikan bus layak jalan dan tidak berbahaya bagi penumpang. Karena sebelum dan sesudah lebaran, bus biasanya menjadi salah satu sarana transportasi yang dibutuhkan masyarakat. Sehingga jumlah penumpang, mengalami peningkatan. Jika ditemukan ada bus tidak layak jalan, masih beroperasi, petugas akan meminta sopir bus menurunkan penumpang. Setelah itu bus harus kembali ke PO nya, agar diperbaiki dan layak mengangkut penumpang,”kita akan bersikap tegas jika ada bus yang tidak layak jalan.”tambah Hadi Wahyono.

 

Menurut Hadi Wahyono, penyebab terjadinya kecelakaan, salah satunya karena kendaraan yang sudah tidak layak jalan, namun masih dioperasikan. Jika sudah diantisipasi sebelumnya, diharapkan kecelakaan akibat tidak layaknya kendaraan tidak terjadi.”Kami berharap transportasi selama Lebaran berjalan lancar.”pungkas Hadi Wahyono.(Hadi Kusuma)

 


 1 2 3 >  Last ›

Radio Online

Live Streaming : Radio 1
Radio 2

Acara Hari Ini

02:00 Konco Sahur

05:00 Mutiara Subuh
06:00 Pengajian AHAD PAGI IKADI & ANDIKA (live)
07:00 Bursa Musik Indonesia 
17:00 Jelang Buka Puasa
18:00 Bursa Musik Dangdut

23:00 Bursa Musik Rhoma Irama

 

sms andika fm (real size)