Berita- Info ANDIKA

20 January 2017
Satpol PP Kota Kediri Bina Anak Punk Asal Kota Kediri.

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Sekitar 100 anak punk yang berasal dari Kota Kediri, hari ini dikumpulkan Satpol PP Kota Kediri, dikantor Satpol PP. Dikumpulkannya anak-anak punktersebut dalam rangka pembinaan lebih lanjut terhadap anak punk.

Pemerintah Kota Kediri melalui Satpol PP, akan menampung aspirasi dan keahlian dari anak-anak punk tersebut. Sehingga anak-anak punk tersebut tidak keluyuran dijalan. Beberapa anak punk, menginginkan untuk belajar keterampilan sablon, musik, dan mempunyai rumah singgah.

Kepala Bidang Ketertiban Umum dan ketentraman masyarakat Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid mengatakan, dengan adanya penjaringan bakat para anak punk tersebut, maka hak-hak anak terkait pendidikan, kesehatan dapat terpenuhi, sesuai dengan Perda Nomor 4 tahun 2013 tentang pembinaan anak jalanan, gelandangan dan pengemis.(atc)


19 January 2017
Polres Kediri Kota MOU Dengan Pengadilan Dan Kejaksaan Terkait e-tilang

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Polres Kediri Kota, hari ini melakukan penandatanganan nota kesepahaman penggunaan aplikasi elektronik dalam pembayaran uang titipan denda tilang melalui BRI. Penandatanganan nota kesepahaman itu, bersama dengan Kejaksaan, pengadilan, dan salah satu Bank.

Pelaksanaan e-tilang tersebut dapat langsung dibayarkan melalui bank yang telah ditunjuk. Penerapan e-tilang di Kota Kediri, dalam rangka ketepatan, kecepatan dan kesempatan dalam tertib berlalu lintas.

Kepala Polres Kediri Kota AKBP Wibowo mengatakan, tugas kepolisian banyak bersentuhan langsung dengan sendi-sendi masyarakat. Lalu lintas, adalah cerminan budaya bangsa indonesia dan terlihat dalam etika berlalu lintas.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Kediri Kota AKP Muhammad Amirul Hakim mengatakan, penegakan e-tilang tersebut, untuk memudahkan warga dari luar Kota Kediri. Selain itu, pembayarannya tidak ada denda maksimal, melainkan denda tetap.(atc)


19 January 2017
BPM Kota Kediri, Pantau Perijinan Tempat Usaha dan Tempat Hiburan

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Badan Penanaman modal (BPM) Kota Kediri hari ini melakukan pengecekan ke beberapa tempat hiburan dan tempat usaha di Kota Kediri. Pengecekan tersebut terkait dengan ijin HO, IMB, dan rekomendasi lokasi.

Tujuan dari pengecekan itu, untuk memantau tempat hiburan dan tempat usaha jika ijinnya sudah waktunya perpanjangan. Termasuk untuk perijinan yang belum lengkap. Hari ini, BPM melakukan 8 tempat yang dikunjungi untuk sosialisasi perijinan.

Anang Kurniawan, Kepala BPM Kota Kediri mengatakan, BPM akan selalu melakukan pemantauan terhadap perijinan tempat usaha dan tempat hiburan diwilayah Kota Kediri. Selain untuk melakukan penertiban perijinan, juga untuk melakukan pemantauan tempat usaha dan tempat hiburan di Kota Kediri.(atc)


15 December 2016
Ribuan Petugas Gabungan, Robohkan dan Ratakan Rumah di RW 5 Eks Lokalisasi Semampir
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Sebanyak seribu petugas gabungan dari Polri, TNI, Brimob, Satpol PP, Dinas Perhubungan dan DKP Kota Kediri, saat ini sedang membantu warga masyarakat di RW 5 Eks Lokalisasi Semampir, untuk mengosongkan rumahnya.

Ratusan petugas, memberikan pengertian pada warga yang belum mengosongkan rumahnya, agar segera mengosongkan rumahnya. Karena hari ini, lahan milik Pemerintah Kota Kediri tersebut akan dirobohkan bangunanya dan diratakan.

Kabag Humas Pemerintah Kota Kediri Apip Permana mengatakan, untuk barang-barang warga ditandai dan dibawa ke Kelurahan Semampir. Sedangkan untuk warga ditampung di bekas pasar ikan di Kelurahan Semampir dengan menggunakan tenda BNPB.

Petugas PLN juga sudah melepas semua meteran disetiap rumah di RW 5 Eks Lokalisasi Semampir. Sementara itu, Pemerintah Kota Kediri telah menyiapkan eskavator 5, truk 8, pickup 6, sepeda roda 3 ada 6 unit, sepeda motor 6, ambulans 6 unit beserta tim medis 6 orang.(atc)

 
01 December 2016
Jalan Terputus Longsor, 150 Kepala Keluarga Terisolir
Hampir dua pekan,  150 KK (kepala keluarga) di Dusun Buyut, Ngadirojo, Sooko terisolir. Setidaknya, kondisi tersebut dialami setiap kali turun hujan. Itu akibat longsor susulan yang terjadi di jalan penghubung antara Buyut menuju Dusun Ploso, Sooko, Sabtu (19/11/2016) lalu.

Longsor memutus total satu-satunya akses dari Buyut menuju wilayah Sooko. Sebelumnya memang terjadi longsor, namun hanya separuh badan jalan yang terdampak.

Untuk menuju Sooko, warga harus memutar melalui Trenggalek terlebih dahulu. "Jalannya cuma ini. Mau tidak mau kalau ke Sooko lewat Trenggalek dulu," ungkap perangkat Desa Ngadirojo, Sarno, Kamis (1/12/2016) pagi.

Sarno mengatakan, Buyut merupakan salah satu dusun terluar Ponorogo yang langsung berbatasan dengan wilayah Trenggalek. Total, ada 150 KK dari empat RT di Dusun Buyut. Warga setempat yang hendak menuju Sooko atau sejumlah wilayah di Ponorogo, memutar melalui Trenggalek lalu menuju Sawoo.

Selisih waktu yang ditempuh jika harus memutar, menurut Sarno, mencapai lebih dari satu jam. "Kalau mutar lebih dari satu jam," tambahnya.

Namun, lanjut dia, sebagian warga merupakan buruh tani perkebunan di Pulung. Jadi mereka mau tidak mau ya harus memutar.

Beruntung, anak-anak yang masih sekolah tidak terlalu terdampak. Sebab, sebagian besar anak-anak Buyut bersekolah di SDN 4 Ngadirojo yang berlokasi di dusun tersebut.

Untuk anak usia SMP kebanyakan memilih bersekolah di Desa Masaran, Munjungan, Trenggalek. "Kalau yang SMP memutar ke Trenggalek sudah kebiasaan sehari-hari," ujarnya.

Sarno menjelaskan sampai sekarang pihak Pemkab Ponorogo belum mau tahu. "Belum ada tindakan. Pengennya cepat terselesaikan," pungkasnya.( Pramita Kusumaningrum-beritajatim.com/Jko )
25 November 2016
DKP Kota Kediri, Lakukan Penanaman Pohon Hias

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri, hari ini melakukan penanaman pohon hias pada bak tanam di jalan Mayor Bismo Kota Kediri.

Puluhan pohon hias ditanam di bak tanam, untuk mengganti tanaman hias yang mati dan rusak. Sehingga, Kota Kediri tetap tampak asri dan hijau.

Didik Catur, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kedirimengatakan, penanaman bunga hias dilakukan untuk kembali menghijaukan Kota Kediri. Selain itu, bunga hias tersebut juga berfungsi untuk penghijauan.(atc)


22 November 2016
BPBD Kota Kediri Ajari Siswa SD Tanggulangi Bencana

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Dalam rangka menanamkan pengetahuan dan ketrampilan sejak dini kepada anak-anak usia sekolah dasar, BPBD Kota Kediri mengadakan sosialisasi penyebarluasan informasi potensi kebencanaan di beberapa sekolah diwilayah Kota Kediri.

Hari ini, BPBD melakukan sosialisasi di SDN Betet 1 yang merupakan sekolah inklusi yang sedang berkembang maju di Kota Kediri, dengan peserta murid-murid SDN Betet 1 serta para guru.

Materi yang diajarkan berupa pengenalan potensi-potensi bencana di Kota Kediri baik bencana alam, non alam maupun sosial, dan praktek pemadaman api ringan yang dilakukan oleh perwakikan murid dan guru SD Betet 1 dengan menggunakan tabung APPAR, dan karung goni yang dibasahi air.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Samsul Bahri, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan ketrampilan pada siswa usia dini yakni usia sekolah dasar agar mengenal jenis-jenis bencana dan trampil dalam menangani kebakaran ringan yang terjadi di sekitar rumah dengan menggunakan alat yang ada disekitarnya.

Sementara itu menurut kepala sekolah SD Betet 1 Sutyadi, kegiatan tersebut sangat positif bagi anak-anak guna mendapat pemahaman sejak dini tentang bencana, dan berharap agar kegiatan tersebut dapat diberikan secara kontinyu di sekokah-sekolah yang lain.(atc)


18 November 2016
Jabatan Kepala Bappeda Kota Kediri Kosong

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Jabatan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri, ahirnya kosong, paska ditangkapnya Suprapto,oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri, hingga dilakukan penahanan di Lembaga Permasyarakatan (LP) klas 2 A Kediri.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Kediri itu, merupakan terpidana korupsi dana kas daerah (kasda) Kota Kediri tahun 2007 sebesar Rp 30 miliar. Kepala Kejari Kota Kediri, Benny Santoso saat menggelar konferensi pers di Kejaksaan Negeri Kota Kediri hari ini mengatakan, penahanan terpidana resmi dilakukan, Rabu lalu, berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang memvonisnya dengan hukuman penjara selama 1 tahun 8 hari.

Adapun kasus korupsi yang membelit Suprapto terjadi pada era Walikota Kediri H. Achmad Maschut. Adapun modus operandinya, Suprapto bersama Kepala Kas Daerah Kota Kediri Edy Herwanto bersama-sama menginvestasikan dana kasda ke PT. Sentra Arta Utama (SAU).

Pada tahap awal, terpidana menginvestasikan dana sebesar Rp 30 miliar. Dana yang berada di bank pemerintah (Bank Jatim) itu dipindahkan ke Bank BNI Kediri. Dari perbuatan melawan hukum tersebut terpidana mendapatkan bunga bank dan dana taktis sekitar Rp 300 juta.

Selanjutnya, dalam persidangan di tingkat pertama di Pengadilan Tipikor Surabaya, kedua terpidana dijatuhi vonis hukuman selama 1 tahun penjara. Terpidana Edy menerima putusan tersebut, sedangkan Suprapto menempuh upaya hukum banding. Tetapi, Mahkamah Agung (MA) justru mengeluarkan putusan yang menguatkan vonis Pengadilan Tipikor Surabaya.

Kedua terpidana dinyatakan bersalah telah melanggar pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo 55 ayat 1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP. Sementara itu, Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, mengatakan, mengisi kekosongan jabatan, pihaknya dalam waktu dekat akan mencari figur untuk mengisi kekosongan jabatan.(atc)


18 November 2016
Jembatan Kedak Rusak, Perekonomian Warga Desa Joho Menurun

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Dampak dari kerusakan jembatan Kedak Desa Semen Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, membuat warga di Desa Joho Kecamatan Semen mengeluh karena akses jalan yang tertutup.

Akibat kerusakan jembatan Kedak tersebut, membuat wisata Sumber Podang mengalami penurunan hingga 50 persen. Selain itu, untuk pengiriman hasil bumi berupa padi dan jagung sangat kesulitan.

Kesulitan yang dialami masyarakat, karena jalan harus memutar sejauh 12 KM. Warga memutar kearah Jalan Desa Kanyoran. Warga meminta pada Pemerintah Kabupaten Kediri, jembatan Kedak tersebut harus segera dibenahi.

Deddy Sahputra, Kepala Desa Joho Kecamatan Semen Kabupaten Kediri mengatakan, dampak dari amblesnya jembatan Kedak tersebut, membuat penurunan ekonomi warga. Sementara itu Tomo salah warga yang membuka lahan parkir mengaku jika di sekitar wisata Sumber Podang, saat ini sepi pengunjung, tidak seperti sebelum jembatan Kedak ambles. Khususnya pengunjung yang menggunakan mobil.

Banyak warga yang menggunakan mobil, harus kembali pulang setelah sampai di Desa Kedak, karena harus memutar dan mereka belum mengerti jalan alternatifnya.(atc)


17 November 2016
Jenazah Ibrahim Datuk Tan Malaka, Akan Dipindah Ke Tanah Kelahirannya.

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Jenazah Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka atau Tan Malaka yang dimakamkan di Desa Selopanggung Kabupaten Kediri, rencananya dipindah ke tempat kelahirannya di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ferizal Ridwan mengemukakan pihaknya sedang melakukan penjajakan serta ziarah ke makam Tan Malaka.

Ferizal ke Kediri dalam rangka penjajakan, dan sebelumnya dari keluarga Tan Malaka punya keinginan untuk pemindahan makam ke Lima Puluh Kota.

Ia juga sudah meninjau langsung lokasi makam Tan Malaka di Desa Selopanggung Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Rencananya, Pemkab Lima Puluh Kota juga akan komunikasi secara resmi dengan Pemkab Kediri, Pemprov Jatim, sampai pusat terkait dengan rencana pemindahan makam itu.

Pihaknya bahkan sudah membuat rencana untuk pemindahan jenazah, termasuk pengurusan administrasi. Sebelum pemindahan itu, rencananya akan ada prosesi penjemputan mirip dengan kirab yang dimulai 15 Januari 2017 dan direncanakan sampai 21 Februari 2017.

Selama prosesi penjemputan yang dilakukan lewat darat itu, rombongan juga melakukan napak tilas perjuangan Tan Malaka di beberapa titik, dan diharapkan pada April 2017 pemindahan jenazah bisa dilakukan.

Ferizal menambahkan, Tan Malaka adalah sosok pemangku adat, sehingga sesuai dengan adat, tempat pemakaman dianjurkan di tempat ia dilahirkan, di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Keluarga juga menolak pemindahan makam ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Jakarta.

Walaupun keluarga berniat memindahkan jenazah Tan Malaka, Ferizal menegaskan pemindahan ini bukan berarti melepaskan hubungan dan silaturahim di antara dua daerah. Hubungan di antara dua daerah ini tetap tidak bisa dipisahkan dan akan terus terkait.

Disinggung dengan biaya pemindahan jenazah, Ferizal mengatakan akan ditanggung oleh pemerintah daerah. Namun, pihaknya sangat terbuka jika ada dukungan dari luar.

Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ferizal Ridwan datang ke Kediri dan meninjau langsung makam Tan Malaka. Ia hanya didampingi dengan sejumlah pejabat dan singgah di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri. Rencananya, dalam waktu dekat akan kembali ke Kediri, untuk keperluan administrasi.(atc)


Page 1 of 704      1 2 3 >  Last ›