Berita- Info ANDIKA

26 March 2015
2 Penjudi Togel, Tertangkap Polisi
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Karena terbukti melakukan bisnis perjudian togel, Mulyono warga Kelurahan Betet dan Sri Juati warga Kelurahan Ngronggo Kota Kediri, ditangkap petugas kepolisian dari Polsek Pesantren.

Pengkapan terhadap Mulyono dan Sri bermula, atas informasi dari masyarakat, jika diwilayah Kecamatan Pesantren ada perjudian togel. Kemudian, polisi melakukan penyelidikan, dan berhasil mengamankan Mulyono, saat kedapatan hendak menitipkan tombokan togel dan satu sobekan kertas serta uang rp. 65.000. Kemudian, polisi melakukan pengembangan kerumah Siti.

 Petugas berhasil menemukan barang bukti beberapa sobekan kertas isi tombokan togel, 2 alat tulis, satu Hp isi tombokan togel dan uang Rp.200.000.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, pihaknya telah memeriksa kedua pelaku, guna proses hukum yang berlaku. (Anto)        
 
26 March 2015
Anggaran Rp 83 M Dipastikan Jadi Silpa DPRD Kota Kediri Pesimis Tiga Mega Proyek Selesai 2015
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Kalangan DPRD Kota Kediri mengaku pesimistis tiga mega proyek, Jembatan Brawijaya, RSUD Gambiran II dan Politeknik II selesai dikerjakan, pada tahun 2015 ini. Dewan justru meyakini anggaran yang sudah digedok sebesar Rp 83 milyar untuk pembiayaan ketiga proyek raksasa itu akan menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa).
 
Diungkapkan oleh Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Hadi Sucipto, apabila Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri hingga bulan April ini belum memulai pengerjaan tiga mega proyek tersebut. Padahal, usulan dana ratusan juta sudah disetujui oleh para wakil rakyat. 
 
" Sampai hari ini, Dinas Pekerjaan Umum belum memulai pelaksanaannya. Lalu sampai kapan? Untuk tahap perencanaan sendiri membutuhkan waktu kurang lebih 2 bulan, belum lagi memasuki masa LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik) juga sekitar 2 bulan, tinggal berapa bulan yang tersisa, dan apakah mampu menyelesaikan dalam waktu singkat itu," ucap Hadi Sucipto dengan pesimis, Kamis (26/3/2015)
 
Sesuai data dari Komisi C DPRD Kota Kediri, besar anggaran yang sudah dialokasikan untuk penyelesaian tiga mega proyek itu mencapai Rp 83 milyar. Terinci dari, Rp 40 milyar untuk RSUD Gambiran II, Rp 25 milyar untuk Jembatan Brawijaya dan sisanya Rp 18 milyar untuk Gedung Poltek II. Apabila tidak terserap, dana tersebut akan kembali menjadi Silpa tahun 2015.
 
" Dinas Pekerjaan Umum berulang kali kami panggil, tetapi tidak pernah datang. Kami ingin mempertanyakan mengenai pelaksanaan pembangunan tiga mega proyek itu. Sebab, anggaran sudah kami setujui, dan kini tinggal pelaksanaanya saja. Sampai sekarang ini belum apa-apa," imbuh anggota Komisi C DPRD Kota Kediri lainnya Yudi Ayubchan.
 
Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Reza Darmawan lebih tegas menyikapi persoalan pembangunan tiga mega proyek itu. Meskipun berasal dari partai pengusung walikota, namun politisi dari PAN Kota Kediri itu mengancam akan menolak usulan anggaran ketiga mega proyek ditahun ketiga nantinya. 
 
" Kalau sudah tiga kali seperti ini, kita akan bersikap tegas. Kita hentikan segala penganggaran berkaitan dengan pembangunan ketiga mega proyek itu. Waktunya sudah sangat mepet sekali, namun Dinas Pekerjaan Umum tidak segera bertindak," tandas Reza dengan nada tinggi.
 
Untuk diketahui, tiga proyek raksasa itu dibangun dengan sistem multy years, pada era pemerintahan Walikota Kediri Samsul Ashar. Tetapi hingga akhir masa kontrak, proyek itu tidak selesai. Bahkan, ketiga proyek raksasa itu justru berhadapan dengan aparat penegak hukum. Dimasa peralihan pimpinan daerah, ketiga proyek sempat mangkrak.
 
Sementara itu, pada awal pemerintahan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar ini, ketiga mega proyek itu akan diselesaikan. Tetapi, pengerjaan proyek tidak lagi dengan sistem tahun jamak, melainkan ditargetkan selesai satu tahun ini. Namun, kalangan dewan kecewa dengan pemerintah daerah yang terkesan tidak segera bertindak. Sehingga akibatnya, proyek itu akan terus mangkrak. (Anto)
 
26 March 2015
Gelapkan Uang Perusahaan, Karyawan Finance Dipolisikan
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Karena terbukti menggelapkan uang perusahaan hingga belasan juta rupiah, Suhendro warga Kelurahan Ngletih Kecamatan Pesantren Kota Kediri, dilaporkan ke polisi. Kejadian itu berawal dari bulan Februari hingga pertengahan bulan April 2015,  Hariyadi, selaku Kepala Auditor pusat melakukan audit ke PT. Mandala Multifinance Cabang Kediri di Jalan Mayjend Sungkono Kota Kediri, dalam audit tersebut tim auditor menemukan ada konsumen yang tidak membayar angsuran.

Setelah dilakukan pengecekan pada konsumen ternyata sudah menyetorkan uang angsuran kepada Suhendro. Namun, oleh Suhendro tidak disetorkan kembali kepada perusahaan. Atas kejadian tersebut perusahaan mengalami kerugian sejumlah Rp 13.000.000,0 dan, dengan barang bukti pihak perusahaan melaporkan ke Polres Kediri Kota.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. (Anto)
26 March 2015
Mayoritas Panti Pijat di Kota Kediri Belum Legal
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Mayoritas panti pijat dan spa yang ada di Kota Kediri, belum memenuhi syarat legalitas yang ditentukan. Hal tersebut diketahui dari inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan kalangan DPRD bersama petugas Satpol PP

Anggota Komisi A DPRD Kota Kediri Subekti mengatakan, berdasarkan hasil sidak diketahui bahwa, ada sejumlah syarat legalitas yang belum dipenuhi oleh pengelola panti pijat. Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar pengelola segera melengkapi.(Anto)
25 March 2015
Rumah Ditinggal Pergi, Maling Bawa Kabur Perhiasan
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Aksi pencurian rumah kosong kembali terjadi di wilayah hukum Polres Kediri Kota. Kali ini pencurian menimpa rumah Rice Aryza Nusivera warga jalan Sam Ratulangi Kelurahan Setonopande Kota Kediri.
 
 Kejadian itu bermula, saat Rice meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong. Namun, saat Muhammad Reyza anak Rice pulang sekolah, mendapati rumahnya dalam keadaan acak acakan. Kemudian, Reyza melaporkan kejadian itu pada orang tuanya.

Rice dan suaminya yang mendapat laporan dari anaknya, langsung melakukan pengecekan, dan mendapati perhiasan seberat 22,5 gram yang tersimpan didalam almari telah hilang. Kemudian kejadian itu dilaporkan pada pihak kepolisian.
 
Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut.(Anto)
25 March 2015
 80 Persen Tenaga Kerja di Kota Kediri Belum Tercover BPJS Betenaga Kerjaan.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Sekitar 110 ribu atau 80 persen pekerja di Kota Kediri belum tercover BPJS ketenaga kerjaan. Hal itu diketahui saat komisi c menggelar rapat dengar pendapat bersama BPJS ketenaga kerjaan. Sesuai data dari BPJS ketenaga kerjaan, dari sekitar 138 ribu pekerja, baru 21 ribu yang sudah tercover BPJS ketenaga kerjaan.

Kepala BPJS Kota Kediri Bagus mengatakan, masih banyak pekerja yang tersebar di 280 perusahaan di Kota Kediri yang belum tercover. Untuk itu pihaknya akan menjalin kerjasama dengan Dinsosnaker agar semua pekerja di Kota Kediri tercover BPJS ketenaga kerjaan.

Dengan masih banyaknya pekerja yang belum masuk BPJS ketenaga kerjaan, anggota komisi c Retno Ningrum meminta BPJS untuk lebih aktif agar para pekerja bisa tercover keseluruhan. (Anto)
25 March 2015
Polres Kediri Kota, Pantau Pelaku Pencurian Di Mall Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Banyaknya laporan masyarakat ke Polres Kediri Kota, terkait aksi pencurian di beberapa Mall diwilayah Kota Kediri, Polres Kediri Kota terus melakukan pemantauan. Aksi pencurian barang berharga dari dalam mobil, selalu terjadi di tempat parkir di area Mall diwilayah Kota Kediri. Beberapa barang-barang berharga seperti laptop yang ditinggal didalam mobil, hilang dibawa kabur pencuri, dengan cara memecahkan kaca mobil. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, pihaknya telah bekerjasama dengan pihak Mall, untuk memperketat keamanan tempat parkir. Selain itu, pihak kepolisian juga selalu melakukan pengawasan tempat parkir di Mall, agar terhindar dari aksi pencurian.(Anto)
25 March 2015
Harga Bawang Merah Di Sejumlah Pasar Tradisional Di Kabupaten Kediri, Naik Hingga Lebih Dari 100 Persen Dibanding Harga Sebelumnya
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Selama kurang lebih tiga pekan terakhir harga bawang merah di beberapa pasar tradisional di kabupaten kediri mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Kenaikan harga bawang merah ini dikeluhkan oleh para konsumen, karena daya beli mereka menjadi menurun.

Harga bawang merah ukuran super yang sebelumnya hanya‎ 15 ribu rupiah per kilogram, kini melonjak hingga 35 ribu rupiah, sementara bawang merah kecil yang semula 8 sampai12 ribu rupiah per kilogram kini menjadi 25 hingga 27 ribu rupiah per kilogram.

Asriani, pedagang di pasar Mojo dan pasar Semen, Kabupaten Kediri mengatakan, lonjakan harga bawang merah terjadi akibat minimnya pasokan bawang merah ke pasar. Kelangkaan stok bawang merah ini membuat pedagang menaikan harga. (Anto)
 
24 March 2015
Pemkot kediri belum siapkan anggaran untuk PNS masuk BPJS ketenaga kerjaan.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Pemerintah Kota Kediri tahun 2015 ini belum menganggarkan perlindungan para PNS maupun tenaga honorernya  menjadi kepesertaan BPJS ketenaga kerjaan. Padahal sesuai aturan dari pemerintah pusat, maksimal bulan juli, seluruh PNS baik pusat maupun daerah harus diikutkan dalam BPJS ketenaga kerjaan.

Wakil kepala BPJS ketenaga kerjaan Kota Kediri Sulistyo mengatakan, sesuai hasil koordinasi dengan pemkot Kediri, tahun ini belum menganggarkan untuk PNS masuk BPJS ketenaga kerjaan.

Namun pihak pemkot mengaku maksimal PAK bulan agustus baru bisa menganggarkan.
Sementara itu, ketua komisi C DPRD Kota Kediri Reza Darmawan berharap, pemkot Kediri segera mengalokasikan anggaran untuk jaminan BPJS ketenaga kerjaan, bukan hanya karyawan status PNS melainkan juga tenag honorer maupun tenaga kontrak. (Anto)
24 March 2015
Sebuah Perusahaan Investasi Di Blitar Ditutup Dan Nasabah Resah, OJK Kediri Kembali Menghimbau agar Masyarakat Tak Mudah Percaya Dengan Perusahaan Investasi Abal-Abal.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Otoritas jasa keuangan (OJK) Kediri kembali menghimbau agar masyarakat tak tergiur menanamkan modalnya disebuah perusahaan investasi yang belum mengantongi ijin. Sebab, beberapa hari ini, salah satu perushaan investasi di Blitar juga dikabarkan tutup. Sementara nasabahnya mulai resah, karena uang yang mereka simpan belum dikembalikan.

Bahkan, informasi yang beredar, salah satu karyawan sempat menjadi korban amukan massa, karena kantor perusahaan tiba-tiba tutup. Humas OJK Kediri Gede Sujana menghimbau, agar masyarakat, sebelum menanamkan modalnya disebuah perusahaan investasi harap mengecek perijinannya maupun usaha yang sedang dijalaninya. Jangan hanya tergiur dengan iming-iming bunga yang tinggi, namun ujung-ujungya melakukan penipuan.

Masih kata Gede Sujana, selama ini perusahaan investasi di Blitar tersebut memang mengantongi ijin dari Kementerian Hokum dan HAM. Ijin itu diterbitkan hanya berlaku untuk perusahaan atas nama PT. Sementara bidang usaha, jika meghimpun keungan dari masyarakat, harus mempunyai ijin dari OJK. Sementara persusahaan tersebut, menurut belum mendapat ijin dari OJK. (Anto)
Page 1 of 585      1 2 3 >  Last ›