Berita - Kediri Hari Ini

23 April 2014
  Pemkot Kediri Tolak Tuntutan Pedagang Barang Bekas
Radio ANDIKA - KEDIRI- JATIM- Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur menolak tuntutan ratusan pedagang barang bekas untuk kembali berdagang di Pasar Loak Jalan Patiunus dan Sriwijaya Kediri. Pemkot menawarkan solusi persoalan yang dihadapi pedagang dengan janji mendirikan pasar baru untuk mereka.
 
"Bapak-bapak, Ibu-ibu, saya tidak mengabulkan permintaan jenengan untuk kembali ke trotoar di jalan patiunus dan sriwijaya. Sebagai gantinya, saya berjanji akan membangunkan pasar yang baru di lokasi yang strategis," janji Abu dihadapan ratusan pendemo, Rabu (23/4/2014) siang.
 
Ketika didesak pendemo, kapan janji itu direalisasi, dengan bijak, Abu mengaku, paling cepat tahun 2015. Sebab, tidak mungkin tahun ini, karena juga membutuhkan anggaran yang besar dan perencanaan yang matang.
 
"Paling cepat tahun 2015, karena tahun ini sudah tidak memungkinkan. Namanya pemerintah, tidak bisa sak det sak nyet (dalam waktu singkat). Semua harus melalui tahapan dan proses," tambah Abdullah Abu Bakar.
 
Mas Abu meminta agar para pedagang untuk sementara waktu bersabar menempati pasar Kaliombo. " Saya minta bapak-bapak, ibu-ibu sabar dulu, untuk sementara waktu menempati pasar Kaliombo," pintanya.
 
Setelah sempat berdepat, akhirnya massa membubarkan diri dari depan Balai Kota Kediri. Untuk diketahui, akibat aksi unjuk rasa ini, Jalan Kartini sempat ditutup total, karena massa memenuhi jalan yang berada di selatan Balai Kota Kediri itu.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 300 orang pedagang barang bekas menggeruduk Balai Kota Kediri. Mereka berunjuk rasa menolak relokasi ke Pasar Loak Kaliombo, dan memilih dikembalikan ke pasar Jalan Sriwijaya dan Patiunus. Pedagang beralasan, lokasi pasar baru berada di tempat terpencil dan sepi dari pembeli.(Beritajatim.com)
 
 
23 April 2014
Radio ANDIKA - KEDIRI- JATIM- Dengan membawa sebanyak 30 orang massa pendukungnya, Suraji, calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Kediri, Jawa Timur meluruk Kantor Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) setempat.
 
Caleg dari Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut menolak hasil rekapitulasi suara yang sudah dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD).“Sampai Kapan pun kita tidak terima dengan ketetapan KPU.karena kita memang yang menang,” teriak salah seorang pendukung Suraji saat di kantor Panwaslu Kabupaten Kediri, Rabu, (23/4/2014)
 
Sesuai hasil penghitungan ulang di tingkat KPUD, pada 19 April kemarin, Suraji dinyatakan kalah dengan rekan caleg separtainya di Daerah pemilihan (Dapil) yang sama. Selisih kekalahan Caleg DPRD Dapil I dengan rekan separtainya Totok Minto Leksono sekitar 22 suara. Sementara Suraji tetap yakin, jika ia justru lebih unggul 3 suara.
 
Selisih perolehan suara yang sangat tipis ini membuat Suraji dan Totok Minto saling klaim sebagai pemenang, dan berhak duduk di kursi DPRD Kabupaten Kediri. Sementara berdasarkan penghitungan ulang, KPUD menemukan salah hitung untuk suara Minto, pada TPS 04 Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem,
 
Dimana, perolehan suara Totok yang sebelumnya hanya 5.661 bertambang sebanyak 22 suara menjadi 5.683. Oleh karena itu, KPUD akhirnya menyatakan Totok lebih unggul dari Suraji yang hanya mendapat 5.664 suara.
 
Suraji dan para pendukungnya merasa tidak puas dengan penghitungan KPUD itu. Pihaknya bersikukuh sebagai pemenang Pileg dan menuduh pihak Totok telah melakukan penggelembungan suara.“Kita sudah laporkan secara resmi kecurangan penghitungan itu ke Panwaslu dan KPU hari ini. Karena lawan kami melakukan kecurangan dengan melakukan penggelembungan suara, ini harus diselesaikan betul dan riil” jelas Suraji usai melapor ke Panwaslu.
 
Terpisah, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Kediri Abdul Rozak mengatakan, pihaknya menghormati sepenuhnya proses yang dilakukan oleh penyelenggaran pemilu, yakni KPU dan Panwaslu. Sebab menurut Rozak, seluruh mekanisme pemungutan suara dan menghitungan hasilnya merupakan kewenangan dari pihak penyelenggara pemilu.“Kami tetap akan mengawal penyelesaian perselisihan hasil yang diperoleh caleg Gerindra hingga final, pada penetapan perolehan suara KPUD nantinya. Hal itu dilakukan sebagai bentuk komitmen partainya untuk mengeliminir terjadinya tindak kecurangan,” tegas Abdul Rozaq. (Beritajatim.com)
23 April 2014
Wali Kota Kediri Hapus Anggaran Pelesir Wartawan
Radio ANDIKA - KEDIRI- JATIM- Wali Kota Kediri, Jawa Timur, Abdullah Abu Bakar akan memangkas anggaran untuk wartawan yang dikelola Bagian Hubungan Masyarakat. Sebelumnya, anggaran tersebut sering dipakai untuk pelesir bersama wartawan.
 
Abdullah yang baru 20 hari menjabat wali kota menggantikan Samsul Ashar mengatakan dirinya menginginkan kerja sama yang sehat dan profesional antara pemerintah dan wartawan. "Tidak saling memanfaatkan dan menunggangi," katanya kepada Tempo, Rabu, 23 April 2014.
 
Abdullah menegaskan pemerintahannya akan lebih ketat dan kritis mengawasi penggunaan anggaran Humas Pemkot Kediri agar tidak melenceng ke hal-hal negatif, seperti program pelesir yang digelar Humas bersama puluhan wartawan Kediri akhir tahun lalu ke Pulau Dewata.
 
Ketika itu Humas memboyong wartawan ke Bali untuk berwisata dengan kemasan acara studi banding ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia Bali. "Kegiatan semacam itu sudah tidak akan ada lagi," katanya.
 
Abdullah juga berharap para aparatur pemerintah tak lagi menganggap media sebagai momok. Dia memita seluruh pejabat, mulai tingkat atas hingga bawah, tak menyediakan amplop kepada wartawan saat melakukan wawancara. Sikap ini, menurut dia, sesuai dengan anjuran Dewan Pers saat berkunjung ke Kediri beberapa waktu lalu.
 
Namun demikian, Abdullah belum akan menghapus anggaran sosialisasi Humas. Anggaran tersebut diperuntukkan membiayai pemasangan iklan atau advertorial di media massa untuk menyampaikan program pemerintah.
 
Kepala Bagian Humas Pemkot Kediri Jawadi mengatakan keberadaan media massa masih diperlukan sebagai corong pemerintah. Namun dia harus realistis jika peran itu harus terganjal dengan aturan media massa yang meminta bayaran atas pemberitaan yang dimuat. "Kalau tidak pasang iklan, mana mungkin dimuat," katanya.
 
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kediri Yusuf Saputro mendukung penuh kebijakan itu. Hal ini akan berdampak pada profesionalitas wartawan dalam bekerja. "Tidak ada simbiosis mutualisme yang negatif," katanya.
 
Dia juga menyarankan kepada aparatur pemerintah untuk memanfaatkan jalur pengaduan berita melalui Dewan Pers jika merasa dirugikan. Sedangkan selama ini praktek pemberian "uang diam" masih menjadi solusi antara narasumber dan media.(Tempo.co.id)
 
23 April 2014
 MS Teror Kematian Komisioner KPUD Kota Kediri Jadi Perhatian BIN
Radio ANDIKA - KEDIRI- JATIM- Pesan pendek SMS teror kematian salah satu Komisioner KPUD Kota Kediri terus beredar, tanpa dapat dibendung.
 
Peredaran SMS tersebut, kini bahkan mendapat perhatian dari Badan Intelijen Negara (BIN) dan aparat kepolisian setempat.
 
Salah seorang anggota iltelkam Polres Kediri Kota mengaku, hari ini masih menerima kiriman SMS kabar kematian Samanhudi, anggota Komisioner KPUD Kota Kediri. Sementara, pada Selasa (22/4/14) dirinya sempat menerima telepon dari anggota BIN menanyakan peredaran SMS teror itu.
 
” Saya baru saja menerima SMS kabar kematian pak Samanhudi kembali. Seperti inilah isi dari SMS tersebut. Nomor pengirimnya berbeda dari nomor pengirim SMS sebelumnya,” ujar SL, salah seorang anggota Intelkam Polres Kediri Kota, Rabu (23/4/14)
 
SL mengaku, saat ini pihaknya tengah melacak penyebar SMS teror itu melalui nomor telepon pengirim. Dia juga mengakui, jika sempat ditelpon oleh anggota BIN dari Jakarta yang bertanya ihwal SMS kabar kematian Samanhudi, kemarin.
 
Terpisah, Kapolres Kediri Kota AKBP Budhi Herdisusianto mengatakan, anggotanya sudah melakukan penelusuran siapa penyebar SMS yang meresahkan itu.
 
” Ya anggota kami sudah melakukan penelusuran, tapi untuk kepastiannya belum saya cek ke anggota saya,” ujar AKBP Budhi Herdi Susianto
 
Masih kata Kapolres, pihaknya juga belum bisa memastikan apa motivasi pelaku menyebarkan sms tentang kematian seseorang ini, pdahal yang bersangkutan masih segar bugar.
Diberitakan sebelumnya, Samanhudi, anggota Komisioner KPUD Kota Kediri, Jawa Timur menjadi korban teror SMS berantai berisi kabar kematiannya. Kejahatan cyber crem tersebut dilakukan oleh pihak yang tidak menerima kekalahan dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014.
 
Samanhudi dikabarkan telah meninggal dunia karena kecapekan, sebagai penyelenggara pemilu. SMS berantai tersebut dikirimkan oleh sebuah nomer tertentu kepada kalangan pejabat pemerintah kota kediri, tokoh masyarakat, tokoh dari 12 partai politik (parpol)  hingga sejumlah aktivis pergerakan pemuda di Kota Kediri.
 
Menurut Samanhudi, SMS berantai yang menyatakan kematiannya, sudah termasuk dalam kategori teror  dan pelaku telah melakukan kejahatan cyber craime.
 
Sebab, dengan beredarnya sms kematian dirinya, membuat ia dan keluarganya tidak tenang. Dirinya berniat melapor ke kantor polisi, namun masih menghitung azas manfaatnya.(Kedirijaya.com)
23 April 2014
Puluhan Aktivis Kesehatan Desak Evaluasi BPJS
Radio ANDIKA – FM- KEDIRI- Masyarakat yang mengatasnamakan Relawan Kesehatan (RK) melakukan aksi di depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, Rabu (23/4/2014) siang.
 
Kedatangan para relawan ini untuk mendesak kepada pemerintah melakukan evaluasi badan penyelenggaraan jaminan kesehatan (BPJS)
 
Selama ini jaminan kesehatan di negeri ini sangat rancu dan terwujud dalam bentuk asuransi kesehatan. Banyak dari warga miskin yang belum masuk daftar penerima iuran bantuan (PIB) yang dibiayai oleh pemerintah. Praktis untuk membayar bulanan BPJS mereka sangat keberatan
 
Agung Nugroho Koordinator aksi mengatakan, pihaknya menentut pemerintah Kabupaten Kediri memastikan jaminan kesehatan di wilayahnya."Jaminan kesehatan BPJS belum siap dilaksanakan optimal karena datanya masih berserakan. Selama ini rakyat Indonesia menajdi kelinci percobaan dalam jaminan kesehatan," ujar Agung Nugroho.
 
Agung menambahkan, pihaknya menuntut kepada pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan gratis dan berkualitas tanpa syarat untuk seluruh warga. Melibatkan relawan kesehatan untuk mendata ulang nama-nama penerima jaminan kesehatan
 
Dan Memberikan sanksi tegas kepada seluruh pihak yang terbukti memberikan hambatan pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas.
 
Sementara itu, dalam orasi para demonstrans, mereka sepakat bakal memboikot pemilihan presiden jika dalam waktu dekat tidak ada pembenahan kesehatan bagi warga Kabupaten Kediri.(Beritajatim.com)
 
23 April 2014
Ratusan Pedagang Pasar Loak Geruduk Pemkot Kediri
Radio ANDIKA - Kediri -Jatim - Sedikitnya 300 Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasal Loak Kaliombo Kota Kediri, Jawa Timur menggeruduk Balai Kota Kediri. Bekas pedagang pasar loak Jalan Sriwijaya dan Patiunus itu berunjuk rasa menuntut dikembali ke tempat semula. Pedagang mengaku, sejak direlokasi ke Pasar Loak Kaliombo pedapatan mereka merosot tajam. Bahkan, sebagian pedagang mengaku, penghasilannya tidak cukup untuk makan sehari-hari.

"Kami minta semua dikembalikan ke pasar loak sriwijaya dan patiunus. Kami sudah memilih Mas Abu dalam Pilwali Kediri kemarin. Seharusnya Mas Abu mengerti keinginan kami untuk kembali," ujar Suharti salah satu pedagang di depan Balai Kota Kediri, Rabu (23/4/2014) pagi.

Menurut Suharti, saat berjualan barang bekas di Pasar Loak Jalan Sriwijaya dan Patiunus sehari dapat laba antara Rp 17-20 ribu. Tetapi semenjak dipindah ke Pasar Loak Kaliombo, pendapatannya anjlok hanya Rp 5 ribu per hari. Massa datang dengan menaiki dua mobil pick up bak terbuka yang ditumpangi shound sistem, serta membawa bekas tenda semi permanen yang sudah dipreteli. Massa juga membawa berbagai poster berisi tuntutan dikembalikan ke pasar semula. Saat ini, sejumlah koordinator aksi tengah berdialog dengan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar. Sementara di luar balaikota, massa terus berorasi sambil memberikan pertunjukkan jaranan.
22 April 2014
Komisioner KPU Kota Kediri Diteror SMS Kematian.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Salah satu anggota Komisioner KPUD Kota Kediri, Jawa Timur menjadi korban teror SMS berantai berisi kabar kematiannya. Kejahatan cyber crime tersebut dilakukan oleh pihak yang tidak menerima kekalahan dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014.

Dialah Samanhudi, anggota Komisioner KPUD Kota Kediri yang menjadi korban kejahatan teror SMS. Dia dikabarkan telah meninggal dunia karena kecapekan, sebagai penyelenggara pemilu. SMS berantai tersebut dikirimkan oleh sebuah nomer tertentu kepada kalangan pejabat pemerintah kota kediri, tokoh masyarakat, tokoh dari 12 partai politik (parpol)  hingga sejumlah aktivis pergerakan pemuda di Kota Kediri.

Menurut Samanhudi, SMS berantai yang menyatakan kematiannya, sudah termasuk dalam kategori teror  dan pelaku telah melakukan kejahatan cyber crem. Sebab, dengan beredarnya sms kematian dirinya / membuat ia dan keluarganya tidak tenang.

Ini adalah kejahatan cyber crime. Saya berencana melapor secara resmi ke kantor polisi, namun masih menghitung azas manfaatnya. Melalui media masa, saya menghimbau, kepada pelaku agar  menyadari bahwa perbuatannya telah melawan hukum, dan saya tidak segan-segan untuk menuntut baik secara meterial maupun inmaterial,” ancam Samanhudi, Selasa (22/4/2014)

Sementara itu, teman sesama anggota Komisioner KPUD Kota Kediri Zaenal Arifin menyayangkan aksi teror sms kematian yang ditujukan kepada Samanhudi. Menurut wartawan senior di Kediri itu, teror sms tersebut mencerminkan perilaku berpolitik yang tidak santun

Sementara itu, akibat sms berantai kabar kematian Samanhudi, banyak kalangan pejabat dan aktivis serta tokoh agama dan tokoh partai yang melakukan konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan dan keluarganya. Bahkan, sejumlah pegawai sekretariat kpud sudah berniat melayat ke kediaman Samanhudi.
22 April 2014
Komisi C DPRD Kota Kediri, Pantau PPDB
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Komisi C DPRD Kota Kediri berencana memanggil Dinas Pendidikan Kota Kediri, menjelang penerimaan siswa baru. Dewan tidak mau kecolongan lagi dengan ulah guru dan kepala sekolah yang mencari keuntungan pribadi saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) seperti tahun-tahun sebelumnya. Hadi Sucipto, ketua Komisi C DPRD Kota Kediri mengatakan, sesuai hasil rekomendasi panitia khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota, pada PPDB tahun lalu masih ada keluhan dari masyarakat akibat adanya sejumlah tarikan-tarikan terhadap siswa baru. Untuk tahun ini karena ada RAPBS, maka bisa diketahui dikontrol tarikan tarikan apa saja yang diperbolehkan dibebankan pada siswa.

Hadi Sucipto menambahkan, pemerintah sudah lama mencanangkan pendidikan gratis sehingga idealnya tidak boleh lagi ada tarikan-tarikan yang membebani wali murid. Untuk itu, dalam waktu dekat, Komisi C akan mengagendakan rapat komisi bersama Dinas Pendidikan.
22 April 2014
Penjaga Toko Dianiaya, Lapor Polisi
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Tutik Lestari warga Dusun Gading Parang Desa Banyakan Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, melapor ke polisi karena menjadi korban penganiayaan. Kejadian itu bermula, ketika Tutik yang sedang beraktifitas menjaga toko di Jalan Tembus Kaliombo Kelurahan Kaliombo Kecamatan Kota Kediri didatangi oleh Irwan Ponirin warga Kelurahan Kaliombo Kecamatan Kota Kediri yang langsung marah marah.

Kemudian terjadilah cek cok mulut dan Irwan tiba tiba menampar Tutik menggunakan tangan kosong sebanyak 4 kali mengenai muka sebelah kanan dan kiri serta menendang Tutik mengenai paha sebelah kiri, lalu memaki maki Tutik dan mengancam menggunakan golok. Atas kejadian tersebut dilaporkan ke Polres Kediri Kota guna proses lebih lanjut. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Selanjutnya, Irwan juga akan dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan.
22 April 2014
Pencurian Mobil,Terjadi Di Kota Kediri
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Setelah banyak terjadi pencurian sepeda motor, kini berganti menjadi pencurian mobil. Polres Kediri Kota, hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap kasus pencurian mobil yang terjadi di Gang Masjid Al Huda Kelurahan Ngadirejo Kota Kediri. Hari Purnomo warga Jalan Ngadisimo Kelurahan Ngadirejo Kota Kediri, memarkir mobil milik Arif Mufrodi Mitsubishi T untuk digunakan mengantar keramik. Karena kemalaman, Hari membawa mobil tersebut ke rumah, dalam keadaan terkunci. Namun, saat bangun tidur, mobil yangh diparkir didepan rumah telah hilang. Lantas, Hari melaporkan kejadian tersebut pada Arif dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pihaknya berharap pada masyarakat, agar pemilik kendaraan roda 2 dan roda 4 melengkapi dengan kunci ganda. Siswandi juga menambahkan, pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan atas kasus tersebut. Akibat menjadi korban pencurian, Arif menderita kerugian 115 juta.
 
Page 1 of 476      1 2 3 >  Last ›

Radio Online

Live Streaming :
Radio 1
Radio 2
Radio 3

Acara Hari Ini

 

05:30 Dzikir Pagi
05:30 Indonesia Gemilang
08:00 Citra Andika 
11:00 Indonesia Gemilang

13:00 Simpang Siur
15:00 
Indonesia Gemilang

18:00 Ekspresi Musik Indonsia

21:00  Wayang Kulit Semalan Suntuk

 

 


SMS XL (real size)