
ANDIKA FM, Kediri - Penularan penyakit mematikan HIV AIDS di Kabupaten Kediri, sudah mulai merambah ke kalangan Balita, dimana sebelumnya tidak diprediksi sebagai kelompok beresiko.
Saat ini, penyebaran HIV AIDS sangat menghawatirkan bagi semua pihak, karena diprediksi telah sampai pada kelompok seperti ibu-ibu rumah tangga, bahkan sampai ke anak balita. Kondisi tersebut tentunya menjadi keprihatinan, sekaligus permasalahan yang menjadi tantangan setiap pemerintah daerah. Untuk di Kabupaten Kediri, data Dinas Kesehatan menyebutkan ada 3 balita yang positif menderita HIV AIDS. Selain itu, masih ada 2 balita lainnya, yang dicurigai menderita HIV AIDS. Untuk 3 balita yang positif menderita HIV AIDS, saat ini diikutkan program pelayanan care support and threatment, atau perawatan dukungan dan pengobatan. Sedangkan untuk 2 balita yang dicurigai menderita HIV AIDS, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, saat berumur 18 bulan. Nur Munawaroh, Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Langsung Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menghimbau, agar masyarakat tetap setia pada pasangannya, karena penderita HIV AIDS saat ini, sudah mulai merambah ke kalangan Balita.
Nur Munawaroh menambahkan, pihaknya selalu memberikan sosialisasi pada masyarakat, tentang bahaya penularan HIV AIDS, seiring bertambahnya angka penderita termasuk penderita usia Balita. Dengan dukungan LSM dan peran serta masyarakat, Dinas Kesehatan optimis, HIV AIDS bisa diberantas. (Anto Kristian)-Kediri Hari Ini/Berita Kediri/Warta Kediri
ANDIKA FM, Kediri - Angka penderita demam berdarah di Kabupaten Kediri, mulai diperkirakan akan berkurang, menyusul curah hujan yang mulai menurun.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, angka penderita demam berdarah sejak Januari hingga Maret 2010 mencapai 204 penderita, dengan jumlah meninggal dunia 2 orang. Memasuki Bulan April, diperkirakan angka penderita demam berdarah akan semakin berkurang, menyusul curah hujan yang semakin menurun. Dari sekian warga yang terserang demam berdarah, mayoritas penderitanya berusia 1 hingga 10 Tahun. Dokter Adi Laksono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengatakan, meski serangan demam berdarah diperkirakan cenderung menurun, masyarakat diminta tetap waspada dan selalu menjaga pola hidup bersih.
Dr Adi Laksono menambahkan, mendekati musim kemarau, warga juga harus waspada terhadap serangan ISPA atau inspeksi saluran pernapasan. Cuaca yang tidak menentu, dengan pola makan dan lingkungan yang kurang bersih, menjadi faktor utama pemicu munculnya ISPA. (Anto Kristian)
ANDIKA FM, Kediri - Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Kota Kediri mengaku, belum disepakatinya sistem pencairan dana bagi petugas pembantu pencatat nikah, menjadi sebab molornya pembayaran honor mereka.
Sesuai informasi, puluhan pembantu pencatat nikah yang bertugas di setiap Kelurahan di Kota Kediri resah, mengingat 4 bulan sejak Januari 2010, mereka belum menerima honor. Hal ini dibenarkan Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Kota Kediri Saiful Khoiri. Tetapi pencairan honor mereka dipastikan terealisasi dalam waktu dekat, tinggal menunggu koordinasi dengan Departemen Agama Kota Kediri. Masalahnya, hingga saat ini belum ada kesepakatan sistem pencairan honor bagi mereka. Apakah diberikan per catur wulan atau per semester. Kata Saiful Khoiri, keputusan kapan honor mereka diberikan, tinggal menunggu hasil koordinasi.
Sesuai catatan Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Kota Kediri, terdapat 66 petugas pembantu pencatat nikah yang tersebar di 46 kelurahan di Kota Kediri. Honor mereka dianggarkan dalam APBD 2010, sebesar 150 ribu rupiah per bulan. (Hadi Kusuma)
ANDIKA FM, Kediri - Bagian Bina Mitra Polresta Kediri prihatin dengan aktivitas warung internet (Warnet) yang buka hingga larut malam, dan banyak digunakan remaja usia sekolah untuk membuka situs situs dewasa.
Kepala Bagian Bina Mitra Polresta Kediri Komisaris Polisi Purnomo mengatakan, sesuai pantauan petugas, beberapa Warnet terutama di wilayah Kecamatan Kota Kediri buka hingga larut malam. Ironisnya, pengunjung Warnet, mayoritas anak usia sekolah dan bisa dipastikan banyak yang membuka situs situs dewasa. Bahkan ada masukan dari masyarakat, Warnet juga kerap dijadikan tempat mesum pasangan muda mudi meski hanya sebatas bercumbu. Padahal hal itu sangat berpengaruh pada perkembangan moral mereka. Bagian Bina Mitra tidak bisa berbuat banyak kecuali pengarahan dan binaan pada pengusaha Warnet maupun saat kegiatan bimbingan di sekolah. Meski begitu, kata Komisaris Polisi Purnomo, koordinasi akan dilakukan dengan jajaran lain terutama Satuan Intel. Nantinya akan ada pegawasan khusus Warnet agar dalam operasional digunakan sesuai keperuntukannya .
Komisaris Polisi Purnomo menambahkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kediri terkait aturan dan batasan jam buka Warnet. Aktivitas Warnet perlu dikendalikan agar tidak semakin merusak mental dan moral remaja. (Hadi Kusuma)
ANDIKA FM, Kediri - DPRD Kota Kediri mempertanyakan maraknya aksi penambangan pasir mekanik di sungai brantas, yang belum mendapat respon dari kepolisian maupun Satpol PP Kota Kediri.
Penambang pasir mekanik di Sungai Brantas kembali marak, karena sejak Januari 2010, tidak ada kegiatan penertiban sama sekali. Aktifitas penambangan yang merusak lingkungan tersebut seakan tanpa ada larangan. Kondisi ini, dipertanyakan kalangan dewan mengingat di Kabupaten Kediri penambang pasir di kawasan Desa Putih Kecamatan Gampengrejo, sudah ditertibkan kepolisian. Dewan menduga ada dalih tertentu dibalik keengganan kepolisian melakukan rasia penambang pasir liar. Yudi Ayubchan anggota Komisi C DPRD Kota Kediri mengatakan, pihaknya meminta agar penambangan pasir mekanik di kota juga ditertibkan. Menurut Ayub, aturan untuk penertiban penambangan pasir sama, yakni mengacu undang-undang lingkungan hidup.
Yudi Ayubchan juga mengatakan, penertiban penambang pasir, harus segera dilakukan baik Satpol PP maupun Polresta Kediri. Pihaknya jika tdiak segera ada penindakan tegas, keberadaan penambangan pasir mekanik akan tumbuh pesat dan kerusakan lingkungan tidak bisa dihindari. Sementara itu, menurut Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Rofik Ripto Himawan, pihaknya akan menyelidiki lebih lanjut, terkait rekomendasi dewan tersebut.(Diki Pramana) 