Berita - Kediri Hari Ini

17-04-2010
 ANDIKA FM, Blitar - Binti Solikah, warga Kelurahan Bajang Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, melaporkan Dedy Wijaya tetangganya sendiri, karena mencuri uang milknya.   Aksi pencurian dilakukan Dedi Wijaya, sekitar jam 6 pagi. Saat itu, Binti sedang memandikan anaknya di kamar mandi belakang rumahnya, dan pintu depan dalam keadaan terbuka. Setelah Binti selesai memandikan anaknya, dia mengetahui Dedi keluar dari ruang tamu tanpa pamit, dan tergesa gesa. Binti lalu memeriksa ruang tamu, dan menemukan laci almari ruang tamu dalam keadaan terbuka. Saat dilihat, ternyata uang sebesar 500 ribu rupiah sudah tidak ada. Karena memastikan Dedi mencuri uang miliknya, Binti kemudian melaporkannya ke Polsek Talun Blitar.   Dari hasil penyelidikan petugas, Dedi berhasil diamankan di rumahnya. Bersama barang bukti berupa uang 500 ribu rupiah, Dedi digelandang ke Polsek Talun guna proses hukum lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan petugas, Dedi nekat melakukan pencurian karena membutuhkan uang.(Anto kristian)-Kediri Hari Ini/Berita Kediri/Warta Kediri

17-04-2010
ANDIKA FM, Blitar - Susmiati, warga Desa Ngrendeng Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar, melapor ke Polsek setempat, karena menjadi korban penipuan bermodus gendam.   Pelaku gendam yang menipu Susmiati diantaranya Herman, warga Kelurahan Gadang Kecamatan Sukun Kabupaten Malang, Poniyadi warga Kelurahan Padan Landung Kecamatan Wagir Kota Malang, serta Juni Arifin warga Kelurahan Cemoro Kandang Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang. Saat itu, sekitar jam 9 pagi, Susmiati baru pulang dari pasar Cungkup Kabupaten Blitar dan bertemu dengan ketiga tersangka. Mereka terlibat pembicaraan serius. di tengah pembicaraan, ketiga tersangka meminta semua perhiasan Susmiati dan barang barang lainnya, dengan alasan untuk dilipat gandakan. Tanpa sadar, Susmiati memberikan semua perhiasannya berupa kalung dan cincin seberat 32 gram, serta 2 buah HP. Kemudian, ketiga tersangka memberikan sebungkus korek api pada Susmiati.   Saat ketiga tersangka akan pergi, Susmiati baru tersadar dan langsung membuka korek api tersebut. Ternyata, isi korek api hanya batu kerikil. Merasa menjadi korban gendam, Susmiati lantas berteriak minta tolong. Warga yang mengetahui, langsung memberikan pertolongan dengan mengamankan ketiga tersangka. Petugas Polsek Selorejo yang menerima informasi langsung datang ke lokasi dan membawa ketiga tersangka ke Polsek Selorejo guna menjalani pemeriksaan. Akibat menjadi korban gendam, Susmiati menderita kerugian sebesar 6 juta rupiah.(Anto Kristian)       

16-04-2010
Penularan HIV AIDS Juga Merambah Balita ANDIKA FM, Kediri - Penularan penyakit mematikan HIV AIDS di Kabupaten Kediri, sudah mulai merambah ke kalangan Balita, dimana sebelumnya tidak diprediksi sebagai kelompok beresiko.   Saat ini, penyebaran HIV AIDS sangat menghawatirkan bagi semua pihak, karena diprediksi telah sampai pada kelompok seperti ibu-ibu rumah tangga, bahkan sampai ke anak balita.  Kondisi tersebut tentunya menjadi keprihatinan, sekaligus permasalahan yang menjadi tantangan setiap pemerintah daerah. Untuk di Kabupaten Kediri, data Dinas Kesehatan menyebutkan ada 3 balita yang  positif menderita HIV AIDS. Selain itu, masih ada 2 balita lainnya, yang dicurigai menderita HIV AIDS. Untuk 3 balita yang positif menderita HIV AIDS, saat ini diikutkan program pelayanan care support and threatment, atau perawatan dukungan dan pengobatan. Sedangkan untuk 2 balita yang dicurigai menderita HIV AIDS, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, saat berumur 18 bulan. Nur Munawaroh, Kepala Seksi Pencegahan Penyakit Menular Langsung Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri menghimbau, agar masyarakat tetap setia pada pasangannya, karena penderita HIV AIDS saat ini, sudah mulai merambah ke kalangan Balita.   Nur Munawaroh menambahkan, pihaknya selalu memberikan sosialisasi pada masyarakat, tentang bahaya penularan HIV AIDS, seiring bertambahnya angka penderita termasuk penderita usia Balita. Dengan dukungan LSM dan peran serta masyarakat, Dinas Kesehatan optimis, HIV AIDS bisa diberantas. (Anto Kristian)-Kediri Hari Ini/Berita Kediri/Warta Kediri          

16-04-2010
Curah Hujan Menurun, Angka Penderita DB Diperkirakan Berkurang ANDIKA FM, Kediri - Angka penderita demam berdarah di Kabupaten Kediri, mulai diperkirakan akan berkurang, menyusul curah hujan yang mulai menurun.   Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, angka penderita demam berdarah sejak Januari hingga Maret 2010 mencapai 204 penderita, dengan jumlah meninggal dunia 2 orang. Memasuki Bulan April, diperkirakan angka penderita demam berdarah akan semakin berkurang, menyusul curah hujan yang semakin menurun. Dari sekian warga yang terserang demam berdarah, mayoritas penderitanya berusia 1 hingga 10 Tahun. Dokter Adi Laksono, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri mengatakan, meski serangan demam berdarah diperkirakan cenderung menurun, masyarakat diminta tetap waspada dan selalu menjaga pola hidup bersih.   Dr Adi Laksono menambahkan, mendekati musim kemarau, warga juga harus waspada terhadap serangan ISPA atau inspeksi saluran pernapasan. Cuaca yang tidak menentu, dengan pola makan dan lingkungan yang kurang bersih, menjadi faktor utama pemicu munculnya ISPA. (Anto Kristian)

16-04-2010
Belum Ada Kesepakatan, Honor Pencatat Nikah Belum Terbayar  ANDIKA FM, Kediri - Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Kota Kediri mengaku, belum disepakatinya sistem pencairan dana bagi petugas pembantu pencatat nikah, menjadi sebab molornya pembayaran honor mereka.   Sesuai informasi, puluhan pembantu pencatat nikah yang bertugas di setiap Kelurahan di Kota Kediri resah, mengingat 4 bulan sejak Januari 2010, mereka belum menerima honor. Hal ini dibenarkan Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Kota Kediri Saiful Khoiri. Tetapi pencairan honor mereka dipastikan terealisasi dalam waktu dekat, tinggal menunggu koordinasi dengan Departemen Agama Kota Kediri. Masalahnya, hingga saat ini belum ada kesepakatan sistem pencairan honor bagi mereka. Apakah diberikan per catur wulan atau per semester. Kata Saiful Khoiri, keputusan kapan honor mereka diberikan, tinggal menunggu hasil koordinasi.   Sesuai catatan Bagian Kesejahteraan Masyarakat Pemerintah Kota Kediri, terdapat 66 petugas pembantu pencatat nikah yang tersebar di 46 kelurahan di Kota Kediri. Honor mereka dianggarkan dalam APBD 2010, sebesar 150 ribu rupiah per bulan. (Hadi Kusuma)

16-04-2010
Pemkot : Tidak Ada Gejolak Pasca Kenaikan Harga Pupuk ANDIKA FM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan, kenaikan harga pupuk bersubsidi tidak memicu gejolak para petani, kendati sebelumnya sempat terdengar akan muncul aksi protes.   Pasca kenaikan harga pupuk bersubsidi, tim gabungan yang beranggotakan Dinas Pertanian, Bagian Perekonomian, Badan Ketahanan Pangan dan instansi terkait, sudah meninjau langsung ke lapangan. Diantaranya ke agen resmi penyalur pupuk maupun ke kelompok tani. Hasilnya tidak ada gejolak yang berarti pasca kenaikan harga pupuk. Mayoritas para petani bisa menerima dan memahami kebijakan pemerintah itu. Keterangan dari beberapa kios resmi penyalur pupuk, juga tidak ada kepanikan yang menyebabkan pembelian dalam jumlah besar. Semuanya normal seperti sebelum kenaikan harga pupuk. Menurut Kepala Bagian Perekonomian Pemerintah Kota Kediri Saiful Yasin, petani bisa memahami kebijakan kenaikan harga pupuk bersubsidi, karena jauh hari sebelumnya sudah disosialisasikan.   Saiful Yasin mengaku, juga mendengar kabar akan ada aksi dari pemuda Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Cabang Kediri. Tetapi hingga kini kabar tersebut tidak terbukti. (Hadi Kusuma)

16-04-2010
Kompol Purnomo : Prihatin Aktivitas Warnet  ANDIKA FM, Kediri - Bagian Bina Mitra Polresta Kediri prihatin dengan aktivitas warung internet (Warnet) yang buka hingga larut malam, dan banyak digunakan remaja usia sekolah untuk membuka situs situs dewasa.   Kepala Bagian Bina Mitra Polresta Kediri Komisaris Polisi Purnomo mengatakan, sesuai pantauan petugas, beberapa Warnet terutama di wilayah Kecamatan Kota Kediri buka hingga larut malam. Ironisnya, pengunjung Warnet, mayoritas anak usia sekolah dan bisa dipastikan banyak yang membuka situs situs dewasa. Bahkan ada masukan dari masyarakat, Warnet juga kerap dijadikan tempat mesum pasangan muda mudi meski hanya sebatas bercumbu. Padahal hal itu sangat berpengaruh pada perkembangan moral mereka. Bagian Bina Mitra tidak bisa berbuat banyak kecuali pengarahan dan binaan pada pengusaha Warnet maupun saat kegiatan bimbingan di sekolah. Meski begitu, kata Komisaris Polisi Purnomo, koordinasi akan dilakukan dengan jajaran lain terutama Satuan Intel. Nantinya akan ada pegawasan khusus Warnet agar dalam operasional digunakan sesuai keperuntukannya .   Komisaris Polisi Purnomo menambahkan, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Kediri terkait aturan dan batasan jam buka Warnet. Aktivitas Warnet perlu dikendalikan agar tidak semakin merusak mental dan moral remaja. (Hadi Kusuma)

16-04-2010
Ulama Kediri Kecam Insiden Di Makam Mbah Priok  ANDIKA FM, Kediri - Kalangan Ulama di Kediri menyesalkan terjadinya insiden di komplek pemakaman ulama Habib Hasan bin Muhammad Al Hadad (Mbah Priok) di Koja Jakarta Utara.   Menurut Ketua Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Kyai Ibrahim Hafidz yang lebih akrab dipangil Gus Bram, cara yang diambil Pemerintah Provinsi DKI seharusnya melalui pendekatan dialogis, bukan kekuasaan. Karena menggunakan kekuasaan, akhirnya menimbulkan reaksi dan perlawanan dari masyarakat, terutama para santri di komplek makam tersebut. Pemerintah seharusnya tidak semena-mena dalam melakukan penggusuran makam seorang ulama, yang disegani dan dihormati masyarakat.  Selain itu, kata Gus Bram, insiden ini menunjukkan Pemerintah Propinsi DKI lebih mengedepankan kepentingan pengusaha dan ekonomi, dibanding kepentingan masyarakat.  Ini juga menunjukkan, tidak seimbangnya orientasi pemerintah.   Pemerintah Propinsi DKI jelas bersikap sewenang wenang dengan mengesampingkan kepentingan umat muslim khususnya. Mewakili Ulama Kediri, Gus Bram berharap, kejadian ini tidak terulang kembali dan bisa dicarikan solusinya. (Hadi Kusuma)

16-04-2010
ANDIKA FM, Kediri - Kejaksaan Negeri Kediri sedang memburu pelaku pencairan dana Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) yang dikelola LP3M Universitas Kadiri (UNIK).   Dana yang dicairkan senilai 527 juta 500 ribu rupiah dan ditarik dari Bank Jatim melalui lembaran cek yang ditandatangani Direktur LP3M Universitas Kadiri (UNIK) Ir Edy Kustiani. Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kediri Hadi Sujito mengatakan, keberadaan pelaku ini diketahui dari laporan penarikan dana P2SEM yang dikucurkan Pemprov Jatim melalui Bank Jatim Cabang Kediri. Jaksa menemukan dua kali penarikan dana masing-masing senilai  402 juta 500 ribu rupiah dan 125 juta rupiah oleh seseorang yang belum diketahui identitasnya. Selain penarikan dana misterius ini, dugaan kebocoran anggaran P2SEM juga didasarkan pengakuan kelompok tani yang tidak mengikuti kegiatan pelatihan seperti yang dilaporkan LP3M. Dari jadwal pelatihan selama 10 hari, para petani hanya mengikuti kegiatan selama dua hari. Menurut Hadi Sujito, beberapa saksi akan kembali dihadirkan untuk menguak identitas pelaku pencairan dan guna melengkapi berkas pemeriksaan.   Sementara itu, temuan kejaksaan itu dibantah Edy Kustiani dalam beberapa kali pemeriksaan di Kejaksaan. Dia berdalih tidak mengetahui penarikan tersebut dan telah mempergunakan semua dana P2SEM sesuai prosedur. (Hadi Kusuma)

16-04-2010
Yudi Ayub :   Polisi dan Satpol PP Harus Tertibkan Penambang Pasir Mekanik ANDIKA FM, Kediri - DPRD Kota Kediri mempertanyakan maraknya aksi penambangan pasir mekanik di sungai brantas, yang belum mendapat respon dari kepolisian maupun Satpol PP Kota Kediri.   Penambang pasir mekanik di Sungai Brantas kembali marak, karena sejak Januari 2010, tidak ada kegiatan penertiban sama sekali. Aktifitas penambangan yang merusak lingkungan tersebut seakan tanpa ada larangan. Kondisi ini, dipertanyakan kalangan dewan mengingat di Kabupaten Kediri penambang pasir di kawasan Desa Putih Kecamatan Gampengrejo, sudah ditertibkan kepolisian. Dewan menduga ada dalih tertentu dibalik keengganan kepolisian melakukan rasia penambang pasir liar. Yudi Ayubchan anggota Komisi C DPRD Kota Kediri mengatakan, pihaknya meminta agar penambangan pasir mekanik di kota juga ditertibkan. Menurut Ayub, aturan untuk penertiban penambangan pasir sama,  yakni mengacu undang-undang lingkungan hidup.   Yudi Ayubchan juga mengatakan, penertiban penambang pasir, harus segera dilakukan baik  Satpol PP maupun Polresta Kediri.  Pihaknya jika tdiak segera ada penindakan tegas, keberadaan penambangan pasir mekanik akan tumbuh pesat dan kerusakan lingkungan tidak bisa dihindari. Sementara itu, menurut Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Rofik Ripto Himawan,  pihaknya  akan menyelidiki lebih lanjut, terkait rekomendasi dewan tersebut.(Diki Pramana)

‹ First  < 281 282 283 284 285 >  Last ›

Radio Online

Live Streaming :
Radio 1
Radio 2
Radio 3

Acara Hari Ini

05:00 Mutiara Subuh    
06:00 Kediri Bersemi Weekend
09:00 Citra Andika Jalan Jalan fbnew (real size)

11:00 Kampoeng Loedroek

13:00 Colak Colek

15:00 Gayeng Marem Plus plus fbnew (real size)
17:00
Kediri Hari Ini

18:00 Ekspresi Asik Weekend fbnew (real size)

22:00 Dangdut Top Request

24:00 Warung Lesehan

 

sms andika fm (real size)