Berita - Kediri Hari Ini

23 September 2014
Pemkot Kediri Layani Keluhan Warga Lewat SMS
Radio ANDIKA - Kediri _ Jatim - Pemkot Kediri akan segera menerapkan penjaringan aspirasi dan pengaduan masyarakat secara online melalui SMS. Teknisnya masyarakat cukup kirim SMS ke nomor pusat pengaduan yang disediakan Pemkot. Nantinya SMS dari masyarakat akan ditampung di server yang dikelola bagian humas untuk kemudian diteruskan ke satuan kerja yang terkait.
 
Misalnya pengaduan jalan rusak akan diteruskan ke Dinas PU,   pengaduan adanya pungli sekolah akan diteruskan ke dinas pendidikan. Program ini diterapkan guna mewujudkan roda pemerintahan yang transparan dan melibatkan partisipasi publik.
 
“dengan program ini diharapkan pelayanan satuan kerja pemerintah Kota Kediri semakin baik,”ujar Kabag Humas Pemkot Kediri Jawadi.
 
Jawadi mengaku nomor SMS memang belum diumumkan ke publik karena masih menunggu uji coba dan launcing program yang waktunya masih belum ditentukan. Namun tidak semua SMS akan direspon karena harus melalui penyaringan oleh tim dan dipastikan pengaduannya terkait pelayanan publik.(Hdi)
 
23 September 2014
Sekolah Gratis Di Kota Kediri Juga Harus Untuk Siswa Swasta
Radio ANDIKA - Kediri _ Jatim - DPRD Kota Kediri meminta program biaya sekolah gratis dan ringan yang diterapkan Pemerintah Kota Kediri bukan hanya berlaku untuk siswa di sekolah negeri tetapi juga siswa yang sekolah di lembaga pendidikan swasta. Sebab kebijakan pemerintah daerah harus berlaku secara menyeluruh sehingga bisa dirasakan semua lapisan masyarakat.
 
Muzer Zaidib, anggota DPRD Kota Kediri menuturkan pihaknya mengapresiasi  kebijakan Walikota Abu Bakar yang berusaha membebaskan siswa dari pungutan di sekolah. Termasuk kebijakan dengan menerapkan batasan dan penyeragaman iuran sekolah di sekolah tingkat SMA. Tetapi menurutnya, kebijakan itu harus diberlakukan secara menyeluruh baik siswa yang sekolah di lembaga negeri maupun swasta.
 
“Teknisnya sama untuk sekolah swasta harus mengajukan anggaran ke pemerintah kota melalui Dinas Pendidikan dengan besaran sesuai jumlah siswa yang berasal dari Kota Kediri,”kata Muzer.
 
Muzer Zaidib menambahkan,  pendidikan merupakan kebutuhan yang utama generasi mendatang. Jangan sampai ada siswa yang putus sekolah hanya karena persoalan biaya.(Hdi)
22 September 2014
Edarkan narkoba jenis pil double L, pemuda Balowerti Kota Kediri diamankan polisi .
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Boas Cristho (20) pemuda asal kelurahan balowerti kota kediri , minggu dinihari diamankan polisi karena menjual narkoba jenis pil double L . penangkapan pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat , jika diwilayah balowerti ada seseorang yang menjadi pengedar narkoba jenis pil double L . kemudian dengan menyamar sebagai pembeli , petuugas kemudian mendatangi sebuah rumah kost di balowerti . kepada pelaku , petugas kemudian memesan pil dan langsung mengamankan saat pelaku melayaninya .

Dari rumah pelaku , petugas mengamankan 745 butir pil double L . kasubag humas polres kediri kota AKP Budi Naryanto mengatakan , pelaku saat ini masih diperiksa guna proses hukum dan pengembangan lebih lanjut . Budi menambahkan , akibat perbuatannya , boas bisa dijerat undang-undang kesehatan , dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara .
22 September 2014
Pencari Musang Temukan Mayat di Sawah
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Seorang pencari musang, menemukan sesosok mayat perempuan. Kejadian itu bermula, saat Setiyono warga Desa Bulusari Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri, akan melihat tanamannya yang ada di tegal. Saat masuk kedalam tegal, Setiyono bertemu dengan seseorang pencari musang yang mengatakan jika di dalam tegal miliknya ada mayat.

Kemudian kejadian tersebut dilaporkan Setiyono pada pihak desa dan diteruskan ke pihak kepolisian. Menurut Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Budi Naryanto, mayat saat ini masih dilakukan otopsi untuk mengetahui kematian korban. Budi menambahkan, tidak ada tanda tanda penganiayaan pada tubuh korban. Diduga, korban adalah seorang gelandangan, dan meninggal dunia karena gantung diri.
22 September 2014
RSUD Gambiran Berencana Relokasi Parkir Liar
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - RSUD Gambiran kota Kediri berencana merelokasi keberadaan, parkir liar serta Pedadang Kaki Lima yang biasa mangkal di trotoar, di pinggir jalan. Keterangan ini disampaikan oleh Direktur RSUD Gambiran Dr Fauzan Adima. Menurutnya, wancana relokasi tersebut nantinya, masih akan dikomunikasikan lagi, dengan pihak Pemerintah Kota Kediri. Dr Fauzan menambahkan, Realisasi relokasi pedagang kaki lima  ini, masih harus menunggu mengenai adanya rencana penggabungan bangunan RSUD Gambiran 1, pindah ke RSUD Gambiran 2.

“kita masih harus berkoordinasi dengan beberapa pedagang, satpol PP, dan Dishub”.

Jika rencana tersebut urung dilakukan, maka RSUD Gambiran 1 akan memindahkan Pedagang Kaki Lima untuk berjualan masuk ke ruang belakang Gedung Rumah Sakit, termasuk juga parkir liar yang selama ini menempati di ruas jalan.
22 September 2014
Pemkab Akan kembali Hidupkan Wisata Kelud
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Pemerintah Kabupaten Kediri tetap menganggarkan biaya untuk perbaikan sarana dan fasilitas serta pengembangan wisata Gunung Kelud. Bahkan jumlah penganggarannya dalam  APBD cukup besar mencapai milyaran rupiah.
 
 
Saat ini Pemkab Kediri gencar menjalankan program padat karya untuk pembersihan lokasi wisata dari material letusan gunung awal tahun 2014 lalu. Harapannya lokasi wisata Gunung Kelud segera bersih dan bisa diakses oleh wisatawan.
 
“wisata Kelud tetap dilanjutkan karena merupakan salah satu wisata andalan di Kabupaten Kediri. Ini juga permintaan masyarakat,”ujar Wakil Bupati Kediri Masykuri.
 
Sementara itu biaya tidak terduga untuk penanganan secara total letusan Gunung Kelud  tercatat sekitar 48 milyar. Sedangkan proyek perbaikan infrastruktur, fasilitas dan sarana wisata Gunung Kelud akan dilakukan secara bertahap.(Hdi)
22 September 2014
Hansip Bubar, Satpol PP Kota Kediri Akan Ditambah
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar akan menempatkan personil satpol PP di setiap kecamatan dan pada gilirannya juga akan ditempatkan di masing masing kelurahan. Kebijakan ini menyusul keputusan menteri dalam negeri yang mengalihfungsikan Pertahanan Sipil atau Hansip menjadi perlindungan masyarakat atau Linmas.
 
 
Menurut Abdullah Abu Bakar di setiap satuan kerja termasuk kecamatan dan kelurahan idealnya harus ada petugas keamanan. Apalagi Hansip kini sudah dihapus oleh pemerintah. Untuk itu Satpol PP akan diberdayakan. Tetapi Kota Kediri masih kekurangan personil dan jumlahnya tidak mencukupi untuk menjangkau semua satuan kerja.
 
“penempatan personil sarpol PP nantinya akan dilakukan secara bertahap,”ujar Abdullah.
 
Menurut Abdullah Abu Bakar, penambahan petugas sarpol PP tidak mungkin diambilkan dari rekruitmen PNS mengingat jumlah PNS di Kota Kediri sudah overload. Dalam waktu dekat akan segera dikoordinasikan dengan instansi terkait apakah dengan system kontrak atau outsorsing.(Hdi)
 
 
 
20 September 2014
Kota Kediri Dicanangkan Kota Layak Anak Menyusul Status Darurat Kekerasan Anak
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Pemkot Kediri Sabtu pagi menggelar pencanangan Kota Kediri sebagai kota layak anak. Pencanangan ini dibarengkan dengan kegiatan jambore anak yang diikuti perwakilan pelajar dari sekolah negeri dan swasta di Kota Kediri. Digelar di lapangan tembak Brigif 16 Wirayudha di kompleks wisata Selomangleng Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto.
 
Pencanangan kota layak anak ini langsung oleh Walikota Kediri Abdulah Abu Bakar dihadiri Muspida Kota Kediri, satuan kerja dan instansi terkait, tokoh masyarakat, para kepala sekolah dan sejumlah LSM. Dalam sambutannya Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan pencanangan Kota Kediri layak ini merupakan kebijakan untuk merespon tingginya kasus kekerasan yang melibatkan anak di wilayah Kota Kediri.
 
“ini memprihatinkan, kasus kekerasan baik kekerasan fisik, psikis maupun kekerasan seksual yang melibatkan anak sudah masuk kategori darurat baik skala lokal maupun nasional,”
 
Abdullah Abu Bakar menambahkan, nantinya berbagai langkah tindak lanjut akan segera dilakukan utamanya sosialisasi kota layak anak dan pendampingan anak-anak yang bermasalah dengan hukum baik sebagai korban maupun pelaku. Diharapkan dengan sinergi semua instansi terkait termasuk kepolisian dan Bapas, kasus kekerasan yang melibatkan anak di Kota Kediri bsia ditekan.(Hdi)
 
20 September 2014
Nasib Pedagang Pasar Pamenang di Tangan BPN
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Nasib ratusan pedagang pasar Pamenang Pare, Kabupaten Kediri yang terancam kehilangan Hak Guna Bangunan (HGB) diserahkan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). Pemkab Kediri tidak bisa membantu karena tidak berwenang. Haris Setiawan Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Kediri mengatakan, Pemkab Kediri hanya bisa merekomendasi kepada BPN Kabupaten Kediri. Selanjutnya, penerbitan sertifikat HGB adalah hak BPN.
 
“Pada prinsipnya Pemda hanya bisa merekomendasikan, karena penerbitan sertifikat HGB tanggungjawab BPN,” kata M. Haris Setiawan
 
Polemik tersebut bergulir setelah masa HGB Pasar Pamenang telah habis setelah 20 tahun berlaku dan harus diperpanjang. Berdasarkan keterangan sekretaris Himpunan Pedagang Pasar Indonesia (HPPI) Kediri, Karim Amrullah bahwa  pokok permasalahannya ternyata terdapat ratusan pedagang yang tidak mengantongi sertifikat HGB. Padahal sertifikat itu sebagai syarat administrasi perpanjangan HGB.
 
“Kurang lebih ada 200 pedagang yang terancam kehilangan HGB karena ketidakjelasan sertifikat,” tutur Karim.
 
 Sebagaiman diberitakan sebelumnya, terdapat sedikitnya 200 pedangan pasar Pamenang Pare terancam kehilangan kios tempat jualan mereka. Pasalnya, masa berlaku sertifikat HGB di pasar tersebut akan berakhir pada 31 Oktober mendatang.
Pemkab Kediri memberlakukan aturan, perpanjang masa berlaku sertifikat HGB hanya bisa diurus oleh pedagang yang namanya tercantum dalam sertifikat HGB. Sementara, 200 lebih pedangan tidak tercantum namanya di sertifikat HGB karena mendapatkan kios dari proses pindah tangan dari pedagang sebelumnya. (Hdi)
20 September 2014
Tangkis Bendungan Rusak, Ratusan Hektar Sawah Terancam Gagal Panen
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Tangkis bendungan cek dam di Dusun Bungkul Desa Kapas, Kecamatan Kunjang sudah sejak tiga tahun terakhir rusak. Akibatknya, lahan pertanian di tiga kecamatan tidak terairi secara maksimal. Warga terpaksa mengambil air sumur bor dengan menggunakan mesin disel. Para petani mengeluh mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah karena hasl panen pertanian mereka tidak maksimal.
Ketua Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) kecamatan Kunjang, Kadis mengatakan, cek dam Bungkul, merupakan suluran utama irigasi pertanian di tiga kecamatan, yakni kecamatan Kunjang, Plemahan dan Purwoasri. Dengan tidak berfungsinya cek dam itu menurut Kadis, membuat lahan pertanian di tiga wilayah kecamatan tersebut tidak dapat menerima aliran air secara maksimal.
 
Akibatnya, selama tiga tahun terakhir komoditas pertanian di tiga wilayah kecamatan tersebut mengalami penurunan produktifitas. Alhasil, para petani mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
"Sejak tiga tahun ini cek dam Bungkul rusak, sehingga tidak bisa mengairi lahan pertanian dengan lancar. Dampaknya banyak petani yang merasa kekurangan air,” jelas Kadis.
Kadis menjelaskan, kerusakan cek dam yang merupakan aliran sungai Konto ini berupa jebolnya fondasi bendungan akibat tergerus air. Sehingga, air sungai yang seharusnya dapat tergenang di cek dam untuk disalurkan ke areal pertanian, mengalir habis melalui bawah fondasi.
Sementara, Kabag Humas Pemkab Kediri M. Haris mengatakan, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Haris berjanji, pihak Pemkab akan segera menurunkan tim untuk melihat kondisi cek dam tersebut.( (Hdi)
Page 1 of 524      1 2 3 >  Last ›

Radio Online

Live Streaming :
Radio 1
Radio 2
Radio 3

Acara Hari Ini

 

05:30 Dzikir Pagi
05:30 Indonesia Gemilang
08:00 Citra Andika 
11:00 Indonesia Gemilang

13:00 Simpang Siur
15:00 
Indonesia Gemilang

18:00 Ekspresi Musik Indonsia
21:00 Senandung Rindu 

24:00 Senandung Malam

 

SMS XL (real size)