Berita- Info ANDIKA

04 March 2015
Distribusi Raskin Belum Mampu Turunkan Haga Beras Di Pasaran
Radio - Andika - Kediri - Jatim - Distribusi beras miskin atau raskin tahun 2015 di Kabupaten Kediri mulai digelar serentak pada hari ini. Beberapa Balai Desa yang kedatangan raskin dari perum bulog, langsung diserbu oleh masyarakat miskin.
 
 
Siti Mardiah salah satu warga mengatakan, seperti di Balai Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, penerima raskin mengambil beras jatah untuk mereka. Masyarakat miskin mengaku senang karena bisa mengurangi beban kebutuhan sehari-hari. Tetapi penyaluran raskin kali ini menurut mereka masih belum mampu menurunkan tingginya harga beras di pasaran.
 
 
Menurut perangkat Desa Banjarejo Waluyo, ada sebanyak 299 Rumah Tangga Sasaran Miskin (RTSM) yang menerima raskin kali ini. Mereka tersebar di empat Dusun , antara lain Paras, Banjarejo, Ratih, dan Kendal Duwur. Jumlah tersebut sama seperti tahun sebelumnya.
 
 
Diakui oleh perangkat desa apabila droping raskin belum mampu menekan tingginya harga beras di pasaran. Tetapi harapannya bisa membantu masyarakat miskin yang mengalami kesulitan pangan.
 
 
Diketahui, sudah tiga pekan terakhir ini harga beras di pasaran naik. Harga beras jenis premium yang semula hanya Rp.8.600,- /kg meningkat menjadi Rp.10.000,-/kg. Kenaikan harga beras ini dipicu oleh banjir di berbagai daerah yang menyebabkan banyak petani gagal panen. (Anto)
04 March 2015
Gelapkan Uang Perusahaan Hingga Ratusan Juta, Dilaporkan Ke Polisi Radio - Andika - Kediri - Jatim - Karena diduga telah menggelapkan uang perusahaan hingga ratusan juta, Nico Ariyanto warga Desa Banjaranyar Kecamatan Kras Kabupaten Kediri dilaporkan ke polisi.

Peristiwa itu bermula, saat Widodo Hari Cahyanto warga kelurahan Jamsaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri, selaku pemilik UD Subur di Jalan raya Jegles Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri, melalukan audit. Di dalam audit, ternyata ditemukan kejanggalan uang sebesar 284 juta lebih.

Saat Widodo hendak croscek pada Nico, ternyata Nico tidak mempunyai etika baik. Kejadian itu, kemudian dilaporkan pada pihak kepolisian. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. (Anto)
04 March 2015
Pencurian Kembali Terjadi Di SDN 4 Mrican Kota Kediri
Radio - Andika - Kediri - Jatim - Ini Kali Kedua, SDN Mrican 4 Kota Kediri disatroni maling, setelah mei 2013 silam.

Namun beruntung pencurian yang terjadi dinihari tadi tidak menimbulkan kerugian yang cukup besar seperti yang terjadi sebelumnya. Pencuri yang diperkirakan hanya seorang diri ini hanya membawa kabur uang koperasi dan infaq siswa sebesar kurang lebih 100 ribu.

Pelaku yang masuk ke ruang kantor dan lab komputer dengan mencokel pintu ini tak menemui barang elektronik, baik laptop maupun komputer. Karena menurut kepala sekolah, berkaca pada kejadian sebelumnya, pihaknya membawa laptop milik sekolah ke rumah guru terdekat dari sekolah.

Sementara itu menurut keterangan Kepala Sekolah SDN Mrican 4 Soerjani, pihak sekolah SDN Mrican 4 yang juga tergabung menjadi satu dengan SDN Mrican 3 ini sehari hari memang tidak ada penjaga sekolah jika malam hari, sehingga pelaku dengan mudah memasuki gedung sekolah.

Petugas kepolisian Polres Kediri Kota kini tengah melakukan penyelidikan, guna mengungkap kasus pencurian ini. (Anto)
04 March 2015
Razia Kendaraan Modifikasi Becak Bermotor Dilakukan Polres Kediri
Radio - Andika - Kediri - Jatim - Razia terhadap kendaraan modifikasi becak bermotor dilakukan jajaran petugas dari Polres Kediri. Kendaraan angkutan umum roda tiga tersebut dilarang beroperasi karena tidak memenuhi tehnis berkendara di jalan raya. Polisi mengancam akan membawa paksa apabila masih terlihat beroperasi.

Kanit Bina Operasional satuan lalu-lintas Polres Kediri Iptu Bowo mengatakan, becak bermotor merupakan kendaraan angkutan umum yang dimodifikasi, tetapi tidak memenuhi tehnis kelayakan. Oleh karena itu, becak bermotor akan ditertibkan dari jalan raya, agar tidak membahayakan masyarakat. (Anto)
03 March 2015
Dispenda Kediri Bantah Lakukan Pungli Pajak Peralihan Tanah
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Kediri, Jawa Timur membantah tudingan warga bahwa telah melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pengurusan Bea Perolehan Atas Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB). Sebab, Dispenda tidak menerima pembayaran pajak peralihan tanah tersebut, melainkan pemohon langsung membayar pada Bank Jatim.

Kepala Dispenda Kabupaten Kediri Mujanto menjelaskan, penentuan BPHTB bukan berdasarkan pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebagaimana yang diutarakan oleh warga. Tetapi, berdasarkan transaksi wajar sesuai pasaran. Sedangkan wewenang Dispenda melakukan croscek dari transaksi tersebut, apakah wajar atau tidak. Validasi ini melibatkan tim survei dari pihak kecamatan setempat.

Pihaknya berjanji, apabila ada oknum pegawai yang berani menerima uang apalagi meminta dari jasa validasi BPHTB akan ditindak secara tegas. Sanksi tersebut, menurut Mujianto bisa berupa adminitrasi yang berlaku dan dilakukan oleh inspektorat.
Diberitakan sebelumnya, diduga melakukan praktek pungli atas nilai pajak peralihan tanah dan bangunan, Kantor Dispenda Kabupaten Kediri, Jawa Timur diluruk oleh sejumlah warga.

Menurut warga, tindak nakal oknum pegawai pemungut pajak tersebut berlangsung lama dan menimpa banyak korban. Sedangkan modus operandinya dengan memark up  nilai bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), diatas ketentuan 5 persen.

Kedatangan warga ditemui oleh pegawai bagian administrasi. Tetapi, mereka akhirnya memilih kembali, karena gagal menemui bagian penagihan. Warga sempat mensweeping ruang kantor, tetapi tidak mendapatkan pegawai penagihan yang dimaksud.

Menurut Koordinator Warga Setyo Budi Utomo, kendatangan mereka ke kantor Dispenda Kabupaten Kediri untuk mempertanyakaan dugaan pungli pajak peralihan tanah dan bangunan. Saat ini sudah ada tiga orang warga yang menjadi korban tindakan oknum nakal pegawai Dispenda tersebut. (Anto)
03 March 2015
Ratusan Pengungsi Mulai Keluhkan Pusing Dan Panas.
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - hampir seminggu, ratusan korban tanah longsor yang mengungsi di Sekolah Dasar Negeri 1 Blimbing Kecamatan Mojo Kediri, kini mulai mengalami sakit. Umumnya, mereka mengeluhkan pusing dan demam tinggi akibat cuaca ekstrim pada malam hari saat berada di pengungsian. Para korban tanah longsor ini mulai merasakan demam sejak dua hari berada di pengungsian. 
 
Sesuai data di posko kesehatan setempat, terhitung sejak hari kamis lalu terdapat seratus lebih pengungsi yang berobat. Selain demam dan pusing, beberapa pengungsi juga mengeluhkan tensi darah yang tinggi serta panas. Sementara, Petugas Posko Kesehatan dari Puskesmas Mojo hanya memberikan pengobatan pertama berupa obat pusing dan zat antibody.
 
Salah satu pengungsi, misdi mengatakan, sejak kemarin ia mengeluhkan pusing dan langsung berobat ke posko kesehatan. Selain itu, ia juga mengeluhkan tensi darahnya yang cukup tinggi, akibat terlalu keras memikirkan nasibnya di masa depan dan rumah yang rusak. Ia cuma berharap agar pemerintah segera memberikan kejelasan terkait relokasi secepat-cepatnya.
 
Menurut kepala puskesmas mojo, Dr. Endang Farikha, ratusan pengungsi yang megalami sakit dan demam telah diberikan obat. Untuk mengantisipasi jumlah pengungsi sakit yang terus bertambah, pihaknya juga mendapat bantuan obat-obatan dan petugas medis dari puskesmas sekitar di Kabupaten Kediri. 
 
di lokasi pengungsian, terdapat 53 kepala keluarga atau sekitar 160 orang yang kini tengah mengungsi akibat kondisi rumah mereka rusak dan roboh. meski telah mendapat bantuan berupa selimut dan makanan, bukan berarti para pengungsi terhindar dari peyakit akibat cuaca ekstrim.(Anto)
 
03 March 2015
Menjadi Korban Penipuan Lelang Tanah, Seorang Warga Taman Kabupaten Sidoarjo Rugi Ratusan Juta Rupiah.
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Sunaryanto warga Kelurahan Kedungturi Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo melapor ke Polres Kediri Kota setelah menjadi korban penipuan dan penggelapan.

Peristiwa bermula bulan April 2014 lalu, korban ditawari Dian Dwi Cahyono (33) warga Desa Wonoasri Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri  untuk mengikuti lelang atas sebidang tanah yang diadakan oleh Bank Danamon Surakarta. Kemudian korban memberi kuasa kepada pelaku untuk mengikuti lelang tersebut dan meminta uang lelang sebesar 246 juta rupiah. Namun uang tersebut oleh pelaku tidak digunakan untuk lelang dan diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.

Karena merasa tertipu selanjutnya korban melaporkan pelaku ke Polres Kediri Kota. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, pihaknya masih memeriksa saksi dan korban guna proses penyidikan lebih lanjut.

Masih kata Anwar, pihaknya juga sudah mengamankan 2 lembar bukti transfer dan 2  lembar kwitansi pembayaran. Sementara itu, akibat menjadi korban penipuan Sunaryanto mendeita kerugian sebesar 246 juta rupiah. 
03 March 2015
Puncak Panen Padi, Diharapkan Minggu Ketiga Dibulan Maret Harga Beras Kembali Normal
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Memasuki bulan ketiga ditahun 2015, Wilayah Kabupaten Kediri merupakan puncak-puncaknya panen padi. Dengan banyaknya panen padi di 26 Kecamatan, diharapkan harga beras kembali normal dan stabil kembali.

Sesuai data dari Dinas Pertanian Kabupaten Kediri, bulan Maret ini akan ada lahan seluas 17.276 hektar lahan yang ditanami padi saatnya dipanen oleh petani. Kabag Humas Pemkab Kediri Haris Setiawan mengatakan, bulan Januari dan Februari, memang musim paceklik, hanya sedikit saja petani yang memanen hasil padi. namun pada bulan Maret akan banyak petani yang memanen padi mereka.

Masih kata Haris, dengan adanya intensitas panen padi yang cukup tinggi diwilayah Kabupaten Kediri, diharapkan dalam pertengahan bulan, harga beras sudah normal kembali. Untuk diketahui, dalam beberapa hari terakhir, harga beras tembus 10 ribu per kilogram.(Anto)
 
02 March 2015
Tinggal Pergi Ke Surabaya, Rumah Milik Warga Kelurahan Pojok Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Rugi Puluhan Juta Rupiah
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Aksi pencurian dengan sasaran rumah ditinggal pemiliknya kembali terjadi diwilayah hukum Polres Kediri Kota. Kali ini menimpa rumah milik Heri Waspodo warga Perum Wilis Indah Kelurahan Pojok Kota Kediri. Peristiwa bermula sejak kamis, korban meninggalkan rumahnya dalam kondisi dikunci untuk pergi ke Surabaya. Sepulang dari Surabaya, minggu pagi, korban mendapati jendela rumah telah terbuka. Saat dicek kamar dalam kondisi berantakan. Beberapa barang seperti laptop, beberapa perhiasan, 12 batu akik serta HP dan kamera telah hilang. Mengetahui hal itu, korban langsung melapor ke Polisi.
 
Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, pihaknya sudah memeriksa saksi dan korban serta meelakukan olah TKP guna mengetahui pelaku pencurian. Masih kata Anwar, dari hasil olah TKP, diduga pelaku masuk rumah korban dengan cara merusak jendela. Sementara itu, akibat menjadi korban pencurian, Heri menderita kerugian sekitar 30 juta rupiah. (Anto)
02 March 2015
Sebuah Rumah Dibobol Pencuri, Seorang Warga Kelurahan Bangsal Kota Kediri Rugi Ratusan Juta Rupiah
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Donny Effendy (40) warga Jl. Brigjen Pol Imam Bahri Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri melapor ke Mapolsek Pesantren setelah menjadi korban pencurian. Akibatnya sebuah brankas berisi 5 BPKB Mobil, 4 BPKB Motor, 5 sertifikat tanah dan uang 100 ribu raib digondol maling. Peristiwa bermula saat korban meninggalkan rumah sekitar pukul 11.00 dengan mengunci semua pintu rumah. 30 menit kemudian, saat istri korban kembali ke rumah, dikagetkan melihat gerbang rumah dalam keadaan terbuka. Penasaran, istri korban kemudian masuk ke dalam rumah dan mendapati seluruh perabot dalam keadaan acak-acakan. Mengetahui hal tersebut, istri korban langsung memeriksa ke seluruh ruangan dan ternyata sebuah brankas besi berukuran 60x70 cm yang semula berada di kamar telah raib.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi dan korban serta melakukan olah TKP. Masih kata Anwar, akibat menjadi korban pencurian, Donny ditaksir menderita kerugian sekitar 100 juta rupiah. (Anto)
Page 1 of 578      1 2 3 >  Last ›