Berita - Kediri Hari Ini

26 July 2014
Pencuri Pisang Dipukuli Massa Sampai Pingsan
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Karena terdesak kebutuhan ekonomi menjelang Lebaran, Siswadi (30) warga Desa Jugo, Kecamatan Mojo dan  Kolis (21) warga Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan nekat pencuri pisang di Dusun Kletak, Desa Kanyoran, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Namun apes ulahnya memotong pisang ambon di kebun milik Tomin (52) dipegoki pemiliknya. Akibatnya pemilik kebun dan puluhan warga lainnya kemudian menghakini kedua pelaku.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi saat dikonfirmasi Sabtu (26/7/2014) menjelaskan, setelah tertangkap warga kedua pelaku kemudian dibawa ke Balai Desa Kanyoran.

Sebelumnya  massa yang mengetahui kejadian itu telah  menghakimi pelaku hingga keduanya babak belur dan tak sadarkan diri.

Kedua pencuri itu tertangkap setelah memotong pisang ambon. Keduanya rencananya juga mengambil kelapa namun kemudian keburu dipergoki pemiliknya.

Kasus pencurian pisang dengan kerugian sekitar Rp 100.000 itu kini ditangani Polsek Semen. Petugas masih memeriksa saksi-saksi yakni Sipit (30) dan  Ali (30) keduanya warga Dusun Kletak Desa Kanyoran.

Sementara  petugas telah mengamankan barang bukti sebilah pisau dan satu tundun pisang ambon. "Saksi-saksi telah diperiksa untuk mengusut kasus ini," jelas AKP Siswandi.(surya.co.id)

26 July 2014
Penjambret Dihajar Massa Sampai Koma
H-2 menjelang Lebaran aksi penjahat semakin nekat. Seperti menimpa Wiwied Indah Pratiwi (27) warga Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur menjadi korban penjambretan di Jl Supriyadi Pare, Kabupaten Kediri.

Namun pelaku penjambretan Arky Handaka Putra (25)  yang berstatus mahasiswa warga Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri sedang nahas. Setelah menjambret tas korban dia terjatuh dari sepeda motornya Yamaha Vixion warna merah nopol AG 2696 HF.

Akibatnya pelaku selain babak belur akibat terjatuh dari sepeda motornya juga mendapat bonus dihakimi massa yang geram dengan ulahnya. Hingga Sabtu (26/7/2014) tersangka yang dirawat di RSUD Pare masih belum sadar.

Saat beraksi pelaku bertindak nekat dengan mengendarai sepeda motor menyalip korban. Pada saat bersamaan pelaku menarik tas korban yang di cangklong di pundak, kemudian melarikan diri. Namun beberapa meter dari TKP pelaku terjatuh.

Kontan saja massa yang mengetahui kejadian itu menghajar pelaku hingga tak sadarkan diri. Beruntung petugas segera tiba di TKP untuk mengamankan pelaku dari amukan massa.

Petugas mengamankan barang bukti berupa tas merk LV warna coklat yg berisi 1 HP Nokia type Azza, 1 HP Blackberry type Davis 9220 dan dompet berisi uang sebesar Rp 450.000. Sepeda motor Yamaha Vixion warna merah nopol AG 2696 HF milik pelaku juga diamankan.

Kasubag Humas Polres Kediri AKP Budi Nurtjahyo saat dikonfirmasi menjelaskan, pelaku saat ini masih dirawat di RSUD Pare karena lukanya cukup parah. Petugas telah meminta keterangan saksi- saksi yang mengetahui kejadian.

"Pelaku sampai sekarang masih dalam perawatan di RSU Pelem Pare. Kondisinya masih belum bisa diajak komunikasi," jelasnya.

26 July 2014
Curi Pisang, Dua Pria Kediri Digebuki Radio ANDIKA - Kediri - JATIM . Dua orang pria di Kediri, Jawa Timur babak belur setelah digebuki puluhan warga. Mereka menjadi bulan-bulanan massa, setelah kepergok mencuri pisang di kebun.

Dua pelaku bernama, Siswadi (30) warga Desa Jugo, Kecamatan Mojo dan Kolis (21) warga Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Mereka tertangkap basah mencuri pisang di kebun milik Tomin (52) warga Dusun Kletak, Desa Kanyoran, Kecamatan Semen

Akibatnya, kedua pelaku sempat tidak sadarkan diri. Mereka, kemudian diserahkan ke kantor polisi, guna proses penyidikan lebih lanjut. Dari tangan pelaku, 1 tandan pisang milik korban disita sebagai barang bukti.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, kejadian bermula saat keduanya masuk ke kebun pisang milik Tomin. Saat melihat kondisi kebun sepi, pelaku langsung memotong satu tandan buah pisang

" Saat akan membawa hasil curian, kedua pelaku dipergoki warga. Mereka tidak dapat menghindar, karena barang bukti ada ditangan," kata AKP Siswandi, Sabtu (26/7/2014)

Warga yang mengetahui langsung meneriaki pelaku maling. Seperti dikomando, warga lain bertangan.
Warga yang emosi, karena kebun pisan mereka kerap menjadi incaran pelaku pencurian kemudian menyerang pelaku. Warga menghajar pelaku hingga tidak sadarkan diri.

selanjutnya kedua pelaku diserahkan ke balai desa dan diteruskan ke kantor polisi. Mereka langsung diinterogasi petugas. Sementara barang bukti 1 tandan pisang disita petugas

Karena nilai barang yang curi dibawah Rp 200 ribu, imbuh Siswandi kedua pelaku tidak dapat diproses hokum dan diselesaikan secara kekeluargaan. Meski tidak diproses secera hukum, namun polisi tetap memberikan peringatan agar tidak mengulangi perbutannya.
26 July 2014
Ribuan Kaum Duafa Serbu Salam Tempel PT Gudang Garam Tbk Radio ANDIKA - Kediri - JATIM . Ribuan kaum duafa dari berbagai daerah di Jawa Timur, Sabtu (26/7/2014) pagi menyerbu pembagian zakat atau istilahnya salam tempel yang diadakan pabrik rokok raksasa PT. Gudang Garam (GGRM) Tbk Kediri.

Salam tempel ini merupakan tradisi tahunan GGRM, yang diberikan diakhir ramadan.

Para fakir miskin mulai datang ke Unit I GGRM, sejak pukul 04.00 WIB. Mereka masuk ke lokasi pembagian zakat melalui dua pintu yang berbeda. Pintu utara untuk kaum pria dewasa, sedangkan pintu selatan untuk perempuan adan anak-anak.

Pembagian salam tempel ini dijaga ketat oleh ratusan aparat gabungan dari polisi, TNI dan securiti GGRM. Satu persatu warga yang datang diperiksa oleh petugas, terutama yang membawa barang-barang berbahaya, seperti, korek api, dan senjata tajam dan petasan. "Semua yang masuk harus steril dari benda-benda berbahaya. Jangan sampai mereka masuk membawa benda berbahaya yang dapat melukai diri sendiri dan orang lain," ujar Darsono, salah satu securiti GGRM di gerbang masuk.

Seperti tahun lalu, GGRM akan membagikan zakat sebesar Rp 20 ribu untuk orang dewasa dan Rp 10 ribu untuk anak-anak. Pada tahun sebelumnya, jumlah kaum duafa yang datang sekitar 9 ribu orang.
25 July 2014
Besuk Pagi PT GG Bagikan Salam Tempel
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Acara tradisi tahunan  PT Gudang Garam (GG) Tbk memberikan santunan salam tempel kepada masyarakat bakal dilakukan, Sabtu (26/7/2014) pagi. Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, petugas telah melakukan gladi pengamanan, Jumat (25/7/2014).

Pengamanan kegiatan yang akan dihadiri ribuan warga masyarakat dari daerah Kediri dan sekitarnya ini melibatkan sekitar 800 personel gabungan, kepolisian, TNI dan Satpam PT GG.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi menyebutkan, dari kepolisian dan jajaran samping dilibatkan sekitar 420 personel. Sistem pengamanan akan dibuat skat per skat sehingga tidak terjadi penumpukan massa.

"Petugas yang terlibat dalam pengamanan kegiatan di PT GG akan mengikuti apel pada Sabtu (26/7/2014) pukul 3.00 WIB di Unit I Semampir," jelas AKP Siswandi.

Sementara panitia pembagian salam tempel telah menyiapkan tenda peneduh di sepanjang jalan yang ada di Unit 1 Semampir. Massa sendiri diprediksi mulai berdatangan pada Sabtu dini hari untuk mendapatkan tempat terdepan.

Pembagian salam tempel sendiri bakal  dimulai pagi selepas Subuh hingga selesai sekitar pukul 07.30 WIB.

Sementara Kepala Bidang Humas PT GG Tbk, Ihwan Tricahyono menyebutkan, panitia juga mempersiapkan tim kesehatan dari In Health dan RS Bhayangkara.

Pada tradisi tahunan salam tempel ini PT GG akan membagikan uang kepada siapapun yang datang untuk mengantre. Anak-anak dan dewasa semuanya akan mendapatkan salam tempel berupa uang pecahan Rp 10.000 dan Rp 20.000.

Tahun lalu ada belasan ribu warga masyarakat yang ikut mengantre mendapatkan santunan. Untuk menghindari desak-desakan, akan dibuat antrean sistem berlapis-lapis dengan penjagaan personel gabungan.

Ihwan menyebutkan, salam tempel merupakan wujud kepedulian PT GG Tbk kepada masyarakat, khususnya warga kurang mampu dari Kediri dan sekitar Kediri. Salam tempel merupakan tradisi rutin yang selalu dilakukan menjelang Hari Raya Idul Fitri serta dilakukan di akhir masuk kerja sebelum liburan Lebaran.(surya.co.id)

25 July 2014
Gelapkan uang perusahaan, karyawan asal kelurahan bangsal kota kediri dilaporkan kepolisi.
Radio Andika - Kediri - Jatim - Vira Hapsari (31) seorang karyawan asal kelurahan bangsal kota kediri dilaporkan kepolisi atas dugaan melakukan penggelapan uang ditempatnya bekerja . peristiwa bermula , saat pelaku yang menjabat sebagai bagian piutang disalah satu perusahaan di kelurahan balowerti kota kediri telah menerima setoran dari karyawan lain . namun tidak disetorkan lagi ke bagian keuangan melainkan dipergunakan untuk kepentingan pribadi . perisstiwa diketahui saat kepala cabang perusahaan melakukan audit dan ternyata uang lebih dari 238 juta yang dibawa pelaku .  megetahui hal itu , pelaku langsung dilaporkan kepolisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya .

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan pihaknya masih memeriksa saksi dan korban guna proses penyelidikan lebih lanjut. Masih kata siswandi , jika terbukti melakukan penggelapan , Vira bisa dijerat pasal 378 KUHP tentang penggelapan , dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara .
25 July 2014
Tempat kost dibobol maling, seorang mahasiswi warga kelurahan Bandar kidul kota kediri harus menanggung kerugian jutaan rupiah.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Zulaikah Triwandira (20) seorang mahasiswi yang kost di kelurahan bandar kidul kota kediri melapor kepolisi setelah tempat kost-nya disatroni pencuri . peristiwa bermula , kamis dinihari korban terbangun dari tidurnya dan mendengar suara berisik dikamar sebelah . setelah di cek korban melihat seorang laki-laki sedang mengambil uang di celengan . seketika itu korban langsung berteriak maling . pelaku pun berhasil melarikan diri dengan membawa barang-barang milik korban . warga yang sempat melihat pelaku  berusaha menangkap pelaku dengan memukulkan sebuah genteng , namun pelaku melakukan perlawanan dan berhasil melarikan diri .

kasubag humas polres kediri kota AKP siswandi mengatakan , masih melakukan serangkaian proses penyidikan dengan memeriksa saksi dan korban. Siswandi menambahkan , dalam waktu dekat , pihaknya akan menangkap pelaku , karena ciri-cirinya sudah dikantongi . sementara itu akibat menjadi korban pencurian , zulaikah menderita kerugian sekitar 5 juta rupiah .
25 July 2014
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Mendekati lebaran, permintaan tahu asli Kediri mengalami peningkatan hingga 50 persen. Terbukti, home industri tahu asli Kediri yang terletak di Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri ini kini menambah produksinya hingga dua kali lipat dari hari biasa.

Slamet riadi, selaku karyawan home industri tahu mengaku, jika hari-hari biasa hanya memproduksi tahu sekitar 2 sampai 2,5 kwintal perhari,  kini bisa mencapai 3 hingga 4 kwintal per hari.

“Kalau disini ini melayani konsumen rumahan, dari kalangan masyarakat bawah. Hari biasanya hanya 1 kotak berisi 250 biji tahu, kini bisa sampai 4 kotak lebih dalam seharinya,” ujar Slamet Riadi, Jumat (25/7/2014).

Meskipun permintaan tahu meningkat , tetapi produsen tidak menaikkan harga tahu yakni, tetap pada kisaran 500 rupiah per biji. Harga tahu sendiri selalu mengikuti harga kedelai dipasaran, sebagai bahan baku utamanya.

Tahu Kediri memiliki chiri khas tersendiri , baik dari bentuk maupun rasanya.  Itu sebabnya, tahu menjadi salah satu icon di Kediri. Di beberapa tempat kini menjadi pusat oleh-oleh jajanan Kediri yang didominasi oleh tahu. Tahu dikemas dalam berbagai bentuk, seperti tahu kuning, tahu putih, stake tahu dan kripik tahu.
25 July 2014
DPRD Kediri Dukung Penggusuran 62 PKL Bantaran Brantas Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Kebijakan rencana menggusur sebanyak 62 Pedagang Kaki Lima (PKL) Bantaran Sungai Brantas, Kota Kediri, Jawa Timur mendapatkan respon positif dari DPRD setempat. Dewan mendukung niat Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri menertiban PKL, diantaranya di tepi Sungai Brantas.

"Kalau memang menyalahi peraturan daerah, sudah seharusnya ditertibkan. Pemerintah Kota harus tegas, yang satu ditertibkan, yang lainnya harus ditertibkan, saya sangat mendukung hal itu," kata Anggota DPRD Kota Kediri Hadi Sucipto, Jumat (25/7/2014)

Khusus PKL Bantaran Sungai Brantas, sebagaimana pernyataan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar sebelumnya, menjadi tempat nongkrong para pelajar, sehingga harus ditertibkan, menurut politisi dari PDI Perjuangan itu sangat tepat. Sebagai Ketua Komisi C DPRD, yang membidangi Pendidikan dan Pembangunan, Hadi optimis jika penertiban PKL Bantaran Brantas dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Kota Kediri.

Ketika ditanya, dampak sosial dari penertiban seluruh PKL dari tiga lokasi berbeda yaitu, Bantaran Sungai Brantas, perbukitan Lebak Tumpang dan kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Jayabaya Kediri, Hadi menjawab, setiap kebijakan memiliki dampak. Menurut Hadi, yang terpenting adalah pendekatan secara emosial dan solusi yang ditawarkan oleh Pemkot Kediri dari penertiban PKL.

"Saya rasa semua kebijakan berdampak. Tetapi Pemkot Kediri pastinya sudah memiliki solusi yang terbaik. Apakah akan direlokasi ke tempat baru, atau pendirian PKL dengan sistem tertentu. Yang terpenting, kedua belah pihak dapat menerima dan sepakat," imbuh Hadi.

Dari 62 PKL Bantaran Sungai Brantas, kini 4 PKL telah tutup, karena sepi pembeli. Para PKL menempati lahan milik Dinas Pekerjaan Umum Jasa Tirta Provinsi Jawa Timur. Menurut Koordinator PKL Brantas Yugo Nugroho, para PKL memang tidak memiliki izin, tetapi sudah mengajukan izin pendirian itu kepada Jasa Tirta Jawa Timur.

"Penertiban seperti apa yang dimaksud Pemkot Kediri ini kami belum tahu. Pemkot tidak bisa serta merta menggusur kami dari sini, karena ini bukan aset milik Pemkot. Ini adalah lahan milik Jasa Tirta Jawa Timur. Saya sudah konfirmasi langsung kesana, dan tidak ada rencana penertiban. Jangan salah, karena selama ini setiap ada penertiban, misalnya terhadap bangunan permanen, selalu ada pemberitahuan dari Jasa Tirta. Paling tidak harus ada sosialisasi terlebih dahulu," tegas Yugo.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkot Kediri akan menertiban ratusan PKL dari tiga tempat yang berbeda. Penertiban para PKL itu karena keberadaanya dinilai melanggar peraturan daerah. Selain itu, banyak PKL yang alih fungsi dan menjadi tempat maksiat.
24 July 2014
Ditinggal minum es degan, sepeda motor milik warga kelurahan blabak kota kediri diembat maling.
Kabit Riyanto (46) warga kelurahan blabak kecamatan pesantren melapor kepolisi setelah menjadi korban pencurian sepeda motor . peristiwa bermula rabu sore saat korban mengendarai honda vario AG 6027 HX pergi ke Warung Es Degan di Jalan Kapten Tendean Kelurahan Blabak Kota Kediri . sesamapainya diwarung , korban memarkir sepeda motornya didepan warung dalam keadaan kunci masih menempel di sepeda motor lalu ditinggal masuk warung dan berbincang bincang dengan pemilik warung . beberapa menit kemudian korban melihat sepeda motornya  sudah tidak berada ditempat semula . salah seorang warga disekitar mengaku sempat melihat sepeda motor korban dibawa kabur seseorang dengan kecepatan tinggi menuju arah utara .

kasubag humas polres kediri kota AKP Siswandi mengatakan, aksi pencurian ini murni kecerobohan pemilik kendaraan dengan tidak mencabut kunci yang menancap di sepeda motor . saat ini , pihaknya masih melakukan penyidikan guna mengejar pelaku. Siswandi menambahkan , akibat menjadi korban pencurian , kabit riyanto menderita kerugian sekitar 15 juta rupiah .
Page 1 of 508      1 2 3 >  Last ›

Radio Online

Live Streaming :
Radio 1
Radio 2
Radio 3

Acara Hari Ini

 

05:30 Dzikir Pagi
05:30 Indonesia Gemilang
08:00 Citra Andika 
11:00 Indonesia Gemilang

13:00 Simpang Siur
15:00 
Indonesia Gemilang

18:00 Ekspresi Musik Indonsia

21:00  Wayang Kulit Semalan Suntuk

 

 


SMS XL (real size)