Berita- Info ANDIKA

28 November 2014
Pembak Kediri, akan Relokasi Terminal Mangkrak di Kabupaten Kediri
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Karena banyaknya masyarakat yang sudah tidak lagi menggunakan sarana angkutan umum, maka sejumlah terminal di wilayah Kabupaten Kediri, seperti terminal Purwoasri, terminal Sambi, dan terminal di kawasan SLG, menjadi setengah berfungsi. Tidak berfungsinya terminal itu, dikarenakan, banyak angkutan umum yang tidak lagi masuk ke dalam terminal, karena tidak ada penumpang di dalam terminal. Menyikapi hal itu, Pemkab Kediri berencana akan mengalihfungsikan terminal itu. Kabag Humas Pemkab Kediri Muhammad Haris Setiawan mengatakan, Untuk terminal Purwoasri, akan dialihfungsikan menjadi Lembaga sekolah. Sedangkan untuk terminal sambi dan terminal SLG tetap akan difungsikan sebagai terminal, karena ada beberapa perusahaan oto bus yang akan melalui kedua terminal itu. (Anto)
28 November 2014
Ratusan hektar lahan rusak akibat erupsi kelud dan kekeringan, Perhutani Kediri siap lakukan penghijauan
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Banyaknya pohon dikawasan perhutani Kediri yang rusak atau mati akibat penjarahan, kekeringan maupun erupsi kelud, memasuki musim penghujan ini, pihak perhutani Kediri bersiap melakukan penghijaun menyeluruh diseluruh kawasan selama 2014 yang jumlahnya mencapai 700 hektar. Menurut Administratur Perum Perhutani Kediri Marwan Rosmantika, selain melakukan penghijauan diwilayah Kediri sebanyak 700 hektar, pihaknya tahun 2014 ini juga mentargetkan akan melakukan penghijauan hutan untuk wilayah Trenggalek, Tulungagung dan Nganjuk yang jumlah total lahannya mencapai 2500 hektar. (Anto)
28 November 2014
Hindari Gersang di Gunung Kelud Pasca Erupsi, Pemkab Kediri siapkan 1 Ton Biji
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jumat pagi melakukan penanaman 1 Milyar pohon di wilayah wisata Gunung Kelud.  Acara itu dihadiri Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, dan wakil Bupati Maskyuri Iksan beserta seluruh pejabat Pemkab Kediri dan perwakilan sekolah SMP dan SMA se Kabupaten Kediri. Penanaman dan penghijauan itu, diharapkan dapat kembali memperindah wisata Gunung Kelud. Penghijauan itu dengan cara melempar biji pohon Kaliandra merah dengan ketapel. Karena tidak mungkin, melakukan penanaman dengan langsung turun ke bawah.

Pasca erupsi Gunung Kelud, banyak pohon disekitar Gunung Kelud yang mati kering, dan tidak bisa tumbuh kembali. Sehingga, perlu dilakukan penanaman pohon kembali, agar tidak terjadi longsor. Bupati Kediri Haryanti Sutrisno mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kediri, telah menyiapkan 1 ton biji Kaliandra merah untuk Gunung Kelud, dan akan disebar menggunakan Helikopter.
(Anto)
27 November 2014
Puluhan Guru BK Digembleng Konseling Ramah Anak
Radio ANDIKA- Kediri- Jatim - Perwujudan sekolah tanpa kekerasan yang merupakan salah satu indikator kota ramah anak menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Lembaga Perlindungan Anak Kota Kediri. Kamis (27/11/2014) pagi seluruh guru Bimbingan Konseling (BK) baik tingkat SMP dan SMA di Kota Kediri digembleng pelatihan tentang problem solving anak bermasalah dan konseling ramah anak.
 
Tidak tanggung tanggung, Kapolres Kediri Kota AKBP Budhi Herdi menjadi pematerinya. Kapolres menjelaskan seputar MoU Polri dan PGRI terkait perlindungan hukum bagi kalangan pendidik. Sebab selama ini guru sering mengalami dilema ketika menangani anak bermasalah. Jika diberi sanksi tegas termasuk tindakan fisik takut dipidanakan.
 
“Dalam MoU ini, sudah dijelaskan tentang kriteria dan batasan batasan yang bisa dilakukan guru untuk mendisiplinkan anak didiknya. Maka jika anda anda memahami  pasti tidak akan muncul permasalahan baru,”terang Kapolres dalam paparannya pada para guru.
 
Sementara itu Ebiyantoro, Ketua Lembaga Perindungan Anak Kota Kediri menuturkan, dengan pelatihan ini diharapkan sekolah ramah anak di Kota Kediri bisa terwujud.
 
“salah satu kriteria kota ramah anak adalah sekolah tanpa kekerasan. Dan kami berharap ini bisa segera terwujud dengan peningkatan kapasitas serta keahlian para guru,”ujar bapak satu anak ini.  
Bukan hanya Kapolres Kediri Kota, Imron Muzaki M.Psi seorang psikolog kenamaan juga dihadirkan dalam pelatihan ini untuk menyampaikan perihal konseling ramah anak. Pola dan pendekatan psikologis melalui berbagai ilustrasi dan analogi dijelaskan kepada para guru.
 
Sementara di akhir pertemuan, seluruh guru BK sepakat guna membangun sinergi bersama untuk penanganan anak bermasalah terutama upaya perwujudan sekolah ramah anak.(Hdi)
27 November 2014
Kota Kediri Akan Dibanjiri Tambahan Ribuan PJU
Radio ANDIKA- Kediri- Jatim - Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri akan melegalkan Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dipasang sembarangan oleh warga terutama di daerah perkampungan. Sebab Kota Kediri diakui masih minim penerangan di banyak titik.
 
Untuk itu, tahun 2015 dianggarkan dana sekitar 8 milyar untuk penambahan kebutuhan PJU. Ini untuk biaya pengadaaan infrastruktur seperti tiang dan meteran PJU.
 
Roni Yusianto, Kabid Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri menuturkan, PJU mandiri yang selama ini sudah dipasang oleh masyarakat ada sekitar 2 ribu titik yang tersebar di tiga kecamatan di Kota Kediri. PJU mandiri tersebut nantinya akan ditata dan diperbaiki karena banyak yang menggunakan kabel maupun meteran tidak standar.
“kami justru menyambut positif ada warga yang memasang PJU mandiri. Tetapi harus dikoordinasikan dengan Dinas Kebersihan dan pertamanan terlebih dahulu,”katanya.
 
Roni Yusianto menambahkan, biaya pembayaran rekening PJU di Kota Kediri setiap tahun cukup besar mencapai 6 milyar rupiah. Itu belum ditambah beban biaya dari PJU mandiri yang dipasang warga. Namun 2015 Pemkot Kediri berkomitmen melalui program Kediri Bercahaya dengan pemasangan ribuan PJU tambahan.(Hdi)
27 November 2014
Diajak Pulang Suami Tak Mau, Hajar Istri Hingga Robek Di Pelipis
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di wilayah hukum Polres Kediri Kota Kembali terjadi. Kali ini, Kasus KDRT menimpa Eva Febrianti, seorang Ibu Rumah Tangga, warga  Kelurahan  Tinalan Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Kejadian itu bermula, saat Solehudin suami Eva, mengajak Eva untuk pulang kerumahnya yang bersebelahan dengan rumah Samiati ibu Eva.

Karena Eva tidak mau diajak pulang kerumah, Solehudin kemudian marah-marah dan langsung memukul Eva dengan tangan kosong di bagian pelipis sebelah kiri, hingga robek 2 centimeter. Diduga, luka yang diderita Eva, dikarenakan terkena Cincin akik Solehudin. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Budi Naryanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan, dan akan memanggil pelaku untuk dimintai keterangan.(Anto)
27 November 2014
Polindes Dan PAUD Diobok-obok Maling
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - aksi pencurian dengan pemberatan terjadi di balai desa dan polindes serta paud melati di desa sumberejo,  kecamatan ngasem, kabupaten kediri. pelaku yang diperkirakan lebih dari satu orang masuk dengan cara menjebol tralis besi kemudian membawa kabur barang-barang elektronik dan uang puluhan juta rupiah. akibat kejadian ini, pelayanan desa terganggu dan siswa-siswi paud terpaksa dipulangkan.

balai desa dan pondok bersaliin desa (polindes) serta sekolah pendidikan anak usia dini, (paud), dan koperasi paud  di desa sumberejo  kecamatan ngasem kabupaten kediri, kamis dini hari disatroni kawanan pencuri. pelaku diperkirakan lebih dari satu orang. pelaku masuk ruangan setelah menjebol tralis dari besi dan membawa kabur barang-barang elektronik, serta uang puluhan juta rupiah. menurut perangkat desa sumberejo hadi kasbianto, aksi pencurian dengan pemberatan tersebut baru diketahui oleh kepala paud melati mutrofin pagi harinya, saat bersih-bersih halaman dan sekolah. mutrofin melihat ruangan sudah dalam keadaan berantakan.  mutrofin kemudian melakukan pengecekan di dalam ruangan sekolah. ternyata uang infak milik siswa sebesar 400 ribu rupiah telah raib. selain itu alat elektroni berupa kabel dan colokan juga hilang. kejadian tersebut juga menimpa polindes dan balai desa sumberejo. di polindes, pelaku mengambil uang sebesar 1 juta 700 ribu rupiah, sementara di balai desa sumberejo, pelaku mengambil dua buah laptop, satu c-p-u komputer, mesin printer, d-v-d, dan kamera digital. selain itu, uang tunai sebesar 10 juta ikut dibawa ambil. uang tersebut merupakan uang setoran pasar dan uang biaya operasional desa.

di koperasi p-a-u-d, pelaku sempat minum satu botol susu anak-anak dan kue kering. di lokasi ini, pelaku juga mengambil barang dagangan berupa dua potong baju bekas berupa kaos dan kemeja. menurut nurul pengurus koperasi, pelaku diperkirakan masuk melalui jendela samping koperasi.
27 November 2014
Polres Kediri Kota, Lakukan Sidang Ditempat, Dalam Operasi Zebra 2014
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Berbeda dengan operasi atau razia lainnya, dalam pelaksanaan operasi zebra semeru 2014 ini, Polres Kediri Kota memberlakukan sidang ditempat bagi para pelanggar lalu lintas. Pihak polres kediri kota dalam melakukan operasi, mengajak beberapa instansi, seperti kejaksaan maupun pengadilan untuk proses sidang ditempat.

Kapolres Kediri kota AKBP Budhi Herdi Susianto mengatakan, dalam operasi ini pihaknya akan bertindak tegas, meskipun mengedepankan langkah preventif atau pembinaan. Pihaknya, tidak segan menindak tegas para pelanggar lalu lintas.
27 November 2014
Gelapkan Uang Perusahaan, Karyawan Pabrik Granit Dilaporkan Ke Polisi
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Pujianto, warga Desa Kaibon Kecamatan Geger Kabupaten Madiun, dilaporkan ke polisi karena terbukti menggelapkan uang perusahaan. Kasus penggelapan itu bermula, saat Andik Eko Prasetyo Karyawan PT. Wijaya Sentosa Kediri Jalan Brigjen Pol Imam Bahri Kelurahan Bangsal Kecamatan Pesantren Kota Kediri, menginformasikan, jika Pujianto telah menggunakan uang perusahaan hasil penjualan granit ke toko di area Madiun, sebesar Rp. 59 juta 580 ribu.

Kemudian, pihak perusahaan melakukan pengecekan dan ternyata benar. Kasus itu, kemudian dilaporkan ke Polisi. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Budi Naryanto mengatakan, pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan atas kasus itu.
27 November 2014
Dukun Abal-abal, Kuras Harta Warga Kaliombo
 Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Penipuan dengan kedok bisa melipat gandakan harta benda, baik barang maupun uang, kembali terjadi. Korbannya bernama Pek Siok Tien seorang perempuan warga Jalan Urip Sumoharjo Kelurahan Kaliombo Kecamatan Kota Kediri. Kejadian bermula, saat korban pergi ke Pasar Setonobetek untuk membeli ayam lalu bertemu dengan pelaku yang saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,  dan mengobrol. Kemudian Korban disuruh untuk membeli bibit tanaman sambung nyawa. Selanjutnya korban diajak naik mobil untuk menuju rumah kakek pelaku, dan berhenti di depan Gg. Assraf di Jalan Joyoboyo Kelurahan Jamsaren Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Kemudian,

Korban disuruh menunggu didalam mobil, sedangkan pelaku masuk ke Gg.
Assraf tersebut. Saat pelaku kembali, Pelaku berkata bahwa kakeknya tidak bisa bertemu. Kemudian, Korban diminta untuk menyerahkan harta bendanya yang berupa uang tunai sebesar Rp.15.000.000, $3.000 (tiga ribu Dollar Amerika), $4.000 (empat ribu Dollar Singapura), $20.000 (dua puluh ribu Dollar Hongkong) dan perhiasan dengan alasan untuk disembahyangi oleh kakek pelaku. Lalu, korban di suruh pelaku untuk membuka bungkusan tersebut tiga hari lagi. Karena merasa curiga, sesampainya di rumah barang atau bungkusan tersebut dibuka ternyata barang milik korban telah ditukar dengan bungkusan yang berisi 2 botol air mineral, 3 bungkus mie instan Supermie, 2 bungkus garam dan 1 bungkus gula pasir. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Budi Naryanto menghimbau masyarakat, agar tidak mudah percaya pada orang yang baru dikenal.(Anto)
Page 1 of 550      1 2 3 >  Last ›