Berita- Info ANDIKA

01 December 2016
Jalan Terputus Longsor, 150 Kepala Keluarga Terisolir
Hampir dua pekan,  150 KK (kepala keluarga) di Dusun Buyut, Ngadirojo, Sooko terisolir. Setidaknya, kondisi tersebut dialami setiap kali turun hujan. Itu akibat longsor susulan yang terjadi di jalan penghubung antara Buyut menuju Dusun Ploso, Sooko, Sabtu (19/11/2016) lalu.

Longsor memutus total satu-satunya akses dari Buyut menuju wilayah Sooko. Sebelumnya memang terjadi longsor, namun hanya separuh badan jalan yang terdampak.

Untuk menuju Sooko, warga harus memutar melalui Trenggalek terlebih dahulu. "Jalannya cuma ini. Mau tidak mau kalau ke Sooko lewat Trenggalek dulu," ungkap perangkat Desa Ngadirojo, Sarno, Kamis (1/12/2016) pagi.

Sarno mengatakan, Buyut merupakan salah satu dusun terluar Ponorogo yang langsung berbatasan dengan wilayah Trenggalek. Total, ada 150 KK dari empat RT di Dusun Buyut. Warga setempat yang hendak menuju Sooko atau sejumlah wilayah di Ponorogo, memutar melalui Trenggalek lalu menuju Sawoo.

Selisih waktu yang ditempuh jika harus memutar, menurut Sarno, mencapai lebih dari satu jam. "Kalau mutar lebih dari satu jam," tambahnya.

Namun, lanjut dia, sebagian warga merupakan buruh tani perkebunan di Pulung. Jadi mereka mau tidak mau ya harus memutar.

Beruntung, anak-anak yang masih sekolah tidak terlalu terdampak. Sebab, sebagian besar anak-anak Buyut bersekolah di SDN 4 Ngadirojo yang berlokasi di dusun tersebut.

Untuk anak usia SMP kebanyakan memilih bersekolah di Desa Masaran, Munjungan, Trenggalek. "Kalau yang SMP memutar ke Trenggalek sudah kebiasaan sehari-hari," ujarnya.

Sarno menjelaskan sampai sekarang pihak Pemkab Ponorogo belum mau tahu. "Belum ada tindakan. Pengennya cepat terselesaikan," pungkasnya.( Pramita Kusumaningrum-beritajatim.com/Jko )
25 November 2016
DKP Kota Kediri, Lakukan Penanaman Pohon Hias

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri, hari ini melakukan penanaman pohon hias pada bak tanam di jalan Mayor Bismo Kota Kediri.

Puluhan pohon hias ditanam di bak tanam, untuk mengganti tanaman hias yang mati dan rusak. Sehingga, Kota Kediri tetap tampak asri dan hijau.

Didik Catur, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kedirimengatakan, penanaman bunga hias dilakukan untuk kembali menghijaukan Kota Kediri. Selain itu, bunga hias tersebut juga berfungsi untuk penghijauan.(atc)


22 November 2016
BPBD Kota Kediri Ajari Siswa SD Tanggulangi Bencana

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Dalam rangka menanamkan pengetahuan dan ketrampilan sejak dini kepada anak-anak usia sekolah dasar, BPBD Kota Kediri mengadakan sosialisasi penyebarluasan informasi potensi kebencanaan di beberapa sekolah diwilayah Kota Kediri.

Hari ini, BPBD melakukan sosialisasi di SDN Betet 1 yang merupakan sekolah inklusi yang sedang berkembang maju di Kota Kediri, dengan peserta murid-murid SDN Betet 1 serta para guru.

Materi yang diajarkan berupa pengenalan potensi-potensi bencana di Kota Kediri baik bencana alam, non alam maupun sosial, dan praktek pemadaman api ringan yang dilakukan oleh perwakikan murid dan guru SD Betet 1 dengan menggunakan tabung APPAR, dan karung goni yang dibasahi air.

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Samsul Bahri, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan ketrampilan pada siswa usia dini yakni usia sekolah dasar agar mengenal jenis-jenis bencana dan trampil dalam menangani kebakaran ringan yang terjadi di sekitar rumah dengan menggunakan alat yang ada disekitarnya.

Sementara itu menurut kepala sekolah SD Betet 1 Sutyadi, kegiatan tersebut sangat positif bagi anak-anak guna mendapat pemahaman sejak dini tentang bencana, dan berharap agar kegiatan tersebut dapat diberikan secara kontinyu di sekokah-sekolah yang lain.(atc)


18 November 2016
Jabatan Kepala Bappeda Kota Kediri Kosong

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Jabatan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri, ahirnya kosong, paska ditangkapnya Suprapto,oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri, hingga dilakukan penahanan di Lembaga Permasyarakatan (LP) klas 2 A Kediri.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kota Kediri itu, merupakan terpidana korupsi dana kas daerah (kasda) Kota Kediri tahun 2007 sebesar Rp 30 miliar. Kepala Kejari Kota Kediri, Benny Santoso saat menggelar konferensi pers di Kejaksaan Negeri Kota Kediri hari ini mengatakan, penahanan terpidana resmi dilakukan, Rabu lalu, berdasarkan putusan Mahkamah Agung yang memvonisnya dengan hukuman penjara selama 1 tahun 8 hari.

Adapun kasus korupsi yang membelit Suprapto terjadi pada era Walikota Kediri H. Achmad Maschut. Adapun modus operandinya, Suprapto bersama Kepala Kas Daerah Kota Kediri Edy Herwanto bersama-sama menginvestasikan dana kasda ke PT. Sentra Arta Utama (SAU).

Pada tahap awal, terpidana menginvestasikan dana sebesar Rp 30 miliar. Dana yang berada di bank pemerintah (Bank Jatim) itu dipindahkan ke Bank BNI Kediri. Dari perbuatan melawan hukum tersebut terpidana mendapatkan bunga bank dan dana taktis sekitar Rp 300 juta.

Selanjutnya, dalam persidangan di tingkat pertama di Pengadilan Tipikor Surabaya, kedua terpidana dijatuhi vonis hukuman selama 1 tahun penjara. Terpidana Edy menerima putusan tersebut, sedangkan Suprapto menempuh upaya hukum banding. Tetapi, Mahkamah Agung (MA) justru mengeluarkan putusan yang menguatkan vonis Pengadilan Tipikor Surabaya.

Kedua terpidana dinyatakan bersalah telah melanggar pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo 55 ayat 1 jo pasal 64 ayat 1 KUHP. Sementara itu, Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, mengatakan, mengisi kekosongan jabatan, pihaknya dalam waktu dekat akan mencari figur untuk mengisi kekosongan jabatan.(atc)


18 November 2016
Jembatan Kedak Rusak, Perekonomian Warga Desa Joho Menurun

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Dampak dari kerusakan jembatan Kedak Desa Semen Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, membuat warga di Desa Joho Kecamatan Semen mengeluh karena akses jalan yang tertutup.

Akibat kerusakan jembatan Kedak tersebut, membuat wisata Sumber Podang mengalami penurunan hingga 50 persen. Selain itu, untuk pengiriman hasil bumi berupa padi dan jagung sangat kesulitan.

Kesulitan yang dialami masyarakat, karena jalan harus memutar sejauh 12 KM. Warga memutar kearah Jalan Desa Kanyoran. Warga meminta pada Pemerintah Kabupaten Kediri, jembatan Kedak tersebut harus segera dibenahi.

Deddy Sahputra, Kepala Desa Joho Kecamatan Semen Kabupaten Kediri mengatakan, dampak dari amblesnya jembatan Kedak tersebut, membuat penurunan ekonomi warga. Sementara itu Tomo salah warga yang membuka lahan parkir mengaku jika di sekitar wisata Sumber Podang, saat ini sepi pengunjung, tidak seperti sebelum jembatan Kedak ambles. Khususnya pengunjung yang menggunakan mobil.

Banyak warga yang menggunakan mobil, harus kembali pulang setelah sampai di Desa Kedak, karena harus memutar dan mereka belum mengerti jalan alternatifnya.(atc)


17 November 2016
Jenazah Ibrahim Datuk Tan Malaka, Akan Dipindah Ke Tanah Kelahirannya.

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Jenazah Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka atau Tan Malaka yang dimakamkan di Desa Selopanggung Kabupaten Kediri, rencananya dipindah ke tempat kelahirannya di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ferizal Ridwan mengemukakan pihaknya sedang melakukan penjajakan serta ziarah ke makam Tan Malaka.

Ferizal ke Kediri dalam rangka penjajakan, dan sebelumnya dari keluarga Tan Malaka punya keinginan untuk pemindahan makam ke Lima Puluh Kota.

Ia juga sudah meninjau langsung lokasi makam Tan Malaka di Desa Selopanggung Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri. Rencananya, Pemkab Lima Puluh Kota juga akan komunikasi secara resmi dengan Pemkab Kediri, Pemprov Jatim, sampai pusat terkait dengan rencana pemindahan makam itu.

Pihaknya bahkan sudah membuat rencana untuk pemindahan jenazah, termasuk pengurusan administrasi. Sebelum pemindahan itu, rencananya akan ada prosesi penjemputan mirip dengan kirab yang dimulai 15 Januari 2017 dan direncanakan sampai 21 Februari 2017.

Selama prosesi penjemputan yang dilakukan lewat darat itu, rombongan juga melakukan napak tilas perjuangan Tan Malaka di beberapa titik, dan diharapkan pada April 2017 pemindahan jenazah bisa dilakukan.

Ferizal menambahkan, Tan Malaka adalah sosok pemangku adat, sehingga sesuai dengan adat, tempat pemakaman dianjurkan di tempat ia dilahirkan, di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Keluarga juga menolak pemindahan makam ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Jakarta.

Walaupun keluarga berniat memindahkan jenazah Tan Malaka, Ferizal menegaskan pemindahan ini bukan berarti melepaskan hubungan dan silaturahim di antara dua daerah. Hubungan di antara dua daerah ini tetap tidak bisa dipisahkan dan akan terus terkait.

Disinggung dengan biaya pemindahan jenazah, Ferizal mengatakan akan ditanggung oleh pemerintah daerah. Namun, pihaknya sangat terbuka jika ada dukungan dari luar.

Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ferizal Ridwan datang ke Kediri dan meninjau langsung makam Tan Malaka. Ia hanya didampingi dengan sejumlah pejabat dan singgah di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri. Rencananya, dalam waktu dekat akan kembali ke Kediri, untuk keperluan administrasi.(atc)


17 November 2016
BPBD Kota Kediri, Ajari Anak TK Antisipasi Bencana Alam

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Sebanyak 200 anak TK gugus Kecamatan Kota Kediri, hari ini berkumpul di Bantaran sungai Brantas bersama BPBD Kota Kediri. Anak-anak TK tersebut, oleh BPBD diperkenalkan pada beberapa mobil Pemadam kebakaran, diajak naik speedbood, dan diajari cara memadamkan api.

Dengan didampingi Wali murid, anak-anak TK tersebut diajari cara menaggulangi bencana alam khususnya kebakaran, dan diajak pengenalan sungai brantas dengan naik speedbod BPBD Kota Kediri.

Samsul Bahri Kepala BPBD Kota Kediri mengatakan, tujuan acara tersebut, adalah bagian dari kegiatan BPBD Kota Kediri pada siswa sekolah mulai tingkat TK hingga perguruan tinggi.

Anak-anak TK agar mengerti, arti dari bencana. Cara menyelamatkan diri, dan mencari perlindungan diri. Sehingga, anak-anak tersebut bisa menyelamatkan dirinya sendiri dan orang lain.(atc)


11 November 2016
Satpol PP Kota Kediri, Razia Anak Jalanan.

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Satpol PP Kota Kediri, hari ini kembali melakukan razia terhadap keberadaan anak jalanan (anjal), yang disinyalir meresahkan warga pengguna jalan. Menindaklanjuti laporan dan pengaduan dari masyarakat, Satpol PP Kota Kediri, melakukan penyisiran ke beberapa wilayah simpang tiga dan simpang empat di Kota Kediri.

Hasilnya, saat melakukan razia Satpol PP melihat ada 8 anak jalanan yang sedang menumpang truk, yang melintas diwilayah Jalan Mayor Bismo Kelurahan Semampir Kota Kediri.

Petugas, langsung menghentikan truk tersebut, dan meminta anak jalanan tersebut untuk turun dari truk. Anak jalanan yang terjaring razia tersebut, langsung dibawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan.

Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid mengatakan, setelah dilakukan pendataan di kantor Satpol PP, mereka kemudian dibawa ke kantor Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan. Nur Khamid menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan razia terhadap anak jalanan di Kota Kediri.(atc)


10 November 2016
Anak-anak Diperkenalkan Kendaraan perang TNI, Guna Tumbuhkan Rasa Patriotisme

Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Kendaraan TNI jenis Panser Recovery dan Anoa, serta persenjataan canggih dipamerkan di sepanjang Jalan Basuki Rahmad Kota Kediri. Ratusan Siswa TK dan SD berkumpul dan mencoba menaiki kendaraan perang TNI tersebut.

Beberapa anggota TNI, membantu anak-anak yang ingin naik ke dalam mobil perang itu. Siswa TK dan SD, diperkenalkan sistem dan fungsi kendaraan perang dan persenjataan itu. Warga dan siswa TK dan SD, berkumpul menjadi satu di Balai Kota Kediri, untuk menyaksikan langsung persenjataan dan kendaraan yang dimiliki TNI.

Nur Almuntahanah, salah satu wali murid mengatakan, dengan adanya pameran pengenalan kendaraan TNI merasa senang dan mengetahui fungsi dari kendaraan tersebut.

Sehingga, anak-anak sejak dini bisa mengetahui bahwa TNI mempunyai kendaraan dan senapan yang canggih untuk mempertahankan NKRI. Sementara itu, Walikota Kediri Abdullah Abubakar mengatakan, dengan adanya pengenalan terhadap kendaraan perang dan senjata canggih yang dimiliki TNI pada anak-anak, mampu menumbuhkan rasa patriotisme terhadap bela negara.(atc)

04 November 2016
Ratusan Massa Tuntut Ahok Diproses Hukum.

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Unjuk rasa di Jakarta tentunya memiliki dampak juga ke wilayah-wilayah di tanah air, termasuk Kota Kediri. Ratusan Massa yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Umat Islam Kediri juga menggelar unjuk rasa yang dilaksanakan usai Sholat Jumat di Masjid Agung Kota Kediri.

Massa menuntut, agar proses hukum terhadap Ahok karena menistakan agama Islam, segera dilakukan proses hukum. Sehingga, keadilan dapat ditegakkan. Forum Silaturahim Ummat Islam Kediri menyatakan sikap. Pernyataan sikap yang pertama mendukung sepenuhnya Fatwa MUI tentang pendapat dan sikap keagamaan. Kedua, turut mendorong kepolisian agar bertindak cepat dan profesional dalam menangani penistaan agama. Ketiga, mengajak seluruh umat Islam Se karesidenan Kediri agar bersatu menyikapi terkait penistaan agama.

Muhammad Ibrahim, salah satu orator menegaskan, pihaknya akan terus mengawal proses hukum Ahok dalam penistaan agama. Sementara itu, pengamanan dari kepolisian sebanyak 213 pasukan yang diterjunkan, meliputi pasukan Polwan berjilbab dan pasukan Asmaul Husna yang akan mengumandangkan asma-asma Allah selama pelaksanaan aksi.(atc)


Page 1 of 704      1 2 3 >  Last ›