Berita- Info ANDIKA

07 April 2020
Walikota Kediri Bebaskan Pajak Daerah Bagi Pengusaha Yang Tidak PHK Karyawan
Radio ANDIKA - Melalui fitur Instagram Story akun pribadi @abdullah_abe , Walikota Kediri ABDULLAH ABU BAKAR mengumumkan pembebasan pajak daerah untuk hiburan, restoran, hotel dan parkir dengan catatan pengusaha dibidang tersebut tidak mem-PHK karyawannya. Walikota akan melakukan  pengecekan satu per satu, bagi yang tidak ada PHK karyawan, akan digratiskan pajak bulan Maret dan April.

Kebijakan ini adalah bagian dari upaya Pemerintah Kota Kediri untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Kediri sekaligus Plt.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian, NUR MUHYAR, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan insentif untuk meringankan pengusaha akibat pandemi covid-19. Dengan pembebasan pajak Maret dan April, semoga beban pengusaha berkurang dan bisa memimimalisir efek hingga ke pemutusan hubungan kerja bagi karyawan.(atc/stm)
 
07 April 2020
KAI Daops 7 Wajibkan Penumpang Menggunakan Masker
Radio ANDIKA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mewajibkan penumpang untuk memakai masker saat di stasiun dan maupun di dalam gerbong kereta api. Peratuan itu berlaku  mulai 12 April 2020. 

Manager Humas Daops 7 Madiun, IXFAN HENDRIWINTOKO, saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, aturan penumpang wajib memakai masker ini sejalan dengan kebijakan pemerintah sesuai rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengharuskan masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. 

Daops 7 Madiun mulai menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada calon penumpang, melalui pengumuman di stasiun, di dalam gerbong kereta dan media sosial. 

IXFAN mengimbau kepada para penumpang untuk menjaga jarak saat di stasiun maupun di dalam kereta, sering mencuci tangan menggunakan sabun, hand sanitizer, serta menunda perjalanan yang kurang penting dan tidak mendesak.(vin/dip)
07 April 2020
Hasil Rapid Test Di Blitar, Dua Warga Positif Covid - 19
Radio ANDIKA - KRISNA YEKTI, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kabupaten Blitar saat ON AIR di Radio ANDIKA mengatakan hasil rapid test kemarin, 2 warga Kabupaten Blitar positif Covid – 19. Rapid Test dilakukan 98 orang meliputi 38 petugas medis, 38 Orang Dalam Pantauan (ODP), 1 Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) serta 21 Orang Tanpa Gejala (OTG ). Hasilnya, 2 rapid test meliputi 1 ODP  dan 1 PDP dinyatakan positif Covid – 19.

KRISNA menjelaskan 1 PDP yang dinyatakan positif saat dilakukan rapid test merupakan PDP lelaki asal Ponggok dari kluster Asrama Haji Sukolilo yang meninggal dunia beberapa hari lalu.  Sementara 1 ODP perempuan asal Nglegok hasil rapid test dinyatakan positif karena memiliki riwayat kontak dengan pasien positif Covid – 19.(ssi/stm/daf)
 

 
07 April 2020
Hasil Tracing, Tujuh Orang Positif Corona Setelah Jalani Rapid Test
Radio ANDIKA - Juru bicara Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tulungagung, Drs. BAMBANG TRIONO, baru saja ON AIR di Dermaga Raya Radio ANDIKA terkait perkembangan pasien positif Covid-19 di Tulungagung. Sampai saat ini pasien positif covid-19 mencapai 5 orang. Setelah dilakukan tracing atau pelacakan terhadap kontak terdekat pasien klaster 01, sebanyak 18 orang menjalani rapid test. Hasilnya dua orang positif covid-19. Dua orang tersebut kemudian menjalani swab test. 
 
Selanjutnya dilakukan rapid test kepada 8 orang yang memiliki riwayat kontak dengan pasien klaster 02. Hasilnya 8 orang tersebut negatif. Diketahui pasien klaster 02 memiliki riwayat mengikuti pelatihan haji di Surabaya. 
 
Penanggulangan Covid-19 Kabuparen Tulungagung  juga melakukan tracing terhadap pasien klaster 3 hingga klaster 5. Sebanyak 58 orang menjalani rapid test. Hasilnya, 4 orang dinyatakan positif covid-19 namun hasil swab testnya belum keluar.
 
Pasien yang saat ini menjalani isolasi dan menunggu hasil swab test, tidak diperbolehkan pulang. Mereka harus menjalani isolasi di Rusunawa IAIN Tulungagung hingga hasil test keluar. Sejauh ini kondisi pasien yang diisolasi sehat. (ikj/stm/daf)
07 April 2020
Jubir Covid-19 Kabupaten Kediri, Sembuh dari Virus Corona
Radio ANDIKA - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. BAMBANG TRIONO PUTRO, dinyatakan negatif dari virus Corona (Covid-19). 

dr. FAUZAN ADIMA M.Kes., Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri, saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, satu warga Perum Permata Jingga, Tinalan, Pesantren, Kota Kediri yang dinyatakan positif Covid-19 adalah dr. BAMBANG TRIONO PUTRO. 

dr. BAMBANG TRIONO PUTRO mulai dinyatakan positif Covid-19 pada 28 Maret 2020 dan dirawat intensif di RSUD SLG Kediri. Selama menjalani perawatan, kondisi dr. BAMBANG TRIONO PUTRO terus membaik. 

Pihak keluarga dan warga sekitar yang melakukan isolasi mandiri juga dinyatakan tidak terpapar Covid-19. Selain itu, kondisi kesehatan dari dr. BAMBANG TRIONO PUTRO akan terus dilakukan check up. (vin/daf)
07 April 2020
IDI Apresiasi Donasi Radio ANDIKA Untuk Paramedis

Radio ANDIKA - Dokter FX RETRI ATMAJA Tim Satgas COVID - 19 IDI Kabupaten Kediri mengapresiasi  Program Radio ANDIKA Donasi APD untuk tenaga medis. Di tengah pandemi covid – 19 ini APD sangat dibutuhkan oleh tenaga medis dalam melayani pasien atau penanganan pasien yang terinfeksi covid – 19. Bantuan APD yang diberikan dari pendengar Radio ANDIKA ke Puskesmas dan rumah sakit di Kediri Raya sangat membantu bagi tenaga medis, apalagi barang tersebut saat ini langka dan mahal.

Dokter FX RETRI ATMAJA Tim Satgas COVID - 19 IDI Kabupaten Kediri saat ON AIR di Radio ANDIKA mengucapkan banyak terima kasih dengan program ini beberapa Puskesmas dan rumah sakit bisa memanfaatkan APD tersebut untuk melayani pasien. Dokter FX RETRI juga mengingatkan kepada pendengar Radio ANDIKA jika ada rejeki lebih untuk ikut berdonasi lewat Radio ANDIKA demi membantu tenaga medis dalam melayani pasien melawan covid – 19.(ssi/daf)

 

07 April 2020
Pemkot Kediri Observasi Para Pemudik.
Radio ANDIKA - dr FAUZAN ADIMA, Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona Kota Kediri saat On Air di Radio ANDIKA menyampaikan, sampai saat ini warga yang diobservasi di gedung Poltek Kediri sekitar 300 lebih. Ruang observasi di Poltek Kediri ini adalah tempat transit sementara, sebelum pemudik pulang ke rumah masing-masing.

Pemerintah Kota Kediri tidak main-main dalam menangani kasus virus corona. Salah satunya adalah menyediakan tempat observasi di tingkat kecamatan dalam rangka menghadapi gelombang pemudik dari luar kota.

Saat ini di Stasiun dan Terminal Tamanan Kota Kediri sudah ada tempat cek point untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dari pemudik. Jika suhu tubuh normal, pemudik langsung dibawa ke Gedeung Poltek Kediri. Sedangkan pemudik dengan kondisi sakit, batuk, flu atau pusing diarahkan langsung ke klinik atau puskesmas. Setelah selesai menjalani observasi selama 14 hari, pemudik baru diperbolehkan pulang dengan himbauan untuk isolasi mandiri di rumah.

Pemkot Kediri meminta masyarakat ikut mengawasi pergerakan warga di lingkungannya. Karena saat ini pemudik tidak hanya menggunakan angkutan umum seperti bus dan kereta, sejumlah pemudik ada yang menggunakan travel, menyewa mobil, atau menggunakan kendaraan pribadi.

Bagi pemudik yang menggunakan mobil pribadi, dr FAUZAN minta warga segera lapor perangkat kelurahan setempat. Jika pemudik tidak mau mematuhi prosedur ini dan tidak lapor pengurus RT atau Lurah, mereka akan mendapat sanksi tegas, dengan dibawa ke Polsek setempat. (sha/rom)
07 April 2020
Polres Blitar Gelar Operasi Keselamatan Semeru 2020
Radio ANDIKA - IPDA UDIYONO SH Kbo Lantas Polres Blitar saat ON AIR di Radio ANDIKA mengatakan tidak ada penindakan operasi tilang Operasi Keselamatan Semeru 2020 tahun ini. Polres Blitar fokus memberikan penindakan preventif atau pencegahan wabah virus corona.

IPDA UDIYONO menambahkan dalam Operasi Keselamatan 2020 ini pihaknya berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan menerapkan Social Distancing maupun Physical Distancing.

Selain itu, pihaknya juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan  mudik ke kampung halaman sehingga dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan ini pihaknya akan menargetkan kegiatan preventif di perbatasan Kabupaten Blitar, Stasiun dan Terminal.(ssi/sha)

06 April 2020
Walikota Kediri Perintahkan Kecamatan Buat Tempat Observasi Bagi Warga Yang Nekat Mudik
Radio ANDIKA - Mengantisipasi adanya gelombang kedatangan pemudik, Pemerintah Kota Kediri mengambil langkah cepat dengan membuat tempat observasi hingga ke tingkat kecamatan. Sebelumnya Pemerintah Kota Kediri juga telah membuat tempat observasi yang bertempat di Gedung Kampus I Politeknik Kediri.

Langkah tersebut diambil Pemerintah Kota Kediri untuk menekan penyebaran virus corona yang terus meluas di berbagai daerah di Indonesia. Hal itu diungkapkan Walikota Kediri ABDULLAH ABU BAKAR dalam video conference bersama camat dan lurah se-Kota Kediri.

Walikota Kediri ABDULLAH ABU BAKAR mengatakan kedatangan orang mudik bisa saja pekerja migran dari luar negeri, atau orang yang datang dari daerah-daerah yang menjadi epicentrum. Kecamatan akan ada tempat observasi. Bisa di aula atau dicarikan tempat. Bisa disekat menjadi 2 putra dan putri. Walikota memilih di kecamatan agar tenaga terakomodir semua.

Lebih lanjut, Walikota menambahkan bahwa warga yang datang ke Kota Kediri tidak hanya melalui terminal atau stasiun. Namun bisa saja menggunakan travel, sewa mobil atau kendaraan pribadi. Untuk itu kelurahan harus bekerjasama dengan RT dan RW untuk mendata setiap orang yang datang. Mas ABU berharap langkah ini bisa menjadi gerakan bersama antara warga dan pemerintah. Nantinya masyarakat akan semakin sadar dengan kondisi ini.(atc/stm)
 
 
 
 
 
 
 
06 April 2020
Pemkab Tulungagung Pantau Kepulangan Buruh Migran
Radio ANDIKA - Drs. BAMBANG TRIONO, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Tulungagung On Air di Radio ANDIKA menanggapi adanya buruh migran yang dikabarkan akan pulang ke Tulungagung. Koordinasi sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan dengan TNI, Polisi, Satpol PP, Depnaker untuk antisipasi datangnya buruh migran ke wilayah Tulungagung.
 
Selain itu dilakukan pemantauan di perbatasan Tulungagung – Kediri, tepatnya Ngantru dan perbatasan Tulungagung – Blitar, tepatnya Rejotangan. Pemantauan dilakukan mulai pagi sampai tengah malam. Apabila ditemukan buruh migran yang pulang, akan dilakukan karantina selama satu malam. Keesokannya akan dicek kondisi kesehatan, didata, dipulangkan ke daerah masing-masing dengan membawa surat pernyataan sanggup karantina mandiri selama 14 hari. Pihak Desa juga diharapkan bisa mendata kalau ada buruh migran yang baru pulang.
 
Di Tulunggaung tercatat jumlah ODR (Orang Dalam Resiko) tertinggi di Jawa Timur. Ada 6 ribu lebih jumlah ODR. Ini disebabkan karena banyak warga yang pulang dari luar kota maupun luar negri. Selain itu, jumlah ODP (Orang Dalam Pemantauan) di Tulungagung juga bisa terbilang banyak. Hal ini karena warga juga menjadi paranoid. Begitu merasa batuk, pilek langsung dibawa ke Puskesmas. Setelah dicek dan dilakukan pendataan, apabila ada riwayat perjalanan dari kota/ negara terdampak akan ditetapkan ODP. Menurut dr Bambang, kondisi ini malah baik supaya bisa mengantisipasi lebih awal dan bisa memutus rantai penyebaran Covid-19.(stm/dip)
Page 1 of 797      1 2 3 >  Last ›