Berita- Info ANDIKA

02 December 2021
Tak Pulang Dari Membajak Sawah, Warga Kauman Ditemukan Meninggal di Botoran Tulungagung
Radio ANDIKA - SUROSO, 70 tahun, warga Desa Batangsaren Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung, ditemukan meninggal dunia setelah membajak sawah di daerah Kelurahan Botoran Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung. Peristiwa tersebut diketahui anaknya sendiri, Kamis 2 Desember 2021 pukul 18.00 WIB.
 
AIPTU SISWINARSO, Kasi Humas Polsek Tulungagung Kota saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan,  awalnya, TRI anak korban, menyusul SUROSO ke sawah di Kelurahan Botoran, karena tak kunjung pulang. Sesampainya di lokasi, TRI menemukan SUROSO tergeletak di area persawahan. Ketika diperiksa, SOROSO dalam keadaan tidak bernafas. Kemudian TRI menghubungi temannya melalui handphone untuk meminta pertolongan, mengangkat korban ke tepian sawah. Selanjutnya, TRI melaporkan kejadian ke Polsek Tulungagung Kota.
 
Kemudian, jenazah SUROSO dievakuasi ke RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk dilakukan visum. Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga SUROSO kelelahan, karena keterangan dari keluarga korban, SUROSO tidak memiliki penyakit dalam. Selanjutnya, jenazah SUROSO dipulangkan ke rumah duka untuk segera dimakamkan.(kin/hil)
02 December 2021
Dua Hari Hilang, Pria yang Menceburkan Diri di Sungai Brantas Jombang Ditemukan
Radio ANDIKA - Setelah dua hari hilang, IMAM, warga Desa Pagerwojo Kecamatan Perak Kabupaten Jombang, ditemukan di sungai Brantas Sidoarjo, tepatnya di sisi timur Rolak Songo Desa Mliriprowo Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Kamis 2 Desember 2021. Saat ditemukan, kondisi IMAM telah meninggal dunia.
 
CHRISE ARDYTARA, Rescuer Basarnas Surabaya ketika On Air di Radio ANDIKA mengatakan, tim SAR mendapatkan informasi dari Polsek Tarik, adanya penemuan jenazah yang tersangkut di eceng gondok Sungai Brantas Rolak Songo Sidoarjo, Kamis 2 Desember pukul 15.30 WIB. Lalu jenazah dievakuasi menuju RS Bhayangkara Sidoarjo. Kemudian, tim SAR gabungan yang sedang melakukan pencarian di sekitar lokasi terceburnya IMAM, menuju ke Sidoarjo bersama keluarga korban untuk memastikan.
 
Saat ditemukan, tubuh korban sudah rusak dan sulit untuk dikenali. Ditambah, pihak keluarga juga tidak mengetahui, pakaian terakhir yang digunakan korban. Namun, ada warga yang sempat memfoto IMAM, sebelum menceburkan diri ke sungai. Sehingga, bisa dibenarkan bahwa jenazah yang ditemukan di Rolak Songo adalah IMAM.
 
CHRISE menambahkan, tidak menyangka bila jenazah bisa terseret sejauh 48 kilometer dari titik TKP. Diduga, karena musim hujan debit air tinggi, sehingga arus sungai menjadi kencang. Selanjutnya, pihak keluarga meminta untuk mengantarkan jenazah IMAM kembali ke rumah duka untuk segera dilakukan pemakaman. Saat ini masih belum diketahui, motif apa yang menyebabkan IMAM nekat menceburkan diri ke sungai.
 
Sebelumnya, IMAM, 50 tahun, warga Desa Pagerwojo Kecamatan Perak Kabupaten Jombang, tenggelam setelah nekat menceburkan ke sungai Brantas Desa Brodot Kecamatan Bandar Kedungmulyo, Jombang. Peristiwa tersebut terjadi Selasa, 30 November 2021 sekitar pukul 16.30 WIB. (kin/hil)
02 December 2021
Tabung Gas Elpiji Meledak, Satu Keluarga di Watulimo Trenggalek Mengalami Luka Bakar
Radio ANDIKA - Tabung gas elpiji meledak di Desa Gemahrejo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Akibatnya satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan dua anak mengalami luka bakar serius. Korban adalah sang ayah berinisial KA, 45 tahun, WT sang istri, 39 tahun, serta dua anak JR, 13 tahun dan AF, 4 tahun. Insiden terjadi Kamis, 2 Desember 2021 sekitar pukul 06.00 WIB.
 
AKP ARIEF RYZKI WICAKSANA S. I. K., M. Si., Kasat Reskrim Polres Trenggalek saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, insiden berawal sekitar pukul 06.00 WIB, saat KA berada di dapur dan hendak menyalakan kompor untuk memasak air. Setelah menyalakan kompor, tiba-tiba api menyambar ke seluruh ruangan termasuk ruang keluarga. Sehingga KA beserta istri dan kedua anaknya yang berada di dalam rumah mengalami luka bakar. Diketahui, dapur dan ruang keluarga menjadi satu tanpa ada sekat atau tembok. Beruntung, ledakan api tersebut tidak membakar isi rumah.
 
Selanjutnya, para korban dievakuasi menuju klinik terdekat, lalu dirujuk menuju RSUD dr. Soedomo Trenggalek.  KA mengalami luka bakar sekitar 31 persen, WT 33 persen, JR 9 persen dan AF 12 persen. Hingga kini semua korban masih dilakukan perawatan secara intensif di RSUD dr. Soedomo Trenggalek.
 
AKP ARIEF RYZKI menambahkan diduga penyebab tabung gas elpiji meledak karena tabung gas bocor dalam waktu agak lama sehingga gas nya menyebar ke seluruh ruangan. Namun hal ini tidak diketahui oleh KA. Sementara itu KA masih belum bisa dimintai keterangan. Kasus ini juga masih dalam proses penyelidikan polisi.(kin/stm)
02 December 2021
Mencuri Genset, Dua Warga Besuki Tulungagung Diamankan Polisi
Radio ANDIKA -  Dua pelaku berinisial ES, 19 tahun, dan TW 38 tahun, keduanya warga Desa Keboireng Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung, diamankan polisi. ES diduga melakukan tindak pidana pencurian sebuah genset milik JM, warga Desa Tanggul Turus Kecamatan Besuki. ES, diamankan dirumahnya, Kamis 2 Desember 2021.
 
IPTU NENY SASONGKO S. H., Kasi Humas Polres Tulungagung kepada Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, pada Rabu, 1 Desember 2021, JM datang ke Polsek Besuki melaporkan adanya tindakan pencurian sebuah genset merk Yamaha warna biru, pada Minggu, 17 Oktober lalu, sekitar pukul 19.30 WIB.
 
Kronologi kejadian berawal pada Sabtu, 16 Oktober 2021, sekira pukul 15.00 WIB saat JM pulang dari warung kopi miliknya di Pantai Bayem, Desa Keboireng Kecamatan Besuki. Sebelum meninggalkan lokasi, JM melihat genset miliknya masih berada didalam warung dekat etalase. Kemudian, saat JM kembali ke warung pada keeseokan harinya, mengetahui genset miliknya tidak ada ditempatnya. Selanjutnya, setelah beberapa minggu mencari informasi, diketahui pelaku yang mengambil gensetnya adalah ES.
 
Selanjutnya, setelah JM melaporkannya ke Polsek Besuki, ES diamankan oleh polisi. Saat diinterogasi, ES mengaku mencuri genset milik JM dan dijual kepada temannya yang beralamat di Prigi Kabupaten Trenggalek. ES juga mengaku, dalam aksi pencurian genset, dia tidak sendirian, tapi juga dibantu pelaku lainnya berinisial TW yang juga tetangganya. Akibat dari kejadian tersebut, JM mengalami kerugian sebesar 3,6 juta rupiah.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan menjalani penahanan di rumah tahanan Polsek Besuki, guna proses penyidikan lebih lanjut.(kin/dip)
02 December 2021
Kurikulum Akan Diperbaharui di Tahun 2022, Sekarang Sedang Diujicoba
Radio ANDIKA - Rencana pembaharuan kurikulum pendidikan di tahun pelajaran 2022 mendatang, sebagaimana disampaikan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, NADIEM MAKARIM. Dalam pidato peringatan Hari Guru Nasional belum lama ini. Hal itu juga ditegaskan oleh Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan Kemendikbud Ristek, ANINDITO ADITOMO.
 
Berbeda dengan kurikulum yang sekarang sedang diberlakukan, kurikulum baru ini disebut tidak terlalu padat, dan berfokus pada materi pembelajaran yang esensial. Hal ini disesuaikan dengan tujuan pembelajaran dalam program kerja presiden JOKO WIDODO, yang mengedepankan pengembangan karakter dan kopetensi
 
ANINDITO menambahkan, kurikulum  baru itu saat  ini sudah mulai diujicobakan pemberlakuannya secara terbatas, di 2500 sekolah  se-Indonesia lewat Program Sekolah Penggerak. Ia menegaskan, kurikulum baru itu akan bisa diterima oleh semua sekolah, bahkan dengan kualitas fasilitas pembelajaran yang minim, karena proses ujicobanya termasuk pada sekolah yang ada di daerah tertinggal di Indonesia.
 
Lewat ujicoba langsung ke sekolah-sekolah di Indonesia, ANINDITO menggarisbawahi sebagai langkah penting terkait peran guru dalam memaknai  sebuah kurikulum. Hal ini sekaligus untuk keperluan evaluasi, yang berbeda dengan rencana pemberlakuan kurikulum sebelumnya didominasi oleh para akademisi lewat pemeriksaan dokumen semata.
 
Dari ujicoba yang sudah dilangsungkan itu pula ANINDITO mengklaim, Kemendikbud Ristek mendapatkan hasil yang sebagian besar memuaskan. Sehingga kurikulum baru tersebut akan bisa segera diberlakukan di tahun pelajaran mendatang. [shk/kin]
02 December 2021
Charger Handphone Korslet, Rumah di Botoran Tulungagung Terbakar
Radio ANDIKA - Akibat korsleting listrik saat mengisi daya handphone (HP) di dalam kamar, rumah milik MUSRIKAH dan WIJI terbakar. Peristiwa kebakaran terjadi di Kelurahan Botoran Kecamatan Tulungagung Kabupaten Tulungagung, Kamis 2 Desember 2021 pukul 14.00 WIB.
 
BAMBANG PIDEKSO, Kasi Dal Ops Pemadam Kebakaran (PMK) Tulungagung saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, petugas PMK Tulungagung, setelah mendapatkan laporan adanya kebakaran, langsung menuju ke lokasi dengan menerjunkan satu mobil damkar dan dua kendaraan tangki water suply.
 
Berdasarkan keterangan dari WIJI, pemilik rumah, ia sedang mengisi daya HP-nya di dalam kamar, lalu pergi meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Kebakaran tersebut tidak mengakibatkan korban jiwa, namun membakar habis barang-barang di dalam kamar, seperti kasur, lemari pakaian, HP, dan surat-surat berharga.(kin/hil)
02 December 2021
Bupati Kediri Serukan Bersihkan Praktik Jual Beli Jabatan Perangkat
Radio ANDIKA - Keseriusan Bupati Kediri HANINDHITO HIMAWAN PRAMANA untuk membersihkan proses pengisian perangkat desa dari kecurangan bukan main-main. Berulangkali Bupati menegaskan, tidak ingin terjadi praktik jual beli jabatan perangkat desa di Kabupaten Kediri.Bupati menegaskan, siapa saja yang bermain dalam pengisian perangkat desa akan ditindak tegas. Tak terkecuali bila ada oknum pejabat yang melakukan penyelewengan kewenangannya.

Sanksi tegas bakal diberikan pada siapapun tanpa pandang bulu. Untuk membersihkan praktik jual beli jabatan dalam pengisian perangkat desa, Bupati menunjuk Inspektorat dari internal Pemerintah Kabupaten Kediri untuk melakukan pengawasan. Selain itu, pihaknya juga meminta peran aktif masyarakat untuk memberikan informasi bilamana ditemukan indikasi kecurangan pengisian perangkat di daerahnya.

Sebagaimana diketahui, proses pengisian perangkat desa di Kabupaten Kediri saat ini digelar serentak di 147 desa yang tersebar di 22 kecamatan dengan 305 jabatan perangkat. Adapun dengan disahkannya Perbup 48 tahun 2021 pengisian perangkat desa dikembalikan menjadi kewenangan kepala desa.(atc/arg)
02 December 2021
Pemkot Kediri Raih Penghargaan Investment Award 2021
Radio ANDIKA - Pemerintah Kota Kediri gencar melakukan inovasi untuk menarik investasi dengan memanfaatkan teknologi digitalisasi. Upaya dan inovasi tersebut mengantarkan Kota Kediri menjadi salah satu kota/kabupaten yang berhasil menyabet penghargaan bidang percepatan investasi cluster 1 pada Investment Awards 2021.

Pada ajang yang dihelat Pemprov Jatim, Kota Kediri meraih juara 3 untuk kategori daerah dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di atas Rp 100 triliun. Penghargaan tersebut diberikan Gubernur Jatim KHOFIFAH INDAR PARAWANSA yang diwakili Plh Sekretaris Daerah Jatim HERU TJAHJONO kepada Sekretaris Daerah Kota Kediri BAGUS ALIT di Ballroom Hotel JW Marriott Surabaya.

Penghargaan yang telah diraih Kota Kediri ini menurut BAGUS merupakan hal yang membanggakan, karena Kota Kediri dapat bersaing dengan kota/kabupaten besar lainnya. BAGUS mengungkapkan, Pemkot Kediri akan terus berupaya meningkatkan pelayanan, SDM, infrastruktur dan sarana pendukung lainnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu EDI DARMASTO menuturkan, pada penilaian Invesmen Award terdapat 4 aspek penilaian. Kelembagaan, promosi penanaman modal, pelayanan perizinan dan kinerja penanaman modal. EDI juga mengungkapkan bahwa apresiasi yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini merupakan cambuk bagi Pemkot Kediri untuk terus meningkatkan 4 faktor tersebut.(atc/arg)
02 December 2021
Becak Dicuri, Polsek Mojoroto Lakukan Penyelidikan
Radio ANDIKA - Nasib malang dialami seorang tukang becak di Jalan Semeru Kelurahan Campurejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.  Becak milik PONIDJAN, warga setempat dicuri saat ia sedang tertidur, Rabu 1 Desember 2021 sekitar jam 21.00 WIB. Mengetahui hal itu Kapolsek Mojoroto beinisiatif untuk membelikan becak baru.
 
Kapolsek Mojoroto Polres Kediri Kota, KOMPOL MUKHLASON saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA  mengatakan sebelumnya PONIDJAN yang menaruh becaknya di teras tidak menamukan becaknya saat bangun tidur sekitar jam 05.00 WIB. PONIDJAN melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT dan diteruskan ke Polsek Mojoroto. KOMPOL MUKHLASON mengatakan, pagi ini pihaknya mendapatkan informasi jika salah satu warga Mojoroto mengalami kehilangan becak. 
 
Setelah dicek, ternyata becak itu adalah satu-satunya sarana bagi PONIDJAN untuk mencari nafkah. Sehari-hari, pria 48 tahun itu hanya tinggal sebatang kara tanpa sanak saudara. Karena merasa iba, KOMPOL MUKHLASON akhirnya membelikan becak baru agar PONIDJAN bisa bekerja kembali. KOMPOL MUKHLASON mengatakan, pihaknya kini masih melakukan penyelidikan dan memeriksa CCTV disekitar lokasi untuk mencari pelaku pencurian becak. (arg/ikj)
02 December 2021
Hadapi Ular Berbisa, Advisor WHO: First Aid dan Penanganan Harus Tepat
Radio ANDIKA - Meninggalnya seorang polisi di Blitar lantaran digigit ular berbisa jenis Luwuk pada 28 November 2021 lalu membuat masyarakat berhati-hati dan waspada. Apa sebaiknya yang harus dilakukan saat berhadapan dengan ular berbisa agar tidak membahayakan diri sendiri? Menanggapi hal itu, Dr dr TRI MAHARANI, Sp. EM., Advisor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk gigitan ular dan peneliti di Kementerian Kesehatan, angkat bicara. 
 
dr MAHA, panggilan akrabnya, saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan ular Luwuk adalah jenis ular viper yang meski sudah dipotong masih punya reflek dan kontraksi dari otot-ototnya. Dia mengimbau agar tidak panik jika tergigit. Karena jika seseorang panik, akan menyebabkan pergerakan yang memicu pompa dari kelenjar getah bening yang membuatnya menyebar ke seluruh tubuh dan merusak organ.
 
Jika kita bertemu ular, karena ada reflek dan kontraksi otot tersebut, kata dr MAHA, tidak dianjurkan membunuh ular atau memotong ular. Lebih baik kita tenang dan tidak bergerak saja sampai si ular lewat. Karena menurutnya, ular hanya mengigit kalau merasa terancam.
 
Selain tidak panik, sesuai dengan guideline atau panduan yang diberikan World Health Organization (WHO), jika tergigit ular maka cara penanganan yang tepat yaitu dengan imobilisasi. Artinya, area tubuh yang terkena gigitan ular tidak boleh digerakkan. Karena jika banyak bergerak, maka hal itu membuat bisa ular menyebar dengan cepat ke organ-organ tubuh. Imobilisasi cara penanganannya dilakukan selayaknya penanganan patah tulang.
 
Tujuan dari imobilisasi adalah untuk menghindari terjadinya fase sistemik atau racun yang sudah menjalar ke seluruh tubuh.  Jika area yang digigit ular adalah tangan, maka tangan itu harus diluruskan diganjal dengan kayu sebelum kemudian diperban. Saat bagian yang digigit tidak bergerak, maka otot juga tidak akan bergerak.
 
Ketika racun sudah menjalar dan mencapai fase sistemik, maka satu-satunya cara adalah pemberian serum antivenom. Namun, dr MAHA mengatakan, antivenom untuk ular hijau tidak ada di Indonesia. Menurutnya, anti venom yang dimiliki Indonesia masih terbatas untuk lima jenis ular, di antaranya ular kobra, ular belang  dan ular tanah.
 
Dokter TRI MAHARANI mengimbau pada warga untuk melakukan pertolongan pertama (first aid) dan penanganan yang tepat jika tergigit ular. Korban gigitan ular berbisa membutuhkan penanganan serta pengobatan medis yang serius dan harus segera dilarikan ke pelayanan kesehatan terdekat. Sebab, jika salah dalam memberikan penanganan bisa membahayakan nyawa seseorang. (arg/adr)
 
Page 1 of 1493      1 2 3 >  Last ›