Berita- Info ANDIKA

26 June 2019
PT. Gudang Garam, Bagikan Deviden Tunai, Tahun Buku 2018
Radio ANDIKA - PT Gudang Garam Tbk Kediri membagi deviden tunai sebesar Rp 5,002 triliyun atau Rp 2.600 per saham untuk tahun pembukuan 2018 ini. Direktur PT Gudang Garam HERU BUDIMAN mengatakan, jumlah tersebut naik hampir 100 persen dari tahun sebelumnya.

Dalam jumpa pers itu dijelaskan bahwa, pada akhir tahun buku 2018 ini PT Gudang Garam membagikan deviden tunai sebesar Rp 5 triliun lebih atau Rp 2.600 per saham. Nilai itu lebih besar dibandingkan nilai deviden tahun 2017 sebesar Rp 5 triliun atau 2.600 per lembar saham.(atc/ssi/art)

26 June 2019
Mendahului Truk Gandeng Dari Kiri, Pengendara Motor Meninggal
Radio ANDIKA - Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Raya Dusun Jatisumber Desa Watesumpak Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto pagi tadi sekitar pukul 06.15 WIB. Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Supra X Nopol AG 2291 OY dikendarai ABDUL MUNTHOLIB warga Dusun Kesamben Desa Plemahan Kabupaten Kediri dengan truk gandeng Nopol AG 8297 US dikemudikan AGUNG PUTRA DERMAWAN warga Dusun Pelem Desa Serut Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung.

IPDA EDDY WIDOYONO Kanit Laka Satlantas Polres Mojokerto mengatakan kecelakaan berawal saat sepeda motor dan truk gandeng sama-sama berjalan searah dari Jombang menuju Surabaya, sesampainya di lokasi atau depan PPST Trowulan Mojokerto sepeda motor bermaksud mendahalui truk gandeng dari lajur kiri. Karena ruang gerak sempit akhirnya tersangkut pengaman truck dan terjadi benturan. Korban pengendara sepeda motor atas nama ABDUL MUNTHOLIB warga Dusun Kesamben Desa Plemahan Kabupaten Kediri meninggal dunia di lokasi karena mengalami luka berat. (ssi/dip/art)
 

25 June 2019
Satpol PP Kota Kediri Dalami Kasus Penemuan Santri Kebingungan
Radio ANDIKA - Satpol PP Kota Kediri masih mendalami kasus anak laki-laki yang ditemukan kebingungan di Simpang Empat Kawi Kota Kediri. Pak NUR KHAMID Kabid Trantibum Satpol PP Kota Kediri menyampaikan, setelah dijemput dari Studio Radio ANDIKA, Tim Satpol PP Kota Kediri berupaya menggali informasi.

Hasilnya cukup mengejutkan. Sewaktu di Radio ANDIKA, anak laki-laki tersebut mengaku bernama BOWO, asal Madiun, tidak tahu nama orang tuanya. BOWO yang berusia sekitar 14 tahun ini juga mengaku tertinggal oleh rombongannya sewaktu berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Di Mako, Tim Satpol PP Kota Kediri mendapat data yang lebih lengkap. BOWO mengaku bernama lengkap BOWO BIN HASANUDDIN, beralamat di Madiun, ibunya bernama LAILA. Pengamatan Pak NUR KHAMID, pada waktu menjawab pertanyaan, BOWO selalu perlu waktu lama, kadang terlihat berpikir. Tetapi sewaktu mengucapkan jawaban cukup lancar.

BOWO kemudian juga mengaku mencari temannya yang mondok di Ponpes Lirboyo. Tetapi teman yang dicari tersebut ternyata tidak ada. BOWO bermaksud kembali ke Kudus tetapi kebingungan. BOWO juga mengaku sejak kecil sudah dimasukkan ke pondok pesantren.

Pak NUR KHAMID menyampaikan, Satpol PP tetap memberikan layanan sesuai SOP. Apapun pengakuan BOWO akan tetap dicatat dan dilakukan pengecekan, hingga didapat data yang pasti. Saat ini BOWO diminta beristirahat di Mako Satpol PP Kota Kediri. Besok akan dilakukan pendataan lagi. Kalau alamat yang disampaikan jelas dan pasti, Satpol PP Kota Kediri akan koordinasi dengan Pemerintah Kabupatan atau Kota tersebut terkait pemulangan BOWO. Kalau sudah ada alamat jelas BOWO bisa diantar Tim Satpol PP Kota Kediri atau dijemput oleh keluarga, pengasuh pondok pesantren atau Dinas Sosial pemerintah Kabupaten/Kota asal.

Sebelumnya, BOWO diantar oleh Mbak DEVI LATIFATUL MARDIANA warga Desa Bakalan Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri ke Studio Radio ANDIKA. BOWO ditemukan kebingungan di Simpang Empat Jalan Kawi Kota Kediri. BOWO mengaku tertinggal rombongan sewaktu berkunjung ke Pondok Pesantren Lirboyo. (rom/asr)  
25 June 2019
Sepeda Motor Tabrakan Dengan Truk, Pemotor Meninggal Dunia

Radio ANDIKA - Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Desa Jatimulyo Kecamatan Kauman Tulungagung, tepatnya di selatan Kantor Desa Jatimulyo tadi sore sekitar jam 17.15 WIB. Kecelakaan melibatkan sepeda motor Suzuki Satria nopol KH 5064 AY yang dikendarai AGUS SUSANTO warga Desa Ngluntung Kecamatan Sendang Tulungagung dengan Truk nopol AG 9073 UR yang dikemudikan NANGIN warga Desa Banjarsari Kecamatan Ngantru Tulungagung.
 
BRIPKA ENDRO Paur Humas Polres Tulungagung menjelaskan, kecelakaan berawal ketika sepeda motor melaju dari Kalangbret menuju Karangrejo Tulungagung dengan kecepatan sedang. Dari arah berlawanan melaju truk, yang hendak mendahului kendaraan didepannya dan truk melaju terlalu kekanan. Sehingga truk menabrak sepeda motor. Sepeda motor sempat terlindas.
 
Akibat kecelakaan ini, AGUS SUSANTOpengendara sepeda motor meninggal dunia ditempat karena terlindas truk dan juga terseret. Selanjutnya jenazah AGUS SUSANTO dibawa ke Rumah Sakit Dr. Iskak Tulungagung untuk proses identivikasi lebih lanjut.(asr/rom/had)

25 June 2019
Tertinggal Rombongan, BOWO Diantar ke Radio ANDIKA
Radio ANDIKA - Mbak DEVI LATIFATUL MARDIANA warga Desa Bakalan Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri, datang ke Studio Radio ANDIKA bersama anak laki-laki yang ditemukannya di Simpang 4 Jalan Kawi Kota Kediri. Anak tersebut atas nama BOWO usia 14 tahun, mengaku asal dari Madiun.
 
Kejadian berawal ketika Mbak DEVI perjalanan dari Bandar menuju Mrican Kota Kediri. Sesampainya di Simpang 4 Jalan Kawi Kota Kediri, BOWO menghampiri Mbak DEVI berniat untuk menumpang sepeda motornya. Setelah ditanya ternyata BOWO rumahnya Madiun. Selanjutnya BOWO diantar ke Radio ANDIKA oleh Mbak DEVI.
 
BOWO dalam keadaan susah diajak komunikasi. Dari hasil pengakuan, BOWO bersama rombongan dari Pondok At Taufiq Kudus. Bersama rombongan BOWO sampai di Pondok Lirboyo Kota Kediri, jam 10.00 WIB. Sewaktu akan pulang ke Kudus jam 17.00 WIB, BOWO ditinggal rombongan Pondok saat masih ke toilet.
 
Informasi ini sudah Gatekeeper teruskan ke Satpol PP Kota Kediri. Selanjutnya BOWO dibawa ke Mako Satpol PP Kota Kediri untuk proses pendataan dan penangan lebih lanjut.(asr/gk/had)
25 June 2019
Gadis Delapan Belas Tahun Asal Ngasem Kediri Meninggalkan Rumah

Radio ANDIKA - Bu BIBIT RAHAYU dari Jalan Tegalan Desa Ngasem Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, menginformasikan telah kehilangan anaknya. Nama TIARA NOVIA SEPTIANI usia 18 tahun, kelas 2 di salah satu SMK swasta di Kota Kediri. Diketahui meninggalkan rumah sejak Selasa jam 2 dini hari. Saat meninggalkan rumah memakai baju biru dan celana panjang warna biru. Ciri-ciri lain, rambut panjang, kulit sawo matang, tinggi sekitar 150cm. Ketika meninggalkan rumah membawa tas berisi pakaian.

Pihak keluarga sudah berusaha mencari ke rumah saudara, teman sekolah dan tempat sekolahnya. Namun hingga kini belum ditemukan. Bahkan no HP nya sudah tidak aktif.

Mohon bantuan, bagi Anda yang mengetahui keberadaan Mbak TIARA NOVIA SEPTIANI, dapat menghubungi keluarganya, atau tim gatekeeper Radio ANDIKA melalui Telp./WA di 0354-778800, 08563131312, 08113454000.(dip/aut/had)

25 June 2019
Sakit Tidak Kunjung Sembuh, Warga Pare Kediri Gantung Diri

Radio ANDIKA - SUPARIYO, 65 tahun, warga Jalan Asparaga Dusun Tegalsari Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, ditemukan meninggal dunia setelah melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri di samping rumahnya tadi siang sekitar jam 12.30 WIB.
 
AKP MUSTAKIM SH. Kapolsek Pare Kediri, ketika On Air di Dermaga Raya Radio ANDIKA mengatakan, SUPARIYO ditemukan gantung diri di samping rumahnya dengan tali tambang warna biru oleh tetangganya sewaktu melintas. Selanjutnya kejadian gantung diri ini dilaporkan ke Perangkat Desa dan diteruskan ke pihak Kepolisian.
 
Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis dan Dokter Puskesmas Pare Kediri, SUPARIYO dinyatakan meninggal dunia murni karena gantung diri. Tidak ditemukan tanda–tanda penganiayaan atau kekerasan pada jenazah SUPARIYO. Menurut keterangan pihak keluarga, Pak SUPARIYO melakukan gantung diri karena depresi sakit Hernia yang tidak kunjung sembuh.
 
Pihak keluarga menerima kematian SUPARIYO sebagai musibah serta menolak dilakukan otopsi. Selanjutnya jenazah diserahkan kembali ke pihak keluarga dan langsung dimakamkan.(asr/rom/had)

 

25 June 2019
Ambulance, Tidak Perlu Dikawal Pengendara Motor
Radio ANDIKA - Maraknya masyarakat yang melihat adanya pengendara sepeda motor yang mengawal ambulance, biasanya mereka akan berada di depan ambulance untuk membantu memberikan jalan dari pengendara lainnya. Masyarakat menyebutnya mereka adalah komunitas Indonesian Escorting Ambulance (IEA).

AKP AHMAD RISKY FARDIAN CAROPEBOKA, S.I.K. Kasat Lantas Polres Kediri Kota saat On Air di Radio ANDIKA menjelaskan sebenarnya ambulance atau kendaraan yang sudah memilik fasilitas rotator, itu sudah dilindungi oleh Undang-Undang, artinya mereka mempuyai prioritas diberikan jalan oleh pengendara lain ketika di jalan raya. Jadi kalau mereka (IEA) atau pengendara motor yang tujuannya untuk membantu ambulance tersebut merupakan misi sangat sosial, namun keberadaan mereka sangat membahayakan pengendara dirinya sendiri atau pengendara lainnya.

AKP A. RISKY FARDIAN mengatakan memang (IEA)  ada di beberapa daerah, jika kepolisian menemukan hal ini, maka mereka akan diberikan teguran atau tilang. Karena mereka (IEA) atau pengendara motor tersebut tidak di lengkapi dengan rotator dan tidak dilindungi oleh undang-undang. Selain itu pengedara lain juga masih belum tahu kalau mereka (IEA) meminta jalan untuk membatu ambulance, dan itu sangat membahayakan.

Ambulance sebenarnya tidak perlu lagi adanya pengawala, karena sudah difasilitasi lampu rotator dan sirine, jadi kendaraan lain harus memprioritaskan ambulance tersebut. Kalau pengendara lain tidak memberikan jalan, maka akan terkenal tilang oleh petugas Kepolisian.

Di Kediri Kota masih belum menemukan hal ini, kalaupun ditemukan maka Kepolisian akan memberikan tilang, karena mereka tidak mempunyai surat tugas dan tidak dilindungi oleh undang-undang. Selain itu masyarakat Indonesia khususnya di masyarakat Kota Kediri, masih belum banyak mengetahui hal ini.

Jika muncul fenomenal, kalau ada ambulance yang minta jalan kemudian kendaraan lain tidak mau memberikan jalan, itu harus dirubah. Kasat Lantas Polres Kediri Kota menghimbau agar masyarakat harus tahu ketika berada di jalan raya dan mendengar bunyi sirine dari ambulance, maka pengendara harus memberikan jalan, dan mendahulukan perjalanan ambulance tersebut. (art/ssi)

25 June 2019
Dinas Kesehatan Kota Kediri, Gagas Raperda KTR
Radio ANDIKA - Dinas Kesehatan Kota Kediri, bekerjasama dengan Universitas Airlangga mengajukan Raperda Kawasan Tanpa rokok (KTR) diwilayah Kota Kediri. Rancangan peraturan daerah Kota Kediri tentang kawasan tanpa rokok, dasar hukumnya adalah peraturan Pemerintah Nomor 41 tahun 1999 tentang pengendalian pencemaran udara. Selain itu, peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2003 tentang pengamanan rokok bagi kesehatan, peraturan bersama Menteri Kesehatan dan Menteri dlam Negeri tentang pedoman pelaksanaan Kawasan Tanpa rokok (KTR), dan peraturan Walikota Kediri Nomor 18 tahun 2018 tentang kawasan tanpa rokok dan kawasan terbatas rokok. 
 
100 persen Kawasan Tanpa Rokok (KTR) adalah dengan memasang tanda dilarang merokok dipintu masuk suatu gedung. Melarang aktivitas merokok di dalam gedung, dan tidak menyediakan asbak di dalam gedung, serta tidak menyediakan ruangan merokok di dalam gedung. ALFAN SUGIYANTO, Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Kediri mengatakan, upaya terbentuknya raperda ini, adalah untuk mengurangi para perokok pemula, yakni anak-anak. Karena banyak anak-anak saat ini yang sudah mengenal rokok. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Kediri, penyakit Hypertensi menjadi salah satu faktor resiko adanya penyebab dari rokok.(atc)
25 June 2019
Curi Boneka Pria Trenggalek Diamankan
Radio ANDIKA - UMAR SANTOSO warga Desa Cakul, Kecamatan Dongko, Kabupaten Trenggalek diamankan Unit Reskrim Polsek Dongko Trenggalek karena terbukti mencuri Laptop dan Boneka milik tetangganya. Korbannya SITI MAESAROH tetangganya.
 
Kapolsek Dongko 
Trenggalek, AKP TRI BASUKI, SH, saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA membenarkan pencurian dengan pemberatan tersebut. Kasus ini berhasil diungkap setelah SITI melihat boneka miliknya diposting di media sosial. Setelah diketahui boneka itu mirip dengan boneka miliknya, kemudian dilaporkan ke polisi. Dari hasil penyelidikan,  polisi kemudian mengamankan UMAR pemilik akun. Pengakuan UMAR, pencurian boneka tersebut terjadi Senin, 27 Mei 2019.  Saat itu rumah SITI dalam keadaan kosong karena ditinggal menjalankan sholat tarawih. Selesai sholat dia melihat kamarnya sudah dalam kondisi acak-acakan dan dua boneka Doraemon dan Teddy Bear miliknya hilang.
 
AKP TRI BASUKI  menambahkan, menurut pengakuan UMAR, ia masuk rumah SITI dengan cara mencongkel pintu rumah yang kosong tersebut. Kemudian dia mengambil satu buah laptop merek Asus, dua boneka dan uang tunai 100 ribu. Sebenarnya UMAR, hanya ingin mengambil dan memiliki boneka miliki tetangganya itu, namun karena di kamar ada tas berisi Laptop dan juga uang tunai kemudian juga diambil. Laptop kemudian dijualnya dan uangnya untuk bersenang-senang. Sedangkan dua boneka Doraemon dan Teddy Bear disimpannya untuk dikoleksi. Akibat perbuatannya UMAR dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (ikj/dip)
Page 1 of 433      1 2 3 >  Last ›