Berita- Info ANDIKA

12 July 2020
Diduga Depresi Sakit Tidak Kunjung Sembuh, Kakek Asal Ngluyu, Nganjuk Gantung Diri
Radio ANDIKA - Diduga depresi karena sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh, PAIJAN, kakek berusia 78 tahun warga Desa Gampeng Kecamatan Ngluyu Kabupaten Nganjuk ditemukan meninggal gantung diri di dalam rumah keponakannya. Kejadian sekitar jam 04.00 WIB, pagi tadi.

Kasubag Humas Polres Nganjuk, IPTU RONI YUNIMANTARA yang dikonfirmasi Gatekeeper menjelaskan kejadian pertama kali diketahui oleh WAIJAH keponakan PAIJAN, yang setiap pagi mengantarkan kopi kepada PAIJAN. Saat mengantar kopi seperti biasanya, WAIJAH tidak curiga dengan kondisi di dalam rumah. Saat masuk melihat ke dalam kamar, WAIJAH melihat PAIJAN sudah dalam keadaan tergantung menggunakan tali tambang. Melihat kejadian tersebut, WAIJAH melaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Polsek Ngluyu Polres Nganjuk.

Anggota kepolisian dan petugas medis yang datang ke lokasi kejadian langsung melakukan pemeriksaan pada jenazah PAIJAN. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan keluarga tidak menghendaki dilakukan otopsi.(nis/eko)
12 July 2020
Dinas Pendidikan Kota Kediri Siapkan Tahun Ajaran Baru Secara Daring
Radio ANDIKA - Dinas Pendidikan Kota Kediri belum mengizinkan sekolah di Kota Kediri untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka pada tahun ajaran baru 2020/2021 yang dimulai Senin besok, 13 Juli 2020. Pembelajaran masih akan dilakukan secara daring. 
 
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Drs. SISWANTO, M. Pd., saat On Air di Radio ANDIKA menjelaskan sektor pendidikan mulai PAUD, TK, SD dan SMP masih akan melakukan pembelajaran secara daring karena Kota Kediri sampai saat ini belum masuk zona hijau penyebaran Covid 19. Karena itu, wali murid diharapkan pro aktif mengawasi dan mengikuti perkembangan pembelajaran anaknya. 
 
Dinas Pendidikan Kota Kediri, melalui masing-masing sekolah memberikan sosialisasi kepada wali murid dengan datang langsung ke masing-masing alamat siswa, terutama bagi siswa baru. Apabila selama pembelajaran nantinya ada kendala, wali murid bisa mengkomunikasikan langsung dengan pihak sekolah melalui media sosial seperti Whatsapp. Pemberian sosialisasi pembelajaran daring ini dilakukan sekaligus pengecekan siswa baru, karena Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini juga dilakukan secara daring. Untuk Masa Penenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) juga akan dilakukan secara daring melalui website masing-masing sekolah.
 
SISWANTO menambahkan pembelajaran secara tatap muka di Kota Kediri baru akan dilakukan saat Kota Kediri sudah memasuki zona hijau. Hal itu pun akan dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. (nis/stm)
12 July 2020
Tahun Ajaran Baru, Siswa di Tulungagung Belajar Melalui Daring dan Luring

Radio ANDIKA - Besok, 13 Juli 2020 memasuki tahun ajaran baru. Sistem pembelajaran di masa pandemi covid-19 ini, semua sekolah di Tulungagung menerapkan pembelajaran melalui daring (dalam jaringan) atau luring (luar jaringan).
 
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tulungagung, HARYO DEWANTO saat ON AIR di Radio ANDIKA mengatakan, pembelajaran di Tulungagung masih dilakukan secara daring atau luring, dan belum boleh dilakukan secara tatap muka karena Tulungagung belum dinyatakan zona hijau. Selama dua hari mulai 13 Juli hingga 14 Juli masih masa MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah) yang dilakukan secara daring. Untuk selanjutnya bagi siswa TK dan SD akan pembelajaran akan dilakukan luring. Pihak wali murid datang ke sekolah untuk mengambil tugas dari guru. Sedangkan siswa SMP dan SMA pembelajaran dengan sistem daring.
 
Jika nantinya sekolah terpaksa melakukan pembelajaran secara tatap muka, maka harus mendapatkan ijin dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Tulungagung dan persetujuan dari orang tua. Meskipun kegiatan pembelajaran melalui daring diharapkan anak-anak tetap semangat belajar agar tidak ketinggalan pelajaran yang baru.(ssi/had)
12 July 2020
 Gugus Tugas Kabupaten Kediri Masih Lakukan Tracing Peserta Persekutuan Doa Kaliombo
Radio ANDIKA - Tracing terhadap peserta persekutuan doa di Klinik El Shadai Jalan Mangga Kelurahan Kaliombo Kota Kediri hingga saat ini terus dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri. Hal ini dilakukan menyusul adanya dua warga Desa Putih Kecamatan Gampengrejo yang terpapar Corona setelah mengikuti kegiatan persekutuan doa itu.
 
dr. AHMAD KHOTIB, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, dua warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 asal Desa Putih Kecamatan Gampengrejo masing-masing laki-laki berusia 43 tahun dan perempuan berusia 41 tahun. Keduanya tinggal satu rumah dan masuk dalam data Gugus Tugas Kota Kediri ikut dalam kegiatan persekutuan doa di Kaliombo. Sedangkan satu tambahan pasien positif Covid-19 lainnya laki-laki berusia 35 tahun asal Desa Mranggen Kecamatan Purwoasri. Diketahui positif setelah perusahaan tempatnya bekerja di Kabupaten Pasuruan melakukan test swab dan hasilnya positif. Ketiga pasien tersebut saat ini masih melakukan isolasi mandiri di rumah karena kondisinya cukup baik.
 
dr.AHMAD KHOTIB menambahkan, belum dapat diketahui secara pasti berapa banyak warga Kabupaten Kediri yang ikut dalam kegiatan persekutuan doa tersebut. Koordinasi terus dilakukan bersama tim gugus tugas Kota Kediri untuk memastikan jumlah keseluruhan peserta yang hadir dalam kegiatan itu serta kontak eratnya. Tim gugus tugas kesulitan mendeteksi para peserta yang ikut kegiatan karena tidak ada data akurat yang dimiliki panitia pelaksana persekutuan doa.
 
Dalam kondisi seperti saat ini, Pemkab Kediri belum memberikan ijin dilaksanakannya kegiatan di tempat ibadah maupun pembukaan tempat wisata. Karena pandemi Covid-19 belum berlalu dan penularan masih terus terjadi setiap harinya. 
 
Pada perayaan Idul Adha mendatang belum ada penerbitan SOP khusus, tapi tetap diimbau masyarakat dan pelaksanaan Qurban menjalankan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.(eko/nis)
11 July 2020
Terus Bertambah, Total 14 Positif Corona dari Klaster Persekutuan Do'a Kaliombo Kota Kediri
Radio ANDIKA - Kasus positif corona dari klaster persekutuan doa di Kota Kediri kembali bertambah 4 orang. Sehingga kini total terdapat 14 orang jemaat terkonfirmasi positif Covid-19 setelah mengikuti acara persekutuan doa yang digelar di Klinik El Shadai, Jalan Mangga, Kelurahan Kaliombo. Kota Kediri, 19 Juni 2020 lalu.
 
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri, dr. FAUZAN ADIMA saat On Air di Radio ANDIKA menjelaskan, timnya terus melakukan tracing dari para jemaat yang mengikuti acara tersebut. Apalagi, menurut info yang diperoleh gugus tugas, persekutuan doa tersebut dihadiri sekitar 30 orang dengan menghadirkan pendeta dari Jakarta. Faktanya, dari hasil swab test yang dilakukan, 14 orang jemaat di antaranya terkonfirmasi positif corona. Artinya, saat ini masih ada sekitar 15 orang lainnya yang masih belum terdeteksi keberadaannya.
 
dr. FAUZAN ADIMA mengatakan, pihaknya cukup kesulitan mendeteksi seluruh jemaat yang hadir dalam persekutuan doa itu, karena acara tersebut digelar tanpa izin gugus tugas Covid-19 Kota Kediri. dr.FAUZAN meminta agar warga yang ikut dalam persekutuan doa tersebut untuk pro aktif menghubungi gugus tugas dan bersikap jujur agar mencegah makin meluasnya penyebaran Covid-19.
 
dr. FAUZAN ADIMA merinci, tambahan empat pasien positif Covid-19 hari ini dari klaster persekutuan doa, masing-masing seorang perempuan usia 58 tahun asal Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren. Dua pasien, yang merupakan suami istri asal Kelurahan Sukorame Kecamatan Mojoroto, serta satu pasien laki-laki asal Kelurahan Kaliombo, Kecamatan Kota, Kota Kediri. Keempat pasien tersebut rencananya akan segera dibawa ke Rumah Sakit Kilisuci Kota kediri untuk diisolasi. 
 
dr. FAUZAN ADIMA menambahkan apabila ada kegiatan yang menimbulkan kerumunan, masyarakat diharapakan kooperatif dengan melapor kepada gugus tugas. Masyarakat juga diimbau agar tetap mematuhi protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menerapkan physical distancing dan mencuci tangan dengan sabun. (nis/adr/aut)
11 July 2020
Warga Wonocatur Kediri Gantung Diri Karena Hutang
Radio ANDIKA - Diduga memiliki tagihan hutang, WIRA, 41 tahun, warga Desa Wonocatur Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Kanit Reskrim Polsek Gampengrejo Polres Kediri, AIPTU HADI SUYITNO, On Air di Radio ANDIKA mengatakan, WIRA ditemukan gantung diri diatas atap rumah sekitar jam 08.45 WIB tadi pagi. Sewaktu ditemukan, WIRA tergantung dengan posisi tali yang diikat di reng atau kayu penyangga genteng.
 
Kejadian berawal saat SULIS, istri WIRA sedang mencari keberadaan suaminya. WIRA hendak diajak mencari pasir di daerah Semampir Kota Kediri oleh SUDARMADI, kakak WIRA. Saat dicari, WIRA tidak ditemukan di dalam dan sekitar rumah. Kemudian, istri WIRA menyuruh SUDARMADI melihat ke atas atap genteng. Saat dicek, WIRA sudah ditemukan meninggal. Kejadian ini langsung dilaporkan ke Perangkat Desa setempat dan diteruskan ke Polsek Gampengrejo. 

Setelah jenazah dievakuasi, hasil pemeriksaan petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Dugaan dari pihak keluarga, WIRA mengakhiri hidupnya karena permasalahan hutang dan sakit ginjal. Keluarga juga menolak proses otopsi dan kejadian ini diterima sebagai musibah. Jenazah kemudian dimakamkan di desa Baye, Kayen Kidul, desa asal korban.(vin/rom/eva)
11 July 2020
Pemkab Trenggalek Buka 14 Destinasi Wisata
Radio ANDIKA - Sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Trenggalek mulai dibuka kembali. Total sebanyak 14 tempat wisata di Kabupaten Trenggalek secara resmi mulai dibuka dari 22 destinasi yang ada dengan konsep New Normal. Diantaranya Putri Maron, Wisata Tebing Linggo, Bukit Tunggangan, Kampung Toga, Desa Wisata Durensari, Pantai Mutiara, Hutan Mangrove, Gua Ngerit, Banyu Lumut, Pantai Prigi, Pantai Pasir Putih, Gua Lowo, Pantai Pelang, dan Hutan Kota Trenggalek.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Trenggalek, Drs. SUNYOTO M.Pd., saat On Air di Radio ANDIKA menjelaskan, destinasi wisata di Trenggalek sementara ini hanya boleh dikunjungi oleh wisatawan lokal Trenggalek. Warga luar kota Trenggalek harus bersabar terlebih dahulu. Saat ini Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Dinas Pariwisata Kabupaten Trenggalek sedang menyiapkan aplikasi online, yang nantinya bisa digunakan untuk pemesanan tiket sehingga petugas bisa melakukan pengecekan dari kota mana pengunjung berasal serta bagaimana status kesehatannya.

Wisatawan yang akan berkunjung harus dalam kondisi sehat. Wisatawan diwajibkan patuh dan menerapkan protokol kesehatan. Wisatawan harus menggunakan masker, menjaga jarak dan memakai hand sanitizer. Dinas Pariwisata Kabupaten Trenggalek menetapkan, jam operasional lokasi wisata di Trenggalek dibuka jam 08.00 - 16.00 WIB.(sha/rom)
11 July 2020
Ketagihan Game Online, Residivis Asal Macanbang Tulungagung Ditangkap Polisi
Radio ANDIKA - Seorang residivis kasus pencurian, SUPRIANTO, 30 tahun, asal Desa Macanbang Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung, diamankan polisi. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, SUPRIANTO mengaku nekat mencuri karena ketagihan memainkan game online. Uang hasil curiannya dipakai untuk membeli chipgame. 
 
Kapolsek Gondang Polres Tulungagung, AKP SISWANTO S.H, M.M, On Air di Radio ANDIKA mengatakan, SUPRIANTO ditangkap Unit Reskrim Polsek Gondang Polres Tulungagung di rumahnya, Rabu, 8 Juli 2020 sekitar jam 4 dinihari WIB. Saat penangkapan, Polisi mengamankan barang bukti berupa HP, Laptop dan beras. Selama Januari sampai akhir Juni 2020, SUPRIANTO mengaku telah mencuri di 13 lokasi di Desa Notorejo Kecamatan Gondang.
 
Sebelumnya, ZAINAL ANSORI, warga Desa Notorejo Kecamatan Gondang, Tulungagung lapor ke Polsek Gondang setelah menjadi korban pencurian. Pencurian dilakukan 27 Juni 2020 lalu, sekitar jam 2 dinihari WIB di rumah ZAINAL. Saat itu, SUPRIANTO mencuri HP ZAINAL yang sedang charge di depan TV dan HP anak ZAINAL di dalam kamar. Lalu, kasus pencurian ini dilaporkan ke Polsek Gondang. 
 
AKP SISWANTO menambahkan, SUPRIANTO merupakan residivis kasus pencurian gabah di tahun 2015 lalu. Saat ini pelaku ditahan di Mapolsek Gondang dan terancam Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.(eva/aut)
11 July 2020
Tertular Virus Corona Dari Pasien, Dokter di Blitar Meninggal Dunia
Radio ANDIKA - Seorang dokter, laki-laki, 51 tahun, warga Babadan, Wlingi, Blitar, terkonfirmasi positif Covid-19, meninggal dunia Jumat kemarin. Dokter tersebut dinyatakan positif Covid-19 pada 29 Juni lalu, tertular saat merawat pasien di klinik pribadinya. 

KRISNA YEKTI, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, pasien dokter ini mempunyai riwayat perjalanan dari Surabaya. Saat dirawat selama 4 hari di kliniknya, pasien mengeluh sesak nafas dan tidak kunjung sembuh. Sampai akhirnya dirujuk ke RSUD Ngudi Waluyo, Blitar. Tidak lama setelah dirawat, pasien dinyatakan positif Covid-19 dan meninggal dunia. Dari hasil tracing, selain menularkan virus corona ke dokter tersebut, pasien juga menularkan ke tiga anaknya. 

Saat menjalani perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Malang, dokter tersebut mengeluhkan demam dan sesak nafas. Tetapi tidak mempunyai penyakit penyerta. Saat dilakukan test swab, dokter dinyatakan positif Covid-19. Gugus Tugas juga melakukan tracing kepada keluarga dokter tersebut. Hasilnya, istri, anak, dan asisten rumah tangganya juga positif Covid-19. Saat ini, ketiganya menjalani isolasi di RS Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. (vin/had/aut)
11 July 2020
Calon Penumpang Kereta Api Wajib Bawa Surat Sehat Bebas Covid-19
Radio ANDIKA - Bagi calon penumpang kereta api lokal maupun jarak jauh harus memenuhi syarat dalam protokol kesehatan Covid-19. Salah satunya membawa surat keterangan sehat bebas Covid-19.
 
Manager Daops 7 Madiun, IXFAN HENDRIWINTOKO, saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, surat sehat bebas Covid-19 bisa berupa hasil rapid atau swab test yang berlaku selama 14 hari. Jika di daerah calon penumpang tidak ada pelayanan rapid atau swab test, maka bisa menggunakan surat keterangan sehat bebas flu dari Puskesmas atau Rumah Sakit Umum terdekat.
 
Bagi calon penumpang diharapkan memesan tiket melalui aplikasi yang sudah disediakan. Dengan harapan supaya tidak antri di loket stasiun. Secara umum, setiap calon penumpang kereta api diharuskan dalam kondisi sehat, suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat, wajib menggunakan masker, menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket, dan menjaga jarak.
 
Selain itu, khusus bagi calon penumpang yang akan bepergian dari dan menuju Provinsi DKI Jakarta, diharuskan memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta. Sejauh ini dalam menuju tahapan new normal, PT KAI mulai meningkatkan volume penumpang sekitar 70% dari yang sebelumnya hanya 50%. (vin/eva)
Page 2 of 883      < 1 2 3 4 >  Last ›