Berita- Info ANDIKA

09 August 2017
Mendagri pastikan selain HTI ada ormas lain yang akan dibubarkan Pemerintah terus mengkaji kegiatan sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) yang diduga anti-Pancasila. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo belum mau menyebutkan sejumlah ormas tersebut.
 
"Setelah HTI ada juga (Ormas anti-Pancasila). Pasti diumumkan," kata Tjahjo di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jalan Medan Merdeka Utara Nomor 7, Jakarta Pusat, Rabu (9/8).
 
Pekan lalu, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Hamonangan Laoly mengaku belum mendapat laporan adanya ormas lain yang bertentangan dengan Pancasila selain Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
 
"Belum, belum (ada laporan)," kata Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan.
 
Sementara kepolisian sudah menemukan ada indikasi ormas-ormas antiPancasila. Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Kombes Martinus Sitompul mengatakan Polri terus memantau setiap kegiatan ormas tersebut.
 
"Ada sekitar 2 atau 3 lagi ormas (yang dinilai anti-Pancasila)," ucap Martinus.(merdeka-ink)

09 August 2017
Pemerintah Didesak Segera Evaluasi Kebijakan Bebas Visa Terkait semakin maraknya kejahatan, bahkan penyalahgunaan visa yang dilakukan oleh warga negara asing khususnya dari Tiongkok, Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani mendesak pemerintah dalam hal ini Kementerian Luar Negeri RI agar meninjau kembali kebijakan bebas visa khususnya warga negara China. Hal ini untuk menjaga kedaulatan dan keamanan bangsa Indonesia.

Ditemui usai pertemuan dengan Kakanwil Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Maluku, ia mengatakan saat ini banyak penyalahgunaan izin berkunjung yang dilakukan oleh warga negara asing, hal ini karena kebijakan bebas visa.
“Negara tidak dapat melakukan pengawasan dengan maksimal terhadap warga negra asing yang berkunjung ke Indonesia,” katanya di Maluku, Senin (7/8/2017).
 
Lebih lanjut, Politikus PPP ini menegaskan kebijakan bebas visa ini bertujuan untuk menambah devisa negara melalui kunjungan wisatawan namun ternyata kebijakan ini justru membuat keamanan dan kenyamanan negara terganggu. Untuk itu, ia mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi terhadap kebijakan bebas visa ini.
 
Terkait kunjungan kerja Komisi III DPR RI ke Provinsi Maluku, menurutnya di sini kasus orang asing yang datang lebih banyak nelayan negara asing yang melakukan illegal fishing dan menetap di Maluku.
 
“Adanya penyalahgunaan izin berkunjung ini jelas sekali memberikan penegasan bahwa ada yang perlu kita evaluasi dari kebijakan bebas visa yang kita berikan, alih-alih untuk pemasukan devisa dari pariwisata, ternyata tidak ada kenaikan yang signifikan. Justru kerugian yang kita lihat dari banyknya kejahatn yang melibatkan warga negara asing yang sedang berkunjung  ke negara kita,” paparnya.
 
Ia mengatakan, seharusnya masyarakat Indonesia juga mendapatkan hak dan perlakuan yang sama ketika berkunjung ke negara lain, namun saat ini masih banyak warga negara Indonesia yang mengalami kesulitan untuk berkunjung ke luar negeri, padahal pemerintah Indonesia begitu bebasnya membuka kunjungan  kewarga negara asing.
 
Dengan banyaknya kejadian penyalahgunaan izin, bahkan banyak warga negara asing yang melakukan kejahatan, ini jadi momentum untuk menijau kembali kebijakan bebas visa, hal ini akan membuat warga negara Indonesia terlindungi dengan baik.
 
“Jadi saya kira penting sekali, apalagi ditemukan puluhan warga negara asing asal China melakukan kejahatan cyber, ini menjadi pelajaran penting bagi kita supya pemerintah segera meninjau dan mengevalusi kebijakan benas visa tersebut, untuk melindungi warga negara Indonesia,” pungkasnnya.(jpnn-ink)
 

09 August 2017
11 Ribu TKI Daftar BPJS Ketenagakerjaan Kementerian Tenaga Kerja telah mewajibkan TKI yang bekerja di luar negeri untuk ikut kepesertaan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Kewajiban ini resmi berlaku sejak 1 Agustus lalu. 

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, sejak diresmikan hingga kini tercatat sekitar 11 ribuan TKI yang sudah mendaftar kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Agus pun menyambut baik keikutsertaan masyarakat. 

"Selama enam hari dibuka pendaftaran yakni dari tanggal 1 Agustus 2017, jumlah TKI yang mendaftar BPJS Ketenagakerjaan mencapai 11.100 orang," kata Agus ditemui usai acara Gebyar Pemberdayaan Disabilitas di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (8/8). 

Menurutnya, jumlah ini terbilang cukup tinggi. Karenanya, pihaknya pun membuka pendaftaran kepesertaan selama 24 jam dengan salah satunya menggunakan sistem online untuk memenuhi pelayanan masyarakat yang ingin mendaftar. 

Agus menilai, pentingnya jaminan ketenagakerjaan ini ialah mengcover TKI dari kecelakaan kerja dan kematian. Sehingga aturan yang mewajibkan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan akan memberikan manfaat besar bagi para TKI. 

Ia menargetkan sesegera mungkin seluruh TKI bisa tercover. Baik yang baru akan berangkat ataupun TKI yang akak memperpanjang kontrak. Karena TKI yang sudah ada di luar negeri masih ditanggung asuransi saat pendaftaran sebelumnya.

BPJS Ketenagakerjaan, kata dia, siap menerima pendaftaran kepesertaan TKI kapanpun karena sistem pendaftarannya sudah menggunakan sistem online. "Sekarang sudah dilakukan pendaftarannya secara online secara real time dan sistem pembayaran kita sudah terhubungan dengan bank-bank nasional dan termasuk dengan bank di negara penempatan TKI," kata dia. 

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menyambut baik TKI yang segera merespon kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat. Hanif mengatakan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi agar seluruh TKI bisa melaksanakan kewajibannya.

"Kemmenterian dan BPJS Ketenagakerjaan terus menggenjot melalui berbagai program sosialisasi lah. Baik kepada calon TKI, TKI, BPJTKI, dan seluruh stakeholder," kata Hanif.

Menurutnya, setelah aturan dikeluarkan tidak ada penolakan yang disampaikan para TKI. Ia berharap, dalam pelaksanaannya dapat mengakomodir dengan baik kebutuhan para TKI.(republika-ink)

09 August 2017
Real Madrid Kampiun Piala Super Eropa Mengalahkan Man United, Cristiano Ronaldo Hanya Jadi Cameo Real Madrid lagi-lagi sukses memenangi trofi bergengsi. Yang teranyar, armada Zinedine Zidane sukses menggondol trofi Piala Super Eropa 2017, usai mengalahkan Manchester United dengan skor 2-1 di Philip II Arena, Skopje, Makedonia, Rabu(9/8/2017) dini hari WIB.

Sepasang gol Madrid diciptakan Casemiro di babak pertama, dan Isco Alarcon di awal babak kedua. Sementara Man United asuhan Jose Mourinho hanya bisa menciptakan gol konsolasi via bomber Romelu Lukaku.

Yang menarik, Zidane tidak memainkan megabintangnya, Cristiano Ronaldo, sejak menit awal. CR7 memang absen di masa pramusim Madrid, lantaran mendapat jatah libur ekstra usai memperkuat Timnas Portugal di Piala Konfederasi 2017. Ya, Ronaldo baru beberapa hari terakhir ini berlatih bersama skuad Madrid.

Dengan pertimbangan kebugaran yang belum 100%, Zizou -sapaan akrab Zidane- pun menyimpan Ronaldo sampai menit 83! Karena melihat Man United mulai habis-habisan untuk menyamakan kedudukan saat skor 2-1 untuk keunggulan Madrid, sang entrenador pun menurunkan attacker berusia 32 tahun itu untuk menggantikan Karim Benzema.
 
Praktis Ronaldo pun hanya tampil selama 14 menit melawan Man United, yang merupakan mantan klubnya. Well, meski hanya tampil sebagai cameo dan belum fit 100%, Ronaldo sukses beberapa kali mengancam pertahanan Setan Merah.

Di masa injury time laga, penetrasinya harus dijegal Antonio Valencia, tak jauh di depan kotak penalti Man United. Sayang, tak seperti biasanya, free-kick CR7 kali ini jauh dari sasaran dan tidak jadi ancaman serius bagi David De Gea.(okezone-ink)
 

09 August 2017
75 Perguruan Tinggi Ditargetkan Terakreditas A Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan meskipun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional terlampaui, Kementeriannya menargetkan 75 perguruan tinggi bisa memperoleh Akreditasi A pada 2017. "Ada 4.530 perguruan tinggi di Indonesia dan baru 54 memperoleh Akreditasi A. Target saya jika sesuai RPJMN sudah tercapai, mau saya bisa 75 yang dapat Akreditasi A," kata Menristekdikti Nasir dalam rangkaian kegiatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2017 di Makassar, Rabu (9/8).

Keinginannya mendorong semakin banyak universitas terakreditasi A agar bisa segera membawa perguruan tinggi Indonesia masuk peringkat 500 besar dunia. "Targetnya lima perguruan tinggi masuk daftar 500 besar dunia di 2019. Nanti di 2018, Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bandung bisa masuk 250 besar, Universitas Gadjah Mada bisa masuk 300 besar, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Airlangga bisa masuk 500 besar," ujarnya.

Ia meminta Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) untuk terus mendampingi perguruan tinggi meningkatkan akreditasinya. "Saya harap para rektor dan wakil rektor juga berpartisipasi, karena kita mau daya saing bangsa meningkat. Termasuk berpartisipasi dalam memperoleh akreditasi internasional untuk program studinya," lanjutnya.

Kerja sama Ditjen Belmawa dengan lembaga-lembaga akreditasi internasional juga penting sebagai usaha memajukan perguruan tingginya agar diakui negara lain. Syarat yang harus dipenuhi kaitan untuk memperoleh akreditasi internasional juga harus dipenuhi, seperti memperbanyak mobilitas staf pengajar atau profesor luar bekerja sama dengan perguruan tinggi dalam negeri.

"Mereka paling tidak tinggal di sini satu hingga dua tahun di Indonesia. Kita perlu benahi regulasinya, kita ingin lulusan perguruan tinggi tidak hanya sekadar lulus tapi terserap oleh pasar dalam negeri maupun luar negeri," ujar Nasir.

Sejauh ini, baru lima universitas yang memiliki program studi terakreditasi internasional, tiga dipegang perguruan tinggi negeri (PTN) dan dua perguruan tinggi swasta (PTS).

Oleh karena itu, menurut Dirjen Belmawa Intan Ahmad, seminar dan loka karya internasional dengan badan akreditasi asing seperti yang dilakukan dalam rangkaian Hakteknas ke-22 ini menjadi salah satu cara memperkenalkan kepada PTN dan PTS dí Indonesia pentingnya memiliki program studi terakreditasi internasional.

International Seminar and Workshop on Strengthening The Outcomes-Based Internal Quality Assurance System di Makassar, menurut dia, sengaja menghadirkan beberapa pembicara dari lembaga akreditasi maupun universitas asing. Hal itu, menjadi tempat bertukar pengalaman dalam memperoleh akreditasi internasional.

Beberapa pembicara, antara lain Manager Quality Assurance Strategy at The New Zealand Qualification Authority (NZQA) Prof Eve McMahon, Australian Univeristy Quality Agency (AUQA) Prof Karen Treloar, Murdoch University Prof Lyn Karstadt, ahli dari AUN-QA Dr Jhonson Ong Che Bin, dan De LA Salle University Philippines Prof Dr Raymund Sison. Narasumber dalam negeri berasal dari Badan Akreditasi Nasional (BAN-PT), Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PT KES), Universitas Islam Indonesia (UII), dan Universitas Bina Nusantara (Binus).(republika-ink)

09 August 2017
Jokowi: Jadikan Kritik Masyarakat Bahan Reformasi Birokrasi Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengukuhkan Pamong Praja Muda di Kampu IPDN, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat. Jokowi ingin para pamong menjadi pelayan yang tidak antikritik.

"Jadikan kritik masyarakat sebagai bahan untuk perbaikan, sebagai bahan untuk melaksanakan reformasi birokrasi di lingkungan saudara-saudara nantinya bertugas," ujar Jokowi, Selasa (8/8/2017).

Posisi Indonesia semakin baik di mata dunia. Peringkat kemudahan usaha di Indonesia naik ke peringkat 91. Pada sisi lain, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah juga menempati peringkat pertama.

Data ini diperoleh dari survei Gallup International, hingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia yang mencapai kategori high human development untuk pertama kalinya dalam sejarah.

"Itu semua jangan hanya saudara-saudara pertahankan, tetapi harus kita tingkatkan, harus kita majukan, harus kita kembangkan dengan baik," imbuh dia.

Jokowi juga mengalungkan Kartika Pradnya Utama, memasang pangkat dan menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Lulusan Terbaik Program Sarjana (S-1) Yegi Wirianto Pratama.

Selanjutnya, Jokowi mengalungkan Kartika Astha Brata, memasangkan pangkat dan penyerahan Piagam Penghargaan kepada Lulusan Terbaik Program Diploma IV Rahmi Hayati.

Hadir mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Rektor IPDN Ermaya Suradinata.(liputan6-ink)
 

08 August 2017
Jokowi: Gak Usah Takut, Saya Bukan Diktator Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menyampaikan bahwa dirinya bukan seorang pemimpin yang diktator. Hal ini disampaikan Jokowi saat memberikan kuis kepada salah satu peserta dalam peresmian Pasanggiri Nasional serta Kejuaraan Nasional tingkat remaja Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD di Ponpes Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, Selasa (8/8).

Saat itu, Jokowi meminta salah satu peserta yang bernama Gladis untuk maju lebih dekat dengan dirinya. Saat itu pula, sang Presiden meminta agar Gladis tak takut kepadanya lantaran dirinya bukan seorang pemimpin yang diktator.
"Gak usah takut, Presidennya gak diktator kok," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, akhir-akhir ini di media sosial tak sedikit kalangan yang menyebut dirinya seorang pemimpin yang otoriter. Karena itu, ia menegaskan bahwa dirinya bukanlah sosok yang otoriter.

"Sekarang di Sosmed kan banyak yang menyampaikan bahwa Presiden Jokowi itu otoriter. Masa wajah saya kaya gini wajah diktator," ujarnya.

Banyak menuding pemerintah menjadi seorang diktator setelah terbitnya Perppu Ormas yang kemudian disusul pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Kesan Jokowi seorang yang diktator semakin terlihat setelah pengesahan UU Pemilu yang mengatur Presidential Threshold (PT) sebesar 20 dan 25 persen.

Dengan jumlah tersebut, dinilai berbagai kalangan menjadi syarat yang berat bagi munculnya figur capres yang dapat bersaing dengan Jokowi.(republika-ink)
 

08 August 2017
Jalani Tes Pasca-Balapan di Brno, Rossi: Saya Suka Fairing Baru Yamaha Para pembalap MotoGP telah menyelesaikan Grand Prix (GP) Ceko 2017 yang digelar di Sirkuit Brno pada Minggu 6 Agustus 2017. Namun, para rider andal kembali menjajal sirkuit sepanjang 5,4 km itu untuk melakoni tes pasca-balapan.

Dalam tes post-race itu, pembalap kawakan asal Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, berhasil mendulang torehan mentereng. Saat menjalani tes pada Senin 7 Agustus 2017, Rossi sukses mencatatkan waktu terbaik dan berada di posisi pertama.
 
Rider asal Italia itu melakukan 52 lap dengan catatan waktu lap tercepat adalah 1 menit 55,162 detik. Rossi pun mengaku sangat senang terhadap hasil positif yang didapatnya di tes pasca-balapan. Ia menegaskan ia bisa kompetitif di segala kondisi.
 
“Saya sangat puas dengan tes ini karena dilakukan setelah akhir pekan di mana saya kompetitif dalam semua kondisi. Saya senang bisa menyelesaikan tes di urutan pertama, sudah lama sejak terakhir saya meraih ini!” ucap Rossi semringah, seperti dikutip dari laman resmi MotoGP, Selasa (8/8/2017).

Lebih lanjut, pembalap berjuluk The Doctor itu mengatakan rekornya tidak penting, ia merasa hasil tes yang didapat jauh lebih penting. Rossi pun merasa fairing baru motornya sangat hebat dan bisa digunakan dalam beberapa race berikutnya.
 
 “(Rekor posisi pertama di tes) tidak begitu penting, yang penting tesnya itu sendiri, tapi saya puas bisa berada di posisi puncak. Saya juga sukafairing baru motor, itu terlihat hebat! Mungkin kami akan menggunakannya di beberapa balapan,” tandas rider berusia 38 tahun itu.(okezone-ink)

08 August 2017
Kepala BNPT sebut 1.200 orang sudah ditangkap karena terorisme Data yang dimiliki Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan, sekitar 1.200 orang sudah ditangkap karena terkait kasus terorisme. Kehadiran dan kemajuan teknologi informasi juga memicu tumbuhnya benih terorisme. Teknologi turut berperan membentuk pola baru dalam dunia terorisme yaitu belajar di dunia maya.

Hal itu disampaikan Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius saat pembukaan Pelatihan Duta Damai Dunia Maya 2017 yang dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Kapolda Sumbar Irjen Fakhrizal, Wali Kota Padang Mahyeldi, semalam.
Saat ini tidak ada satu pun provinsi, kota dan kabupaten yang steril dari terorisme. Paham itu bisa masuk lewat mana saja.

Suhardi mengingatkan, selama ini anak muda yang masih labil dan mencari jati diri menjadi target pencucian otak dan pemikiran. "Anak muda tersebut kemudian diprovokasi dengan ajaran yang tidak sesuai dan itu mudah sekali," ujarnya seperti dilansir Antara.

Anak muda yang tidak memiliki kematangan yang cukup dalam mengelola kejiwaan, akan mudah dipengaruhi. Untuk menjadi radikal tidak bisa serta merta karena ada tahapan yang dilalui.

Suhardi mengingatkan, semua pihak punya tugas dan tanggung jawab melakukan langkah-langkah pencegahan. Karena itu perlu diketahui tanda-tanda jika anak muda mulai mencurigakan perilakunya.

"Cirinya suka menyendiri, suka membuat kelompok eksklusif yang tidak boleh dimasuki orang lain maka keluarga harus ambil alih," terangnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno berharap sistem budaya dan kekerabatan bisa meminimalisir kemungkinan anak muda terpengaruh paham radikal.

"Kalau ada yang aneh di Sumbar pasti ketahuan, jadi susah di Sumbar, kalau di luar beda tidak ada yang mengawasi," katanya.(merdeka-ink)

08 August 2017
Jaga perdamaian, Indonesia dan AS sepakat perangi ISIS Indonesia dan Amerika Serikat (AS) bersama-sama membangun komitmen untuk terus menjaga perdamaian di kawasan Asia Pasifik. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto usai menerima kunjungan kehormatan Panglima Armada Amerika Serikat untuk Asia Pasifik Laksamana Harry B Harris di Kantor Kemenko Polhukam.

"Kunjungan Laksamana Harry ke Indonesia merupakan satu kelanjutan hubungan baik Indonesia dengan penjaga Pasifik yang ada di Hawai. Perbincangan kami menyangkut masalah bagaimana tanggung jawab bersama untuk memelihara perdamaian kawasan," kata Wiranto seperti dilansir Antara, Selasa (8/8).

Mantan Panglima TNI menjelaskan pertemuan tersebut juga membahas tentang kolaborasi yang sudah dibina antara AS dengan Indonesia, terutama di bidang militer, yang ternyata sudah mencapai 200 kerja sama.

"Kerja sama ini merupakan satu kegiatan yang akan terus-menerus dilakukan dari tahun ke tahun. Misalnya untuk urusan terorisme. Presiden Joko Widodo dan Presiden Donald Trump sudah bicara banyak mengenai bagaimana kedua negara bersama-sama melawan terorisme," tuturnya.

Indonesia dan AS, kata Menko Polhukam, telah sepakat bahwa musuh bersama yang sekarang sedang dihadapi dunia adalah ISIS.

"Oleh karena itu, perbincangan dengan Laksamana Harry tadi juga menyangkut masalah bagaimana AS turut memiliki kepentingan melakukan pengamanan kawasan yang juga difokuskan untuk mengatasi pembangunan basis baru ISIS di kawasan Asia Tenggara," ungkap dia.

Wiranto juga mengatakan Indonesia saat ini mempunyai konsep agar negara-negara yang bertikai di Laut Cina Selatan tidak melakukan provokasi-provokasi yang mengundang konflik lebih luas.

"Itu kebijakan pemerintah Indonesia dan saya kira AS juga tidak akan menghendaki adanya konflik di kawasan Asia Pasifik," tuturnya.

Pertemuan tersebut, ungkap Wiranto, juga sempat membahas masalah Korea Utara, di mana Indonesia dan AS, sama-sama berharap aksi provokasi dari Korut perlu disadarkan karena bisa memancing bahaya baru bagi dunia.

"Kita sepakat untuk menghentikan provokasi itu. Intinya kita bicara soal bagaimana menjaga perdamaian dunia sesuai amanat Undang-Undang Dasar kita yang keempat yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia. Dunia tertib bagus, dunia tidak tertib akan menimbulkan satu ancaman bagi umat manusia," kata dia kemudian.(merdeka-ink)

Page 2 of 750      < 1 2 3 4 >  Last ›