Berita- Info ANDIKA

21 September 2020
Rapid Test Massal Pengunjung Warung Kopi di Doko Ngasem, Hasilnya 30 Orang Reaktif
Radio ANDIKA – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri melakukan rapid test massal pada pemilik dan pengunjung warung kopi di Doko, Ngasem, Kediri. Rapid test ini merupakan upaya tracing petugas setelah ditemukannya satu warga desa setempat yang terkonfirmasi positif Covid-19. Diketahui, selama ini pasien tersebut hobi nongkrong di warung kopi.
 
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, dr. AHMAD KHOTIB saat On Air di Radio ANDIKA menjelaskan dari 68 orang yang diperiksa, 30 orang di antaranya dinyatakan reaktif rapid antigen. Mereka berasal dari usia yang beragam, mulai dari remaja hingga dewasa. Saat ini, mereka menjalani isolasi di Wisma Atlet, Pare. 
 
Sebelumnya, dua minggu yang lalu, seorang perempuan usia 44 tahun warga Doko, Ngasem terkonfirmasi positif Covid-19. Diduga, dia terpapar virus corona setelah melakukan perjalanan dari Lamongan. Dari hasil tracing, diketahui suaminya ternyata juga positif Covid-19. Selama ini sang suami diketahui sering mengunjungi warung kopi di Jalan Kyai Doko, Desa Doko Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Sehingga, tracing juga dilakukan kepada seluruh warga yang biasanya ke warung kopi tersebut.
 
Pemeriksaan menggunakan rapid antigen dan dilaksanakan di Puskesmas Ngasem. Hasilnya, dari 68 orang yang dites, 30 orang dinyatakan reaktif. Selanjutnya, ke-30 orang tersebut akan ditindaklanjuti dengan swab test untuk memastikan kondisinya. Sesuai jadwal, swab test akan dilakukan mulai pekan depan. Jika nantinya hasil swabnya dinyatakan positif, maka akan dilakukan tracing lebih luas ke masing-masing keluarga pasien. 
 
dr. AHMAD KHOTIB menambahkan masyarakat diharapkan semakin patuh pada protokol kesehatan, terlebih saat beraktivitas di luar rumah. Karena, virus corona bisa menyasar siapa saja, dimana saja dan kapan saja. (nis/adr)
21 September 2020
Menteri Agama Fachrul Razi Positif Covid-19
Radio ANDIKA - Menteri Agama FACHRUL RAZI dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.  Saat ini Ia tengah menjalani perawatan medis untuk penyembuhan.

Saat On Air, Jurnalis Radio ANDIKA di Jakarta, SAMSUL HADI mengatakan Juru bicara Kementerian Agama, OMAN FATHURRAHMAN mengungkapkan Menteri Agama dikonfirmasi positif Covid-19 sejak tanggal 17 September lalu. Tanpa menyebut nama rumah sakit, OMAN menambahkan, Menteri Agama saat ini dalam kondisi baik di bawah pengawasan dan perawatan tim medis.

OMAN menambahkan, selama Menteri Agama dirawat, tugas-tugasya akan diambil alih oleh Wakil Menteri Agama. Di tengah perawatan Menteri Agama juga disebutnya telah berkoordinasi dengan jajaran pejabat Eselon I, meminta agar pelayanan ke masyarakat tetap dijalankan dengan baik. Belum diketahui secara pasti di mana dan kapan Menteri Agama terpapar virus Corona hingga dinyatakan positif Covid-19, mengingat sistem kerja di Kementerian Agama sudah memberlakukan WFH dengan pembatasan jumlah staf yang hadir di kantor.

Sementara sebagai imbas atas positifnya Menteri Agama, Kementerian Agama langsung melakukan berbagai langkah antisipatif, di antaranya sterilisasi gedung dan tracing atau penelusuran terhadap pejabat, staf, maupun tamu yang sempat bersinggungan langsung dengan Menteri Agama. (shk/nis)

21 September 2020
Mendikbud Nadiem Bantah Mapel Sejarah Dihapus
Radio ANDIKA  - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, NADIEM MAKARIM, membantah pihaknya akan menghapus mata pelajaran sejarah untuk jenjang pendidikan SMA dan SMK. Isu ini sebelumnya sempat viral dan menjadi polemik di masyarakat.

SAMSUL HADI, Jurnalis Radio ANDIKA di Jakarta melaporkan lewat video yang diunggah di akun instagram pribadinya, NADIEM mengaku terkejut dengan cepatnya sebuah informasi yang tidak benar beredar. Dalam pernyataannya NADIEM mengaku sama sekali tidak memiliki rencana menghapus mata pelajaran sejarah. Terkait beredarnya itu, Ia menyebut bermula dari pengkajian di internal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang gagasan penyederhanaan kurikulum di masa pandemi Covid-19.  Akan tetapi NADIEM tidak menyesalkan munculnya polemik di masyarakat atas isu tersebut. Polemik itu dianggapnya sebagai hal positif untuk menguji sebuah gagasan di masyarakat.

Untuk meyakinkan bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak akan menghapus mata pelajaran sejarah, NADIEM menjadikan dirinya sendiri sebagai contoh. Dikatakan oleh NADIEM kakeknya seorang pejuang, sementara ayah dan ibunya aktifis yang banyak berkiprah di pembelaan Hak Asasi Manusia, yang kisahnya tidak akan lagi diketahui generasi penerus jika mata pelajaran sejarah dihapus. (shk/stm)
 
21 September 2020
Pemerintah Kota Kediri, Seriusi Penanganan Covid-19, dengan Penyemprotan Disinfektan Secara Rutin
Radio ANDIKA - Sebagai bentuk penanganan serius terhadap covid 19 di Kota Kediri, Pemerintah Kota Kediri, selalu melakukan penyemprotan disinfektan ke seluruh wilayah di Kota Kediri secara bergiliran. Selain melakukan penyemprotan, Pemerintah Kota Kediri juga terus menghimbau pada masyarakat, agar tidak abai dalam menggunakan masker, dan selalu mematuhi protokol kesehatan.
 
Pemerintah Kota Kediri bekerjasama dengan Polres Kediri Kota, TNI, BPBD, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kota Kediri, untuk selalu melakukan langkah cepat, guna menekan persebaran virus corona covid 19 di Kota Kediri, dengan selalu melakukan sosialisasi pada masyarakat terkait protokol kesehatan. 
 
Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BPBD Kota Kediri, ADI SUTRISNO mengatakan, pihaknya tidak segan-segan pada masyarakat yang abai dalam menerapkan protokol kesehatan, untuk diberikan sangsi. Sangsi tersebut diberikan, agar masyarakat Kota Kediri patuh pada protokol kesehatan, sesuai dengan Perwali No 32 Tahun 2020 tentang penerapan protokol kesehatan.(atc/had)
21 September 2020
Mobil Tabrak Truk di Tol Surabaya-Mojokerto, Tiga Orang Meninggal Dunia
Radio ANDIKA – Mobil Toyota Innova menabrak truk tronton di KM 727.600/A Tol Surabaya-Mojokerto. Kecelakaan yang terjadi sekitar jam 04.02 WIB pagi tadi mengakibatkan tiga penumpang mobil Toyota Innova meninggal dunia di lokasi kejadian. Kecelakaan diduga karena sopir mobil Toyota Innova mengantuk dan tidak konsentrasi sehingga menabrak truk tronton di depannya.

Petugas Senkom Tol Surabaya-Mojokerto, DIMAS NANDA RISDIAWAN ketika On Air di Radio ANDIKA mengatakan, kecelakaan bermula ketika ANDI PRIHANTO, warga Jalan Mustika Baru Surabaya mengemudikan mobil Toyota Innova Nopol L 1587 JC melaju di jalur lambat dengan kecepatan sekitar 120 km/jam. Sementara di depannya melaju truk tronton bermuatan kayu yang dikemudikan YOGI HADI, warga Jabon Utara Kecamatan Banyakan, Kediri.

Diduga ANDI PRIHANTO mengantuk saat mengemudikan mobil Toyota Innova sehingga kehilangan konsentrasi. Mobil berwarna putih ini kemudian menabrak bak belakang truk tronton bagian kanan. Setelah menabrak, mobil Toyota Innova langsung terpental ke kanan, menabrak median beton jalan bagian tengah hingga berputar arah.

Kecelakaan mengakibatkan ANDI PRIHANTO, pengemudi mobil Toyota Innova mengalami luka di bagian dahi. Sementara tiga penumpang, meninggal dunia di lokasi kejadian. Ketiga penumpang Toyota Innova atas nama AGUS ROCHMAT dan AFIF BAGUS SETIYAWAN. Keduanya warga Tegal. Serta SELAMET,  warga Pekalongan Jawa Tengah. Semua korban dibawa ke Rumah Sakit Anwar Medika Sidoarjo.(had/stm)
21 September 2020
Kegiatan Berskala Kecil, Bisa Sebabkan Klaster Baru Penyebaran Covid-19
Radio ANDIKA - Kegiatan masyarakat dalam skala kecil tetap bisa menyebabkan klaster baru penularan  Covid-19. Kegiatan yang bersifat berkerumun atau berkumpul hanya boleh dilakukan pada zona tertentu dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Saat ON AIR di Radio ANDIKA, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar, KRISNA YEKTI mengatakan, kegiatan apapun yang sifatnya mengumpulkan orang masih dilarang, apalagi di zona merah penyebaran Covid-19. Sementara itu, kegiatan berskala kecil boleh dilakukan di daerah yang sudah masuk kategori zona orange, dengan peserta sebanyak 25 persen. Di zona kuning, acara hanya boleh dihadiri 50 persen tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Meski diperbolehkan, lokasi  acara harus luas, karena antar pengunjung atau peserta harus jaga jarak sekitar 1 meter. Panitia juga harus menyediakan tempat cuci tangan dan memakai masker. Kalau tidak memenuhi syarat tersebut, maka kegiatan tetap dilarang meski di zona kuning.

Sebenarnya pemerintah melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 bersama tim gabungan dari Dinas Kesehatan, Polri, TNI terus gencar melakukan sosialisasi memperketat protokol kesehatan. Salah satu dengan menggelar Operasi Yustisi. Gugus Tugas juga menjemput pasien positif Covid-19 dari klaster keluarga. KRISNA YEKTI mengingatkan, kalau masyarakat masih mengabaikan protokol kesehatan dan kurang sadar, maka bisa memunculkan klaster baru penularan Covid-19.(ssi/rom)
 
21 September 2020
Rentan Menjadi Lokasi Penularan Covid-19, Wisata Kabupaten Kediri Belum Dibuka
 
Radio ANDIKA - Rentan menjadi lokasi penularan Covid-19, wisata Kabupaten Kediri belum dibuka. Meskipun di wilayah lain sejumlah destinasi wisata sudah mulai operasional, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri masih belum berniat membuka destinasi wisata yang dikelola pemerintah daerah. Hal ini sesuai dengan Peraturan Bupati Kediri nomor 44 tahun 2020 tentang penutupan sementara objek wisata di Kabupaten Kediri.
 
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Ir. ADI SUWIGNYO, M.Si., On Air di Radio ANDIKA mengatakan, dengan berbagai pertimbangan, sampai sekarang obyek wisata belum bisa dibuka. Pemkab Kediri tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan pembukaan tempat wisata. Sebab, Kabupaten Kediri saat ini masih zona orange. Sehingga masih difokuskan dalam penanganan covid-19. 
 
Saat ini Dinas Pariwisata Kabupaten Kediri terus melakukan simulasi, agar ketika nanti tempat wisata mulai dibuka kembali benar-benar aman untuk wisatawan. Meskipun hampir tujuh bulan destinasi wisata di Kabupaten Kediri tidak dibuka, pengelola terus melakukan perbaikan dan pemeliharaan fasilitas wisata.(sha/had)
 
20 September 2020
Pengamat Kebijakan Publik : Pemotongan Pajak Pembelian Mobil baru Hingga Nol Persen, Angkat Perekonomian Negara
Radio ANDIKA - Wacana untuk memotong pajak pembelian mobil baru hingga nol persen, bisa mempengaruhi perekonomian negara, di tengah pandemi covid 19. Publik tampak antusias dengan kebijakan tersebut, berharap harga mobil bisa turun dan jauh lebih murah dari harga saat ini. 
 
Setiap kebijakan Pemerintah, selalu ada dampak positif dan negatif. Hal itu, akan selalu dipilih oleh Pemerintah, dalam  menyelamatkan perekonomian negara, di saat pandemi covid 19. Pengurangan itu, dikarenakan pandemi, yang mempengaruhi penjualan mobil turun jauh. Dengan adanya penurunan pajak pembelian mobil baru tersebut, maka harapannya penjualan mobil baru bisa kembali bergairah. Tetapi di lain sisi dampaknya, akan memperbesar kemacetan, sementara luasan jalan masih tetap. 

Dr ASEP NURJAMAN M.Si. pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Malang saat ONAIR di Radio ANDIKA mengatakan, Pengurangan pajak pembelian kendaraan baru hingga 0%, merupakan upaya pemerintah untuk menyelamatkan ribuan pekerja otomotif yang terancam PHK jika industri kendaraan bermotor di Indonesia gulung tikar. Hanya saja kebijakan yang diambil pemerintah saat ini dengan kelonggaran pajak pembelian kendaraan dalam jangka panjang akan menimbulkan dampak nyata. Ada indikasi bahwa kebijakan ini tidak lepas dari intervensi dari sejumlah pihak, termasuk diantaranya para pengusaha industri otomotif atau investor besar industri otomotif. Intervensi ini merupakan bentuk political bargaining antara pelaku pasar otomotif dan pemerintah Indonesia. Sumbangan besar mereka kepada negara melalui pajak, dituntut bisa dikembalikan dalam bentuk stimulus yang mendongkrak usaha mereka sebagai bentuk transparansi pemerintah.
 
ASEP menjelaskan, penurunan bunga hingga 0% ini bertujuan menarik minta masyarakat kalangan menengah ke atas yang cukup memiliki uang dan ekonomi mereka masih cukup mapan. Harapannya, dengan stimulus ini ada perputaran uang dari masyarakat ekonomi kelas menengah atas tersebut untuk mendongkrak ekonomi negara. Karena dimasa pandemi ini, banyak masyarakat kelas menengah atas yang lebih memilih menyimpan uang mereka  dalam bentuk obligasi atau deposito di lembaga perbankan.
 
ASEP menambahkan, dengan adanya peningkatan penjualan mobil, maka diharapkan dapat meningkatkan pendapatan negara melalui pajak kendaraan. Artinya, dalam hal ini akan terjadi perputaran uang di masyarakat. Hanya saja kebijakan ini juga akan menimbulkan persoalan baru, karena ada pelaku UMKM yang lebih membutuhkan stimulus dari pemerintah. Seharusnya kebijakan ini lebih diutamakan bagi golongan pengusaha kecil menengah, agar bisa bertahan dalam kondisi pandemi.(atc/eko)
 
20 September 2020
Terapkan Protokol Kesehatan, KPU Kota Blitar Batasi Peserta Kampanye Terbuka Pilkada 2020
Radio ANDIKA - KPU Kota Blitar membatasi peserta kampanye terbuka dalam Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020. Hal tersebut dilakukan agar Pilkada tetap bisa berlangsung di tengah pandemi, dengan penerapan protokol kesehatan.

Ketua KPU Kota Blitar, CHOIRUL UMAM, S. Pd., saat On Air di Radio ANDIKA menjelaskan ada beberapa metode dalam kampanye pilkada, diantaranya rapat tertutup dan rapat umum atau rapat terbuka. Karena dilakukan di masa pandemi, untuk rapat tertutup hanya dibatasi 50 peserta. Sedangkan rapat umum, dibatasi maksimal 100 peserta. Aturan tersebut sesuai dengan PKPU nomor 10 tahun 2020 atas perubahan PKPU nomor 6 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pilkada serentak dalam kondisi bencana non-alam Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

CHOIRUL UMAM menambahkan sesuai dengan pasal 11 PKPU nomor 6 tahun 2020, semua pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Pilkada wajib menerapkan protokol kesehatan, tidak hanya penyelenggara tapi juga peserta. Jika dinilai ada pelanggaran protokol kesehatan dalam tahapan Pilkada, tentu akan diberikan teguran. Namun, jika teguran tidak diindahkan akan diberikan sanksi.

KPU Kota Blitar sudah berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Bawaslu, serta TNI/Polri agar penerapan protokol kesehatan benar-benar bisa diterpakan. Dalam waktu dekat, stakeholder terkait akan kembali merumuskan peraturan teknis pelaksanaan Pilkada yang nantinya akan disosialiasikan kepada semua pihak. (nis/had)                             



 
20 September 2020
Dua Hari Tidak Pulang, Warga Gadungan Puncu Ditemukan Meninggal di Waduk Siman
Radio ANDIKA - Dua hari tidak pulang ke rumah, SUPARTI warga Dusun Templek Karetan Desa Gadungan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri ditemukan meninggal dunia. Penemuan ini terjadi di Sungai Harinjing, dekat Waduk Siman Kecamatan Kepung tadi pagi, sekitar jam 05.45 WIB.
 
On Air di Radio ANDIKA Kapolsek Kepung Polres Kediri, IPTU RONI ROBI HARSONO mengatakan, pada Jumat lalu, SUPARTI pamit ke keluarganya akan pergi ke rumah saudaranya di Desa Siman. Ia sampai di Desa Siman sekitar jam 14.00 WIB. Kemudian, jam 15.00 WIB, SUPARTI keluar rumah tanpa pamit dengan saudara di Desa Siman. Saudara di Desa Siman menduga SUPARTI pulang ke Desa Gadungan. Begitu pula keluarga di Desa Gadungan, juga menduga SUPARTI masih di Desa Siman. 
 
IPTU RONI ROBI menambahkan, Minggu pagi polisi mendapat laporan warga adanya penemuan jenazah di Sungai Harinjing. Penemuan ini diketahui SUWARNO, warga setempat sekitar jam 05.45 WIB saat akan mencuci baju di sungai. SUWARNO melihat jenazah SUPARTI tersangkut dipinggir sungai. 
 
Kapolsek Kepung mengatakan, berdasarkan pemeriksaan Tim Inafis Polres Kediri dan Dokter Puskesmas Kepung, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada jenazah SUPARTI. Berdasarkan keterangan keluarga, SUPARTI mengalami depresi. Polisi menduga, SUPARTI terpeleset ke sungai dan tidak bisa berenang. Apalagi kondisi arus sungai cukup deras. (eva/had) 
Page 2 of 955      < 1 2 3 4 >  Last ›