Berita- Info ANDIKA

03 June 2014
Deklarasi Dukungan Jokowi Disoroti Panwaslu Kediri
Radio Andika – Kediri – Jatim.  Ratusan warga yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Sipil Indonesia Hebat (Almisbat) Kediri Raya, Jawa Timur menggelar deklarasi untuk Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) menjadi Presiden RI di cafe Jalan Sukarno Hatta Kediri, Senin (02/6/2014).
 
Dalam deklarasi ini, sejumlah pimpinan cabang partai pengusung Jokowi dan JK hadir untuk memeriahkan acara ini. Dengan jargon Jokowi adalah kita, para relawan menunjukkan kepada masyarakat tentang kesederhanaan Jokowi dalam memimpin. Sosok sederhana Jokowi tampak saat memimpin di Kota Solo dan Propinsi DKI Jakarta.
 
Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Almisbat Kediri Raya, Rahmad Yogiantoro mengatakan, selama ini warga menantikan kiprah Jokowi menjadi presiden. Dengan deklarasi ini diharapkan masyarakat bahu membahu mengusung Jokowi dan JK sebagai presiden.
 
"Untuk wilayah Kediri Raya, kita targetkan dapat suara 70 persen," kata Yogi, begitu sapaan akrab Rahmad Yogiantoro, usai deklarasi. Imbuhnya, Tujuan jangka panjang jika Jokowi terpilih sebagai presiden, ia bakal memberi ruang kepada masyarakat sipil untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan bangsa.
 
Sedangkan tujuan menengah almisbat ini menjadi mitra kritis bagi pemerintahan Jokowi dan pemerintah sesudahnya untuk menjalankan amanat hati nurani rakyat. Dalam bidang ekonomi, hukum, kebudayaan dan segala aspel.
 
Akhir dalam deklarasi ini masyarakat diminta menonton video perjalanan jokowi mulai dari jadi Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta hingga calon presiden RI. Tetapi deklarasi tersebut mendapat sorotan dari Panwaslu Kabupaten Kediri.
 
Panwas menyoroti kegiatan deklarasi, karena terdapat nomor urut dan gambar pasangan Jokowi-JK. Menurut Ketua Panwaslu, Mudjiharjito, pihaknya akan mengkaji dan melakukan klarifikasi, karena dikawatirkan sebuah bentuk mencuri start kampanye.(beritajatim.com)
02 June 2014
 Peredaran Uang Rusak di Kediri dan Madiun Tinggi
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Peredaran uang dalam kategori rusak di wilayah eks karesidenan Kediri dan Madiun terhitung cukup tinggi. Ini berdasarkan hasil pemilahan dari Bank Indonesia Kediri.

Setiap harinya, ada sekitar 500 ribu lembar uang dalam kondisi lusuh, berstaples, dan kurang sempurna. Uang yang rusak itu beragam, mulai dari pecahan 1.000 an, 2.000 an,  5.000 an, 10.000 an hingga Rp 100 ribuan. Sederetan uang rusak itu dihancurkan, dan diganti dengan uang baru.

"Rata-rata uang rusak itu berasal dari penukaran bank-bank. Sedangkan untuk penukaran secara perorangan minim, sehingga angka terbesar pada nominal Rp 50 ribu," ujar Sutrisno, Kepala Seksi Operasional Cash Bank Indonesia Kediri mengatakan, Senin (02/6/2014).

Untuk penukaran uang lusuh juga marak terjadi menjelang perayaan lebaran. Sejumlah masyarakat biasanya rela mengantri mulai dini hari untuk menukarkan uang lusuh dengan uang yang lebih gress. Sampai saat ini belum ada kebijakan baru, untuk penukaran uang lebaran di bank Indonesia.
02 June 2014
Pipi Balita Membengkak, Ortu Tak Punya Biaya Berobat
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Jeni Kartika Putri, bayi berusia 6 bulan ini pipi kirinya terus mengalami pembengkakan. Malahan benjolan yang  semula hanya sebesar biji kelereng itu saat ini semakin membesar sebesar telur.

Orangtuanya pasangan Ny Kasri - Kholil,  warga Desa Selosari, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur itu kini kebingungan mencari  biaya untuk pengobatan putrinya. Masalahnya kelainan yang dialami balita Jani Kartika Putri harus dilakukan tindakan operasi.

"Mulanya benjolannya di pipi hanya kecil, tapi lama-lama semakin membesar seperti sekarang. Saat kami periksakan dokter katanya harus dioperasi," ungkap Ny Kasri (35), ibunda Jeni kepada Surya Online, Senin (2/6/2014). 

Dijelaskan Ny Kasri, kelainan yang diderita putrinya memang pernah diperiksakan ke RSUD Gambiran, Kota Kediri. Hanya saja saat itu pihak dokter yang memeriksanya menjelaskan, benjolan itu masih belum waktunya dioperasi karena anaknya masih bayi.

Saat diberitahu biaya operasi putrinya yang sangat besar, Ny Kasri hanya mengaku pasrah bercampur bingung. Terlebih keluarga itu tidak memiliki kartu Jamkesmas atau Jamkesda untuk mendapatkan biaya pengobatan gratis.

Sehingga untuk mendapatkan pengobatan harus ikut progam BPJS.

"Terus terang kami tidak punya biaya untuk operasi anak kami. Suami saya hanya kerja serabutan buruh tani dan mencetak batu bata dengan penghasilan yang tidak pasti," ungkap Ny Kasri.

Termasuk untuk mengurus kartu BPJS, Ny Kasri mengaku   sangat berat. Karena untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja keluarganya sudah kesulitan.

"Kami sudah pernah mencoba mendapatkan surat keterangan tidak mampu dari desa, namun sekarang sudah tidak ada lagi progam Jamkesmas dan Jamkesda," tuturnya.

Jeni Kartika Putri didiagnosis menderita kelainan pembengkakan pembuluh darah sehingga pipinya semakin membengkak. Kelainan itu diketahui lima hari setelah kelahirannya.

"Kami berharap ada yang membantu biaya operasi anak kami," ungkapnya.
02 June 2014
Pungli Marak, Disdik Kediri Kumpulkan Sekolah
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Banyaknya keluhan dari sejumlah masyarakat terkait masih maraknya pungutan liar (pungli) dengan dalih iuran, mulai direspon Dinas Pendidikan Kota Kediri, Jawa Timur. Disdik mengumpulkan seluruh lembaga sekolah, untuk diminta paparkan rincian anggaran biaya.

"Kami sudah mengumpulkan seluruh lembaga sekolah di Kota Kediri. Kami minta seluruh sekolah memaparkan rincian anggaran biaya (RAB) selama satu tahun," ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri, Siswanto, Senin (02/6/2014).

Masih kata Siswanto, sangat tidak masuk akal jika masih ditemukan sejumlah tarikan-tarikan. Apalagi, biaya sekolah sudah dicover program BOS Rp 1 juta dan BKSM Rp 780 ribu.

Jika memang ada kekurangan kebutuhan, bisa mengusulkan dalam APBD. Tidak perlu sampai memungut per siswa antara Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu seperti tahun-tahun sebelumnya.

Untuk diketahui, dalam rapat dengar pendapat Komisi C DPRD dan Dinas Pendidikan beberapa waktu lalu juga menyinggung masih maraknya tarikan-tarikan. Padahal, pemerintah telah mencanangkan pendidikan gratis.
02 June 2014
Kumpulkan lembaga sekolah dan diminta paparkan rincian anggaran biaya, dinas pendidikan pastikan tahun depan tak ada lagi tarikan disejumlah lembaga sekolah.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Banyaknya keluhan dari sejumlah masyarakat terkait masih maraknya pungutan liar (pungli) dengan dalih iuran , mulai direspon dinas pendidikan kota kediri . kepala dinas pendidikan kota kediri Siswanto mengatakan , pihaknya sudah mengumpulkan seluruh lembaga sekolah di kota kediri untuk memaparkan rincian anggaran biaya (RAB) selama satu tahun . sebab , sangat tidak masuk akal jika masih ditemukan sejumlah tarikan-tarikan .

Apalagi , biaya sekolah sudah dicover program BOS 1 juta dan BKSM 780 ribu . jika memang ada kekurangan kebutuhan , bisa mengusulkan dalam APBD . tidak perlu sampai memungut per siswa antara 50 ribu sampai 100 ribu seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk diketahui , dalam rapat dengar pendapat komisi C dan dinas pendidikan beberapa waktu lalu juga menyinggung masih maraknya tarikan-tarikan . padahal , pemerintah telah mencanangkan pendidikan gratis .
02 June 2014
Ratusan polres kediri kota siap amankan pemilu presiden.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Guna mengamankan jalannya pemilu presiden 9 Juli mendatang , sekitar 500 personil siap mengamankan , jika terjadi tindak kerusuhan maupun aksi unjuk rasa . kasubag humas polres kediri kota AKP Siswandi mengatakan , guna melihat kesiapan anggotanya , pihaknya menggelar latihan simulasi didepan mapolres kediri kota jalan KDP Slamet senin pagi . dalam latihan simulasi itu , anggota dengan senjata lengkap mencoba menghalau para pengunjuk rasa yang tidak puas dengan hasil penghitungan KPU . namun dengan kesigapan petugas , para pengunjuk rasa bisa dihalau .

Menurut Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi, pihaknya melakukan simulasi pada hari selasa 3 juni. Hal itu dilakukan, agar para petugas kepolisian siap melakukan pengamanan dalam pemilihan presiden 9 juli mendatang.
02 June 2014
Dua buah batu bersimbol yang diyakini bekas tempat mengasah pusaka kerajaan kediri ditemukan masyarakat di areal persawahan desa jambean , kecamatan kras , kabupaten kediri
Radio ANDIKA - Kediri -Jatim - Dua buah batu berinskripsi dengan gaya tulisan kediri kwadrat yang ditemukan masyarakat di desa jambean , kecamatan kras , kabupaten kediri . warga setempat menyebut dengan islah watu gilang , sementara budayawan meyakini batu tersebut adalah tempat mengasah pusaka perang zaman kerajaan kediri , tepatnya era kerajaan panjalu dengan raja bameswara .
 
batu penemuan ini panjangnya 193 centimeter , dengan lebar 47 centimeter . dibagian samping batu terdapat inskripsi ukiran dengan model huruf palawa , yang menyebutkan tahun 1044 saka . kedua buah batu ini masih dalam keadaan terpendam tanah , dan hanya bagian atas yang terlihat . 
 
menurut warga , watu gilang ditemukan secara tidak sengaja . warga menyebut watu gilang , karena berbentuk seperti sebuah nisan dan berwarna hitam . warga juga mempercayai apabila batu tersebut adalah peninggalan zaman kerajaan , karena terdapat prasasati berukir . oleh karena itu , warga menghendaki supaya pemerintah melakukan penelitian , untuk mengetahui asal-usul dan fungsi dari batu temuan itu .
 
pemerhati budaya kediri , imam mubarok mengatakan , batu yang ditemukan warga desa jambean merupakan inskripsi dengan hurup kwadrat , di era kerajaan kediri dengan raja bameswara , raja kedua setelah airlangga . tulisan berukir timbul pada batu merupakan ciri khas yang hanya dimiliki oleh kerajaan kediri . sementara fungsi batu ini adalah sebagai batu asah , untuk melakukan ritual khusus , orang atau keluarga kerajaan .
 
karena berada di alam terbuka , pihaknya meminta supaya pemerintah kabupaten kediri segera melakukan kerjasama dengan bpcb trowulan . sebab , batu temuan itu harus dilindungi dan dselamatkan , supaya tidak diambil alih atau beralih fungsi , dan disalah gunakan . sebab sesuai undang-undang cagar budaya , yang bertanggung jawab adalah pemerintah .
 
 
02 June 2014
Harga ikan laut di pasar tradisional di Kota kediri naik hingga 30 persen, dari hari biasa.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Buruknya kondisi cuaca di perairan pesisir pantai , membuat para nelayan tidak berani melaut , hingga pasokan ikan ke sejumlah pasar tradisional di jawa timur langka . kondisi ini membuat harga ikan laut naik hingga 30 persen dari harga biasanya . sementara ikan tambak justru mengalami pasokan hingga 100 persen , karena sedang musim panen .
 
Di pasar setono betek  kota kediri misalnya , pasokan ikan laut turun hingga 60 persen , sementara harganya melonjak tajam . harga ikan tongkol yang semula 12 ribu rupiah per kilogram kini menjadi 16 ribu rupiah per kilogram . ikan tuna dari 21 ribu rupiah per kilogram naik menjadi 18 ribu per kilogramnya . sedangkap kakap.merah dari 43 ribu rupiah per kilogram naik menjadi 45 ribu rupiah perkilogram dan ikan tengiri kini harganya sudah diatas 45 ribu rupiah perkilogram 
 
untuk jenis ikan air tawar justru mengalami penurunan , karena peternak tambak diberbagai daerah tengah musim panen . harga ikan badeng ukuran kecil hingga besar yang semula 15-27 ribu rupiah per kilogram , kini turun menjadi 12-23 ribu rupiah per kilogram . 
 
sementara untuk udang dari harga 55 ribu rupiah per kilogram turun 45 ribu rupiah per kilogram . sedangkan ikan nila dari 18 ribu rupiah per kilogram turun 13 ribu rupiah per kilogram , mujair dari 14 ribu rupiah per kilogram turun menjadi 11 ribu rupiah per kilogram , mujair dari 14 ribu rupiah per kilogram turun menjadi 11 ribu rupiah per kilogram , sementara kutuk dari 33 ribu rupiah per kilogram kini hanya 28 ribu rupiah per kilogram .
 
di pasar setono pasokan ikan laut berasal dari kabupaten tuban dan tulungagung . sedangkan ikan air tawar berasal dari tuban . sebagian besar pembeli ikan laut merasakan kenaikan harga sudah terjadi sejak sepekan terakhir ini . sehingga , untuk mendapatkan ikan laut harus memutasi lapak pedagang ikan secara berulang ulang .
 
31 May 2014
Penjual Sayur Temukan Bayi Berlumur Tinja
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Bayi perempuan yang diperkirakan baru berusia sehari tergeletak di bawah meja, warung mie ayam Isnadi, di Desa Padagangan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Bayi ditengarai dibuang oleh orang tuanya, karena hasil hubungan gelap.

Kali pertama bayi ditemukan Tuminah (37) penjual sayur etek (keliling), asal Dusun Ngandong, Desa Nangungan, Kecamatan Kayen Kidul, sekitar pukul 09.30 WIB. Saksi yang hendak dari belaja di Pasar Plemahan mendengar tangisan. Kemudian saksi menghampiri, ternyata tangisan itu berasal dari bayi mungil di bawah meja.

Saksi kemudian memangil Mashudi, (60) tukang reparasi sepeda, warga Dusun Prambatan, Desa Padangan. Para saksi lalu melapor ke Nur Kholik (45) perangkat desa setempat. Mereka lantas sepakat membawa bayi ke Bidan Desa.

Menurut keterangan Nufus, Bidan Desa Padagan, saat ditemukan bayi diatas seprai berwarna merah. Bayi dalam keadaan sehat, namun berlumur tinja. Sementara tali pusar bayi sudah dalam keadaan terpotong.

"Saat ditemukan masih ada bekas darah di selendangnya. Matanya terbuka dan dalam keadan menangis. Jenis kelaminnya perempuam, dengan panjang 40 centimeter dan beratnya 3,2 kilogram," kata Nufus.

Terpisah, Kapolsek Pagu AKP Suharjito mengatakan, guna kepentingan penyelidikan, bayi akan dibawa ke RSUD Pelem, Pare. Bayi akan divisum, untuk mengetahui ada dan tidaknya bekas penganiayaan pada tubuh bayi.

"Kami akan mencari tahu orang tua bayi yang telah membuang korban. Sementara untuk kepentingan penyelidikan kita mintakan visum ke RSUD Pelem," kata AKP Suharjito.
31 May 2014
Keponakan Tega Kurung Nenek Tiga Bulan
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Seorang nenek renta di Kediri dikurung selama tiga bulan di dalam rumah oleh keponakannya sendiri. Sang nenek terjatuh dari pagar, ketika berusaha keluar rumah. Sementara selama berada di dalam rumah, korban jarang diberi makan.

Nasib nahas itu dialami Sri Wahyuningsih (67). Ia terjatuh dari pagar setinggi 1 meter, saat berupaya keluar dari rumah Sandra, keponakannya di Perumahan Nasional Ngronggo Kota Kediri. Akibatnya, pinggul korban luka patah, dan lengannya tergores.

Kejadian nahas yang dialami Sri Wahyuningsih pertama kali diketahui oleh dua pemuda setempat Beni dan Dendi. Saksi melihat korban tergeletak di tepi jalan, sambil mengaduh kesakitan. "Kita langsung mengevakuasi korban ke rumah pak Niti. Dan menghubungi keluarganya," ujar Ketua RT 5 Budiarto, Sabtu (31/5/2014).

Sri Wahyuningsih mengaku, selama tiga bulan dikurung di dalam rumah oleh Sandra, keponakannya sendiri. Pintu dan pagar rumah selalu dikunci. Sementara itu, selama berada di dalam rumah, ia jarang diberi makan keponakannya.

Para tetangga menyayangkan sikap Sandra, yang tega mengurung korban di dalam rumah. Ketua RT menghendaki para kerabat membawa korban ke rumah sakit dan mengancam akan melaporkan sandra ke kantor polisi.

Sri wahyuningsih sebenarnya berasal dari Kabupaten Blitar. Oleh keluarganya, ia diminta menjaga sebuah rumah di perumnas Ngronggo. Korban tinggal bersama Sandra, keponakannya. Tetapi selama bersama keponakannya, korban justru dikurung.
Page 1220 of 1266     ‹ First  < 1218 1219 1220 1221 1222 >  Last ›