Berita- Info ANDIKA

17 July 2014
19 Titik Jalur Macet di Jawa Timur Saat Lebaran Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Ada 19 titik jalur mudik lebaran rawan terjadi kecamaten di Jawa Timur. Salah satunya ada di wilayah Kabupaten Nganjuk. Jalur provinsi yang menghubungkan Jawa Timur dengan Jawa Tengah dan Jawa Barat ini langganan macet setiap tahunnya.

Jalur tersebut adalah jalanan Guyangan, Bagor, Wilangan hingga wilayah Saradan, perbatasan Nganjuk-Madiun. Penyebab utama jalur ini rawan macet dikarenakan di sepanjang jalur ini terdapat empat titik perlintas rel kereta api (KA) yang membentuk formasi letter S.

Hal ini dikemukanan oleh Kapolres Nganjuk AKBP Anggoro Sukartono. Perlintasan KA leter S telah memotong jalur utama penghubung Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di jalur ini arus lalu-lintas KA yang lewat sebanyak 62 kali setiap harinya.

"Dampaknya, akan terjadi kemacetan panjang sampai masuk wilayah Kabupaten Madiun. Sementara kepadatan lalu-lintas pemudik sendiri kita perkirakan akan terjadi sejak H-5 lebaran, atau sekitar seminggu lagi, ” kata AKBP Anggoro, Kamis (17/7/2014)

Hambatan lain, imbuh Kapolres, ada dua tanjakan yang masing-masing berada di Desa Mancon, Kecamatan Wilangan dan Desa / Kecamatan Wilangan.  Berdasarkan data yang dimiliki Satlantas, di dua titik tersebut sering terjadi kemacetan bahkan di hari-hari biasa. Pemicunya, kendaraan berat seperti truk tronton yang gagal menanjak karena kelebihan beban muatan.

“Truk akhirnya berhenti di tengah jalan, sehingga jadi biang kemacetan,” tutur perwira asal Jakarta ini. Belum lagi, ungkap Kapolres, ukuran jalan yang tergolong kecil, karena hanya terdapat satu jalur. Ditambah dengan empat titik penyempitan atau bottle neck.

Khusus masalah itu, pihaknya masih sedikit bernafas lega karena sejak H-3 lebaran, truk-truk bermuatan berat sudah dilarang melintas di seluruh wilayah Nganjuk, terutama di jalur utamamudik lebaran hingga H+1 lebaran.

Namun begitu, Kapolres tetap meyakini kemacetan masih sangat mungkin terjadi. Karenanya, Anggoro juga menyiapkan skenario rekyasa lalu lintas satu jalur dengan mekanisme buka-tutup. “Tapi hanya bisa dilakukan setelah jam 1 dini hari, ketika suasana relatif lebih sepi,” ujarnya.

Pada saat mudik lebaran, Polres Nganjuk akan mendapat back up personil Sabhara dari Polda Jatim sebanyak dua peleton. Mereka akan disiagakan di pintu masuk Nganjuk di Wilangan. Bersama personil Polres Nganjuk mereka akan membuat pagar betis di jalan, untukmenutup jalan tikus dan gang dan mengatur barisan kendaraan agar tetap berjalan di satu jalur.

Lalu untuk keperluan dropping pasukan di lapangan, sejak Selasa malam polisi telah membangun pos-pos pantau di sepanjang jalur provinsi, terutama di Bagor dan Wilangan. Kapolres telah melakukan pengecekan langsung persiapan pembangunan pos portable tersebut.
16 July 2014
Polres kediri tangkap 3 Pengedar Narkoba
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Petugas Satuan Reskoba Polres Kediri berhasil meringkus tiga orang pelaku pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Mereka, Bambang (45) warga Desa Trerek, Kecamatan Pare, Agus Supriyanto (43) asal Desa Tugu Rejo, Kecamatan Pare serta Yuliantoro (38) asal Desa Blaru, Kecamatan Badas Kabupaten Kediri.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti 8,77 gram sabu-sabu. Ketiganya saat ini mendekam di sel tahanan Mapolres Kediri. Ketiganya dijerat dengan pasal 112 ayat 1 dan 2 serta pasal 114 tentang narkotia uu nomer 35 tahun 2009 dengan ancaman,sampai 20 tahun penjara.

Kasat Narkoba Polres Kediri AkP Siswanto mengatakan, awal mula penangkapan tiga orang jaringan pengedar sabu antar kota ini bermula dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh anggotanya.

“Dari penyelidikan, kami menangkap pertama kali adalah Bambang. Kemudian kami kembangkan kepada dua tersangka lainya,” terang AKP Siswanto, dalam gelar perkara di Polres Kediri, Rabu (16/7/2014)

Dalam keteranganya kepada penyidik, Bambang mengaku memperoleh barang haram tersebut, dari tersangka Agus Supriyanto. Untuk tersangka Agus Supriyanto mempunyai track record pernah ditahan dalam kasus yang sama ditahun 2007.

Sementara Agus Supriyantoro, imbuh Siswanto mendapatkan pasokan barang
dari tersangka Yulisntoro. Tersangka Yuliantoro diketahui juga pernah ditahan selama 4 bulan, dalam kasus penambangan pasir, beberapa tahun lalu.

“Kami mengembangkan kasus ini untuk menangkap pemasok teman dari tersangka Yuliantoro berinisial W, dari Surabaya. Masih kita lacak keberadaanya. Mudah mudahan dapat kita ungkap jaringan lebih besar,” pungkas Siswanto.
16 July 2014
Pendukung Jokowi Bikin Demo di Kediri
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Aksi unjuk rasa dilakukan puluhan pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut dua Joko Widodo dan Jusuf Kalla saat proses rekapitulasi suara pemilu presiden Kabupaten Kediri, Jawa Timur dalam rapat pleno terbuka di Gedung Bagawanta, Kabupaten Kediri. Sejumlah pihak menyayangkan aksi unjuk rasa tersebut, karena dianggap sebuah bentuk intervensi terhadap penyelenggara pemilu.

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan oleh gerakan aliansi rakyat dukung Jokowi Kabupaten Kediri. Massa menggeruduk kantor KPUD Kabupaten Kediri, yang berdekatan dengan lokasi rapat pleno rekapitulasi suara.

Massa sempat tertahan diluar gerbang oleh pihak kepolisian. Namun setelah memaksa, akhirnya perwakilan massa diperbolehkan masuk untuk meminta surat penerimaan aksi dari KPUD Kabupaten Kediri.

“Kami memberikan pernyatakan sikap yaitu, akan mengawal kemenangan Jokowi-JK. Karena kemenangan ini merupakan kemenangan rakyat secara de fakto dan de jure,” ujar Fajar Kastoto, koordinator gerakan aliansi rakyat dukung Jokowi Kabupaten Kediri, Rabu (16/7/2014).

Terpisah, Ketua Tim Sukses Prabowo-Hatta Kabupaten Kediri menyayangkan aksi unjuk rasa massa pro Jokowi. Menurutnya, semua pihak harus menghormati jalannya proses rekapitulasi suara.

“Seharusnya kita bias menahan diri, jangan sampai mengganggu jalannya proses rekapitulasi suara. Lokasi ini harus steril dari pergerakan massa. Jangan sampai ada indikasi sebuah intervensi terhadap penyelenggara pemilu,” tegas Abdul Rozaq, Ketua Tim Sukses Prabowo-Hatta.

Hal senada dikatakan Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Taufiq Dwi Kusuma. Menurutnya aksi unjuk rasa dari massa pro jokowi adalah bentuk intervensi, karena dilakukan pada saat proses rekapitulasi suara. Aksi tersebut mengganggu jalannya perhitungan suara yang seharusnya steril dari kegiatan pengerahan massa.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Kediri Sapta Andaru Iswara mempersilahkan aksi unjuk rasa, dengan catatan berjalan aman dan tidak mengganggu jalannya proses rekapitulasi suara. Sapta berjanji, KPU Kabupaten kediri berjanji akan tetap menjaga netralitasnya hingga menghasilkan pemilu yang jujur dan adil. 

Rekapitulasi suara pilpres kabupaten kediri sendiri saat ini masih dalam proses perhitungan masing-masing kecamatan. Dari jalannya proses penghitungan, sempat diwarnai aksi protes dari saksi Prabowo-Hatta, karena terdapat perbedaan jumlah form c-1 dengan d-1 di tps 25 desa pranggang, kecamatan plosoklaten. Akibatnya, rekapitulasi di tps 25 sempat dipending, dan akan dihitung ulang setelah penghitungan kecamatan lain selesai.(beritajatim.com)
16 July 2014
Rekapitulasi Suara Pilpres Kediri Diwarnai Demo Pendukung Jokowi
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Aksi unjuk rasa dilakukan puluhan massa pendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut dua Joko Widodo dan Jusuf Kalla saat proses rekapitulasi suara pemilu presiden Kabupaten Kediri, Jawa Timur dalam rapat pleno terbuka di Gedung Bagawanta, Kabupaten Kediri. Sejumlah pihak menyangkan aksi unjuk rasa tersebut, karena dianggap sebuah bentuk intervensi terhadap penyelenggara pemilu.

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan oleh gerakan aliansi rakyat dukung Jokowi Kabupaten Kediri. Massa menggeruduk kantor KPUD Kabupaten Kediri, yang berdekatan dengan lokasi rapat pleno rekapitulasi suara.

Massa sempat tertahan diluar gerbang oleh pihak kepolisian. Namun setelah memaksa, akhirnya perwakilan massa diperbolehkan masuk untuk meminta surat penerimaan aksi dari KPUD Kabupaten Kediri.

“Kami memberikan pernyatakan sikap yaitu, akan mengawal kemenangan Jokowi-JK. Karena kemenangan ini merupakan kemenangan rakyat secara de fakto dan de jure,” ujar Fajar Kastoto, koordinator gerakan aliansi rakyat dukung Jokowi Kabupaten Kediri, Rabu (16/7/2014).

Terpisah, Ketua Tim Sukses Prabowo-Hatta Kabupaten Kediri menyayangkan aksi unjuk rasa massa pro Jokowi. Menurutnya, semua pihak harus menghormati jalannya proses rekapitulasi suara.

“Seharusnya kita bias menahan diri, jangan sampai mengganggu jalannya proses rekapitulasi suara. Lokasi ini harus steril dari pergerakan massa. Jangan sampai ada indikasi sebuah intervensi terhadap penyelenggara pemilu,” tegas Abdul Rozaq, Ketua Tim Sukses Prabowo-Hatta.

Hal senada dikatakan Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Taufiq Dwi Kusuma. Menurutnya aksi unjuk rasa dari massa pro jokowi adalah bentuk intervensi, karena dilakukan pada saat proses rekapitulasi suara. Aksi tersebut mengganggu jalannya perhitungan suara yang seharusnya steril dari kegiatan pengerahan massa.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Kediri Sapta Andaru Iswara mempersilahkan aksi unjuk rasa, dengan catatan berjalan aman dan tidak mengganggu jalannya proses rekapitulasi suara. Sapta berjanji, KPU Kabupaten kediri berjanji akan tetap menjaga netralitasnya hingga menghasilkan pemilu yang jujur dan adil.

Rekapitulasi suara pilpres kabupaten kediri sendiri saat ini masih dalam proses perhitungan masing-masing kecamatan. Dari jalannya proses penghitungan, sempat diwarnai aksi protes dari saksi Prabowo-Hatta, karena terdapat perbedaan jumlah form c-1 dengan d-1 di tps 25 desa pranggang, kecamatan plosoklaten. Akibatnya, rekapitulasi di tps 25 sempat dipending, dan akan dihitung ulang setelah penghitungan kecamatan lain selesai.(beritajatim.com)
16 July 2014
Polres Kediri Ringkus Tiga Pengedar Sabu
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Petugas Satuan Reskoba Polres Kediri berhasil meringkus tiga orang pelaku pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Mereka, Bambang (45) warga Desa Trerek, Kecamatan Pare, Agus Supriyanto (43) asal Desa Tugu Rejo, Kecamatan Pare serta Yuliantoro (38) asal Desa Blaru, Kecamatan Badas Kabupaten Kediri.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti 8,77 gram sabu-sabu. Ketiganya saat ini mendekam di sel tahanan Mapolres Kediri. Ketiganya dijerat dengan pasal 112 ayat 1 dan 2 serta pasal 114 tentang narkotia uu nomer 35 tahun 2009 dengan ancaman,sampai 20 tahun penjara.

Kasat Narkoba Polres Kediri AkP Siswanto mengatakan, awal mula penangkapan tiga orang jaringan pengedar sabu antar kota ini bermula dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh anggotanya.

“Dari penyelidikan, kami menangkap pertama kali adalah Bambang. Kemudian kami kembangkan kepada dua tersangka lainya,” terang AKP Siswanto, dalam gelar perkara di Polres Kediri, Rabu (16/7/2014)

Dalam keteranganya kepada penyidik, Bambang mengaku memperoleh barang haram tersebut, dari tersangka Agus Supriyanto. Untuk tersangka Agus Supriyanto mempunyai track record pernah ditahan dalam kasus yang sama ditahun 2007.

Sementara Agus Supriyantoro, imbuh Siswanto mendapatkan pasokan barang
dari tersangka Yulisntoro. Tersangka Yuliantoro diketahui juga pernah ditahan selama 4 bulan, dalam kasus penambangan pasir, beberapa tahun lalu.

“Kami mengembangkan kasus ini untuk menangkap pemasok teman dari tersangka Yuliantoro berinisial W, dari Surabaya. Masih kita lacak keberadaanya. Mudah mudahan dapat kita ungkap jaringan lebih besar,” pungkas Siswanto.(beritajatim.com)
16 July 2014
Rekapitulasi Suara Pilpres Kecamatan Plosoklaten Dipending
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Rekapitulasi penghitungan suara Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri dipending. Masalahnya ada salah satu TPS di Desa Pranggang yang diprotes saksi pasangan Prabowo - Hatta, Rabu (16/7/2014).

Karena mendapat protes dari saksi Prabowo - Hatta, pimpinan sidang rekap KPU Kabupaten Kediri, Wisnu kemudian memutuskan untuk memending penghitungan suara Kecamatan Plosoklaten.

Petugas PPK Kecamatan Plosoklaten bersama saksi dari Prabowo - Hatta kemudian membahas perbedaan suara tersebut. Pihak Panwaslu Kabupaten Kediri juga menyetujui untuk menunda sementara penetapan perolehan suara Kecamatan Plosoklaten. (surya.co.id)

16 July 2014
 Ramadan, Kediri Diserbu Pengemis
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Ratusan pengemis yang ditengarai baru saja didrop oleh pihak tertentu menyerbu kawasan pertokoan di sepanjang Jalan Soekarno Hatta, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Para kaum duafa tersebut berasal dari luar daerah yang ditengarai telah terkoordinir.

Pengemis drop-dropan ini kebanyakan adalah kaum perempuan yang sudah berusia lanjut. Mereka datang dari luar kediri diantaranya, Kabupaten Nganjuk dan Jombang. Ada diantara pengemis yang menggendong anak yang masih kecil. Sejak pagi para kaum duafa ini berjalan berjejer menyisir pertokoan dan warung-warung makan yang buka pada saat ramadan.

“Tadi datang bersama sebanyak 100 orang teman. Ini cari uang receh dari toko dan warung makan. Kalau Ramadan seperti ini, hasilnya lumayan banyak,” aku Sadingah, pengemis, Rabu (16/7/2014).

Pemilik pertokoan mengaku, sudah terbiasa dengan kedatangan ratusan pengemis. Mereka telah mempersiapkan uang receh dalam jumlah banyak untuk kaum duafa tersebut. Diakui pemilik took, jika jumlah pengemis meningkat tajam saat momen Ramadan, hingga mendekati lebaran mendatang.

“Kalau Ramadan ini jumlah mereka jauh lebih banyak dari hari biasa. Mereka sering kemari jika hari rabu. Saya selalu siapkan uang receh sebanyak Rp 100 ribu,” ujar Said, karyawan Toko Bangunan di Jl. Soekarno Hatta Kediri.

Keberadaan pengemis saat ramadan ini sebenarnya menuai keresahan dari pemilik toko dan masyarakat. Namun, selama ini pemerintah tidak pernah melakukan penindakan terhadap para pengemis, dinas terkait, seperti dinas sosial dan satuan polisi pamong praja enggan untuk menertibkan mereka dari jalanan. (beritajatim.com)
16 July 2014
Coblos Ulang, Jokowi Tetap Unggul Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) TPS 9 Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar, akhirnya melaksanakan coblos ulang, Selasa (15/7). Hasilnya, pasangan calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) kembali unggul.

Berbeda dengan pencoblosan 9 Juli, kemarin pengamanan dan pengawasan lebih ketat. KPU dan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kediri datang langsung ke TPS. Selain itu, PPK dan Panwaslucam Ngancar ikut mengawasi. Bahkan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim datang untuk melakukan supervisi.

Dari segi pengamanan, jumlah personel Polres Kediri lebih banyak. Mereka tidak hanya berjaga di sekitar TPS, tetapi juga di tepi jalan. Menururt pantauan kemarin, TPS yang dibangun di salah satu rumah warga di Dusun Gondanglegi, Pandantoyo, tersebut dibuka pukul 07.00. Setelah itu, warga pun berdatangan membawa undangan dari KPPS.

Meski coblos ulang, animo masyarakat yang menggunakan hak pilihnya tetap tinggi. Terbukti setelah TPS ditutup pukul 13.00, warga yang tercatat di daftar hadir mencapai 212 pemilih. Termasuk, tiga orang yang masuk daftar pemilih khusus tambahan (DPKtb). Mereka mencoblos menggunakan KTP.

DPT berjumlah 298 pemilih. Namun, di antara DPT 9 Juli itu, beberapa nama sudah dicoret. Mereka merupakan warga yang meninggal dan pindah domisili. Termasuk, Anis Tri Pujiati, 23, warga Desa Jagul, Kecamatan Ngancar, yang mencoblos di TPS tersebut untuk kali kedua. Dari pencoretan itu, jumlah DPT tinggal 283 pemilih.

Berdasar hasil penghitungan, pasangan Jokowi-JK unggul 159 suara. Pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa mendulang 45 suara. Adapun suara yang tidak sah mencapai delapan suara.

Sementara itu, pada pencoblosan 9 Juli, di antara 298 DPT, warga yang hadir berjumlah 225 pemilih. Warga yang masuk DPKtb lima orang. Dalam penghitungan tersebut, Jokowi-JK juga menang. Bahkan, suara mereka lebih tinggi, yakni 162 suara. Prabowo-Hatta memperoleh 57 suara. Artinya, perolehan suara pasangan nomor urut 1 itu turun delapan suara. Adapun suara tidak sahnya mencapai enam suara.

Ketua KPU Kabupaten Kediri Sapta Andarauisworo menyatakan, hasil penghitungan di TPS coblos ulang akan dibawa ke KPU. Untuk mengubah hasil, tinggal membuat berita acara. Tujuannya, mengetahui adanya perubahan suara dari TPS 9 Pandantoyo. ’’Jadi, nanti kami tinggal memasukkan hasil penghitungan di berita acara. Yang lama kami coret,’’ kata Sapta kemarin.

Karena itu, pihaknya tidak perlu menunda rekapitulasi di tingkat KPU. Rencananya, rekapitulasi dimulai hari ini sekitar pukul 09.00 di Gedung Bhgawanta Bhari Jalan Pamenang, Ngasem. ’’Jadwal tidak berubah dengan adanya coblosan ulang,’’ ungkapnya.

Untuk diketahui, coblos ulang dilakukan setelah panwaslu merekomendasi kepada KPU Kabupaten Kediri. Sebab, Anis Tri Pujiati menerima dua undangan atau formulir C6. Dengan demikian, menurut pemeriksaan panwaslu pada 9 Juli, perempuan tersebut terbukti mencoblos di dua TPS sekaligus. Yakni, TPS 8 Desa Jagul dan TPS 9 Desa Pandantoyo.
15 July 2014
Petugas Gabungan Razia Angkutan Lebaran Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, petugas gabungan dari Dinas Perhubungan, Polres Kediri Kota, dan Jasa Raharja, serta Forum Kota Sehat menggelar razia besar-besaran di Jalan Brigjen Katamso, Kota Kediri. Operasi gabungan dengan sasaran angkutan umum dan angkutan mudik lebaran.

Petugas menghentikan semua kendaraan yang melintas, baik roda empat, maupun roda dua. Satu persatu kendaraan dipemerik, mulai dari surat jalan, pengecekan ban dan juga kelengkapan pengamanan. Selain itu, petugas juga memeriksa kartu identitas para penumpang bus.

Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kota Kediri Hery Edianto mengatakan, razia ini dilakukan untuk melihat kesiapan para pengendara menjelang arus mudik lebaran. Dengan adanya razia diharapkan, penumpang semakin nyaman menggunakan jasa angkutan umum.

"Dari hasil pemeriksaan, kami menemukan ada beberapa bus yang memakai ban kanisran. Penggunakan ban kanisir ini sangat membahayakan penumpang. Oleh karena itu, tidak diijinkan angkutan umum memakai ban kanisir," ujar Hery Edianto, Selasa (13/7/2014).

Petugas memmberikan surat peringatan kepada armada angkutan umum, khususnya bus yang diketahui menggunakan ban kanisir. Dengan adanya peringatan, diharapkan, supaya angkutan mudik mendatang sudah tidak ada lagi yang menggunakan ban kanisiran.

Sementara itu, dalam razia yang juga melibatkan petugas Denpom juga menemukan kendaraan yang ditempeli stiker bergambarkan TNI. Mengetahui hal itu, petugas langsung mencopot stiker itu dan memperingatkan sopir untuk tidak lagi menempeli stiker atribut TNI.
15 July 2014
Polisi Dirikan Tenda Dekat Kantor KPU
Menjelang rekapitulasi surat suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 tanggal 16 Juli mendatang, kantor KPU Kota Madiun makin diperketat penjagaannya oleh polres setempat.

"Untuk pengamanan, kami sudah bekerja sama dengan Polres Madiun Kota. Diharapkan rekapitulasi berjalan lancar," ujar Ketua KPU Kota Madiun, Sasongko, Selasa (15/7/2014).

Sasongko mengatakan, untuk menjaga keamanan dan kelancaran saat pelaksanaan rekapitulasi hasil pilpres, sepanjang jalan kantor KPU Kota Madiun, yakni Jl Mobilisasi Pelajar No. 2, akan ditutup sementara.

"Anggota kepolisian akan menutup dengan mendirikan tenda pengamanan di ujung masing-masing jalan. Tenda itu akan berdiri hingga rekapitulasi suara tanggal 16 Juli mendatang selesai," terangnya.

Sasongko menjelaskan, setelah pelaksanaan rekapitulasi suara diumumkan, nantinya KPU Kota Madiun akan langsung melaporkan hasil rekapitulasi tersebut ke KPU Provinsi Jawa Timur.

"Jadi hasilnya tidak bisa kita umumkan disini. Karena semua hasilnya setelah pelaksanaan rekapitulasi akan langsung dikirim ke KPU Provinsi," jelasnya.

Ia menambahkan, meski rekapitulasi tingkat PPK di tiga kecamatan se-Kota Madiun sudah selesai dikerjakan, namun KPU Kota Madiun belum dapat mengumumkan hasil perolehan sementara pasangan capres-cawapres 2014. (beritajatim.com)
Page 1493 of 1553     ‹ First  < 1491 1492 1493 1494 1495 >  Last ›