Berita- Info ANDIKA

12 June 2014
DPRD Gelar Rapat Paripurna Jawaban Bupati Atas Pandangan Umun Fraksi
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim- DPRD Kabupaten Kediri Selasa malam menggelar rapat paripurna dengan agendanya mendengarkan jawaban Bupati Kediri terhadap penyampaian pandangan umum (PU) fraksi atas laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2013.

Sidang yang digelar di ruang Graha Sabdha Canda Bhirawa tersebut hamper dihadiri seluruh anggota DPRD. Termasuk pihak exsekutif yang diwakili Wakil Bupati (Wabup) Masykuri, sekertaris daerah (Sekda) dan beberapa kepala satuan kerja(satker).

Ketua DPRD Kabupaten Kediri Erjik Bintoro mengatakan, dengan jawaban dari Bupati, dewan bisa mengevaluasi kinerja Pemkab Kediri pada 2013. Dengan begitu, legislator ini dapat memberikan saran dan masukan.

“ini hanya merupakan progress report, yang nantinya akan kita rapatkan untuk membuat penilaian termasuk saran untuk kebaikan pelaksanaan di tahun tahun selanjutnya,”kata Erjik.

Sementara itu, Wabup Masykuri yang membacakan jawaban Pemkab mengatakan, penyusunan Rancangan Pembangunan Daerah (Raperda) tentang pertanggung jawaban pelaksanaan APBD 2013 telah dilaksanakan sesuai dengan perundang-undangan. Selain itu, pertanggung jawaban APBD 2013 telah disusun sesuai dengan standar akuntansi pemerintahan.(Hadi)
 
 
 
12 June 2014
Bea Cukai Musnahkan Sex Toys dan DVD Porno
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Seperangkat alat sex toys, DVD dan VCD porno dimusnahkan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Kediri yang membawahi
Pos Lalu Bea Kediri.

Barang-barang sex toys, VCD dan DVD porno itu hasil sitaan sejak 2012 - 2013, Kamis (12/6/2014).

Barang-barang sex toys ini disita dari kiriman warga Indonesia yang tinggal di Taiwan dan Hongkong lewat Kantor Pos. Karena termasuk barang yang dicegah masuk Indonesia, barang-barang berbau sex tersebut kemudian diserahkan ke Kantor Bea Cukai Kediri.

Setelah melalui proses pemusnahan, barang-barang sitaan tersebut dimusnahkan bersama 38.680 item lainnya. Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar dan barang dari logam dilakukan pemotongan dan kemudian dibakar.

Kasi Penyuluhan dan Layanan Informasi Pabean Indarsah menyebutkan, barang-barang sex toys tersebut dikirim dari Taiwan dan Hongkong.
12 June 2014
Stok Pangan di Kediri Aman Hingga 1 Tahun
Radio Andika - Kediri - Jatim. Meskipun target pengadaan beras tersendat, Badan urusan logistik Perum Bulog Sub Drive Kediri, Jawa Timur menjamin persediaan pangan masih aman hingga setahun ke depan.

Kepala Bulog Kediri Arif Mandu mengatakan, persediaan beras di gudang Bulog masih mencukupi kebutuhan hingga 12 bulan kedepan. Bulog terus menambah stok beras melalui pembelian dari petani, karena dalam waktu dekat akan terjadi panen raya.

“Stok beras kita masih sebesar 36 ribu ton. Jumlah ini cukup untuk kebutuhan 12 bulan kedepan. Jadi, hingga satu tahun stok kita aman,” ujar Arif Mandu, Kamis (12/6/2014).

Diakui Arif Mandu, menjelang datangnya bulan suci ramadan, kebutuhan pangan dipastikan bakal meningkat. Ia juga memperkirakan akan ada pasar murah pada bulan ramadan mendatang. Sampai saat ini, Bulog Kediri masih menunggu hasil koordinasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Di samping beras, kita juga dapat gula, dengan stok sebesar 8 ton. Gula ini produksi lokal dari PG Karebet Malang. Apabila, nanti permintaan tinggi, kita akan mengajukan tambahan lagi ke pabriknya,” imbuh Arif.

Ditambahkan Arif, stok gula yang ada di Bulog Kediri belum didistribusikan karena masih menunggu harganya naik. Saat ini, harga gula di pasaran, dengan pembelian secara grosir Rp 9.100,00 per kilogram, sementara di pasar tradisional secara eceran Rp 8.900,00 per kilogram.

Sesuai data, stok beras di gudang Bulog Kediri saat ini sekitar 36 ribu ton. Sementara target pengadaan beras oleh bulog Kediri mencapai 75 ribu ton, yang saat ini baru sekitar 30 persen terpenuhi. Pengadaan beras relatif sulit karena harga dipasaran sudah tinggi, sedangkan Bulog tetap menggunakan patokan harga pemerintah yang diberlakukan sejak tiga tahun silam.
11 June 2014
PPS di Kediri Ancam Mundur Massal
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Puluhan anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kecamatan Kota Kediri, Jawa Timur mengancam akan mengundurkan dari dari penyelenggaraan Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 secara massal. Ancaman tersebut dilakukan, lantaran PPS menuding terjadi permainan ditingkat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) setempat.

Menurut Joko, salah satu PPS Kecamatan Kota Kediri, ada beberapa kejanggalan dalam bekerja. Diantaranya, ada pengurangan jumlah TPS yang tidak seimbang di setiap kecamatan. Ada juga  kendala pencairan anggaran yang tidak sesuai dengan tahapan pemilihan.

"Para PPS yang ada di Kecamatan Kota Kediri sudah menyepakati akan mengundurkan diri secara massal kalau kinerja KPU tetap begini. Anggaran yang dikucurkan ke TPS juga tidak transparan, karena PPS berusaha tanya ke KPU tapi tidak dijawab," ujar Joko di DPRD Kota Kediri, Rabu (11/6/2014).

Puluhan PPS se-Kecamatan Kota Kediri ini diajak hearing dengan DPRD Kota Kediri di ruang Komisi C. Mereka meminta kalangan DPRD menjembatani proses penyelesaian persoalan itu dengan KPUD.

Terpisah, Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Yudi Ayubchan, berjanji akan memanggil KPUD Kota Kediri dalam waktu dekat, untuk dimintai klarifikasi. Politisi Partai Demokrat Kota Kediri itu berharap agar KPU saat mengurangi TPS memperhatikan keseimbangan dengan kecamatan lain.

Perlu diketahui jumlah TPS Pilpres di Kota Kota Kediri sebanyak 447 titik, tersebar di tiga wilayah kecamatan Pesantren, Kota dan Mojoroto. Jumlah tersebut menyusut dari Pileg lalu, sebanyak 668 titik. Penyusutan paling menonjol di Kecamatan Kota Kediri yakni, hingga 48 persen. Sedangkan di Kecamatan Pesantren 26 persen dan di Kecamatan Mojoroto hanya 8 persen.
11 June 2014
Satpol PP Nganjuk Garuk 7 Pelacur di Lokalisasi
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Petugas gabungan dari Satpol PP, Kodim dan Polres Nganjuk, Jawa Timur melakukan razia di sejumlah lokalisasi yang ada di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Diantaranya, di wilayah Kecamatan Kertosono.

Dalam razia tersebut, petugas mengamankan tujuh Pekerja Seks Komersial (PSK) yang bersembunyi di dalam wisma. Mereka langsung dibawa ke Mako Satpol PP Kota Kediri, guna dilakukan pembinaan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Nganjuk Hariyono mengatakan, razia gabungan dilakukan untuk menindaklanjuti intruksi Gubernur Jawa Timur Soekarwo supaya menutup seluruh lokalisasi yang ada di wilayah Jatim.

" Terhadap tujuh PSK yang berhasil diamankan, langsung kita bawa ke Kantor Satpol PP untuk diberikan pembinaan. Mereka kita larang untuk menjalankan prostitusi lagi, " tegas Hariyono, Rabu (11/6/2014)

Masih kata Hariyono, rencana penutupan tempat prostitusi ini akan dilakukan secara kemanusiaan dengan melakukan pendekatan terlebih dahulu termasuk dengan memikirkan uang pesangon bagi para PSK.
11 June 2014
Pengepul Dan Pengecer Perjudian Togel Ditangkap Polisi
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Polres kediri kota berhasil mengamankan 2 penjudi togel. Kedua pelaku bernama kasim warga kelurahan ngadirejo kecamatan kota kediri, dengan barang bukti sebuah Hp berisi rekapan nomor togel, 6 lembar sobekan kertas berisi nomor togel. Kemudian, petugas melakukan pengembangan, dan berhasil menangkap suwaji warga kelurahan ngadirejo kecamatan kota kediri. Dari tangan suwaji, polisi berhasil menyita barang bukti 2 lembar kertas sobekan berisi nomor tombokan togel. Penangkapan terhadap kedua pelaku, atas informasi dari masyarakat, bahwa didaerah tersebut ada perjudian togel. Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan di polres kediri kota.

Menurut Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi, pihaknya akan terus melakukan penangkapan terhadap para pelaku perjudian. Petugas, akan melakukan penangkapan terhadap para pelaku perjudian, dalam bentuk apapun. Sehingga, siswandi berharap, masyarakat tidak bermain judi dalam bentuk apapun. Kedua pelaku, akan dikenakan Pasal 303 tentang perjudian, dengan ancaman hukuman 7 Tahun penjara.
11 June 2014
Antisipasi PSK Dolly, Pemilik Karaoke Illegal Dikumpulkan
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Rencana penutupan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara Dolly dan Jarak di Surabaya disikapi oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Kediri, Jawa Timur. Dinsosnaker, Rabu (11/6/2014) pagi mengumpulkan puluhan pemilik usaha karaoke illegal di kawasan Eks Lokalisasi Semampir.

Kepala Dinsosnaker Kota Kediri, Kristanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan sejak seminggu terakhir. Agar tidak terjadi penambahan jumlah pemandu lagu atau purel di Eks Lokalisasi Semampir Kediri.

" Maksud dan tujuannya agar tidak ada penambahan jumlah disini. Jangan sampai ada eksodus dari Lokalisasi Dolly ketika ditutup nanti kesini. Kita beri penekanan kepada pengelola karaoke dan pihak lingkungan," tegas Kristanto.

Ada sekitar 70 orang pemilik usaha karaoke illegal di kwasan Eks Lokalisasi Semampir yang hadir dalam pertemuan tersebut. Selain dihadiri oleh Dinsosnaker, pertemuan juga dihadiri oleh Kepala Kelurahan Semampir dan Satpol PP Kota Kediri.'

Ketua RT 01 RW 5 Lingkungan Eks Lokalisasi Semampir Sardi mengaku, akan mematuhi anjuran dinsosnaker agar tidak menerima tambahan para pemandu lagu di eks Lokalisasi Semampir Kediri. Menurutnya, jumlah pemandu lagu yang mencari ekonomi disini sekitar 200 an orang.
10 June 2014
Massa AWK Nyaris Bentrok Dengan Polisi
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim Aksi demo massa Aliansi Warga Kelud (AWK) nyaris terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. Masalahnya massa mencoba merangsek hendak menutup perempatan Jl Brawijaya sehingga mengganggu arus lalulintas, Selasa (10/6/2014).

Hanya saja keinginan massa dilarang petugas yang menjaga perempatan Jl Brawijaya. Akibatnya terjadi saling dorong massa dengan petugas yang hampir saja memicu bentrokan.

Malahan petugas juga bersikeras menggeser massa ke depan kantor BI dari Jl Basuki Rahmad. Beruntung sebelum massa bentrok dicegah korlap aksi dan komandan masing-masing.

Massa dan kepolisian masih negosiasi untuk berdialog dengan pejabat OJK Kediri. Sementara orator aksi terus berorasi menghujat pimpinan OJK Kediri yang dituding plin-plan.
10 June 2014
Ribuan Petani Kelud Demo Tuntut Penghapusan Hutang Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - ibuan petani lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengepung Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kediri. Massa yang mengatasnamakan Aliansi Warga Kelud (AWK) meminta penghapusan hutang.

"Kami orang-orang bertanggung jawab. Kami datang karena terdampak bencana Gunung Kelud. Sehingga kesulitan melunasi hutang. Tolong kami diberikan keputusan dan janji penghapusan hutang," teriak salah seorang koordinator aksi, Selasa (10/6/2014)

Massa yang berjumlah lebih dari 3.000 berasal Kecamatan Kepung, dan Puncu, Kabupaten Kediri. Mereka kecewa terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sempat dianggap mengobral janji dan dapat memenuhi tuntutan para petani.

Menurut petani, dalam aksi 29 April 2014 lalu, baik Pemkab Kediri, OJK dan Bank Indonesia Perwakilan Kediri berjanji akan mengajukan pemutihan hutang warga terdampak Kelud ke pemerintah pusat. Sebelum proses pemutihan terjadi maka pihak lembaga keuangan tindak akan melakukan penagihan.

Tetapi menurut petani, sampai saat ini mereka diteror dan diintimidasi, motor-motor yang merupakan alat produksi petani dirampas di jalan, masyarakat dibuat panik dan tidak tenang dalam beraktifitas.

" Seharusnya dalam kontek ini pihak OJK memberi perlindungan kepada masyarakat sebagaimana amanat undang-undang justru lebih berpihak kepada lembaga keuangan dan seolah-olah OJK membenturkan masyarakat dengan lembaga keuangan," tegas korlap aksi.

Sesuai informasi yang dihimpun, nilai hutang masyarakat terdampak Kelud mencapai Rp 249 miliar. Sementara jumlah penghutang atau kreditur sebanyak 8.876 yang tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri serta Kabupaten Blitar.

Dari 8.876 kreditur, sebanyak 3.122 orang sudah melakukan proses restrukturisasi, dengan nilai kredit Rp 93 miliar. Sedangkan sisanya 5.754 kreditur belum melakukan proses itu, dan meminta pemutihan.
10 June 2014
TNI Gadungan Rampok Pelajar SMA
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Seorang pelajar tingkat SMA di Kediri, Jawa Timur mengaku, menjadi korban perampokan pria berdandan layaknya TNI. Korban ketakutan, hingga terpaksa menyerahkan sepeda motornya Honda CBR.

Nasib tidak beruntung itu dialami Rizaldi Antonius (16) asal Perum Candra Kirana, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Korban telah melaporkan kejadian itu ke Mapolres Kediri Kota. Sementara pelaku saat ini sedang dalam pengejeran petugas.

Data yang diperoleh dari Polres Kediri Kota, perampokan terjadi di depan MTS Negeri 1 Kediri Jalan Raung, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Semula korban mengendarai sepeda motor Honda CBR S-5689-ZJ, berboncengan dengan Yohan Maiko (16) temannya.

Sesampainya di depan MTSN 1 Kediri, di Jalan Raung Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, tiba-tiba dihentikan oleh dua orang tidak dikenal mengendarai sepeda motor Vixion warna hitam abu-abu yang mengaku sebagai anggota TNI.

Kepada korban, pelaku menuduh korban dan saksi telah menganiaya keponakannya. Pelaku juga mengancaman korban dengan sebilah pisau. Tak ajal, korban merasa ketakutan.

Pelaku kemudian langsung merampas sepeda motor Honda CBR S-5689-ZJ dan Handphone Samsung warna putih. Mereka kemudian kabur meninggalkan korban.

Korban sempat meneriaki maling. Tetapi, ketika warga datang, pelaku sudah meninggalkan lokasi. Akhirnya korban melapor ke Mapolres Kediri Kota.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pihaknya sudah memeriksa saksi dan korban guna mengejar pelaku yang ciri-cirinya sudah dikantongi.

"Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan. Kami tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi, untuk mengungkap pelakunya," kata AKP Siswandi, Selasa (10/6/2014). Masih kata Siswandi, akibat peristiwa itu, Rizaldi menderita kerugian sekitar Rp 36 juta.
Page 1763 of 1813     ‹ First  < 1761 1762 1763 1764 1765 >  Last ›