Berita- Info ANDIKA

26 June 2014
Depresi, Warga Ngasem Kabupaten Kediri Gantung Diri
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Dwi suryono warga dusun dadapan desa sumberrejo kecamatan ngasem kabupaten Kediri, ditemukan meninggal dunia dalam keadaan mengantung di dalam kamar mandi rumahnya dengan menggunakan kain sarung. Kejadia itu bermula, diketahui tante korban yang saat itu membuka pintu kamar mandi,dan mendapati dwi sudah meninggal dunia dalam keadaan menggantung. Melihat kejadian itu, pihak keluarga melapor pada perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Menurut kasubag humas polres Kediri AKP budi Nurcahyo, dari hasil pemeriksaan, tidak ada tanda tanda penganiayaan pada tubuh korban. Menurut keterangan dari pihak keluarga, dwi memang mengalami gangguan jiwa. Saat ini jenazah dwi telah dimakamkan oleh pihak keluarga.  
25 June 2014
Sepak Bola Piala Dunia, Menjadi Ajang Perjudian
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Ajang sepak bola Piala Dunia tampaknya berpengaruh meningkatnya aksi perjudian dalam bentuk taruhan. Dalam seminggu terakhir, polisi telah membongkar tiga kejadian perjudian bola.

Kali ini, petugas Polsek Semen mengamankan Boyis Harianto (35) warga Desa Bobang, Kecamatan Semen. Dari tangan Boyis, diamankan dua unit handphone (HP) yang digunakan pelaku untuk transaksi judi bola.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, penangkapan pelaku bermula, saat petugas melakukan patroli keliling, mendapat informasi dari masyarakat jika di wilayah Desa Bobang terjadi tindak perjudian piala dunia.

"Berbekal informasi itu, kemudian dilakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku saat hendak transaksi," ujar AKP siswandi, Rabu (25/6/2014).

Masih kata Siswandi, pelaku ditengarai telah menjalankan kegiatan perjudian bola sejak awal Piala Dunia. Oleh karena itu, petugas masih mengembangkan kasus itu, guna menangkap pelaku lainnya.

Sementara itu, akibat perbuatannya tersangka Boyis akan dijerat dengan pasal 303 KUHP. Tersangka terancam hukuman penjara paling lama 10 tahun. Kini tersangka harus meringkuk di sel tahanan Polsek Semen.
25 June 2014
Oknum TNI Curi Motor Petani
Radio Andika - Kediri - Jatim. Seorang oknum TNI hampir dihajar warga karena mencuri motor Mujiono, 26, warga Desa Jagung, Kecamatan Pagu, Selasa (24/6). Dia adalah Serma Sukadi, 48, anggota TNI-AD Koramil Cerme, Gersik. Pada pukul 12.15, pria asal Kecamtan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, itu ditangkap di Desa/Kecamatan Purwoasri, kemudian langsung dibawa ke Polres Kediri.

Pencurian itu berlangsung Minggu siang (22/6). Ceritanya, motor Yamaha Vega bernopol AG 4528 DB tersebut dibawa orang tua Mujiono ke sawah untuk mencari rumput. Dalam keadaan terkunci, motor itu diparkir di pinggir jalan. Setelah mengumpulkan rumput dan hendak pulang, motor sudah tidak ada di lokasi.

Orang tua korban pun pulang dan bercerita kepada keluarganya soal kehilangan itu. Mujiono yang merasa kesal karena hasil kerjanya dicuri lantas mengajak teman-temannya mencari motor kesayangannya tersebut. ’’Kami menyebar ke beberapa kecamatan,’’ ucapnya saat ditemui di Polsek Purwoasri kemarin siang.

Setelah berkeliling di beberapa kecamatan di Kabupaten Kediri, dia kemudian menemukan motornya di tempat parkiran di Desa/Kecamatan Purwoasri Senin (23/6) sekitar pukul 04.00. ’’Saya ketemu motor itu subuh. Langsung saya laporkan ke pihak berwajib,’’ ujarnya.

Bersama dengan teman dan warga sekitar, Mujiono menunggu kedatangan pelaku. Setelah berjam-jam menunggu, pria berambut cepak datang. Dia tidak langsung mengambil motor di tempat parkir. Tetapi, dia membeli rokok di warung sekitar parkir lebih dulu. ’’Dia tidak menyangka jika kami mengintainya,’’ kata Mujiono.

Nah, saat Serma Sukadi hendak mengambil motor, petugas parkir yang sudah bekerja sama dengan warga dan korban lantas mengabari anggota Polsek Purwoasri. ’’Setelah dipastikan, warga dan polisi langsung menangkapnya,’’ tambah Mujiono.

Massa yang emosi hampir menghajarnya. Serma Sukadi pun berteriak dan mengatakan bahwa dirinya adalah anggota. Mendengar itu, petugas dari Polsek Purwoasri lalu membawa bapak tiga anak tersebut ke Polsek Purwoasri. Ketika di kantor Polisi, dia juga mengeluarkan kartu aanggota. Polisi juga menemukan kunci T yang disimpan di saku.

Kapolsek Purwoasri AKP Supriyanto membenarkan adanya penangkapan di wilayah hukum Purwoasri. ’’Dia (Serma Sukadi, Red) sudah di serahkan ke Polres Kediri,’’ jelasnya. Lantaran pelaku adalah anggota, langsung ditangani petugas Polres Kediri.

Sementara itu, Kasubbaghumas Polres Kediri AKP Budi Nurtjahjo menyatakan, polisi masih menyelidiki kejadian tersebut. ’’Masih dikembangkan,’’ ujar Budi. Dari perkara tersebut, polisi menyita beberapa barang bukti. Di antaranya, kartu identitas (KTA dan KTP), kunci T, ATM BRI, handphone, dan uang kurang dari Rp 2 juta.
24 June 2014
Tausiyah Ulama Pesantren Madura Dukung Prabowo-Hatta
Selebaran berisi tausiyah Ulama Pesantren se Madura (Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep) nyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta pada pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres), Rabu (09/07/2014) mendatang.

"Kami atas nama Ulama Pesantren empat kabupaten di Madura, memandang bahwa Pilpres mendatang bukan sekedar pemilihan sosok Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta. Melainkan merupakan pemilihan yang sangat menentukan nasib umat Islam Indonesia kedepan," tulis dalam tausiyah tersebut.

Selain itu, dalam tausiyah tersebut juga terdapat poin yang mana sejumlah ulama yang secara tegas mendukung dan mensukseskan Pilpres untuk memenangkan Prabowo-Hatta. "Pilihlah Prabowo bersama Hatta Rajasa (Prabowo Berjasa) yang telah didukung mayoritas Parpol berbasis Islam, dan mayoritas Jumhurul Ulama Jawa-Madura, sesuai dengan fakta," tegasnya.

Selain itu juga disampaikan beberapa poin terkait seruan kepada umat Islam. Di antaranya himbauan untuk tidak golput pada Pilpres mendatang. "Jangan tidak ikut mencoblos (golput), karena hal tersebut bertentangan dengan anjuran QS At-Taubah: 38-39," lanjut tausiyah yang ditandatangani sembilan ulama tersebut.

Sekedar diketahui, tausiyah yang ditandatangani sembilan ulama pesantren Madura. Masing-masing KH Abd Muqsith Idris (PP An-Nuqayyah Guluk-Guluk, Sumenep), KH Taufiqurrahman (PP Mathlabul Ulum Jambu, Sumenep), KH Moh Syamsul Arifin (PP Darul Ulum Banyuanyar, Pamekasan), KH Djazuli Jauhari (PP Tengginah Proppo, Pamekasan), KH Ali Karrar Shinhaji (PP Misdat Lenteng Proppo, Pamekasan).

Selain itu juga terdapat ulama pesantren Sampang dan Bangkalan. Yakni KH Syafi'uddin Wahid (PP Darul Ulum Gersempal, Sampang), KH Abd Muhaimin Bari (PP Darut Tauhid Injellan, Sampang), KH Nuruddin A Rahman (PP Al-Hikam Burneh, Bangkalan), dan KH Abdullah Khon (PP Raudlotul Muta'allimin I Sabenah, Bangkalan).
24 June 2014
Istri Sakit Tak Kunjung Sembuh, Kakek Nekat Kendat
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Diduga mengalami depresi, seorang kakek asal Sidotopo, Kecamatan Semampir, Surabaya, Jawa Timur nekat mengakhiri hidupnya dengan jalan gantung diri. Jenasah korban ditemukan tewas di rumah orang tuanya.

Korban bernama Sumardi (60). Jenasahnya ditemukan menggantung di kamar rumah orang tuanya di Dusun Ngetrep, Desa Sekaran, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri.

Kejadian tersebut pertama kali diketahui Mursini orang tua korban. Saat itu sewaktu Mursini bangun tidur, menuju ke kamar korban dan melihat korban sudah dalam keadaan meninggal dalam posisi menggantung menggunakan  tali tampar plastik.

Mengetahui hal itu, Mursini langsung melaporkan ke perangkat desa setempat. Oleh perangkat lalu diteruskan ke kantor polisi.

Ksubag Humas Polres Kediri AKP Budi Nurcahyo mengatakan, dari hasil pemeriksaan tim medis, korban meninggal dunia murni karena gantung diri.

"Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Sementara dari keterangan dari pihak keluarganya, korban sedang mengalami depresi," kata AKP Budi Nurtjahjo, Selasa (24/6/2014).

Korban mengalami depresi karena istrinya tengah sakit dan tidak kunjung sembuh. Korban sudah berusaha mencari kesembuhan istrinya dengan berobat ke dokter dan paranormal, tetapi usahanya tidak membuahkan hasil. Puncak dari rasa putus asanya, akhirnya korban kendat.
24 June 2014
Polres Kediri Kota Tangkap Penjudi Sabung Ayam
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Muhammad ihwanudin warga jalan mangga kelurahan kaliombo kecamatan kota Kediri, bersama beberapa temannya ditangkap polisi dari polres Kediri kota karena bermain judi sabung ayam. Penangkapan terhadap ihwanudin dan beberapa temannya bermula atas informasi dari masyarakat, jika diwilayah lingkungan tirtoudan kelurahan tosarenkecamata pesantren kota Kediri, disebuah pekaranga kosong ada perjudian sabung ayam. Kemudian,polisi melakukan penyelidikan dan langsung melakukan penggerebekan. Hasilnya, polisi berhasil menangkap ihwanudi bersama beberapa orang lainnya yang ikut berjudi sabung ayam. Polisi, juga menyita barang bukti berupa 5 ekor ayam jantan siap adu, 1 buah jam dinding, 1 potong kain warna putihukuran 8 meter, 4 batang besi panjang ukuran 1 koma 4 meter, 1 spon warna kuning, 1 buah timba warnaputih, 1 buah bak warna hijau, dan uang sebesar 180 ribu rupiah. Kini ihwanudin bersama teman temannya, masih menjalani pemeriksaan di polres Kediri kota.  

Menurut Kasubag Humas Polres Kediri kota AKP Siswandi, pihaknyamasih memeriksa semua pelaku, guna proses hukum lebih lanjut. semua pelaku, akan dikenakan Pasal 303 tentangperjudian,dengan ancaman hukuman 7 tahun pejara.   
23 June 2014
Istri Muda Sakit sakitan, Warga Surabaya Gantung Diri
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Sumardi warga sidotopo kecamatan semampir kota Surabaya, diketahui telah meninggal dunia dengan cara gantung diri dirumah orang tuanya di dusun ngetrep desa sekaran kecamatan kayen kidul. Kejadian itu bermula, saat keluarga sumardi saat bangun tidur ke kamar sumardi dan mengetahui sumardi sudah meninggal dunia dalam keadaan menggantung dengan tali tampar plastic sepanjang 2 meter. Kejadian tersebut, kemudian dilaporkan pada pihak desa dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara yang dilakukan polisi, diduga sumardi mengalami depresi karena istri mudanya sakit sakitan dan belum ada biaya untuk pengobatan. Menurut kasubag humas polres Kediri AKP budi nurcahyo, tidak ada tanda tanda penganiayaan pada tubuh sumardi dan murni karena gantung diri. Kini jenazah sumardi telah dimakamkan pihak keluarga.
23 June 2014
Kapolda Jatim Pantau Titik Macet di Simpang Mengkreng-Braan Radio Andika - kediri - Jatim Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono memantau titik rawan macet di Simpang Bangjuri (Jombang-Nganjuk-Kediri) tepatnya kawasan Mengkreng, Senin (23/6/2014).

Kapolda berjanji akan memberikan perlakukan khusus untuk mengurai kemacetan di titik tersebut. Pasalnya, Simpang Bangjuri merupakan titik macet paling parah di Jatim. "Simpang Bangjuri adalah titik kemacetan paling parah di Jatim. Karena pertemuan antara jalur Jombang, Kediri, dan Nganjuk. Selain itu, di kawasan tersebut juga terdapat dua palang pintu kereta api yang tiap 1 jam sekali ditutup," kata Kapolda Jatim saat berada di lokasi.

Karena melibatkan tiga wilayah, pemantauan titik macet itu juga melibatkan tiga Kapolres. Masing-masing Kapolres Jombang AKBP Ahmad Yusep Gunawan, Kapolres Kediri AKBP KBP Dendy Dhariady, serta Kapolres Nganjuk AKBP  AKBP Anggoro Sukartono.

Selain itu, sejumlah personel dari tiga polres tersebut juga berada di lokasi guna mengatur arus lalu lintas.

Kapolda mengungkapkan, pihaknya menurunkan 9.000 personel untuk pengamanan lebaran di Jatim. Nah, khusus di Simpang Bangjuri akan ditambah dengan 2 SSK personel dari Polda Jatim. Selain itu, pihaknya juga akan didirikan tenda besar di kawasan Mengkreng, serta menerjunkan pasukan Raimas (pengurai massa).

"Dengan persiapan yang matang ini, kami berharap kemacetan di Simpang Bangjuri bisa diminimalisir. Karena memang kemacetan disini paling parah," ujarnya menegaskan.

Dia menambahkan, selain pertemuan arus dari tiga kabupaten dan adanya dua palang pintu kereta api, kemacetan di Simpang Bangjuri juga dipicu banyaknya pedagang oleh-oleh di sekitar lokasi. Sehingga para pembeli banyak yang memarkir kendaraannya di pinggir jalan. "Makanya, kita juga akan membuat kantung-kantung parkir. Sedangkan para pedagang kita himbau agar tertib," pungkasnya.
23 June 2014
Makelar Sepeda Motor Ditangkap Polisi, Karena Memakai Sabu sabu
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Seorang gadis yang bekerja sebagai makelar (jual-beli) sepeda motor di Kediri, diamankan petugas Satuan Reskoba Polres Kediri, karena terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu-sabu. Pelaku diamankan dari jalan raya, ketika hendak menemui calon pembeli.

Tersangka bernama Devi Eka Prihatin (26) asal Jalan Sumatera Jaya Dusun Jeruk Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri. Dari penangkapan tersebut, petugas berhasil menyita dua paket sabu siap edar dengan berat 6,6 gram.

KBO Reskoba Polres Kediri Iptu Bambang Sudaryanto mengatakan, penangkapan tersangka bermula dari informasi masyarakat. Petugas melakukan penyelidikan, hingga akhirnya membekuk tersangka di jalan raya Dusun Balong Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem

" Saat ditangkap, kita temukan barang bukti sabu 0,24 gram dari saku celananya. Kemudian dikembangkan dikamar kostnya di Kelurahan Banaran, Pesantren, kita temukan barang bukti sabu dengan 0,22 gram sabu di bawah tempat tidurnya," kata Iptu Bambang, Senin (23/6/2014)

Saat dikonfirmasi, Devi menolak disebut pengedar. Ia mengaku hanya sebagai pemakai. Devi mengkonsumsi sabu untuk dopping biar tidak mengantuk ketika bekerja sebagai makelar sepeda motor.

Kini barang bukti dua poket Narkotika jenis Sabu-Sabu dg berat 0,24 gram, dan berat 0,22 gram, 3 pipet kaca dan 1 buah tutup botol warna putih disita sebagai penyelidikan lebih lanjut. Tersangka dijerat pasal 112 ayat 1 UU nomer 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara minimal 5 tahun.
23 June 2014
Mayat Dirubung Belatung Gegerkan Warga Kediri
Radio Andika - Kediri - Jatim. Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan dalam kondisi membusuk di got depan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pengairan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, tepatnya di tepi Jalan Raya Desa Gampolan, Kecamatan Gurah.

Belum diketahui penyebab kematian korban, namun diperkirakan telah berlangsung selama tiga hari.

Kali pertama mayat ditemukan oleh Suwadi, pegawai UPTD Pengairan. Saat saksi tengah menyapu halaman kantor, mencium aroma membusuk. Saksi kemudian mencari sumber bau tidak sedap tersebut, ternyata berasa dari got didepan kantor. "Tiba-tiba saya mencium bau tidak sedap dari got. Saat saya lihat, ternyata ada mayat yang sudah dalam kondisi membusuk," ujar Suwadi dilokasi kejadian, Senin (23/6/2014) pagi.

Suwadi kemudian menghubungi Kantor Polsek Gurah. Tidak lama kemudian polisi datang ke lokasi kejadian guna melakukan olah TKP. Polisi menemukan mayat sudah dalam keadaan membusuk dikerubuti belatung pada bagian kepala dan matanya. Dengan menggunakan terpal, mayat kemudian dievakuasi ke mobil patroli, guna dibawa ke RSUD Pelem, Pare.

Kapolsek Gurah AKP Sudiono mengatakan, masih melakukan serangkaian penyelidikan, guna mengungkap identitas dan penyebab kematian korban. Polisi memperkirakan, korban sudah meninggal dunia sejak tiga hari lalu. "Sampai saat ini, identitas korban belum kita ketahui. Kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Sementara dari hasil olah TKP, kita tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas penganiayaan pada tubuh korban," kata AKP Sudiono.

Penemuan mayat ini menggemparkan masyarakat setempat. Ratusan warga berkerumun untuk menyaksikan secara langsung. Bahkan, ada diantara warga yang mengabadikan menggunakan kamera handphone (HP). Kejadian ini juga membuat arus lalu-lintas yang menghubungkan Kabupaten Jombang dengan Kabupaten Kediri sempat tersendat.
Page 1898 of 1952     ‹ First  < 1896 1897 1898 1899 1900 >  Last ›