Berita- Info ANDIKA

04 August 2020
 Ijin Hajatan Di Kabupaten Kediri Masih Menunggu Keputusan Bupati
Radio ANDIKA - Pengajuan ijin menyelenggarakan hajatan pernikahan dan sunatan di Kabupaten Kediri masih menunggu keputusan Bupati Kediri. Wacana perijinan hajatan ini muncul setelah berlangsungnya rapat pertemuan membahas tata cara dan protokol kesehatan acara hajatan pernikahan dan sunatan.
 
Saat On Air di Radio ANDIKA, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Kediri, dr. AHMAD KHOTIB mengatakan pertemuan itu dihadiri perwakilan Paguyuban Pekerja Sor Terop bersama dengan GTPP Covid-19 di Kantor Pemkab Kediri, hari ini. Setelah dilakukan pembahasan, telah disepakati beberapa poin protokol kesehatan untuk menyelenggarakan acara hajatan. Ketentuan itu mengatur pelaksanaan acara hajatan, termasuk personil yang terlibat dalam acara, pengisi acara atau hiburan serta tamu untuk memenuhi protokol kesehatan. 
 
dr. AHMAD KHOTIB menambahkan, perijinan ini masih belum final. Gugus tugas akan mengajukan hasil kesepakatan perijinan hajatan ke Bupati Kediri. Masih ada beberapa proses yang harus dilewati. Setelah pengajuan, kesepakatan tersebut perlu verifikasi, simulasi dan penilaian dari Gugus Tugas. Jika perijinan sudah disahkan, Bupati Kediri akan membuat surat edaran yang akan diedarkan sampai ke desa-desa.
 
Sebelumnya, Kamis lalu (30 Juli 2020), Paguyuban Pekerja Sor Terop menggelar unjuk rasa ke kantor Pemkab Kediri, karena adanya larangan menggelar acara hajatan pernikahan dan khitanan. Paguyuban Pekerja Sor Terop ini merupakan perkumpulan dari pekerja seni yang biasa tampil di acara hajatan, diantaranya jasa penyewaan sound system, tenda, serta katering. (eva/dip)
04 August 2020
Berkaca Dari Musisi, ANJI, Youtuber Harus Hati-Hati Sebelum Buat Konten
Radio ANDIKA - Pelajaran yang bisa diambil dari Channel YouTube musisi, ANJI, yang mewawancarai nara sumber, HADI PARANOTO, dan dilaporkan ke kepolisian adalah kehati-hatian sebelum membuat konten. Pastikan dahulu nara sumber dan pahami materinya. Selain itu, dampak yang ditimbulkan dari konten tersebut pada masyarakat. Inilah yang disampaikan Praktisi Hukum, AKSONNUL HUDA S.H., M.H. ketika On Air di Radio ANDIKA.

AKSON mengatakan pada channel YouTube musisi ini mengupas covid 19. Pernyataan nara sumber, HADI PRANOTO, dalam video musisi ANJI yang mengklaim menemukan 'obat COVID-19' menuai kontroversi. Diduga ada indikasi tindak pidana didalamnya. Ada unsur pelanggaran di UU ITE pasal 28 Ayat (1) Jo Pasal 15A UU RI Nomor 19 Tahun 2016 hingga dilaporkan oleh kelompok masyarakat ke Polda Metro Jaya. Penyidik akan melakukan penyelidikan terhadap konten tersebut, apakah mengandung unsur kebohongan/ hoax atau tidak.

Menurut AKSON, apabila ada perkara yang memang ada indikasi tindak pidana, melanggar ITE dan menimbulkan kegaduhan, maka siapapun bisa membuat laporan ke kepolisian.(stm/dip)
04 August 2020
Tanpa Gaji ke 13 Pendapatan ASN,TNI, Polri Sudah Layak
Radio ANDIKA - Dari sisi pendapatan, ASN, TNI, dan Polri sudah dalam kategori layak meski tanpa ada gaji ke-13. Hal ini disampaikan Akademisi dan Pengamat Politik, Dr. SAPTA ANDARUISWORO sewaktu On Air di Radio ANDIKA.

ASN, TNI, dan Polri juga mendapatkan tunjangan yang tidak sedikit setiap bulannya. Bahkan beberapa bulan yang lalu juga menerima THR. SAPTA berpendapat, pemberian gaji ke-13 tidak terlalu berpengaruh pada kinerja ASN.

Menurut SAPTA, pemberian gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/ Polri yang akan diberikan pada Agustus ini, dalam situasi pandemi covid 19, dinilai kurang tepat. Lebih baik anggaran dialihkan untuk kepentingan dalam menanggulangi dampak yang ditimbulkan pandemi covid 19.  

SAPTA menggambarkan, banyak dari kalangan swasta yang usahanya gulung tikar dan tidak mendapat THR. Pihak inilah yang terkena dampak pandemi covid 19. Penghasilan mereka menurun bahkan ada yang sampai kehilangan pekerjaan. (stm/aut)
 
04 August 2020
Walikota Kediri Ajak Anak Muda untuk Belajar dan Berkreatifitas
Radio ANDIKA - Walikota Kediri ABDULLAH ABUBAKAR, mengajak anak muda untuk belajar dan berkreatifitas untuk masa depan.

Pandemi covid-19 belum juga berlalu. Konser musik pun belum bisa dinikmati secara langsung. Sehingga pagelaran musik dalam rangka Hari Jadi Kota Kediri ke-1141 digelar secara virtual. Pagelaran musik virtual ini dimeriahkan oleh Clara Manumayasa, Tami Aulia dan Mr.Jono & Joni.

Meski digelar secara virtual, respon masyarakat cukup luar biasa. Terpantau ratusan masyarakat menyaksikan dan menikmati pagelaran musik virtual ini melalui akun youtube Harmoni TV Kediri. Walikota Kediri ABDULLAH ABU BAKAR yang hadir dalam pagelaran musik virtual tersebut mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim yg telah menyelenggarakan pagelaran musik secara virtual. Dengan adanya pandemi ini semua harus putar otak dan saatnya anak-anak muda untuk membuat karya di dunia digital ini.

Saat pandemi ini, Walikota Kediri mengungkapkan ada banyak hal positif yang bisa dipelajari. Yaitu percepatan untuk menuju ke 4.0. Baik di bidang kreativitas contohnya banyak sekali anak muda yang bikin konten di youtube juga banyak UMKM yang jual di marketplace  dan juga ada yang bikin platform lokal, game, dan macam-macam.

Walikota menuturkan bahwa Kota Kediri juga baru saja meraih penghargaan dari MURI telah mengadakan pameran virtual. Untuk para pemuda dan pemudi Kota Kediri, Walikota berpesan bahwa saat ini bukan waktunya rebahan. Saat ini waktunya untuk belajar lebih banyak lagi. Apalagi banyak hal yang bisa dipelajari seperti contohnya dunia digital.(atc/stm)


 
04 August 2020
Gaji ke-13 Cair Ditengah Pandemi Covid-19, PNS Dituntut Melayani Masyarakat Lebih Baik
Radio ANDIKA - Pemerintah berencana mencairkan gaji ke-13 2020 pada pertengahan Agustus 2020. Revisi peraturan pemerintah (PP) yang mengatur pencairan gaji ke-13 2020 juga sudah ditandatangani oleh Presiden JOKO WIDODO. Konsekuensinya, PNS dituntut melayani masyarakat lebih baik lagi. 
 
Pakar Hukum Tata Negara, IAIN Tulungagung, MUKSIN S.H., M.H., ketika On Air di Radio ANDIKA menilai kebijakan pemerintah mencairkan gaji ke-13 ditengah pandemi Covid-19 sudah tepat. Pencairan ini diharapkan dapat menjadi stimulus perekonomian dan meningkatkan daya beli masyarakat. Bagi PNS yang mendapat pencairan gaji ke-13 ini harus diimbangi dengan dengan kinerja yang terbaik. Sebagai abdi negara mereka harus memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. 
 
Pencairan gaji ke-13 pada 2020 hanya diperuntukkan pejabat eselon III ke bawah dan setingkatnya. Sementara itu, pejabat negara eselon I dan II tidak memperoleh pembayaran gaji ke-13. Menteri Keuangan telah menyiapkan anggaran gaji dan pensiun ke-13 dengan total Rp 28,5 triliun.
 
04 August 2020
Human Error Menjadi Penyebab Kebakaran Hutan di Trenggalek
Radio ANDIKA - Berdasarkan evaluasi dari BPBD Kabupaten Trenggalek, Human error menjadi penyebab utama kebakaran hutan yang sering terjadi di Kabupaten Trenggalek, sepanjang tahun 2019.  Lebih dari 13 titik kebakaran yang menjadi perhatian BPBD di tahun 2020 ini.
 
Saat ON AIR di Radio ANDIKA Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Trenggalek JOKO RUSIANTO mengatakan, kejadian kebakaran sampai saat ini tidak banyak. Sebab masih belum sepenuhnya masuk musim kemarau yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi.
 
Jika berkaca pada tahun 2019 lalu, kebakaran hutan di wilayah Trenggalek cukup luas, tetapi tidak mengakibatkan korban jiwa. Kebakaran hutan menjadi tanggung jawab penuh dari BPBD Trenggalek. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran hutan secara meluas tahun ini, BPBD menempatkan beberapa Tim Reaksi Cepat (TRC) dibeberapa desa. Tujuannya jika sewaktu-waktu muncul api di hutan bisa segera berkoordinasi dengan BPBD maupun PMK.
 
Upaya BPBD kabupaten Trenggalek, dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar menjaga hutan terhindar dari kebakaran, yakni melalui mitigasi bencana untuk tidak membakar, menjarah hutan atau beraktifitas yang memicu kebakaran hutan. Bukan hanya kebakaran hutan yang diperhatikan saat musim kemarau, tetapi juga krisis air bersih yang kerap terjadi diwilayah Kabupaten Trenggalek. BPBD juga memperhatikan pasokan air bersih dibeberapa desa yang mengalami kekeringan. Langkah ini sebagai upaya antisipasi saat musim kemarau bagi masyarakat yang terdampak di wilayah Kabupaten Trenggalek.(ssi/atc)
 
03 August 2020
Gudang Pengolahan Kayu Ekspor di Pare Kediri, Ludes Terbakar
Radio ANDIKA - Gudang pengolahan kayu ekspor yang terletak di Jalan Banda, Desa Gedangsewu Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, ludes terbakar. Peristiwa ini diketahui sekitar jam 20.00 WIB. 

Kapolsek Pare Polres Kediri, IPTU I NYOMAN SUGITA, saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, kebakaran dipicu dari aktivitas pengovenan kayu. Salah satu karyawan, dikejutkan dengan kepulan api yang cukup besar dibagian mesin oven kayu. Karena kondisi malam hari angin kencang, membuat api menjalar ke seluruh tumpukan kayu yang sudah siap diekspor ke luar negeri. 

Mengetahui kejadian, pemilik pengolahan kayu melaporkan kejadian ke PMK Kabupaten Kediri dan Polsek Pare. Tiga mobil damkar PMK Kabupaten Kediri yang dikerahkan menuju lokasi, tidak mampu memadamkan besarnya kobaran api. Sehingga, diterjunkan tambahan 1 mobil PMK Kota Kediri untuk membantu pemadaman. Proses pemadaman api menghabiskan 12 tangki air. Api baru bisa dipadamkan sekitar jam 23.30 WIB. 

Akibat peristiwa ini, tidak ada korban jiwa. Kerugian material mencapai Rp 1,5 milliar. Penyebab pertama kali api muncul dibagian mesin oven kayu masih dalam penyelidikan petugas kepolisian. (vin/adr)
03 August 2020
Jenazah Tanpa Kepala yang Ditemukan di Besuki Tulungagung Akhirnya Dimakamkan
Radio ANDIKA - Jenazah perempuan tanpa identitas (Mrs.X) di Pantai Widodaren, Besuki, Tulungagung, akhirnya dimakamkan. Jenazah dimakamkan di pemakaman umum Desa Besuki Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung. 
 
KBO Reskrim Polres Tulungagung, IPTU SUWOYO yang dikonfirmasi Gatekeeper menjelaskan petugas medis dan kepolisian memutuskan untuk memakamkan jenazah dengan pertimbangan sampai saat ini belum ada yang mengaku kehilangan anggota keluarga, sedangkan jenazah sudah dalam keadaan rusak, yakni tanpa kepala, serta ada beberapa bagian tubuh lainnya, seperti lengan dan kaki yang hilang. Pada saat penemuan jenazah juga tidak ditemukan identitas sama sekali. Meskipun begitu, Satreskrim Polres Tulungagung akan terus menyelidiki kasus tersebut. 
 
Kasat Reskrim Polres Tulungagung, ARDYAN YUDO SETYANTONO, S.I.K., menambahkan, kemungkinan jenazah tersebut bukan berasal dari wilayah Tulungagung, karena sampai saat ini di wilayah Tulungagung tidak ada yang melaporkan kehilangan keluarga ataupun kecelakaan di laut. Sebelumnya, pada Minggu, 02 Agustus 2020 kemarin, jenazah perempuan yang ditemukan dalam kondisi tanpa kepala dievakuasi polisi ke RSUD dr.Iskak Tulungagung. Diduga, jenazah tersebut sudah tenggelam di laut selama beberapa hari. (nis/eko)
 
03 August 2020
Masyarakat Tidak Patuh Protokol Kesehatan, Pemkab Kediri Kaji Pemberian Sanksi
Radio ANDIKA - Pemerintah Kabupaten Kediri sedang mengkaji ulang terkait kebijakan pemberian sanksi pelanggar protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19. Dari pengamatan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kediri, masyarakat mulai longgar dan tidak patuh terhadap protokol kesehatan. 

dr. AHMAD KHOTIB, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kediri, saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, kebijakan ini akan diterapkan karena peningkatan jumlah pasien positif Covid-19 di Kabupaten Kediri yang terjadi hampir setiap hari. Peningkatan darenakan sudah banyak masyarakat yang melakukan aktivitas diluar rumah, tetapi banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Nantinya, kebijakan patuh terhadap protokol kesehatan akan disosialisasikan langsung oleh Bupati Kediri. Jika ditemukan ada pelanggaran, maka akan diberikan sanksi. 

Sementara itu, data terakhir pada 3 Agustus 2020, pasien positif Covid-19 bertambah 14 orang. Keempat belas orang ini meliputi, 1 orang warga Desa Muneng Kecamatan Purwoasri, 1 orang warga Desa Pelem Kecamatan Pare, 1 orang warga Desa Gedangsewu Kecamatan Pare, 1 orang warga Desa Bulupasar Kecamatan Pagu, 2 orang warga Desa Woromarto Kecamatan Purwoasri, 1 orang warga Desa Tertek Kecamatan Pare, 1 orang warga Desa Gadungan Kecamatan Puncu, 1 orang warga Desa Banjaranyar Kecamatan Kras, 1 orang warga Desa Dawuhan Kec amatan Papar, 2 orang warga Desa Janti Kecamatan Wates, 1 orang warga Desa Langeanharjo Kecamatan Plemahan, 1 orang warga Desa Gadungan Kecamatan Puncu. (vin/eko)
03 August 2020
Langgar Protokol Kesehatan, 132 KTP Warga Kota Blitar Ditahan Satpol PP Kota Blitar
Radio ANDIKA - Sebanyak 132 buah KTP warga Kota Blitar ditahan Satpol PP Kota Blitar karena melanggar protokol kesehatan. Hal tersebut didasarkan pada Perwali Nomor 47 Tahun 2020 terkait penyelenggaraan perilaku hidup produktif dan aman dalam masa pandemi Covid 19. 
 
Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP Kota Blitar, HADI MASKUN, ketika On Air di Radio ANDIKA menjelaskan, pada masa awal masa pandemi Covid-19, kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan masih kurang. Masih banyak ditemui warga yang tidak menerapkan protokol kesehatan, tidak menggunakan masker dan tidak menerapkan physical distancing. Sehingga, Pemerintah Kota Blitar mengeluarkan Perwali Nomor 47 Tahun 2020. Masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan akan diberi peringatan lisan, tertulis, hingga penahanan KTP. 
 
Dari pengamatan Satpol PP Kota Blitar, selama diberlakukan sanksi pada pelanggar protokol kesehatan, kesadaran masyarakat meningkat. Tetapi masih ditemukan beberapa masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan terutama ditempat umum seperti warung dan cafe. Selain penahanan KTP, dari data Satpol PP Kota Blitar, sudah melakukan teguran lisan kepada 238 orang, teguran tertulis di tempat usaha sebanyak 32 lokasi. 
 
HADI MASKUN menambahkan jika ada payung hukum maka penindakan akan lebih efektif. Pemerintah juga diharapkan mengeluarkan inovasi aturan baru selama masa pandemi Covid-19. Menurut HADI MASKUN, social engineering atau rekayasa sosial bisa menjadi alternatif agar masyarakat semakin patuh terhadap protokol kesehatan. (nis/vin)
Page 3 of 906      < 1 2 3 4 5 >  Last ›