Berita - Kediri Hari Ini

04 March 2014
Jelang pemilihan legislatif dan pemilihan presiden , Kasubag hukum Sekretariatan KPU Kota Kediri dibiarkan kosong
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Dampak seringnya mutasi di pemkot kediri kembali dipermasalahkan kalangan wakil rakyat . salah satunya , dengan seringnya agenda mutasi , membuat salah satu jabatan penting di sekretariatan KPU Kota Kediri kosong . apalagi , kurang satu bulan lagi KPU akan menggelar hajatan penting kelas nasional , yakni pemilihan legislative . dengan kosongnya kursi pada kasubag hokum ini dikhawatirkan , jika ada sedikit permasalahan , maka bisa berdampak pada yang lain .

Wakil ketua DPRD Kota Kediri Kholifi Yunon menyesalkan pihak Badan Pertimbagan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) yang tidak mengisi kekosonongan pada kasubag hokum di sekretariatan KPU . menurut Yunon , jabatan kasubag hokum di sekretariatan DPRD sangatlah penting , terutama menjelang pemilihan legislative maupun Pemilihan Presiden . Masih kata Yunon , pihaknya berharap Pemkot Kediri segera memikirkan untuk mengisi posisi jabatan kosong di sekretariatan KPU ini .
04 March 2014
Bawa Kabur Mobil rental, Warga Mojoroto Kota Kediri Dilaporkan Ke Polisi
Radio ANDIKA  - Kediri - Jatim - Karena membawa kabur mobil sewaan, Dicky Agung Priana warga Kelurahan Campurrejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, dilaporkan ke pihak kepolisian. Kejadian tersebut bermula, saat Dicky pada Januari lalu, mendatangi rumah Hajar Suseno warga Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, untuk menyea mobil Toyota Avanza selama 1minggu. Namu, setelah jatuh tempo pengembalian, Dicky tidak kunjung mengembalikan mobil tersebut.

Bahkan, hingga saat ini mobil tetap masih belum dikembalikan. Karena merasa menjuadi korban penipuan, Hajar melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kediri Kota. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Pihaknya, telah mengamankan beberapa alat bukti, guna proses penyelidikan. Akibat menjadi korban penipuan, Hajar mengalamui kerugian sebesar 16 juta rupiah.(Anto Kristian)  
03 March 2014
Warga Pasang Patung Pocong di Jalan Rusak Banyakan
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Kesal karena jalan rusak tidak segera dibenahi, masyarakat memasang patung pocong-pocongan di jalan rusak depan Pasar Buah Banyakan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Patung bernada protes ini menarik perhatian masyarakat yang kebetulan melintas, Senin (3/3/2014).
 
Informasi yang dihimpun Surya Online, menyebutkan, patung pocong itu dipasang di dua lokasi. Pertama dari arah timur dipasang di lajur sebelah kiri dan kedua dari barat dipasang di lajur kanan.
 
Kondisi jalan sendiri memang sudah lama rusak parah dan berlubang-lubang serta aspalnya mengelupas.
 
Saat turun hujan  juga digenangi air membuat kondisi jalan semakin memprihatinkan.
 
Jalan rusak ini merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Kediri - Nganjuk. Kondisi jalannya memang telah lama rusak parah namun tidak segera mendapatkan pembenahan.
 
Akibat jalan rusak ini telah mengakibatkan korban jiwa pengendara sepeda motor. Korban terjatuh akibat terperosok lubang jalan yang menganga dengan kedalaman sekitar 30 cm.
 
"Setahu kami yang sampai meninggal dua orang pengendara sepeda motor, kalau luka-luka sudah belasan orang," ungkap Binti Malikatun
 
Karena geram tidak kunjung diperbaiki para pemuda kemudian membuat patung pocong di lokasi jalan berlubang. Harapannya pemakain jalan hati-hati saat melintas dan jalannya segera diperbaiki.
 
"Ini juga sindiran untuk pejabat, masyarakat sudah membayar pajak tapi jalannya tak kunjung dibenahi," ujar Agus (40).
 
Dia berharap protes masyarakat mendapat perhatian dan jalan yang rusak segera dibenahi. "Jangan sampai jatuh korban jiwa lainnya, pihal berwenang harus segera memperbaikinya," tambahnya.(SURYA.CO)
03 March 2014
Menjelang Pileg Gedung DPRD Sepi
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Kurang 38 hari pemilihan umum legislatif (Pileg) gedung DPRD Kabupaten Kediri sudah sepi kegiatan. Pasalnya, banyak anggota DPRD jarang hadir di gedung tempatnya bekerja.
 
Sumber yang berhasil dihimpun @dakita.com mengatakan, para politisi tingkat daerah ini mulai sibuk dengan kegiatan penggalangan massa untuk kepentingan pemenangan dalam Pileg mendatang. Sebab, rata-rata para politisi akan mencalonkan kembali untuk menjadi anggota legislatif periode 2014 – 2019.
 
“Sepi mas, banyak yang absen (anggota DPRD – red),” jelas salah seorang staf sekretariat DPRD Kabupaten Kediri dengan singkat saat ditanya adakita.
 
Para aggota legislatif itu tampak banyak sibuk dibeberapa kegiatan masyarakat. Bukan dalam rangka untuk menjalankan tugasnya, sebagai wakil rakyat, namun mereka ada di kelompok masyarakat itu untuk kepentingan dirinya sendiri. Yakni demi tetap mendapatkan kembali jatah kursi legislatif yang selama ini mereka nikmati.
 
Sepinya gedung DPRD mendapat tanggapan apatis dari sebagian masyarakat. Warga menilai aksi sok peka urusan sosial ini adalah aksi puritan wakil rakyat. Sebab, menurut sebagian warga, para anggota DPRD tersebut selama ini tidak pernah memperhatikan mereka. Bahkan kencenderungan para anggota DPRD itu, menurut warga justru selama ini membuat sengsara warga yang diwakilinya.
 
“Mereka hanya mau turun kalau ada maunya seperti sekarang ini. Lho... selama dia menjabat kemana saja? Terus sudah berbuat apa? Yang kami ketahui selama ini anggota DPRD itu tidak pernah melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Malah cenderung menjadi beban masyarakat,” jelas Ponco Hari Hardiono, warga Desa Kademangan, Kecamatan Kayen Lor.
 
Sementara, Tri Efendi, salah seorang anggota DPRD Kabupaten Kediri membantah anggapan bahwa anggota DPRD tidak aspiratif dan berguna bagi masyarakat. Sebab menurut Tri Efendi, selama ini para anggota DPRD selalu mengawal aspirasi yang berkembang di masyarakat melalui prosedur yang berlaku.
 
Tri Efendi mengakui, selama sepekan ini gedung DPRD Kabupaten Kediri memang sepi dari anggota DPRD. Namun sepinya gedung tersebut karena para anggota DPRD masih dalam waktu reses untuk menggali aspirasi masyarakat.
 
“Ya kalau gedung DPRD sepi bukan karena kita bolos, atau tidak masuk kerja. Tapi karena masih dalam masa reses untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Jangan diartikan para anggota DPRD itu tidak aspiratif, buktinya kita mau bertemu langsung dengan masyarakat,” jelasnya. Minggu, (2/3)
 
Tri efendi menambahkan, selama ini aspirasi yang masyarakat dapat disalurkan melalui kanal-kanal atau melalu berbagai jalur yang sudah disediakan, salah satunya adalah di musrenbangdes dan jaring aspirasi masyarakat yang langsung dilakukan masing-masing anggota DPRD. Jadi jika ada masyarakat yang tidak tersalurkan aspirasinya, maka menurut Tri Efendi, ada yang salah untuk menyalurkannya.
 
“Jaring aspirasi kita dengan masyarakat ini jangan diartikan untuk kepentingan kita sendiri. Tapi masih dalam koridor untuk menjalankan tugas kita sebagai anggota DPRD. Meskipun saat ini sudah mendekati masa pileg, dimana hampir rata-rata anggota dewan akan mencalonkan kembali,” pungkasnya.(ADAKITA.COM)
03 March 2014
Nenek Tuna Wisma Meninggal Di Pinggir Jalan.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Warga Jalan Sam Ratulangi Kota Kediri, Minggu sore dikejutkan dengan meninggalnya seorang nenek tuna wisma. Kejadian itu bermula, saat warga di Jalan Sam Ratulangi Kota Kediri mengetahui nenek tuna wisma yang bernama Warsini 70 Tahun mondar mandir disekitar Jalan Sam Ratulangi Kota Kediri. Tiba tiba Warsini terjatuh di pinggir Jalan Sam Ratulangi. Saat dicek oleh beberapa warga, Warsini telah meninggal dunia dan mengeluarkan busa dari mulutnya.Kejadian tersebut, kemudia dilaporkan pada pihak kepolisian.

Polisi yang mendapatkan laporan, langsug melakukan olah tempat kejadian perkara, dan membawa jenazah Warsini ke rumah sakit guna mendapatkan visum terkait penyebab kematiannya. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada tanda tanda penganiayaan pada tubuh Warsini. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, diduga kematian Warsini karena mengalami sakit.(Anto Kristian)
03 March 2014
Aniaya Istri, Warga Kampungdalem Gang Buntu Dilaporkan ke Polisi
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Hanya karena permasalahan sepele, Suyanto warga Kelurahan kampung dalem gang buntu Kota Kediri, nekat menganiaya istrinya sendiri. Kejadian tersebut bermula, saat berada di warung di Jalan panglima Sudirman Kota Kediri, Suyanto menyuruh Jumiati istrinya untuk membayar listrik. Setelaj Jumiati membayarkan listrik, Jumiati kembali meminta uang pada Suyanto untuk membayar arisan yang telah 2 kali menunggak. mendengat permintaan Jumiati, Suyanto marah marah dan langsung memukul Jumiati dengan tangan kosong dibagian pelipis mata sebelah kiri dan memukul lutut kanan Jumiati dengan kursi hingga terluka parah.

Karena tidak terima dengan perlakuan Suyanto suaminya, Jumiati melapor ke Polres Kediri Kota. Saat ini, kasusnya masih ditangani unit PPA Polres Kediri Kota. Polisi, telah mengantongi barang bukti berupa visum et repertum guna proses penyelidikan. Saat ini, petugas masih memeriksa beberapa saksi, dan akan segera memanggil pelaku untuk dimintai keterangan. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, diharapkan kasus tersebut, dapat diselesaikan secara kekeluargaan, mengingat keduanya masih suami istri.(Anto Kristian)
03 March 2014
Polres Kediri Kota Amankan Bandar Pil Setan
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Polres Kediri Kota, berhasil mengamankan seorang pengedar narkoba jenis pil double L. Satuan Reskoba Polres Kediri Kota, mengamankan Purwanto warga Kelurahan Pakunden Kota Kediri. enangkapan terhadap Purwanto bermula, atas informasi dari masyarakat, jika diwilayah disekitar halte bus di alun alun Kota Kediri di jalan Urip Sumoharjo, ada peredaran narkoba. Kemudian, petugas melakukan penyelidikan, dan berhasil mengamankan Purwanto.

Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 248 butir pil double L, siap edar. ersama barang bukti, Purwanto digelandang ke Polres Kediri Kota. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pihaknya masih akan terus melakukan pengembangan lebih lanjut, guna mengamankan pelaku lainnya.Kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polres Kediri Kota. Pelaku, akan dikenakan Pasal 196 Undang undang tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman 10 Tahun penjara.(Anto Kristian)
01 March 2014
Harga Genting Naik Hingga 68 Persen
Radio ANDIKA - KEDIRI- JATIM - Paska erupsi gunung Kelud, harga genting naik hingga mencapai 68 persen. Pasalnya, kebutuhan genting di daerah penerima dampak terparah akibat erupsi ini meningkat tajam.
 
Erupsi yang terjadi pada gunung kelud, pada kenyataannya menjadi berkah bagi para penjual Genteng yang justru malah kebanjiran order. Sebagaimana yang dapat dijumpai pada salah satu daerah industri kerajinan ini di Dusun Templek Desa Gadungan Kecamatan Puncu yang malah kewalahan melayani pesanan.
 
“Permintaannya sangat tinggi, karena banyak genting rumah yang rusak akibat tertimpa batu dan pasir,” jelas Tohir,48, salah seorang pengrajin genting di dusun tersebut. Jum’at, (28/2)
 
Tohir yang mengaku menekuni kerajinan Genteng sejak 20 tahun lalu mengatakan, dalam setiap 1000 biji genting, mengalai kenaikan sekitar 400 ribu rupiah. Sebelumnya, harga per-1000 genting sekitar 850 ribu rupiah, namun saat ini harga tersebut berubah hingga mencapai harga 1,25 juta rupiah.
 
Menurut Tohir, untuk saat ini dirinya mampu menjual hingga sekitar sekitar 10 ribu genting setiap harinya. Semetara, kemampuan produksi kerajinan miliknya yang dikerjakan 3 orang bisa mencapai sekitar 15 ribu biji. Namun, untuk membuat kerajinan ini siap jual, dirinya memerlukan waktu cukup lama. Sebab harus melalui proses pengeringan dan pembakaran.
 
“Kalau mencetaknya bisa cepat, tapi setelah dicetak harus dikeringkan dan dibakar dulu sebelum bisa dijual. Jadi ya memkan waktu cukup lama, sehingga barang dagangan kita sampai telat,” lanjut Tohir.
 
Kendati harga genting dan omzet penjualannya naik cukup sinifikan, Tohir memilih tidak menambah jumlah karyawan. Sebab dirinya khawatir harga dan omzet penjualannya akan kembali menurun.
 
“Naiknya harga dan kebutuhan genting ini karena banyaknya atap rumah yang rusak. Selama masih banyak masyarakat yang membenahi rumah, pasti harganya dan omzet penjualannya akan naik. Tapi nanti kalau sudah selesai orang membenahi rumah, pasti harganya akan kembali turun. Ini yang kita tidak tahu kapan, makanya kita tidak menambah jumlah karyawan,” pungkasnya. (Beritajatim.com)
01 March 2014
300 Hektar Tanaman Padi Gagal Panen, Bulog Kediri Optimis Dapat Penuhi Target
Radio ANDIKA - KEDIRI- JATIM - Dampak erupsi Gunung Kelud yang membuat hektaran tanaman padi di wilayah terdampak disejumlah Kecamatan memicu kerusakan dan memicu gagal panen yang bisa mempengarui serapan beras ke Bulog Sub Divre Kediri.
 
Dari data sementara setidaknya ada sekitar 300 hektar tanaman padi di wilayah Kecamatan Kandangan,Ngancar,Kepung serta Puncu diketahui rusak. Kondisi yang paling banyak mengalami kerusakan karena terjangan lahar hujan yang melanda kawasan terdampak wilayah khususnya Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri.
 
Kepala Bulog Sub Divre Kediri Arif Mandu mengatakan, dampak letusan kelud pasti akan berpengaruh pada penyerapan pengadaan beras bulog tahun 2014, namun demikian pihaknya berharap pengaruhnya tidak terlalu signifikan.
 
“Ya memang ada pengaruhnya,namun saya optimis tidak terlalu signifikan karena wilayah terdampak kebanyakan kawasan perkebunan,meski ada lahan tanaman padi namun kerusakannya karena terjangan lahar hujan saja sehingga kami berharap tidak banyak kegagalan panen oleh petani karena kami mulai penyerapan sekitar pertengahan Bulan Maret ataupun awal April,”terangnya
 
Arif Mandu menegaskan, data 300 hektar lahan pertanian untuk komiditas padi sifatnya masih sementara dan saat ini masih terus dilakukan pendataan.Namun pihaknya optimis meski disejumlah daerah khususnya yang berdekatan dengan gunung kelud terdampak Bulog Kediri yang menaungi juga Kabupaten kota kediri serta Kabupaten Nganjuk bisa mengamankan stok penyerapannya karena saat ini bulog memiliki sekitar 32 Ribu Ton untuk kebutuhan 10 bulan kedepan,Dan sejauh ini di 2014 dari Target 75 Ribu Ton optimis dapat terpenuhi. .(kedirijaya.com)
 
01 March 2014
DPRD Cibir Tim Seleksi Komisioner KPU
Radio ANDIKA - KEDIRI- JATIM - Tim seleksi komisioner untuk KPU Nganjuk mendapat cibiran dari anggota DPRD. Pasalnya nama-nama yang diangkat tidak melampaui tes kalayakan, dan berkesan asal comot tidak transparan.
 
“KPU Propinsi terkesan asal comot, tidak transparan dan mereka yang duduk di komisi seleksi salah satunya pernah tim sukses dalam Pilkada 2012,” ujar Arbayana anggota Komisi A DPRD Nganjuk terkait tim seleksi calon komisioner KPU Nganjuk.
 
Sesuai dengan surat penetapan KPU Provinsi Jawa Timur nomor : 83/KPU-Prov-014/II/2014 Suhud SH, sebagai Ketua merangkap Anggota. Kemudian Sekretaris merangkap anggota dijabat Drs. Sasmito Adi, M.T dan anggotanya terdiri dari Dr. Mohammad Arif, MA, Dr. Maftuhin, M.Ag, Drs. H. Sumiyanto, M.Pd
 
Beberapa nama yang disoal yaitu, Suhud, SH saat Pilkada merupakan tim sukses cabup-cawabup nomor urut 4 Suci Purnomo dan KH Djaelani Ishaq yang diusung oleh Partai Patriot. Dan yang lain merupakan nama-nama asing bagi masyarakat Nganjuk. Seperti, Drs. Sasmito Adi, M.T,  Dr. Mohammad Arif, MA, Dr. Maftuhin, M.Ag, dan Drs. H. Sumiyanto, M.Pd sama sekali tidak popular.
 
Nama mereka tiba-tiba muncul tanpa ada publikasi sehingga tampak tidak transparan dan seperti direkayasa, atau ada pesanan. “Ini menyalahi azaz transparansi,” tambahnya.
 
Padahal tim seleksi komisioner merupakan lembaga publik, tujuannya untuk menyusun personal yang bekerja untuk lembaga publik. Harusnya semuanya harus diketahui publik, baik proses pemilihan mereka juga latar belakang mereka, sehingga bisa memunculkan tim yang kapabel dan kreidibel, tegasnya.
 
Berdasarkan azas kepatutan sebua tim seleksi lembaga publik, harus mewakili unsur profesi, akademisi, dan politisi. “Apakah mereka dari unsur itu?,” tanyanya.
 
Hal senada juga diungkapkan Totok  Budi Hartono SH, Ketua Kelompok Studi Pengembangan Demokratisasi Nganjuk. Dia pesimistis dengan hasil kerja tim seleksi komisioner itu. Bahkan dia yakin bahwa hasilnya nanti bakalan tidak optimal.
 
Menurutnya, anggota tim seleksi KPU Nganjuk secara normatif tidak memenuhi syarat kepatutan dan netralitas. Karena diantara anggota tim seleksi KPU Nganjuk merupakan pialang dalam dunia politik di Nganjuk. Sehingga dapat dipastikan yang ada dalam pikiran anggota tim seleksi adalah mengutamakan teman atau koleganya saja.
 
"Dimanapun tingkatannya, baik KPU pusat, KPU Provinsi maupun KPU kabupaten/kota adalah institusi yang mencetak dan meloloskan para pemimpin negeri. Kalau tim seleksinya sudah tidak kredibel, tidak netral dan tidak berintegritas, berarti kiamat politik sudah dekat," kata Totok Budi Hartono.
 
Tim komisioner itu bisa dipastikan dibentuk berdasarkan pesanan yang tujuannya untuk mempertahankan komposisi dari komisioner KPU yang sekarang ini, yakni, Juwair (ketua), Dhaim Ichsany, Agus Rahman Hakim, Kustoyo dan Myaskur.
 
“Kerja mereka untuk mempertahankan yang sudah ada, paling tidak 3 dari 5 anggota komisioner yang aktif sekarang akan dipertahankan,” ujarnya.
 
Sementara isu yang berkembang bahwa bahwa tim seleksi komisoner nanti akan mencari 2 komisioner baru. Mereka akan menggantikan komisoner lama, yakni, Dhaim Ichsany dan Kustoyo. Sementara tiga yang lama, seperti Juwair (ketua),  Agus Rahman Hakim, dan Myaskur akan dipertahankan.
 
Menurut Totok jika  hasil kerja tim seleksi seperti isu yang berkembang saat ini berarti keberadaan tim seleksi komisioner itu sama halnya mematikan azas demokrasi lembaga publik karena mereka bekerja berdasarkan pesanan, karena nama-nama yang muncul sudah dipastikan dulu.
 
“Kalau memang seperti itu, kerja mereka tidak benar,” katanya.Kalaupun nanti mereka para muka lama kembali terpilih harus melampui mekanisme pemilihan yang lazim dan prosesnya harus diketahui publik, ujarnya (Adakita.com).
 
Page 51 of 508     ‹ First  < 49 50 51 52 53 >  Last ›

Radio Online

Live Streaming :
Radio 1
Radio 2
Radio 3

Acara Hari Ini

 

05:30 Dzikir Pagi
05:30 Indonesia Gemilang
08:00 Citra Andika 
11:00 Indonesia Gemilang

13:00 Simpang Siur
15:00 
Indonesia Gemilang

18:00 Ekspresi Musik Indonsia
21:00 Senandung Rindu 

24:00 Senandung Malam

 

SMS XL (real size)