Berita- Info ANDIKA

03 November 2015
Warga Magetan, Tertipu Penipuan Melalui Telepon Celular, Rugi Jutaan Rupiah.

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Penipuan melalui telepon cellular kembali terjadi. Kali ini korbannya Diyah Proboyekti warga Magetan. Awalnya, Diyah menerima telepon dari ibunya yang menyatakan mendapat SMS dari salah satu operator cellular, mendapatkan haduah sejumlah cek sebesar 25 juta.

Kemudian, SMS tersebut dikirmkan ke Diyah. Selanjutnya, Diyah menghubungi nomer yang tertera dalam SMS tersebut, dan Diyah diarahkan pelaku untuk ke ATM, melakukan transfer uang.

Kemudian, Diyah mentrasfer uang sejumlah Rp. 6 juta lebih. Setelah Diyah melakukan transfer, Diyah menghubungi operator tersebut dan diketahui jika pihak operator cellular itu tidak pernah mengadakan undian.

Atas kejadian tersebut Diyah mengalami kerugian Rp 6 lebih, dan dengan barang bukti 2 slip transfer melaporkan ke Polres Kediri Kota. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar menghimbau pada masyarakat, agar tidak mudah percaya dengan telepon iming hadiah, yang ujung-ujungnya memunta uang.(atc)

03 November 2015
Ibu Rumah Tangga Mencuri Komputer Tablet, Ditangkap Polisi.

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Sumartini, seorang ibu rumah tangga, warga Kelurahan Campurrejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, harus berurusan dengan pihak kepolisian, karena terbukti mencuri komputer tablet milik tetangganya sendiri.

Kejadian bermula, saat warga mengetahui jika Sumartini membawa komputer tablet. Karena gelagatnya yang mencurigakan, warga kemudian melaporkan pada pihak kepolisian. Petugas kepolisian dari Polsek Mojoroto, kemudian melakukan penyelidikan, dan berhasil mengamankan Sumartini. Kemudian, berdasarkan keterangan dari Sumartini, polisi mendatangi rumah Tyas Pujisari warga Kelurahan Campurrejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, yang menanyakan pada Tyas, apakah kehilangan komputer tablet.

Kemudian, Tyas melihat kedalam rumah, ternyata benar komputer tablet miliknya telah hilang. Kemudian Tyas melaporkan kejaduan itu pada pihak kepolisian.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, saat ini Sumartini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Mojoroto, guna proses hukum lebih lanjut.(atc)

02 November 2015
Petani Meninggal Dunia Di Kandang Sapi

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Warga Desa Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Senin sore digegerkan dengan penemuan mayat seorang petani yang meninggal dunia di kandang sapi miliknya, dan tertindih tumpukan rumput.

Korban bernama Poniran, warga Desa Sambirejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Penemuan jenazah Poniran di Kandang sapi bermula, atas kecurigaan Sony warga setempat yang memberitahukan pada Mat Sumadi, yang curiga melihat sepeda motor Poniran sejak Minggu malam berada di samping kandang sapi.

Kemudian, keduanya mengecek kedalam kandang sapi Poniran, dan mendapati Poniran seperti tertidur terlentang, tertindih rumput yang masih terikat dan muka tertutup topi. Kemudian, Sony dan Mat Sumadi menyingkirkan ikatan rumput tersebut dari tubuh Poniran. Saat dicek, ternyata Poniran sudah dalam keadaan meninggal dunia, dengan mulut mengeluarkan busa.

Kejadian tersebut, kemudian dilaporkan pada pihak kepolisian. Kapolsek Pare Kota AKP Saiful Alam mengatakan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Diduga, kematian korban dikarena sakit. Setalah dilakukan visum di Rs Bhayangkara Kediri, jenazah Poniran dikembalikan pada pihak keluarga untuk dimakamkan.(atc)

 

02 November 2015
Polres Kediri, Tangkap Pelaku Pembacokan Guru

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Satuan Reskrim Polres Kediri Kota, berhasil menangkap Widiyanto seorang sopir warga Jalan Banjaran Kelurahan Banjaran Kota Kediri, karena telah melakukan pembacokan pada Agatha Popy Veny seorang guru warga Kelurahan Pocanan Kota Kediri, saat berada di tempat mengajar di SDN Kampungdalem 3 Kota Kediri.

Penangkapan terhadap Widiyanto, atas dasar laporan Agatha yang merasa terancam nyawanya oleh Widiyanto. Polisi, kemudian melakukan penyelidikan, dan berhasil menangkap Widiyanto saat berada di rumah Siswanto warga Desa Mranggen Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri.

Seperti diberitakan sebelumnya, saat Agatha sedang konseling dengan wali murid, di SDN Kampungdalem 3 Kota Kediri, didatangi Widiyanto warga Kelurahan Banjaran Kota Kediri, dan tanpa bicara Widianto langsung membacok Agatha dengan menggunakan parang.

kemudian Agatha berusaha menghindar dan melarikan diri ke kelas namun Widianto berusaha mengejar hingga ke ruang guru. Karena tidak ketemu, selanjutnya Widianto meninggalkan sekolah tersebut.

Akibat pembacokan itu, Agatha menderita luka sobek di punggung sebelah kanan dan atas kejadian tersebut, Agatha melaporkan ke Polsek Kediri Kota.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan pada Widiyanto, dan selanjutnya dilakukan proses hukum.(atc)

02 November 2015
Satuan Reskrim Polres Kediri Kota, Tangkap 4 pelaku Penipuan dan Penggelapan.

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Satuan Reskrim Polres Kediri Kota, berhasil menggulung 4 pelaku penipuan dan penggelapan, yang selalu beraksi di wilayah Kota Kediri.

Keempat pelaku yakni, Imam Basori warga Dusun Sobo Desa Nambaan Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri dan 3 orang lainnya bertindak sebagai penadah yakni,  Dadang Prasetyo, warga Desa Sidomulyo Kecamatan Semen Kabupaten Kediri, Basir warga Kelurahan Balowerti Kecamatan Kota Kediri, dan M. Koyum warga Kelurahan Campurejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.

Keempat pelaku, kedapatan selalu menjalankan aksinya diwilayah Kota Kediri, dengan cara mengenal korbannya melalui media sosial dan telepon celular. Berdasarkan banyaknya laporan dari masyarakat, polisi, langsung melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan keempat pelaku.

Selain menangkap keempat pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa 2 unit sepeda motor Yamaha
Mio J warna biru bernomor polisi AG -5338-Bu dan sepeda motor Yamaha Mio J warna putih hitam bernomor polisi AG-3433-BT

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, pihaknya masih memeriksa keempat pelaku, dan akan menjalani proses hukum.(atc)

02 November 2015
Alasan Sewa Sepeda Motor, Warga Pesantren Gelapkan Sepeda Motor.

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Karena diduga telah menggelapkan sepeda motor, Boby warga Lingkungan Bence Kelurahan Pakunden Kecamatan Pesantren Kota Kediri, dilaporkan ke polisi.

Kejadian itu bermula, saat Boby datang kerumah Suyatno warga Kecamatan Pesantren Kota Kediri, untuk menyewa sepeda motor Suyatno Yamaha bernomor polisi AG 5338 BU, selama seminggu, dengan alasan untuk ospek anaknya, dengan kesepakatan harga Rp. 200.000.

Karena percaya, kemudian, Sudarsih istri Suyatno, memberikan kunci dan STNK sepeda motor tersebut. Setelah sepeda motor berada ditangan Boby, hingga saat ini sepeda motor belum dikembalikan kepada Boby.

Karena merasa dirugikan, Suyatno selanjutnya melapor ke Polres Kediri Kota. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus itu.(atc)

02 November 2015
Seorang Pelajar, Dianiaya Berandal, Hingga Terluka Parah.

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Seorang pelajar berinisial MFB (16) warga Kota Kediri, melapor ke polisi karena menjadi korban penganiayaan yang dilakukan 4 orang berandalan.

Kejadian itu bermula, saat MFD berboncengan dengan UL (16) warga Kota Kediri, dengan tujuan untuk mengantar UL pulang kerumah.

Setelah mengantarkan UL pulang kerumah, sesampai di pertigaan timur SMAN 6, MFD dikejar sepeda motor dan dihentikan oleh pelaku yang berjumlah 4 orang.

Kemudian, 3 orang pelaku turun dari sepeda motor, langsung memukuli MFD dengan menggunakan tangan kosong mengenai hidung, pipi sebelah kiri dan kepala MFD.

Sehingga, MFD menyebabkan pipinya mengalami bengkak dan hidungnya berdarah. Selanjutnya  kejadian tersebut dilaporkan ke Polres Kediri Kota guna proses lebih lanjut.

Kasubag Humas Polres Kediri AKP Anwar Iskandar mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus itu.(atc)

02 November 2015
Mantan Bupati Kediri Haryanti, Lakukan Bakti Sosial Pengobatan Gratis Di Wilayah Pegunungan.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Berada di wilayah pegunungan, serta jumlah penduduk yang cukup banyak dan cakupan wilayah luas membuat sebagian warga Kediri, yang bermukim di lereng gunung sulit dalam mengakses kesehatan. Seperti yang dialami warga di Desa Petungroto, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Kondisi tersebut diketahui dari kegiatan bakti sosial pengobatan gratis yang diadakan, oleh mantan Bupati Kediri Haryanti Sutrisno. Sebanyak 130 orang warga yang datang ke pengobatan untuk mencari kesembuhan. Menurut Haryanti, selaku mantan Bupati Kediri, pengobatan gratis dan penyuluhan-penyuluhan kesehatan perlu dilakukan di beberapa daerah terpencil yang jauh dari jangkauan fasilitas kesehatan. Dengan upaya tersebut maka derajat kesehatan warga Kabupaten Kediri dapat meningkat.

Derajat kesehatan masyarakat ini diketahui dari indikator wilayah, angka kematian ibu dan anak dan juga serangan penyakit seperti demam berdarah. Sehingga hal ini perlu ada penanganan komplek dari berbagai pihak seperti penyuluhan langsung dan upaya menanamkan perilaku hidup sejak sejak dini.

Seperti pada penyakit demam berdarah, penangannya tidak cukup dengan melakukan fogging. Tetapi harus dilakukan dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) untuk membunuh jentik-jentik nyamuk. Selain itu, perlu ada penanaman pola hidup sehat kepada masyarakat yang dimulai sejak masih dini, diusia sekolah.

Kegiatan ini cukup diminati masyarakat, karena selain gratis, fasilitas juga lengkap. Dalam kesempatan itu Haryanti sempat memeriksa langsung kondisi kesehatan seorang warga yang sedang mengidap penyakit katarak. W‎arga yang sedang sakit ini bernama Kodri (89) warga Dusun Petungroto. Sudah lama ia mengalami gangguan penglihatan. Setelah diperiksa oleh Haryanti, ternyata Kodri menderita penyakit katarak. Haryanti juga sempat menawarinya operasi dan Kodri bersedia.

Rahmadi anak Kodri mengaku dengan adanya bakti sosial pengobatan gratis sangat membantu masyarakat, terlebih kepada warga miskin sepertinya. Dia sangat bersyukur dengan adanya kegiatan yang dilakukan mantan Bupati Kediri Haryanti tersebut, karena sudah membantu ayahnya dapat berobat secara gratis.(atc)
 
02 November 2015
Hujan Perdana Setelah Kemarau Panjang, Dua Rumah Warga Ambruk

BOJONEGORO - Dua rumah warga di Bojonegoro, Jawa Timur, roboh hingga rata dengan tanah setelah diterjang hujan disertai angin puting beliung pada Minggu malam. Selain merobohkan dua rumah, hujan disertai angin juga merusak ratusan rumah lainnya.

Kondisi rumah milik Lasio, warga Desa Trenggulan, Kecamatan Ngasem rata dengan tanah. Bangunan semi permanen yang terbuat dari papan kayu ini roboh hingga rata dengan tanah setelah diterjang hujan disertai angin puting beliung.

Selain rumah Lasio, angin juga merobohkan rumah milik Mukri, warga Desa Butoh Kecamatan Ngasem.

Beruntung sang pemilik rumah berhasil selamat dalam peristiwa tersebut. Namun sejumlah barang berharga seperti sepeda motor maupun sejumlah peralatan rumah tangga maupun barang elektronik ikut tertimbun di tengah reruntuhan rumah.

Menurut warga, sebelum datangnya hujan pertama setelah musim kemarau panjang ini, angin puting beliung berhembus kencang dari arah selatan. Tidak lama lama kemudian disusul hujan deras.

Tidak hanya merobohkan rumah, angin puting beliung juga merusak ratusan rumah di dua desa ini. “Warga yang rumahnya rusak langsung bergotong toyong untuk membenahi genteng yang terbang terbawa angin, sejak pagi tadi,” aku perangkat Desa Trenggulan, Sukir kepada wartawan, Senin (2/11/2015).

Sementara itu, Kasi Penanggulangan Bencana BPBD Bojonegoro, Sukirno mengatakan, memasuki musim hujan setelah kemarau panjang, sering disertai angin putting beliung. Untuk itu warga diimbau waspada terutama bagi warga yang tinggal di area hutan dan perbukitan.


 

Dedi Mahdi
Jurnalis

 

30 October 2015
Akibat Kekeringan, Lahan Warga Banyak Yang Kekeringan Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Kemarau panjang yang telah berlangsung selama lebih dari 6 bulan menyebabkan terjadinya kekeringan di Kabupaten Kediri. Debet air menurun hingga 10 meter dan lahan pertanian warga kini banyak yang sudah mengering.
 
Kekeringan terjadi merata hampir di seluruh kecamatan diantaranya, Gampengrejo, Papar, Purwoasri, Kunjang, Semen, Mojo dan masih banyak lagi. Kondisi ini masih diperparah lagi dengan pembagian air dari Bendung Gerak Waru Turi yang tidak merata.
 
Khomarudin, warga Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo mengatakan, pasokan air dari bendungan sudah tidak mencukupi kebutuhan air irigasi. Petani terpaksa memanfaatkan mesin disel untuk menyedot air tanah. Sementara bagi mereka yang tidak memiliki mesin disel, terpaksa menyewa dari petani lain.
 
Diakui Khomarudin, lahan pertanian di Desa Turus dilewati aliran air irigasi dari Bendung Gerak. Tetapi sejak musim kemarau tiba, volume air yang mengalir sudah tidak mencukupi kebutuhan petani. Selain debet air yang berkurang, hal itu disebabkan oleh pembagian air yang tidak merata.(atc)
 
Page 51 of 695     ‹ First  < 49 50 51 52 53 >  Last ›