Berita- Info ANDIKA

27 May 2014
Polisi Bekuk 5 Perusak Rumah Kades, 1 Pelaku Ditembak
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Polres Kediri Kota, Jawa Timur menangkan lima orang pelaku perusakan rumah milik Kepala Desa (Kades) Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Woko. Salah satu pelaku terpaksa ditembak petugas, karena berusaha kabur.

Satu pelaku ditembak pada bagian hidungnya, ketika naik diatas atap rumah. Pelaku langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri.

Penangkapan lima pelaku perusakan melibatkan ratusan personil polisi dari Polres Kediri Kota, Satuan Brimob dan TNI, setelah menyelidiki rekaman video perusakan, yang dilakukan, Minggu (26/5/2014) sore. Dari hasil penyelidikan petugas, lima orang ditangkap.

Kelima pelaku yang ditangkap langsung dibawa ke Mapolres Kediri Kota, untuk menjalani pemeriksaan. Sementara hingga kini lokasi, rumah kepala desa yang dirusak warga, masih mendapat pengawalan ketat dari petugas.

Kapolres Kediri Kota, AKBP Budhi Herdi Susianto mengatakan, pihaknya masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap para pelaku,

" Kami komitmen terhadap kasus ini, apabila anggota melakukan kesalahan dalam bertugas akan kami tindak. Tetapi apabila anggota tidak melakukan, dengan secara gentle akan kami sampaikan. Kalau melihat, sepertinya karena tidak sengaja," ujar Kapolres AKBP Budhi Herdi Susianto

Rumah Kades Kaliboto Woko dirusak warga setempat, Senin (26/5/2014) sore. Perusakan dilatar belakangi rasa kecewa warga karena perilaku pimpinan desa melakukan perselingkungan dengan warganya. Tindakan tersebut, dianggap mencoreng nama baik desa.

Warga yang kesal, akhirnya melakukan unjuk rasa, menuntut Bupati Kediri untuk memberhentikan Kepala Desa mereka. Namun pemerintah hanya memberikan peringatan kepada kades. Oleh karena itu, warga jengkel melampiaskan kekecewaan dengan merusak rumah Woko.
26 May 2014
Polisi Kejar Pelaku Pengrusakan Rumah Kades Kaliboto
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Pasca kejadian perusakan rumah kepala desa, oleh warga kaliboto, kecamatan tarokan kabupaten kediri, petugas kepolisian dari polres kediri kota serta sat brimob polda jatim, hingga malam ini terus berjaga di sekitar lokasi kejadian, Ini dilakukan untuk menghindari amuk susulan warga yang belum puas dengan keputusan pemkab kediri yang hanya memberikan peringatan pertama kepada woko, kadesnya yang terbukti dan tertangkap basah tengah melakukan perbuatan asusila berupa perselingkuhan dengan warga desa setempat april lalu, sementara warga terus mendesak untuk woko dipecat dari jabatannya dan meninggalkan kampung tersebut.

menurut Komisaris polisi I Made Arjana, Wakapolres Kediri Kota pihaknya juga akan terus melakukan penyeledikan terkait perusakan tersebut dan segera melakukan penangkapan terhadap pelaku ataupun provokator dalam aksi tersebut. Sementara itu, terpasang garis polisi di depan rumah woko. pihaknya juga akan mengumpulkan bukti-bukti dari rekaman dilokasi kejadian untuk proses penyelidikan.
26 May 2014
Rumah Kades Kaliboto Dirusak Warga
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Massa yang tak lagi percaya dengan penyelesaian pemecatan kepala desa kaliboto, kecamatan tarokan kabupaten kediri yang terbukti dan tertangkap basah warga sedang berselingkuh dengan warga desa setempat secara hukum, mengamuk dan merusak rumah woko, kades tersebut. Senin (26/05/2014)

Secara beringasan warga merusak papan nama, dan warung di sebelah rumah woko di desa setempat bahkan warga juga melempari atap rumah dengan batu secara bergantian.

Karena tak kunjung kepala desa menemui warga, wargapun semakin kesal. Kaca rumah pun tak luput dari sasaran warga.

Dengan menggunakan batu dan kayu secara beringasan warga merusak rumah woko, seketika suasana di sekitar kejadian mencekam.

Massa juga sempat membakar kursi yang berada di halaman rumah, beruntung polisi langsung mencegahnya.

Petugas keamanan dari kepolisian polres kediri kota yang hanya berjumlah puluhan tidak dapat membendung tindak anarkis warga, akhirnya ratusan petugas dari sat brimob polda jatim ditambah 1 unit mobil water canon diturunkan untuk meredam warga. Dengan gas air mata yang di semprotkan ke arah warga, perlahan ratusan warga tersebut mundur dan menjauh dari petugas.

Dari pantauan dilapangan kini petugas memasang garis polisi dan terus berjaga di sekitar lokasi kejadian. Sementara kondisi rumah woko, rusak parah.

Massa tersebut datang setelah tak puas dengan hasil demo mereka di Pemkab Kediri, yang hanya memberikan peringatan pertama untuk kepala desa tersebut bukan pemecatan.
26 May 2014
Warga dan Aparat Saling Dorong Lempar Telur Busuk
Radio ANDIKA - KEDIRI – JATIM-  Unjuk rasa warga Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan di Kantor Pemkab Kediri sempat memanas. Malahan warga sempat melempar dengan air mineral dan telur busuk ke arah aparat kepolisian yang melakukan barikade di depan kantor Pemkab Kediri, Senin (26/5/2014).
 
Sempat terjadi aksi saling dorong warga dengan aparat kepolisian karena warga memaksa masuk. Namun suasana panas berhasil diredam karena perwakilan warga diminta masuk untuk menemui perwakilan pejabat Pemkab Kediri.
 
Namun massa tampaknya tidak sabar karena dialog perwakilan warga dengan pejabat pemkab tidak kunjung dimulai. Asisten I Sekab Kediri, Drs Joko yang sempat menemui massa  tidak digubris dan pilih kembali.
 
Untuk mengamankan aksi massa yang mulai panas kepolisian kali ini telah menurunkan satu kompi pasukan Brimob. Malahan petugas juga melengkapi dengan tameng dan pentungan. Pasukan Sabhara malahan telah mengkepi dengan pakaian pelindung dan rompi.
 
Sejauh ini perwakilan warga masih menunggu pejabat Pemkab Kediri yang akan berdialog. Sementara massa melakukan orasi menghujat Woko, kades Kaliboto yang diminta mundur karena berselingkuh. Massa juga menghujat pejabat pemkab yang tidak aspiratif memenuhi tuntutan massa.(Surya.co.id)
26 May 2014
PNS Kabupaten Kediri Rawan Bolos Di Hari Aktif Di Tengah Hari Libur Nasional
ANDIKA FM, Kediri – Jatim - Pada dua hari aktif di antara dua hari libur nasional minggu depan dikhawatirkan dimanfaatkan para pegawai negeri sipil (PNS) di Kabupaten Kediri untuk bolos ramai ramai. Karena selama ini kebiasaan  bolos kerap dilakukan di hari hari seperti itu.
 
Biasanya agar tidak dicatat bolos, juga ada yang menyiasati dengan alasan yang dibuat buat. Untuk itu guna mengantisipasi aksi bolos, DPRD Kabupaten Kediri mendesak Badan Inspektorat Pemerintah Kabupaten untuk mengambil langkah kongkrit.
 
“Di antaranya menyampaikan peringatan pada semua PNS melalui masing masing kepala satuan kerja. Termasuk dengan mengerahkan semua tenaga pegawai di inspektorat untuk sidak ke semua satuan kerja tanpa kecuali,”ujar Khoirul Annisa Anggota DPRD Kabupaten Kediri
 
Khoirul Annisa menambahkan, pegawai negeri digaji dari uang rakyat sehingga harus mengutamakan kepentingan masyarakat dan tidak bisa semaunya sendiri. Dalam hal kinerja, juga harus bersungguh sungguh dengan didasari semangat melayani.
 
“kedisiplinan PNS sangat penting untuk menjamin pelayanan pada masyarakat,”pungkasnya.(Hadi Kusuma)
 
26 May 2014
Ribuan Warga Kembali Demo Bupati Kediri Tuntut Pencopotan Kades Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Warga Desa Kaliboto, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur kembali meruluk Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri. Masyarakat mendesak Bupati Kediri Haryanti Sutrisno untuk mencopot Kepala Desa Kaliboto Woko dari jabatannya.

Dalam unjuk rasa kali ini, jumlah warga lebih banyak dari sebelumnya, sekitar 3.000 orang. Terdiri dari kaum pria, wanita hingga anak-anak. Mereka meminta jawaban Bupati Kediri Haryanti Sutrisno, agar menurunkan Kades Woko, karena diduga melakukan tindakan asusila dengan warganya.

"Ini bukan kepentingan politik, ini adalah murni kehendak rakyat. Jangan sampai, ada pertumpahan darah ini. Ini adalah titik nadir dari kekesalan kami, jangan kami dihadapkan pada aparat kepolisian. Lihatlah itu, kami hanyalah warga, ada kaum perempuan ada juga anak-anak lihatlah," teriak Sumarsono, dalam orasinya, Senin (26/5/2014).

Meskipun sudah diteriaki, tetapi Bupati Kediri Haryanti Sutrisno masih belum juga turun menemui massa. Yang terjadi, ratusan personil polisi dari Satuan Sabara Polres Kediri dan Polres Kediri Kota bertameng dan bersenjata pentungan membentuk barisan didepan warga.

Unjuk rasa warga Kaliboto ini sudah yang kedua kalinya di Kantor Pemkab Kediri. Dalam unjuk rasa sebelumnya, warga tidak ditemui oleh Bupati Haryanti. Mereka hanya ditemui oleh Wakil Bupati Masykuri Iksan. Tetapi dalam dialog, Pemkab Kediri tidak dapat memenuhi tuntutan warga.

Seperti diberitakan, warga menuntut Kades Woko dicopot dari jabatannya, karena diduga melakukan tindakan asusila dengan warganya sendiri. Warga telah memiliki rekomendasi BPD Desa Kaliboto yang berisi surat pemberhentian Woko, atas kehendak masyarakat. Surat rekomendasi itu sudah dikirimkan ke Bupati Kediri, dengan harapan dapat disetujui. [
24 May 2014
Pelajar Lulusan SMPN 8 Terancam Tidak Bisa Masuk SMA Favorit
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Penyebaran kunci jawaban Ujian Nasional (UN) tingkat SMP di KotaKediri, Jawa Timur yang berhasil dibongkar polisi, menjadi persoalan baru bagi parapelajar SMP Negeri 8 Kediri. Para siswa-siswi SMPN 8Kediri pesimis bisamasuk ke SMA Negeri favorit di Kota Kediri.

Seperti yang yangdikemukakan IN, siswi kelas 3 SMPN 8 Kediri ini. Dia khawatir tidak dapat masuk ke sekolah SMAN favorit, seperti SMAN 7 atau SMAN 2 Kota Kediri, setelah mendengar kabar parapelajar lulusan SMPN 8 dilarang masuk SMAN 2 Kediri, karena nilai UN dianggap tidak murni, setelah ada beberapapelajar yang tertangkap membawa kunci jawaban matematika.

" Temen-temen mendengar kabar kalau lulusan SMPN 8 dilarang masuk ke SMA favorit, seperti SMA 2. Meskipun nilai UN belum muncul, kami kami menjadi khawatir, jika itu terjadi. Padahal, saya sendiri mengerjakan UN dengan kemampuan sendiri," ujar IN yang menolak disebutkan namanya.

Kabar 'diblokirnya' lulusan SMPN 8 Kediri ke SMA favorit ternyata tidak hanya santer terdengar di SMPN 8 Kediri, melainkan di sekolah - sekolah lain, seperti di MTS Negeri 1. Kabar tersebut kini menjadi buah bibir di kalangan para siswa. Ada pelajar yang menanggapi positif, tetapi ada pula yang menanggapi negatif, karena dianggap menodai kemurnian UN.

Terpisah, Pengawas Sekolah di Dinas Pendidikan Kota Kediri, Noto menampil kabar tersebut. Menurutnya, informasi tentang lulusan SMPN 8 Kediri dilarang masuk ke SMA favorit tidak lebih dari isu, yang tidak adakebenarannya.

"Tidak ada kabar seperti itu. Semua bisa masuk ke sekolah manapun, sesuai prestasi akademiknya. Kalau dikait-kaitkan dengan kasus peredaran kunci jawaban, itu tidak benar. Toh, nilai UN juga belum keluar," kata Noto, yang juga mantan Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri ini.

Seperti diketahui, saat UN hari kedua, sejumlah pelajar SMPN 8 Kediri tertangkap basah tengah menggadakan kunci jawaban matematika di jasa foto copi tidak jauh dari sekolah mereka di Jalan Penanggungan Kecamatan Mojoroto KotaKediri. Polisi sempat mengamankan sejumlah pelajar dan karyawan foto kopi untuk dimintai keterangan.

Bahkan, berdasarkan pernyataan Kapolres Kediri Kota, AKBP Budhi Herdi Susianto, pihak kepolisian sedang mengembangkan kasus penyebaran kunci jawaban matematika itu. Dan hasilnya, seorang oknum guru GTT SD di Kota Kediri dan oknum siswa diketahui sebagai penyebar. Namun, hingga kini belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka.
24 May 2014
Pabrik Pupuk Organik Di Purwoasri Terbakar
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Pabrik pupuk organik CV Ind Santoso di Desa Ketawang, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri,  terbakar. Tidak ada korban jiawa dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut keterangan Kasubbag Humas Polres Kediri, AKP Budi Nurtjahjo, kebakaran yang melanda pabrik pupuk milik Heri Susanto (45) warga desa Denanyar, Kabupaten Blitar pertama kali diketahui oleh warga. Kemudian, petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi untuk memadamkan api.

Petugas PMK dibantu warga berhasil memadamkan api, setelah memakan waktu sekitar 1 jam. Tetapi, api sudah melalap, sebagian atap asbes, dan sebagian kayu usuk.

" Kerugian materi sekitar Rp 5 juta. Sementara barang yang terbakar, sebagian atap asbes, sebagian pupuk organik 25 sak, sebagian kayu usuk. Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran ini," ujar Budi Nurtajhjo, Sabtu (24/5/2014).
23 May 2014
Bandar perjudian dadu, Ditangkap Polisi
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Mujiadi warga dusun sumber lebeng desa kasreman kecamatan kandangan kabupaten Kediri, ditangkap polisi karena melakukan perjudian togel. Penangkapan terhadap mujiadi bermula atas informasi dari masyarakat jika diwilayah desa kasreman ada perjudian dadu. Kemudian, pihak kepolisian melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan mujiadi saat sedang menjadi Bandar perjudian dadu. Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti 1 set dadu, dan uang tunai 185 ribu. Kini mujiadi masih menjalani pemeriksaan di polres Kediri.

Kasubag Humas Polres Kediri AKP Budi Nuryanto mengatakan, pihaknya akan melakuka penangkapan lagi terhadap para penjudi dadu yang masih melarikan diri. Mujiadi akan dikenakan Pasal 303 tentang perjudian, dengan ancaman hukuman 7 Tahun penjara.
23 May 2014
Lirboyo Deklarasi Dukung Capres Prabowo Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Dukungan para kiai sepuh di berbagai daerah di Jawa Timur terhadap capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa ternyata juga diikuti keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo Kediri. Para pengasuh mengeluarkan tausiyah berisi instruksi dan himbauan memilih pasangan Prabowo-Hatta.

Inilah Tausiyah tersebut " Dalam upaya ikhtiyar memilih pemimpin Bansa Indonesia untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat serta menjaga akidah islam Ahlussunnah Wal Jamaah KH. Idris Marzuqi, KH. Moh. Anwar Mansur dan KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus menginstruksikan kepada seluruh alumni dan menghimbau kepada masyarakat agar mendukung dan memilih H. Prabowo Subianto dan Ir. Hatta Rajasa pada pemilu presiden yang akan dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Juli 2014"

Informasi yang didapat dari salah seorang santri, tausiyah para masayyih Ponpes Lirboyo tersebut dibuat, Kamis, 22 Mei 2014 kemarin. Saat pembuatan tausiyah dihadiri oleh para santri, alumni, dan masyarakat. Tausiyah ditanda tangani oleh ketiga pengasuh pondok, kemudian dibagikan kepada semua hadirin yang hadir. "Kemarin siang setelah ngaji ada deklarasi dukungan kepada pak Prabowo, lalu ada tausiyah, dan dibagikan kepada semuanya," kata salah seorang santri.

Seperti diberitakan sebelumnya, para kiai sepuh dari berbagai ponpes di Jatim menyatakan dukungan terhadap capres dan cawapres Prabowo-Hatta. Para kiai mendukung mantan Danjen Kopassus itu, karena sejumlah alasan. Antara lain, Prabowo sering silaturahmi ke ponpes, visioner dan berjanji memajukan pendidikan pesantren.
Page 51 of 538     ‹ First  < 49 50 51 52 53 >  Last ›