Berita- Info ANDIKA

29 August 2014
Tunggu rencana kebijakan alih fungsi, warga di eks lokalisasi Semampir Kota Kediri meminta Pemkot menarik aparatnya yang berjaga.
Radio ANDIKA - Kediri -Jatim - Beberapa warga yang tinggal di RW 5 Kelurahan Semampir Kota Kediri meminta Pemkot tidak berlebihan dengan melakukan penjagaan ketat di eks lokalisasi Semampir. Karena, dengan adanya penjagaan ketat, roda perekonomian macet total. Tidak ada lagi aktifitas jual beli di sejumlah warung maupun pertokoan disana. Ketua RT 26 RW 5 Kelurahan Semampir kota kediri Sardi mengatakan, sejak dijaga aparat kepolisian, warga kebingungan mencukupi kehidupan sehari-hari.

Karena roda perekonomian macet total, pasca adanya penjagaan ketat dari aparat TNI, Polri dan Satpol PP. Untuk itu, pihaknya berharap, Pemkot tidak berlebihan dengan melakukan penjagaan ketat dan segera menarik pasukan sebelum menemukan titik temu alih fungsi. Sebelumnya, wakil walikota Kediri Lilik Muhibbah mengaku sudh menyiapkan anggaran sebagai kompensasi dampak penutupan eks lokalisasi. Wawali mengaku paling cepat anggaran kompensasi senilai 750 ribu per kepala keluarga sudah bisa dicairkan paling cepat awal September.
28 August 2014
Rumah terbakar, seorang pedagang asal Dusun Jatirejo Kecamatan Banyakan rugi puluhan juta rupiah.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Warga Dusun Jatirejo Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, digemparkan dengan adanya sebuah rumah yang terbakar. Peristiwa pertama kali diketahui oleh Fadholik (44) pemilik rumah. Saat tertidur, korban terbangun karena merasa kepanasan, dan melihat api sudah membakar dapur. Mengetahui hal itu, korban langsung keluar rumah melalui pintu depan membawa sepeda motor. Mengetahui hal itu, korban berusaha mencari bantuan ke tetangga untuk memadamkan api tetapi api telah membesar dan rumah terbakar habis beserta isinya.

Api baru bisa dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran datang kelokasi kejadian. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan , masih melakukan penyelidikan tentang penyebab terjadinya kebakaran. Siswandi menambahkan, dari hasil olah TKP, Fadholik menderita kerugian sekitar 40 juta rupiah
 
28 August 2014
Ratusan PKL Kota Kediri Unjuk Rasa Kecam Kebijakan Walikota
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Ratusan warga yang mengatasnamakan diri Masyarakat Peduli Kebijakan (MPK) Kediri Raya, berunjukrasa Gedung DPRD dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Mereka menentang kebijakan Pemkot Kediri yang akan menutup total eks Lokalisasi Semampir tetapi tidak melibatkan warga. Selain itu mereka juga menolak penggusuran Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Jayabaya Kota Kediri.

Setelah berorasi, 10 orang perwakilan massa kemudian diijinkan masuk menemui anggota DPRD. Anggota DPRD Kota Kediri Teguh Wijaya menuturkan, tuntutan pengunjukrasa cukup realistis. Dalam waktu dekat pihaknya akan terjun langsung ke lapangan untuk nantinya dijadikan bahan hearing dengan eksekutif.

Sementara itu tuntutan para pengunjuk rasa dipastikan tidak membuahkan hasil. Sebab, anggota dewan tidak dapat berbuat banyak, karena mereka baru saja dilantik dan alat kelengkapan dewan belum terbentuk.(Hadi)
28 August 2014
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Peningkatan kinerja dalam hal penyusunan dan penetapan peraturan daerah (perda) dilakukan DPRD Kabupaten Kediri periode 2009-2014. Selama lima tahun, lembaga legislatif itu menghasilkan 77 peraturan daerah (perda). Dengan demikian setiap tahun setidaknya telah dibuat rata-rata sebanyak 12 perda. Jumlah tersebut lebih banyak dibanding produk hukum yang dihasilkan anggota DPRD periode sebelumnya, yang rata-rata kurang dari 10 setiap tahunnya. Sementara itu Perda inisiatif yang dihasilkan selama 5 tahun tercatat ada 7 Perda.

Sentot Jamaludin wakil ketua DPRD Kabupaten Kediri menuturkan kinerja tersebut ditargetkan meningkat pada periode 5 tahun ke depan. Untuk perda inisiatif paling tidak meningkat 100 persen yakni 14 perda.

Sentot Jamaludin menambahkan usulan perda inisiatif merupakan indikator kinerja dewan sehingga periode ini harus ditingkatkan. Utamanya perda yang menjadi produk hukum yang  menyangkut kesejahteraan masyarakat.(Hadi)
27 August 2014
Depresi, Warga Tawang Wates Bunuh Diri
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Rifai (37) warga desa Tawang Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Rabu (27/8),  ditemukan meninggal dunia dengan cara tidak wajar gantung diri. Kabag Humas Polres Kediri Akp Budi Nurcahyo, menyebutkan peristiwa ini kali pertama diketahui, oleh orang tua korban. Awalnya orang tua korban yang saat itu pulang ke rumah, mengetahui pintu dalam kondisi terkunci dari dalam. Namun ketika dilihat, saksi terkejut, begitu tahu puteranya tersebut sudah dalam posisi  menggantung di dalam kamar mandi. Mengetahui kejadian ini, saksi lalu meminta pertolongan warga.

Petugas Polsek Wates yang menerima laporan terkait peristiwa gantung diri tersebut langsung meluncur ke lokasi. Dilokasi kejadiann, petugas mengamankan alat bukti beruapa tali tampar hijau sepanjang 2 meter, yang dipergunakan korban untuk bunuh diri. Serta celana panjang warna coklat yang dipakainya.

Saat dilakukan pemeriksaan visum luar, team medis tidak menemukan bekas tanda aniaya ditubuh korban. Diketahui diperoleh keterangan jika sebelumnya, 2  hari lalu korban sempat mengutarakan perminaan maaf pada keluarganya. Kapolsek Watez Akp Edi Subandrio ketika dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan, jika selama ini korban mengalami tekanan batin atau depresi.

" Istilahnya tekanan batin, atau depresi begitu." Ujar Kapolsek.
27 August 2014
Peduli Anak Putus Sekolah, Dinsosnaker Kota Kediri Kumpulkan Anak Jalanan ANDIKA FM, Kediri – Jatim - Dinas Sosial Kota Kediri Rabu (27/08/2014)  siang mengumpulkan sekitar 20 anak jalanan dan pengamen yang asli warga Kota Kediri. Mereka diberi pembinaan dan pendidikan terkait hak-hak anak terutama hak mendapatkan pendidikan.

Petugas juga mendata dan menghimpun permasalahan permasalahan yang dialami mereka, seperti perlakuan diskriminasi, penelantaran maupun permasalahan dalam pergaulan yang berakibat hukum. Dari pertemuan itu nantinya akan disusun rencana tindak lanjut dan langkah kongkrit untuk mengatasi permasalahan mereka.

“bekerjasama dengan lembaga Perlindungan Anak (LPA) kami petakan dulu permasalahannya selanjutnya kita ambil solusinya sebab urusan anak jalanan dan pengamen ini cukup kompleks,”kata Rahayu, Kasi Perlindungan Sosial dan Pelayanan Masyarakat Dinsosnaker Kota Kediri.

Sementara itu sejumlah anak jalanan yang mengikuti acara tersebut sangat antusias untuk menyampaikan problem yang selama ini mereka alami. Bahkan mereka yang hanya lulus SD dan SMP meminta pemerintah daerah memasukkan mereka di sekolah kejar paket secara gratis.(Hadi)
27 August 2014
Polres Kediri Kota Tangkap Pengedar Narkoba Jenis Sabu sabu
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Polres Kediri Kota berhasil menangkap seorang pengedar narkoba jenis sabu sabu. Petugas berhasil menangkap Candra Defi Prasetyo warga Desa Nglawak Kecamatan Kertosono kabupaten Nganjuk, saat berada di depan Indomart Kelurahan Dermo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Penangkapan terhadap Candra bermula atas informasi dari masyarakat, jika diwilayah Kelurahan Dermo ada peredaran narkoba. Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil menangkap Candra.

Dari penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa 5 klip plastic kecfil dengan berat 4 koma 86 gram sabu sabu. Kemudian, polisi mengembangkan dengan mendatangi rumah Candra. Saat penggeledahan dari rumah Candra, polisi menemukan barang bukti berupa 12 klip dengan berat 5 koma 1 gram sabu sabu yang disimpan di kandang ayam, sebuah Hp, 1 timbangan elektronik, dan uang tunai sebesar 320 ribu sebagai barang bukti. Menurut Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi, pihaknya akan mengembangkan kasus tersebut guna menangkap pelaku lainnya.
26 August 2014
Polsek Kandat Kejar Pelaku Pembobol Rumah
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Polsek Kandat hingga saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembobolan rumah milik Yuli Sukarno warga Desa Tegowangi Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, hingga Yuli menderita kerugian puluhan juta rupiah. Kejadian tersebut bermula, saat Yuli pulang kerja mendapati rumahnya dalam keadaan acak acakan. Kemudian, Yuli langsung melakukan pengecekan kedalam rumah, dan mendapati barang barang miliknya seperti uang tunaisebesar 11 juta, perhiasan emas berupa 2 buah kalung, 2 liontin senilai 30 juta, 1 unit laptop, dan 1 buah Hp telah hilang.

Kejadian tersebut, kemudian dilaporkan pada pihak kepolisian. Petugas yang mendapatkan laporan, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Diperkirakan, pelaku masuk kedalam rumah Yuli, dengan cara mencongkel jendela tralis dan pintu kamar. Selain itu, polisi juga menemukan 2 buah linggis dan sepasang sandal jepit yang diperkirakan milik pelaku. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Akibat menjadi korban pencurian, Yuli menderita kerugian sebesar 52 juta.
26 August 2014
Diduga melakukan pertambangan tidak berijin, warga Dusun Bangsongan Kecamatan Kayenkidul Kabupaten Kediri ditahan polisi.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Suyono (49) warga Dusun Bangsongan Kecamatan Kayenkidul, diamankan polisi karena diduga melakukan usaha pertambangan tanpa ijin. Penangkapan pelaku, berdasarkan informasi dari masyarakat, jika di Dusun Gunung Butak Desa Bulusari Kecamatan Tarokan ada aktifitas pertambangan galian C tanpa ijin. Kemudian dilakukan penyelidikan dan ternyata benar, pelaku melakukan pertambangan dan saat diminta surat-surat kelengkapan ijin, pelaku tidak bisa menunjukkan. Karena diduga ilegal, pelaku langsung diamankan ke Polres Kediri Kota. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti uang tunai sebesar 3 juta 500 ribu, 1 unit alat berat, dan 3 lembar nota dan bolpoin.

Sementara itu, petugas Polres Kediri Kota juga mengamankan Mulyono (43) warga Desa Warujayeng Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk. Mulyono diamankan polisi karena melakukan aktifitas penambangan tanpa ijin diwilayah Desa Bulusari Kecamatan Tarokan. Dari penangkapan Mulyono, petugas menyita uang tunai 630 ribu, 1 unit alat berat dan buku catatan. Menurut Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi, pelaku saat ini sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan di Polres Kediri Kota. Siswandi menambahkan, jika terbukti bersalah melakukan usaha pertambangan tanpa disertai ijin, kedua pelaku bisa dijerat pasal 158 undang-undang nomor 4 tahun 2009 tentang minerba, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.
25 August 2014
 Pusat Kuliner Akan Gantikan Pelacuran
RADIO ANDIKA Kediri –Pemerintah Kota Kediri bakal menyulap lokasi pelacuran di eks lokalisasi semampir menjadi pusat kuliner sebagai bentuk lapangan kerja baru bagi pekerja lokalisasi.
 
Upaya Pemkot Kediri ini sebagai solusi persoalan sosial yang akan muncul, pasca pembersihan para Pekerja Seks Komersial (PSK) dan mucikari dari eks-lokalisasi.
 
"Kita tidak akan menggusur eks-lokalisasi itu, namun akan kita rubah menjadi kawasan kuliner Mengenai para PSK dan mucikarinya disana, sedang kita carikan solusi. Sebenarnya, kita sudah menyiapkan tempat-tempat pembinaan keterampilan bagi mereka," ujar Jawadi Kabag Humas Pemkot Kediri.
 
Perlu diketahui, Lokalisasi Semampir telah ditutup,sejak tahun 1998 lalu. Wisma-wisma tempat pelacuran kemudian berubah menjadi tempat karaoke ilegal. Namun demikian, praktek terselubung pelacuran masih tetap berjalan.(Hadi)
 
Page 51 of 566     ‹ First  < 49 50 51 52 53 >  Last ›