Berita- Info ANDIKA

23 July 2014
Komplotan Calo CPNS Gondol Uang Petani Rp 107 Juta Radio ANDIKA - Kediri - Jatim . Penipuan dengan modus janji masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) kembali terjadi di Kediri, Jawa Timur. Seorang petani mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, setelah mendapat iming-iming anaknya akan dijadikan PNS oleh komlotan calo.

Merasa telah diperdayai, akhirnya Damis (56) mendatangi Mapolres Kediri Kota. Petani asal  Dusun Karangrejo, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri itu melaporkan Dwiyono (45) calo asal Dusun Balong, Desa Gogorante, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri yang telah menipunya.

Data yang didapat dari Polres Kediri Kota, kasus penipuan itu terjadi pada bulan Maret lalu. Damis ingin anaknya yang bernama Siska Wahyuningtyas (20) menjadi PNS. Damis lalu bertemu dengan Darmaji, warga Jalan Raung, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Kepada Damis, Darmaji mengaku, memiliki teman yang bisa membantu Darmaji menjadikan anaknya PNS. Selanjutnya Darmaji mempertemukan Damis dengan temannya yaitu Dwiyono (45). Sang calo itu, meyakinkan Damin jika ia dapat memasukkan anaknya menjadi PNS dengan syarat harus membayar uang sebesar Rp 130 juta, sebagai biaya administrasi

Damis bersedia menerima tawaran Dwiyono. Ia kemudian menyerahkan uang yang diminta pelaku di rumah Darmaji. Setelah itu, pelaku meminta agar korban menunggu dalam waktu dekat, anaknya akan diangkat menjadi PNS.

Setelah ditunggu lama, tetapi Siska, anak Damis tidak kunjung diangkat menjadi aparatur Negara. Damis pun kemudian menghubungi pelaku. Ternyata, janji pelaku tidak lebih dari sekedar omong kosong. Setelah didesak korban, pada bulan Mei 2014 lalu pelaku mengembalikan uang korban senilai Rp 8 juta.

Kepala korban, pelaku mengatakan, bahwa sebagian uang itu dipergunakan oleh temannya bernama Imam (62). Imam pun kemudian mengembalikan sebesar Rp 15 juta. Tetapi, sisa kekurangannya hingga kini belum dikembalikan oleh pelaku.

Korban berulang kali menagih, tetapi pelaku selalu berkelit. Pelaku beralasan macam-macam hingga akhirnya kesabaran korban benar-benar telah habis. Korban kemudian melaporkan Dwiyono ke kantor polisi

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pihaknya masih memeriksa saksi dan korban guna menangkap pelaku yang identitasnya sudah diketahui
22 July 2014
Sepeda motor diembat maling, warga Mojo Kabupaten Kediri rugi belasan juta rupiah.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Andik Sunaryo (23) warga desa mojo kabuaten kediri melapor kepolisi setelah sepeda motor miliknya diembat pencuri . peristiwa bermula saat korban baru pulang kerja memarkir sepeda motornya Honda AG 5339 BF didepan rumah kost kelurahan ngadirejo kota kediri dalam keadaan dikunci stang . selanjutnya korban mengantarkan seorang kuli bangunan untuk membeli sepeda motor dengan menggunakan sepeda motor kuli tersebut . selang satu jam kemudian saat korban kembali ke tempat kost , melihat sepeda motor , HP dan helm yang ditarh didalam kost telah hilang .

kasubag humas polres kediri kota AKP Siswandi mengatakan , pihaknya sudah memeriksa saksi dan korban serta melakukan olah TKP guna mengungkap pelaku pecurian. Siswandi menambahkan , pihaknya kembali menghimbau agar masyarakat selalu waspada , jika meninggalkan rumah , harap melaporkan ke tetangga sekitar atau jika diperumahan melapor ke satpam . sementara itu , akibat menjadi korban pencurian , Andik menderota kerugian sekitar 14 juta rupiah .
 
22 July 2014
Salam tempel PT Gudang Garam untuk warga miskin jelang lebaran digelar sabtu mendatang.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Agenda zakat secara massal yang melibatkan belasan ribu orang akan dilakukan sabtu 26 juli pekan depan, usai menjadi keputusan final managemen PT. Gudang Garam. Perusahaan rokok terbesar di Kediri tersebut akan menerapkan pola yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Diantaranya tempat di unit 1 atau kelurahan semampir Kota Kediri dengan sistem bersap-sap saat distribusi. Guna mengamankan jalannya shodaqoh kepada kaum dhuafa tersebut, salah satu perusahaan rokok tersebut, bekerjasama dengan kepolisian.

Kepala bidang Humas PT. Gudang Garam, Iwan Tri Cahyono mengatakan , upaya salam tempel ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan kepada warga sekitar. Sejauh ini untuk nominal dan jumlah uang yang disediakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti, hanya saja diperkirakan mirip dengan tahun-tahun sebelumnya. Iwan menambahkan , sejauh ini pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk sistem keamanan saat pemberian salam tempel tersebut .
22 July 2014
Tetap nekat buka saat bulan ramadhan, petugas satpol PP kota kediri tutup paksa tempat hiburan malam dan mengusir para wanita penghibur malam beserta pengunjungnya.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Petugas Satpol PP kota kediri terus melakukan razia cipta kondisi ke sejumlah tempat hiburan malam di kota kediri . Senin malam , petugas menemukan beberapa kafe dan tempat maksiat yang masih buka pada bulan ramadan ini . petugas pun kemudian langsung menutup paksa dan mengusir para perempuan penghibur serta pengunjung yang nekat datang . seperti tempat hiburan malam aline di jalan brawijaya kota kediri ini . pengelola nekat membuka pintu , walaupun hanya setengah . kemudian tempat billiard metro poll dan kafe yang masih ada di dalam satu komplek lokasi . kedua tempat hiburan ini kemudian langsung ditutup paksa , dan para pengunjung diusir keluar . razia cipta kondisi juga menyisir tempat karaoke pondok bambu yang tidak jauh dari balai kota kediri , tepatnya di jalan ronggowarsito kelurahan pocanan kota kediri . di tempat inilah , ternyata dijadikan ajang pesta minuman keras . petugas juga mendapati beberapa orang perempuan penghibur bersama para pengunjung pria . mereka kemudian diminta menunjukkan kartu identitas penduduk , sebelum akhirnya diusir pulang . Wawan , salah seorang pengunjung berdalih hanya sekedar bermain dan menemui temannya di tempat karaoke pondok bambu . tetapi pengunjung yang mengaku bernama wawan asal kelurahan banjaran , kecamatan kota kediri itu tampak gugup saat ditanya oleh sejumlah wartawan.

Sementara itu , kepala satpol pp kota kediri ali muklis mengaku , geram dengan iktikad buruk para pengelola tempat hiburan malam di kota kediri . pasalnya , meskipun sering dirazia , namun mereka membandel dengan alasan belum tahu jika bisnis tersebut dilarang buka saat ramadan . pengelola justru kucing-kucingan dengan petugas yakni , buka pada saat tidak dilakukan razia . Ali Muklis menambahkaan , razia cipta kondisi ramadan ini akan dilaksanakan terus menerus hingga mendekati lebaran mendatang. petugas satpol pp mengancam akan menyegel karaoke dan tempat hiburan yang nekat buka , meskipun sudah kerap kali diperingatkan .
22 July 2014
BNN Kota Kediri Test Urine Sopir Angkutan Lebaran
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Guna mengantisipasi adanya penyalahgunaan narkoba dikalangan sopir angkutan umum, Badan Narkotika Nasional Kota Kediri, Selasa pagi melakukan test urine pada puluhan sopir angkutan umum antar propinsi, diutamakan pengemudi Bus. Menjelang lebaran ini, diduga banyak para sopir bus yang menggunakan dopping, karena kejar setoran. Untuk mengantisipasi hal itu, BNN Kota Kediri, langsung melakukan test urine pada semua sopir bus. Puluhan petugas gabungan dari dinas Perhubungan Kota Kediri, Jasa Raharja dan Polres Kediri Kota, melakukan penyetopan pada semua kendaraan yang masuk ke terminal Tamanan Kota Kediri. Polres Kediri Kota juga menghimbau pada semua sopir, agar menyediakan Pemadam kebakaran di dalam bus, dan juga palu untuk pemecah kaca, sebagai antisipasi jika terjadi kebakaran, penumpang bisa langsung memecah kaca untuk menyelamatkan diri.

Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional Kota Kediri AKBP Lilik Dewi Indarwati AMK SH MM tujuan dari dilakukannya test urine tersebut, untuk menciptakan Kamseltibcar (keamanan Keselamatan Ketertiban, kelancaran dan nyaman berlalu lintas pada saat mudik hari raya Idul Fitri. Masih kata Lilik, pihaknya akan tetap mengoptimalkan dengan test urine, agar penyalahgunaan narkoba di kalangan sopir bus, dapat dicegah. Sehingga, keselamatan para pemudik dapat terjaga. Dari hasil pemeriksaan tidak ada sopirbus yang terlibat menggunakan narkoba, tetapi banyak sopir bus yangmenderita penyakit hypertensi.
21 July 2014
 Pembunuh Karyawati RSUD Gambiran Dibekuk Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Petugas Polres Kediri, Jawa Timur akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan berencana karyawati koperasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran Kediri - Jawa Timur. Pelaku merupakan komplotan pembunuh yang tega mencabut nyawa korban dengan imbalan uang Rp 4 juta.

Mereka, Puryantono (45), Hari Fitri Asmono (24) dan Sumarsono  (43) ketiganya asal Desa Senden, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri. Mereka telah menghabisi nyawa Lilik Sumarsih (38) warga Desa Wates, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, pada 29 Juni 2014 lalu.

Menurut Puryanto, eksektor pembunuhan, mengaku disuruh oleh Seno, seorang dosen dari Perguruan Tinggi di Surabaya, dengan imbalan uang Rp 4 juta. Ia bersama dua orang pelaku lain menerima tawaran itu, karena sempat mendapat cerita dari Seno jika korban mengancam akan menghabisi seluruh keluarga Seno.

“Saya dipaksa oleh pak Seno untuk membunuh Lilik. Sebab, sebelumnya Lilik ini mengancam akan menghabisi seluruh kelurga Seno. Antara mereka sendiri memang ada perselingkuhan,” kata Puryato di Mapolres Kediri, Senin (21/7/2014).

Puryanto bercerita, setelah menerima tawaran membunuh itu, kemudian mereka berempat merencanakan waktu aksi. Pada tanggal 29 Juni pagi, Seno membonceng Lilik dengan menggunakan sepeda motor. Sedangkan tiga pelaku menunggu di sekitar lokasi.

Saat mereka melintas, pelaku mencegatnya. Pelaku lantas memukul kepala korban menggunakan tangan. Setelah itu, mereka mencekik leher korban. Setelah memastikan korban lemas, pelaku menyeret korban ke sungai kecil, lalu menenggelamkan tubuh korban, kemudian menimpa menggunakan batu berukuran besar.

“Saya menempa tubuh Lilik dengan batu, tetapi tidak bisa tenggelam, karena sungainya dangkal. Setelah itu, kami pergi membawa kabur sepeda motor korban,” kata Puryanto.

Terpisah, Kapolres Kediri AKBP Deny Dariadi mengatakan, motiv pembunuhan yang dilakukan oleh para komplotan pembunuh bayaran ini adalah asmara, dan perampasan sepeda motor korban. Oleh karena itu, ketiga pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis yaitu, pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan 365 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Pihak kepolisian saat ini masih mengembangkan kasus pembunuhan berencana ini . Polisi sedang mencari keberadaan Seno,  yang sudah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang. Sedangkan para pelaku, kini mendekam di sel tahanan, sembari menunggu berkas perkara selesai.

Sebelumnya, seorang wanita karyawan koperasi  RSUD Gambiran Kediri ditemukan tewas di sungai kecil tengah sawah. Diduga korban menjadi pembunuhan karena terdapat luka  tusukan di pelipis dan wajah, polisi masih melakukan penyidikan karena kendaraan korban juga hilang.

Korban bernama Lilik Sumarsih  warga Desa Wates Kecamatan Pagu, ditemukan tewas dengan luka tusukan pada wajah dan pelipis, korban ditemuakan warga di sungai kecil area persawahan di Desa Baye Kecamatan Kayen Kidul.
21 July 2014
Ratusan personil Polres kediri Kota disiagakan untuk Lebaran
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Memasuki H-7 lebaran,Polres kediri kota bersama jajaran samping seperti, satpol PP, Satpam, Pramuka, TNI, Dinas Kesehatan, dan beberapa petugas lainnya melakukan gelarpasukan di halaman pemkot kediri. Gelar pasuka tersebut, berfungsi untuk melakukan pengecekan kesiapan seluruh pasukan yang disiagakan untuk hari raya idulfitri 2014. Petugas gabunga polres kediri kota, juga akan ditempatkan di 8 pos pantau diwilayah hukum polres kediri kota. 8 pos pengamanan lebaran tersebut, berada di mrican, alun alun kota kediri, jalan ahmad yani, perempatan bence, terminal tamanan, Mall sri ratu, jalan dhoho, water park semen, dan pos pelayanan di gringging.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan semua personil untuk mengantisipasi adanya segala bentuk kejahatan, dan kemacetan diwilayah kota kediri. Total, untuk petugas gabungan yang disiagakan di 8pos pengamanan lebaran berjumlah 300 personil. 
21 July 2014
Polres Kediri Kota Amankan supporter sepak bola bawa Petasan Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Aparat kepolisian mengamankan sebuah petasan ukuran jumbo dari seorang suporter sepak bola. Petasan besar itu disita saat pertandingan sepak bola uji coba di Stadion Brawijaya, Kota Kediri.

Kasus ini terungkap saat ada pertandingan uji coba Persik Vs Persinga. Saat pertandingan berlangsung tiba-tiba terdengar suara ledakan keras menggelegar di dalam stadion karena salah satu suporter menyalakan petasan.

Petugas kemudian mencari orang yang menyalakan petasan. Petugas kemudian mengamankan Toyib yang menyalakan petasan.

Setelah digeledah juga ditemukan barang bukti petasan ukuran besar. Saat ini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Kediri Kota.

Setelah dilakukan pemeriksaan, pembawa petasan Toyib Marzuki (24) guru honorer warga Desa Watu Gede, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi menjelaskan, penyulut dan pembawa petasan saat ini masih diamankan untuk dimintai keterangan. Petugas juga mengamankan  barang bukti sebuah petasan.

"Petasan yang diamankan diameter 8 cm dengan panjang 15 cm. Tersangkanya masih dimintai keterangan untuk melacak siapa yang membuatnya,"
21 July 2014
Tarif Angkutan Mulai Naik radio-andika-kediri-jatim .Lebaran kurang seminggu lagi. Tetapi, tarif bus antarkota dalam provinsi mulai naik. Sejumlah penumpang pun mengeluhkan kondisi tersebut. Misalnya, yang dikatakan Edi, 32. PNS pemkot yang baru menempuh perjalanan Trenggalek–Kediri pada Sabtu (19/7) itu mengaku ditarik Rp 11 ribu alias naik Rp 4.000 dibandingkan dengan tarif biasa. ’’Biasanya Rp 7.000,’’ katanya.

Lebih lanjut, tutur Edi, kenaikan tersebut cukup mengejutkan. Sebab, tidak ada pemberitahuan kenaikan tarif. ’’Biasanya kan ditempel di kaca,’’ tambahnya.

Bukan hanya Edi, Rizki, 33, penumpang lain, juga mengeluhkan kenaikan tarif itu. Pria yang baru naik bus patas Kediri–Trenggalek tersebut mengaku ditarik Rp 90 ribu alias naik lebih dari dua kali lipat. ’’Biasanya hanya Rp 40 ribu,’’ keluhnya.

Bagi masyarakat yang mampu, kenaikan tarif tidak menjadi masalah besar. Namun, Edi kasihan dengan masyarakat yang pendapatannya pas-pasan dan setiap hari menggunakan bus sebagai alat transportasi. ’’Pemerintah harus memberikan penjelasan. Kenaikan ini sudah benar atau belum. Pengawasannya mana?’’ keluh Rizki.

Terpisah, Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kota Kediri Hari Edianto yang dikonfirmasi terkait dengan mulai naiknya tarif angkutan mengungkapkan, pertengahan Juni lalu seluruh dinas perhubungan di Jatim beserta pengusaha angkutan dikumpulkan di Surabaya. Pertemuan tersebut membahas tentang angkutan Lebaran.

Hari menegaskan bahwa angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) tidak boleh menaikkan tarif. Yang diperbolehkan, lanjut dia, adalah memberlakukan tarif sesuai dengan batas atas dan batas bawah yang telah ditentukan. Baik oleh peraturan menteri perhubungan untuk angkutan AKAP maupun peraturan gubernur bagi angkutan AKDP.

Sementara itu, bus patas masih diperbolehkan menaikkan tarif. Sebab, penentuan tarif sesuai dengan mekanisme pasar. Tetapi, pengusaha angkutan tetap harus melapor kepada organda dan dinas perhubungan.

Karena itu, mengenai kenaikan tarif angkutan tersebut, Hari mengaku akan melihat apakah tarif yang diberlakukan masih sesuai dengan peraturan atau tidak. ’’Mereka mungkin menerapkan tarif batas atas. Tetapi akan kami cek dulu,’’ tegasnya.

Lebih lanjut, ujar Hari, jika ada masyarakat yang merasa dirugikan pelayanan angkutan, dishub membuka layanan pengaduan di terminal. Penumpang tinggal melapor sambil membawa bukti karcis yang diterima.

Bila ada yang menerapkan tarif liar, dishub melapor ke provinsi. Sanksi tegas bakal diberikan kepada pengusaha angkutan terkait, antara lain pencabutan izin trayek angkutan. ’’Pos pengaduan kami buka 24 jam. Silakan dilaporkan dan akan kami proses,’’ tegasnya.
19 July 2014
Tutup Lokalisasi, Pemkot Kediri Siapkan Dana Rp 3 Milyar
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim Proses penutupan kawasan prostitusi di bawah Jembatan Semampir Kota Kediri, Jawa Timur terus dirumuskan oleh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri dan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) setempat. Berdasarkan hasil rapat terakhir, muspida sepakat untuk menindak tegas para Pekerja Seks Komersial (PSK) yang kembali beroperasi di kawasan eks lokalisasi tersebut.

Masih hasil rapat muspida, di lokasi bawah Jembatan Semampir tersebut, nantinya hanya untuk rumah tangga saja. Sementara itu, sampai sejauh ini pemkot menghimbau kepada sejumlah satuan kerja untuk ikut mensukseskan penutupan kawasan eks Lokalisasi Semampir.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kediri Agus Wahyudi mengatakan, penegakan aturan akan diterapkan mulai sekarang. Selanjutnya, pemkot akan bergerak cepat untuk merealisasi seluruh proses itu, sesuai rencana yang sudah dibuat.

"Pemkot Kediri sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 milyar untuk peralihan profesi para PSK. Berbagai ketrampilan yang sudah ditawarkan, diantaranya,  ketrampilan menjahit, salon dan lain sebagainya," ujar Agus Wahyudi, Sabtu (19/7/2014).

Sesuai hasil pemetaan permasalahan sebelumnya, masyarakat yang berada di kawasan eks Lokalisasi Semampir meminta ada sertifikasi tanah.  Karena mereka disana hanya menyewa, sedangkan hak milik tanah dan bangunan adalah Pemkot. Tetapi permintaan tersebut tidak disepakati oleh Pemkot Kediri.
 
Sementera itu, Satpol PP Kota Kediri bakal menyiagakan pasukan agar para PSK yang saat ini sudah kembali ke kampung halaman tidak kembali kesana.
Page 51 of 557     ‹ First  < 49 50 51 52 53 >  Last ›