Berita - Kediri Hari Ini

25 March 2014
Nenek Renta Tewas Terbakar
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Kebakaran dapur rumah di Lingkungan Betik, Kelurahan Ngampel, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, menewaskan mbah Widji, nenek renta yang diperkirakan telah berusia 100 tahun, Selasa (25/3/2014) dini hari.
 
Informasi yang dihimpun Surya Online, korban yang sudah pikun punya kebiasaan membakar serpihan kain di dekat ranjang tempat tidurnya yang ada di dapur. Diduga saat membakar kain, api kemudian merembet ke kasur tempat korban tidur.
 
Karena tidak menyadari api semakin membesar dan korban sudah tertidur lelap mengakibatkan ranjangnya terbakar. Kobaran api kemudian merembet ke ranjang dan membakar korban.
 
Keluarga dan warga yang tinggal di sekitar rumah korban yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan. Api yang membakar dapur berhasil dipadamkan, Mbah Widji yang mengalami luka bakar segera dibawa ke RSUD Gambiran.
 
Namun karena luka bakar yang dialami cukup parah, korban akhirnya meninggal dunia pukul 6.30 WIB. Kasus itu kemudian dilaporkan warga kepada  Komaru Zaman (42) anggota Polri yang tinggal tak jauh dari rumah korban.
 
Salah saksi kasus kebakaran Muklas (35) menyebutkan, kebiasaan korban selama ini memang suka bakar-bakar serpihan kain. Diduga korban yang sudah pikun lupa memadamkan api sehingga api merembet ke ranjang tempat tidurnya.
 
Kasi Humas Polsek Mojoroto Aiptu Totok saat dikonfirmasi Surya Online menjelaskan, dari TKP kebakaran petugas mengamankan sepotong baju warna coklat tua bekas terbakar yang dipakai korban.
 
Akibatkan kebakaran itu dinding dapur yang terbuat dari sesek juga hangus terbakar. Atap genting dapur juga runtuh dan gentengnya jatuh menimpa korban.
 
Kasus kebakaran dapur rumah yang menewaskan nenek Widji telah ditangani  Polsekta Mojoroto guna proses lebih lanjut.(surya.co.id)
24 March 2014
Depresi Gantung Diri Di Pohon Mangga
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Warga Jalan Jombang Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri, dikejutkan dengan aksi gantung diri yang dilakukan Agus maryono warga setempat. Kejadian itu bermula, saat Agus pamit pada ibunya Sumarni dan memohon maaf untuk mengikhlaskan kepergiannya, dan meminta untuk menjaga anak dan istrinya. Agus gantung diri di pohon mangga belakang rumah Mujiati tetangganya. Kejadian tersebut, kemudian dilaporkan ke Polres Kediri. Petugas yang mendapat laporan tersebut,langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Kasubag Humas Polres Kediri AKP Budi Nurcahyo mengatakan, tidak ada tanda tanda penganiayaan pada tubuh korban. Diduga, kematian korban karena mengalami depresi. Karena 2 minggu yang lalu, korban mengeluh sakit kepala, dan ingi bunuh diri. Kini jenazah korban telah dimakamkan pihak keluarga.
24 March 2014
Mahasiswa Bawa Ribuan Narkoba, Ditangkap Polisi.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Polres Kediri Kota, berhasil mengamankan Ilham Fahmi Fatqurrohman seorang mahasiswa warga Desa Bangsongan Kecamatan Kayenkidul karena membawa ratusan butir narkobajenis double L. Penangkapan terhadap Fahmi bermula atas informasi dari masyarakat, jika di terminal Tamanan Kota Kediri,ada peredaran narkoba. Kemudian, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan Ilham. Bersama barang bukti sebanyak 205 butir pil doubleL, Ilham digelandang ke Polres Kediri Kota.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pihaknya masih melakukan pengembangan lebih lanjut atas kasus tersebut. Saat ini, petugas Polres Kediri Kota masih memburu pemasok narkoba yang biasa memasok Ilham. Ilham, akan dikenakan Pasal 196 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman 7 Tahun penjara.
24 March 2014
Oknum Pejabat di Kediri Beli Bensin Eceran
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Berbagai pihak bereaksi keras terhadap salah satu pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur yang membeli premium eceran. Diantara dari pemkot sendiri melalui Sekretaris Kota (Sekkota) Kediri Agus Wahyudi.
 
" Kami sudah memanggil pejabat yang berwenang untuk dimintai keterangan terkait pembelian premium eceran itu. Sementara terhadap pegawai yang bersangkutan akan diklarifikasi," kata Agus Wahyudi, Senin (24/3/2014).
 
Masih kata mantan Sekretaris DPRD Kota Kediri itu, pihaknya belum memastikan sanksi yang akan dijatuhkan kepada salah satu oknum pejabat Badan Kepegawaian Daerah (BKD) itu. Pemkot memilih untuk mendalami terlebih dahulu dengan memintai keterangan berbagai pihak.
 
Untuk diketahui, mobil dinas Toyota Avanza AG 45 AP yang diketahui kendaraan operasional BKD Kota kediri diketahui membeli bensin eceran didekat kantor BKD jalan Himalaya Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.
 
Kendaraan dinas tersebut seharusnya membeli premium jenis pertamax, sebagai istruksi pemerintah. Kejadian tersebut kini menjadi buah bibir di lingkungan masyarakat dan para pejabat teras.(Beritajatim.com)
24 March 2014
  Pansus UB DPRD Kota Kediri Setuju Lepas Lahan Dengan Sistem Hibah
Radio ANDIKA- KEDIRI- JATIM- Pansus Universitas Brawijaya (UB) DPRD Kota Kediri akhirnya menyetujui pelepasan aset di Kelurahan Mrican Kecamatan Mojoroto dengan sistem hibah. Semua fraksi setuju dengan memberikan catatan khusus yang dicantumkan dalam rekomendasi pansus. Juwito, anggota pansus UB DPRD Kota Kediri menuturkan, sejumlah rekomendasi pendirian kampus UB sudah disampaikan tim pansus.
 
Antara lain, UB harus memprioritaskan perekrutan karyawan dari Kota Kediri. Kemudian mahasiswa dari Kota Kediri dari keluarga miskin harus digratiskan. Selain itu, pansus juga meminta UB tidak membangun asrama di sekitar kampus.
 
“Jika mahasiswa diasramakan, maka akan berdampak pada usaha jasa dan perdagangan masyarakat sekitar,”Kata Juwito.
 
Juwito menambahkan, dalam waktu dekat  persetujuan Pansus UB terkait pelepasan aset dengan sistem hibah akan segera diparipurnakan. Harapannya, rencana pembangunan kampus UB yang sempat tertunda beberapa tahun segera bisa terealisasi.(Hadi Kusuma)
 
22 March 2014
 LSM Ancam Laporkan Oknum PNS Kediri ke DKPP
Radio ANDIKA - KEDIRI - JATIM Diduga terlibat dalam kegiatan kampanye Pemilu Legislatif (Caleg) DPR RI oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur berinisial S akan dilaporkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Sebelumnya, oknum PNS tersebut sudah dilaporkan pada Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Kediri. "Apabila laporan kami di Panwaslu Kabupaten Kediri tidak ditindak lanjuti, maka kami akan melapor ke DKPP dan Bawaslu Provinsi Jatim serta Panwaslu Pusat. Kami melihat tindak lanjut kasus di Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) dan Panwaslu Kabupaten Kediri rawan intervensi kepentingan dari pihak tertentu," kata Khoirul Anam, salah satu pelapor dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Jumat (22/3/2014)

Meskipun demikian, pihaknya tetap menghormati proses penyelesian kasus tersebut ditingkat Gakumdu maupun Panwaslu Kabupaten Kediri. Tetapi, apabila persoalan tersebut dianggapnya tidak objektif, maka dirinya menyatakan akan melapor pada struktur diatasnya, termasuk pada DKPP.
 
Selain melaporkan oknum PNS yang diduga membagi-bagikan gambar Caleg DPR RI Dapil VI dari PDI Perjuangan itu, imbuh Khoirul, pihaknya nminta caleg yang bersangkutan didiskwalifikasi dari pencalegan. Menurutnya, caleg tersebut sudah melakukan pelanggaran berat dengan melakukan kecurangan.
 
Terpisah, Ketua Panwalu Kabupaten Kediri Muji Harjito mengatakan, pihaknya maíh belum berani memberikan komentar terkait hasil investigasi lapangan yang dilakukan opeh Panwaslu Kabupaten Kediri. Sebab menurut M?i Harjito, pihknya maíh akan membahas persoalan tersebut pada rapat Pleno Panwaslu

“Kita masíh akan bahas hasil investigasi lapangan pada rapat pleno hari ini. Kita sementara belum dapat memberikan keterangan terkait persoalan tersebut,” ujar Muji Harjito.
 
Wartawan senior Kediri itu berjanji keputusan terkait kasus pelanggaran itu akan diselesaikan hari ini. Hasil keputusan itu menurut Muji Harjito b?u dapat diketahui Sabtu (22/3/2014) besok. Sebagaiamana diberitakan, seorang PNS diduga terlibat dalam kampanye pemenangan Caleg DPR RI Pramono Anung. Oknum PNS itu diketahui membagikan alat peraga kampanye berupa baner pada sejumlah perangkat desa.

Sejumlah aktifis LembagaLembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kemudian melaporkannya kejadian itu ke panwaslu. Para aktifis LSM mendapati sekitar tujuh lembar baner yang belum sempat terpasang yang ?iuga pemberian dari oknum PNS tersebut.(BERITAJATIM.COM)
22 March 2014
 Siswi Merokok di Warung, Wawali Kediri Panggil Disdik
Radio ANDIKA - KEDIRI - JATIM - Wakil Walikota (Wawali) Kediri Abdullah Abu Bakar angkat bicara soal sejumlah siswi merokok di warung yang diunggah ke media youtube. Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Mas Abu, begitu sapaan akrabnya mengaku, sangat prihatin.

Walikota Kediri terpilih itu berjanji akan menindaklanjuti persoalan itu secara serius. Seusai dilantik, pada 2 April mendatang, Mas Abu akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan (Disdik), pegawai disdik beserta para dewan guru.

"Saya tidak habis pikir atas ulah siswi tersebut (merokok di warung masih mengenakan seragam sekolah). Apakah yang ada dibenak mereka. Mengapa mereka tidak merasa bersalah ataukah memang pendidikan norma di sekolah belum ada," kata Mas Abu, Sabtu (22/3/2014).

Menurut Mas Abu, pembinaan mental, merupakan solusi terbaik bagi semua siswa, agar kejadian tidak terulang. Pentingnya pendidikan berbasis normal bagi para pelajar. Sementara kepada pihak pendidik, ia akan memberikan masukan-masukan ihwal penekanan pendidikan karakter tersebut.

Diberitakan sebelumnya, dunia pendidikan Kota Kediri tercoreng, akibat ulah pelajar. Beberapa orang siswi berseragam sekolah merokok di sebuah warung di Bantaran Sungai Brantas. Kejadian tersebut diunggah ke media youtube.

Dalam video berdurasi 1 menit 9 detik itu menunjukkan dua pelajar cewek memegan rokok dan beberapa kali menghisapnya dan yang satu cewek dicium sambil asap rokok untuk mencoba rokok tersebut.

Sementara kalangan DPRD Kota Kediri Khususnya dari Komisi C yang konsen terhadap dunia pendidikan mengaku menyayangkan. Dewan akan segera memanggil disdik, kepala sekolah se-Kota Kediri guna dimintai klarifikasi atas fenomena tersebut.(BERITAJATIM.COM)
22 March 2014
Radio ANDIKA - KEDIRI - JATIM - Satuan Polisi Pamong Praja terus berkoordinasi dengan tim dari Kantor Penanaman Modal, Dinas Perhubungan dan Informatika, Kecamatan Kota yang siap merobohkan BTS di zona putih (kawasan terlarang) berdirinya Tower BTS berdekatan dengan lingkungan Masjid Agung Kota Kediri.Usai melakukan penyegelan dan menyurati pemilik (pembangun) tower BTS itu dalam waktu dekat akan dilakukan perobohan.

“Kami masih terus mempelajari dan berkoordinasi langsung dengan tim jika memang sepakat untuk dilakukan perobohan maka nantinya harus ada tindak lanjut akan dikemanakaan material TOwer BTS itu,apakah nanti disusutkan?dengan operasional perobohan?ataukah nanti barang tersebut menjadi aset pemerintah daerah yang memiliki nilai ataukah gimana?,”ungkap Ali Muklis Kasatpol PP Pemerintah Kota Kediri

Ali Muklis menegaskan,sejauh ini belum ada surat balasan akan kesediaan pemilik maupun pembangun tower untuk melakukan penurunan secara pribadi meski surat dari Satpol PP telah dilayangkan.Dan Satpol PP akan tegas melakukan perobohan atas BTS Tower itu jika surat ketiga atau terakhir yang kita layangkan tidak “digubris” dengan terpaksa menyita piranti tower BTS itu.

Sejauh pantauan dilokasi Tower BTS itu tanda penyegelan yang dipasang Satpol PP masih terlihat dan belum terlihat aktivitas penurunan piranti tower BTS itu oleh pihak pemilik atau pembangun.

Diberitakan sebelumnya,pembangunan tower tersebut sebelumnya disidak tim dari Pemerintah Kota Kediri tidak memiliki ijin satupun,dan jelas-jelas lokasi itu merupakan zona putih kawasan situs peninggalan kebudayaan di Kota Kediri.(kEDIRIJAYA.COM)
21 March 2014
19 Ibu Rumah Tangga di Kediri Kena HIV/AIDS
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM  Penyebaran HIV/Aids di Kota Kediri sudah menunjukkan taraf yang “mengkawatirkan”,tidak hanya menjangkiti kalangan di umur produktif. Namun ibu rumah tangga juga sudah terkena.
 
Pada tahun 2013, jumlah penderita ibu rumah tangga naik 50 persen dibanding tahun 2012 lalu. Data yang dihimpun menyebutkan, pada tahun 2012 penderita HIV/AIDS hanya berjumlah 12 orang. Tetapi, pada 2013 melonjak menjadi 19 orang.
 
Melihat tren peningkatan ini, menurut Sekretaris Komisi Perlindungan Aids Daerah (KPAD) Kota Kediri Heri Nurdianto merupakan penemuan yang fenomenal.
 
“Peningkatannya sungguh fenomenal, yakni meningkat 50 persen,” ujarnya, Jumat (21/3/14).
 
Masih kata Heri, dari sekian banyak ibuk rumah tangga yang terkena HIV/AIDS kebanyakan tertular dari suami yang suka ganti-ganti pasangan. “Kebanyakan para ibu rumah tangga ini tertular dari suami mereka, karena seringnya ganti-ganti pasangan,” jelasnya.
 
Sementara itu, selain menunjukan tren peningkatan penderita HIV/AIDS pada ibu rumah tangga. Penyebaran HIV/AIDS juga menimpa bayi, anak-anak, pelajar hingga mahasiswa. Untuk usia 0 sampai 9 tahun, tahun 2012 hanya 1, namun tahun 2013 ditemukan 4 anak. Adapun untuk usia pelajar dan mahasiswa juga mengalami tren kenaikan. Jika tahun 2012, usia 10 sampai 19 tahun hanya 2 kasus, tahun 2013 ditemukan 7 kasus.
 
Untuk diketahui, selama tahun 2013 ditemukan total 128 penderita, 121 penderita diantaranya akibat hubungan seksual, enam kasus melalui perinatal atau ibu melahirkan, dan hanya dua kasus yang melalui narkoba suntik.(Kedirijaya.com)
21 March 2014
Temukan Alat Hisap Sabu, Bandar Pil Dobel L Wates Ditangkap
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM Petugas Sat Reskoba Polres Kediri, Kamis (20/3/14) malam menangkap seorang bandar narkoba jenis pil double L diwilayah desa Janti kecamatan Wates Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
 
Dari penangkapan Rovit Keduri (29) warga Desa Janti kecamatan Wates itu, petugas berhasil menyita 150 ribu butir pil double LL, dan seperangkat alat hisap sabu.
 
Kasat Reskoba Polres Kediri AKP Siswanto mengatakan, penangkapan pelaku merupakan hasil penyelidikan, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat. Saat pelaku sedang berada dirumah, petugas langsung bergerak dan melakukan penangkapan. “Penangkapan pelaku ini hasil penyelidikan petugas kami dan sudah cukup lama dilakukan pengintaian,” ungkapnya dalam gelar perkara, Jumat (21/3/14)
 
Dari penangkapan Rovit, kata Siswanto, petugas melakukan pengembangan dan kembali mengamankan Herianto (22) warga Des Silir Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. Menurut Siswanto, Herianto merupakan penyedia Sabu kepada Rovit. Dari rumah Herianto, petugas berhasil menyita pipet kaca, sedotan, 1 gulung aluminium foil, miras merk vodka dan ratusan botol miras kosong. “Saat ini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan guna proses hukum dan pengambangan lebih lanjut,” ungkapnya.
 
Masih kata Siswanto, jika terbukti bersalah, kedua pelaku bisa dijerat undang-undang kesehatan, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(Kedirijaya.com)
 
Page 51 of 515     ‹ First  < 49 50 51 52 53 >  Last ›