Berita- Info ANDIKA

06 October 2015
Satuan Reskrim Polres Kediri Kota Mengamankan Penambang Pasir Ilegal Radio ANDIKA - Jatim - Satuan Reskrim Polres Kediri Kota, kembali mengamankan seorang warga yang terbukti melakukan penambangan pasir tanpa ijin, serta penyalahgunaan BBM bersubsidi. Pelaku bernama Hendrik warga Dusun Kebanan Desa Ploso Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri.

Penangkapan terhadap Hendrik bermula, atas informasi dari masyarakat, jika diwilayah Kecamatan Mojo ada penambangan pasir, dengan menggunakan BBM bersubsidi. Lantas, polisi melakukan penyelidikan, dan ternyata benar ada seorang penambang pasir yang menggunakan BBM jenis bersubsidi.

Selain menangkap Hendrik, polisi juga menyita barang bukti berupa 3 buah mesin diesel, 3 buah kato atau keongan, 2 buah cangkul, pipa paralon dan 2 buah jurigen ukuran 20 liter.

Hendrik, terbukti melakukan penanmbangan pasir tidak dilengkapi ijin dari pihak berwenang serta mesin diesel tersebut menggunakan bahan bakar solar subsidi. Sementara itu, ditempat yang sama, polisi juga mengamankan Pramono warga Kecamatan Karangrejo Kabupaten Tulungagung, yang juga melakukan penambangan pasir, dengan menggunakan BBM bersubsidi.

Polisi, berhasil menyita barang bukti 3 buah mesin diesel, 3 buah kato atau keongan, cangkul, pipa paralon dan 2
buah jurigen ukuran 20 liter. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, saat ini pihaknya telah mengamankan Hendrik, guna proses hukum yang berlaku.(atc)
06 October 2015
Sengketa Kepemilikan Gunung Kelud Radio ANDIKA - Jatim - Pemerintah Kabupaten Kediri mengaku hingga sekarang belum ada pemberitahuan atau tembusan terkait upaya hukum  Kabupaten Kabupaten Blitar dalam sengketa kawasan kelud paska dimenangkanya gugatan Pemkab Kediri beberapa waktu lalu. Hal ini diungkapkan Kabag Humas Pemkab Kediri M Haris Setiawan, menurutnya meskipun pihaknya mendengar jika Pemkab Blitar telah mengajukan banding, namun hingga sekarang Pemkab Kediri belum menerima pemberitahuan.

Pemkab kediri mengaku siap menghadapi upaya hukum Pemkab Blitar  setelah Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya yang  memenangkan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam gugatan perselisihan batas wilayah antara Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar yang terletak dikawasan Gunung Kelud.
Bagian Hukum Pemkab Kediri Sukadi mengatakan, jika pihaknya siap, untuk tindak lanjutnya menunggu pemberitahuan dari pengadilan.

Diberitakan sebelumnya kembali gejolaknya sengketa kepemilikan Gunung Kelud pasca putusan Majelis Hakim PTUN Surabaya akhirnya memenangkan Pemerintah Kabupaten Kediri dalam sengketa lahan Gunung Kelud saat ini Pemerintah Kabupaten Blitar menunggu proses mediasi dengan pemkab Kediri.

Diungkapkan Bupati Blitar, Herry Noegroho, Pemerintah Kabupaten Blitar masih terus menunggu agenda mediasi dengan Pemkab Kediri terkait status Gunung Kelud pasca putusan PTUN Surabaya dan gugatan banding Pemkab Blitar terhadap putusan tersebut.(atc)
06 October 2015
Isi Dapur Terbakar Habis Pemilik Rumah Rugi Jutaan Rupiah Radio ANDIKA - Jatim - Akibat dapur rumah milik Ayu warga Jalan Trunojoyo Kelurahan Pakelan Kota Kediri terbakar, pemilik rumah menderita kerugian hingga jutaan rupiah. Kejadian kebakaran itu bermula, saat Ayu tertidur, kemudian ada tetangga Ayu berteriak ada kebakaran di dapur rumah Ayu.

Kemudian, Ayu pemilik rumah melihat ke belakang ternyata benar, dan selanjutnya dengan dibantu warga api bisa dipadamkan. Api, membakar habis lemari baju, kasur, magiccom, dan peralatan masak. Kejadian itu kemudian dilaporkan pada pihak kepolisian.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, dari hasil penyelidikan pihak kepolisian, kebakaran diduga karena konsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Atas kejadian tersebut pemilik rumah mengalami kerugian sekitar Rp. 3.000.000.(atc)
06 October 2015
Satuan Sabhara Polres Kediri Kota Menyita Belasan Botol Miras Radio ANDIKA - Jatim - Satuan Sabhara Polres Kediri Kota, telah menyita belasan botol minuman keras, dari hasi razia diwilayah hukum Polres Kediri Kota, untuk menciptakan kondisi aman dari tindak kriminalitas. Dari hasil razia itu, polisi berhasil menyita belasan botol minuman keras berbagai merk yang siap jual.

Penggerebekan tempat berjualan minuman keras tersebut, berada di jalan Tamrin dan di Jalan Supersemar Kota Kediri. Berdasarkan laporan dari masyarakat, yang resah dengan banyaknya penjualan minuman keras dan juga sebagai tempat ajang mabuk-mabukan, polisi langsung melakukan penyelidikan, dan berhasil menyita belasan botol minuman keras tersebut.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, pihaknya akan terus melakukan razia terhadap peredaran minuman keras, guna menekan angka kriminalitas diwilayah hukum Polres Kediri Kota. Anwar juga menegaskan, masyarakat diharapkan untuk tidak menjual; minuman keras, karena akan tetap dilakukan proses hukum.(atc)
06 October 2015
Hujan Lebat Tidak Mempengaruhi Pasokan Air Bendungan Gerak Waru Turi Hujan lebat yang turun dua hari terakhir di Kediri, tampaknya tidak mempengaruhi pasokan air di Bendungan Gerak Waru Turi. Permintaan terhadap air terus meningkat selama musim kemarau dan diprediksi akan berlangsung hingga menjelang akhir tahun 2015.

Pasokan air yang berada di Bendung Gerak Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri ini berasal dari Bendungan Lodoyo di Kabupaten Blitar. Aliran Sungai Brantas dari waduk tersebut hingga ke Bendung Gerak masih relatif kecil. Untuk itu, petugas pintu Bendungan Gerak harus ekstra cermat membagi kebutuhan air untuk petani maupun kebutuhan untuk industri seperti Pabrik Gula (PG) yang dilintasinya, serta untuk irigasi pertanian di wilayah Kediri hingga Kabupaten Mojokerto.

Sakur, salah seorang petugas bendungan gerak mengatakan, turunnya hujan lebat tidak meningkatkan debet air di bendungan. Pasokan air dari Bendungan Lodoyo Blitar berkisar 42 hingga 47 ribu kubik perdetiknya dan dikeluarkan dari Waduk Waru Turi untuk kebutuhan petani dan dua pabrik gula  wilayah Waru Sidoarjo dan Mojokerto mencapai 54,3 ribu kubik, hingga 59,6 ribu kubik perdetiknya.

Masih kata Sakur, kondisi ini dapat dikatakan lebih kecil dari normal kebutuhan air yang dipasok dihari biasa yaitu 57,30 ribu kubik perdetiknya atau berkurang  dua hingga lima ribu kubik perdetiknya.
Sakur menambahkan, untuk kebutuhan pasokan air ke petani di dua pintu kanan dan kiri bendungan masih normal yaitu 9,09 ribu kubik perdetiknya. Sejauh ini level batas air di Bendungan Gerak Waru Turi mengalami penurunan 3 level dibawah normal atau di titik 40 ribu kubik perdetiknya dari normal 57.30 ribu kubik perdetiknya.

Untuk diketahui, sejumlah masyarakat dan petani yang memanfaatkan aliran air Sungai Brantas mulai kesulitan mendapatkan pasokan. Para petani sudah beralih menggunakan sumber pompa air menggunakan disel-disel karena anak sungai masih mengering.(atc)
05 October 2015
Kasus Bawa Kabur Anak Dibawah Umur Kembali Terjadi Di Kediri
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Kasus membawa kabur anak dibawah umur, kembali terjadi diwilayah hukum Polres Kediri Kota. Hal itu, menimpa Fitri Nur Hidayat (15) warga Desa Maron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri. Menurut keterangan Nur Hadi ayahnya, bahwa anaknya yang benama Fitri Nur Hidayat (15), telah meninggalkan rumahnya sejak 26 September 2015 lalu.
 
Menurut keterangan dari Nur Hadi ayah kandungnya, sebelum kabur, Fitri sempat menitipkan sepeda pancalnya pada temannya, dengan alasan akan pergi kerumah neneknya. Keterangan itu diperoleh dari teman Fitri.

Berdasarkan keterangan dari teman Fitri tersebut, Nur Hadi mengecek ke rumah orang tuanya, (nenek Fitri), namun ternyata Fitri tidak ada. Fitri, merupakan siswa MTS II Mojoroto Kota Kediri kelas 3, yang hingga saat ini masih belum ada kabarnya.

Menurut keterangan Nur Hadi, kemungkinan Fitri dijemput di sekolahnya oleh seorang laki-laki. Ketika, dilakukan pengecekan di Facebook, Fitri sempat berkomunikasi dengan seorang laki- laki asal Malang. Nur Hadi, telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kediri Kota. Nur Hadi berharap, anaknya kembali dengan selamat.
 
Sementara itu Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, telah beberapa kasus membawa lari anak gadis diwilayah Hukum Polres Kediri Kota. Anwar menjelaskan, diharapkan para orang tua untuk mengawasi anaknya yang selalu melakukan komunikasi melalui media sosial.(atc) 
 
05 October 2015
Calon Bupati Haryanti, Ajarkan Pemasaran Kuda Lumping Melalui Internet Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Calon Bupati Kediri dr Haryanti Sutrisno mengajak para perajin kuda lumping memasarkan hasil kerajinannya melalui internet. Selain murah, jangkauan pemasarannya juga semakin luas. dr Haryanti mengatakan, para perajin memang harus diajari bagaimana memasarkan lewat internet. Sekarang tinggal kemampuan masing-masing perajin memang tidak sama.
 
Dengan berjualan melalui internet selain tidak dibutuhkan tempat yang luas, calon pembeli bisa datang langsung ke tempat perajin. Sehingga perajin dapat menentukan harganya sendiri.
 
Calon bupati Kediri nomer urut satu ini juga mengingatkan perajin untuk bertanam bambu yang menjadi bahan baku kerajinan kuda lumping.  Selama ini perajin harus mendatangkan bahan baku bambu dari Kabupaten Tulungagung.
 
Karena bambu di sekitar Desa Karangrejo sudah mulai habis. Sementara Mujiati, Ketua Kelompok Perajin kuda lumping berharap mendapat pendampingan dalam membantu pemasaran.
 
Masalahnya pemasaran selama ini masih dilakukan secara tradisional. Malahan saat ini perajin sangat tergantung kepada pesanan para pengepul dan tengkulak untuk menjual hasil kerajinannya.
 
Termasuk dalam menentukan harga banyak dipermainkan. Pihak perajin sebenarnya dapat meningkatkan produksinya, namun jika pesanan sepi, perajinan juga terkena imbasnya.
 
Perajin kuda lumping telah membuat 6 jenis kerajinan mulai ukuran terkecil panjang 50 cm sampai ukuran panjang 1 meter. Sedangkan pekerja yang terlibat dalam pembuatan kuda lumping biasa diupah borongan setiap kodi.
 
Kerajinan ini banyak menyerap tenaga kerja para ibu-ibu dan warga desa. Apalagi dapat dilakukan di waktu senggang di rumah masing-masing.

Kerajinan kuda lumping di Desa Karangrejo ini semula hanya dilakukan salah satu warga. Namun sejak 5 tahun lalu berkembang menjadi 11 orang yang menyerap ratusan tenaga kerja.(atc)
04 October 2015
Satuan Reskoba Polres Kediri Kota Tangkap 5 Pengedar Narkoba Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Satuan Reskoba Polres Kediri Kota, 5 pengedar narkoba, hasil pengembangan tersangka pengedar narkoba yang sebelumnya berhasil diamankan terlebih dahulu. Kelima pelaku yakni, Muhammad Asrofi warga Dusun Kencong Timur Desa Kencong Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri, dengan barang bukti sebanyak 200 butir pil Dobel L.

Pelaku kedua Ega Dwi Almadi warga Desa Sumberbendo Kecamatan Pare  Kabupaten Kediri. Dari tangan Ega, polisi menyita barang bukti, 100 butir pil Dobel L, dan 1 unit Hp Samsung hitam. Kemudian, Muhaji warga Desa Darungan Kecamatan Pare  Kabupaten Kediri, dengan barang bukti 360 butir pil Dobel L.

Kemudian, polisi juga menangkap Sutiyono warga Kelurahan Dandangan Kecamatan Kota Kediri, dengan barang bukti 30.000 butir pil Dobel L, dan 1 unit Hp. Terakhir, polisi menangkap Sayidono warga Desa Tugurante Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, dengan barang bukti sebanyak 63.000 butir pil Dobel L, dan 1 unit Hp.

Penangkapan terhadap kelima pelaku bermula atas hasil pengembangan terhadap pelaku yang sudah ditangkap terlebih dahulu. Kelima pelaku, berhasil ditangkap saat berada di pinggir jalan Kelurahan Tinalan Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Kasat Reskoba Polres Kediri Kota AKP Ridwan Sahara mengatakan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan guna menangkap pelaku lainnya. kelima pelaku dikenakan pasal 196 jo pasal 98 ayat (2) UU No.36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Sehingga, total barang bukti yang diamankan polisi dari kelima pelaku sebanyak 93.660 butir pil double L.(Atc)
 
04 October 2015
Panwaslih Kabupaten Kediri, Awasi Pemasangan stiker Calon Bupati Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Kampanye dalam bentuk sosialisasi dengan memasang stiker bergambar salah satu calon dibeberapa tempat umum menjadi sorotan panitia pengawas pemilih. Mengingat, ada salah satu calon yang memasang foto visi misi, dan kini ditempelkan di warung dan lain sebagainya. Stiker tersebut dicetak pasangan calon berukuran 15 x 10 centimeter dan sudah tersebar luas.
 
Ketua Panwaslih Kabupaten Kediri Muji Harjito mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan adanya penyebaran stiker itu. Stiker itu menyebar di beberapa kecamatan diantaranya Kras, Ringinrejo dan Kandat. Di kecamatan Kras diantaranya di desa butuh 43 buah, Jabang 73 buah dan beberapa desa lainnya. Sesuai aturan, keberadaan stiker itu dilarang beredar karena sudah difasilitasi KPU.
 
Muji Harjito menambahkan, sesuai peraturan KPU, tim kampanye maupun simpatisan dilarang mencetak dan memasang baliho sendiri. Karena pemasangan alat peraga kampanye saat ini sudah difasilitasi oleh KPU.(Atc)
04 October 2015
Minim Pasokan, Harga Wortel Di Kediri Melonjak Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Karena pasokan minim, membuat harga komoditas sayuran jenis wortel mengalami kenaikan hingga dua kali lipat. Harga wortel yang semula  hanya 5 ribu perkilo, kini naik menjadi 12 hingga 15 ribu perkilo. Uniknya meski naik, harga wortel dipasar tradisional setono betek, kota kediri ,bervariatif.
 
Menurut keterangan Erna salah satu pedagang sayur mayur di pasar setono betek, ketidak samaan harga yang dipatok, dimungkinkan karena, tiap pedagang mengambil kepada pengepul sayur mayur yang berbeda. Erna, lebih mematok harga wortel per kilonya 12 ribu, ketimbang 15 ribu perkilo, seperti yang dijual oleh pedagang lain.
 
Ia sendiri mengaku tidak tahu secara persis, apa yang menjadi penyebab kenaikan harga wortel saat ini. Erna menambahkan, pasokan sayuran jenis wortel beberapa waktu lalu, pada saat momentum perayaan Idul adha, sempat mengalami keterlambatan pengiriman.
 
Sementara itu, kenaikan harga komoditas sayur mayur, diketahui tidak hanya terjadi pada wortel semata. Melainkan juga kentang. Untuk harga kentang, kenaikanya mencapai seribu rupiah perkilo.(Atc)
Page 51 of 687     ‹ First  < 49 50 51 52 53 >  Last ›