Berita- Info ANDIKA

17 November 2015
Pesta Sabu-sabu, Dua Warga Pandantoyo Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri Ditangkap Polisi.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Sutrisno (45)  dan Khoirul Rojikin (51) warga desa pandantoyo kecamatan ngancar, senin malam diamankan polisi karena sedang asyik mengkonsumsi sabu-sabu. Saat ditangkap, petugas menemukan sisa sabu-sabu seberat 0,21 gram dan 1 pipet kaca, 1 korek bensol dan 1 paket alat sedot.

Penangkapan kedua pelaku berdasarkan hasil penyelidikan petugas, jika diwilayah pandantoyo ada seseorang yang sedang pesta sabu. Kemudian dilakukan penyelidikan dan mengamankan kedua pelaku saat sedang teller. Bersama barang bukti sisa sabu yang telah dihisap, kedua pelaku dibawa ke mapolres Kediri. Kasat reskoba polres kediri AKP Siswandi mengatakan, masih melakukan pemeriksaan guna pengembangan lebih lanjut.
 
sementara itu, akibat perbuatannya, kedua pelaku akan dijerat undang-undang narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
 
17 November 2015
Pertahankan Deflasi Hingga Akhir Tahun, TPID Kota Kediri Pantau Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Kediri pada Oktober 2015 mengalami deflasi 0,04%  terutama bersumber dari penurunan harga komoditas pangan. Dengan demikian, inflasi IHK Kota Kediri selama Januari – Oktober 2015 tercatat sebesar 0,80% terendah di Jawa Timur. Salah satu kelompok yang mempengaruhi terjadinya deflasi sebesar 0,21%, terutama disebabkan oleh penurunan harga aneka cabai dan beras.

Melimpahnya pasokan cabai dari sentra produksi, mendorong harga cabai turun. Harga cabai rawit dan merah besar masing-masing turun 62,82% dan 47,80%, sehingga menurunkan inflasi sebesar 0,06% dan 0,22%. Sementara itu, harga beras dipengaruhi oleh ketersediaan pasokan dan stok dan disisi lain konsumsi cenderung normal mengalami deflasi sebesar2,99% dan mampu menekan inflasi sebesar 0,13%. Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kediri Djoko Raharto mengatakan, pihaknya bersama anggota tim pengandali inflasi daerah (TPID) akan terus mempertahankan deflasi hingga akhir tahun. Jika saat ini terendah di jawa timur, pihaknya mentargetkan bisa terendah ditingkat nasional.
 
Salah satunya, TPID Kota Kediri tengah menyiapkan serangkaian kegiatan, di antaranya adalah melakukan pemantauan harga dan ketersediaan pasokan di pasar maupun distributor. Pengendalian ekspektasi masyarakat, dan kegiatan operasi pasar murni untuk beberapa komoditas terpilih, seperti gula pasir, beras, dan LPG 3 kg.
 
Sementera itu, ketersedian pasokan dan stok beras saat ini lebih dari cukup. Bulog Kediri tercatat memiliki stok beras premium sebesar 13.500 ribu ton dan stok ini akan bertambah. Selain itu, pada Bulan Desember Bulog masih akan menyalurkan beras prasejahtera dan Pemda akan menyalurkan Raskinda.
17 November 2015
PDI Perjuangan, Bekali Saksi Untuk Pengawasan Kemenangan HARMAS
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Menjelang pelaksanaan pemilihan Bupati Kediri 9 Desember mendatang, DPC PDI Perjuangan selama beberapa hari melakukan sosialisasi dan pembekalan saksi di gedung Bhagawanta Bhari Kabupaten Kediri. Untuk melakukan pengawasan kemenangan pasangan calon Bupati Kediri Haryanti – Masykuri (Harmas), DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri menyiapkan sekitar 4000 saksi untuk mengamankan suara di masing-masing-masing TPS.

Mengingat banyaknya saksi, pembekalan saksi dilakukan selama lima hari yang dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dapil masing-masing. Ketua DPC PDI Perjuangan Sutrisno meminta agar para saksi bekerja sesuai aturan dan tidak melakukan kecurangan. Tim Penasehat Harmas Sulkani mengatakan, ada beberapa strategi untuk memenangkan Harmas dalam pilbup Kediri. Di antaranya adanya kekompakan PDI Perjuangan, terutama di tingkat ranting.

Tugas saksi tidak duduk di belakang, tapi harus berada di garis depan. Salah satunya dengan pandai-pandai merayu untuk mendapatkan suara Harmas. Mendekati masyarakat sesuai dengan norma dan budaya di masing-masing wilayah, merayu mereka agar memilih Harmas dengan cara yang halus dan tentunya tidak melanggar aturan.

Dalam sambutannya, Sulkani juga menjelaskan keputusan partai kembali mengusung Harmas. Selain itu, Sulkani juga berpesan agar para kader partai pandai dan sabar menghadapi celaan-celaan atas kekurangan Haryanti, karena pasangan calon yang diusung merupakan incumbent.(atc)
 
 
16 November 2015
Polre Kediri melauncing Program Brigadir Kampung Inggris
Radio ANDIKA  - Kediri - Jatim -  Untuk memberikan pengamanan dan kenyamanan para pelajar yang belajar bahasa Inggris di Desa Tulungrejo dan Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Polres Kediri melaunching Program Brigadir Kampung Inggris.
Program Brigadir kampung Inggris ini dilaunching langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Anton Setiadji, Senin siang.

Kapolres Kediri AKBP Ahmad Yusef Gunawan mengatakan, Program itu diluncurkan agar para pelajar yang mengenyam pendidikan di kampung Inggris merasa aman dan nyaman. Untuk memberikan kenyamanan, para Brigadir kampung Inggris, selain mendirikan pos untuk mengamankan 110 lembaga pendidikan dengan mencakup 11 RW.

Dalam menjalankan patroli, para anggota kepolisian yang jumlahnya 22 anggota menaiki sepeda pancal dan kendaraan roda dua untuk memudahkan patroli dengan masuk ke gang-gang yang sempit di Kampung inggris. Untuk itu, Kapolres berharap, Program Brigadir Kampung Inggris bermanfaat bagi masyarakat dan memberikan kenyamanan dan menjadi icon kabupaten kediri.

Sementara itu Kapolda Jatim Irjen Pol. Anton Setiadji mengaku sangat mengapresiasi adanya Brigadir Kampung Inggris. Sebab, di dunia, hanya ada satu-satunya Brigadir Inggris dari Polres Kediri di Kampung inggris kecamatan pare, kabupaten Kediri.(atc)
 
16 November 2015
Rumah Dalam Keadaan Kosong Menjemput Anak, Dibobol Maling Rugi Puluhan Juta.

Satuan Reskrim Polres Kediri Kota, hingga saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap kasus pembobolan rumah kosong di Jalan Cendana Kelurahan Singonegaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Kejadian bermula, saat Sulikan warga Jalan Cendana Kelurahan Singonegaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri, meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong, untuk pergi menjemput anaknya di lapangan Kelurahan Bawang Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Ketika Sulikan kembali mendapati pintu depan rumahnya sebelah selatan dalam keadaan rusak, setelah dicek kedalam rumah barang berupa 1 buah Laptop,1 buah Camera LSR
merk Canon, 5 buah jam tangan dan uang tunai Rp. 26.000.000 sudah tidak berada ditempat / hilang.

Kemudian kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Pesantren guna proses lebih lanjut. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskan menghimbau pada masyarakat, agar tidak meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong, dengan barang berharga didalamnya.(atc)

15 November 2015
Tertipu Cek Ratusan Juta, Warga Malang Lapor Polisi.
Karena menjadi korban penipuan cek kosong, Efendi Sancaya warga Jalan Selorejo Kecamatan Lowokwaru Kabupaten Malang, melapor ke polisi. Kejadian itu bermula, saat pada akhir bulan Mei 2015 Yohanes Wenas warga Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri, membeli barang alat bangunan di CV. Waru Agung Kecamatan Blimbing Kota Malang milik Efendi, dengan menggunakan cek.
 
Yohanes membeli beberapa kebutuhan bangunan, dan alat-alat bangunan, dengan total senilai Rp.172 juta lebih. Namun, saat Efendi hendak mencairkan cek tersebut di salah satu Bank di Jalan Brawijaya Kota Kediri, ternyata cek tersebut mendapat penolakan dari pihak Bank, atau cek kosong.
 
Kejadian itu, kemudian, dilaporkan pada pihak kepolisian. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, piha kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan atas kasus itu.(atc)
15 November 2015
Ribuan Lansia Ikut Senam Kesehatan.
Ribuan lansia di kota kediri mengikuti senam kreasi perwosi yang menampilkan kreasi gerakan senam dan dipadu dengan lagu-lagu khas daerah. Senam tersebut memiliki keistimewaan tersendiri yaitu, selain bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan juga dapat menunda kepikunan.
 
Gerakan senam kreasi persatuan wanita olahraga seluruh indonesia, (Perwosi), yang diikuti oleh ribuan ibu-ibu lanjut usia atau lansia di depan Balai Kota Kediri. Senam itu memadukan kreasi gerakan tubuh yang mengikuti irama musik.
 
Peserta senam dari kalangan lansia dengan mudah mengikuti gerakan senam karena ritmenya yang lebih lambat. Sementara gerakan senam dipandu oleh seorang instruktur. Musik yang mengiringi senam berasal dari lagu-lagu khas daerah seperti, rek ayo rek, tanjung perak tepi laut dan semanggi Surabaya.
 
Senam perwosi, selain bisa menyehatkan badan juga sebagai terapi kesehatan. Sedangkan keistimewaan dari senam itu adalah dapat memperlambat kepikunan. Menurut ketua perwosi jawa timur Fatma Saifullah Yusuf, senam perwosi dari mengingatkan para orang tua di usia menjelang lansia, dimana kesehatan tubuh sangatlah penting.
 
Sementara itu, ferry silviana , ketua perwosi kota kediri mengatakan, senam perwosi menjadi agenda rutin bagi lansia. Senam perwosi dilaksanakan setiap hari minggu pada acara car free day di pusat perbelanjaan jalan doho Kota Kediri. Senam tersebut menjadi favorit bagi kaum lansia diatas usia 50 tahun.(atc)
13 November 2015
Bawa Ribuan Narkoba, Ditangkap Polisi.

Satuan Reskoba Polres Kediri Kota, berhasil menangkap seorang bandar narkoba dari wilayah Kota Kediri. Pelaku bernama Nur Rohman warga Kelurahan Betet Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Penangkapan terhadap Nur Rohman bermula, atas laporan dari masyarakat yang resah dengan banyaknya peredaran narkoba diwilayah Kelurahan Betet.

Kemudian, polisi menindaklanjuti laporan tersebut, dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi berhasil menangkap Nur Rohman dirumahnya. Selain menangkap Nur Rohman, polisi juga menyita barang bukti sebanyak 1980 butir nakoba jenis double L dan sebuah Hp.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, saat ini pihak kepolisian masih memeriksa Nur Rohman, guna pengembangan lebih lanjut, untuk menangkap pelaku lainnya.(atc)

13 November 2015
Disetubuhi Hingga Hamil, Lapor Polisi.

Karena tidak mempunyai etikat baik, tidak menikahi pasangan dibawah umurnya hingga hamil diluar nikah, Eko Suprihatin warga Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri, harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Kejadian itu bermula, saat Eko mengirimkan sms kepada Korban berinisial SWT warga Kabupaten Kediri, untuk diajak ketemuan, pada Bulan Februari lalu.

Selanjutnya Eko datang kerumah SWT. Setelah bertemu, SWT kemudian diajak keluar dari rumah menuju ke tempat kos di Kelurahan Kaliombo Kota Kediri.

Sesampai di tempat kos, SWT diajak melakukan hubungan layaknya suami istri dengan janji apabila terjadi sesuatu (hamil) akan dinikahi. Namun ternyata setelah melakukan hubungan badan berkali-kali, hingga SWT hamil dan melahirkan seorang anak, Eko
tidak mempunyai etikat untuk menikahi.

Karena orang tua yang tidak terima dengan perbuatan Eko, kemudian melaporkan kejadian itu ke Polres Kediri Kota. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Anwar Iskandar mengatakan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan atas kasus itu.(atc)

12 November 2015
HARMAS Menang Telak Dalam Pilkada 9 Desember Mendatang

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Menjelang Pilkada Kabupaten Kediri, Lingkaran Surve Indonesia (LSI) mengumumkan hasil surve Pilkada Kabupaten Kediri. Hasil survey menerangkan, pasangan Ari Purnomo Adi -Arifin Tafsir (AA) kalah telak dari pasangan Haryanti- Masykuri (HarMas).

Dari hasil surve dengan menggunakan metode samping multistage random samping dengan jumlah responden 440, pasangan AA hanya mendapatkan 18,6 persen. Peneliti Utama LSI Ardian Sopa mengatakan, hasil surve untuk AA jauh tertinggal dari pasangan HarMas yang mendapatkan hasil survei mencapai 69,5 Persen.

Dari hasil Surve yang dilakukan pada 29 Oktober hingga 4 Oktober, Incumbent masih sangat mendominasi, dan masih tangguh, masih kuat dan sulit dikalahkan oleh pasangan AA, selisih 50 persen lebih.

Ardian Sopa menjelaskan yang membuat Incumbent  ini mendominasi angka dalam surve yang dilakukan LSI ada beberapa item. Di antaranya tingkat pengenalan calon, dan tingkat kesukaan pada calon bupati. Dalam hasil surve, tingkat pengenalan calon dari Calon Bupati Haryanti sangat tinggi mencapai 95,4 persen.

Sementara calon bupati Ari Purnomo Adi hanya 35 persen. Tingkat kesukaan masyarakat pada Haryanti juga sangat tinggi, yakni 85 persen, sementara pada Ari hanya 34 persen.

Tidak hanya itu, tingginya perolehan dari hasil surve tersebut karena tingkat Kepuasan kinerja Incumbent 79,6 persen, hanya 15 persen saja kurang puas dengan kinerjanya. Tingkat menginginkan Haryanti kembali memimpin 73 persen, tidak menginginkan hanya 13.9 persen. Sementara dari hasil surve yang dilakukan LSI dalam Pilkada Kabupaten Kediri memiliki margin error kurang lebih 4.8 persen.(atc) 

Page 51 of 698     ‹ First  < 49 50 51 52 53 >  Last ›