Berita - Kediri Hari Ini

03 March 2014
Nenek Tuna Wisma Meninggal Di Pinggir Jalan.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Warga Jalan Sam Ratulangi Kota Kediri, Minggu sore dikejutkan dengan meninggalnya seorang nenek tuna wisma. Kejadian itu bermula, saat warga di Jalan Sam Ratulangi Kota Kediri mengetahui nenek tuna wisma yang bernama Warsini 70 Tahun mondar mandir disekitar Jalan Sam Ratulangi Kota Kediri. Tiba tiba Warsini terjatuh di pinggir Jalan Sam Ratulangi. Saat dicek oleh beberapa warga, Warsini telah meninggal dunia dan mengeluarkan busa dari mulutnya.Kejadian tersebut, kemudia dilaporkan pada pihak kepolisian.

Polisi yang mendapatkan laporan, langsug melakukan olah tempat kejadian perkara, dan membawa jenazah Warsini ke rumah sakit guna mendapatkan visum terkait penyebab kematiannya. Dari hasil pemeriksaan, tidak ada tanda tanda penganiayaan pada tubuh Warsini. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, diduga kematian Warsini karena mengalami sakit.(Anto Kristian)
03 March 2014
Aniaya Istri, Warga Kampungdalem Gang Buntu Dilaporkan ke Polisi
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Hanya karena permasalahan sepele, Suyanto warga Kelurahan kampung dalem gang buntu Kota Kediri, nekat menganiaya istrinya sendiri. Kejadian tersebut bermula, saat berada di warung di Jalan panglima Sudirman Kota Kediri, Suyanto menyuruh Jumiati istrinya untuk membayar listrik. Setelaj Jumiati membayarkan listrik, Jumiati kembali meminta uang pada Suyanto untuk membayar arisan yang telah 2 kali menunggak. mendengat permintaan Jumiati, Suyanto marah marah dan langsung memukul Jumiati dengan tangan kosong dibagian pelipis mata sebelah kiri dan memukul lutut kanan Jumiati dengan kursi hingga terluka parah.

Karena tidak terima dengan perlakuan Suyanto suaminya, Jumiati melapor ke Polres Kediri Kota. Saat ini, kasusnya masih ditangani unit PPA Polres Kediri Kota. Polisi, telah mengantongi barang bukti berupa visum et repertum guna proses penyelidikan. Saat ini, petugas masih memeriksa beberapa saksi, dan akan segera memanggil pelaku untuk dimintai keterangan. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, diharapkan kasus tersebut, dapat diselesaikan secara kekeluargaan, mengingat keduanya masih suami istri.(Anto Kristian)
03 March 2014
Polres Kediri Kota Amankan Bandar Pil Setan
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Polres Kediri Kota, berhasil mengamankan seorang pengedar narkoba jenis pil double L. Satuan Reskoba Polres Kediri Kota, mengamankan Purwanto warga Kelurahan Pakunden Kota Kediri. enangkapan terhadap Purwanto bermula, atas informasi dari masyarakat, jika diwilayah disekitar halte bus di alun alun Kota Kediri di jalan Urip Sumoharjo, ada peredaran narkoba. Kemudian, petugas melakukan penyelidikan, dan berhasil mengamankan Purwanto.

Dari hasil penggeledahan, polisi berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 248 butir pil double L, siap edar. ersama barang bukti, Purwanto digelandang ke Polres Kediri Kota. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pihaknya masih akan terus melakukan pengembangan lebih lanjut, guna mengamankan pelaku lainnya.Kini, pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polres Kediri Kota. Pelaku, akan dikenakan Pasal 196 Undang undang tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman 10 Tahun penjara.(Anto Kristian)
01 March 2014
Harga Genting Naik Hingga 68 Persen
Radio ANDIKA - KEDIRI- JATIM - Paska erupsi gunung Kelud, harga genting naik hingga mencapai 68 persen. Pasalnya, kebutuhan genting di daerah penerima dampak terparah akibat erupsi ini meningkat tajam.
 
Erupsi yang terjadi pada gunung kelud, pada kenyataannya menjadi berkah bagi para penjual Genteng yang justru malah kebanjiran order. Sebagaimana yang dapat dijumpai pada salah satu daerah industri kerajinan ini di Dusun Templek Desa Gadungan Kecamatan Puncu yang malah kewalahan melayani pesanan.
 
“Permintaannya sangat tinggi, karena banyak genting rumah yang rusak akibat tertimpa batu dan pasir,” jelas Tohir,48, salah seorang pengrajin genting di dusun tersebut. Jum’at, (28/2)
 
Tohir yang mengaku menekuni kerajinan Genteng sejak 20 tahun lalu mengatakan, dalam setiap 1000 biji genting, mengalai kenaikan sekitar 400 ribu rupiah. Sebelumnya, harga per-1000 genting sekitar 850 ribu rupiah, namun saat ini harga tersebut berubah hingga mencapai harga 1,25 juta rupiah.
 
Menurut Tohir, untuk saat ini dirinya mampu menjual hingga sekitar sekitar 10 ribu genting setiap harinya. Semetara, kemampuan produksi kerajinan miliknya yang dikerjakan 3 orang bisa mencapai sekitar 15 ribu biji. Namun, untuk membuat kerajinan ini siap jual, dirinya memerlukan waktu cukup lama. Sebab harus melalui proses pengeringan dan pembakaran.
 
“Kalau mencetaknya bisa cepat, tapi setelah dicetak harus dikeringkan dan dibakar dulu sebelum bisa dijual. Jadi ya memkan waktu cukup lama, sehingga barang dagangan kita sampai telat,” lanjut Tohir.
 
Kendati harga genting dan omzet penjualannya naik cukup sinifikan, Tohir memilih tidak menambah jumlah karyawan. Sebab dirinya khawatir harga dan omzet penjualannya akan kembali menurun.
 
“Naiknya harga dan kebutuhan genting ini karena banyaknya atap rumah yang rusak. Selama masih banyak masyarakat yang membenahi rumah, pasti harganya dan omzet penjualannya akan naik. Tapi nanti kalau sudah selesai orang membenahi rumah, pasti harganya akan kembali turun. Ini yang kita tidak tahu kapan, makanya kita tidak menambah jumlah karyawan,” pungkasnya. (Beritajatim.com)
01 March 2014
300 Hektar Tanaman Padi Gagal Panen, Bulog Kediri Optimis Dapat Penuhi Target
Radio ANDIKA - KEDIRI- JATIM - Dampak erupsi Gunung Kelud yang membuat hektaran tanaman padi di wilayah terdampak disejumlah Kecamatan memicu kerusakan dan memicu gagal panen yang bisa mempengarui serapan beras ke Bulog Sub Divre Kediri.
 
Dari data sementara setidaknya ada sekitar 300 hektar tanaman padi di wilayah Kecamatan Kandangan,Ngancar,Kepung serta Puncu diketahui rusak. Kondisi yang paling banyak mengalami kerusakan karena terjangan lahar hujan yang melanda kawasan terdampak wilayah khususnya Kecamatan Kandangan Kabupaten Kediri.
 
Kepala Bulog Sub Divre Kediri Arif Mandu mengatakan, dampak letusan kelud pasti akan berpengaruh pada penyerapan pengadaan beras bulog tahun 2014, namun demikian pihaknya berharap pengaruhnya tidak terlalu signifikan.
 
“Ya memang ada pengaruhnya,namun saya optimis tidak terlalu signifikan karena wilayah terdampak kebanyakan kawasan perkebunan,meski ada lahan tanaman padi namun kerusakannya karena terjangan lahar hujan saja sehingga kami berharap tidak banyak kegagalan panen oleh petani karena kami mulai penyerapan sekitar pertengahan Bulan Maret ataupun awal April,”terangnya
 
Arif Mandu menegaskan, data 300 hektar lahan pertanian untuk komiditas padi sifatnya masih sementara dan saat ini masih terus dilakukan pendataan.Namun pihaknya optimis meski disejumlah daerah khususnya yang berdekatan dengan gunung kelud terdampak Bulog Kediri yang menaungi juga Kabupaten kota kediri serta Kabupaten Nganjuk bisa mengamankan stok penyerapannya karena saat ini bulog memiliki sekitar 32 Ribu Ton untuk kebutuhan 10 bulan kedepan,Dan sejauh ini di 2014 dari Target 75 Ribu Ton optimis dapat terpenuhi. .(kedirijaya.com)
 
01 March 2014
DPRD Cibir Tim Seleksi Komisioner KPU
Radio ANDIKA - KEDIRI- JATIM - Tim seleksi komisioner untuk KPU Nganjuk mendapat cibiran dari anggota DPRD. Pasalnya nama-nama yang diangkat tidak melampaui tes kalayakan, dan berkesan asal comot tidak transparan.
 
“KPU Propinsi terkesan asal comot, tidak transparan dan mereka yang duduk di komisi seleksi salah satunya pernah tim sukses dalam Pilkada 2012,” ujar Arbayana anggota Komisi A DPRD Nganjuk terkait tim seleksi calon komisioner KPU Nganjuk.
 
Sesuai dengan surat penetapan KPU Provinsi Jawa Timur nomor : 83/KPU-Prov-014/II/2014 Suhud SH, sebagai Ketua merangkap Anggota. Kemudian Sekretaris merangkap anggota dijabat Drs. Sasmito Adi, M.T dan anggotanya terdiri dari Dr. Mohammad Arif, MA, Dr. Maftuhin, M.Ag, Drs. H. Sumiyanto, M.Pd
 
Beberapa nama yang disoal yaitu, Suhud, SH saat Pilkada merupakan tim sukses cabup-cawabup nomor urut 4 Suci Purnomo dan KH Djaelani Ishaq yang diusung oleh Partai Patriot. Dan yang lain merupakan nama-nama asing bagi masyarakat Nganjuk. Seperti, Drs. Sasmito Adi, M.T,  Dr. Mohammad Arif, MA, Dr. Maftuhin, M.Ag, dan Drs. H. Sumiyanto, M.Pd sama sekali tidak popular.
 
Nama mereka tiba-tiba muncul tanpa ada publikasi sehingga tampak tidak transparan dan seperti direkayasa, atau ada pesanan. “Ini menyalahi azaz transparansi,” tambahnya.
 
Padahal tim seleksi komisioner merupakan lembaga publik, tujuannya untuk menyusun personal yang bekerja untuk lembaga publik. Harusnya semuanya harus diketahui publik, baik proses pemilihan mereka juga latar belakang mereka, sehingga bisa memunculkan tim yang kapabel dan kreidibel, tegasnya.
 
Berdasarkan azas kepatutan sebua tim seleksi lembaga publik, harus mewakili unsur profesi, akademisi, dan politisi. “Apakah mereka dari unsur itu?,” tanyanya.
 
Hal senada juga diungkapkan Totok  Budi Hartono SH, Ketua Kelompok Studi Pengembangan Demokratisasi Nganjuk. Dia pesimistis dengan hasil kerja tim seleksi komisioner itu. Bahkan dia yakin bahwa hasilnya nanti bakalan tidak optimal.
 
Menurutnya, anggota tim seleksi KPU Nganjuk secara normatif tidak memenuhi syarat kepatutan dan netralitas. Karena diantara anggota tim seleksi KPU Nganjuk merupakan pialang dalam dunia politik di Nganjuk. Sehingga dapat dipastikan yang ada dalam pikiran anggota tim seleksi adalah mengutamakan teman atau koleganya saja.
 
"Dimanapun tingkatannya, baik KPU pusat, KPU Provinsi maupun KPU kabupaten/kota adalah institusi yang mencetak dan meloloskan para pemimpin negeri. Kalau tim seleksinya sudah tidak kredibel, tidak netral dan tidak berintegritas, berarti kiamat politik sudah dekat," kata Totok Budi Hartono.
 
Tim komisioner itu bisa dipastikan dibentuk berdasarkan pesanan yang tujuannya untuk mempertahankan komposisi dari komisioner KPU yang sekarang ini, yakni, Juwair (ketua), Dhaim Ichsany, Agus Rahman Hakim, Kustoyo dan Myaskur.
 
“Kerja mereka untuk mempertahankan yang sudah ada, paling tidak 3 dari 5 anggota komisioner yang aktif sekarang akan dipertahankan,” ujarnya.
 
Sementara isu yang berkembang bahwa bahwa tim seleksi komisoner nanti akan mencari 2 komisioner baru. Mereka akan menggantikan komisoner lama, yakni, Dhaim Ichsany dan Kustoyo. Sementara tiga yang lama, seperti Juwair (ketua),  Agus Rahman Hakim, dan Myaskur akan dipertahankan.
 
Menurut Totok jika  hasil kerja tim seleksi seperti isu yang berkembang saat ini berarti keberadaan tim seleksi komisioner itu sama halnya mematikan azas demokrasi lembaga publik karena mereka bekerja berdasarkan pesanan, karena nama-nama yang muncul sudah dipastikan dulu.
 
“Kalau memang seperti itu, kerja mereka tidak benar,” katanya.Kalaupun nanti mereka para muka lama kembali terpilih harus melampui mekanisme pemilihan yang lazim dan prosesnya harus diketahui publik, ujarnya (Adakita.com).
 
01 March 2014
Duel Dengan Polisi, Residivis Narkoba Berhasil Dilumpuhkan.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Budiono (32) Seorang residivis pengedar narkoba jenis pil double L warga Desa Krandang Kecamatan Kras , jumat malam harus mendekam ditahanan mapolres Kediri , setelah dilumpuhkan petugas . penangkapan pelaku berdasarkan informasi masyarakat , jika pelaku yang merupakan residivis masih menekuni sebagai pengedar narkoba. setelah petugas mengetahui keberadaan pelaku yang sedang berada di salah satu kamar di eks lokalisasi Krian Kecamatan Ngadiluwih , petugas langsung bergerak ke TKP. sesampaianya di TKP , petugas langsung menggedor kamar pelaku dan melakukan penangkapan .

Namun , pelaku sempat melakukan perlawanan dan terjadi duel antara pelaku dan anggota polisi . petugas yang datang tidak sendirian , akhirnya berhasil melumpuhkan pelaku berikut barang bukti 68 butir pil double L . sementara itu ,akibat duel itu ,anggota polisi sempat mengalami luka ringan .Kasat Reskoba Polres Kediri AKP Siswanto mengatakan ,pelaku saat ini sudah diamankan guna proses hokum dan pengembangan lebih lanjut . Masih kata Siswanto , akibat perbuatannya ,pelaku akan dijeratundang-undang kesehatan , dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(Anto Kristian)

 
01 March 2014
Dipukul Suaminya Ibu rumah tangga warga Desa Kedungsari kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri Megalami Luka lebam.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Dewi Winarsih (34) seorang ibu rumah tangga asal Dusun Sumberwungu Desa KedungsariKecamatan Tarokan harus merintih kesakitan setelah dipukul suaminya sendiri . peristiwa bermula jumatsore , Da'i Iskandar (59) suami korban asal Desa Centong Kecamatan Sooko kabupaten ponorogo tiba-tiba pulang kerumah ,setelah lima hari tak pulang . tanpa alasan yang jelas ,pelaku langsung memukuli korban dengan tangan kosong sebanyak 5 kali mengenai bagian muka dan mata .

Selain itu pelaku, juga mencakar muka serta menarik rambut hingga terjatuh serta menginjak perut istrinya sendiri .merasa kesakitan dan nyawanya terancam ,korban berhasilmelarikan diri dan meminta pertolongan warga , dan diteruskan ke polisi . kasubag humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan , pihaknya saat ini masih memeriksa saksi dan korban guna mengetahui motif kasus kekerasan dalam rumah tangga itu . Masih kata Siswandi ,pihaknya juga sudah mengamankan hasil visum korban sebagai barang bukti .karena keduanya masih tercatat sebagai suami istri ,pihaknya berharap ,kasus ini bias diselesaikan secara kekeluargaan.(Anto Kristian)
01 March 2014
Perbaiki Rumah Korban Kelud, 'Impor' Genting Jateng
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Pemprov Jatim akhirnya terpaksa 'mengimpor' genting dari Jawa Tengah. Ini untuk memenuhi kekurangan genting untuk perbaikan rumah rusak, akibat erupsi Gunung Kelud. Perbaikan rumah rusak milik warga ditarget tuntas 9 Maret 2014.

Usulan perlunya mendatangkan genting dari Jateng terungkap dalam Rakor Penanganan Erupsi Gunung Kelud yang dipimpin langsung Gubernur Jatim Soekarwo di gedung negara Grahadi Surabaya, Jumat (28/2/2014) malam.

Dalam Rakor yang dihadiri oleh SKPD pemprov terkait, Kodam V/Brawijaya dan Polda Jatim ini juga mengusulkan perlunya sesegera mungkin untuk memberikan bibit bagi petani yang tanamannya rusak.

"Namun prioritas awal rumah rusak dulu, karena jumlah genting kurang maka kita sepakati untuk mendatangkan genting dari Jawa Tengah," kata Pakde.

Selama proses perbaikan rumah yang ditangani Kodam V/Brawijaya telah menghabiskan genting sebanyak 1 juta buah, padahal kebutuhan genting untuk tiga wilayah terdampak kurang lebih sebanyak 10 juta genting.

Kebutuhan genting sebanyak itu, katanya, tidak mungkin hanya bisa dipenuhi dari Jatim, pihaknya membutuhkan daerah lain seperti Jateng karena secara geografis lebih dekat dengan Jatim.

Apalagi, kata Gubernur, sekarang musim hujan sehingga pembuat genting tidak banyak yang beroperasi. "Musim hujan pengusaha genting juga banyak yang tidak produksi karena rugi. Ini juga masalah, sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan genting di tiga wilayah," ujarnya.

Dengan didatangkannya dari Jateng, maka kekurangan genting dalam waktu dekat bisa diatasi. Meski banyak juga warga yang lebih memilih untuk mengganti atap rumahnya dengan asbes.

Pihaknya optimis dalam waktu dua minggu ke depan proses rehabilitasi untuk rumah korban erupsi Gunung Kelud untuk tiga wilayah, seperti Kediri, Blitar dan Malang tuntas.

Tidak hanya soal genting, dalam Rakor juga dibicarakan soal pertanian. Pemprov komitmen untuk segera memberi bibit bagi petani yang tanamannya rusak akibat erupsi Gunung Kelud.

Selain itu, juga sudah diajukan skema untuk petani yang terlilit utang di bank karena gagal panen. Pemprov sudah membicarakan masalah itu ke Bank Indonesia termasuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jatim. Pemprov masih menunggu usulan yang sudah disampaikan ke kedua lembaga tersebut.

"Insya Allah tidak lama lagi akan ada pemecahan soal tersebut, sehingga petani bisa nyaman untuk bekerja kembali, tapi ini masih butuh proses," pungkasnya.(beritajatim.com)
28 February 2014
Ratusan Hektar Cabe Rusak, Petani Kediri Gagal Panen
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Akibat hujan abu vulkanik dari letusan gunung kelud di kediri, tanaman padi, palawija, perkebunan dan holtikultura lainya yang siap panen hancur. Data dari Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsian (PBP) Kabupaten Kediri mencatat kerugian petani mencapai sekitar Rp 136 milyar.

Masih data Satlak PBP, ada ratusan hektar tanaman cabe di Kabupaten Kediri rusak dan gagal panen. Tanaman cabe yang sebetulnya siap panen, akhirnya membusuk dan rontok terkena abu vulkanik.

Salah seorang petani cabe di Desa Kebonrojo, Kecamatan Puncu Sudin mengatakan, tanaman cabe miliknya seluas satu hektar lebih rusak parah, sehingga tanaman cabe tidak bisa dipanen.

"Jika kondisi normal bisa menghasilkan 30 ton cabe, tetapi pasca erupsi Kelud tanaman cabe ludes. Kalau dihitung kerugiannya bisa mencapai jutaan rupiah," ujar Sudin, Jumat (28/2/2014).

Para petani berharap segera mendapat bantuan dari pemerintah, agar bisa kembali menanam cabe serta produk pertanian lain. Daerah pertanian di Kabupaten Kediri paling parah terdampak erupsi Kelud yakni Kecamatan Puncu dan Kepung.

Di daerah itu ratusan hektar tanaman padi, produk perkebunan dan hortikultura  tidak tersisa akibat tertimbun pasir material vulkanik Gunung Kelud. (beritajatim.com)
Page 51 of 508     ‹ First  < 49 50 51 52 53 >  Last ›

Radio Online

Live Streaming :
Radio 1
Radio 2
Radio 3

Acara Hari Ini

 

05:30 Dzikir Pagi
05:30 Indonesia Gemilang
08:00 Citra Andika 
11:00 Indonesia Gemilang

13:00 Simpang Siur
15:00 
Indonesia Gemilang

18:00 Ekspresi Musik Indonsia
21:00 Senandung Rindu 

24:00 Senandung Malam

 

SMS XL (real size)