Berita- Info ANDIKA

02 June 2014
Harga ikan laut di pasar tradisional di Kota kediri naik hingga 30 persen, dari hari biasa.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Buruknya kondisi cuaca di perairan pesisir pantai , membuat para nelayan tidak berani melaut , hingga pasokan ikan ke sejumlah pasar tradisional di jawa timur langka . kondisi ini membuat harga ikan laut naik hingga 30 persen dari harga biasanya . sementara ikan tambak justru mengalami pasokan hingga 100 persen , karena sedang musim panen .
 
Di pasar setono betek  kota kediri misalnya , pasokan ikan laut turun hingga 60 persen , sementara harganya melonjak tajam . harga ikan tongkol yang semula 12 ribu rupiah per kilogram kini menjadi 16 ribu rupiah per kilogram . ikan tuna dari 21 ribu rupiah per kilogram naik menjadi 18 ribu per kilogramnya . sedangkap kakap.merah dari 43 ribu rupiah per kilogram naik menjadi 45 ribu rupiah perkilogram dan ikan tengiri kini harganya sudah diatas 45 ribu rupiah perkilogram 
 
untuk jenis ikan air tawar justru mengalami penurunan , karena peternak tambak diberbagai daerah tengah musim panen . harga ikan badeng ukuran kecil hingga besar yang semula 15-27 ribu rupiah per kilogram , kini turun menjadi 12-23 ribu rupiah per kilogram . 
 
sementara untuk udang dari harga 55 ribu rupiah per kilogram turun 45 ribu rupiah per kilogram . sedangkan ikan nila dari 18 ribu rupiah per kilogram turun 13 ribu rupiah per kilogram , mujair dari 14 ribu rupiah per kilogram turun menjadi 11 ribu rupiah per kilogram , mujair dari 14 ribu rupiah per kilogram turun menjadi 11 ribu rupiah per kilogram , sementara kutuk dari 33 ribu rupiah per kilogram kini hanya 28 ribu rupiah per kilogram .
 
di pasar setono pasokan ikan laut berasal dari kabupaten tuban dan tulungagung . sedangkan ikan air tawar berasal dari tuban . sebagian besar pembeli ikan laut merasakan kenaikan harga sudah terjadi sejak sepekan terakhir ini . sehingga , untuk mendapatkan ikan laut harus memutasi lapak pedagang ikan secara berulang ulang .
 
31 May 2014
Penjual Sayur Temukan Bayi Berlumur Tinja
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Bayi perempuan yang diperkirakan baru berusia sehari tergeletak di bawah meja, warung mie ayam Isnadi, di Desa Padagangan, Kecamatan Kayen Kidul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Bayi ditengarai dibuang oleh orang tuanya, karena hasil hubungan gelap.

Kali pertama bayi ditemukan Tuminah (37) penjual sayur etek (keliling), asal Dusun Ngandong, Desa Nangungan, Kecamatan Kayen Kidul, sekitar pukul 09.30 WIB. Saksi yang hendak dari belaja di Pasar Plemahan mendengar tangisan. Kemudian saksi menghampiri, ternyata tangisan itu berasal dari bayi mungil di bawah meja.

Saksi kemudian memangil Mashudi, (60) tukang reparasi sepeda, warga Dusun Prambatan, Desa Padangan. Para saksi lalu melapor ke Nur Kholik (45) perangkat desa setempat. Mereka lantas sepakat membawa bayi ke Bidan Desa.

Menurut keterangan Nufus, Bidan Desa Padagan, saat ditemukan bayi diatas seprai berwarna merah. Bayi dalam keadaan sehat, namun berlumur tinja. Sementara tali pusar bayi sudah dalam keadaan terpotong.

"Saat ditemukan masih ada bekas darah di selendangnya. Matanya terbuka dan dalam keadan menangis. Jenis kelaminnya perempuam, dengan panjang 40 centimeter dan beratnya 3,2 kilogram," kata Nufus.

Terpisah, Kapolsek Pagu AKP Suharjito mengatakan, guna kepentingan penyelidikan, bayi akan dibawa ke RSUD Pelem, Pare. Bayi akan divisum, untuk mengetahui ada dan tidaknya bekas penganiayaan pada tubuh bayi.

"Kami akan mencari tahu orang tua bayi yang telah membuang korban. Sementara untuk kepentingan penyelidikan kita mintakan visum ke RSUD Pelem," kata AKP Suharjito.
31 May 2014
Keponakan Tega Kurung Nenek Tiga Bulan
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Seorang nenek renta di Kediri dikurung selama tiga bulan di dalam rumah oleh keponakannya sendiri. Sang nenek terjatuh dari pagar, ketika berusaha keluar rumah. Sementara selama berada di dalam rumah, korban jarang diberi makan.

Nasib nahas itu dialami Sri Wahyuningsih (67). Ia terjatuh dari pagar setinggi 1 meter, saat berupaya keluar dari rumah Sandra, keponakannya di Perumahan Nasional Ngronggo Kota Kediri. Akibatnya, pinggul korban luka patah, dan lengannya tergores.

Kejadian nahas yang dialami Sri Wahyuningsih pertama kali diketahui oleh dua pemuda setempat Beni dan Dendi. Saksi melihat korban tergeletak di tepi jalan, sambil mengaduh kesakitan. "Kita langsung mengevakuasi korban ke rumah pak Niti. Dan menghubungi keluarganya," ujar Ketua RT 5 Budiarto, Sabtu (31/5/2014).

Sri Wahyuningsih mengaku, selama tiga bulan dikurung di dalam rumah oleh Sandra, keponakannya sendiri. Pintu dan pagar rumah selalu dikunci. Sementara itu, selama berada di dalam rumah, ia jarang diberi makan keponakannya.

Para tetangga menyayangkan sikap Sandra, yang tega mengurung korban di dalam rumah. Ketua RT menghendaki para kerabat membawa korban ke rumah sakit dan mengancam akan melaporkan sandra ke kantor polisi.

Sri wahyuningsih sebenarnya berasal dari Kabupaten Blitar. Oleh keluarganya, ia diminta menjaga sebuah rumah di perumnas Ngronggo. Korban tinggal bersama Sandra, keponakannya. Tetapi selama bersama keponakannya, korban justru dikurung.
31 May 2014
 Paripurna Pandangan Umum Fraksi, Dewan Soroti Besarnya Silpa 2013
Radio - ANDIKA – KEDIRI – JATIM - DPRD Kabupaten Kediri Jumat siang menggelar rapat paripurna dengan agenda pandangan fraksi-fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kediri Tahun Anggaran 2013. Dipimpin Wakil Ketua DPRD Suyitno rapat yang digelar di Graha Sabha Canda Bhirawa dihadiri hampir seluruh anggota dewan dan kepala satuan kerja pemerintah daerah Kabupaten Kediri.
 
Dalam agenda Paripurna itu semua fraksi menyoroti penjelasan tentang kinerja bupati di tahun 2013 yang diklaim banyak tercapai sesuai target. Mayoritas fraksi juga mempertanyakan minimnya penyerapan anggaran pada 2013. Karena sesuai catatan, sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) pada 2013 mencapai 413 milyar.
 
“Silpa  pada 2013 ini adalah paling besar dalam sejarah pemerintah Kabupaten Kediri. Ini juga menunjukkan kegagalan kinerja Bupati Kediri,”kritik Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kediri Nur Wakhid,
 
Nur Wakhid menambahkan, Bupati Kediri harus menjelaskan kegagalan kinerja 2013 ini dengan pemaparan masalah secara detail. Sebab pemerintah daerah mempunyai tanggungjawab yang besar dalam proses pengelolaan anggaran.
 
“akan kami cermati penjelasan bupati pada paripurna selanjutnya. Dan penjelasan ini kami berharap disampaikan langsung bapati dan tidak diwakilkan,” pungkasnya.(Hadi Kusuma)
31 May 2014
Pansus Tanah UB Belum Terima Surat Walikota
ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Keinginan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar untuk merevisi luas tanah yang bakal dihibahkan kepada Universitas Brawijaya (UB) Kediri ternyata masih sebatas wacana. Karena sampai sekarang belum ada surat resmi dari walikota yang dikirim ke pansus.
 
"Sampai sekarang belum ada surat yang masuk dari walikota. Karena belum ada pemberitahuan resmi kami menganggap masih isu," ungkap Hadi Sucipto, anggota Pansus Pelepasan Tanah UB kepada Surya Online, Jumat (30/5/2014).
 
Dijelaskan Hadi Sucipto, karena belum ada surat resmi dari walikota, Pansus pelepasan tanah eks kas Kelurahan Mrican yang dihibahkan ke UB tetap diberikan dengan luas 23,4 hektare. "Luasnya tetap seperti semula tidak ada perubahan," tambahnya.
 
Pansus kata Hadi Sucipto tinggal selangkah lagi menyelesaikan tugasnya untuk proses pelepasan tanah eks kas kelurahan Mrican.  Hadi optimistis keberadaan kampus UB di Kota Kediri bakal meningkatkan taraf hidup masyarakat di sekitarnya.
 
Selain itu masyarakat dapat menikmati dampak langsung dengan membuka tempat kos dan warung. "Dampaknya ke depan sangat bagus sehingga pansus mendukung keberdaan UB di Kota Kediri," tambahnya.
 
Proses pelepasan tanah untuk kampus UB ini semula dilakukan dengan skema ganti rugi. Namun dalam perjalanannya diubah menjadi hibah karena dilakukan dengan sesama instansi pemerintah.
 
Sebelumnya Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar bakal merevisi luas tanah yang akan dihibahkan kepada UB. Masalahnya dari site plan kampus UB di dalamnya sekitar 30 persen dialokasikan untuk pusat bisnis.
 
Walikota menilai, tidak seharus kampus UB di Kediri  membuka pusat bisnis di dalam kampus. Kampus UB sebaiknya diperuntukkan murni kegiatan akademik. Sedangkan kegiatan bisnis sebaiknya diberikan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kampus.
 
Sehingga luas tanah yang akan dihibahkan kepada UB harus direvisi lagi tidak 23,4 hektare tapi hanya 15 hektare. Sisa lahan eks tanah kas kelurahan itu bakal digunakan lokasi pendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di Kelurahan Mrican.
 
Walikota beralasan masyarakat yang berhak mendapatkan dampak dari keramaian akibat keberadaan kampus UB.
 
Masyarakat dapat membuka usaha warung-warung, pertokoan dan jasa laundry dan jasa tempat kos untuk mahasiswa. "Kami tidak menghendaki UB sebagai pusat pendidikan, tapi laju ekonomi juga dikendalikan oleh pihak UB. Laju perekonomian di sekitar kampus dinikmati masyarakat," jelasnya. (Surya.co.id)
30 May 2014
Stasiun ketel PG Pesantren kebakaran, kerugian mencapai 3 milyar
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Peristiwa kebakaran melanda stasiun ketel PG pesantren baru jalan mauni kecamatan pesantren kota kediri , rabu malam . tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini , namun kerugian ditaksir mencapai 3 milyar rupiah . peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul setengah 12 malam , Agus H (51) salah seorang karyawan melihat ada salah satu conveyer yang terbakar . kemudian Agus bersama rekan-rekannya mencoba memadamkan api , namun api alah semakin menjalar dan semakin membesar hingga membakar seluruh stasiun ketel . api baru bisa dipadamkan satu jam kemudian setelah mobil pemadam kebakaran dari pemkot dan pemkab datang kelokasi kejadian .

kebakaran baru dilaporkan kepolisi kamis siang oleh karyawan . kasubag humas polres kediri kota AKP Siswandi mengatakan , pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran . namun dugaan smentara , kebakaran terjadi akibat konsleting listrik. Masih kata Siswandi , dari hasil olah TKP , akibat terjadi kebakaran , pihak perusahaan mengalami kerugian hingga 3 milyar rupiah .
 
 
30 May 2014
4 tahun mengabdi menjadi pns , ratusan pns pemkot kediri baru diambil sumpah dan janji
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Meski sudah mengabdi menjadi  pegawai negeri sipil (PNS) sejak tahun 2011 lalu , sebanyak 471 PNS baru menjalani sumpah dan janji , jumat pagi . sumpah dan janji merupakan sebuah kewajiban PNS usai diterima sesuai dengan ketentuang perundang-undangan . dalam sudmpah yang dilakukan di ruang jayabaya pemkot kediri ini dipimpin langsung oleh walikota kediri Abdullah Abu bakar . menurut Abu , baru dilakukannya sumpah dan janji PNS saat ini , karena ternyata sejak diangkat menjadi PNS tahun 2011 dan 2012 masih banyak PNS yang belum disumpah .

Masih kata Abu , dengan sudah disumpahnya para PNS ini , pihaknya berharap , para PNS bisa bekerja sesuai tugas pokok dan fungsinya dalam melayani masyarakat .
30 May 2014
DPO Polisi kasus Penipuan Dan Penggelapan Ditangkap Polisi
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Polsek ngancar, berhasil mengamankan eko tri yuwono warga desa sempu kecamatan ngancar kabupaten Kediri yang sempat menjadi daftar pencarian orang oleh pihak kepolisian, karena melakukan penipuan dan penggelapan sepeda motor. Saat akan dilakukan penangkapan dirumahnya, eko berusaha melarikan diri. Tetapi karena petugas mengeluarkan tembakan peringatan, akhirnya eko menyerahkan diri. Dari hasil pemeriksaan, eko mengaku telah melakukan panipuan di 9 TKP, diantaranya di wilayah Blitar, plosoklaten dan ringinrejo kabupaten Kediri. Saat ini, eko masih menjalani pemeriksaan di polsek ngancar.

Kasubag Humas Polres Kediri AKP Budi Nurcahyo mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap eko. Eko akan dikenakan Pasal 378 dan Pasal 372 tentang penipuan dan penggelapan.
30 May 2014
Gelapkan Uang Perusahaan, Karyawan Dipolisikan
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Karena menggelapkan uang perusahaan, rika prasdianto warga dusun morangan desa bangsongan kecamatan papar kabupaten Kediri, dilaporkan ke polres Kediri kota, oleh anang zunaidi warga kecamatan ngasem selaku pemilik perusahaan. Kejadian itu bermula, saat anang melakukan audit pada perusahaannya, dan ada selisih uang senilai 20 juta. Dan ternyata uang tersebut, tidak masuk ke perusahaan, melainkan digunakan untuk kepentingan pribadi. Kejadian tersebut, telah diupayakan untuk diselesaikan secara kekeluargaan. Tetapi rika tetap tidak bisa memenuhi janjinya untuk mengembalikan uang perusahaan, akhirnya anang melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Kasubag Humas Polres kediri AKP Budi Nurcahyo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Jika dalam pemeriksaannanti rika kedapatan melakukan penggelapan, maka akan dilakukan proses hukum. Rika, akan dikenakan Pasal 303 tentang perjudian, denga ancaman hukuman 7 Tahun penjara.
30 May 2014
Pungli Seragam, Kepala Sekolah Didemo
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Ratusan pelajar SMA Negeri 8 Kediri, Jawa Timur berunjuk rasa menuntut mundur Kepal Sekolah. Para siswa dan siswi mogok belajar, karena dipungut secara liar biaya sekolah hingga jutaan rupiah, disertai ancaman.

Pelajar berkerumun sambil membentangkan beberapa poster berisi tuntutan mundur Imam Satorii, Kepala Sekolah SMAN 8 Kediri . Mereka juga membakar ban bekas dan tempat sampah di jalan masuk menuju sekolah .
Astika, salah seorang siswi mengaku, pihak sekolah telah memungut biaya pembelian seragam sekolah, tanpa disertai surat edaran. Oleh karena itu, wali murid tidak mengetahui rincian peruntukan biaya yang diminta sekolah

“Katanya tidak ada pungutan apapun, tapi ternyata kita disuruh bayar seragam sekolah Rp 1,4 juta. Sementara pembayaran segera harus luas, sebelum ujian sekolah. Ini jelas pungutan liar. Oleh karena itu, pak Satori harus turun saat ini juga,” tegas Astika, Jumat (30/5/2014)

Astika, siswi lain mengaku, prihatin , karena SMAN 8 Kediri,  yang notabene sekolah atlet, tetapi uang pembinaan untuk prestasi atlet tidak ada. Para siswa dan siswi yang menyandang gelar atlet dituntut meraih prestasi dibidang olahraga, namun sokongan dana dari sekolah hanya sekedar janji.

Kepala SMAN 8 Kediri Imam Satroni membantah terjadi pungli di sekolah  dan menuding hanya sekedar isu. Pihaknya juga menampik adanya kabar larangan bagi para siswa-siswi mengikuti ujian sekolah, karena belum membayar biaya kebutuhan sekolah

“Bagi pelajar yang tidak mampu membayar biaya sekolah, dapat mencari surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. Namun demikian, apabila belum lunas hingga pelaksanaan ujian, maka besok tetap kita bagikan kartu ujian. Lawong Ujian Nasional (UN) saja, siswa yang belum membayar bisa ikut, dan lulus semua,” kata Satori. 

Pihak sekolah sempat mengajak para siswa dan siswi berdialog di ruang kelas. Kepala sekolah berjanji akan mengatasi semua persoalan yang terjadi. Sementara Dinas Pendidikan Kota Kediri yang sempat hadir mendesak agar segala persoalan yang terjadi antara sekolah dengan siswa-siswi dapat diselesaikan dengan jalan musyawarah.
Page 696 of 742     ‹ First  < 694 695 696 697 698 >  Last ›