Berita- Info ANDIKA

11 June 2014
Antisipasi PSK Dolly, Pemilik Karaoke Illegal Dikumpulkan
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Rencana penutupan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara Dolly dan Jarak di Surabaya disikapi oleh Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Kediri, Jawa Timur. Dinsosnaker, Rabu (11/6/2014) pagi mengumpulkan puluhan pemilik usaha karaoke illegal di kawasan Eks Lokalisasi Semampir.

Kepala Dinsosnaker Kota Kediri, Kristanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan sejak seminggu terakhir. Agar tidak terjadi penambahan jumlah pemandu lagu atau purel di Eks Lokalisasi Semampir Kediri.

" Maksud dan tujuannya agar tidak ada penambahan jumlah disini. Jangan sampai ada eksodus dari Lokalisasi Dolly ketika ditutup nanti kesini. Kita beri penekanan kepada pengelola karaoke dan pihak lingkungan," tegas Kristanto.

Ada sekitar 70 orang pemilik usaha karaoke illegal di kwasan Eks Lokalisasi Semampir yang hadir dalam pertemuan tersebut. Selain dihadiri oleh Dinsosnaker, pertemuan juga dihadiri oleh Kepala Kelurahan Semampir dan Satpol PP Kota Kediri.'

Ketua RT 01 RW 5 Lingkungan Eks Lokalisasi Semampir Sardi mengaku, akan mematuhi anjuran dinsosnaker agar tidak menerima tambahan para pemandu lagu di eks Lokalisasi Semampir Kediri. Menurutnya, jumlah pemandu lagu yang mencari ekonomi disini sekitar 200 an orang.
10 June 2014
Massa AWK Nyaris Bentrok Dengan Polisi
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim Aksi demo massa Aliansi Warga Kelud (AWK) nyaris terlibat bentrok dengan aparat kepolisian. Masalahnya massa mencoba merangsek hendak menutup perempatan Jl Brawijaya sehingga mengganggu arus lalulintas, Selasa (10/6/2014).

Hanya saja keinginan massa dilarang petugas yang menjaga perempatan Jl Brawijaya. Akibatnya terjadi saling dorong massa dengan petugas yang hampir saja memicu bentrokan.

Malahan petugas juga bersikeras menggeser massa ke depan kantor BI dari Jl Basuki Rahmad. Beruntung sebelum massa bentrok dicegah korlap aksi dan komandan masing-masing.

Massa dan kepolisian masih negosiasi untuk berdialog dengan pejabat OJK Kediri. Sementara orator aksi terus berorasi menghujat pimpinan OJK Kediri yang dituding plin-plan.
10 June 2014
Ribuan Petani Kelud Demo Tuntut Penghapusan Hutang Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - ibuan petani lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur mengepung Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kediri. Massa yang mengatasnamakan Aliansi Warga Kelud (AWK) meminta penghapusan hutang.

"Kami orang-orang bertanggung jawab. Kami datang karena terdampak bencana Gunung Kelud. Sehingga kesulitan melunasi hutang. Tolong kami diberikan keputusan dan janji penghapusan hutang," teriak salah seorang koordinator aksi, Selasa (10/6/2014)

Massa yang berjumlah lebih dari 3.000 berasal Kecamatan Kepung, dan Puncu, Kabupaten Kediri. Mereka kecewa terhadap Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sempat dianggap mengobral janji dan dapat memenuhi tuntutan para petani.

Menurut petani, dalam aksi 29 April 2014 lalu, baik Pemkab Kediri, OJK dan Bank Indonesia Perwakilan Kediri berjanji akan mengajukan pemutihan hutang warga terdampak Kelud ke pemerintah pusat. Sebelum proses pemutihan terjadi maka pihak lembaga keuangan tindak akan melakukan penagihan.

Tetapi menurut petani, sampai saat ini mereka diteror dan diintimidasi, motor-motor yang merupakan alat produksi petani dirampas di jalan, masyarakat dibuat panik dan tidak tenang dalam beraktifitas.

" Seharusnya dalam kontek ini pihak OJK memberi perlindungan kepada masyarakat sebagaimana amanat undang-undang justru lebih berpihak kepada lembaga keuangan dan seolah-olah OJK membenturkan masyarakat dengan lembaga keuangan," tegas korlap aksi.

Sesuai informasi yang dihimpun, nilai hutang masyarakat terdampak Kelud mencapai Rp 249 miliar. Sementara jumlah penghutang atau kreditur sebanyak 8.876 yang tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota Kediri serta Kabupaten Blitar.

Dari 8.876 kreditur, sebanyak 3.122 orang sudah melakukan proses restrukturisasi, dengan nilai kredit Rp 93 miliar. Sedangkan sisanya 5.754 kreditur belum melakukan proses itu, dan meminta pemutihan.
10 June 2014
TNI Gadungan Rampok Pelajar SMA
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Seorang pelajar tingkat SMA di Kediri, Jawa Timur mengaku, menjadi korban perampokan pria berdandan layaknya TNI. Korban ketakutan, hingga terpaksa menyerahkan sepeda motornya Honda CBR.

Nasib tidak beruntung itu dialami Rizaldi Antonius (16) asal Perum Candra Kirana, Kelurahan Bandar Lor, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Korban telah melaporkan kejadian itu ke Mapolres Kediri Kota. Sementara pelaku saat ini sedang dalam pengejeran petugas.

Data yang diperoleh dari Polres Kediri Kota, perampokan terjadi di depan MTS Negeri 1 Kediri Jalan Raung, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Semula korban mengendarai sepeda motor Honda CBR S-5689-ZJ, berboncengan dengan Yohan Maiko (16) temannya.

Sesampainya di depan MTSN 1 Kediri, di Jalan Raung Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, tiba-tiba dihentikan oleh dua orang tidak dikenal mengendarai sepeda motor Vixion warna hitam abu-abu yang mengaku sebagai anggota TNI.

Kepada korban, pelaku menuduh korban dan saksi telah menganiaya keponakannya. Pelaku juga mengancaman korban dengan sebilah pisau. Tak ajal, korban merasa ketakutan.

Pelaku kemudian langsung merampas sepeda motor Honda CBR S-5689-ZJ dan Handphone Samsung warna putih. Mereka kemudian kabur meninggalkan korban.

Korban sempat meneriaki maling. Tetapi, ketika warga datang, pelaku sudah meninggalkan lokasi. Akhirnya korban melapor ke Mapolres Kediri Kota.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pihaknya sudah memeriksa saksi dan korban guna mengejar pelaku yang ciri-cirinya sudah dikantongi.

"Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan. Kami tengah mengumpulkan keterangan dari para saksi, untuk mengungkap pelakunya," kata AKP Siswandi, Selasa (10/6/2014). Masih kata Siswandi, akibat peristiwa itu, Rizaldi menderita kerugian sekitar Rp 36 juta.
10 June 2014
Massa AWK Berencana Demo ke Kantor OJK Kediri
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Selain unjuk rasa ke Kantor Pemkab Kediri, ribuan massa Aliansi Warga Kelud (AWK) juga berencana unjuk rasa ke Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bank Indonesia Kediri.

Massa ingin menagih janji OJK yang sebelumnya memfasilitasi pertemuan warga dengan pihak perbankan.

"Setelah dari Kantor Pemkab Kediri kami juga mendatangi Kantor OJK. Sebelumnya perwakilan warga sudah mendatangi OJK tapi tidak pernah diterima," ungkap M Aziz Qoharudin, Ketua AWK kepada Surya Online, Selasa (10/6/2014).

Dijelaskan Aziz, salah satu tuntutan massa AWK ingin dihapuskan utang-utangnya dengan perbankan menyusul bencana erupsi Gunung Kelud.

 "Masyarakat korban Kelud kondisi ekonominya masih belum pulih," ungkapnya.

Warga sendiri kesulitan membayar utang-utangnya karena hasil panen merosot  dan harga komoditi juga anjlok.(SuryaOnline)

09 June 2014
Pakde Karwo: Gus Idris Penjaga Jatim dan Indonesia
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Soekaro-Saifullah Yusuf datang untuk bertaziah ke kediaman pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri KH. Ahmad Idris Marzuqi.

Baik Pakde Karwo maupun Gus Ipul mengaku, sangat kehilangan Gus Idris, panggilan akrab KH. Idris Marzuqi. "Beliau kiai penjaga Jawa Timur, satu dari kiai besar di Jawa Timur, beliaulah yang menonjol. Tidak Pernah lelah, walaupun sakit, dan menjaga Jawa Timur ini, menjaga Indonesia," kata Pakde Karwo, Senin (09/6/2014) sore

Gus Idris, menurut Pakde Karwo, adalah kiai yang membawa ajaran agama Islam yang menyejukkan. Kiai yang tidak hanya mengajarkan hukum halal dan haram, tetapi lebih pada Islam yang damai dan menentramkan.

Sementara itu, menurut Gus Ipul, Gus Idris adalah sosok yang disegani, yang penuh teladan, dan dihormati. Oleh karena itu, ia merasa sangat kehilangan dengan wafatnya Gus Idris. "Beliau memberikan kontribusi pembangunan di Indonesia. Memberikan masukan kepada pak Gubernur, tidak hanya mengatasi masalah kemiskinan, tetapi pembangunan ahlak. Beliau mewarnai keputusan di Jawa Timur," jelas Gus Ipul

Menurut Gus Ipul, banyak saran dan masukan Gus Ipul tentang pembangunan Jawa Timur yang belum sepenuhnya dikerjakan. Namun, ia berjanji akan menunaikan semua janji, sebagaimana saran Gus Idris, demi kemajuan Jawa Timur.

Dalam kesempatan itu, baik Pakde Karwo dan Gus Ipul ikut dalam sholat jenasah. Keduanya melakukan sholat jenasah dalam gelombang ke empat. Sholat jenasah sendiri dilaksanakan di Masid Lawang Songo, yang ada di komplek Ponpes Lirboyo Kota Kediri. Sementara, jenasah Gus Idris, akan dimakamkan pada pukul 20.00 WIB ini.
09 June 2014
Ribuan Santri dan Keluarga Menangis Saat Jenazah Gus Idris Tiba
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Ribuan santri dan keluarga menyambut kedatangan jenazah KH Ahmad Idris Marzuqi, pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur. Pihak keluarga semakin menangis histeris ketika jenazah keluarkan dari mobil ambulan RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Jenazah kemudian dimandikan dan dikafani. Tetapi serangkaian proses penghormatan itu dilakukan pihak keluarga secara tertutup. Setelah itu, jenazah disholati pada masjid kawasan Ponpes Lirboyo Kediri.

"Berdasarkan musyawarah keluarga, jenazah akan dimakamkan di tempat pemakaman keluarga pada pukul 20.00 WIB nanti. Saat ini, pihak keluarga masih menunggu kerabat dan keluarga lain yang berasal dari luar kota," ujar KH. Khafabihi Mahrus, pengasuh Ponpes Lirboyo, Senin (09/6/2014).

Gus Khafabihi mengatakan, Gus Idris, panggilan akrab KH. Idris Marzuqi, sempat berpesan kepadanya dan para keluarga. Pesan Gus Idris adalah meminta agar memajukan Ponpes Lirboyo. Sebab, keberadaan pondok sangat berguna bagi bangsa dan negara.

"Beliau sosok sesepuh yang sangat bijaksana. Mengalah dengan keluarga. Beliau adalah suri tauladan bagi semuanya," kata Gus Khafabihi.
09 June 2014
Puluhan Santri Pondok Pesantren Lirboyo Menggali Tempat Pemakaman
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Puluhan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo, Kota Kediri, Jawa Timur saat ini sedang menggali makam untuk tempat peristirahatan terakhir KH. Ahmad Idris Marzuqi, pengasuh Ponpes Lirboyo. Makam tersebut berada di tempat pemakaman keluarga yang berada di dalam lingkungan pondok.

Menurut KH. Atok ila sholakhuddin , keponakannya , Gus Idris pemakaman tersebut,  merupakan komplek pemakaman keluarga.  Makam KH Idris marzuki berada di dekat abah dan uminya dan saudara-saudaranya.

Sementara itu, para santri lain saat ini sedang mengirim doa untuk Gus Idris, sapaan akrab KH. Idris Marzuqi. Santri lain sedang mempersiapkan segala kebutuhan pemakaman, seperti tempat memandikan dan tempat para pentakziah. Menurut informasi yang didapat, jenasah Gus Idris saat ini sedang dalam perjalanan dari RSUD Dr. Soetomo ke Kota Kediri. Jenasah sudah sampai di wilayah Kabupaten Jombang.
09 June 2014
Pihak Keluarga dan Santri Persiapkan tempat Pemakaman
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Pihak keluarga bersama para santri saat ini sedang mempersiapkan tempat pemakaman yang ada di pemakaman keluarga , lingkungan ponpes lirboyo . sementara santri yang lain tengah menggelar acara tahlil . saat ini jenasah telah dibawa dari rumah sakit dan dalam perjalanan menuju ke rumah duka .
 
menurut keterangan KH. Atok ila sholakhuddin , keponakannya , Gus Idris dikenal sebagai sosok kiai yang sabar , ngemong keluarga , mengayomi dan peduli terhadap para santri . meskipun dalam keadaan sakit , tetapi Gus idris tetap memaksa hadir pada setiap acara pondok .
 
Gus idris meninggalkan seorang istri bernama nyai adiniya dan seorang putri bernama tu'tik amanah nafisah . gus idris merupakan putra pasangan kh. marzuki dahlan dan ibu nyai maryam Abdul Kharim . Gus idris menjadi pengasuh ponpes lirboyo sejak tahun 1985 , bersama dua sepupunya KH. khafabihi mahrus dan KH. Anwar Mansur .
 
sebelum wafat , gus idris sempat dilarikan ke rumah sakit umum daerah gambiran kota kediri , dan dibawa ke rumah sakit bhayangkara kota kediri , pada minggu , 08 juni 2014 pukul 18.00 wib . karena kondisi kesehatannya semakin kritis , pada pukul 01.00 wib , Gus Idris dirujuk ke RSUD dokter soetomo surabaya .
 
09 June 2014
Pengasuh Podok Pesantren Lirboyo KH Idris Marzuki Tutup Usia
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Wafatnya pengasuh pondok pesantren (Ponpes) Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur KH. Idris Marzuki meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga dan seluruh santri. Gus Idris, begitu panggilan akrabnya, dikenal sebagai sosok yang mengayomi keluarga dan sangat peduli terhadap para santri.

"Sosok beliau sebagai seorang yang sabar, ngemong keluarga, dan mengayomi.  Menurut KH. Atok Ila Sholakhuddin, keponakan Gus Idris Beliau sangat peduli sekali terhadap para santri. Kadang beliau sakit parah ada acara pondok, tetap memaksa hadir. Gus Idris memiliki nama panjang KH. Ahmad Idris Marzuqi. Gus Idris wafat diusianya yang ke-74 tahun. Gus Idris meninggalkan seorang istri dan seorang anak. Istri Gus Idris bernama Ibu Nyai Adiniya dari Ponpes Kunir, Kabupaten Blitar. Sementara putri semata wayangnya bernama Tu'tik Amanah Nafisah.

Gus Idris merupakan putra pasangan KH. Marzuki Dahlan dengan Ibu Nyai Maryam Abdul Kharim. Sejak tahun 1985 silam, Gus Idris menjadi pengasuh Ponpes Lirboyo Kota Kediri bersama dua saudara sepupunya, KH. Abdulloh Kafabihi dan KH. Anwar Mansur. "Kiai Idris mulai memegang pondok setelah Kiai Markrus wafat pada tahun 1985. Tongkat kepemipimpinan tersebut etafet ke kiai Idris. Gus Idris meninggal dunia sekitar pukul 09.45 WIB di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Gus Idris menderita penyakit jantung. Gus Idris sempat dibawa ke RSUD Gambiran Kota Kediri, kemudian dirujuk ke RS Bhayangkara Kota Kediri dan selanjutnya di RSUD Dr. SOetomo Surabaya.
Page 906 of 955     ‹ First  < 904 905 906 907 908 >  Last ›