Berita - Kediri Hari Ini

23 April 2014
Ratusan Pedagang Pasar Loak Geruduk Pemkot Kediri
Radio ANDIKA - Kediri -Jatim - Sedikitnya 300 Pedagang Kaki Lima (PKL) Pasal Loak Kaliombo Kota Kediri, Jawa Timur menggeruduk Balai Kota Kediri. Bekas pedagang pasar loak Jalan Sriwijaya dan Patiunus itu berunjuk rasa menuntut dikembali ke tempat semula. Pedagang mengaku, sejak direlokasi ke Pasar Loak Kaliombo pedapatan mereka merosot tajam. Bahkan, sebagian pedagang mengaku, penghasilannya tidak cukup untuk makan sehari-hari.

"Kami minta semua dikembalikan ke pasar loak sriwijaya dan patiunus. Kami sudah memilih Mas Abu dalam Pilwali Kediri kemarin. Seharusnya Mas Abu mengerti keinginan kami untuk kembali," ujar Suharti salah satu pedagang di depan Balai Kota Kediri, Rabu (23/4/2014) pagi.

Menurut Suharti, saat berjualan barang bekas di Pasar Loak Jalan Sriwijaya dan Patiunus sehari dapat laba antara Rp 17-20 ribu. Tetapi semenjak dipindah ke Pasar Loak Kaliombo, pendapatannya anjlok hanya Rp 5 ribu per hari. Massa datang dengan menaiki dua mobil pick up bak terbuka yang ditumpangi shound sistem, serta membawa bekas tenda semi permanen yang sudah dipreteli. Massa juga membawa berbagai poster berisi tuntutan dikembalikan ke pasar semula. Saat ini, sejumlah koordinator aksi tengah berdialog dengan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar. Sementara di luar balaikota, massa terus berorasi sambil memberikan pertunjukkan jaranan.
22 April 2014
Komisioner KPU Kota Kediri Diteror SMS Kematian.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Salah satu anggota Komisioner KPUD Kota Kediri, Jawa Timur menjadi korban teror SMS berantai berisi kabar kematiannya. Kejahatan cyber crime tersebut dilakukan oleh pihak yang tidak menerima kekalahan dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014.

Dialah Samanhudi, anggota Komisioner KPUD Kota Kediri yang menjadi korban kejahatan teror SMS. Dia dikabarkan telah meninggal dunia karena kecapekan, sebagai penyelenggara pemilu. SMS berantai tersebut dikirimkan oleh sebuah nomer tertentu kepada kalangan pejabat pemerintah kota kediri, tokoh masyarakat, tokoh dari 12 partai politik (parpol)  hingga sejumlah aktivis pergerakan pemuda di Kota Kediri.

Menurut Samanhudi, SMS berantai yang menyatakan kematiannya, sudah termasuk dalam kategori teror  dan pelaku telah melakukan kejahatan cyber crem. Sebab, dengan beredarnya sms kematian dirinya / membuat ia dan keluarganya tidak tenang.

Ini adalah kejahatan cyber crime. Saya berencana melapor secara resmi ke kantor polisi, namun masih menghitung azas manfaatnya. Melalui media masa, saya menghimbau, kepada pelaku agar  menyadari bahwa perbuatannya telah melawan hukum, dan saya tidak segan-segan untuk menuntut baik secara meterial maupun inmaterial,” ancam Samanhudi, Selasa (22/4/2014)

Sementara itu, teman sesama anggota Komisioner KPUD Kota Kediri Zaenal Arifin menyayangkan aksi teror sms kematian yang ditujukan kepada Samanhudi. Menurut wartawan senior di Kediri itu, teror sms tersebut mencerminkan perilaku berpolitik yang tidak santun

Sementara itu, akibat sms berantai kabar kematian Samanhudi, banyak kalangan pejabat dan aktivis serta tokoh agama dan tokoh partai yang melakukan konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan dan keluarganya. Bahkan, sejumlah pegawai sekretariat kpud sudah berniat melayat ke kediaman Samanhudi.
22 April 2014
Komisi C DPRD Kota Kediri, Pantau PPDB
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Komisi C DPRD Kota Kediri berencana memanggil Dinas Pendidikan Kota Kediri, menjelang penerimaan siswa baru. Dewan tidak mau kecolongan lagi dengan ulah guru dan kepala sekolah yang mencari keuntungan pribadi saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) seperti tahun-tahun sebelumnya. Hadi Sucipto, ketua Komisi C DPRD Kota Kediri mengatakan, sesuai hasil rekomendasi panitia khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota, pada PPDB tahun lalu masih ada keluhan dari masyarakat akibat adanya sejumlah tarikan-tarikan terhadap siswa baru. Untuk tahun ini karena ada RAPBS, maka bisa diketahui dikontrol tarikan tarikan apa saja yang diperbolehkan dibebankan pada siswa.

Hadi Sucipto menambahkan, pemerintah sudah lama mencanangkan pendidikan gratis sehingga idealnya tidak boleh lagi ada tarikan-tarikan yang membebani wali murid. Untuk itu, dalam waktu dekat, Komisi C akan mengagendakan rapat komisi bersama Dinas Pendidikan.
22 April 2014
Penjaga Toko Dianiaya, Lapor Polisi
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Tutik Lestari warga Dusun Gading Parang Desa Banyakan Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, melapor ke polisi karena menjadi korban penganiayaan. Kejadian itu bermula, ketika Tutik yang sedang beraktifitas menjaga toko di Jalan Tembus Kaliombo Kelurahan Kaliombo Kecamatan Kota Kediri didatangi oleh Irwan Ponirin warga Kelurahan Kaliombo Kecamatan Kota Kediri yang langsung marah marah.

Kemudian terjadilah cek cok mulut dan Irwan tiba tiba menampar Tutik menggunakan tangan kosong sebanyak 4 kali mengenai muka sebelah kanan dan kiri serta menendang Tutik mengenai paha sebelah kiri, lalu memaki maki Tutik dan mengancam menggunakan golok. Atas kejadian tersebut dilaporkan ke Polres Kediri Kota guna proses lebih lanjut. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan beberapa saksi untuk dimintai keterangan. Selanjutnya, Irwan juga akan dipanggil untuk dilakukan pemeriksaan.
22 April 2014
Pencurian Mobil,Terjadi Di Kota Kediri
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Setelah banyak terjadi pencurian sepeda motor, kini berganti menjadi pencurian mobil. Polres Kediri Kota, hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap kasus pencurian mobil yang terjadi di Gang Masjid Al Huda Kelurahan Ngadirejo Kota Kediri. Hari Purnomo warga Jalan Ngadisimo Kelurahan Ngadirejo Kota Kediri, memarkir mobil milik Arif Mufrodi Mitsubishi T untuk digunakan mengantar keramik. Karena kemalaman, Hari membawa mobil tersebut ke rumah, dalam keadaan terkunci. Namun, saat bangun tidur, mobil yangh diparkir didepan rumah telah hilang. Lantas, Hari melaporkan kejadian tersebut pada Arif dan diteruskan pada pihak kepolisian.

Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, pihaknya berharap pada masyarakat, agar pemilik kendaraan roda 2 dan roda 4 melengkapi dengan kunci ganda. Siswandi juga menambahkan, pihaknya masih melakukan serangkaian penyelidikan atas kasus tersebut. Akibat menjadi korban pencurian, Arif menderita kerugian 115 juta.
 
22 April 2014
Bapak Satu Anak, Selama 10 Tahun Terpasung karena Gangguan Jiwa
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Seorang bapak satu anak, di desa susuk bangau Kecamatan Ringin Rejo Kabupaten Kediri, harus tinggal menetap selama 10 tahun dalam kondisi telanjang dan kedua kaki terpasung.Dia adalah Mashuri (39).penderitaan yang dialami Masuri tidak berhenti sampai disitu, alat kelaminya mengalami luka infeksi akibat sebuah cicin emas yang dimasukan sendiri ke batang kemaluanya.Dikatakan kakak perempuan Masuri, bernama Supriyatin (55),sebenarnya pihak keluarga tidak sampai hati memasung kedua kaki bersangkutan .Namun karena sering mengamuk dan bisa membahayakan keselamatan nyawa orang lain akhirnya pihak keluarga terpaksa menempuh cara tersebut.Supriyatin menduga,adiknya tersebut terguncang jiwanya setelah sempat diejek oleh istrinya, yang baru saja pulang dari Arab saudi bekerja sebagai TKW.

Perkataan istrinya tadi, kemudian menjadi beban piskologis Masuri.Sehingga ia memutuskan untuk pergi meninggalkan keluarganya bertolak ke Banyuwangi untuk berguru menuntut ilmu, sepulangnya dari sana mendadak Masuri mengalami gangguan jiwa. Gangguan kondisi piskologis. Masuri semakin menjadi tak kala ia diceraikan oleh istrinya. Beban itu semakin berat ditanggungnya semenjak ia ditinggal mati oleh ibunya.Kondisi yang dialami Masuri ini, ternyata menyita perhatian dari, petugas Puskesmas Kecamatan Ringin Rejo Kabupaten Kediri untuk sidak langsung, melihat kondisi kesehatan Mashuri.Menurut Kristina rencananya Mashuri akan dibawah ke Rumah Sakit Jiwa Lawang Malang untuk berobat besok." Kita sudah laporkan ke Dinas Kesehatan, besok dirujuk ke RSJ Lawang. " Terang Kristina selaku perawat penanggung jawab jiwa Puskesmas Kecamatan Ringin Rejo.
21 April 2014
Situs Rumah Masa Kecil Bung Karno Rayakan Hari Kartini
 RADIO- ANDIKA -KEDIRI-JATIM -Banyak cara dilakukan untuk merayakan peringatan hari Kartini. Seperti dilakukan warga di situs rumah masa kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri merayakan hari Kartini dengan merias warga kurang mampu, Minggu (20/4/2014).
 
Ada 21 warga kurang mampu didandani dengan pakaian kebaya berikut sanggulnya. Warga yang dirias ini semuanya merupakan warga kurang mampu yang ada di Desa Pojok.
 
Selain dirias supaya tampil cantik dan anggun, 21 perempuan itu juga mendapatkan bingkisan. "Kami memberi bingkisan pakaian kebaya kepada 21 ibu-ibu yang kami rias," ungkap  Usworini, Ketua Panitia peringatan Hari Kartini di situs rumah masa kecil Bung Karno kepada Surya.
 
Warga yang mendapat santunan itu selain kurang mampu juga telah menjadi janda. Kebetulan tema peringatan Hari Kartini tahun ini dipilih "Egaliter Kartini kepada rakyat".
Sementara peringatan hari Kartini di situs rumah masa kecil Bung Karno juga diisi dengan berbagai kegiatan kesenian.
 
Acara ini melibatkan pelajar TK sampai SMA, namun seluruh panitia dan pelaku kegiatan semuanya dilakukan perempuan.
 
"Acara musik keroncong dan karawitan serta paduan suara dilakukan anak-anak perempuan. Juga ditampilkan  Teater Improvisasi yang menggambarkan biografi Kartini," tambahnya.
 
Acara pamungkas bakal ditutup dengan pemutaran film biografi sejarah Kartini karya Sumanjaya. Film biografi ini dibuat Sumanjaya pada 1983.
 
Untuk panitia sampai seksi sibuk semuanya dilakukan ibu-ibu.
 
Usworini berharap dengan peringatan hari Kartini yang dilakukan ibu-ibu di pedesaan membuat generasi penerus pejuang meneladani hasil perjuangan Kartini. Kebetulan di situs rumah masa kecil Bung Karno sudah punya kelompok kesenian karawitan yang telah mahir melantunkan gending-gending Jawa.
 
"Mudah-mudahan upaya ini membuat generasi muda ikut melestarikan budaya Jawa.
Emansipasi perempuan diharapkan tetap nenjaga kodratnya tetap di belakang suami," ungkapnya.
21 April 2014
Wawali Kediri Ajak PNS Teladani Kartini
RADIO ANDIKA -KEDIRI -JATIM - Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah berpesan kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) khususnya PNS perempuan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri agar meneladani sifat-sifat kepahlawanan Kartini. Filosofi 'Habis Gelap Terbitlah Terang' ajaran Kartini, menurut Lilik hanya dapat dicapai, melalui kebersamaan dan optimis dalam menatap masa depan.

" Melalui kebersamaan dan optimis kedepan akan hadir kemajuan dan penghargaan yang dicapai Kota Kediri. Raden Ajeng Kartini adalah sosok perempuan yang punya cita-cita luruh dan berjuang untuk perempuan. Pelopor kebangkitan kaum perempuan. Menjadi emansipasi dan sumber inspirasi bagi kita semua. Maka, kita semua harus meneladani," ujar Lilik Muhibbah, dalam amanatnya saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kartini di Balai Kota Kediri, Senin (21/4/2014)

Masih kata Ning Lik, begitu sapaan akrabnya, ia mengajak semua perempuan untuk kembali mengingat peran Kartini dalam perjuangan bangsa Indonesia. Sebagai sesama kaum perempuan, Ning Lik menghendaki, semua perempuan, khususnya PNS di Pemkot Kediri untuk menjadi perempuan tangguh.

" Seorang perempuan sebagai ibu untuk anak-anaknya. Karena ibu akan lebih banyak membentuk watak dan karakter sebagai generasi penerus bangsa. Sehingga apabila kehidupan berbangsa dan bernegara diawali dengan rumah tangga yang baik, maka cita-cita akan dicapai. Seperti ajaran Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang," imbuh Ning Lik.

Upacara Hari Kartini di Kota Kediri diikuti oleh seluruh PNS di lingkungan Pemkot Kediri dan jajaran dinas. Ada yang berbeda dalam upacara kali ini, semua PNS perempuan memakai kebaya, dan bagi pria mengenakan batik. Selain diikuti oleh para PNS, upacara juga diikuti oleh kaum pelajar dan pihak keamanan. Upacara ditutup dengan acara devile atau penghormatan kepada Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar oleh para PNS, dari masing-masing satuan kerja (satker).
21 April 2014
Refleksi Hari kartini 21 april, puluhan aktivis aliansi penduli perempuan dan anak kediri turun ke jalan menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak yang akhir-akhir ini marak terjadi
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Dengan membentangkan baliho berukuran besar berisi petisi 21 april 2014 , sebanyak 50 orang aktivis aliansi peduli perempuan dan anak kediri , appak , menggelar aksi simpatik di depan alun-alun kota kediri - jawa timur .  massa menyatakan secara tegas , kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah kejahatan kemanusiaan .
 
perkara tindak pidana yang menempatkan perempuan dan anak seperti yang dialami oleh siswi tk jakarta international school , jis , menjadi kado duka dalam momentum hari kartini . selain itu , belum optimalnya penyelenggaraan negara terhadap problematika kekerasan terhadap perempuan dan anak mematik reaksi para aktivis appak untuk melakukan berbagai tuntutan .
 
Diantaranya , mendesak pengaktifan pusat pelayanan terpadu (PPT) , yang selama ini mandul , mensukseskan kota kediri sebagai kota layak anak tahun 2005 , serta menempatkan SDM birokrasi yang kompeten dan profesional dalam bidang perlindungan perempuan anak . aktivis kemudian menandatangani petisi itu bersama , sama bersama sejumlah elemen dan pelajar .
 
ketua paguyuban peduli perempuan kota kediri menyatakan , kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak terjadi karena kurangnya kepedulian semua pihak , baik orang tua maupun pemerintah . oleh karena itu , pihaknya meminta para orang tua untuk tidak teledor , dan pemerintah bisa lebih dalam menegakkan hukum .
 
Sementara itu , lembaga perlindungan anak(LPA), kediri mencatat , pada tahun 2013 telah terjadi 14 perkara kekerasan yang dialami anak . Sementara di awal tahun ini sudah ada 4 kasus kekerasan terhadap anak , yang kesemuanya adalah kekerasan seksual . satu kasus selesai dengan restorasi justice , sementara tiga kasus segera masuk ke persidangan .
 
Kekerasan terhadap anak merupakan fenomena gunung es , yang belum terbongkar banyak . oleh karena itu , pihaknya kampanyekan kepada masyarakat , apabila mengetahui kejahatan terhadap anak , agar segera melaporkan ke pihak kepolisian atau lembaga swadaya masyarakat , lsm . aktivis mengakhiri aksinya dengan membagikan brosur dan gelang pencegakan kekerasan kepada tukang becang dan tukang parkir serta aparat kepolisian .
 
 
21 April 2014
Pelaku Pencurian Sepeda Motor, Manfaatkan Polisi Yang Sedang Fokus Pengamanan Proses rekapitulasi
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Ada indikasi pelaku kejahatan jalanan yang kerap kali beraksi di wilayah Kota Kediri akhir akhir ini,sengaja memanfaatkan momentum Pileg untuk beraksi, dimana perhatian petugas Ke Polisian pecah karena masih terfokus pada pengamanan proses Rekapitulasi. Maka dari itu, kata Kasubag Humas Polres Kediri Kota Akp Siswandi, pimpinan telah mengintruksikan bagi Babinkamtibmas, serse serta jajaran Intelejen dari polsek samping yang tergabung dalam satgas pengamanan rekapitulasi untuk segera keluar, turun kembali ke lapangan melakukan penyelidikan sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat agar lebih berhati hati, terhadap kedatangan orang asing yang tinggal indekost mau pun mengontrak sebuah rumah."

Jangan sampai, bahwa ada warga yang bukan Kediri Kota, tujuan beralasan kuliah atau mencari pekerjaan disini, namun ternyata dibuat modus." Kata Siswandi. Indikasi ini menguat, jika setiap kali ada kejadian, pada saat petugas kepolisian melakukan pengejaran dan menutup ruang gerak pelaku dengan menjaga ketat setiap perbatasan, mereka selalu bisa kabur, meloloskan diri. " Kami menghimbau kepada pak RT, mau pun pemilik kost, apabila ada orang yang mau kost atau kontrak, jangan diterima dulu, sebelum mereka menunjukan Kartu Identitas yang dimiliki." Tandasnya

.Meski, beberapa anggota dari satgas ditarik,kembali ke Polsek. Namun hal itu tidak mengurangi pengamanan rekapitulasi yang dilakukan. Ketika disinggung mengenai,para pelaku kejahatan memang sengaja beraksi, disaat petugas ke Polisian sedang siaga 1, terlibat dalam pengamanan rekapitulsi, mantan kasat Reskrim ini tidak menampik hal itu.Menurutnya kemungkinan tersebut bisa saja terjadi.Sebab para pelaku kejahatan, ini selalu beraksi melancarkan aksinya jika ada kesempatan.
Page 1 of 476      1 2 3 >  Last ›

Radio Online

Live Streaming :
Radio 1
Radio 2
Radio 3

Acara Hari Ini

 

05:30 Dzikir Pagi
05:30 Indonesia Gemilang
08:00 Citra Andika 
11:00 Indonesia Gemilang

13:00 Simpang Siur
15:00 
Indonesia Gemilang

18:00 Ekspresi Musik Indonsia
21:00 Senandung Rindu 

24:00 Senandung Malam

 

SMS XL (real size)