Berita - Kediri Hari Ini

29 August 2014
Rekening tabungan dibobol pencuri, seorang PNS asal Kelurahan Burengan Kota Kediri rugi puluhan juta rupiah.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Ulis Triningsih (34) seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Kelurahan Burengan Kota Kediri melapor ke polisi setelah rekening tabungannya dibobol pencuri. Peristiwa bermula saat korban hendak mengadu ke salah satu servis centre bank di wilayah kota Kediri. Setelah selesai dan dilakukan pengecekan saldo, uang yang didalam tabungan telah berkurang sebesar 40 juta rupiah. Ke esokan haarinya, korban kembali mendatangi pihak Bank dan membenarkan jika korban telah mentransfer sejumlah uang ke orang lain.

Merasa menjadi korban pencurian, Ulis melapor ke Polres Kediri Kota. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan, masih melakukan serangkaian penyidikan dengan memeriksa saksi dan korban serta mengumpulkan alat bukti. Siswandi menambahkan, pihaknya juga sudah mengamankan foto copy rekening Koran sebagai barang bukti. Sementara itu akibat menjadi korban pencurian, ulis menderita kerugian lebih dari 40 juta rupiah.
 
29 August 2014
Pemkot Kediri akan evaluasi penjagaan ketat di eks lokalisasi Semampir.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Munculnya sejumlah keluhan dari warga RW 5 ketatnya penjagaan di eks lokalisasi Semampir dan berdampak lumpuhnya perekonomian, Pemkot Kediri mengaku akan mengevaluasi proses penjagaan ketat yang dilakukan petugas gaabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP. Wakil walikota Kediri Lilik Muhibbah mengatakan, pihaknya tidak serta merta menarik pasukan penjagaan di eks lokalisasi Semampir, melainkan akan melakukan evaluasi terlebih dahulu. 

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Budhi Herdi Susianto mengaku penjagaan di eks lokalisasi emampir merupakan hasil kesepakatan bersama Pemkot Kediri. Sehingga, selama tidak ada perintah dari Pemkot Kediri untuk menarik pasukan, pihaknya tidak akan menarik anggotanya dari eks lokalisasi. Kapolres menambahkan, dalam setiap harinya Polre menempatkan 30 anggotanya untuk berjaga di eks lokalisasi semampir secara bergantian, bersama TNI dan Satpol PP.
29 August 2014
Tunggu rencana kebijakan alih fungsi, warga di eks lokalisasi Semampir Kota Kediri meminta Pemkot menarik aparatnya yang berjaga.
Radio ANDIKA - Kediri -Jatim - Beberapa warga yang tinggal di RW 5 Kelurahan Semampir Kota Kediri meminta Pemkot tidak berlebihan dengan melakukan penjagaan ketat di eks lokalisasi Semampir. Karena, dengan adanya penjagaan ketat, roda perekonomian macet total. Tidak ada lagi aktifitas jual beli di sejumlah warung maupun pertokoan disana. Ketua RT 26 RW 5 Kelurahan Semampir kota kediri Sardi mengatakan, sejak dijaga aparat kepolisian, warga kebingungan mencukupi kehidupan sehari-hari.

Karena roda perekonomian macet total, pasca adanya penjagaan ketat dari aparat TNI, Polri dan Satpol PP. Untuk itu, pihaknya berharap, Pemkot tidak berlebihan dengan melakukan penjagaan ketat dan segera menarik pasukan sebelum menemukan titik temu alih fungsi. Sebelumnya, wakil walikota Kediri Lilik Muhibbah mengaku sudh menyiapkan anggaran sebagai kompensasi dampak penutupan eks lokalisasi. Wawali mengaku paling cepat anggaran kompensasi senilai 750 ribu per kepala keluarga sudah bisa dicairkan paling cepat awal September.
28 August 2014
Rumah terbakar, seorang pedagang asal Dusun Jatirejo Kecamatan Banyakan rugi puluhan juta rupiah.
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Warga Dusun Jatirejo Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, digemparkan dengan adanya sebuah rumah yang terbakar. Peristiwa pertama kali diketahui oleh Fadholik (44) pemilik rumah. Saat tertidur, korban terbangun karena merasa kepanasan, dan melihat api sudah membakar dapur. Mengetahui hal itu, korban langsung keluar rumah melalui pintu depan membawa sepeda motor. Mengetahui hal itu, korban berusaha mencari bantuan ke tetangga untuk memadamkan api tetapi api telah membesar dan rumah terbakar habis beserta isinya.

Api baru bisa dipadamkan setelah mobil pemadam kebakaran datang kelokasi kejadian. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi mengatakan , masih melakukan penyelidikan tentang penyebab terjadinya kebakaran. Siswandi menambahkan, dari hasil olah TKP, Fadholik menderita kerugian sekitar 40 juta rupiah
 
28 August 2014
Ratusan PKL Kota Kediri Unjuk Rasa Kecam Kebijakan Walikota
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Ratusan warga yang mengatasnamakan diri Masyarakat Peduli Kebijakan (MPK) Kediri Raya, berunjukrasa Gedung DPRD dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri. Mereka menentang kebijakan Pemkot Kediri yang akan menutup total eks Lokalisasi Semampir tetapi tidak melibatkan warga. Selain itu mereka juga menolak penggusuran Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Jayabaya Kota Kediri.

Setelah berorasi, 10 orang perwakilan massa kemudian diijinkan masuk menemui anggota DPRD. Anggota DPRD Kota Kediri Teguh Wijaya menuturkan, tuntutan pengunjukrasa cukup realistis. Dalam waktu dekat pihaknya akan terjun langsung ke lapangan untuk nantinya dijadikan bahan hearing dengan eksekutif.

Sementara itu tuntutan para pengunjuk rasa dipastikan tidak membuahkan hasil. Sebab, anggota dewan tidak dapat berbuat banyak, karena mereka baru saja dilantik dan alat kelengkapan dewan belum terbentuk.(Hadi)
28 August 2014
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Peningkatan kinerja dalam hal penyusunan dan penetapan peraturan daerah (perda) dilakukan DPRD Kabupaten Kediri periode 2009-2014. Selama lima tahun, lembaga legislatif itu menghasilkan 77 peraturan daerah (perda). Dengan demikian setiap tahun setidaknya telah dibuat rata-rata sebanyak 12 perda. Jumlah tersebut lebih banyak dibanding produk hukum yang dihasilkan anggota DPRD periode sebelumnya, yang rata-rata kurang dari 10 setiap tahunnya. Sementara itu Perda inisiatif yang dihasilkan selama 5 tahun tercatat ada 7 Perda.

Sentot Jamaludin wakil ketua DPRD Kabupaten Kediri menuturkan kinerja tersebut ditargetkan meningkat pada periode 5 tahun ke depan. Untuk perda inisiatif paling tidak meningkat 100 persen yakni 14 perda.

Sentot Jamaludin menambahkan usulan perda inisiatif merupakan indikator kinerja dewan sehingga periode ini harus ditingkatkan. Utamanya perda yang menjadi produk hukum yang  menyangkut kesejahteraan masyarakat.(Hadi)
27 August 2014
Depresi, Warga Tawang Wates Bunuh Diri
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Rifai (37) warga desa Tawang Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Rabu (27/8),  ditemukan meninggal dunia dengan cara tidak wajar gantung diri. Kabag Humas Polres Kediri Akp Budi Nurcahyo, menyebutkan peristiwa ini kali pertama diketahui, oleh orang tua korban. Awalnya orang tua korban yang saat itu pulang ke rumah, mengetahui pintu dalam kondisi terkunci dari dalam. Namun ketika dilihat, saksi terkejut, begitu tahu puteranya tersebut sudah dalam posisi  menggantung di dalam kamar mandi. Mengetahui kejadian ini, saksi lalu meminta pertolongan warga.

Petugas Polsek Wates yang menerima laporan terkait peristiwa gantung diri tersebut langsung meluncur ke lokasi. Dilokasi kejadiann, petugas mengamankan alat bukti beruapa tali tampar hijau sepanjang 2 meter, yang dipergunakan korban untuk bunuh diri. Serta celana panjang warna coklat yang dipakainya.

Saat dilakukan pemeriksaan visum luar, team medis tidak menemukan bekas tanda aniaya ditubuh korban. Diketahui diperoleh keterangan jika sebelumnya, 2  hari lalu korban sempat mengutarakan perminaan maaf pada keluarganya. Kapolsek Watez Akp Edi Subandrio ketika dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan, jika selama ini korban mengalami tekanan batin atau depresi.

" Istilahnya tekanan batin, atau depresi begitu." Ujar Kapolsek.
27 August 2014
Peduli Anak Putus Sekolah, Dinsosnaker Kota Kediri Kumpulkan Anak Jalanan ANDIKA FM, Kediri – Jatim - Dinas Sosial Kota Kediri Rabu (27/08/2014)  siang mengumpulkan sekitar 20 anak jalanan dan pengamen yang asli warga Kota Kediri. Mereka diberi pembinaan dan pendidikan terkait hak-hak anak terutama hak mendapatkan pendidikan.

Petugas juga mendata dan menghimpun permasalahan permasalahan yang dialami mereka, seperti perlakuan diskriminasi, penelantaran maupun permasalahan dalam pergaulan yang berakibat hukum. Dari pertemuan itu nantinya akan disusun rencana tindak lanjut dan langkah kongkrit untuk mengatasi permasalahan mereka.

“bekerjasama dengan lembaga Perlindungan Anak (LPA) kami petakan dulu permasalahannya selanjutnya kita ambil solusinya sebab urusan anak jalanan dan pengamen ini cukup kompleks,”kata Rahayu, Kasi Perlindungan Sosial dan Pelayanan Masyarakat Dinsosnaker Kota Kediri.

Sementara itu sejumlah anak jalanan yang mengikuti acara tersebut sangat antusias untuk menyampaikan problem yang selama ini mereka alami. Bahkan mereka yang hanya lulus SD dan SMP meminta pemerintah daerah memasukkan mereka di sekolah kejar paket secara gratis.(Hadi)
27 August 2014
Polres Kediri Kota Tangkap Pengedar Narkoba Jenis Sabu sabu
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Polres Kediri Kota berhasil menangkap seorang pengedar narkoba jenis sabu sabu. Petugas berhasil menangkap Candra Defi Prasetyo warga Desa Nglawak Kecamatan Kertosono kabupaten Nganjuk, saat berada di depan Indomart Kelurahan Dermo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Penangkapan terhadap Candra bermula atas informasi dari masyarakat, jika diwilayah Kelurahan Dermo ada peredaran narkoba. Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil menangkap Candra.

Dari penangkapan tersebut, petugas menyita barang bukti berupa 5 klip plastic kecfil dengan berat 4 koma 86 gram sabu sabu. Kemudian, polisi mengembangkan dengan mendatangi rumah Candra. Saat penggeledahan dari rumah Candra, polisi menemukan barang bukti berupa 12 klip dengan berat 5 koma 1 gram sabu sabu yang disimpan di kandang ayam, sebuah Hp, 1 timbangan elektronik, dan uang tunai sebesar 320 ribu sebagai barang bukti. Menurut Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Siswandi, pihaknya akan mengembangkan kasus tersebut guna menangkap pelaku lainnya.
26 August 2014
Polsek Kandat Kejar Pelaku Pembobol Rumah
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Polsek Kandat hingga saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembobolan rumah milik Yuli Sukarno warga Desa Tegowangi Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, hingga Yuli menderita kerugian puluhan juta rupiah. Kejadian tersebut bermula, saat Yuli pulang kerja mendapati rumahnya dalam keadaan acak acakan. Kemudian, Yuli langsung melakukan pengecekan kedalam rumah, dan mendapati barang barang miliknya seperti uang tunaisebesar 11 juta, perhiasan emas berupa 2 buah kalung, 2 liontin senilai 30 juta, 1 unit laptop, dan 1 buah Hp telah hilang.

Kejadian tersebut, kemudian dilaporkan pada pihak kepolisian. Petugas yang mendapatkan laporan, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Diperkirakan, pelaku masuk kedalam rumah Yuli, dengan cara mencongkel jendela tralis dan pintu kamar. Selain itu, polisi juga menemukan 2 buah linggis dan sepasang sandal jepit yang diperkirakan milik pelaku. Saat ini polisi masih melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Akibat menjadi korban pencurian, Yuli menderita kerugian sebesar 52 juta.
Page 1 of 517      1 2 3 >  Last ›