Berita- Info ANDIKA

26 November 2014
Walikota Kediri Menilai UMK Kota Kediri 2015 Sudah Ideal
Radio ANDIKA- Kediri- Jatim- Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar berharap pihak pengusaha maupun buruh untuk menghormati keputusan penetapan UMK 2015 yang sudah disetujui oleh gubernur. Untuk Kota Kediri UMK 2015 ditetapkan Rp.1.339.750.
 
Penetapan ini berdasar pengajuan Dinas Tenaga Kerja yang pengusulannya sudah melalui proses  seperti survei KHL dan rapat bersama tim dewan pengupahan.
 
“penentuan KHL memang seringkali melalui pembahasan yang alot mengingat harus bisa mengakomodir kepentingan pengusaha sekaligus harapan para buruh. Jumlah UMK 2015 yang sudah diputuskan oleh gubernur menurut saya sudah ideal bagi pengusaha dan buruh,”kata Abu Bakar.
 
Walikota Abdullah Abu Bakar menambahkan, UMK 2015 yang sudah diputuskan gubernur harus direalisasikan terhitung mulai Januari 2015 oleh setiap perusahaan. Tetapi bagi perusahaan yang merasa keberatan dengan nominal UMK 2015 bisa mengajukan penangguhan melalui Dinas  Tenaga Kerja.(Hdi)
26 November 2014
Tidak Ada Kerugian Negara, Proyek Multy Years Kota Kediri Dilanjutkan
Radio ANDIKA- Kediri- Jatim- Dinas PU Kota Kediri segera menyurati kepolisian dan kejaksaan perihal kelanjutan pembangunan tiga mega proyek multi years, yakni Jembatan Brawijaya, RSUD Gambiran II dan Poltek. Ini menyusul  turunnya audit dari BPKP terhadap 3 proyek tersebut.
 
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri Hadi Wahyono menuturkan, hasil audit BPKP menyebutkan, nilai fisik tiga mega proyek tersebut lebih besar daripada biaya yang sudah dikeluarkan oleh Pemkot. Jadi dipastikan pengerjaan tiga proyek itu tidak menyalahi aturan. Apalagi sesuai catatan BPKP tidak ada kerugian negara.
 
“dalam waktu dekat saya akan segera menyurati lembaga penegak hukum terkait kelanjutan pembangunan tiga mega proyek multi years,”ujar Hadi Wahyono.
 
Hadi Wahyono menambahkan dalam APBD 2015, dianggarakan 80 milyar untuk penuntasan  tiga mega proyek tersebut. Harapannya tiga mega proyek ini segera selesai sehingga tidak mangkrak dan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan public.(Hdi)
 
26 November 2014
Warung Dilempar Batu, Warga Sumatera Barat Lapor Polisi
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Karena menjadi korban pengrusakan, Yuzarmen, pemilik rumah makan Wangi Minang di Jalan KH. Ahmad Dahlan Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. Saat itu Yuzarmen sedang menutup warungnya. Kemudian ditinggal tidur bersama istrinya. Yuzarmen terbangun dari tidurnya karena mendengar ada suara seperti kaca pecah dan Yuzarmen mengira suara tersebut berasal dari suara tabrakan mobil.

Selanjutnya Yuzarmen keluar kamar untuk mengecek suara tersebut. Saat membuka pintu rumah makannya, mengetahui kaca etalase tempat makan miliknya sudah 
dalam keadaan pecah serta menemukan sebuah batu atau paving di sekitar etalase tempat makan miliknya. Atas kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Polres Kediri Kota guna proses lebih lanjut. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Budi Naryanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus itu.
26 November 2014
Residivis Ditangkap Polisi Karena Mencuri Sepeda Motor Ditangkap Polisi Radio - ANDIK - Kediri - Jatim - AT, warga Purbalingga Jawa Tengah, seorang residivis pencurian sepeda motor, berhasil ditangkap Polsek Mojoroto. Penangkapan terhadap AT bermula, saat Mukiyar warga Kelurahan Sukorame Kecamatan Mojoroto Kota Kediri, bersama keluarganya menunggu anaknya pulang kerja hingga mengantuk kemudian pergi kekamar untuk tidur. Tetapi pintu depan rumah dalam keadaan tertutup, tidak dikunci karena anak Mukiyar bernama Yoga belum pulang dan Sepeda motor Suzuki Satria bernomor polisi AG-5904-BW, diparkir diruang tamu serta Laptop yang berada didalam kamar depan telah hilang.

Sekitar dini hari. Berdasarkan laporan Mukiyar, Polsek Mojoroto melakukan penyelidikan, dan mendapatkan laporan dari Polsek Kota Solo yang terkena razia kendaraan. Saat diperiksa, ternyata sepeda motor tersebut hasil dari pencurian di wilayah Kota Kediri. Kapolsek Mojoroto Kompol Abraham Sisik mengatakan, saat ini pelaku sudah diamankan dan dilakukan pemeriksaan di Polsek Mojoroto.(Anto)
26 November 2014
 Polres Kediri Kota Gelar Operasi Zebra
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Rabu pagi, Polres Kediri Kota, melakukan apel gelar pasukan operasi Zebar 2014, di halaman Polres Kediri Kota. Dihadiri semua jajaran Polres Kediri Kota, TNI, Brimob, dan Dinas Perhungan Kota Kediri. Operasi Zebra, akan digelar mulai 26 November, hingga 9 Desember 2014. Operasi Zebra, akan memfokuskan sasaran, surat-surat kendaraan, kelengkapan kendaraan seperti spion dan ban yang tidak sesuai standart.

Selain itu, petugas juga akan menindak, plat nomor kendaraan yang menggunakan Logo POLRI maupun TNI. Kapolres Kediri Kota AKBP Budi Herdi Susianto mengatakan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap pengendara yang melanggar peraturan lalu lintas.(Anto)
25 November 2014
Bayi Kembar Siam Gagal Di Pisahkan Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - bayi kembar siam di kediri, kini kembali di rumahnya setelah satu tahun lebih dirawat intensif di rsud dr sutomo surabaya. tinggal di tempat yang baru, bayi kembar siam tersebut membutuhkan adaptasi yang luar biasa, mulai dari panasnya udara dan banyaknya orang disekitarnya.

citra fazira ramadhani dan neyza fazira ramadhani kini kembali ke rumahnya di dusun pucung desa jambean kras, kabupaten kediri. sebelumnya bayi kembar siam tersebut dirawat di rumah sakit dr sutomo surabaya sejak bulan juli tahun 2013 lalu, hingga kini pihak rumah sakit belum bisa memisahkan keduanya karena jantung yang menyatu. tinggal ditempat yang baru, anak dari imam sayuti, pekerja pabrik pg ngadirejo ini butuh adaptasi yang luar biasa. dengan udara yang panas, dan banyak orang yang berada disekitarnya membuat ia merasa tak nyaman dan kerap kali menangis. merawat bayi kembar siam, endik endahwati ibunya mengaku butuh kesabaran yang luar biasa. pasalnya tak setiap anak mempunyai kebiasaan yang sama, jika satunya tidur satunya mengganggu begitu pun sebaliknya.(Anto)
25 November 2014
Seorang laki-laki Warga Jombang, Meninggal Di Tempat Kost Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Seorang mayat laki laki ditemukan meninggal dunia di dalam kamar kost Selasa siang. Kasus kematian mendadak ini, terjadi di tempat kost di jalan teuku umur gang 1 kelurahan Ngadirejo Kota Kediri milik Sukaryati (62). Diketahui identitas jenazah bernama Julianto Handoyo (50) warga Jombang. Data yang dihimpun dilokasi kejadian menyebutkan sudah kurang lebih satu tahun ini, Julianto tinggal menetap kost di tempat Sukaryati. Keseharianya Julianto berjualan mie dilingkungan kelurahan Dandangan Kota Kediri. Menurut keterangan Sukaryati, awalnya dirinya sedang menyapu dipekaranga rumah, dilingkungan area kost. Sukaryati kemudian mendekat dan melihat apa yang terjadi di dalam. Ketika pintu jendela dibuka, ternyata Julianto sudah dalam kondisi membusuk, dalam posisi terlentang tidak memakai baju dan hanya memakai celana pendek warna abu abu.

Mendapati Julianto meninggal dunia, Sukaryati lalu melapor ke pihak perangkat desa. Terakhir kali, Julianto diketahui sedang duduk di mushola pada hari minggu Dini hari. Diketahui semenjak 5 bulan lalu, Julianto diindikasi menderita penyakit komplikasi yang diidapnya. Karena kondisi badanya tidak fit, sudah beberapa hari ini, yang bersangkutan tidak berjualan mie goreng. Gerobak dorong yang biasanya dibuat untuk berjualan dibiarkan terparkir  diluar kamar kost. Petugas Identifikasi, Polres Kediri Kota yang menerima laporan terkait kejadian ini langsung meluncur ke lokasi. Selanjutnya jenazah Julianto dievakusi dari kamar kost untuk dibawa ke RSUD Gambiran Kota Kediri.‎ Diketahui, selama ini Julianto tinggal di tempat Kost Sukaryati sejak satu tahun lalu.
25 November 2014
Selesaikan masalah, justru Menjadi Korban Pengeroyokan
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Cholidin, warga Kecamatan Bandar Kabupaten Batang Jawa Tengah, melapor ke polisi, karena menjadi korban pengeroyokan. Kejadian itu bermula, saat Cholidin bersama Suci Wulandari pacarnya, bersama Cassandi kakak Cholidin, datang ke taman kota di Kelurahan Ngronggo Kota Kediri, untuk menyelesaikan suatu permasalahan, antara Suci Wulandari dan Aditya Wildan warga Ngronggo Kota Kediri. Tetapi saat sedang menjelaskan permasalahan, terjadilah cek cok mulut. Tiba-tiba, teman-teman Aditya muncul dan memukuli Cholidin dan Cassandi hingga luka di bagian bibir. Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Budi Naryanto mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kasus itu.(Anto)
25 November 2014
Dinas Kebersihan Potong dan Kepras Pohon
Radio ANDIKA- Kediri- Jatim - Sejak 2 bulan kemarin, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri melakukan pengeprasan pohon dan ranting yang dinilai rawan. Termasuk pemotongan pohon yang rawan roboh karena dimakan usia atau karena hama.
 
Roni Yusianto, Kabid Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Kediri menuturkan, menghadapi musim penghujan pihaknya sudah bergerak dengan memetakan dan mendata pohon pohon yang waktunya ditebang dan dikepras. Ini untuk menghindari kejadian pohon tumbang akibat angin kencang seperti yang terjadi di daerah lain yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.
 
“pemangkasan pohon dan ranting sudah kami lakukan rutin utamanya menjelang musim penghujann”kata Roni.
 
Roni Yusianto mengimbau warga tidak menebang pohon di trotoar dan di pinggir jalan, jika menemukan ada pohon yang layak ditebang.  Kalau sengaja menebang pohon tanpa ijin bisa dikenai denda. Untuk itu, jika ingin menebang pohon harus koordinasi dan mengajukan permohonan ke Dinas Kebersihan dan Pertamanan.(Hdi)
25 November 2014
Pemkot Pertanyakan Komitmen Larangan Rapat Di Hotel
Radio ANDIKA- Kediri- Jatim - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, menyambut positif wacana penghematan anggaran dengan larangan rapat di hotel. Gedung serbaguna di setiap kantor kelurahan disiapkan sebagai tempat rapat menyusul wacana tersebut.
 
“selama ini, infrastruktur di kelurahan juga cukup layak untuk digunakan sebagai tempat rapat,”katanya.
 
Hanya saja, saat ini, rencana penggunaan gedung kelurahan sebagai tempat rapat belum ada payung hukumnya dan masih bersifat arahan. Ini karena pihaknya juga masih menunggu ketetapan keputusan dari pemerintah pusat. Justru Abu Bakar mempertanyakan pemberlakuan kebijakan itu pada tingkatan kementerian.
 
“kalau tingkat pusat bagaiman, karena sesuai pengalaman saya, selama ini rapat-rapat yang digelar oleh kementerian kerap dilakukan di hotel,”ujar Abdullah.
 
Sebelumnya, pemerintah mewacanakan larangan penggunaan hotel sebagai tempat rapat bagi instansi pemerintah sebagai bentuk efisiensi anggaran. Kebijakan tersebut rencananya diberlakukan efektif mulai 1 Desember mendatang. Dengan kebijakan ini ditambah kebijakan pengurangan perjalanan dinas, setidaknya pemerintah akan menghemat 20 persen anggaran.(Hdi)
 
 
Page 1 of 549      1 2 3 >  Last ›