Kediri Kuliner

22 April 2014
Sate Klopo Kuliner Khas Surabaya
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim Salah satu kuliner Surabaya adalah Sate Klopo .
Ternyata Sate Klopo adalah sate daging (sapi atau ayam) yang dibalut dengan parutan kelapa, baru dibakar diatas bara api. Dagingnya empuk tanda pengolahannya yang mumpuni. Dan yang bikin beda tentu kelapanya, perkawinan antara aroma daging dengan parutan kelapa ini ternyata menambahkan sensasi gurih yang tidak ditemui di gagrak sate jenis yang lain. Belum lagi guyuran bumbu kacang yang manis plus nasi pulen hangat dengan taburan serundeng diatasnya menjadikan satu porsi Sate Klopo ini layak mendapat acungan jempol. Jossss....

BAHAN :
  • 500 gr daging sapi empuk, potong dadu melintang serat
  • 1/2 bh Kelopo/kelapa agak muda, parut
BUMBU DIHALUSKAN :
  • 5 siung bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 1 ruas kunyit, kupas, bakar
  • 1 sdt ketumbar
  • 1 sdt garam
  • 1 sdt gula pasir
BAHAN SAUS KACANG :
  • 250 gr kacang tanah, goreng
  • 2 sdm gula merah, sisir
  • 5 bh cabai merah
  • 1 sdt garam
  • 250-300 ml air hangat
  • 5 sdm kecap manis
BAHAN PELENGKAP :
  • Lontong / Nasi
  • Cabe / Cabai rawit merah di rebus
  • Bawang goreng garing
  • Serundeng / Srundeng kelapa
CARA MEMBUAT SATE KLOPO ONDOMOHEN PALING ENAK :
  1. Saus Kacang : Haluskan semua bahan dan aduk rata. Sisihkan
  2. Campurkan bumbu halus dengan kelapa parut. Urapkan pada daging. Biarkan 30 menit.
  3. Tusuk daging dengan tusukan sate sesuai selera. Bakar dengan api sedang. Gunakan arang untuk membakar biar aromanya nikmat. Kipas-kipas kreasimasakan.blogspot.com
  4. Sajikan hangat dengan dituangi saus kacang, lengkapi dengan nasi/lontong, beri cape rawit utuh rebus, dan taburan serundeng.
TIPS & TRICKS :
  • Kunci dari kelezatan Sate Klopo adalah pada kesegaran bahan, khususnya Klopo/Kelapa.
  • Pilih daging dekat iga kalau mau Pas empuk nya
 
12 April 2014
Pedas Nikmatnya Sego Goreng Jangkrik
Bagi Anda penikmat rasa pedas, cabe atau sambal bak candu bagi lidah Anda. Apalagi bila disajikan dalam porsi banyak pada makanan, seperti “Sego Goreng Jangkrik” super pedas dari Warung Jangkrik. Ini tantangan bagi Anda pecinta cabe!.

Penampilan luar selalu berhasil menipu mata. “Sego Goreng Jangkrik” tak ubahnya seperti nasi goreng biasa. Warna nasinya coklat kemerahan, dihiasi dengan daun selada hijau. Belum lagi acar dari berbagai jenis dan warna, mulai dari timun yang hijau, bawang merah segar, wortel, hingga nanas yang berwarna kuning cerah.

Di atas nasinya bertaburan daun bawang berpadu dengan bawang goreng. Ada tambahan “kriuk-kriuk” lagi di atasnya, yang terbuat dari telor yang digoreng hingga betul-betul kering. Tentu tak ketinggalan kerupuk sebagai penyedap rasa nasi goreng tesebut. Bila diperhatikan lebih jauh, nasi ini rupanya juga dihiasi dengan butiran-butiran cabai berwarna kuning pucat yang menandakan rasa “khas” dari “Sego Goreng Jangkrik.

Sendokan pertama, lidah masih merasakan panas yang tercampur antara panas makanan dan panas cabe. Begitu sendokan kedua, ketiga, dan seterusnya, tingkat pedas menjadi semakin bertambah. Setiap menyendok rasanya lidah seperti tertusuk-tusuk. Rasa pedasnya bisa membuat orang keringatan dan mencucurkan air mata.

“Cabenya digerus dan dijadikan bumbu, jadi tidak tahu pasti berapa banyak cabe untuk satu porsi,” jelas pria yang merupakan suami dari pemilik Warung Jangkrik ini, “yang jelas dalam sekali beli, kami bisa membeli hingga 40 – 70 kg cabe.”

Ide untuk membuat “Sego Goreng Jangkrik” ini muncul dari kebiasaan makan-makan bersama dengah porsi besar. Apalagi bila rasanya super pedas, tentu acara makan jadi bertambah seru. Sementara nama “jangkrik” yang sebetulnya termasuk kata-kata umpatan di Surabaya, menjadi inspirasi menu super pedas ini.

“Bayangkan orang-orang yang makan ini dan kepedasan, pasti akan bilang ‘jangkrik!’ Dari sinilah nama “Jangkrik” menjadi pilihan kami,” ceritanya lagi.

Berhubung didesain untuk makan besar, “Sego Goreng Jangkrik” hanya bisa dibeli dalam porsi besar, sekitar 4 – 5 porsi. Harganya pun terjangkau, yakni Rp 30.000,00 per piring besar. Bagi Anda yang hanya ingin makan sendirian, bisa juga memesan menu “Sego Goreng” seharga Rp 12.000,00 per porsi. Tingkat kepedasannya bisa diatur, apakah mau sedang atau super pedas.

Selain menu utama di atas, masih ada dua andalan lagi dari Warung Jangkrik yakni “Sego Jangkrik” dan “Sego Sambel Wonokromo”. Kedua jenis makanan ini merupakan makanan nostalgia milik keluarga pemilik Warung Jangkrik. “Sego Jangkrik” hampir serupa dengan sego kucing. Menu ini terdiri atas nasi putih panas, bihun, telor rebus pindang setengah, dan tongkol yang dimasak sambal. Sementara “Sego Sambel Wonokromo” terdiri dari nasi putih, telur goreng, tepem, dan ikan pe. Dua menu ini bisa dibeli dengan haraga Rp 8.000,00 dan Rp 10.000,00.

Warung Jangkrik tidak hanya menyediakan menu “sego”. Ada juga menu hasil resep keluarga yakni “Daging Goreng”. Sepintas hanya seperti daging goreng biasa, namun rasanya sudah pasti enak di lidah. Lauk jenis ayam pun disediakan di sini, mulai dari “Pitik Goreng” dan “Pitik Mekrok”. Ada juga menu lama yang mungkin sudah lama kita dengar: “Kul Emak”. Semua makanan lezat ini bisa dibeli mulai dari harga Rp 10.000,00 – Rp 17.000,00.

Sebagai teman makan, Anda juga bisa membeli berbagai macam minuman di sini. Salah satu yang khas adalah Es The Labu. Meski warnanya serupa dengan Es The, namun rasanya lebih segar. Cocok menjadi penyeimbang rasa pedas ketika makan “Sego Goreng Jangkrik”. Cukup membayar Rp 5.000,00, Es The Labu langsung menjadi milik Anda. Jangan lupa mencoba kesegaran minuman lainnya, seperti berbagai jenis milkshake, lemon tea, milo, dan sebagainya.

Warung Jangkrik pertama kali didirikan sekitar satu tahun yang lalu. Awalnya ada di Citraland, kemudian berkembang di Ubaya. Baru dua minggu yang lalu, Warung Jangkrik memanjakan lidah warga Jemursari dan sekitarnya. Khusus di Jemursari, menunya memang masih terbatas karena baru dibuka namun semua menu andalan sudah ada di sini. Jadi tak perlu pergi jauh-jauh untuk merasakan nikmatnya rasa pedas “Sego Goreng Jangkrik”. Rencananya, Warung Jangkrik akan membuka cabang di Perak dan Petra.
 
05 April 2014
Dawet jabung Khas Ponorogo
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Dawet Jabung asli Ponorogo Jawa Timur adalah kuliner khas ponorogo dimana ini adalah mirip es cendol tapi bedanya cendolnya adalah alami dan tidak ada bahan pewarna. Kelezatannya sudah tidak diragukan lagi. Bahkan jika lebaran tiba orang dari luar kota bahkan luar pulau banyak yang datang menikmatinya.

Dawet jabung terbuat dari tepung aren yang kemudian dibentuk seperti lazimnya bentuk dawet kebanyakan. Kuah dawetnya terdiri dari santan kelapa muda yang ditambah dengan gula aren dan sedikit garam.
Untuk memperkaya rasa, maka biasanya ditambahkan tape ketan dan irisan buah nangka. Semuanya dimasukkan salam satu mangkok kecil dan ditambah dengan es batu Pada dasarnya Dawet Jabung itu nama asalnya dari daerah Jabung di selatan Ponorogo dimana dari arah Madiun bisa ditempuh +- 40 km

Ada satu cerita yang membuat dawet Jabung itu terkenal. Jika anda pernah ke warung dawet Jabung Perhatikan pada saat penjual memberikan mangkok dawet maka dibawahnya pasti ada lepeknya.
Menurut cerita lepek tersebut tidak akan pernah diberikan kepada pembeli, jadi pembeli hanya mengambil mangkoknya saja.
Jika sampai terjadi penjualnya memberikan mangkuk dan lepeknya maka dia boleh diambil istri oleh anda. Inilah sedikit cerita mengenai dawet Jabung.

Dan pada saat bulan puasa MINUMAN segar ini menjadi salah satu menu pilihan saat berbuka puasa.Saat berbuka puasa, keramaian menghampiri deretan warung di tepi jalan perempatan Desa Jabung, Ponorogo, untuk membeli dawet jabung. Dawet jabung menjadi salah satu minuman favorit warga Ponorogo untuk berbuka puasa. Rasanya segar dan manisnya khas, cocok untuk minuman pertama saat berbuka puasa.

Konon, minuman ini sudah ada sejak puluhan tahun silam, sejak jaman Belanda dan sampai saat ini sudah generasi keempat. Cita rasa yang khas dan rasa segarnya yang unik membuat minuman ini bertahan sampai sekarang.

Dawet ini berbeda dengan minuman lainnya. Bahannya sangat sederhana; cendol, santan, pemanis, dan sedikit garam. Cendol khusus terbuat dari tepung aren. Pemanis minuman terbuat dari nira kelapa. Jika dipadukan dan diberi sedikit garam, akan terasa gurih. Karena tak menggunakan gula dan pemanis buatan, minuman ini aman dikonsumsi oleh siapapun
Es Dawet Jabung
 
Es dawet ini emang spesial, letaknya di desa Jabung kec. Jetis Ponorogo. Di desa ini nih emang semuanya jualan dawet, dipinggir jalan aja warung es dawet udah jejer-jejer aja, teserah masuk yang mana. Buat yang belum tahu, dawet tu minuman es yang ada cendol, ketan hitam, santan, dan air gula. Tapi emang resep spesialnya sekali nyoba mesti pengen lagi. Harganya murah lho, Rp.2000,-
 

ini nih salah satu warung dawet Jabung yang di Ponorogo, tepatnya Kalau dari Pusat Kota Ponorogo, anda bisa ambil arah timur alun-alun kota Ponorogo. Lurus....... terus, sampai perempatan Bunderan Jeruksing (perempatan ke dua arah timur alun-alun) ke kanan. Jalan raya menuju Kecamatan Jetis atau jalan alternatif ke Trenggalek dan Tulungagung. Jalan terus ke Selatan, jangan berhenti sebelum ketemu perempatan agak besar Jabung namanya. Ya Jabung, sekali, Jabung namanya...... hehehehhee
Liat perempatan, sebelah selatan jalan pojokan, ada banner dawet Jabung Bu Sumini. ntu tempatnya
BAHAN :
• Tepung beras putih 1 bungkus
• Kelapa separoh butir… separuh butir
• Gula pasir secukupnya …secukupnya
• Garam dan daun pandan…… secukupnya
• Kapur sirih…. Sedikit
• Pewarna…( bila suka)
• Air secukupnya

CARA MEMBUAT DAWET

• Larutkan tepung beras dengan air ditambah dengan kapur sirih sedikit.
• Godoglah air sampai mendidih. kemudian tuangkan sedikit demi sedik
adonan tadi ditambah sedikit garam.
• Aduklah terus sampai kental dan matang, usahakan jangan sampai gosong
agar aromanya lebih nikmat. Jika sudah matang segera angkat.
• Siapkan saringan dawet, lalu adonan tadi saring dan bawahnya beri air
dingin sebagai tampungan dawetnya.
• Kelapa diparut, kemudian peras dan santannya direbus bersama gula dan
daun pandan. beri garam secukupnya. Jika sudah agak matang masukkan
pewarna sesukanya tunggu sampai mendidih dan angkat.
• Sajikan dalam mangkok dawet lalu siramlah dengan saus.
28 March 2014
Keripik Tempe Khas Trenggalek
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Di Jawa Timur banyak yang memproduksi kripik tempe. Yakni Malang, Tulungagung, Ponorogo, Pacitan serta Trenggalek sendiri. Namun kripik tempe produksi Trenggalek memiliki cita rasa yang tersendiri, baik rasa maupun dalam bentuknya yang khas Trenggalek. Bentuk lempengannya relatif lebih lebar serta “berbalut” telur (egg coated).

Camilan khas Trenggalek inipun pernah melalang buana sampai ke Jerman. Kisahnya, ketika Dinas Pariwisata Jawa Timur mengikuti even Bursa Pariwisata Intemasional (Intemationale Tourismus Borche) di Berlin, Jerman, 1996, kripik tempe khas Trenggalek ini  menjadi snack welcome crackers soybean (camilan pembuka selamat datang) pada acara tersebut. Sehingga lidah-lidah masyarakat Eropa pun bergoyang.

Kripik tempe ini bukan satu-satunya camilan khas Trenggalek, karena Trenggalek memiliki beragam jenis makan tradisional. Kripik tempe hanyalah salah satunya, dan sudah dikenal masyarat Jawa Timur. Ragam camilan khas Trenggalek antara lain manco (camilan berbahan beras ketan dan gula), alen-alen (kue berbentuk cincin, berbahan pati ketela), nasi pindang (nasi berlauk daging sapi berikut tulangnya dalam ramuan bumbu khusus). Makanan khas tersebut sangat mudah didapat, khususnya di lima kelurahan, meliputi Sumber Gedong, Surondakan, Tamanan, Ngantru, dan Kelutan.

Resep dan Cara Membuat Keripik Tempe Renyah - Betapa gurihnya tempe keripik yang renyah di warung-warung atau restoran yang ada. Memang bagi penggemar atau penikmat tempe keripik sangatlah menggoda kalau ada tempe keripik yang gurih dan renyah. Salah satu kota di Jawa Timur yang menjadi kota sebagai penghasil tempe keripik yang renyah adalah Trenggalek. Nah, sob jika ingin , mendapatkan tempe keripik yang renyah dan gurih silahkan datang saja langsung ke kota Trenggalek.
Namun, bagi kalian penikmat tempe keripik yang renyah tapi belum ada waktu untuk berkunjung langsung ke Trenggalek kalian bisa membuat sendiri kok. Tidak susah kok membuat tempe keripik yang gurih, tinggal kalian punya kemauan saja. Untuk memudahkan kalian dalam membuat tempe keripik yang gurih dan renyah, silahkan baca artikel tentang resep dan cara membuat kripik tempe renyah di bawah ini :

>> Bahan Keripik Tempe :
- Keripik Tempe kedelai Kotak secukupnya
- 300 gr Tepung beras
- 150 gr Tepung tapioka
- 1 btr Telur ayam
- 500 gr Air
- Minyak goreng
>> Bumbu halus :
- 10 gr Ketumbar
- 50 gr Kemiri
- 8 gr Garam
- 50 gr Bawang putih
- 5 gr Daun jeruk
Cara membuat Keripik Tempe :
1. Lapisan : Campurkan tepung beras, tepung tapioka, telur ayam, serta bumbu halus sampai merata semuanya. Tuangkan air putih sedikit-sedikit sambil tetap diaduk sampai merata, kemudian sisihkan.
2. Iris-iris tempe dengan ketebalan kurang lebih 0,5 mm 1 mm.
3. Siapkan minyak lalu panaskan minyak di atas api sedang.
4. Celupkan tiap lembaran tempe yang sudah diiris kedalam adonan lapisan, setelah itu angkat kemudian tiriskan. Goreng sampai kering serta berwarna kuning kecokelatan.
5. Setelah itu angkat, lalu tiriskan dan dinginkan.
Oke sob, gimana resepnya so nice bukan. Sekarang tinggal kalian mencobanya sendiri di rumah masing-masing.
 
22 March 2014
Es Pleret Hanya Bisa Ditemukan Di Kota Blitar
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Sebagai kota kecil, Blitar sudah terkenal dangan makam sang proklamator yang berada tepat di jantung kotanya. Tapi kali ini tentang salah satu kuliner khas kota Blitar, namanya Es Pleret. Es Pleret cuma bisa ditemukan di Blitar kota patria saja. Sekilas, Es Pleret ini mirip dengan es dawet kebanyakan, bisa diklasifikasikan kalau es ini adalah bagian dari family es dawet, Yang membuat Es Pleret ini unik adalah salah satu bahan yang ada didalamnya, yaitu berupa bola – bola kecil yang mirip bakso, dan  kemudian ditemani oleh pelengkap lain berupa cendol (dawet), dan kadang juga ditemani potongan serabi.

Bola – bola kecil tadi-lah yang namanya Pleret, terbuat dari tepung, rasanya gurih, dan terisi gula pemanis didalamnya. kuah dari Es Pleret ini tidak terlalu manis seperti Es Dawet kebanyakan. Tetapi ketika Pleret dikunyah, pemanis didalamnya akan membuat kuah Es Pleret menjadi terasa lebih manis. Ditambah lagi rasa gurih Pleret yang membuat rasa es ini semakin unik. Selain itu, sensasi nyess setelah Pleret pecah, dan cairan pemanisnya mulai terasa, memang tidak ada duanya. Begitu unik, enak dan bikin pengen lagi, satu gelas saja pasti kurang banget deh!

Nama Es Pleret sendiri juga tidak muncul begitu saja. Berdasarkan sejarahnya, konon nama ini diambil dari seorang sesepuh Kota Blitar yang bernama Kyai Pleret. Karena yang namanya Es Pleret ini begitu endemik, menemukannya pun gampang – gampang susah. Es Pleret ini banyak dijual di sekitar alun – alun kota, dan makam sang proklamator (makam Bung Karno). Untuk harganya tidak terlalu mahal, ada yang Rp. 2000 dan Rp.2500. Mencoba Es Pleret tidak akan membuat kantong anda jebol. Nah! Tertarik untuk mencoba es ini disaat terik matahari sedang menyengat!? Sangat direkomendasikan jika sedang berada di Kota Blitar.
Jadi jika anda berkunjung ke Kota Blitar, jangan lupa menikmati es pleret yang merupakan minuman khas Kota Blitar. Hanya dengan 2.500, anda sudah bisa menikmati segarnya es pleret.

Es Pleret, Ketika dahaga menghampiri kita seperti disiang hari yang begitu panas, memang sangat nikmat jika mengonsumsi sesuatu yang dapat menyegarkan tubuh serta menghilangkan rasa haus, salah satunya adalah Es Pleret. Di kota Blitar, Es Pleret banyak digandrungi semua orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Es ini banyak di jumpai pada pedagang kaki lima yang biasa berada di alun-alun kota Blitar dan juga biasa dijual oleh pedagang keliling. Harga Es inipun sangat terjangkau, cukup dengan mengeluarkan uang Rp.2.500,- saja sudah mendapatkan satu porsi Es Pleret.

Penasaran seperti apa rasa Es Pleret ini?, Simak cara membuat es pleret yang menyegarkan berikut ini:

Bahan Membuat Resep Pleret:
  • Tepung beras 175 gram
  • Garam 1/4 sdt
  • Air 175 ml, didihkan
  • Tepung kanji 1 1/2 sdm
Bahan Kuah Pleret:
  • Santan 250 ml dari 1/2 butir kelapa
  • Daun pandan 1 lembar
  • Garam secukupnya
  • Gula merah 100 gram
  • Gula pasir 25 gram
Cara membuat Pleret:
  1. Campur tepung beras dengan garam, tuangi air mendidih sambil diaduk rata. Uleni sambil taburkan tepung kanji di atasnya sedikit demi sedikit hingga adonan tidak lengket di tangan.
  2. Bentuk adonan bulat kelereng, tekan tiap bulatan dengan ibu jari hingga adonan pipih dan cekung di bagian tengahnya.
  3. Rebus adonan hingga matang dan mengapung, angkat
  4. Cara Membuat Kuah Pleret : Masak santan, daun pandan, garam, gula merah dan gula pasir hingga mendidih dan gula larut. Angkat.
  5. Sajikan pleret dengan kuahnya, tambahkan es batu bila suka.
Dapat di hidangkan untuk 3 porsi
 
 
 
 
15 March 2014
'Bir' Soda Halal Made in Jombang
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Banyak merek minuman berkarbonasi global bercitarasa barat.  Selain itu, merek tersebut mendonasikan labanya untuk dana perang menindas saudara-saudara kita di Palestina. Bila kita membelinya, sama dengan mendanai pembunuhan saudara-saudara muslim Palestina kan????
 
Namun bila membuat toleransi mengenai minuman berkarbonasi, memilih minuman lokal yang halal, Made in Jombang. Asli Lho...
 
Bahkan bisa dibiang, minuman inilah yang merupakan minuman ASLI KHAS JOMBANG yang sebenar-benarnya.
 
Minuman ini buatan Arek Ngoro Jombang , yang halal dan jelas-jelas tidak mendonasikan labanya untuk menindas kaum muslimin. Labelnya bertuliskan "Minuman Limun Beruap", dengan kata lain 'minuman berkarbonasi'.
 
Pertama, adalah Sari Temulawak yang bercitarasa soda yang menjadi favorit saya. Gelasnya hijau, namun soda temulawaknya berwarna oranye atau kuning. Meski temulawaknya kurang berasa, namun rasanya tetap unik, dengan rasa soda yang segar. Wow.... Jangan mengocok botol minuman ini sebelum mengkonsumsinya, karena seperti soda lainnya, botolnya bisa 'lompat'.
 
Kedua, Coffee Beer yang imagenya seperti minum bir. Meski bir soda, namun tetap halal lho.. Warnanya hitam, begitu pula dengan botolnya. Mugkin juga untuk menguatkan citra 'kopi' yang melekat pada rasanya.
 
Ketiga, Sari Sirsak yang berwarna kuning. Mereknya bertuliskan "Sari Zuurzak", entah apa maksudnya menggunakan ejaan asing, namun diantara kedua rekan sebelumnya, limun ini satu-satunya yang tidak beruap alias tidak mengandung soda. Sari Sirsak ini sebaiknya dikocok dahulu sebelum diminum, karena banyak sarinya yang mengendap dibawah saat disimpan dalam botol.
 
Minuman ini dikemas dalam botol yang tergabung dalam kotak krat, persis seperti merek soda global yang telah banyak beredar. Botolnya dari kaca, yang juga harus dikembalikan bila telah habis isinya.

Anda bisa dapatkan dan menikmati soda atau bir (yang halal) khas dan made in Jombang di Warung Rujak Bu Bokin. Selain itu Bisa juga Anda dapatkan di Warung makan dekat Musholla Dusun Kweden, Blimbing Jombang. Minuman ini begitu merakyat di Jombang, biasanya disajikan untuk para tamu yang berkunjung ke rumah-rumah di pelosok Jombang karena mudah disajikan. Bahkan Anda bisa dapatkan di berbagai warung tradisional di hampir seluruh pelosok Jombang.
 
Bila Anda tertantang merasakan kuliner asli Made in Jombang, maka mampirlah ke Jombang  jangan lewatkan iseng mampir ke sebuah warung yang penampilannya 'sangat tidak meyakinkan'. Pastilah diantaranya Anda bisa dapatkan produk ini, minuman soda halal khas Jombang. Barulah petualangan Anda dinyatakan telah sukses merasakan kuliner asli Jombang, yang sebenar-benarnya.
 
 
05 March 2014
Geti Makanan Special Khas Tulungagung
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Geti adalah salah satu makanan khas Kabupaten Tulungagung ini terbuat dari kacang tanah, adapula yang terbuat dari wijen ataupun gabungan dari keduanya. Kacang tanah dan biji wijen di rekatkan dengan rebusan gula merah yang pekat dan kemudian dikeringkan. Daerah yang banyak memproduksi geti di Tulungagung adalah Kecamatan Gondang dan beberapa di Kecamatan Tulungagung. yang paling terkenal adalah produksi geti dari wilayah kecamatan sumbergempol di desa jabalsari tulungagung. Rasa yang disajikan dari Geti ini manis yang berasal dari gula merah serta gurih dari kacang tanah dan biji wijen

Geti Makanan Special Khas Tulungagung

 
Tulungagung merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang mayoritas penduduknya adalah petani. Hasil pertanian yang berupa padi, tebu, kacang-kacangan, tembakau, dan lain-lain sangat melimpah karena Tulungagung merupakan daerah pertanian yang sangat subur. Namun masyarakat Tulungagung cenderung lebih memilih menjual hasil pertaniannya ke daerah lain tanpa diolah terlebih dahulu, sehingga hasil keuntungan yang di peroleh petani di Tulungagung hanya sedikit sekali atau bahkan hanya cukup untuk menutupi biaya yang dikeluarkan untuk mengolah tanah mereka.

Kabupaten Tulungagung terletak 154 km barat daya Kota Surabaya, Ibu Kota Provinsi Jawa Timur. Luas Kabupaten Tulungagung 1.055,65 km². Koordinatnya adalah 111,43°-112,07° BT dan 7,51°-8,08° LS. Jumlah Penduduk Kabupaten Tulungagung  970.429 (2005) dengan  kepadatan 1.522 jiwa/km². Kabupaten Tulungagung beribu kota di Kecamatan Tulungagung, yang terletak tepat di tengah Tulungagung. Kabupaten Tulungagung terbagi dalam 19 kecamatan, 257 desa, dan 14 kelurahan. Kecamatan-kecamatan tersebut adalah Bandung, Besuki, Boyolangu, Campurdarat, Gondang, Kalidawir, Karangrejo, Kauman, Kedungwaru, Ngantru, Ngunut, Pagerwojo, Pakel, Pucanglaban, Rejotangan, Sendang, Sumbergempol, Tanggunggunung, Tulungagung.
Tulungagung memiliki berbagai macam jajanan khas, yaitu nasi lodho, Pecel Tulungagung, Sompil, Lopis, Cethe, Kacang atom, Geti, Jenang sabun, dan masih banyak lagi makanan khas lainnya. Jajanan khas tersebut biasa ditemui di berbagai penjuru Kabupaten Tulungagung. Sebagian besar makanan khas tersebut adalah makanan yang kurang tahan lama, sehingga tidak bisa dijadikan oleh-oleh khas untuk dibawa ke luar kota. Namun ada pula makanan khas Tulungagung yang bisa tahan lama, salah satunya adalah geti.

Geti merupakan salah satu makanan khas Tulungagung yang terbuat dari kacang, wijen, dan gula merah. Geti biasanya disuguhkan sebagai jajanan khas di Tulungagung pada hari raya atau pernikahan untuk menyambut para tamu. Geti dikembangkan oleh empat keluarga di daerah Sumbergempol dalam bentuk bisnis rumah tangga.
Geti memiliki cita rasa khas yang berbeda dengan produk lain dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Usaha ini sangat menguntungkan bagi masyarakat luas, terutama masyarakat di Tulungagung.

Bisnis geti merupakan salah satu alternatif peluang bisnis yang sangat bagus. Selain rasanya yang khas, geti juga bisa dijadikan sebagai wisata kuliner yang tahan lama dan bisa dibawa ke mana saja. Usaha geti diproduksi di Kecamatan Sumbergempol. Lokasi ini sangat strategis, karena disamping dekat dengan kota Tulungagung, kecamatan Sumbergempol merupakan daerah yang berada di tengah-tengah Kabupaten Tuluangagung. Hal ini bisa mempermudah pemasaran produk geti ke seluruh lingkup Kabupaten.
Pemasaran produk geti sudah mulai merambah daerah sulawesi, jawa tengah, dan jawa timur. Bagi anda yang belum mencoba makanan geti ini, anda pasti menyesal, karena cita rasa makanan ini sangat spesial dan nikmat. apalagi jika disantap pada saat ngopi atau bersantai. Selamat mencoba geti, dan jangan lupa berkunjung ke Kabupaten Tulungagung yang sangat indah dan penuh dengan budaya yang unik.

Gurihnya kacang tanah bercampur wijen ini memberikan sensasi rasa yang sedikit berbeda. Gurih renyah dan manisnya gula merah berpadu membuat camilan yang satu ini selalu diminati tak hanya masyarakat Tulungagung, tapi juga warga Jakarta.
Kalau Anda sedang singgah di daerah Tulungagung, Jawa Timur, sangat mudah sekali menjumpai makanan yang satu ini. Karena memang Tulungagung merupakan daerah produsen geti. Yak, geti namanya. Camilan yang terbuat dari kacang tanah dan wijen ini memang unik.

Geti ini dibuat mirip sekali dengan enting-enting. Bahkan di beberapa daerah di luar kabupaten Tulungagung, geti disebut juga enting-enting. Kacang tanah dan wijen dimasukkan ke dalam larutan gula merah dan dimasak hingga ganting atau kering. Barulah di taruh ke dalam cetakan. Dan dikemas dalam kemasan plastik kecil-kecil.

Soal rasa, geti tidak kalah dengan jenis camilan lainnya. Rasa geti tidak terlalu manis seperti enting-enting. Karena campuran gulanya tidak sebanyak enting-enting. Ada tiga jenis pilihan geti. Mulai dari geti wijen, geti kacang tanah, ataupun gabungan keduanya. Kalau saya lebih menyukai geti kombinasi kacang tanah dengan wijen. Karena rasanya lebih gurih dan manisnya tidak berlebihan. Kalau sudah makan camilan ini, susah sekali untuk berhenti.

Tapi Anda harus berhati-hati, karena rasanya yang manis akan membuat gigi sakit jika terlalu banyak dan teksturnya yang liat sering menempel di gigi. Saat ini geti hanya bisa dijumpai di daerah asalnya saja. Kalaupun di Jakarta ada, biasanya dijual di toko sentra jajanan khas Jawa Timuran saja.  Geti yang paling populer adalah geti olahan Ibu Suparmi yang terkenal dengan merk geti Promadona nya.
 
Bahan
1 kg kacang tanah tanpa kulit
500 gram gula pasir
500 gram gula merah
Air secukupnya Wijen

Cara membuat 
 
  1. Pertama kacang tanah digoreng sangrai hingga matang, kemudian tumbuklah kasar, jangan terlalu halus
  2. Campurkan gula pasir, gula merah, vanili dan sedikit air kemudian rebuslah hingga mendidih dan larut sambil diaduk
  3. Jika sudah kecilkan apinya kemudian masukan kacang yang sudah ditumbuk kedalam larutan gula diatas, dan diaduk hingga rata
  4. Siapkan wadah bisa loyang yang dilapisi plastik dan diolesi minyak, kemudian tuangkan adonan yang sudah jadi dan ratakan jangan terlalu tebal cukup tipis saja
  5. Tunggu hingga dingin kemudian potong-potonglah berbentuk persegi dan kemaslah kedalam plastik dan taburi wijen.
 
28 February 2014
Manco Makanan Khas Trenggalek Yang Renyah.
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim - Mau menikmati camilan manis dan renyah? Coba saja jajanan khas Trenggalek yang satu ini. Trenggalek merupakan salah satu Kabupaten yang berada di propinsi Jawa Timur. Meskipun berada di ujung pulau Jawa namun Trenggalek juga punya jajanan yang enak dan unik. Salah satunya adalah kue Manco, kue legit ini bertekstur renyah dan lengket.

Sebenarnya kue Manco diketegorikan menjadi dua, ada manco ketan dan Manco wijen. Untuk Manco ketan biasanya berbahan dasar tepung beras yang dibentuk seperti tabung kecil. Pada bagian tengahnya terdapat rongga dan dilapisi kroto. Sedangkan manco wijen juga terbuat dari adonan tepung beras ketan yang tipis. Dibentuk bulat, segi tiga ataupun kotak. Bagian tengah Manco wijen ini juga kopong. Nah bedanya dengan Manco ketan, seluruh permukaan Manco wijen dilapisi dengan gula merah cair, kemudian dilapisi lagi dengan wijen.

Jajanan yang bertekstur renyah, manis dan agak lengket ini sudah terkenal sejak lama. Kue ini konon berasal dari China. Karenanya dulu manco sering disajikan saat acara lamaran orang Tionghoa. Kinipun kue Manco selalu hadir dalam acara hajatan. Kue manco dijual dalam kemasan plastik transparan. Dengan isian dan harga yang beragam, mulai dari Rp. 8.000 hingga Rp. 20.000. Hingga saat ini kue manco masih sangat digemari, bahkan banyak wisatawan yang membeli manco untuk oleh-oleh khas Trenggalek.
 
 
Berikut ini Resep membuat kue Manco
Bahan-bahan :
  • 5 kg gula putih
  • 9 kg gula merah
  • Ketan
  • Sari kedelai
  • Sedikit air
  • Tepung beras
Cara Membuat:
Proses I (Pembuatan Krupuk Manco):
  1. Ketan direndam selama 7 hari (setiap hari airnya diganti)
  1. Setelah direndam selama 7 hari, lalu dicuci
  1. Ketan dimasak di atas tungku
  1. Setelah ketan matang, dipindah ke Lesung
  1. Setelah berada di dalam Lesung, Ketan ditumbuk dengan Alu sampai halus (sekitar 45 – 60 menit)
  1. Setelah halus, dipindah di Tampah yang sudah diolesi tepung (1 adonan menjadi sekitar 72 tampah)
  1. Adonan ditipiskan kira – kira hingga setebal 1 cm
  1. Adonan dipindah ke Idhig (Tempat Penjemuran)
  1.         Dijemur selama 5-6 jam
  1. Didinginkan selama semalam
  1. Diiris sesuai kebutuhan
  1. Dijemur lagi selama ± 4 jam
  1. Didinginkan lagi selama 1 malam
  1. Digoreng
Proses II (Pembuatan Kroto)
  1. Ketan dicuci
  1. Direndam selama ± 2 jam
  1. Ketan dicuci lagi
  1. Ketan ditiriskan
  2. Ketan dimasak di kukusan
  1. Setelah matang, ketan dicuci lagi
  2. Ditipiskan diatas idhig
  1. Dijemur sampai benar – benar kering
  1. Ditumbuk agar terpisah
  1. Digoreng
Proses III (Pembuatan Kue Manco)
  1. Gula putih direbus dengan air 1,5 gayung sampai mendidih
  2. Setelah mendidih, gula merah dimasukkan
  1. Diaduk hingga menjadi karamel
  1. Setelah menjadi karamel, krupuk manco yang sudah jadi dicelupkan
  1. Setelah dicelup di karamel, krupuk lalu dicelup di kroto / wijen (dikesrok)
  1. Kue Manco siap disajikan
10 February 2014
Penganan Dumbleg Yang Semakin Tak Dikenal Dari Nganjuk
Radio - ANDIKA - Kediri - Jatim - Dumbleg merupakan makanan yang berbahan dasar tepung beras, gula merah, dan santan kelapa. Meskipun begitu, ini merupakan makanan yang tidak biasa karena di Kabupaten Nganjuk sendiri, dumbleg hanya ada di Kecamatan Gondang dan Rejoso. Selain itu ciri khas yang sangat menonjol dan membedakan dumbleg berbeda dari kue-kue lainnnya adalah pelepah pohon pinang yang digunakan untuk membungkusnya. Pelepah pohon pinang ini sendiri berjenis Pinang Jawa. Ini menjadikan rasa dumbleg semakin enak dan gurih.
Ada dua rasa untuk dumbleg. Dumbleg merah untuk rasa gula merah dan dumbleg putih untuk rasa sanaan. Kedua rasa ini tak pernah berubah sejak jaman dulu. Meskipun begitu tak menurunkan minat orang untuk menikmatinya justru semakin kesini semakin bertambah banyak yang ingin untuk menikmatinya karena sejak dulu pula, pembuatan dumbleg tidak pernah menggunakan bahan pengawet.
Hali ini membuktikan bahwa dumbleg memang merupakan jajanan yang benar-benar eksotis yang mampu bertahan ditengah zaman semodern ini. Bahkan sekarang ini bnyak bermunculan berbagai kreasi menu dumbleg. Misalnya dengan diberi parutan kelapa, dicelup ke dalam coklat, ataupun dengan menambahkan keju. Oleh karenanya, sekarang ini dumbleg semakin dikenal luas hingga mancanegara.
Dumbleg adalah jajanan tradisional khas Nganjuk Jawa Timur, tepatnya di daerah kecamatan Gondang dan sekitarnya. Makanan yang unik ini memang mirip pudak (makanan khas Gresik) tapi yang membedakan adalah rasa dan tampilannya. Rasa dumbleg ini manis legit dan bentuknya panjang seperti lontong. Jajanan ini terbuat dari tepung beras, gula jawa & santan yang dibungkus dari pelepah jambe. Saking tradisionalnya jajanan ini biasa ditemui di kota kecil di Pasar Pon Gondang, bahkan di kota Nganjuk pun susah kita menemukan makanan ini.
Bahkan banyak juga (mungkin) orang-orang Nganjuk tidak
begitu banyak mengenal makanan lezat ini. Hal ini karena kurang populernya dan promosi jajanan khas Nganjuk yang unik ini. Bahkan dumbleg kalah populer dengan Tahu Taqwa dari Kediri, Brem dari Madiun dan Ledre dari Bojonegoro. Hanya Nganjuk dan Jombang (Gupal) yang kurang mempromosikan jajanan khasnya yang unik ini.
 
Cara membuat Dumbleg
Dumbleg itulah nama jajanan khas kecamatan Gondang, kecamatan yang terletak di sebelah utara kota Nganjuk ini memiliki ciri dan keunikan tersendiri. selain rasanya yang khas pembungkus dari jajanan ini juga unik, yang menjadikan khas adalah pembungkusnya dari pelepah daun pinang (upih). 
 
Jika orang kurang faham makanan ini pasti menganggap pudak (makanan khas Gresik). Ynag membedakan adalah ras manis legit karena terbuat dari tepung beras dan gula merah. Untuk saat ini masyarakat Gondang juga agak kesulitan mencari jajanan yang perlu dilestarikan. Betapa tidak, jajan ini hanya bisa ditemui pada saat pasaran Pon di setiap lima hari sekali. Add dua rasa yang ditawarkan dari dumbleg ini , manis dan gurih.
 
Tradisional memang, bahkan sangat tradisional mungkin sekarang banyak anak kecil yang kurang tahu dan belum pernah merasakan kelegitan makanan ini. tidak seperti brem, tahu taqwa, kripik tempe dan lain sebagainya selayaknya jajanan khas kota lain, dumbleg ini tidak bisa awet dalam hitungan hari.
 
Berikut ini saya berikan resep membuat Dumbleg tapi tolong berikan saran agar makanan khas yang unik ini juga tidak punah dan awet namun tanpa bahan pengawet dan bisa GO PUBLIC layaknya makanan khas dari daerah lain.
 
Berikut resepnya :
- Pertama yang harus kita siapkan adalah  pembungkus makanan unik ini. Yaitu pelepah daun pinang (mungkin saat ini sulit mendapatkannya tapi ini adalah salah satu dari bagian keunikan itu tersendiri).
 
- Setelah itu jemur sampai kering kemudian rendam dengan air dingin.
 
- Kemudian potong pelepah tersebut yang sudah pasti sudah dibersihkan terlebih dahulu dengan ukuran panjang kira-kira 15 - 20 cm dan lebar 10 cm.
 
- Jahit disisi bawah dan sampingnya memakai rafia (rumput jepang)
 
- Oke pembungkusnya sudah siap sekarang kita masak isi (dumblegnya)
 
Bahan
- 1 kg tepung beras
- gula merah 800 gr (kalau ingin waran putih oakai gula pasir)
- dua butir kelapa dengan diambil santan kental 1000 ml dan sisanya dibuat santan encer secukupnya.
- air 1000 ml
 
Cara Membuatnya:
- Rebus dahulu gula merah ke dalam 1000ml sampai cair
- Aduk tepung beras dengan santan encer liat dan masukkan santan kental yang sudah direbus sampai mendidih, tambahkan larutan gula merah yang masih panas tersebut. dan masukkan garam secukupnya aduk hingga rata. 
- Masukkan adonan kedalam pelepah pinnag yang sudah kita buat tadi, masukkan ke dalam panci untuk proses berikutnya.
- Kukus kurang lebih 3 jam
- Setelah matang tunggu sampai dingin kemudian keluarkan dari cetakan, potong sesuai selera.
- Dumbleg siap dihidangkan (bisa ditambahkan kelapa parut)
untuk 8-10 potong
Semoga bermanfaat dan sedikit mengobati kangen pada kampung halaman tercinta
 
 
06 February 2014
Samplok, Penganan Dari Telo Asli Deso Dari Nganjuk

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Makanan ini wujudnya berwarna kuning keemasan menjadi wujud khas makanan ini. Dibalut parutan kelapa yang menambah nikmat makanan asli orang pedesaan. Termasuk Nganjuk.

Tak banyak warga desa yang bisa membuat samplok. Hanya segelintir orang saja yang masih mempertahankan keberadaan penganan ini. Lebih kerap ditemui adalah wanita yang sudah beranjak sepuh. Bagi mereka, menjual samplok dan makanan tradisional lainnya adalah profesi yang masih mampu mereka jalani hingga kini. Meski keuntungan yang didapat pun tak seberapa. Dibuat dari bahan dasar ketela pohon alias singkong, tumbuhan yang cukup mudah ditemukan di wilayah Nganjuk baik di musim hujan maupun kemarau.

Membuat samplok ternyata tak semudah seperti membuat gethuk. Meski dari ketela juga. Proses pembuatannya sendiri lumayan rumit di samping perlu waktu dan tenaga ekstra. Awalnya, ketela dikupas sampai bersih dan dicuci. Kemudian baru diselep (dihaluskan dengan mesin penggiling, Red) biar halus. Baru setelah itu dilakukan pembersihan dari rasa getir dan pahit dengan cara diperas dan ditekan dengan tumpukan batu hingga cukup atus. Langkah selanjutnya, dilakukan pemisahan dan pencampuran dengan garam secukupnya untuk selanjutnya di masak hingga matang. Baru dilakukan penumbukan agar menjadi padat dan lebih halus untuk selanjutnya dicetak bulat-bulat sesuai dengan ukuran pemesan.

Tak lupa kelapa muda diparut sebagai pelengkap rasa. Sehingga rasa gurih dari parutan kelapa ikut terasa saat samplok disantap. Samplok bisa dinikmati kapan saja. Umumnya karena masyarakat biasa membeli samplok di pasar tradisional seperti Pasar Wage, Pasar Gondang atau Pasar Kertosono saat pagi hari, maka samplok pun lebih banyak dikonsumsi pada pagi hari. Tapi bila disantap di saat yang lain seperti siang atau sore hari pun masih terasa nikmat.

Karena ndeso, samplok pun kalah bersaing dengan penganan atau makanan modern. Meski sama-sama termasuk penganan kelas berat, samplok masih kalah bersaing dengan roti. Disamping tidak tahan lama karena cara pembuatannya yang alami tanpa bahan pengawet, juga lantaran banyak memerlukan tenaga. Di kota sedang seperti Nganjuk saja, industri roti bak jamur yang banyak tumbuh di kota bahkan pedesaan

Hal ini berbeda dengan samplok yang hanya dibuat oleh segelintir orang saja. Menyedihkan memang, tapi itulah kenyataan. Namun diantara segelintir orang Sumini termasuk salah satunya. Wanita 43 tahun asal Dusun Gilis Desa Sonobekel Kecamatan Tanjunganom ini tak bisa mengelak nasibnya yang kini menuntunnya menjadi pembuat dan penjual samplok. Semua itu tak lepas dari sejarah masa kecilnya yang sudah akrab dengan samplok.

Kegiatannya membuat samplok dilakukannya pada saat saat senggang seperti sedang menunggu panen padi. Dengan memanfaatkan waktu luang, Sumini mengajak ibu-ibu di desanya membuat samplok. Cukup kreatif.

Laba yang tidak seberapa tidak menyurutkan semangat ibu tiga anak ini untuk terus membuat samplok. “Memang untuk laba tidak begitu menjanjikan. Tapi saya senang masih bisa terus membuat samplok. Biar orang-orang tetap ingat kalau ada makanan desa yang masih dijaga keberadaannya sampai sekarang ini,” ujar Sumini.

Wanita gigih ini menceritakan awalnya belajar membuat samplok. Kemahirannya tersebut dimiliki secara turun temurun dari orang tuanya, Rakilah, 74 tahun. Semenjak usia kanak-kanak, Sumini kecil sudah dikenalkan dengan teknis dan cara membuat samplok hingga menjadi terampil. Baru setelah tenaga Rakilah yang semakin renta tidak mampu membuat samplok Sumini pun melanjutkan kemampuan ibunya untuk membuat samplok.

Selama ini, bahan baku memang mudah didapat. Biasanya, dari pasar Berbek dengan harga saat ini Rp 70.000,- per kuintal yang diantar langsung oleh mitra kerja. Dalam sehari, Sumini bisa menghabiskan satu kuintal ketela tersebut dan dapat dibuat menjadi 150 bungkus samplok. Setiap bungkusnya, Sumini menjual dengan harga cukup terjangkau, yakni Rp 2.000,-.

Nah, samplok meski menjadi penganan asli ndeso, juga potensial untuk menjadi oleh-oleh khas Nganjuk. Tentu saja dengan desain kemasan yang lebih cantik dan menarik di samping penjualannya yang harus lebih disebarluaskan lagi di toko roti atau yang menjual makanan tradisional khas Nganjuk.
Page 1 of 5      1 2 3 >  Last ›

Radio Online

Live Streaming :
Radio 1
Radio 2
Radio 3

Acara Hari Ini

 

05:30 Dzikir Pagi
05:30 Indonesia Gemilang
08:00 Citra Andika 
11:00 Indonesia Gemilang

13:00 Simpang Siur
15:00 
Indonesia Gemilang

18:00 Ekspresi Musik Indonsia
21:00 Senandung Rindu 

24:00 Senandung Malam

 

SMS XL (real size)