Kediri Potret

11 April 2014
Gua Tabuhan di pacitan yang mempesona
Gua Tabuhan merupakan salah satu gua yang memiliki keunikan tersendiri. Gua Tabuhan diambil dari bahasa jawa tabuhan yang mempunya arti alat musik yang dimainkan. Debur ombak atau kicauan burung merupakan musik alam yang sangat khas. Akan tetapi, di Gua Tabuhan, Anda akan mendengar alunan musik gamelan Jawa dari stalaktit dan stalagmit yang dimainkan para seniman. Letaknya berada di Dusun Tabuhan, Desa Wereng, Kecamatan Punung, Pacitan, dan berjarak sekitar 40 km dari Kota Pacitan.

Berjalan lebih ke dalam, Anda dapat melihat keindahan serta keajaiban Gua Tabuhan. Di sanalah para seniman memainkan alunan musik gamelan Jawa. Tidak dengan gendang atau alat musik lainnya, tapi dengan memukul dan memainkan stalaktit dan stalagmit! Sungguh ajaib. Para seniman begitu syahdu memainkan stalaktit dan stalagmit yang seolah alat musik tersebut. Irama musik khas gamelan Jawa pun akan menambah rasa kagum Anda terhadap musik yang berasal dari alam.
 
Begitu masuk kedalam Gua Tabuhan, Anda harus melewati beberapa puluh anak tangga dan memasuki lubang gua yang besar. Sebelum masuk, sebaiknya Anda membaca peta dan sejarah gua ini di depan pintu masuknya. Anda juga bisa menyewa beberapa pemandu. Suasana yang gelap, licin dan lembab akan Anda rasakan seketika memasuki gua tersebut. Stalaktit dan stalagmitnya menghiasi Gua Tabuhan. Jalannya pun cukup licin, maka berhati-hatilah. Akan tetapi, di sana terdapat tiang dan juga cahaya penerangan yang memadai.
05 April 2014
Kayangan Api, adalah Sumber Api Abadi Yang Tidak Pernah Padam Di Bojonegoro
Kayangan Api atau Kahyangan api  Kayangan api adalah sumber api abadi atau api yang tidak pernah padam. Api keluar dari dalam perut bumi terus menerus. Kayangan api terletak di kawasan hutan di Desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem Bojonegoro Jawa Timur. Sebuah desa yang memiliki kawasan hutan kurang lebih 42,29% dari luas desa. Tempat itu dapat ditempuh dengan jarak 25 Km dari arah kota Bojonegoro.

Menurut cerita kayangan api adalah tempat bersemayamnya Mbah Kriyo Kusumo atau Empu Supa yang lebih dikenal dengan sebutan Mbah pandhe berasal dari kerajaan Majapahit. Mbah Pandhe ahli membuat alat-alat pusaka seperti keris, tombak, cudrik dan lain-lain. Sumber api tersebut masih dianggap keramat oleh masyarakat setempat. Api hanya boleh diambil pada saat-saat tertentu, seperti yang sudah-sudah, misalnya, upacara Jumenengan Ngarsodalem Hamengku Buwono X, untuk pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) dan upacara-upacara yang dianggap sakral.

Selain tempat wisata kayangan api juga sebagai tempat berobat, disamping sumber api terdapat sumber mata air yang kelihatan panas jika dilihat tapi dingin jika disentuh, air tersebut disebut Air Blekuthuk, baunya khas yaitu bau belerang yang memiliki khasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Menurut juru kunci, telah banyak yang sembuh penyakitnya setelah berendam di air tersebut. Air Blekuthuk ini dulunya untuk mencuci dan merendam keris yang dibuat oleh Mbah Pandhe. Bahkan oleh masyarakat sekitar maupun pengunjung lokasi tersebut, air Blekuthuk tersebut dianggap membawa berkah, karena selain dapat mengobati penyakit juga dianggap dapat membawa keberuntungan bagi mereka yang datang.

Lokasi kayangan api sangat baik untuk kegiatan sebagai lokasi wisata alam bebas(outbound). Dan pada hari-hari tertentu terutama pada hari Jum’at Pahing banyak orang berdatangan di lokasi tersebut untuk maksud tertentu seperti agar usahanya lancar, dapat jodoh, mendapat kedudukan bahkan ada yang ingin mendapat pusaka. Acara tradisional masyarakat yang dilaksanakan adalah Nyadranan (bersih desa) sebagai perwujudan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa. Pengembangan wisata alam Kayangan Api diarahkan pada peningkatan prasarana dan sarana transportasi, telekomunikasi dan akomodasi yang memadai. wisatapanorama.
29 March 2014
Alun Alun Tulungagung, Taman Kota Yang Unik Dan Menarik

Taman Kusuma wicitra atau Alun-alun Tulungagung yang terletak di Jalan RA Kartini difungsikan sebagai paru-paru kota dan ruang terbuka hijau. Selain itu, juga dijadikan sebagai wahana rekreasi untuk anak-anak dan orang tua yang dilengkapi dengan peralatan permainan yang memanjakan anak-anak untuk bermain.

Selain arena bermain out boad, beberapa fasilitas olah raga ringan, taman air mancur dengan berbagai ikan, alun-alun ini juga dihuni oleh ratusan burung merpati yang dapat membuat pengunjung semakin betah tinggal di tempat yang sejuk tersebut.

Kebersihan alun-alun Tulungagung mendapat pengakuan dari berbagai kalangan bahkan Pemerintah Pusat memberikan apresiasi dengan ditetapkannya Tulungagung sebagai kota Adipura. Sudah enam kali berturut-turut Tulungagung mendapatkan piala Adipura.

Alun-alun Tulungagung dijamin bersih dan indah, karena setiap saat para petugas kebersihan dari Dinas PU BMCK melakukan penyiraman pada tanaman dan menyapu Taman Kusuma Wicitra serta merawat dan menjaga keasriannya.

06 March 2014
Anak anak korban erupsi Gunung Kelud tetap tersenyum
Meskipun sekolah anak anak korban erupsi Gunung Kelud mengalami kerusakan, dan belum bisa digunakan untuk proses belajar mengajar, namun anak anak ini masih tetap terlihat tersenyum. Buku buku pelajaran,  sepatu, bahkan seragam sekolah milik mereka telah rusak terkena abu vulkanik, pasir dan air hujan. Sehingga, banyak siswa yang harus menggunaka sandal jepit untuk sekolah. Bahkan, buku buku sekolah sudah tidak dapat digunakan lagi. Radio ANDIKA, memberikan buku tulis dari pendengar Radio ANDIKA, untuk digunakan siswa sekolah, agar prosesbelajar mengajar tetap berjalan. Dengan rasa haru, semua siswa senang dan tetap tersenyum, meski gunung kelud, telah memporak porandakan harapan para siswa. Hanya senyuman itu, yang bisa membangkitkan semangat semua adik adik untuk tetap belajar.
27 February 2014
Perjuangan seorang nenek
Sebuah perjuangan seorang nenek saat mengambil air bersih di Desa Kebonrejo Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. Nenek tersebut, berjuang mengambil air bersih dari tempat penampungan air bersih yang telah disediakan oleh Kementrian Pekerjaan Umum. Dengan jalanan yang menanjak, nenek ini dengan kuat mengangkat jerigen yang berisi air sebanyak 10 liter. Padahal, jarak antara penampungan air bersih dengan rumahnya, sekitar 100 meter. 
15 February 2014
Bersih bersih Abu Kelud Warga membersihkan atap rumah mereka yang tertutup abu vulkanik letusan Gunung Kelud di desa Ngancar Kabupaten Kediri. Mereka khawatir lapisan debu tebal dapat merusak dan merubuhkan atap rumah.(Fully Syafi)
11 February 2014
Jalan Misterius Gunung Kelud
Jalan Misterius Gunung Kelud

Jalan Misterius (Mysterious Road) yang terdapat di Gunung Kelud, Kediri, Jawa Timur. Jalan misterius, begitu kebanyakan orang menyebutnya. Disebut jalan misterius karena kendaraan tetap bisa berjalan meskipun dalam keadaan mesin dimatikan, dan anehnya adalah jalan yang dilewati adalah menanjak, luar biasa.

Jalan Misterius  ini memiliki panjang sekitar 100 meter, yang letaknya sekitar 3 kilometer dari puncak Gunung Kelud. Untuk menemukan jalan ini tidaklah sulit, karena saat memasuki kawasan jalan misteri ini terpampang jelas sebuah baliho tertuliskan

"Ingin Mencoba Mysterious Road? Disini Tempatnya. Perhatian, Mesin Tetap Nyala/Hidup, Persneling Nol/Netral."

Jalan ini lumayan lebar, sedikit terlihat menanjak, dipoles dengan aspal yang begitu mulus. Disamping kiri dan kanan adalah jurang yang dilengkapi dengan pembatas tembok. Kawasan ini berada pada lereng Gunung Kelud. Menurut pengalaman banyak orang yang telah datang membuktikan kebenaran jalan misterius di kawasan tersebut. Bila mengendarai kendaraan, dengan mesin mati atau nyala dan gigi netral, maka kendaraan akan berjalan dengan sendirinya. Bila kita menuju ke arah puncak Gunung Kelud dan jika berhenti di jalan misterius, maka mobil akan mundur dengan sendirinya.
 
 
Banyak pendapat tentang jalan misteri ini, ada yang mengatakan di sepanjang jalan ini terdapat medan magnet yang besar, sehingga akan menarik benda-benda yang mengadung besi, termasuk kendaraan. Ada juga yang mengatakan, bahwa semua ini hanya ilusi mata, jalan yang kelihatan menanjak tersebut, sebenarnya adalah menurun, hanya saja pohon-pohon disekitarnya tumbuh miring. Bahkan ada pendapat yang cukup aneh, dan kurang masuk akal di jaman yang modern ini, mereka mengatakan kendaraan yang berjalan sendiri tersebut ditarik oleh jin penunggu gunung kelud. Terlepas dari semua pendapat tersebut, apapun penyebab hal ini, Indonesia seharusnya bangga karena memiliki hal unik yang belum tentu di miliki negara lain.
 
28 January 2014
Mushola Taubat Mushola yang ada di kompleks exs lokalisasi Semampir Kota Kediri Ini memang tidak seberapa luas dan besar. Tetapi dilihat dari nama musholanya sangat berat yakni mushola"At-Taubat". Ini mengisaratkan bagi yang sholat di mushola ini harus benar benar taubat dari kesalahan dan dosanya yang telah dilakukan. Tetapi bukan berarti orang yang sudah sholat di mushola ini bersih dari kesalahan dan dosa karena sudah taubat. Bisa saja setelah bertaubat dia kambuh lagi melakukan dosa. Namanya aja manusia, he he he.
25 January 2014
Pohon Menyebut Asma Allah Anda ingin melihat pohon "menyebut" nama Allah? Datanglah ke Purwoasri. Kurang lebih 700 meter ke utara dari Pondok Pesantren Al Hikmah Purwoasri Kediri, Anda akan temukan sebuah pohon unik. Pohon rambutan tersebut ditanam dan dipelihara oleh seorang Hafidz (Penghafal Al Qur'an). 
23 January 2014
Penangkap Sinyal Tv dan Internet Ala Warga Nganjuk
Seorang warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, bernama Imam Bukhori, 50, Desa Bancar, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, memproduksi alat penangkap sinyal telepon seluler dan televisi dengan memanfaatkan wajan yang biasanya digunakan untuk penggorengan.  Untuk proses pemasangan agar bisa menangkap sinyal, Imam hanya perlu melubangi wajan lalu memasang beberapa komponen dan menyesuaikan untuk televisi atau jaringan internet. 
 
Setelah itu, wajan itu juga dipasangi kabel dengan panjang sekitar 20 sentimeter. "Yang berbeda hanya komponen. Kalau televisi, dipasang tanpa booster (semacam komponen untuk penguat sinyal).  Ide untuk memanfaatkan wajan berawal, dari rasa penasarannya tentang alat untuk menangkap sinyal, Terlebih lagi, di daerahnya ternyata sinyal sulit.  Ia lalu melakukan percobaan untuk membuat alat penangkap sinyal. Ia mencoba membuat alat untuk menangkap sinyal pada 2005. 
 
Dari berbagai percobaan yang dilakukan, ia akhirnya berhasil merakit komponen untuk menangkap sinyal. Kompenen yang dirakit itu untuk menangkap sinyal di televisi.  Kalau parabola radiusnya sampai 36 ribu kilometer. Dari penangkap sinyal yang dibuatnya bisa sampai 40 kilometer jangkauannya. Sinyalnya penuh dan jernih, tanpa bantuan booster, Saat ini, dirinya sudah mulai mengembangkan wajan untuk jaringan internet. Percobaan dilakukan sejak beberapa tahun lalu dan ternyata berhasil.
 
Page 1 of 6      1 2 3 >  Last ›

Radio Online

Live Streaming :
Radio 1
Radio 2
Radio 3

Acara Hari Ini

 

05:30 Dzikir Pagi
05:30 Indonesia Gemilang
08:00 Citra Andika 
11:00 Indonesia Gemilang

13:00 Simpang Siur
15:00 
Indonesia Gemilang

18:00 Ekspresi Musik Indonsia
21:00 Senandung Rindu 

24:00 Senandung Malam

 

SMS XL (real size)