
Ketika anda lewat di lereng bukit Maskumambang tepatnya di jalan menuju Mako Brigif 16 Kediri ada sesuatu yang janggal. Banyak police line yang dipasang di pinggir jalan di tepi lahan pekarangan. Yang jelas police line ini bukan batasan tempat kejadian perkara suatu kasus. Namun hanya berfungsi untuk pagar tanaman cabe dan pepaya. Kalaupun ada pencuri, pasti tidak akan takut, wong hanya garis polisi tanpa polisi.(Klpk)
Meski barang bawaannya cukup banyak, perempuan karyawati PT Gudang Garam yang lewat di jalan Mayor Bismo bersama suaminya ini punya cara jitu agar wajan segede itu tetap bisa dia bawa. Dijadikan topi pelindung multi fungsi. Untuk pengamanan dari terik matahari dan hujan. Tetapi yang pasti belum tentu aman dari Polisi.(Hadi Kusuma)
Rambu petunjuk lalin ini seringkali kita temui di perempatan maupun pertigaan jalan raya, tetapi yang dipasang di perempatan Garudo Pare Kediri ini beda dari yang lain, dipasang di bawah. Tidak jelas tujuannya yang pasti kurang efektif karena terlalu melorot.(dk)
"PULANG MALU TIDAK PULANG RINDU" Tidak jelas pesan apa yang ingin disampaikan pemilik motor roda tiga yang lewat di jalan Gatot Subroto Kediri ini, mungkin dia tidak ingin pulang sebelum membawa uang banyak, tapi kalau tidak pulang kangen sama emaknya anak anak,,,,eigh, tentunya juga kangen dengan anak anak juga.ehm.
Dengan santainya orang ini buang hajad di pinggir Sungai Brantas di sebelah utara Jembatan lama Kota Kediri. Tidak peduli terhadap keamanan, kebersihan serta kesehatan. Dan yang pasti dia juga tidak peduli meski ada yang melihat. Untungnya tidak ada ular atau hewan berbisa selama dia jongkok.
ANDIKA FM, Kediri- Jelang Hari Raya Idul Fitri Kantor DPRD Kabupaten Kediri tidak luput dari sasaran para penjual pakaian untuk menggelar dagangan mereka. Terlihat salah satu anggota DPRD tertarik dan melihat-lihat mungkin ada yang cocok. Tetapi jika ini tidak diatur kantor DPRD bisa bisa jadi pasar dadakan.
Meski sudah jelas ada spanduk larangan, tetapi PKL di Jalan Ahmad Yani Kota Kediri ini tetap nekat berjualan. Yang memasang spanduk-pun tidak berani bertindak. Jadi, mengapa spanduk itu tetap dipasang, apa hanya untuk hiasan ??
Mungkin karena kudanya istirahat, Dokar atau Andong yang lewat di Jalan Semeru Kota Kediri ini ganti ditarik pakai pick up. Tetapi sayang tidak jelas apakah juga menerima menumpang.
05:00 Mutiara Subuh
06:00 Kediri Bersemi
08:00 Citra Andika
11:00 Indonesia Gemilang
14:00 Colak Colek
17:00 Kediri Hari ini
18:00 Ekspresi Musik Indonsia
21:00 Senandung Rindu
24:00 Warung Lesehan
![]()
