Kediri Potret

18 September 2014
Sangat Berbahaya, Tidak Untuk Ditiru.
Semua antri untuk kelancaran dan kenyamanan bersama. Tapi bus yang satu ini tidak punya selera untuk antri, bahkan tidak punya kepedulian lagi bagi keselamatan orang lain. Menyerobot sampai ke bahu jalan jalur kanan, saat antrian karena ada proyek perbaikan jembatan Branggahan Ngadiluwih Kediri (Foto kiriman Mas Agung via fan fage Radio ANDIKA AG-243).
13 September 2014
KADALUARSA
Belum diketahui pasti mengapa Baliho di Jl Ahmad Dahlan Kota Kediri ini belum dicopot ? Padahal tidak lama lagi kita akan masuk pada bulan Dzulhijjah 1435 H, saatnya ucapan berganti menjadi SELAMAT IDUL ADHA 1435 H. (Foto kiriman Pak Ripto Himawan via Fan Page Radio ANDIKA AG-243).
03 September 2014
Akibat BBM Langka ???
BBM bersubsidi lagi sulit, banyak yang merasa terjepit, bahkan merasa sakit.
Sementara masuk sekolah tidak boleh terlambat, terpaksa harus berboncengan empat, tapi harusnya tetap utamakan selamat.

Tetap dalam  peraturan, tetap aman, tetap nyaman.

(Foto kiriman Mas Tri Isbianto via fanpage Radio ANDIKA AG243)
01 September 2014
Jerigen Antri Sekarang jamannya jerigen yang antri.
Ratusan jerigen antri melingkar hingga ke jalan raya, padahal stok BBM masih kosong di Jl. Mauni Pesantren Kota Kediri.
Kalau semua jerigen ini diisi penuh, BBM satu truk tangki bisa-bisa langsung habis.


Foto : Anto Kristian Radio ANDIKA
31 August 2014
Masih Antri
Sampai hari ini (31 Agustus 2014), di wilayah Kediri masih terjadi antri pembelian BBM jenis premium dan solar bersubsidi. Antrian panjang di SPBU Paron Ngasem Kediri didominasi sepeda motor dan jurigen. (kiriman Mas Yogi Ahmadi via fanpage Radio ANDIKA AG-243)
20 August 2014
Untuk Siapa Rambu Larangan Parkir ?!
Radio ANDIKA - Kediri - Jawa Timur.
Ini Rambu Larangan Parkir sampai jarak 15 meter dari tempat pemasangan rambu menurut arah lalu lintas, kecuali dinyatakan lain dengan papan tambahan. Rambunya sudah betul merupakan rambu larangan, warna dasar putih dan lambang atau tulisan berwarna hitam atau merah.

Pertanyaannya rambu larangan parkir ini diberlakukan untuk siapa ?!



(Foto kiriman Pak Roni via Fanpage AG-243 Radio ANDIKA
)
04 August 2014
Berlebaran Bersama Keluarga Dengan Mengendarai Roda 3
Radio Andika - Kediri - Jatim - Bersilaturahmi bersama keluarga, ternyata tidak membuat kebingungan keluarga ini. meski dengan mengendarai sepeda motor roda 3 nya, ternyata keakraban 1keluarga ini terlihat dari canda tawa saat berada di jalan. meski udara panas, tetapi sebagian dari anggota keluarga mereka, justru menikmati perjalanan, ada yangbermain Hp, maupun bercanda dengan anggota keluarga lainnya.... Indahnya keakraban dan kedamaian sebuah keluarga,dan bersyukur dengan apa yang dimiliki....
16 July 2014
Bemain Petak Umpet Sambil Menunggu Bedug Maghrib
Radio ANDIKA – Kediri – Jatim – Petak umpet adalah sejenis permainan yang bisa dimainkan oleh minimal 2 orang, namun jika semakin banyak akan semakin seru.
Cara bermain
Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat itu HONG). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya tersebut.
Jika si "kucing" menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh INGLO atau BON atau HONG, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si "kucing" dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal. Apabila Yang seru adalah, pada saat si "kucing" bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai "target operasi" atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju INGLO, BON atau HONG, jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si "kucing" dibebaskan, alias sandera si "kucing" dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si "kucing" harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal.
Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya.
Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu 'kebakaran' yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.
 Radio ANDIKA – Kediri – Jatim – Petak umpet adalah sejenis permainan yang bisa dimainkan oleh minimal 2 orang, namun jika semakin banyak akan semakin seru.
Cara bermain
Dimulai dengan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung sampai 10, biasanya dia menghadap tembok, pohon atau apasaja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi (tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat itu HONG). Setelah hitungan sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan setelah teman-temannya bersembunyi, mulailah si "kucing" beraksi mencari teman-temannya tersebut.
Jika si "kucing" menemukan temannya, ia akan menyebut nama temannya sambil menyentuh INGLO atau BON atau HONG, apabila hanya meneriakkan namanya saja, maka si "kucing" dianggap kalah dan mengulang permainan dari awal. Apabila Yang seru adalah, pada saat si "kucing" bergerilya menemukan teman-temannya yang bersembunyi, salah satu anak (yang statusnya masih sebagai "target operasi" atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju INGLO, BON atau HONG, jika berhasil menyentuhnya, maka semua teman-teman yang sebelumnya telah ditemukan oleh si "kucing" dibebaskan, alias sandera si "kucing" dianggap tidak pernah ditemukan, sehingga si "kucing" harus kembali menghitung dan mengulang permainan dari awal.
Permainan selesai setelah semua teman ditemukan. Dan yang pertama ditemukanlah yang menjadi kucing berikutnya.
Ada satu istilah lagi dalam permainan ini, yaitu 'kebakaran' yang dimaksud di sini adalah bila teman kucing yang bersembunyi ketahuan oleh si kucing disebabkan diberitahu oleh teman kucing yang telah ditemukan lebih dulu dari persembunyiannya.
 
12 July 2014
Menunggu Bedug Maghrib dengan Bermain Congklak
Radio Andika - Kediri - Jatim. Bermain adalah kebutuhan anak-anak yang paling mendasar. Apapun permainannya, selama tidak berat-berat dan lingkungannya aman, ini sangat membantu untuk menghilangkan kebosanan menunggu waktu berbuka puasa untuk anak. Beruntung jika Ibu memiliki tetangga dengan anak yang seumur, dengan begitu mereka bisa bermain bersama di sekitar rumah.Tidak ada salahnya membiarkan anak bermain dengan teman-teman disekitar rumah, tentu sebaiknya dilakukan di sore hari yang sudah mendekati waktu berbuka. Jam-jam ini pula yang paling menjemukan bagi anak. Anak biasanya akan melupakan rasa laparnya saat ia melakukan aktivitas yang seru dan membuatnya senang. Tentunya Ibu perlu mengingatkan asal jangan sampai berlebihan saja. Salah satu permainan yang menyenangkan dan tidak terlalu berat untuk anak adalah permainan congklak.

Permainan Congklak adalah salah satu permainan tradisional yang sering dimainkan oleh anak-anak bahkan para remaja khususnya wanita di daerah-daerah.

Pada dasarnya, permainan congklak adalah permainan yang menggunakan papan kayu berlubang dan beberapa biji-bijian dengan jumlah tertentu. Papan tersebut memiliki lubang yang umumnya berjumlah 16 buah. 16 buah lubang yang ada ddi papan tersebut tidaklah sejajar dan lurus, namun 7 buah lubang saling berhadap-hadapan dan 2 lubang lainnya masing-masing berada di ujung kanan dan kirinya, tepat berada di tengah denegan ukuran yang lebih besar. Lubang yang dipojokan di beri nama lumbung yang memang untuk menyimpan biji-bijian milik pemain.

Jumlah biji yang diperlukan untuk bermain dakon/congklak ini adalah 98 biji. Biji yang digunakan pada jaman dahulu dari isi buah sawo atau kerikil, namun dengan perkembangan jaman biji yang dipakai bisa dari apa saja. Masing-masing lubang  diisi oleh 7 buah biji kecuali pada bagian lumbung yang dibiarkan kosong karena untuk menampung biji yang dimiliki oleh kedua pemain. Cara bermain congklak inipun sangat mudah, pemain menebarkan biji-biji atau juga sering disebut dengan buah congklak kedalam setiap lubang termasuk lumbungnya.

Jika biji yang ditebar telah habis di lubang kecil yang berisi dengan biji yang lainnya, pemain bisa mengambil semua biji yang kemudian dilanjutkan menebar biji hingga biji tersebut berhenti pada lubang yang tak berisi biji. Jika biji berhenti di Lumbung miliknya, maka pemain berhak mengambil biji yang ada dilubang untuk terus menebar biji memutar. Namun jika biji yang ditebar habis pada lubang milik lawannya, maka dia tidak akan mendapat apa-apa dan permainan diambil alih oleh sang penantang.

Dahulu di jawa, ketika saya sedang ada dalam permainan ini ada istilah “nembak” dan “mikul“. Mikul terjadi jika biji yang dijalankan berhenti di lubang yang kosong yang berada ditengah-tengah antara kedua lubang yang ada isinya. Pemain berhak mengambil biji dalam ketiga lubang dan menaruk di dalam lumbungnya. Sedangkan nembak bisa terjadi jika pemain berhenti di lubangnya yang kosong kemudian di seberang/ lubang lawan terdapat biji, maka pemain berhak mengambil biji milik lawannya untuk kembali menjadi isi lumbungnya. Permainan ini usai ketika semua biji habis ditebar dan pemenangnya adalah pemain yang memiliki biji lebih banyak.
Permainan ini umum dimainkan oleh ramaja putri dan mungkin permainan ini juga sangat identik dengan wanita. Namun, beberapa pendapat mengatakan, permainan ini ada hubungan erat dengan manajemen dan sistem pengelolaan uang. Dan seorang wanitalah yang mempunyai peran penting dalam pengelolaan uang dalam rumah tangganya. Permainan congklak/dakon ini juga menggambarkan ketelitian seorang wanita dalam menghitung.

Permainan ini sudah ada di beberapa daerah di penjuru seluruh Indonesia. Di tiap daerah-pun nama-nama dari congklak/dakon ini dikenal dengan nama yang berbeda, dan nama congklak, dhakonan, dhakon  atau dakon ini lebih dikenal di Pulau Jawa. Di Sulawesi permainan ini dinamakan dengan beberapa nama yaitu makotan, anggalacang, nogarata dan manggaleceng. Sedangkan nama Congkak diberikan oleh warga Pulau Sumatera yang berkebudayaan melayu. Dan di Lampung sendiri, permainan ini dikenal dengan nama dentuman lamban. Meski berbeda-beda namanya, permainan ini mempunyai cara bermain yang sama, hmm.. jadi seperti semboyan negeri Indonesia ya.. Bhineka Tunggal Ika.
08 July 2014
Menunggu Waktu Berbuka Puasa Dengan Bermain Layang - Layang

Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Sebagian warga di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, punya cara asyik untuk menunggu waktu berbuka puasa alias ngabuburit dalam budaya lain di Indonesia. Di Kediri, waktu menunggu waktu berbuka puasa ini dipakai oleh sebagian warga dengan bermain layang-layang.

Aktivitas bermain layang-layang ini dilakukan warga Kediri di Lapangan Simpang Lima Gumul. Pemandangan ini tampak antara lain pada Minggu (29/6). Warga dengan rentang usia dari anak-anak hingga orang tua, berkumpul di lapangan tersebut.

Tak jarang satu keluarga berkumpul bersama di sana, memainkan benda berbahan kertas yang akan terbang dengan bantuan angin tersebut dan dikendalikan memakai tali benang. Ahmad Yani misalnya, datang bersama istri dan kedua anaknya. "Sengaja datang ke sini untuk bermain layang-layang, ngabuburit," kata warga Kecamatan Gurah, Kediri itu.

Ada beragam jenis layangan tampak beterbangan di lapangan ini, dari model konvensional berbentuk segi empat hingga bentuk parasut. Bahkan, ada parasut berbentuk ular yang "melata" di udara.

Semua penampilan layang-layang tersebut menjadi penghiburan bagi warga lain yang datang untuk menonton saja. Bila para pengunjung ini tertarik turut bermain layang-layang, di lapangan ini ada pula penjual aneka rupa layang-layang, dengan kisaran harga Rp 15.000 hingga Rp 25.000 per layang-layang.

Begitu adzan maghrib berkumandang, warga yang bermain maupun menonton layang-layang menghentikan aktivitasnya. Mereka pun bisa berbuka di sana, menikmati aneka makanan yang dijual para pedagang.

Page 1 of 9      1 2 3 >  Last ›

Radio Online

Live Streaming :
Radio 1
Radio 2
Radio 3

Acara Hari Ini

05:30 Dzikir Pagi
05:30 Indonesia Gemilang
08:00 Citra Andika
11:00 Indonesia Gemilang

13:00 Simpang Siur
15:00
Indonesia Gemilang

18:00 Ekspresi Musik Indonsia
21:00 Senandung Rindu 

24:00 Senandung Malam

 

SMS XL (real size)