Selingan

19 January 2018
Hamzah bin Abdul Muthalib tak Rela Rasulullah Dihina
Sebelum menerima cahaya iman, Hamzah bin Abdul Muthalib larut dalam kehidupan duniawi. Ia gemar mabuk-mabukan dan berfoya- foya. Ia juga bersikap begitu fanatik terhadap sukunya, Bani Hasyim.

Bila merujuk pada nasab, Hamzah merupakan salah seorang paman Nabi Muhammad SAW. Tapi, saat itu Hamzah bin Abdul Muthalib masih acuh tak acuh terhadap ajaran yang disebarkan ke ponakannya tersebut.

Sekalipun membela Muhammad, hal itu dilakukannya lebih karena fanatisme kesukuan. Siapa pun yang menyakiti Muhammad, Hamzah bin  Abdul Muthalib tidak akan tinggal diam. Suatu malam, Hamzah berjalan pulang ke rumahnya.

Ia baru saja selesai berburu. Di tengah perjalanan, seorang budak milik Abdullah bin Jud'an mencegatnya. Bukan main kagetnya Hamzah mendengar perempuan itu berkata setengah berteriak, Wahai Tuan, alangkah hinanya keturunan Abdul Muthalib!

Ada apa? tanya Hamzah yang mencoba mengendalikan dirinya.

Kalau Tuan melihat apa yang dilakukan Hakam bin Hisyam terhadap keponakan Tuan, Muhammad, tentu Tuan akan marah besar. Kondisinya sangat menyedihkan karena keponakan Tuan itu dicaci-maki dan disakitinya, kata budak perempuan ini. Hakam bin Hisyam adalah nama lain Abu Jahal.

Amarah Hamzah tidak bisa dikendalikan lagi. Benarkah kata-katamu ini, wahai budak? tanya Hamzah.

Sungguh, saya tidak berdusta, Tuan,jawab perempuan yang masih menyembunyikan keislamannya itu. Maka, Hamzah bin Abdul Muthalib bergegas pergi ke kediaman Nabi Muhammad. Ia ingin mendengarkan kabar ini langsung dari keponakannya itu. Bagaimanapun, Hamzah sangat benci bila Muhammad dihina di depan umum sampai-sampai seorang budak menganggap rendah tabiat Bani Hasyim, khususnya anak-cucu Abdul Muthalib.

Kebetulan, Hamzah berpapasan dengan beberapa orang yang sedang berkumpul di tepi jalan. Salah satunya adalah Abu Jahal. Bahkan, saat itu Abu Jahal sedang menjelek-jelekkan Nabi Muhammad dengan kata-kata yang sangat menghina.

Begitu mendengar celotehan Abu Jahal, Hamzah segera mengambil busur panahnya dan memukul kepala Abu Jahal dengan benda itu sekeras mungkin hingga mengucurkan darah. Abu Jahal tersungkur di depan anak buahnya.

Hai Hakam! Sekali lagi kamu menghi na keponakanku, berikutnya kamu akan saya lawan lebih keras lagi! bentak Hamzah.

Apa kamu sekarang sudah melindungi Muhammad? Apa kamu telah keluar dari ajaran nenek moyang kita? tanya Abu Jahal sambil menahan kesakitan kepada Hamzah.

Saya tidak peduli dengan kata- katamu. Buat saya, apa yang diucapkan Muhammad itu benar, tegas Hamzah. Ia kemudian meneruskan perjalanannya ke rumah Nabi Muhammad.

Sesampainya di sana, Hamzah menemui Rasulullah dan menanyakan keadaannya. Kemudian, Hamzah bertanya ke pada keponakannya itu, Wahai kepona kanku, saya telah melakukan perbuatan yang saya sendiri tidak tahu apakah benar atau salah. Karena itu, kabarkanlah kepa da saya kebenaran yang engkau bawa. Saya sangat menantikan nasihat-nasihatmu.(Red: Agung Sasongko-Republika.co.id/jko)

17 January 2018
3 Trik Terhindar dari Depresi Saat Main Media Sosial
Media sosial lekat dengan kehidupan sehari-hari, mendapatkan kabar terbaru dari teman lama atau yang tinggal di luar kota kini cukup sekali ketuk di layar ponsel atau komputer. Tetapi, bermain media sosial yang tidak tepat bisa menimbulkan stres atau depresi kepada penggunanya.

Psikiater dr. Dharmawan Purnama, kepada ANTARA News, hari ini, menyatakan butuh pengendalian diri ketika berselancar dalam media sosial.
 

Ia mencontohkan foto-foto pada media sosial, jika tidak disikapi dengan bijak, dapat menimbulkan rasa gagal kepada orang lain yang melihatnya.

“Ada yang merasa dirinya tidak berharga, gagal, karena dia membandingkan dirinya dengan teman-teman, yang dia anggap sukses,” kata Dharmawan.

Tidak jarang orang rela melakukan apa pun demi “tampil” di media sosial, misal berhutang agar bisa berjalan-jalan dan mengunggah foto-fotonya di media sosial. Perilaku tidak bijak seperti itu, menurut Dharmawan, dapat menimbulkan masalah kesehatan mental.
 

Rambu-rambu bermedia sosial

 

Agar tidak mengalami masalah mental atau stres bahkan depresi, Dharmawan memberikan rambu-rambu dalam menggunakan media sosial sewajarnya.

1. Batasi waktu

Ketika hari atau jam kerja, batasi menggunakan media sosial agar dapat fokus ke pekerjaan. Sebagai contoh, tidak perlu memantau grup percakapan, selama tidak berhubungan dengan pekerjaan, selama jam kerja.

2. Hindari bergosip

Jika media sosial hanya digunakan untuk bergosip, sebaiknya tidak perlu membuat media sosial.

3. Produktif

Setiap orang, kata Dharmawan, sebaiknya memiliki hobi atau mainan yang membuat dirinya produktif. Hal tersebut juga berlaku ketika mengakses media sosial, gunakan untuk hal yang produktif, misalnya berjualan atau membangun jejaring.(Natisha Andarningtyas/AntaraNews/jko)

 

 

 

15 January 2018
3 Trik Kilat untuk Atasi Serangan Panik
Beberapa orang mengalami apa yang dinamakan serangan panik. Serangan panik adalah rasa ketakutan atau kecemasan yang muncul secara tiba-tiba dan efeknya luar biasa. Jantung orang yang mengalaminya akan berdebar tak karuan, bahkan tak jarang sampai tak bisa bernapas. 

Tak heran banyak orang yang membutuhkan bantuan khusus untuk menenangkan serangan panik mereka. Beberapa bahkan didiagnosis mengalami gangguan panik atau anxiety yang membuat mereka memerlukan bantuan profesional.

Sementara yang lain, mungkin ada kejadian tertentu yang memicu rasa panik Anda. Apapun penyebabnya, beberapa strategi terapi perilaku berikut ini bisa membantu Anda mengusir serangan panik, melansir Women's Health, Senin (15/1/2018):

1. Trik es batu
 

Letakkan es batu di bawah mata, di atas tulang pipi s-elama 30 menit. Rasa dingin bisa mendistraksi pikiran Anda yang sedang panik.

Rasa dingin di area ini juga bisa memicu reflek sistem saraf parasimpatetik, memperlambat ritme napas dan detak jantung, sehingga bisa menimbulkan rasa tenang yang bisa mengatasi serangan panik.
 

2. Trik kertas

 

Tuliskan pikiran-pikiran negatif Anda di sehelai kertas, seperti "Aku tidak bisa melakukan apa-apa saat ini," lalu tanya secara jujur pada diri sendiri apakah hal itu sesuai fakta.

Penelitian menunjukkan, pikiran kita terkadang terdistorsi sehingga bisa membuat kita merasa buruk. Riset menemukan, cara menulis ini bisa membantu Anda mengindentifikasi nosi yang salah sehingga Anda bisa berpikir secara lebih realistis.

3. Trik tangga

Duduklah dengan nyaman, pejamkan mata, dan tarik nafas panjang. Bayangkan secara detil Anda sedang menuruni tangga secara perlahan, mulai dari pencahayaan sampai ke rasa pegangan tangga sampai ke suara telapak kaki Anda menjejak setiap anak tangga.

Semakin jelas Anda bisa membayangkan diri dalam latihan ini, semakin kecil ruang yang tersisa untuk pikiran-pikiran yang bisa membuat panik.(Nilam Suri-liputan6.com/jko)

 

 

03 January 2018
8 Tips Produktif Buat Bekerja dari Rumah
Berkat teknologi cloud computing  atau komputasi penyimpanan ringan dan mobile internet yang sangat mudah diakses, bekerja dari rumah semakin sering terjadi di antara populasi pekerja saat ini.

Menurut The 2017 State of Telecommuting in the US Employee Workforce, jumlah karyawan yang bekerja dari rumah telah tumbuh sebesar 115 persen dari 2005 sampai 2015.
 

Laporan tersebut juga menemukan bahwa 40 persen lebih karyawan AS telah ditawarkan pilihan kerja yang fleksibel pada tahun 2017 dibandingkan tahun 2010.

Saat bekerja dari rumah terdengar keren, mereka yang baru mengenalnya mungkin berjuang untuk menyesuaikan diri dengan fleksibilitas baru mereka.

Hanya karena Anda bisa bekerja memakai piyama Anda tidak berarti itu adalah ide yang baik untuk dilakukan. Jika Anda tidak memperlakukannya seperti hari kerja lainnya, Anda akan merasa terganggu dan akan terus berusaha menyelesaikan pekerjaan Anda.

Dikutip dari JobStreet, Rabu (3/1/2018), hindari gangguan di rumah dengan tips sederhana namun ampuh ini untuk meningkatkan produktivitas Anda saat bekerja dari rumah:

Temukan ritme Anda

Bergantung pada jenis atau sifat pekerjaan Anda, Anda mungkin tidak perlu berpegang pada jam kerja reguler. Ini membantu untuk menemukan ritme kerja Anda sehingga Anda dapat tetap produktif - sebagian dari kita bersemangat di pagi hari, sementara yang lain bekerja lebih baik di sore hari, atau bahkan di malam hari.

Bahkan jika pekerjaan Anda mengharuskan Anda untuk mengikuti jam kantor, mengetahui ritme kerja Anda akan membantu Anda mengelola jam kerja yang tidak produktif dengan lebih baik. Anda bisa menjadwalkan kerja manual untuk jam-jam tersebut, atau membuat secangkir besar kopi jika Anda memiliki tumpukan laporan untuk dibaca.

Intinya, karena bisa mengantisipasi jam kerja berkinerja rendah dapat membantu Anda membalikkan keadaan.

Mandi, bercukur  dan berpakaian

Ya, Anda dapat memilih untuk tetap tidak bercukur dan bekerja memakai piyama Anda sepanjang hari. Tapi jika Anda menginginkannya menjadi hari yang produktif, lakukan dengan benar. Jalankan ritual pagi Anda dengan cara yang sama seperti jika Anda pergi ke kantor. Anda akan merasa segar dan energik setelah mandi, dengan baju bersih dan celana panjang yang segar.
 

Mulai Hari dengan Benar

 

Mengikuti dari poin sebelumnya, Anda harus sarapan sehat untuk memulai hari dengan benar. Setelah sarapan pagi, beri waktu untuk bersantai dan berkumpul kembali sebelum mulai bekerja.

Renungkan, lakukan yoga, atau habiskan satu jam merencanakan hari Anda. Apapun itu, inilah saatnya untuk masuk ke dalam kerangka pikir yang produktif.

Miliki ruang kerja yang layak

Jangan membuat kesalahan dengan berpikir Anda bisa melakukan pekerjaan Anda tergeletak di sofa karena sangat nyaman, dan Anda dapat melakukan itu. Namun Anda akan merasa sangat nyaman sehingga Anda akan mulai mengantuk dan tertidur.

Jika Anda ingin tetap produktif, siapkan ruang kerja yang sesuai untuk pekerjaan. Dengan cara ini, otak Anda tahu bahwa ini sudah waktunya bekerja ketika Anda duduk di kursi Anda.

Investasikan kursi yang bagus

Dengan situasi yang sama, memiliki kursi yang layak adalah sama pentingnya jika Anda ingin menghabiskan waktu berjam-jam duduk di atasnya.

Dapatkan kursi kantor yang tepat untuk menjaga postur tubuh Anda tegak sambil memberikan sandaran pinggang yang memadai. Punggung Anda akan berterima kasih untuk itu.
 

Letakkan Botol Air

 

Ini mungkin terdengar jelas, tapi mengejutkan bahwa beberapa orang lupa minum air saat mereka begitu asyik dengan pekerjaan mereka. Memiliki sebotol air di meja Anda memberikan pengingat visual terus menerus agar Anda minum, dan menghemat banyak perjalanan ke dapur untuk mengisi gelas Anda. Tetap terhidrasi membantu pikiran tetap segar dan waspada.

Pilih lagu yang tepat

Mencocokkan musik yang tepat dengan ritme kerja Anda membuat perbedaan besar pada produktivitas Anda. Jika Anda mendengarkan musik yang lembut selama jam kerja Anda yang kurang produktif, coba tebak? Kemungkinan besar akan lebih menurunkan produktivitas Anda. Jadi, pilihlah lagu yang tepat untuk meningkatkan mood dan energi Anda.

Istirahat teratur

Terkadang kita begitu terperangkap dalam apa yang kita lakukan sehingga akhirnya kita duduk di tempat yang sama selama berjam-jam, mengetik di laptop kita. Tidak hanya menguras mata kita, tapi juga sangat melelahkan bagi punggung.

Begitulah cara kita mendapati sakit punggung dan postur tubuh yang buruk. Idealnya, Anda ingin beristirahat setiap setengah jam. Melangkahlah, regangkan diri Anda dan berjalan-jalan sebentar. Anda akan merasa jauh lebih segar setelah istirahat sejenak.(Arthur Gideon-liputan6.com/jko)

 

 

 

02 January 2018
4 Cara Mengatasi Mood Swing yang Datang Tiba-Tiba
Pernahkah Anda merasakan mood yang berubah-ubah, dari yang tadinya baik-baik saja menjadi sangat tidak menyenangkan? Efeknya, pekerjaan Anda jadi terganggu dan perasaan yang tidak enak pun muncul. Inilah yang dinamakan mood swing.

Hal ini dapat terjadi kapan saja dan di mana saja, bisa karena suasana, lingkungan maupun hormon. Sebagai cara menanggulanginya, berikut empat cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi mood swing yang terjadi pada Anda.
 

1. Perbaiki Jadwal Tidur

Seperti yang telah banyak diketahui, untuk orang dewasa disarankan tidur antara tujuh sampai delapan jam perhari. Jika hal ini diabaikan, maka mood Anda bisa berantakan dan kesehatan tubuh pun terganggu. Jika Anda merasa jam tidur kurang dari yang dianjurkan, sebaiknya Anda mulai mengatur jadwal supaya mendapatkan waktu yang cukup untuk memperbaiki jadwal tidur.
 

2. Keluar Sejenak Saat Siang Hari

Pergi ke luar di siang hari, bahkan jika hanya selama 15 menit, dapat membantu Anda mendapatkan paparan sinar matahari yang bisa meningkatkan mood. Apalagi bagi Anda yang pergi bekerja sebelum matahari terbit dan pulang setelah terbenam.

3. Berolahraga

Berolahraga secara rutin akan membuat tubuh menjadi segar dan melepaskan endorfin yang dapat meningkatkan mood serta energi. Bonusnya, tidur Anda pun akan terasa lebih nyenyak.
 

4. Konsultasi dengan Orang Terdekat atau Profesional

Jika Anda sudah mencoba semua hal di atas dan Anda masih tidak merasa memiliki mood yang bagus, jangan ragu untuk menceritakan masalah yang Anda rasakan ke teman atau orang yang Anda percayai. Selain itu, dokter atau konselor kesehatan mental mungkin akan bisa membantu dengan terapi dan hal lainnya yang bisa membuat mood Anda semakin baik secara medis.((Rizqi Rosmalawati-liputan6.com/jko)

 

 

 

29 December 2017
Habib Bin Zaid, Sang Pembawa Pesan Rasulullah
Zaid bin Asim dan istrinya, Ummu Ammarah, menjalani kehidupan yang bahagia. Keduanya memiliki anak bernama Habib. Ketiga orang ini kelak dikenal sebagai pembela Islam yang gigih.Mereka pergi ke Makkah untuk bersyahadat, mengakui keesaan Allah dan Muhammad sebagai utusan Ilahi.

Ikrar itu disampaikan di Agabah dalam kegelapan malam. Habib yang masih kecil mengulurkan tangan kecilnya dan berjanji setia kepada Rasulullah. Habib harus melaksanakan apa yang diperintahkan dan diarahkan sang Nabi.

Setelah berislam, Habib belum mengikuti Perang Badar, karena masih terlalu muda.Dia juga tidak memiliki kesempatan untuk ambil bagian dalam Pertempuran Uhud karena dianggap belum berkompeten memegang senjata.

Meski demikian, Habib selalu mengamati berbagai tantangan yang dihadapi umat Islam.

Harta dan takhta selalu didermakan untuk kepentingan Islam. Bahkan nyawa dikorbankan demi tegaknya risalah Ilahiyah yang mengarahkan manusia kepada kebenaran.

Tantangan tersebut menjadi pelajaran berharga bagi dirinya dalam berislam. Habib menilai, berjuang demi Islam memang harus total, tidak setengah hati. Bukan hanya harta, tapi nyawa pun harus dikorbankan demi tegaknya Islam.

22 December 2017
Ini Asal Mulanya Muncul Azan
Azan merupakan syiar Islam untuk memanggil umat Islam guna melaksanakan shalat wajib lima waktu. Pencetus Azan sendiri adalah Umar ibn Khathab yang mendapatkan ilham dari Allah SWT melalui mimpinya.

Dikutip dari buku yang berjudul ‘The Great of Two Umars’ karya Fuad Abdurrahman bahwa awal mula munculnya azan yang hingga saat ini dikumandangkan di seluruh penjuru dunia adalah dulu ketika umat Islam masih berjumlah sedikit, maka tidak sulit unutk mengumpulkan mereka guna melaksanakan shalat berjamaah.

Dengan bertambahnya umat Islam dan kesibukkan yang beragam, membuat sebagian dari mereka lalai untuk melakukan shalat tepat pada waktunya. Untuk mencari solusi agar umat Islam dapat melaksanakan shalat tepat waktu, maka sebagian para sahabat kemudian memberkan saran kepada Rasulullah.

Rasulullah SAW ingin menggunakan terompet seperti orang Yahudi untuk memanggil kaum Muslim, namun beliau tidak menyukai terompet. Ada yang menyarankan untuk menyalakan api di tempat tinggi, sehingga mudah dilihat oleh orang-orang ataupun asapnya bisa dilihat dari kejauhan. Lalu ada yang mengusulkan lonceng sebagai penanda tiba waktu shalat sebagaimana orang Nasrani.

Untuk membuat lonceng itu, Umar diberi tugas membeli kayu, saat itu dia sedang tidur di rumahnya. Setelah bangun dan tahu tentang rencana lonceng itu, ia berkata, “Jangan gunakan lonceng, tetapi untuk shalat serukan azan!”

Umar tidak ingin bila Islam tercemar oleh berbagai budaya kaum kafir. Esoknya, Umar pergi menemui Rasulullah SAW dan memberitahukan mimpinya. “Ya Rasulullah, semalam aku seperti bermimpi tentang laki-laki berpakaian hijau lewat di depanku membawa lonceng.

Maka, Umar bercerita kepada Rasululah SAW bahwa dalam mimpi dia bertanya kepada laki-laki berpakaian hijau itu, “Hai hamba Allah, apakah lonceng itu akan kaujual?” Kemudian orang itu balik bertanya, “Memangnya ingin kau gunakan untuk apa?” “Sebagai panggilan shalat”’ jawab Umar ra. Orang itu bertanya lagi, “Maukah aku tunjukkan yang lebih baik daripada itu?” Kemudian, dia menyebutkan kepada Umar ra lafal azan.

Rasulullah SAW menyuruh Bilal untuk menyerukan azan dengan lafal yang dikatakan Umar ra. Pada saat itu Umar ra mendengar suara azan itu dari rumahnya. Dia keluar menemui Rasulullah SAW dan berkata, “Wahai Rasululla, demi Yang Mengutus Anda dengan sebenarnya, aku bermimpi seperti itu.”

Sejak saat itu, suara azan bergema di Madinah setiap hari lima kali, dan menjadi semacam penegasan bahwa kaum Muslim kini telah unggul.(Rep: Mgrol97/ Red: Agus Yulianto-republika.co.id/jko)
 
20 December 2017
Cara Meningkatkan Motivasi Karyawan Tanpa Menaikkan Gaji

Sebagai pemilik usaha, karyawan merupakan aset berharga yang bisa menentukan kesuksesan bisnis. Karyawan yang bahagia disebut akan termotivasi untuk bekerja dengan baik dan lebih produktif. Sebagai atasan, menjaga kebahagiaan karyawan bisa dilakukan dengan berbagai cara termasuk menaikkan gaji atau memberikan insentif.

Namun ternyata kebahagiaan karyawan tidak melulu soal uang yang mereka dapatkan. Kecukupan gaji tidak sepenuhnya berarti jika tidak dibarengi dengan kebahagiaan non material. Ada beberapa cara yang bisa meningkatkan motivasi kerja karyawan tanpa harus menambah pengeluaran perusahaan.

Karyawan akan semakin termotivasi jika diberi ruang dan otonomi dalam bekerja. Artinya mereka dibebaskan untuk mengerjakan sebuah tugas dengan cara yang mereka sukai. Di akhir pekerjaan, mintalah mereka untuk membuat laporan mengenai perkembangan pekerjaannya dan berikan umpan balik. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan melihat buah pemikiran dan kerja keras yang ia lakukan.(Kompas.com/jko)

Jika memang hasil kerjanya memuaskan, jangan ragu untuk memberikan pujian atau ucapan terima kasih. Hal sesederhana itu justru menjadi bukti penting yang menunjukkan bahwa perusahaan menghargai kinerja karyawan. Jangan hanya melihat dampak pekerjaannya secara keseluruhan bagi perusahaan, namun sempatkan untuk melihat secara detail apa yang ia kerjakan.

Cara lain untuk memotivasi karyawan adaah dengan membangun komunitas. dengan adanya komunitas, karyawan akan semakin terhubung dan solid. Mulailah dengan membuat grup di chat room atau sosial media. Dari sana, bangun keakraban dan rencanakan aktifitas bersama yang bisa membuat hubungan itu semakin harmonis. Misalnya makan siang bersama, karaoke, atau berpiknik.

Tak perlu sungkan pula untuk mengobrol langsung dengan karyawan soal apa yang membuat mereka semangat dalam bekerja. Hilangkan jarak antara atasan dengan karyawan agar komunikasi bisa berjalan lancar. Langkah ini bisa dilakukan melalui survei, sesi diskusi, atau menggunakan kotak saran. Jangan lupa untuk jadikan informasi yang didapat sebagi bahan evaluasi.

Cara lain untuk memotivasi karyawan adalah dengan sesekali memberikan penawaran istimewa terkait pekerjaan. Contohnya dengan memberikan kursus untuk menambah keterampilan mereka. Atau bisa juga dengan memberikan kesempatan untuk bekerja dari jarak jauh (remote working) untuk mengurangi rasa jenuh bekerja dari kantor.

15 December 2017
Munculnya Sumur Zamzam
Sebagian besar umat Islam pasti mengenal air zamzam. Air ini akrab dengan umat Islam dan bisa dinikmati karena sering dibawa oleh jamaah haji.

Air zamzam dalam sejarahnya bermula dari kegelisahan Siti Hajar bersama putranya, Ismail, yang ditinggal Nabi Ibrahim AS di sebuah padang tandus. Cerita Siti Hajar yang ditinggal Ibrahim ini diabadikan Allah SWT dalam Alquran surah Almaidah (14) ayat 37.

Karena bekalnya habis, Siti Hajar berusaha mencari makanan atau orang-orang yang kemungkinan berada di sekitarnya. Ia pun berlari ke Bukit Marwah, balik lagi ke Bukti Shafa, dan kembali lagi ke Bukit Marwah. Tercatat, tujuh kali dirinya bolak-balik bukit Shafa-Marwah. Apa yang dilakukan Siti Hajar itu kini menjadi salah satu rukun haji yang wajib dilaksanakan umat Islam yang melaksanakan haji, yaitu sai.

Setelah lelah bolak-balik dari bukit Shafa ke Marwah, Siti Hajar mendengar perintah untuk melihat putranya yang sedang menangis dan mengentak-entakkan kakinya ke tanah. Ternyata, entakan kaki Ismail AS berhasil mengeluarkan air yang berlimpah. Siti Hajar pun kemudian berkata, "zamzam (berkumpullah)," hingga akhirnya air berkumpul dan dinamakan zamzam.

Munculnya air dari bekas entakan Nabi Ismail ini kemudian memicu hadirnya serombongan burung-burung di sekitarnya. Melihat adanya burung ini, para kafilah yang juga sedang mencari air segera menuju tempat burung-burung beterbangan itu. Inilah sekelumit singkat awal mula munculnya sumur zamzam.

Digali kembali

Setelah sekian ribu tahun, konon sumur zamzam ini kemudian tertutup karena tidak ada yang merawatnya. Maka, kakek Nabi Muhammad AS, Abdul Muthalib, bernazar untuk menggalinya kembali apabila dirinya dikaruniai banyak anak dan akan mengurbankan salah satunya. Doanya dikabulkan Allah SWT dan ia mempunyai 10 orang anak.

Kemudian, Abdul Muthalib melaksanakan nazarnya. Namun, ia ragu siapa yang akan dijadikan kurban. Lalu, diundilah hingga kemudian muncul nama Abdullah, ayah Nabi Muhammad SAW. Keraguan makin memuncak karena ia sangat menyayangi putra bungsunya ini. Setelah berkali-kali nama Abdullah muncul, ada yang mengusulkan agar nama Abdullah diundi dengan onta. Dan, setelah berkali-kali diundi, selalu muncul nama Abdullah, jumlah onta yang akan dijadikan kurban ditambah hingga 100 ekor onta. Dan, pada undian berikutnya, akhirnya muncullah nama onta yang akan dikurbankan. Karena doanya dikabulkan dan Abdul Muthalib melaksanakan nazarnya, dia pun menggali sumur zamzam tersebut. Karena itu, sumur zamzam disebut pula dengan sumur gali (Dug Water Well).

Ada pula riwayat lain yang menyebutkan bahwa Abdul Muthalib menggali sumur zamzam itu karena adanya perintah yang didapatkan ketika beliau tertidur di Hijir Ismail. Maka, perintah itu beliau laksanakan.  Wa Allahu A'lam.(Rep: sya/berbagai sumber/Red: Agung Sasongko-Republika.co.id/jko)

13 December 2017
8 Tanda Bahwa Ia Adalah Sahabat Terbaik
Berada di lingkungan keluarga dan sahabat yang menyayangi tentu saja menjadi hal yang sangat menyenangkan. Di antara banyak teman yang dimiliki, pastinya Anda mempunyai satu atau dua orang teman yang paling dekat atau yang sering dikenal dengan istilah sahabat sejati.

Seperti banyak pepatah yang mengungkapkan bahwa sahabat terbaik adalah mereka yang selalu ada di saat Anda sedang dalam kondisi apapun. Tapi yakinkah Anda bahwa Ia benar-benar sahabat yang baik? Dilansir dari Thelist, ternyata Anda bisa mengenali tanda-tanda berikut untuk memastikan mereka adalah sahabat sejati.
 

Mendukung

Teman yang baik adalah mereka yang selalu mendukung keputusan yang terbaik bagi Anda. Mereka akan fokus pada Anda saat benar-benar dibutuhkan.

Hubungan timbal balik

Apabila sahabat Anda terus menerus menginginkan sesuatu dari Anda sementara mereka tidak bersikap sama seperti yang Anda lakukan, maka mulai sekarang berfokuslah pada hal tersebut. Bisa jadi mereka hanya memanfaatkan Anda. Sebab sahabat yang baik tidak hanya datang untuk meminta bantuan tetapi juga hadir disaat Anda membutuhkan bantuan dan dukungan dari mereka.

Menanggapi kekecewaan dan penolakan

Sahabat sejati adalah mereka yang mampu mengakui kesalahan dan menyadari bahwa tidak masuk akal untuk menyalahkan Anda seorang atas kekacauan yang terjadi. Mereka tidak akan membiarkan Anda larut dalam perasaan bersalah apalagi menghakimi.
 

Reaksi Terhadap Kabar Baik

Sahabat yang baik adalah mereka yang tidak melihat kehidupan persahabatannya sebagai sebuah kompetisi. Mereka akan benar-benar bahagia ketika segala hal berjalan sesuai dengan keinginan Anda.

Menghabiskan waktu bersama

Teman yang baik adalah mereka yang mampu memberikan energi, menginspirasi dan menghabiskan banyak waktu dengan Anda. Mereka akan membantu Anda terus berjalan bahkan di saat tidak memiliki energi untuk melakukannya sendiri sehingga Anda merasa sangat senang dan nyaman bersama mereka. Apabila Anda merasa letih dengan hubungan pertemanan Anda, bisa jadi ada sesuatu yang kurang baik di sana.
 

Paham dengan batasan

Dasar sebuah hubungan adalah rasa aman dan nyaman. Oleh sebab itu, jika Anda memiliki seorang teman yang dapat menghormati batasan Anda baik fisik maupun emosional, maka mereka patut untuk dipertahankan.

Menangani konflik

Sahabat yang baik adalah mereka yang mampu mengatasi konflik dan jujur terhadap semua hal. Mereka akan menjadi orang pertama yang menentang jika hal tersebut tidak baik akibatnya bagi Anda.

Dipercaya

Tidak hanya sebagai pendengar, sahabat yang baik adalah mereka yang mampu menjaga semua informasi yang sensitif dan pribadi. Mereka dapat menjaga rahasia, dapat dipercaya dan jujur.(Latifah Gusri-liputan6.com/jko)

 

 

 

Page 1 of 59      1 2 3 >  Last ›