Lintas Jawa Timur

22 May 2019
Bea Cukai Pasuruan 'Sikat' Para Pembuat Pita Cukai Rokok Palsu yang Rugikan Negara
SURYA.co.id | PASURUAN - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pasuruan terus menunjukkan komitmennya untuk terus menertibkan para pelanggar undang-undang khususnya cukai di wilayah Kabupaten Pasuruan.
 
Dari data yang dihimpun SURYA.co.id, sepanjang tahun 2018 lalu, KPPBC Pasuruan melakukan penindakan sebanyak 53 kasus. Penindakan itu dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat.
 
Dari 53 penindakan, delapan penindakan ini kasusnya masuk dalam ranah pidana. Sebab, delapan penindakan ini terbukti melanggar pasal 50 dan atau 54, 55, 56 Undang-Undang No 39 Tahun 2007 tentang cukai.
 
"Rata-rata, cukai mereka palsu. Dan jika sampai beredar, maka negara yang dirugikan. Bayangkan saja, dari delapan penindakan yang kasusnya naik sampai persidangan itu nilainya fantastis, miliaran," kata Kasubsi Penyidikan KPPBC Pasuruan NANANG SEKTI W, Rabu (22/5/2019).
 
NANANG menjelaskan, dari delapan penindakan kemarin, pihaknya berhasil menyelematkan uang negara sebesar Rp 9 miliar lebih. Beruntung, pita cukai ilegal itu belum sampai didistribusikan.
 
"Jika sampai terdistribusikan, negara mengalami kerugian Rp 9 miliar lebih. Ini sebuah kerugian, dan harus ditindak sesuai dengan ketentuan," jelasnya.
 
Selama tahun 2019 ini, sampai bulan Juni, lanjut dia, pihaknya sudah melakukan 16 penindakan, tiga diantaranya kasusnya masuk ke ranah pidana. Sebab, unsurnya sudah masuk dan melanggar undang-undang.(Galih Lintartika-tribunjatim/ev)
22 May 2019
RPH Kota Malang Siapkan 20 Sapi untuk Lebaran
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Perusahaan Daerah Rumah Potong Hewan (PD RPH) Kota Malang menyiapkan 20 ekor sapi yang siap dipotong untuk kebutuhan konsumsi Lebaran. Plt Kepala PD RPH Kota Malang ADE HERAWANTO mengatakan, ketersediaan daging menjelang Lebaran pun diprediksi aman.
 
"Ya jadi ada 20 sapi dari peternak Kota Malang. Nanti bisa datang saja, sudah ada harga tertera kita sesuaikan dengan harga pasar," ujar Ade kepada Tribunjatim.com, Senin (20/5/2019).
 
Dikatakan ADE, daging daging sapi yang dijual di PD RPH Kota Malang dijamin kehigenisannya dan juga telah dipotong dengan cara yang halal. PD RPH Kota Malang telah mengantongi sertifikasi halal MUI Jawa Timur dan juga telah memiliki nomor Kontrol Veteriner (NKV).
 
Untuk saat ini kisaran harga yang dijual kepada masyarakat, mulai dari yang terendah kisaran Rp 60 ribu hingga sekitar Rp 127,5 ribu. Ade menjelaskan pengemasan daging dibuat rapi yakni dengan kemasan berlabel produk PD RPH, sehingga masyarakat atau konsumen bisa lebih ringkas membawa dan menyimpan daging sapi.
 
 
"Serta lebih mudah mengolahnya sesuai keinginan," imbuhnya kepada Tribunjatim.com.
 
PD RPH juga mengelompokkan jenis daging, yakni daging bagian dalam, daging iga, daging kisi, rawonan, hati sapi, kikil sampai pentol bakso. Selain itu, daging yang dijual sudah pasti sehat dan mengantongi sertifikat halal.
 
"Dengan adanya produk ini, kami juga bergerak di packaging, penyimpanan cold storage, hingga penjualan online. Proses pemesanan pun jadi lebih mudah," lanjut pria yang akrab disapa Ade d'Kross ini.
 
Jelang lebaran dan seterusnya, harga akan menyesuaikan kebijakan direksi dan perkembangan harga pasar. (Benni Indo-TribunJatim/ev)
21 May 2019
Perbaiki Pompa Air, Petani di Magetan ini Tewas
jatimnow.com – SUMADI, (60) warga Desa/Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan tewas karena memperbaiki pompa air di gubug sawahnya, Senin (20/5/2019).
 
Kapolres Magetan, AKBP MUHAMMAD RIFAI mengatakan korban bersama dua temannya, NANANG dan SUPARNO ke sawah. Ketiga orang tersebut bermaksud memperbaiki pompa air di gubug sawah korban. Dari keterangsan saksi dan olah TKP, korban memperbaiki pompa air dengan cara memompa secara manual menggunakan alat dari besi.
 
Nahasnya, pegangan alat besi memantul ke atas mengenai tubuh korban tepatnya bagian ulu hati. Kejadian itu membuat korban hampir terjatuh. Tapi sempat ditangkap oleh kedua temannya.
 
"Saat ditolong itu korban katanya sih sempat berteriak aduh. Setelahnya baru diletakkan ke tanah oleh temannya untuk mencari pertolongan ke warga," ujarnya.
 
Saat rekannya mencari bantuan, korban diketahui telah tewas. "Akhirnya dilaporkan ke Polsek Kartoharjo. Baru anggota bersama petugas Puskesmas Kartoharjo ke lokasi," katanya.
 
Dari hasil visum luar, terdapat luka lebam dibagian sternum memanjang kebawah dan bagian dada sebelah kiri bengkak. "Tapi tidak ditemukan bekas luka akibat penganiayaan. Murni karena terkena besi dari pompa air," tegasnya.( Mita Kusuma-jatimnow/ev)
21 May 2019
Bawa Molotov, 3 Mobil Elf Rombongan Peserta Aksi 22 Mei Diamankan Polisi
SURABAYA, KOMPAS.com - Tiga mobil Elf berisi 56 orang diamankan polisi di jembatan Surabaya-Madura ( Suramadu), Senin (20/5/2019) pagi. Polisi menyebut, salah satu mobil Elf membawa rangkaian bom molotov.
 
"Kami temukan bom molotov. Ada empat kalau tidak salah, karena itu kami giring ke sini untuk diperiksa lebih lanjut," kata Kapolda Jawa Timur, IRJEN LUKI HERMAWAN di Mapolda Jawa Timur.
 
LUKI memastikan, para penumpang asal pulau Madura itu akan menuju ke Jakarta untuk mengikuti aksi pada 22 Mei mendatang. Pihaknya mengklaim telah menggagalkan 1.200 orang dari berbagai daerah yang akan berangkat ke Jakarta sejak dua hari terakhir. Selain dari Madura, ada juga yang dari Malang dan dari Madiun.
 
"Ada juga 24 orang dari Kalimantan Selatan lewat pelabuhan. Mereka sudah memesan tiket kereta api ke Jakarta. Juga ada dari Sumba dan NTT ke Bali dan mendarat di Banyuwangi," ucapnya.
 
Menurutnya, mereka akan dikembalikan ke tempat asal masing-masing. Jika bermasalah, akan diperiksa dulu di Mapolda Jawa Timur. Ajakan untuk ke Jakarta beredar dari kelompok pendukung 02 yang merasa tidak puas dengan hasil Pilpres 2019. Mereke berencana menggelar aksi di kantor KPU sambil mendengarkan keputusan tentang pemenang Pilpres 2019.(Achmad Faizal-kompas/ev)
21 May 2019
8 PSK Terjaring Razia di Surabaya Terindikasi Positif Mengidap HIV
SURABAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 14 Pekerja Seks Komersial ( PSK) terjaring razia di kawasan Stasiun Wonokromo, Surabaya, Sabtu (18/5/2019) malam dan Minggu (19/5/2019) dini hari. Razia itu dilakukan oleh petugas gabungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang terdiri dari Satpol PP, Linmas, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya.
 
Dari 14 PSK yang terjaring razia itu, delapan di antaranya terindikasi positif Human Immunodeficiency Virus ( HIV). Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, FEBRIA RACHMANITA mengatakan, dari 14 PSK yang terjaring razia itu, langsung dilakukan pemeriksaan tes urine di lokasi. Hasilnya, delapan orang positif terjangkit HIV.
 
Setelah dilakukan pendataan, mereka diketahui berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur, yakni Kediri, Tulungagung, Gresik, Nganjuk dan Malang, dengan usia rata-rata di atas 30 tahun.
 
"Saat ini mereka ditempatkan di Liponsos Keputih untuk dilakukan pembinaan dan pengobatan berupa Acute Retroviral Syndrome (ARV), sebelum nanti mereka dipulangkan ke daerah asal masing-masing," kata Febria, di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, Senin (20/5/2019).
FEBRIA mengaku, akan terus melakukan penyuluhan dan pemeriksaan ke sekolah-sekolah, bahkan tempat-tempat hiburan malam. Dengan begitu, masyarakat akan sadar dan mendapatkan edukasi tentang bahaya penyebaran virus HIV itu. (Ghinan Salman-kompas/ev)
 
20 May 2019
Curhat Damkar Kabupaten Pasuruan yang Kurang Armada dan Personel
Detik.com, Pasuruan - Jumlah kebakaran di Kabupaten Pasuruan bertambah setiap tahun. Sayangnya itu tidak diimbangi dengan peningkatan armada pemadam kebakaran.
 
"Saat ini kami punya dua mobil pemadam kebakaran. Keduanya stand by di (Kantor PMK) Raci. Paling tidak (Kabupaten Pasuruan) punya enam armada untuk 24 kecamatan. Dua di Raci untuk wilayah barat, dua di Kejayan untuk wilayah selatan dan dua di Grati untuk wilayah timur," kata Kepala UPT Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Pasuruan RUSPANDI, Senin (20/5/2019).
 
Selain kekurangan armada, menurutnya Damkar Kabupaten Pasuruan juga kekurangan personel. Saat ini personel berjumlah 37 orang terbagi dalam tiga shift. Padahal idealnya 50 personel.
 
"Saat ini tengah ada pelatihan 12 personel tambahan," terang Ruspandi.
 
Minimnya armada menghambat usaha pemadaman kebakaran. Damkar Kabupaten Pasuruan sering kewalahan sehingga harus mendatangkan bantuan dari daerah terdekat. Seperti Sidoarjo atau Kota Pasuruan.
 
"Perusahaan yang punya pemadam kebakaran juga membatu," imbuh Ruspandi.
 
Jumlah armada yang jauh dari cukup serta keterbatasan personel juga menyebabkan banyak kejadian kebakaran tak tertangani. Terutama kebakaran rumah-rumah penduduk di wilayah timur dan selatan. Sebagian besar kebakaran rumah di wilayah timur dan selatan dipadamkan warga dengan cara sederhana. Rumah sudah terbakar habis baru bisa dipadamkan.
 
Peristiwa kebakaran di Kabupaten Pasuruan bertambah dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2017 terjadi 65 peristiwa kebakaran. Sedangkan pada 2018 terjadi 113 kebakaran. Tahun ini, data selama Januari hingga awal April terjadi 4 kali kebakaran. Puncak peristiwa kebakaran terjadi saat musim kemarau.( Muhajir Arifin-detik/ev)
20 May 2019
Jual Miras Tak Miliki Ijin Edar Polsek Sawahan Gerebek Rumah di Eks Lokalisasi Jarak
Surabaya (beritajatim.com) – Satreskrim Polsek Sawahan Surabaya, melakukan penggrebekan di toko penjual miras di sekitar wilayah Eks lokalisasi Jarak maupun Dolly. Penggerebekan dilakukan setelah polisi mendapat informasi masyarakat atas peredaran minuman keras (miras) yang tidak dilengkapi surat ijin edar.
 
Saat penggrebekan di Putat Jaya Gang Lebar B No.47, Surabaya tepatnya rumah yang dijadikan gudang miras milik SARUN (66) warga Dusun  Sedapurklangen Desa Sedapurklangen Kecamatan. Benjeng Gresik petugas mendapatkan ratusan botol miras ilegal berbagai merk.
 
“Petugas gabungan berhasil menyita ratusan botol miras dan mengamankan satu orang yang diduga pemiliknya,” kata KOMPOL DWI EKO Kapolsek Sawahan, Minggu (6/1/2019).
 
Terbukti menjual miras tanpa dilengkapi izin pemilik dan ratusan botol miras dibawa dan diamankan guna menjalani penyelidikan lebih lanjut di Polsek Sawahan, Polreatabes Surabaya.
 
Ratusan miras berbagai macam jenis dengan total 872 botol itu antara lain,
 
-Mansion house Vodaka kecil, 62 botol.
-Mansion house Vodka sedang,72 botol
-Paloma, 175 botol.
-Vodka Iceland, 10 botol.
-Mansion house whisky, 3 botol
-Guines hitam, 216 botol
-Bir Bintang putih, 226 botol.
-Bintang pilsener Putih, 86.
-Beer Prost, 22 botol. (Ekoyono)
 
Sementara, sebelum Satreskrim Polsek Sawahan melakukan penggrebekan miras ini, empat toko yang ada di kawasan lokalisasi dolly dan Jarak ini juga dirazia sama petugas dari Polrestabes Surabaya dan menyita ratusan miras. (Ragil Priyonggo-beritajatim/ev)
19 May 2019
Mahasiswi di Kota Madiun Lahirkan di Kamar Mandi Kos, Nyawa Bayinya Tak Tertolong
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Seorang mahasiswi berinisial DW (22) warga Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo melahirkan bayi perempuan di kamar mandi kosnya di RT 15 / RW IV Gang Cempaka, Jalan Setia Budi, Kelurahan Kanigoro, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Jumat (17/5/2019).
 
Bayi berusia sekitar sembilan bulan dengan berat sekitar 25,30 gram dan panjang 46 cm itu akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan saat dibawa ke rumah sakit. Kasat Reskrim Polres Madiun Kota, AKP SUHARYONO membenarkan peristiwa tersebut. Pihaknya masih mendalami, apakah ada unsur kesengajaan sehingga menyebabkan bayi perempuan tersebut meninggal dunia.
 
"Dia itu melahirkan di kamar mandi, bukan aborsi, kalau aborsi kan belum waktunya lahir dipaksa lahir terus dimatikan," katanya kepada Tribunjatim.com.
 
Ia mengatakan, saat ini yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Madiun Kota, sehingga belum diketahui motif atau penyebab bayi tersebut meninggal.
 
"Yang jelas bayi ini dilahirkan di kamar mandi. Tidak ada cekikan, jadi lahir biasa. Ada uang Rp 20 ribu di dompetnya, apa mungkin karena tidak memiliki biaya, atau apa, masih kami dalami terkait dengan kelahirannya itu. Yang jelas dia lahir di kamar mandi, setelah lahir, karena dikeluarkan di kamar mandi, lemas dibawa ke rumah sakit, bayi tersebut meninggal di perjalanan," imbuhnya.(Rahadian Bagus-jatim.tribunnews.com/ev)
 
19 May 2019
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Jaringan JI di Gresik
CNN Indonesia, Gresik - Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri kembali menangkap seorang terduga teroris berinisial AS di Perumahan Griya Suci Permai, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (18/5) pada pukul 04.45 WIB. Kepala Bidang Humas Polda Jatim KOMBES POL FRANS BARUNG MANGERA membenarkan penangkapan tersebut. Penangkapan AS dilakukan di depan mushala perumahan tersebut. 
 
"Tersangka pengembangan dari Hasil penangkapan JOKO SUPRIYONO (47), warga Semarang, Jawa Tengah, yang ditangkap di Kios Kacamata Depan Pasar Sayur Caruban, Madiun pada Selasa, 14 Mei 2019," ujarnya.
  
Pria berusia 43 tahun itu merupakan warga Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah. AS bekerja sebagai wiraswasta lulusan strata satu. BARUNG menambahkan, AS merupakan terduga teroris yang tergabung dalam jaringan Jamaah Islamiyah (JI) sejak tahun 2010.
 
AS, kata dia, juga baru dua bulan tinggal dan mengontrak rumah di Gresik serta pindahan dari wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. "Saat ini tim masih dalam proses penggeledahan rumah kontrakan yang bersangkutan," ucapnya.( Jason Gultom - cnn/ev)
19 May 2019
Alasan untuk Stamina, Seorang Kepala Sekolah di Jember Konsumsi Sabu
Detik.com, Jember - Seorang kepala sekolah di Jember ditangkap terkait kepemilikan sabu. Ia mengaku terpaksa mengonsumsi sabu agar kuat bekerja di malam hari.
 
Sesaat setelah melakukan transaksi narkoba jenis sabu, IG (34) warga Dusun Ledok, Desa Sidomukti, Kecamatan Mayang, ditangkap Tim Serigala Polsek Sumbersari di studio musik miliknya. Pria yang menjabat kepala sekolah di salah satu SMP swasta itu langsung digelandang ke Mapolsek untuk diperiksa..
 
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan narkoba jenis sabu seberat 0,89 gram. Tersangka mengaku baru menggunakan obat-obatan terlarang tersebut selama 8 bulan. Ia terpaksa mengonsumsinya agar kuat bekerja malam hari.
 
"Saya selain sebagai pengajar dan kepala sekolah, juga punya studio musik Kirana Record, yang menggarap video dan rekaman musik penyanyi. Pakai sabu itu biar kuat kerja," ujar IG saat diinterogasi di Mapolsek Sumbersari, Sabtu (18/5/2019).
 
IG mengaku tidak pernah sendirian mengonsumsi barang haram tersebut. Biasanya bersama dengan dua orang anak buahnya.
 
"Terakhir pakai (Kamis) kemarin. Setelah pakai sabu-sabu itu, kuat kerja di depan komputer untuk edit musik atau lagu selama 2 hari. Yang saya lakukan pada malam hari, dan paginya mengajar. Terus juga kuat tidak tidur," imbuhnya.
 
Untuk membeli satu gram sabu, ia harus merogok kocek Rp 1,4 juta. "Tetapi karena saya belinya utang, nanti baru saya bayar malam Idul Fitri, harganya Rp 1,8 juta. Untuk bongnya saya buat sendiri, dan ada di studio," tambahnya.( Yakub Mulyono – detiknews/ev)
Page 1 of 164      1 2 3 >  Last ›