Lintas Jawa Timur

16 August 2018
Awas, Distributor Mi Kedaluwarsa Masih Berkeliaran di Mojokerto
Masyarakat supaya lebih teliti saat membeli makanan berupa mi. Pasalnya hingga dua bulan berlalu, polisi tak kunjung bisa meringkus distributor mi kedaluwarsa ke pabrik mi palsu yang sempat beroperasi di Mojokerto. Bukan tak mungkin para distributor masih memasok mie tak layak konsumsi ke wilayah Jatim.

Kanit Pidana Ekonomi Sat Reskrim Polres Mojokerto Ipda Henrico Suharsono mengakui sampai saat ini pihaknya belum bisa meringkus para distributor mi kedaluwarsa yang menyuplai pabrik mi palsu di Mojokerto.

"Belum kami tangkap, masih dalam lidik (penyelidikan)," kata Henrico saat dihubungi detikcom, Kamis (16/8/2018).
Dia mengakui tak menutup kemungkinan distributor asal Bekasi dan Pasuruan itu hingga kini beroperasi memasok mi kedaluwarsa ke Jatim. Namun apa boleh buat, sampai saat ini pihaknya belum bisa menemukan pelakunya.

Padahal, saat rilis pengungkapan kasus mi palsu pada Jumat (22/6), Kapolres Mojokerto AKBP Leonardus Simarmata menyatakan sudah mengantongi identitas para distributor mi. Pemasok dari Bekasi dan Pasuruan itu mengambil mi kedaluwarsa dan produk gagal dari Tangerang, Banten.

"Kan itu (identitas distributor) keterangan tersangka, bisa saja dia asal sebut," terang Henrico.

Para distributor itu selama sekitar setahun memasok mi kedaluwarsa ke Susanto (38), pemilik pabrik mi palsu di Desa Kembangsri, Ngoro, Mojokerto. Pabrik ini berhenti beroperasi setelah digerebek polisi.

Puluhan ton mi instan kedaluwarsa yang diolah Susanto, terdiri dari berbagai merk. Mulai dari mi instan merk ternama seperti Indomie, Mie Sedaap, hingga mi instan curah, mi gelas impor, serta mi bihun untuk ekspor.

Kapasitas produksi industri milik Susanto, warga Desa Watesnegoro, Ngoro ini tergolong cukup besar. Setiap pekannya, industri dengan nama UD Barokah ini menghasilkan 8 ton mi instan palsu.

Produk mi instan palsu ini diberi label super mi instan cap Bunga Trompet. Peredarannya meliputi pasar-pasar tradisional di Mojokerto.

Susanto sudah setahun menjalankan bisnis haram ini di Mojokerto. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Sementara 4 karyawannya sebatas sebagai saksi.

Setiap bulannya, tersangka menghasilkan 20-30 ton mi instan palsu. Keuntungan yang diraup tersangka mencapai Rp 20-30 juta.(Enggran Eko Budianto - detikNews/jko)
16 August 2018
 Jika Eks PKL Bangun Kios Lagi di Jl Mastrip Blitar, Ini Langkah Satpol PP

Satpol PP Kota Blitar siap menindak eks pedagang kaki lima (PKL) Mastrip yang berencana mendirikan kios lagi di Jl Mastrip.

Sebab, sesuai aturan, kawasan Jl Mastrip masuk zona bebas dari aktivitas PKL.

"Kalau mereka membangun kios lagi di Jl Mastrip kan kami tertibkan. Jl Mastrip memang kawasan bebas PKL," kata Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar, Juari, Kamis (16/8/2018).
 

Juari mengatakan Satpol PP juga sudah koordinasi dengan polisi terkait masalah itu.

Menurutnya, rencana eks PKL Mastrip yang akan membangun kios lagi di Jl Mastrip bisa masuk pidana. Sebab, mereka membangun kios di pinggir jalan raya.

"Jalan raya fungsinya untuk lalu lintas, bukan untuk berjualan. Mereka juga bisa dikenai pidana," ujarnya.

Soal spanduk yang dipasang pedagang di Jl Mastrip, kata Juari, juga akan ditertibkan.

Spanduk yang dipasang pedagang itu liar tidak berizin.

Sudah menjadi tugas Satpol PP untuk menertibkan spanduk liar tak berizin yang dipasang di pinggir jalan.

"Pemasangan spanduk harus ada izinnya, kalau tidak berizin akan kami tertibkan," katanya.

Hal sama diungkapkan Wakil Wali Kota Blitar, Santoso.

Santoso juga menyayangkan tindakan pedagang yang hendak membangun kios lagi di Jl Mastrip.

Dia juga meminta Satpol PP bertindak kalau ada pembangunan kios lagi di Jl Mastrip.

Santoso meminta eks PKL Mastrip untuk bersabar dulu.

Pemkot Blitar akan memberikan tempat relokasi untuk eks PKL Mastrip.

Sekarang, Pemkot masih mencarikan tempat relokasi yang sesuai untuk para pedagang.

"Salah satunya di Jl Kalimantan, di sebelah timur lapangan SMAN 1. Kami minta para pedagang untuk bersabar. Kami sudah membahas masalah itu dengan pedagang," katanya.

Sebelumnya, eks PKL Jl Mastrip, Kota Blitar, kembali bergolak, Rabu (15/8/2018).
Para pedagang berencana membuat tempat berjualan lagi di Jl Mastrip karena tempat relokasi yang dijanjikan Pemkot Blitar sampai sekarang belum jelas.

Pedagang mulai memasang spanduk di Jl Mastrip.

Spanduk itu bertuliskan 'tempat relokasi sementara pedagang eks Mastrip.

Rencananya, mulai besok, Kamis (16/8/2018), pedagang akan membangun tempat berjualan di lokasi.

Koordinator Paguyuban Eks PKL Mastrip, Adi Santoso mengatakan langkah pedagang membuat tempat berjualan lagi di Jl Mastrip merupakan bentuk kekecewaan terhadap Pemkot Blitar.

Selama ini, Pemkot Blitar hanya berjanji soal tempat relokasi untuk eks PKL Mastrip.

Padahal, perwakilan eks PKL Mastrip sudah bertemu dengan Wakil Wali Kota Blitar, Santoso.

Dalam pertemuan itu, Wawali sudah menunjuk tempat relokasi untuk eks PKL Mastrip di lapangan SMAN 1, Jl Kalimantan.

Tetapi, belum ada kepastian kapan pedagang pindah ke tempat relokasi itu. (Sha)

Foto : Spanduk bertuliskan tempat relokasi sementara dipasang pedagang di Jl Mastrip, Kamis (16/8/2018). Satpol PP berencana menertibkan spanduk itu.(Samsul Hadi-Surya.co.id/jko)


 

16 August 2018
Walikota Kediri Kukuhkan 70 Anggota Paskibra
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar mengukuhkan 70 anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) upacara HUT Kemerdekaan ke 73 Republik Indonesia di Kota Kediri, 17 Agustus 2018 mendatang.

Pengukuhan anggota Paskibra di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri itu dihadiri Wakil Walikota Kediri Lilik Muhibbah, Sekda Kota Kediri Budwi Sunu, Forkopimda Kota Kediri serta pimpinan OPD dijajaran Pemkot Kediri.

Dalam sambutannya Walikota Kediri yang akrab disapa Mas Abu mengucapkan selamat kepada para anggota Paskibra yang malam ini dikukuhkan dan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam seleksi Paskibra Kota Kediri.

"Terima kasih kepada adik-adik di sini atas kesungguhannya. Sehingha kalian malam ini dapat dikukuhkan menjadi anggota Paskibra Kota Kediri tahun 2018.

Mas Abu mengungkapkan adik-adik disini harus bangga denganmenjadi bagian dari keluarga Paskibra Kota Kediri. "Kalian harus bangga terpilih menjadi anggota paskibra. Dari sekian banyak siswa di Kota Kediri kalian lah yang mendapat kehormatan untuk mengemban tugas yang mulia mengibarkan bendera pusaka kita," ujarnya.

Walikota muda berusia 38 tahun ini berharap anggota Paskibra Kota Kediri dapat melaksanakan tugasnya di tanggal 17 Agustus esok dengan baik dan penuh rasa bangga. "Untuk itu persiapkan baik baik diri kalian. Jaga kesehatan, jaga asupan makanan dan yang paling penting minta doa restu kepada orang tua kalian," ungkapnya.

Sementara itu, Sekar Puspita Maharani dari SMA Negeri 3 Kediri yang bertugas membawa baki saat pengibaran dan Onny Lailatul Rosyida petugas pembawa baki saat penurunan mengungkapkan rasa bangganya dapat menjadi anggota dari Paskibra Kota Kediri. Apalagi mereka mendapat tugas menjadi pembawa baki dalam upacara.

"Alhamdulillah sangat tidak menyangka bisa sampai sejauh ini. Apalagi kami diberi tugas untuk membawa baki saat upacara," ujar Sekar dan Onny.

Setelah kata pengukuhan dari Walikota, dilanjutkan dengan ikrar putra Indonesia dan penciuman bendera pusaka oleh anggota Paskibra.(Nanang Masyhari-Beritajatim.com/jko)
16 August 2018
Permintaan Masih Sepi, Harga Kambing Merangkak Naik
Meskipun tinggal seminggu pelaksanaan hari raya kurban, sejumlah pedagang kambing kurban dadakan masih sepi pembeli. Seperti milik salah satu pedagang di Desa Plandi Kecamatan Jombang Kota, dari kambing 70 ekor yang disediakan, tetapi baru terjual 5 ekor.

Sejak menjual kambing kurban, permintaan dari pembeli masih rendah. Meskipun sudah ada yang bertanya, mayoritas dari mereka masih ingin membandingkan harga.

Suwandi, salah satu pedagang, mengaku, selama membuka lapak jualan kambing baru terbeli beberapa ekor. "Untuk harga kambing saat ini cenderung naik berkisar Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu perekor," kata Suwandi.

Untuk memudahkan warga yang ingin berkurban, pedagang ini menyediakan jasa penitipan kambing hingga antar ke lokasi. Layanan ini sebagai servis bagi pembeli, agar pembeli tidak kesusahan merawat kambing sampai waktu penyembelihan.(Saiful Mualimin-Pojokpitu.com/jko)
16 August 2018
Misteri Pengrusakan Puluhan Makam di Malang
Warga dikejutkan dengan pengrusakan sejumlah makam di TPU Dusun Bonjagong, Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang. Tidak diketahui dengan pasti kapan pengrusakan makam ini dilakukan.

Berang, warga pun melaporkan kejadian ini kepada polisi, Rabu (15/8/2018) siang.

"Dilaporkan sekitar pukul 11.30 tadi. Polsek dan Polres masih melakukan penyelidikan agar bisa mengungkap pelakunya," terang Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (15/8/2018).

Tak hanya satu, melainkan 20 makam dirusak oleh orang tak dikenal. Bagian yang rusak rata-rata adalah nisan. Namun ada juga beberapa makam yang hancur berantakan.

"Jumlahnya sampai 20 makam, rusak pada bagian nisannya atau kijing," terang Kapolsek Kasembon AKP Joko TW dalam kesempatan terpisah, Rabu (15/8/2018).

Awalnya warga menyebut jumlah makam yang dirusak adalah 17 buah. Namun ternyata setelah dihitung kembali oleh warga, terdapat 20 makam yang mengalami pengrusakan.

Namun Joko mengungkapkan fakta menarik bahwa tidak sampai terjadi penggalian makam, seperti halnya yang biasa ditemukan pada kasus pengrusakan makam.

"Tidak sampai ada penggalian makam," imbuh Joko.

Fakta lain yang ditemukan polisi adalah adanya batu kali yang ditemukan di sekitar makam. "Ada batu kali di sekitar makam, dugaan sementara pengrusakan menggunakan batu itu," ungkap Joko.

Kendati demikian, sejak laporan diterima, polisi segera melakukan penyelidikan. Namun polisi mengaku kesulitan mengusut kasus ini karena beberapa faktor.

Dari informasi awal, tak ada satupun saksi yang mengetahui pengrusakan ini. "Bisa kemungkinan malam hari (kejadian, red), karena saksi minim," ungkap Budi.

Selain itu, lokasi makam terpencil atau jauh dari pemukiman warga. Lokasi makam ini tepat berada di pinggir hutan pinus milik Perhutani.

"Lokasinya terpencil dan sepi. Karenanya tidak satupun mengetahui saat terjadi pengrusakan," tambah Joko.

Lantas siapa yang tega merusak makam-makam ini?(Rahma Lillahi Sativa - detikNews/jko)
16 August 2018
Pengerjaan Trem, Pemkot Surabaya Ajukan Anggaran Rp 400 Miliar
Pemkot Surabaya tampaknya sangat serius dalam realisasi pembangunan trem. Melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) 2018, Pemkot telah membentuk panitia lelang untuk mewujudkan moda transportasi massal tersebut. Pemkot mengajukan anggaran senilai Rp 400 miliar pada APBD 2019

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengakui telah membentuk panitia lelang untuk mengakomodir calon investor yang akan ikut membangun trem. Namun, dalam lelang tersebut, pemkot tidak akan 'cawe-cawe' dalam menentukan pemenang. "Kita akan minta bantuan tim ahli," katanya.

Tim ahli yang dimaksud berasal dari perguruan tinggi dan Kementrian Perhubungan. Nantinya, ujar Risma, tim ahli itu akan melihat tawaran dari masing-masing investor terhadap kelayakan trem yang akan beroperasi dari Terminal Joyoboyo hingga Siola.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) ini menegaskan, dalam beauty contest yang dilakukan oleh tim ahli terhadap investor trem akan dilihat keunggulan dalam mega proyek yang ditawarkan. Tidak hanya canggih tetapi juga murah. "Nantinya dilihat bagus-bagusan proyeknya dan murah-murahan," ucap Wali Kota dua periode ini.

Dari informasi yang dihimpun, Pemkot mengajukan anggaran senilai Rp 400 miliar pada APBD 2019. Anggaran yang masih digodok dalam Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tersebut nantinya untuk menggarap proyek yang batal didanai oleh pemerintah pusat itu. Dia mengungkapkan, trem nantinya akan menggunakan energi baterai.

Di beberapa tempat juga akan dibangun tempat ngecash trem untuk mengisi daya. Trem tetap menggunakan lintasan rel yang akan dibangun secara bertahap. "Teknologinya ramah lingkungan karena menggunakan baterai," ujar mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan ini.

Terkait hal itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya Masduki Toha mengatakan jika pembahasan dalam KUAPPAS untuk kepentingan trem akan dibahas lebih lanjut. Dia memastikan kebutuhan anggaran akan diperlukan untuk kepentingan masyarakat Surabaya.

"Saya sudah dengar tentang usulan itu (trem) tapi kan nanti dibahasa oleh tim anggaran secara bersama-sama," katanya.

Politisi PKB ini menegaskan, nantinya trem menjadi bagian alat transportasi yang urgensi maka realisasi anggaran akan disetujui. Namun, jika sebaliknya maka kebutuhan anggaran bisa dialihkan untuk infrastruktur lain. "Kita lihat dulu," pungkasnya.(Ibnu F Wibowo-Beritajatim.com/jko)
15 August 2018
Membeludak Peminat Rusunawa, Pemkot Mojokerto Lakukan Seleksi Ketat
Pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto bakal menuai persoalan baru yang cukup kompleks. Belum kelar pembangunan rusunawa ini, jumlah calon penghuni jauh melebihi kapasitas rusunawa.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pemkot Mojokerto Samsul Hadi mengatakan, pihaknya sudah mulai menerima pengajuan calon penghuni dari kelurahan melalui kantor kecamatan masing-masing. Saat ini, sedikitnya ada 346 kepala keluarga (KK) yang mengajukan diri menjadi calon penghuni. Jumlah itu jauh lebih besar dibandung rusunawa yang saat ini dibangun dengan kapasitas tampung 58 KK.

Samsul Hadi menegaskan, pihaknya sudah mulai membentuk tim dari lintas sektor untuk melakukan verifikasi data calon penghuni. Tim ini akan menyeleksi pengaju yang sesuai dengan kriteria. Salah satunya, calon penghuni adalah masyarakat berpenghasilan rendah. Di samping itu, mereka saat ini menempati tanah atau aset pemerintah. ”Seperti tinggal di bantaran sungai, rel kereta api dan liposos,” kata Samsul Hadi, Rabu (15/8/2018).

Semua calon penghuni yang masuk dalam kriteria, akan dilakukan seleksi lagi untuk diambil 58 KK. Dengan begitu, dimungkinkan akan ada banyak calon penghuni yang terpaksa gigit jari lantaran tak bisa menempati rusunawa tahun ini. ”Ini akan bertahap. Kita ambil 58 KK dulu. Sisanya, nanti akan kita pikirkan. Kita sudah melangkah untuk memikirkan kelebihan pengaju ini,” tandasnya.

Dia mengaku, beberapa waktu lalu bersama Wakil Wali Kota Mojokerto Suyitno telah mengajukan bantuan rusunawa tambahan. Kemungkinan, tahun depan pihaknya kembali mendapatkan bantuan rusunawa yang sama dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

”Kemungkinan ini akan diberikan satu unit rusunawa lagi. Ini akan menampung sisa calon penghuni yang masuk kriteria,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Satpol PP Kota Mojokerto ini.

Samsul memastikan, penentuan penghuni rusunawa akan dilakukan secara transparan dan profesional sesuai dengan hasil seleksi. Dia tak ingin ada masalah dikemudian hari.

”Kita harus putar otak untuk memenuhi kekurangannya. Dan saya pastikan, untuk 58 penghuni nanti, semua diseleksi ketat. Tidak ada titipan dari mana pun. Mereka yang menjadi penghuni, berari benar-benar memenuhi kriteria,” pungkasnya.(Tritus Julan-Sindonews.com/jko)
15 August 2018
Dikira Karnaval, Polisi di Kediri Beri Layanan dengan Baju Pejuang
Semangat Hari Kemerdekaan ditunjukkan petugas Kepolisian Resor Kediri Kota, khususnya Satuan Lalu Lintas. Salah satunya dengan mengenakan seragam pejuang.

Pemandangan ini terlihat pada hari ini, Rabu (15/8/2018). Bahkan apa yang dikenakan para petugas ini sempat menarik perhatian masyarakat. Tak sedikit pula pengguna jalan yang menganggap polisi yang bertugas adalah peserta karnaval.

"Saya pikir peserta karnaval 17 Agustus, kok bercanda mengatur lalu lintas, ternyata polisi beneran. Seru kalau begini ada pemandangan yang beda menggambarkan zaman perjuangan," ucap Rully, seorang ibu rumah tangga kepada detikcom.

Tak hanya di jalan, pemandangan serupa juga nampak di Satuan Penyelenggara Administrasi SIM (Satpas) Kota Kediri. Mulai dari pos penjagaan, bagian pendafaran, pengolah berkas data, petugas foto, petugas ujian teori hingga praktik, semuanya mengenakan seragam tentara atau polisi zaman perang.

"Bagus mas, pelayanannya, apalagi ditambah pakai baju pejuang, lebih familiar. Sering-sering polisi seperti ini agar lebih nyaman dan bersahabat," ucap Ida, salah seorang warga yang sedang mengantri untuk foto SIM.

Kasatlantas Polres Kediri Kota, AKP Adi Nugroho, menjelaskan bahwa dengan mengenakan baju pejuang, mereka ingin merefleksikan perjuangan para pahlawan ketika meraih kemerdekaan Indonesia, baik kepada masyarakat maupun anggota Polri sendiri.

"Kita ingin menampilkan sosok pahlawan dalam memperingati kemerdekaan ini, agar dapat menularkan semangat berjuang kepada anggota polisi dan kepada warga masyarakat pada umumnya, melayani masyarakat dengan hati secara tulus dan maksimal," jelas Adi.

Adi menambahkan, melalui semangat patriotisme, pihaknya juga ingin menunjukkan adanya transparansi pelayanan sekaligus pengabdian yang tulus.(Andhika Dwi - detikNews/jko)
15 August 2018
 Heboh 15 Makam Lama Mendadak Dirusak di Kota Batu, Sempat Viral di Media Sosial, Ada Apa?

Warga Dusun Tangkil, Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kota Batu dihebohkan makam yang mendadak dibongkar dan dirusak, Rabu (15/8/2018).

Bahkan, saking hebohnya, kabar ini viral di grup media sosial, menunjukkan foto-foto makam yang dirusak.

Ada sekitar 15 makam yang dibongkar orang yang tidak bertanggung jawab.

Hal itu dibenarkan Kepala Desa Pait, Sunarto.

"Ya benar. Itu kemungkinan orang gila yang merusak karena hanya dirusak kijingnya," kata Sunarto saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Rabu (15/8/2018).

Ia menjelaskan jika warga baru tahu sekitar Sabtu (11/8/2018) malam saat akan memakamkan warga yang meninggal dunia.

Makam yang dirusak itu tidak ada bekas galian, namun bagian kijing rusak.

Sebanyak 15 makam yang dirusak ini ialah makam lama.

"Bukan makam baru, makam lama. Tidak ada bekas galian, warga tahunya pas mau memakamkan, kok rusak makamnya," imbuhnya.

Pihak desa tidak melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.

Ia menambahkan kalau pihak keluarga yang makamnya dirusak, tidak bisa menuntut karena pelaku masih belum diketahui.

"Ini baru pertama kali terjadi," pungkasnya.(Sany Eka Putri-Surya.co.id/jko)


 

15 August 2018
Jelang Idul Adha, Harga Hewan Kurban di Kota Blitar Mulai Naik
Menjelang hari raya idul adha atau hari raya kurban, harga hewan kurban di Kota Blitar, mengalami kenaikan. Seperti di pasar hewan dimoro Kecamatan Kepanjen Kidul Kota Blitar, untuk harga hewan ternak sapi, naiknya hingga Rp 1 juta lebih per ekornya.

Untuk sapi layak untuk berkurban, saat ini harganya mulai Rp 20 juta hingga Rp 40 juta, tergantung besar-kecilnya sapi. Kenaikan dipicu karena mendekati hari-raya kurban.

Samsuri, salah satu penjual sapi, mengaku, sejak seminggu terakhir harga sapi naik mulai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Selain itu, penjualan hewan kurban mulai mengalami kenaikan.

"Bila biasanya mereka menjual 1 atau 2 ekor perhari, kini bisa 3 hingga 4 ekor setiap kali datang ke pasar," kata Samsuri.

Tidak hanya sapi, harga kambingpun juga berangsur-angsur naik sejak seminggu terakhir. Harga kambing naik mulai Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu rupiah per ekornya.

Saat ini, harga kambing yang layak untuk dijadikan hewan kurban, mulai Rp 2,5 juta hingga Rp 5 juta. Harga ini tergantung besar dan kecil ukuran kambing.(Moch.Asrofi-Pojokpitu.com/jko)
Page 1 of 808      1 2 3 >  Last ›