Lintas Jawa Timur

19 January 2018
Hujan Deras, Rumah di Bantaran Sungai Brantas Malang Ini Longsor, Nasib Warganya. . .
Enam warga diungsikan akibat bencana longsor yang terjadi di bantaran Sungai Brantas, Jl Brigjen Slamet Riadi Gang 3, RT 1/RW 6, Jumat (19/1/2018).

Tiga rumah milik warga rusak akibat longsor tersebut, yaitu Idam Choliq, Budi Hari Permana dan Bu Jum.

Kepala BPBD Kota Malang J Hartono menerangkan, sebuah dapur roboh dan dua dapur lainnya milik warga menggantung.
 

Selain itu, satu set peralatan memasak dan peralatan makan tergerus longsor. Termasuk sebuah buah mesin cuci.

Hartono mengatakan peristiwa itu bermula ketika hujan turun dengan intensitas tinggi yang terjadi pada dini hari. Akibatnya, debit dan arus sungai meningkat.

"Aliran air menggerus plengsengan yang menyebabkan plengsengan ambrol dan berdampak pada tiga rumah yang berada di atasnya," papar Hartono, Jumat (19/1/2018).

Akibatnya, dapur milik warga terdampak tidak bisa digunakan. Kerugian yang timbul akibat bencana tersebut sekitar Rp 123.810.000.

Sementara itu, Farida Agustina, istri Choliq mengungkapkan, longsor yang terjadi di rumahnya adalah longsor kali ketiga.

Sebelumnya sudah terjadi dua kali longsor beberapa minggu lalu. Longsor kali ini terjadi pada pukul 04.00 wib.

"Sudah longsor kecil 2 minggu sebelum ini. Sudah dua kali dulu, sekarang ini lagi," ujarnya.

Beruntungnya Farida sudah mengungsi ke rumah orangtuanya bersama dua anaknya.

Ia mengungsi setelah longsor kecil terjadi pertama kalinya beberapa minggu lalu.

"Seminggu tidur di rumah ibu. Kalau suami tidur di rumah," sambungnya.

Sementara itu, Sulistyani (61) ketua RT 1 RW 6 mengatakan rumah Choliq terdampak parah.
Kemudian menyusul rumah berikutnya. Katanya, setiap tahun terjadi longsor di RT nya.
Sumistyani mengatak sudah meminta bantuan dari Pemkot Malang namum belum ada realisasi sejauh ini.

"Sudah minta tolong ke Abah Anton untuk memperhatikan. Saya mohon ada tindakan dari pemerintah agar warga saya tidak kena musibah lagi," ujarnya.

Di RT 1, ada 62 KK. 15 KK diantaranya berpotensi longsor.(Penulis: Benni Indo-Surya.co.id/jko)

 

19 January 2018
Rumah Milik Yudi Terendam Banjir Pupuk Cair Setinggi Mata Kaki
Tumpahnya pupuk cair atau tetes yang diangkut truk tangki di Jl Sukarno-Hatta, Keplaksari, Peterongan, Jombang, bukan hanya menggenangi jalan.

Namun juga berdampak ke rumah Yudi (58), warga setempat. Betapa tidak, pupuk tersebut juga masuk ke rumah yang ada di pinggir jalan itu. Bahkan, pupur cair yang masuk ke rumah milik Yudi ketinggiannya mencapai mata kaki orang dewasa.

Mulai dari ruang tamu, kamar tidur, hingga dapur, penuh dengan cairan berwarna cokelat. Tumpahan tetes tersebut juga menyebabkan lemari milik Yudi mengalami korsleting. Karena masuk ke bagian vital perangkat eletronik tersebut.

"Saat kejadian rumah dalam kondisi tertutup. Saya berada di luar. Tiba-tiba saja, ada truk terguling muat tetes terguling. Muatan tersebut tumpah dan masuk ke rumah saya," kata Yudi sembari menunjuk kamar kamar pribadinya yang kemasukan pupuk cair, Jumat (19/1/2018).

Cairan tersebut mengalir ke rumahnya cukup deras. Karena posisi jalan raya memang lebih tinggi ketimbang rumah Yudi. Dalam sekejap pupuk cair sudah menggenang. Masuk kamar, merembet ke dapur, hingga masuk ke perangkat elektronik. "Kami minta pemilik tetes bertanggungjawab. Mengganti kerusakan kulkas, tempat tidur dan pembersihan rumah," kata Yudi.(Reporter : Yusuf Wibisono-Beritajatim.com/jko)
19 January 2018
Panwas Lamongan Temukan Satu Partai Punya 2 SK
Satu partai politik (parpol) baru di Lamongan ternyata memiliki dua Surat Keputusan (SK) yang berbeda. Adanya 2 SK berbeda ini adalah hasil temuan dari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Lamongan selama pelaksanaan verifikasi faktual.

Ketua Panwaslu Lamongan Toni Wijaya mengatakan, temuan dua SK pengurus dengan dua nama pengurus yang berbeda untuk jabatan Sekretaris parpol di tingkat kabupaten ini terjadi saat verifikasi faktual dilakukan pada Partai Garuda. Dua SK pengurus yang berbeda ini, menurut Toni, terjadi untuk data yang ada di Sistem informasi parpol (sipol) KPU dan yang disimpan oleh pengurus parpol.

"Jadi, di sistem informasi parpol yang ada di KPU disebutkan sekretaris dipegang oleh Mudhofar, sementara di SK yang disimpan oleh pengurus di sekretariat mereka, jabatan sekretaris dipegang oleh Khambali," ungkap Toni di kantor Panwaskab Lamongan, Jl. Sunan Drajat Lamongan, Jumat (19/1).

Padahal, lanjut Toni, sesuai dengan regulasi yang ada, salinan surat keputusan kepengurusan Parpol di semua tingkatan harus sesuai dengan data yang telah ada di Sipol KPU. Apabila tidak sesuai, tegas Toni, maka parpol yang bersangkutan bisa dinyatakan tidak memenuhi syarat meski masih bisa dilakukan perbaikan dalam masa verifikasi faktual perbaikan. "Partai politik yang bersangkutan juga sudah kami mintai keterangan tentang hal ini dan berjanji akan mengurus perbedaan ini," ungkap Toni.

Selain menemukan 2 SK berbeda untuk satu jabatan, Toni mengaku juga menemukan sejumlah permasalahan lainnya, yaitu tentang keterwakilan 30 persen perempuan di parpol baru. Bahkan, untuk keterwakilan 30 persen perempuan ini, kata Toni, pihaknya menemukan 2 parpol baru yang belum memenuhi syarat.

"Dua parpol yang belum memenuhi syarat keterwakilan 30 persen perempuan ini adalah Partai Berkarya dan Partai Garuda," terangnya.

Di 2 parpol baru ini, ungkap Toni, keterwakilan 30 persen belum bisa terpenuhi. Partai Berkarya, kata Toni, dari total 5 pengurus secara kualitatif ada 2 perempuan tapi ketika dilakukan verifikasi faktual hanya 1 orang pengurus perempuan saja. Untuk partai Garuda juga sama, dari 7 pengurus terdapat 2 nama perempuan tapi ketika dilakukan verifikasi faktual hanya 1 pengurus perempuan yang bisa dihadirkan.

"Semua hasil temuan Panwaskab ini sudah kami kirimkan ke KPU sebagai rekomendasi Panwaskab untuk bisa ditindaklanjuti," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang komisioner KPU Lamongan, Siswanto membenarkan kalau pihaknya telah menerima hasil rekomendasi dari Panwaskab Lamongan. Rekomendasi dari Panwaskab ini, tegas Siswanto, akan ditindaklanjuti oleh KPU.

"Untuk parpol baru yang disebut dalam rekomendasi Panwaskab itu juga masih ada waktu untuk melakukan perbaikan saat verfak perbaikan nanti," kata Siswanto.(Eko Sujarwo - detikNews/jko)
19 January 2018
Lamongan Tidak Membutuhkan Beras Impor
Kebijakan impor beras oleh pemerintah pusat masih menjadi polemik. Pasalnya, daerah penghasil besar khususnya Kabupaten Lamongan, justru surplus, sehingga tidak membutuhkan beras impor.

Bupati Fadeli secara tegas, menyatakan menolak masuknya beras impor di Kabupaten Lamongan. "Tidak ada yang salah dengan produksi padi di Lamongan dan selalu surplus setiap tahunnya," kata Bupati Fadeli.
 
Bahkan, produksi padi di 2017 mencapai hampir 1,1 juta ton gabah kering giling. Artinya, di tahun 2017 Lamongan memiliki surplus gabah sekitar 700 ribu ton atau yang setara 460 ribu ton beras.
 
Saat meninjau ketersediaan beras di sejumlah, Bupati Fadeli mengungkapkan, Lamongan selama ini konsisten menjadi lumbung pangan nasional. Apalagi, beras dari Lamongan selama ini kerap menjadi kebutuhan pangan daerah lain.
 
Hanya saja, tidak dipungkiri harga beras di Lamongan mengalami kenaikan antara Rp 500 sampai Rp 1000 per kilogram.
 
Lebih jauh Bupati Fadeli menilai, kebijakan impor beras oleh pemerintah pusat sebagai upaya menambah cadangan beras nasional.
 
Meski demikian, Bupati Fadeli berharap, beras impor tidak perlu masuk ke pasar Jawa Timur. Cukup di pelabuhan saja, dan langsung dimasukkan gudang Bulog sebagai beras cadangan.(Oleh : Mahsuli-Pojokpitu.com/jko)
19 January 2018
Ditanya Pelajar di Blitar Terjaring Razia, Ini Jawaban Kadisdik
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Blitar Mokhamad Sidik mendukung penuh razia penertiban Satpol PP ke pelajar. Dia mengatakan razia ini justru sebagai bentuk kepedulian masyarakat pada pendidikan generasi muda di Kota Blitar.

"Saya pikir itu malah bagus ya. Kita ini mengelola pendidikan harus dikeroyok bareng-bareng. Jadi UPTD lain juga ikut berpartisipasi. Dengan adanya razia pelajar, itu justru menguntungkan kami, karena ada pihak lain yang peduli dengan adik-adik kami," kata Sidik dihubungi, Jumat (19/1/2018).

Menurut Sidik, pendidikan itu tidak hanya tugas satuan pendidikan. Melainkan juga tugas masyarakat, orang tua dan lingkungannya.

"Jadi ketika media mengekspos itu malah sip. Supaya anak-anak kita menjadi jera, sehingga kualitasnya lebih baik. Dengan begitu pendidikan juga semakin digarap banyak pihak," paparnya.

Pelajar bolos, lanjut dia, sebenarnya memiliki masalah kompleks. Bisa jadi mereka memang tidak pernah pergi ke sekolah, bisa jadi tidak punya orang tua yang mengayomi di rumah dan lain sebagainya.

"Maraknya razia ini membuat orang tua juga lebih perhatian ke anak-anaknya. Masyarakat sendiri, kalau mengetahui pelajar bolos, ya boleh kan melaporkan ke Satpol PP," tutur Sidik.

Yang jelas, pihaknya menyatakan siap dengan permintaan dewan untuk membuat peraturan kepala dinas pendidikan untuk meningkatkan kedisiplinan pelajar. Meski sekarang, sebetulnya sudah diterapkan tata tertib di setiap sekolah.

"Harus dipahami, anak-anak yang bolos itu bukan yang terjelek. Penanganannya harus arif dan bijaksana. Karena kalau salah bimbingan, mereka justru akan lari dan kita makin kesulitan ketika seorang anak lepas dari pengawasan," pungkasnya.

Sidik berharap, peran serta semua elemen masyarakat, untuk membimbing mereka. Karena diusia pelajar, merupakan usia rawan masa pertumbuhan yang akan menentukan masa depan sebuah bangsa.(Erliana Riady - detikNews/jko)
19 January 2018
Kebangetan, Lampu Taman Kali Ngrowo Tulungagung Habis Digondol Pencuri
Sebuah lampu taman di Taman Kali Ngrowo, terlihat pecah bagian kapnya.

Tutup lampu berwarna putih berbentuk bulat sebesar bola voli itu nyaris terguling.

Inilah satu-satunya lampu taman yang masih punya kap.
 

Ada belasan lampu taman yang berada di seluruh area Taman Kali Ngrowo yang, di Kelurahan Panggungrejo, Kecamatan Tulungagung.

Lampu-lampu itu rusak dijarah sejak satu bulan terakhir.

Seluruh kap yang terbuat dari bahan plastik hilang.

Demikian juga lampu-lampu yang ada di dalam kap juga hilang dijarah.

Pelaku merusak kap lampu yang dibaut, kemudian mengambil lampu di dalamnya.

Bukan hanya lampu, kapnya ternyata juga ikut diambil.

Lampu taman itu hanya menyisakan tiang besi setinggi sekitar 50 sentimeter dan fiting lampu di atasnya.

Bahkan ada pula yang hilang bersama fiting lampunya.

Kondisi itu sangat berbahaya, karena bisa saja membuat pengunjung tersengat arus listrik.

Menutur Gijing (51), warga yang biasa berjualan di sekitar Taman Kali Ngrowo, selama ini memang tidak ada penjaga taman.

Para penjarah sengaja mengincar lampu taman saat malam hari.

“Kalau kita lihat ke arah timur, ada warung kopi. Di depan warung kopi itu lampu tamannya masih utuh. Pelaku tidak berani menjarah, karena di warung kopinya selalu ada orang,” ujarnya.

Gijing mengaku sudah berjualan sejak sebelum Taman Ngrowo selsai dibangun.

Taman ini sempat ramai setiap hari.

Desainnya memang indah, dan lokasinya sangat strategis di tepi pertemuan Kali Ngrowo dan anak sungainya.

Namun hampir satu bulan kondisinya sangat sepi.

Salah satu sebabnya taman terlihat tidak terawat.

Selain lampu taman yang hancur, sarana bermain anak kurang terawat.

“Dulu kalau malam tetap ramai, bisa sampai jam 10 malam. Tapi sekarang sudah jarang yang bermain di taman ini,” ucapnya.

Jika malam tidak ada lagi lampu taman yang menerangi sudut-sudut taman.

Penerangan hanya berasal dari lampu Penerangan Jalan Umum (JPU) bertenaga surya, yang dipasang di beberapa titik di dalam taman.

Seorang pengunjung, Pujihanto (32) juga mengaku kecewa dengan kondisi Taman Kali Ngrowo.

Sebab taman ini sebelumnya sangat indah, dan bisa menjadi alternatif setelah taman di alun-alun Tulungagung.

Namun kini kondisinya terkesan tidak terawat.

“Mungkin lebih baik ada yang bertanggung jawab menjaga, agar fasilitasnya tidak dijarah orang. Sayang kalau rusak seperti sekarang,” ucapnya.

Selain lampu taman yang dijarah, fasilitas bermain anak jugamulai terlihat kusam.

Menurutnya perlu dicat ulang agar bisa menarik perhatian.

Dan yang tak kalah penting ada tenaga yang merawat taman, seperti memotong rumput dan membuang sampah dari pengunjung.(Penulis: David Yohanes-Surya.co.id/jko)

 

18 January 2018
Perwakilan Siswa SMKN 1 Jatirejo Datangi Kantor Cabdisdik Jatim Wilayah Mojokerto Perwakilan siswa Delilah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Jatirejo, Kabupaten Mojokerto mendatangi kantor Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Propinsi Jatim Wilayah Mojokerto di Jalan Hayam Wuruk, Kota Mojokerto. 

Mereka minta kebenaran hasil keputusan Kepala Cabdisdik Jatim Wilayah Mojokerto.

Kasubag Tata Usaha Cabdisdik Jatim Wilayah Mojokerto, Fatkhur Rohman yang menerima perwakilan siswa membenarkan, jika Kepala SMKN 1 Jatirejo, Irni Istikomah sudah diberhentikan atau non aktifkan sebagai kepala sekolah SMKN 1 Jatirejo. "Abdullah Iroqi diangkat menjadi pejabat sementara harian," ungkapnya, Kamis (18/1/2018).

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Perintah Melaksanakan Tugas nomor : 421.3/209/ I/2018 tertanggal 17 Januari 2018. Bahwa Drs H Abdullah Iroqi MPD ditunjuk untuk melaksanakan tugas sebagai pejabat pelaksana harian Kepala SMKN 1 Jatirejo sampai dengan adanya pengganti Kepala SMK yang baru secara definitif.  

"Para siswa jangan ragu karena  sudah ada keputusannnya, kami akan sampaikan secara langsung kepada para siswa SMKN 1 Jatirejo pada Senin, pekan depan. Sehingga kami  mewajibkan segera mungkin aktifitas belajar mengajar dapat berjalan normal," pintanya. 

Setelah mendapatkan penjelasan dari Kasubag Tata Usaha Cabdisdik Karim Wilayah Mojokerto, perwakilan siswa dapat menerima dan akan menyampaikan kepada siswa yang lain. Rombongan SMKN 1 Jatirejo kemudian meninggalkan kantor Cabdisdik Jatim Wilayah Mojokerto.(Reporter : Misti P.-Beritajatim.com/jko)

18 January 2018
Evi, Ibu yang Mengajak Anaknya Tenggak Racun di Jombang Ternyata Lakukan Hal Sadis pada Si Bungsu
Polisi terus mengungkap kasus ibu di Jombang yang ajak tiga buah hatinya bunuh diri bareng di Dusun Sambilanang, Desa Karobelah, Mojoagung, Senin (15/1/2018) malam.

Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto, menjelaskan dalam pemeriksaan, Evy Suliastin Agustin (26) mengaku membawa anaknya ke kamar mandi sekitar pukul 21.00 WIB.

Selanjutnya, pelaku memasukkan anaknya yang ketiga atau paling kecil ke dalam bak kamar mandi.
 

Hal ini cocok dengan hasil otopsi dari tim medis yang tidak menemukan racun serangga di tubuh korban.

Namun yang ditemukan hanya air. Dan hasil di penyelidikan, polisi menemukan hanya anak korban paling kecil yang tidak berbusa mulutnya.

Setelah itu, anak yang pertama dan kedua dicekoki racun serangga secara bergantian.

Setelah ketiganya tewas, Evy ikut meminum racun serangga yang sudah disiapkan.

“Setelah melihat kronologi dan keterangan saksi-saksi maka ibu E (Evy) kita kenakan pasal pembunuhan,” jelas Kapolres Agung Marlianto kepada SURYA.co.id, Rabu (17/1/2018).

Agung menambahkan, motif perbuatan ini karena pelaku kecewa terhadap suaminya, Fakihudin, yang cemburuan.

Bahkan sang suami mencurigai anak kedua dari Evy bukan darah dagingnya.

“Itu hasil penyidikan sementara. Masih kami kembangkan terus,” pungkasnya.

Kini, Evy ditetapkan sebagai tersangka melakukan penyelidikan serta berdasarkan hasil otopsi.

Polisi juga menemukan alat bukti yang lengkap sehingga bisa menetapkan status tersangka.

Diberita sebelumnya, warga Dusun Sambilanang, Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, digegerkan penemuan jenazah tiga anak kecil di dalam kamar mandi.

Ketiganya ditemukan bersama ibunya, yang masih bernapas namun dalam kondisi kritis.

Di samping para korban, terdapat botol racun serangga Baygon.

Ketiga bocah yang tewas itu SA (7), BV (4) dan UF (4 bulan). Ketiganya saat itu juga dibawa ke kamar jenazah RSUD.

Sedangkan ibundanya bernama Evy Suliastin Agustin dilarikan ke UGD RSUD.

Ketiga korban tewas tadi malam sudah dikebumikan di area makam Sayid Sulaiman di Desa Mancilan Kecamatan Mojogelan.

Ini karena ayah mereka, Fakihudin atau Gus Din tinggal di sekitar makam tersebut.(Sutono/SURYA.co.id/jko)

 

18 January 2018
Ada Pengurus Baru, Muncul Polemik Internal Universitas Kanjuruhan
Polemik internal Universitas Kanjuruhan (Unikama) kembali muncul. Klaim adanya pengurus baru Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi (PPLP-PT PGRI) Malang, menaungi perguruan tinggi swasta di Kota Malang, itu dianggap tak memiliki dasar hukum.

Drs Soedja'i merupakan Ketua PPLP-PT PGRI Malang, dianggap merupakan pengurus sah sesuai AD/ART berdasarkan akta disetujui Kementerian Hukum dan HAM.

Kuasa hukum Soedja'i, Alhaidary menyatakan, klaim adanya struktur pengurus PPLP-PT PGRI Malang diketuai Christea Frisdiantara tak memiliki landasan hukum. Bahkan perubahan akta pernah dilakukan belum mendapatkan persetujuan Kementerian Hukum dan HAM.

"Kami ingin menyampaikan kepada publik, dan lembaga terkait dengan PPLP-PT PGRI Malang membawahi Universitas Kanjuruhan, bahwa klaim adanya pengurus baru diketuai saudara Christea tidak benar, dan tak memiliki dasar hukum," kata Alhaidary kepada wartawan di Kampus Unikama Jalan S Supriyadi, Kamis (18/1/2018).

Menurut dia, sesuai keinginan kliennya (Soeja'i) merupakan Ketua PPLP-PT PGRI Malang yang sah, kebenaran akan fakta ini perlu disampaikan. Apalagi PPLP-PT PGRI menaungi Unikama telah memiliki banyak mahasiswa untuk menimba ilmu.

"Penjelasan ini akan sangat penting, klaim sepihak dan tak berlandaskan hukum itu tak benar. Kami juga akan menyikapi secara hukum nanti," tegasnya.

Dia mengatakan, bahwa sesuai akta perubahan kedua dibuat dan ditanda tangani notaris Benediktus Bosu Nomor 90 pada 28 Januari 2013 Pasal 15 huruf c tegas menyatakan, jabatan anggota badan pengurus berakhir apabila, bersalah melakukan tindak pidana berdasarkan keputusan pengadilan.

"Terkait poin itu, saudara Christea Frisdiantara sebagai Wakil Ketua PPLP-PT PGRI pimpinan Soeja'i periode 2013-2018, pernah tersangkut perkara pidana berdasarkan putusan PN Malang dan pengadilan tinggi Surabaya dan telah memiliki kekuatan hukum tetap. Jadi otomatis jabatannya sebagai wakil ketua berakhir," bebernya.

Ditambahkan, pemberhentian Christea Frisdiantara sebagai wakil ketua juga telah dikeluarkan oleh PPPLP-PT PGRI Jawa Timur sebagai induk organisasi. "Yang bersangkutan (Christea) juga dilaporkan ke Polda Jawa Timur soal keterangan palsi dalam akta otentik pada 11 Januari 2018 lalu.

"Jadi pengakuan sebagai Ketua PPLP-PT PGRI Malang berdasarkan rapat umum anggota dibuat dan ditanda tangani notaris Ario Hardickdo pada 3 Januari 2018 dengan maksud mengganti pengurus sah, adalah tindakan ilegal dan batal demi hukum," tegas Alhaidary.

Sementara Christea Frisdiantara belum dapat dikonfirmasi mengenai tindakan ilegal yang dilayangkan kepadanya oleh pengurus PPLP-PT PGRI Malang.(Muhammad Aminudin - detikNews/jko)
18 January 2018
Kecelakaan Beruntun di Tol Mojokerto-Jombang, 2 Tewas dan 3 Luka
Kecelakaan beruntun terjadi di Km 681.500 Tol Mojokerto-Kertosono, Bandar Kedungmulyo, Jombang. Akibat kecelakaan ini, 2 orang tewas, sedangkan 3 lainnya terluka.

Kasat Lantas Polres Jombang AKP Inggal Widya Perdana mengatakan, kecelakaan ini berawal dari lepasnya ban serep dari sebuah truk yang belum teridentifikasi. Ban yang tergeletak di tengah jalan itu ditabrak mobil Toyota Yaris nopol L 1351 XU yang melaju kencang dari arah Mojokerto ke Kertosono sekitar pukul 21.30 WIB, Rabu (17/1).

Mobil berpenumpang 2 orang yang dikemudikan Mustafa Lazuardi (20), warga Dukuh Kupang Timur, Pakis, Surabaya itu pun hilang kendali. Sejurus kemudian Yaris dihantam Isuzu Panther nopol W 886 YI yang melaju searah. Yaris ringsek bagian depannya akibat ditabrak Panther dan pembatas jalan tol.

"Akibat kecelakaan ini, 2 penumpang Yaris meninggal, sopirnya terluka. Sementara sopir dan penumpang Panther hanya luka ringan," kata Inggal saat dihubungi detikcom, Kamis (18/1/2018).

Korban tewas dalam kecelakaan ini adalah Karyasa (86), warga Ploso, Tambaksari, Surabaya dan Dalny Soenaryadi (51), warga Dukuh Kupang Timur, Pakis, Surabaya. Sementara sopir Yaris luka parah akan dirujuk ke RSU dr Soetomo, Surabaya.

"Korban meninggal dan luka dari Yaris, kami evakuasi ke RSUD Jombang," terangnya.

Sementara korban luka dari Panther adalah Sumardi (40), warga Desa Sumbermulyo, Sale, Rembang dan Safri Ramadhani (24), warga Desa Wangen, Glagah, Lamongan. Keduanya dirawat di Puskesmas Perak.

Deputy Kepala Departemen Manajemen Pendapatan Tol Mojokerto-Kertosono Rifan Tsamany menambahkan, saat ini seluruh kendaraan yang terlibat kecelakaan telah dievakuasi dari jalan tol. "Untuk saat ini TKP sudah bersih," tandasnya.(Enggran Eko Budianto - detikNews/jko)
Page 1 of 749      1 2 3 >  Last ›