Lintas Jawa Timur

20 February 2019
Kawanan Perampok Dua Toko di Ngawi Tertangkap
Hanya 3 dari 8 kawanan perampok, yang membobol dua toko di Kabupaten Ngawi, pada pertengahan tahun 2018 ditangkap polisi. Dua orang, terpaksa ditembak karena melawan.

Tiga tersangka kini diamankan di Satreskrim Polres Ngawi, untuk menjalani proses hukum. Ketiganya  ditangkap polisi dari tempat persembunyiannya, di wilayah Bojonegoro. Mereka Purwanto (26) warga Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren Ngawi, Sutrisno (44) warga Desa Karangan, Kecamatan Bumi Agung, Lampung, dan Muhammad Nasir (52) , warga Desa Mekarsasri, Kecamatan Rajeg, Tangerang, Banten.

Dari ketiga  tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya sisa perhiasan emas yang belum sempat terjual, uang, telepon genggam, dan pakaian yang dikenakan oleh ketiga pelaku saat menjalankan aksi perampokan.

Menurut AKBP Pranatal Hutajulu, Kapolres Ngawi, kawanan tersebut terlibat aksi perampokan dua toko di Kabupaten Ngawi.  Pada bulan April 2018, toko milik Kinawati, warga Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar Ngawi, dirampok dengan kerugian sekitar Rp 35 juta. Para penghuni rumah, disekap dan dianiaya. Pada bulan Mei, kawanan penjahat juga  merampok toko Slamet, milik Kwa Siok Mei, warga Desa Gendingan, Kecamatan Widodaren, Ngawi. Para penjaga rumah dilumpuhkan dan pemilik disekap dalam kamar. Mereka  menggasak uang dan perhiasan senilai Rp 1,2 Miliar.

"Hingga kini ketiga tersangka harus menjalani pemeriksaan dan kami masih memburu 5 orang rekan pelaku lainnya, yang identitasnya sudah di ketahui," kata AKBP Pranatal Hutajulu.

Selain di Kabupaten Ngawi, kawanan perampok bersenjata tajam tersebut, juga merampok toko di Kabupaten Bojonegoro.(Herpin Pranoto-Pojokpitu.com/jko)
20 February 2019
17 Butir Pil Koplo Ditukar Hubungan Seks
Satresnarkoba Polres Jombang mengungkap modus baru dalam peredaran pil koplo. Yakni, pil tersebut ditukar dengan hubungan seksual. Tentu saja, sasarannya adalah wanita.

Pelaku bernama Hamdan (20), warga Dusun Godong, Desa Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Jombang. Dia menjual 17 butir pil koplo kepada wanita sebut saja Melati (18). Hamdan tak mau dibayar dengan uang. Sebagai gantinya, dia meminta perempuan tersebut melakukan hubungan seksual.

“Nah, saat keduanya hendak menuju tempat untuk berbuat mesum. Kami langsung menangkapnya,” kata Kasat Resnarkoba Polres Jombang AKP M Mukid, Rabu (20/2/2019).

Mukid menjelaskan, penangkapan itu bermula dari pengembangan kasus sebelumnya. Dari situ, muncul nama Hamdan yang notabene bekerja sebagai sopir. Selanjutnya, pengintaian dilakukan. Polisi juga mendapatkan informasi bahwa pelaku sedang janjian dengan seorang wanita untuk transaksi.
 

“Selain menangkap pelaku, kami juga menyita 17 butir pil koplo. Pil tersebut hendak dijual dengan harga Rp 150 ribu. Namun pelaku tidak mau dibayar dengan uang, melainkan minta hubungan seksual,” kata Mukid.

Dalam pemeriksaan, Hamdan mengaku sudah lima kali melakukan transaksi pil koplo dengan modus serupa. “Dia kami jerat pasal 196 UU Kesehatan RI No 36 Tahun 2009. Ancamannya lima tahun penjara,” pungkas Mukid.(Yusuf Wibisono-Beritajatim.com/jko)

 

20 February 2019
 Usai Serang Korbannya dengan Celurit, Pria Asal Malang Ini Minta Antar Melapor ke Kantor Polisi

Sesosok mayat pria ditemukan dekat sungai Jalan Mayjend Sungkono Gang 9, Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (20/2/2019).

Korban kemudian diketahui bernama Slamet yang sehari-hari bekerja sebagai sopir industri rumahan batu-bata.

Penemuan mayat itu bermula saat saksi mata bernama Riato didatangi pria berinisial SA.
 

SA meminta kepada Rianto agar mengantarnya ke Polsek Kedungkandang.

Rianto kemudan mengantarnya ke kantor polisi.

"Nggak tahu, tiba-tiba minta diantar ke Kedungkandang. Lalu Pak SA bilang mau diantar ke Polsek," ujar Rianto kepada SURYA.co.id, Rabu (20/2/2019).

Sampai di Kantor Polsek Kedungkandang, Rianto menjelaskan, SA mengakui perbuatannya telah menyerang Slamet dengan sebuah clurit dan mengarahkannya tepat di kepala.

Saat itulah Rianto baru mengetahui jika SA telah menikam seseorang.

"Terus saya langsung diajak oleh polisi ke TKP. Saya kaget," ucap Rianto.

Kanit Inafis Polresta Malang Kota, Subandi, mengatakan luka yang dialami Slamet ada di kepala bagian belakang.
Di lokasi kejadian, tidak ditemukan senjata tajam apapun.

"Lukanya ada di bagian belakang kepala," ujar Subandi.
 

Saat ini, pelaku sedang diperiksa di kantor Polsek Kedungkandang untuk pemeriksaan lebih lanjut.  (Aminatus Sofya-Surya.co.id/jko) 


 

 
20 February 2019
 KPPBC Blitar Musnahkan Barang Penindakan Senilai Lebih Dari Rp 1,4 Miliar

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Blitar, memusnahkan Barang Milik Negara (BMN) hasil penindakan, Rabu (20/2/2019). Total barang hasil penindakan selama 2018 senilai sekitar Rp 1,451 miliar.

Total barang hasil penindakan berasal dari seluruh wilayah kerja KPPBC TMP C Blitar, meliputi Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Trenggalek.

Barang-barang itu antara lain  sekitar 4 juta batang rokok ilegal, 254 botol cairan rokok elektrik (vape) dan 7.476 botol minuman keras dengan kadar alkohol di atas 5 persen tanpa pita cukai.
 

"Selama 2018 kami melakukan 104 penindakan, dan tiga kasus masuk ke proses pidana," terang Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Blitar, M Arif Setyo Nugroho.

Tiga kasus yang masuk ke pangadilan itu adalah kasus rokok tanpa pita cukai. Dari tiga perkara ini, dua kasus sudah diputus oleh Pengadilan Negeri (PN) Blitar dan satu kasus di PN Tulungagung.

Lanjut Arif, survei Universitas Gajah Mada (UGM) tahun 2016, persentase rokok ilegal di wilayah KPPBC TMP C Blitar mencapai 12 persen. Survei yang sama dilakukan tahun 2018 oleh UGM, dan hasilnya peredaran rokok ilegal menurun menjadi 8 persen.

"Dua tahun ke depan ditargetkan peredaran rokok ilegal sebesar 3 persen. Ini tugas yang cukup berat," sambung Arif.

Selama 2018 KPPBC Blitar dibebani target kontrak kerja penerimaan sebesar Rp 253 miliar lebih. Sementara realisasi penerimaan sebesar Rp 267 miliar lebih, atau 105,46 persen dari target.

Untuk menekan peredaran barang kena cukai ilegal, KPPBC Blitar juga melakukan edukasi dan komunikasi dengan masyarakat. Termasuk melakukan sosialisasi kepada para Tenaga Kerja Indonesia (TKI).
 

Sosialisasi dengan pembiayaan dari dana bagi hasil cukai ini bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS). "Para TKI kerap dimanfaatkan untuk dititipi narkoba. Makanya mereka jadi sasaran sosialisasi kami," tutur Arif.(David Yohanes-Suryamalang.com/jko)


 

20 February 2019
Eksplor Potensi Desa, Diskominfo Kabupaten Kediri Latih Fotografi Karang Taruna
Anggota Karang Taruna Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri mengikuti Pelatihaninaan Fotografi dan Jurnalistik. Pelatihan diisi dengan kegiatan praktik pengambilan gambar bersama. Kegiatan tersebut dilaksanakan guna mempraktikkan teori art fotografi yang sudah disampaikan di hari sebelumnya.

Selain teori, praktik ini melatih peserta untuk memotret dengan teknik yang telah diajarkan agar menghasilkan gambar yang bagus. Sebagian besar peserta menggunakan kamera handphone. Namun dengan teknik, angle, dan komposisi yang tepat, ditambah kekreatifan peserta, hasil foto kamera handphone tak kalah dengan kamera profesional.

Menurut Hanafi, gambar sangat mempengaruhi sebuah informasi di berbagai media. “Sebuah informasi haruslah menarik perhatian pembaca. Penulisan yang menarik juga harus disertai gambar yang bagus,” ujar pemateri dari Radar Kediri ini.

Diikuti seluruh peserta Karang Taruna dan didampingi oleh tim

Dinas Kominfo Kabupaten Kediri serta pemateri, kegiatan dilaksanakan pukul 08.00 WIB di lokasi pengambilan foto yaitu Sumber Paron.
 

Sesampainya di lokasi, seluruh peserta langsung menyiapkan kamera dan berkeliling lokasi untuk mengambil gambar dengan berbagai objek. Air, pohon, dan hewan di sekitar sumber tak luput dari bidikan. Begitu juga dengan warung, para pengunjung maupun warna-warni playground.

Selain mengambil foto di sekitar Sumber Paron, mereka juga melaksanakan praktik mengambil foto berbagai potensi Desa Paron mulai dari telur puyuh, kacang goreng, ikan cupang, dan beberapa kerajinan tangan. Aneka produk tersebut dibawa ke balai desa dan dipajang bergantian untuk dijadikan obyek foto.

Hasil foto dari seluruh peserta kemudian dievaluasi pemateri. Ia pun memberikan tips dan cara pengambilan foto agar bagus dan menarik. Beberapa foto sudah terlihat menarik, ada juga salah satu peserta yang membuat kagum pemateri dengan hasil foto yang bagus. Hal tersebut terjadi karena minat peserta sangat tinggi untuk mempelajari teknik fotografi.

“Pelatihan ini bermanfaat bagi seluruh anggota Karang Taruna Desa Paron agar dapat mengeksplor potensi-potensi yang ada di Desa Paron, yang dikemas dalam bentuk informasi yang menarik dan sesuai dengan kaidah jurnalistik,” ujar Ahmad Bintoro Wakil Ketua Karang Taruna.(Nanang Masyhari-Beritajatim.com/jko)

 

20 February 2019
Pencuri Uang Ratusan Juta Milik Ponpes di Malang Tertangkap
Wanita diduga mencuri uang ratusan juta rupiah milik Ponpes Al-Islahiyah, Singosari, Kabupaten Malang, terungkap. Polisi sebelumnya mengidentifikasi pelaku yang terekam CCTV. Perburuan akhirnya mengungkap tempat persembunyian pelaku di wilayah Tuban, Jawa Timur.

"Alhamdulillah, kasus sudah terungkap. Pelaku yang diduga mencuri uang di Ponpes Al-Islahiyah telah kami amankan bersama barang bukti kejahatannya," ungkap Kapolsek Singosari Kompol Untung Bagyo Riyanto kepada detikcom, Rabu (20/2/2019).

Pelaku sendiri adalah Siska Zumrotul Fauziah (22), yang berstatus mahasiswi perguruan tinggi di Kota Malang. Zumrotul ditangkap Tim Buser Polsek Singosari di rumah orang tuanya wilayah Tuban.
 
Pelaku beralamat di Desa Selobagus, Kecamatan Parengan, Kabupaten Tuban. Namun, sehari-harinya korban indekos di Jalan Joyoansari, Lowokwaru, Kota Malang.

"Pelaku kita amankan dari tempat tinggalnya di Tuban. Sehari-harinya pelaku berstatus mahasiswa perguruan tinggi di Malang," beber Untung.

Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang yang diduga hasil kejahatan serta uang tunai sisa dari uang yang digasak pelaku dari ruang Yayasan Ponpes Al-Islahiyah Jalan Keramat, Singosari, Kabupaten Malang, 13 Febuari 2019 lalu.

Di antaranya, copy rekaman CCTV di wilayah ponpes, satu unit Hp, dua buah tas, masker yang dikenakan pelaku, sendal, bukti pembelian barang, satu unit motor, kartu ATM, dan uang tunai sebesar Rp 146 juta lebih.

Tak mudah bagi Polsek Singosari untuk mengungkap identitas pelaku pencurian tersebut. Beberapa hari pasca laporan diterima, penyelidikan mulai dilakukan yang dipimpin langsung Kapolsek Singosari. Awalnya, ada tiga orang yang dicurigai, mengacu dari ciri-ciri pelaku yang terekam CCTV.

Hasil penyelidikan kemudian mengerucut kepada Zumrotul sebagai pelakunya dan petugas menelusuri jejaknya.

"Awalnya ada tiga orang, kita curigai yang kemudian mengerucut kepada pelaku. Untuk saat ini penyidikan masih didalami," tegas kapolsek.

Polisi menjerat Zumrotul dengan Pasal 362 KUHP tentang tindak pidana pencurian, dan pelaku dijebloskan ke sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.(Muhammad Aminudin - detikNews/jko)
20 February 2019
Ditinggal Bekerja Lima Rumah Antik Berbahan Kayu Jati Ludes Terbakar
Warga yang tinggal di Desa Kablukan, Kecamatan Bangilan, Kabupaten Tuban digegerkan dengan terjadinya kebakaran hebat di rumah milik Sujangi (80), warga setempat, Selasa (19/2/2019).

Akibat kejadian itu, rumah antik yang terbuat dari kayu jati ludes hingga rata dengan tanah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu lantaran pemilik rumah sedang bekerja di sawah.

Kebakaran hebat itu menghabiskan lima unit bangunan rumah yang menyatu dengan ukuran 10 meter x 25 meter. Awalnya api diketahui oleh warga muncul dari bagian belakang rumah milik Sujangi.

“Pada saat kejadian rumah itu kosong, pemiliknya sedang bekerja. Kemudian ada saksi yang mengetahui api muncul dari kandang sapi milik korban,” terang Kasat Reskrim Reskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo.

Mengetahui api yang sudah membesar, saksi langsung berteriak meminta tolong. Sejumlah warga langsung berdatangan dan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

Lantaran terbuat dari kayu jati,  api dengan cepat membesar dan sulit untuk dipadamkan. Bahkan api semakin membesar dan meluas membakar bangunan rumah antik itu hingga tak lagi bisa dipadamkan.
 

“Warga yang berdatangan berusaha untuk ikut memadamkan api, namun tidak berhasil. Akhirnya api membakar 5 rumah yang menyatu dalan satu bangunan itu,” tambah Kasat Reskrim yang baru menjabat satu bulan lebih di Polres Tuban itu.

Petugas PMK dari Pemkab Tuban yang datang di lokasi langsung melakukan pemadaman sisa-sisa api yang telah menghanguskan rumah kayu tersebut. Selanjutnya, petugas Polres Tuban melakukan olah TKP untuk mencari penyebab kebakaran.

Berdasarkan keterangan, korban telah membuat bediang atau api di kadang sapi untuk mengusir nyamuk. Namun, saat akan pergi ke sawah, korban tidak sempat melihat api bediang itu masih hidup atau mati. “Diduga api dari kandang atau bediang, kemudian membakar sekam di kandang dan membesar hingga merembet ke rumah. Untuk kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta,” pungkasnya.(M Muthohar-Beritajatim.com/jko)

 

20 February 2019
Penerbangan Bandara Abdulrachman Saleh Tak Terimbas Abu Bromo
Jadwal penerbangan Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, tak terganggu aktivitas Gunung Bromo. Hembusan abu vulkanik sempat keluar dari kawah Bromo tak menyentuh area landasan pacu. Aktivitas penerbangan berjalan normal mulai pagi ini.

"Tidak ada masalah, tidak sampai mengganggu penerbangan. Jadwal tetap berjalan normal seperti kemarin," ungkap Kepala UPTD Bandara Abdulrachman Saleh, Suharno kepada detikcom, Rabu (20/2/2019).

Suharno mengungkapkan, ada 14 penerbangan dari beberapa maskapai di Bandara Abdulrachman Saleh setiap harinya.
 
Dari 14 rute penerbangan itu, di antaranya melayani jadwal penerbangan untuk Malang-Bandung dan Malang-Jakarta. "Penerbangan pertama Malang-Bandung dengan maskapai Wing Air pukul 07.15 wib," ungkap Suharno.

Diungkapkan, pihaknya juga terus memantau perkembangan terkini aktivitas Gunung Bromo dari pihak terkait. Sehingga segala sesuatunya bisa diantisipasi.

"Alhamdulillah operasi (penerbangan) pagi ini normal," sambung Suharno.

Sejauh ini, kata Suharno, belum ada Notice to Airmen (Antam) yang merekomendasikan penutupan Bandara Abdulrachman Saleh tersebut.

Berdasarkan laman Kementerian ESDM dalam siaran pers yang ditulis pada 19 Februari 2019 menyebutkan Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Bromo di Jawa Timur melaporkan bahwa telah terjadi embusan menerus disertai abu tipis di Gunung Bromo pada Senin (18/2).

"Tinggi kolom abu teramati kurang lebih 600 meter di atas puncak (kurang lebih 2.929 meter di atas permukaan laut)." kata Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kasbani dalam siaran persnya di Jakarta.(Muhammad Aminudin - detikNews/jko)
20 February 2019
Pemilih Tambahan di Kota Kediri Mencapai 7 Ribu
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri Jawa Timur, mengadakan rapat pleno hasil rekapitulasi Daftar Pemilih Tambahan (DPTB) tahap pertama, di ruang kilisuci rumah pintar pemilu. Hasilnya pemilih masuk untuk pemilu 2019 mencapai 7 ribu lebih pemilih.

Ketua Bawaslu Kota Kediri, Mansyur, mengatakan, sejauh ini daftar pemilih tambahan harus bisa membedakan surat suaranya karena surat suara yang diperoleh pemilih akan berbeda dengan yang reguler.

Sementara itu Ketua KPU Kota Kediri Agus Rofiq mengatakan, pihaknyai telah melakukan jemput bola fasilitasi pemilih tambahan satu bulan terkahir, mulai lembaga pemasyarakatan hingga pondok pesantren.

"Hasilnya DPTB masuk ke kota kediri sejumlah 7.232 pemilih dan 209 pemilih DPTB keluar," ujar Agus Rofiq.

Dari hasil penambahan ini, mempengaruhii jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS). Jika awalnya 947 TPS, setelah penambahan itu menjadi 972 TPS.

Sementara, proses DPTB masih berlanjut pada dptb tahap kedua nanti hingga 17 Maret mendatang.(Unggul Dwi Cahyono, Benny Kurniawan-Pojokpitu.com/jko)
19 February 2019
 Oknum Wartawan yang Peras PNS Kabupaten Blitar, Sempat Buntuti Korbannya ke Hotel Bareng Cewek

Modus pemerasan yang dilakukan oknum wartawan, Puji Cahyono (46), yaitu dengan cara menakut-nakuti korban akan diberitakan di tabloidnya.

Sebelumnya, pelaku sudah mencari kesalahan yang dilakukan korban.

Dalam kasus terakhir ini, pelaku memeras seorang PNS, K (56), asal Udanawu, Kabupaten Blitar.
 

Pelaku meminta uang ke korban sebesar Rp 80 juta sebagai uang tutup mulut dan tidak menyebarkan kesalahan korban ke media.

"Pelaku mengancam korban kalau tidak diberi uang kesalahan korban disebarkan lewat media tempat kerja pelaku," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negera Siregar, Selasa (19/2/2019).

Adewira mengatakan, pelaku mencari target pemerasan dengan cara keliling ke sejumlah hotel di wilayah Kota Blitar.

Seperti dalam kasus ini, pelaku membuntuti korban yang sedang berada di hotel bersama seorang perempuan bukan istrinya.

Lalu, pelaku secara diam-diam mengambil foto korban yang saat itu baru keluar hotel bersama perempuan bukan istrinya.

Selanjutnya, pelaku menunjukkan foto itu ke korban.

Pelaku mengancam akan menyebarkan foto itu lewat medianya kalau korban tidak mau memberikan sejumlah uang.

Karena takut, korban memberikan sejumlah uang ke pelaku.

Pelaku meminta uang sebesar Rp 80 juta ke korban.

Korban sudah memberikan uang sebesar Rp 40 juta ke pelaku dengan cara ditransfer.

Pelaku masih meminta kekurangan uang tutup mulut sebesar Rp 40 juta ke korban.

Merasa diperas, korban melaporkan kasus itu ke polisi.

"Pelaku terus meminta kekurangan uang tutup mulut ke korban. Pelaku terus mengancam dan akhirnya korban melapor ke kami," kata Adewira.

Menurut Adewira, masih ada satu pelaku lagi yang menjadi buron.

Pelaku yang masih buron bernama Amirul. Polisi masih mencari keberadaan Amirul.

"Mereka ini komplotan. Saat ini masih ada satu pelaku lagi yang buron," ujarnya.

Pelaku pemerasan, Puji Cahyono mengaku baru dua minggu beroperasi di Blitar.

Dia mencari target korban pemerasan secara acak.

Dia memang mencari kesalahan korban yang sedang berselingkuh.

Biasanya, dia membuntuti korban ketika berada di hotel.

"Saya datangi korban ke rumahnya. Saya ceritakan kasalahannya apa adanya. Kalau jumlah korban (pemerasan) saya lupa. Saya juga tidak sengaja dapat korban PNS," katanya.

Sebelumnya, seorang oknum wartawan, Puji Cahyono (46), dibekuk petugas Satreskrim Polres Blitar Kota.

Warga Perum Sukodono Permai, Desa Selok Besuki, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, itu memeras seorang pegawai negeri sipil (PNS), K (56), asal Udanawu, Kabupaten Blitar.

"Pelaku kami tangkap di SPBU kawasan Tugurante, Kecamatan Ponggok. Setelah menerima laporan dari korban, kami membuntuti pelaku," kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar, saat merilis kasus itu, Selasa (19/2/2019).

Polisi menyita sejumlah barang bukti dari tangan pelaku.

Di antaranya, uang tunai Rp 4 juta, id card, tabloid, sepeda motor, ponsel, bukti transfer setoran tunai dan buku tabungan. Dalam kasus itu, korban diperas oleh pelaku sebesar Rp 40 juta.

"Uang tunai yang kami sita dari pelaku itu sisa hasil pemerasan kepada korban," ujar AKBP Adewira.
 

Adewira mengatakan, korban pemerasan oleh pelaku lumayan banyak.

Sesuai pengakuan pelaku ada sekitar 30 orang yang menjadi korban pemerasan oleh pelaku.

Tetapi, sejauh ini, baru ada satu korban yang melapor ke polisi.

"Kami masih mengembangkan kasusnya. Pelaku mengaku sebagai wartawan dari Tabloid Metro Indonesia," ujarnya.(Samsul Hadi-Surya.co.id/jko)


 

Page 1 of 875      1 2 3 >  Last ›