Lintas Jawa Timur

20 July 2017
Polres Mojokerto Bekuk Pengguna Sabu
Ari Suwanto (32) warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto ditangkap anggota Satnarkoba Polres Mojokerto.

Pelaku ditangkap di sebuah rumah masuk di Desa Tumapel, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto karena kasus narkoba.

Kasubbag Humas Polres Mojokerto AKP Sutarto mengatakan, pelaku ditangkap pada Rabu kemarin sekira pukul 19.30 WIB. "Saat dilakukan pengeledahan, petugas menemukan narkoba jenis sabu dan sejumlah barang bukti lainnya," ungkapnya, Kamis (20/7/2017).

AKP Sutarto menambahkan dari tangan tersangka ditemukan diantaranya dua buah pecahan pipet kaca berisi sabu, satu paket ganja dibungkus plastik, seperangkat alat untuk nyabu, dua buah korek api, sembilan buah plastik klip di masukkan bekas kota permen warna hijau, satu buah plastik kresek warna putih dan satu unit handphone merk Nokia warna hitam.

"Di hadapan petugas, pelaku mendapatkan barang bukti tersebut dari A warga Krian, Sidoarjo. Kasus ini masih dalam penyelidikan petugas, sementara pelaku sendiri dijerat Pasal 112 ayat (1) dan 111 ayat (1) Undang undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," katanya.(Reporter : Misti P.-Beritajatim.com/jko)
20 July 2017
Ini Identitas Driver Go-Jek yang Meninggal di Depan RSUD dr Soetomo dan Kronologis Kejadiannya
Driver Go-Jek yang meninggal dunia mendadak di Jl Dharmawangsa Surabaya, Kamis (20/7/2017) pagi, diketahui bernama Budiono (51), warga Jl Nargorukun Surabaya.

Informasi yang diperoleh Surya menyebutkan, korban meninggal dunia sekitar pukul 08.00 Wib.

Sebelum meninggal, korban yang mengendarai sepeda motor Honda Beat warna hitam L 3106 RX  menunggu order pelanggan.

Saat duduk di atas motor, korban mengeluh sakit dan tiba-tiba ambuk dari motornya.

"Awalnya korban berada di atas motor, lalu turun mau duduk di trotoar. Tapi langsung ambruk dan diketahui sudah meninggal," sebut Siswanto, salah satu saksi yang mengetahui korban sebelum meninggal dunia, Kamis (20/7/2017).

Diduga, korban meninggal secara mendadak lantaran sakit.

Dari mulut korban sempat mengeluarkan cairan seperti busa.

Disinyalir korban sebelumnya meminum obat untuk mengobati sakitnya.

"Tadi sudah ditangani dokter dan korban langsung dibawa ke rumah sakit (RS Dr Soetomo)," ucap Siswanto.

Adanya driver Go-Jek meninggal di depan RS Dr Soetomo, sempat mengundang kerumunan warga dan pengguna jalan.

Polisi dibantu warga lalu mengevakuasi korban ke RS Dr Soetomo.

Kanit Reskrim Polsek Gubeng Surabaya, Iptu I Made Wasa memastikan saat ini korban sudah berada di kamar jenazah RS Dr Soetomo.

Tim Inafis Polrestabes dan dokter forensik RS Dr Soetomo melakukan visum terhadap jasad korban.

"Temuan sementara tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban," terang Made.(Penulis: Fatkhul Alami-Surya.co.id/jko)

20 July 2017
Presiden Jokowi Dijadwalkan Bakal Menutup Gelaran Apeksi di Kota Malang
Presiden RI Joko Widodo dijadwalkan menutup Rakernas XII Apeksi 2017 di Kota Malang, Kamis (20/7/2017).

Kabar kedatangan Jokowi ini kali pertama disebut Ketua Apeksi Airin Rachmi Diany ketika berpidato di pembukaan Rakernas, Rabu (19/7/2017).

"InsyaAllah, penutupan tanggal 20 (Juli) Bapak Presiden berkenan hadir," ujar Airin.
 

Rencana kedatangan Jokowi cukup mengagetkan karena awalnya tidak ada di susunan dan jadwal acara.

Kepastian kehadiran Jokowi ditambah dengan beredarnya jadwal RI-1 di kalangan wartawan. Jokowi dijadwalkan menutup Rakernas sekitar pukul 15.00 wib.

Mulai semalam, skema pengamanan terhadap presiden sudah dilakukan. Pagi ini petugas bakal menggelar apel pengamanan di Lapangan Rampal pukul 07.00 WIB.(Penulis: Sri Wahyunik-Suryamalang.com/jko)

 

20 July 2017
Gerak-geriknya Mencurikan, Penari Telanjang di Inul Vista ini Bikin Heboh Wartawan
Ada kejadian mengejutkan saat polisi melakukan olah TKP di Karaoke Inul Vizta Kediri. Masalahnya, salah seorang dari 4 penari striptis mendadak muncul di lantai 5 Kediri Mall, Rabu (19/7/2017).

Kontan saja kemunculan salah satu penari berparas cantik ini menarik perhatian para wartawan yang sedang melakukan liputan.

Kamera mereka kemudian mengabadikan momen langka tersebut.
 

Penari dengan nama inisial W ini tampil dengan balutan baju warna biru dengan kombinasi putih.

Penampilannya juga cukup modis karena mengenakan rok yang agak tinggi dengan sepatu hak tinggi.

Namun untuk menyamarkan wajahnya, W mengenakan masker di wajah sehingg hanya sebagian raut wajahnya yang terlihat.

Semula tidak banyak yang curiga dengan kehadiran W yang menemui Kanit Renakta Polda Jatim Kompol Edi Herwiyanto. Namun karena gerak geriknya yang mencurigakan, akhirnya wartawan menjadi tahu kalau W salah satu penari striptis yang ikut digrebek petugas.

Kedatangan W ke lokasi olah TKP Karaoke Inul Vizta untuk mengambil kunci kontak mobilnya yang tertinggal di room 2 deluxe.

Karena saat dia digrebek bersama tiga rekannya sesama penari striptis kunci kontak mobilnya masih tertinggal di dalam room. Mobil warna putih milik penari striptis itu juga masih terparkir di lokasi yang sama.

Sementara posisi Karaoke Inul Vizta sendiri setelah digrebek petugas Polda Jatim juga dipasang police line dan pintunya digembok. Garis polisi ini kembali dipasang lagi usai petugas melakukan olah TKP.

Sehingga W buru-buru menemui Kompol Edi untuk mengambil kembali kunci kontaknya yang masih tertinggal di dalam room 2.

Kompol Edi sendiri membenarkan jika kedatangan W untuk mengambil kunci kontak mobilnya yang tertinggal di room 2.

Usai mendapatkan kunci kontaknya, W langsung ngacir menjauh dari kerumunan wartawan yang terus mengejarnya hingga ke area tempat parkir.

Tak sepatah kata terucap dari mulut perempuan berkulit putih itu. Malahan meski memakai sepatu hak tinggi berusaha terus berlari menjauh dari wartawan yang juga terus mengejarnya.

Diberitakan sebelumnya Karaoke Inul Vizta digrebek Polda Jatim karena menjadi ajang penari striptis. Penyidik telah menetapkan Ilham, manajer Karaoke Inul Vizta sebagai tersangka karena telah memfasilitasi pelanggan mendapatkan sajian tarian erotis striptis.(Penulis: Didik Mashudi-Surya.co.id/jko)

 

20 July 2017
Sekolah Perempuan di Blitar Dilaunching, Ini Tujuannya
Pemerintah Desa Gogodeso Kec Kanigoro Kab Blitar bersama Lembaga Sahabat Perempuan dan Anak (Sapuan) melaunching sekolah perempuan. Meski namanya Sekolah Perempuan, namun tidak hanya kaum wanita saja yang menjadi siswanya. Para bapak atau remaja pria juga ikut di dalamnya. Sekolah ini punya misi menciptakan keluarga yang harmonis dan mandiri, terampil dan berjiwa wirausaha.

Kepala Desa Gogodeso, Choirul Anam mengatakan Sekolah Perempuan merupakan salah satu cara untuk meminimalisir berbagai macam masalah di dalam keluarga.

"Sekolah ini merupakan model pemberdayaan masyarakat tidak hanya dari segi ekonomi, tapi juga penyadaran hak-hak perempuan, bagaimana anak-anak nyaman dalam belajar, hubungan pasutri harmonis sehingga tidak ada perceraian," kata Choirul kepada detikcom usai acara pembukaan di Kantor Desa Gogodeso, Kamis (20/7/2017).

Lewat sekolah ini, lanjut Choirul , kami ingin entrepreneurship jadi salah satu bagian untuk memperkuat system keluarga. "Jika keluarganya kuat otomatis desanya juga akan kuat, jika desanya kuat otomatiis negaranya juga kuat. Kita dorong dari ibu-ibunya dulu untuk menciptakan keluarga yang ayem tentrem dan makmur," tambahnya.

Choirul berharap, Sekolah Perempuan ini bisa menjadi inspirasi bagi desa lainnya. Sekolah ini akan digelar seminggu dua kali tiap bulan. Tidak hanya di satu tempat, namun dilaksanakan di setiap rumah para anggotanya. Saat ini tercatat, sudah ada 50 orang sebagai siswa di Sekolah Perempuan.

Para siswa akan diberi materi pelatihan kewirausahaan meliputi ide bisnis, pengemasan produk, penentuan harga dan sasaran harga. Selain itu siswa juga akan diberikan pelatihan paralegal, seminar reproduksi, dan kewirausahaan remaja untuk menekan pernikahan dini.

"Kita juga akan beri materi untuk menarik peran laki-laki supaya mendukung peran istrinya menjadi pribadi yang mandiri. Sedangkan paralegal ini sebagai penguata kesadaran hukum kaitannya dengan isu perempuan dan anak," papar Divisi Pemberdayaan dan Pendidikan, Titim Fatmawati.

Menurut Titim, kaum perempuan di Desa Gogodeso itu sebenarnya sangat kreatif namun masih kekurangan wadah. Sekolah ini, kata dia, merupakan wadah untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan kaum perempuan Desa Gogodeso.

"Banyak kaum perempuan Gogodeso yang punya ide-ide bisnis, lewat sekolah ini kami akan berikan pendampingan sehingga mereka tidak merasa sendiri dan memiliki komunitas baru. Bisnis yang berhasil adalah bisnis yang punya banyak jejaring," terangnya.

Ke depan, Sekolah Perempuan akan menjalin kerjasama baik dengan Pemkab Blitar maupun lembaga lainnya untuk memperkuat jaringan.(Erliana Riady - detikNews/jko)
19 July 2017
Polisi Olah TKP Inul Vizta Kediri Cari Tambahan Barang Bukti
Polisi melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Karaoke Inul Vizta Kediri. Olah TKP dilakukan untuk mencari tambahan barang bukti.

5 Orang anggota Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Jatim dipimpin Kanit Asusila Kompol Edy Herwiyanto, melakukan olah TKP sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (19/7/2017) dengan mendapat pengawalan 5 anggota Tim Anti Bandit Reskrim Polres Kediri Kota dengan mebawa senjata laras panjang.

Di dalam proses olah TKP, polisi memeriksa sejumlah ruangan karaoke Inul Vizta, beberapa komputer dan berkas kwitansi serta laporan keuangan.

Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Ridwan Sahar yang ikut membantu olah TKP dan pencarian tambahan bukti lain menjelaskan jika proses Olah TKP masih berlangsung.

"Olah TKP masih berlangsung dan tolong beri kami waktu mencari bukti tambahan lain," kata AKP Ridwan Sahar kepada detikcom.

Berdasar pengamatan detikCom di Kediri Mall tempat Karaoke Inul Vizta berada, masih steril dan dijaga oleh anggota Tim Anti Bandit.

"Yang jelas Kami masih mencari tambahan bukti baru dan mensinkronkan bukti yang telah kami amankan," jelas Ridwan.(Andhika Dwi - detikNews/jko)
19 July 2017
Desa di Malang Siap Kelola Air Minum Kemasan
Memanfaatkan sumber mata air alami, Desa Jenggolo di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, siap mewujudkan mimpinya untuk mengelola usaha air minum mineral dalam kemasan.

Setelah melalui proses selama satu tahun, akhirnya Mata Air Sumber SSongo (AAS-9) dari Desa Jenggolo, segera dilaunching menjadi air minum dalam kemasan. Hal itu sesuai hasil musyawarah pihak pemerintahan desa bersama Ketua BPD setempat, Rabu (19/7/2017).

Lidyanto, Kepala Desa Jenggolo mengatakan, pelaksanaan launching nanti dilakukan pada tanggal 9 September 2017 mendatang. Penetapan tanggal launching disesuaikan dengan nama sumber mata air yang selama ini diyakini  kalangan masyarakat luas, dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

"Kedepan kami berharap bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program Pemberdayaan Manusia (PPM) serta mengoptimalkan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di desa kami dengan melalui Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dari mata air Sumber Songo," ungkap Lisdyanto.

Kata dia, target kedepan juga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BumDes) setempat. Untuk proses komersial air minum ini sudah melalui tiga tahapan. Dimana tahap pertama adalah, pemasangan saluran pipanisasi. Selanjutnya, pengadaan mesin produksi dan tahap terakhir yaitu, membangun tempat produksi.

"Adapun untuk besarnya biaya  yang dikucurkan untuk membangun kawasan tersebut sebesar Rp.1 miliar. Selain bersumber dari Dana Desa (DD) juga swadaya masyarakat," bebernya.

Disinggung mengenai pemasaran nanti, pihaknya akan menggunakan sales marketing dengan andalan utama dari kalangan masyarakat luas yang pernah melakukan ritual dan meyakini jika air tersebut, menyimpan kandungan mineral juga  dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit.

"Untuk pendapatan satu bulan dalam taraf transisi kami targetkan antara Rp.10 juta hingga Rp.25 juta. Dalam taraf uji coba nanti, tidak kami perjual belikan, namun kami minta kesadaran warga untuk ganti biaya produksi dulu," tuturnya.

Ditempat yang sama, Riyanto, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) menjelaskan, mewakili warga desa ia berharap bisa bermanfaat dan menambah kesejahteraan warga di desa berpenduduk 5408 jiwa ini. 

Sumber mata air Sumber Songo saat ini, terletak di RT 07/ RW  01 dan RT 15/ RW 03 dengan luas kawasan 12 kaki 7meter di tanah milik kas desa. Sumber mata air tersebut memiliki daya pikat sangat tinggi. Selain jadi ritual dihari tertentu, sumber mata air juga menyimpan sejarah yang cukup panjang.

Di desa yang terdiri dari 3 RW dan 31 RT ini, juga terdapat makam pinisepuh desa yakni makam Mbah Reso. Seperti ceritera  yang telah beredar tentang mbah Reso, beliau adalah seorang prajurit dari Mataram yang telah ikut berperang melawan Kompeni bersama Pangeran Diponegoro.

Namun setelah ditangkapnya Panglima Perang Mataram itu, maka pasukan Diponegoro banyak yang melarikan diri ke daerah Sengguruh, Kepanjen, Kabupaten Malang. Sengguruh adalah nama desa yang lokasinya, bersebelahan dengan Desa Jenggolo, tempat sumber mata air Sumber Songo berada.(Reporter : Brama Yoga Kiswara-Beritajatim.com/jko)
19 July 2017
Ribuan Telur Penyu Ditetaskan di Pantai Boom Banyuwangi
Sebanyak 13.001 butir telur penyu diteteskan di penangkaran penyu di wilayah Pantai Boom Banyuwangi.

Ribuan telur tersebut diselamatkan masyarakat di sekitar Pantai Boom, Cacalan, Mirah Fantasi, Keramat dan Pantai Sobo yang memiliki garis pantai sepanjang 12,5 kilometer. Pantai-pantai tersebut berada di wilayah kota Banyuwangi.

Wiyanto Haditanodjo, pembina Banyuwangi Sea Turtle Foundation kepada Kompas.com, Rabu (19/7/2017), menjelaskan 13.001 telur tersebut didapatkan dari 1 April 2017 hingga 16 Juni 2017.

"Kami memiliki relawan dari masyarakat sekitar pesisir yang memantau jika ada penyu naik untuk bertelur, lalu telur tersebut akan dipindahkan ke penangkaran yang ada di Pantai Boom ini. Untuk puncak masa bertelur penyu di bulan Juni lalu," jelas Wiwit.

Telur-telur tersebut kemudian dipindahkan ke penangkaran, lalu diletakkan di dalam pasir seperti habitat aslinya dan diberi tanggal kapan telur ditanam dan perkiraan menetas.

"Biasanya dalam waktu 46 hari telur akan menetas. Jadi sudah ada data yang kita pasang di masing-masing sangkar, termasuk jumlah telur dan lokasi pengambil masuk wilayah pantai mana. Dan hampir sebagian besar penyu adalah jenis Penyu Lekang," jelasnya.

Saat ini, ada 136 sarang di penangkaran tersebut, dan satu sarang maksimal berisi 150 telur.

"Tidak semuanya telur menetas dan tidak semua tukik atau anak penyunya hidup. Biasanya karena faktor alam," jelas Wiwit.

Nantinya, tukik-tukik tersebut langsung dibawa ke farm Banyuwangi Sea Turtle Foundation untuk dirawat, dan saat usia 2 minggu atau maksimal 2 bulan dilepasliarkan ke habitat aslinya.

"Jika lebih dari 2 bulan maka kemampuan penyu untuk bertahan di alam akan berkurang, selain itu biaya perawatannya juga cukup mahal," kata Wiwit.

Jumlah telur penyu yang diselamatkan pada tahun 2017 lebih banyak dibandingkan pada tahun 2016 lalu. Menurutnya, mulai Juni 2016 hingga September 2016 lalu ada 127 sarang dan 12.628 telur yang diselamatkan, sedangkan tahun ini, pada bulan Juli sudah ada 136 sarang dan 13.001 telur.

"Biasanya musim penyu bertelur berakhir bulan September. Di bulan Juni saja sudah hampir melampau jumlah pada tahun 2016," jelasnya.

Banyuwangi Sea Turtle Foundation adalah kelompok kerja non pemerintah yang memiliki misi menyelamatkan dan melestarikan penyu di luar kawasan konservasi sejak tahun 2011 lalu.

Bukan hanya menyelamatkan telur penyu, anggota Banyuwangi Sea Turtle Foundation juga memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat, pelajar, dan mahasiswa agar menyadari bahwa penyu merupakan satwa langka yang terancam punah dan dilindungi undang-undang.

"Kami rencananya akan membuat taman rekreasi dan edukasi penyu sehingga masyarakat bisa belajar langsung tentang penyu di habitatnya," pungkasnya.(Kontributor Banyuwangi, Ira Rachmawati-Kompas.com/jko)

19 July 2017
Hadiri Rakernas Apeksi, 98 Wali Kota Berkumpul di Kota Malang
Sebanyak 98 wali kota se-Indonesia hadir di Kota Malang. Mereka berada di kota wisata, kota pendidikan, dan kota industri ini untuk mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi), Selasa 18 Juli 2017 hingga Kamis 20 Juli 2017. Rakernas Apeksi digelar dua tahun sekali dan ini pertama kalinya Kota Malang menjadi tuan rumah.

Wali Kota Malang, M Anton menyatakan, pelaksanaan Apeksi ini merupakan kebanggaan bagi seluruh warga karena mampu mengukir sejarah sebagai tempat berkumpulnya para wali kota di seluruh Indonesia. “Kita dipilih sebagai tuan rumah dari hasil Muasyawarah Nasional (Munas) Apeksi di Jambi dua tahun lalu,” katanya.

Kota Malang dipilih sebagai tuan rumah Rakernas Apeksi tahun ini karena mampu memenuhi seluruh kriteria yang dipersyaratkan. Kriteria itu antara lain karena kotanya sudah memadai dengan berbagai fasilitas penunjang kegiatan.

Malang selama ini selalu menjadi kota tujuan bagi para pelajar di seluruh penjuru Indonesia. “Kita sudah biasa menjadi tuan rumah yang baik bagi warga dari berbagai penjuru Indonesia,” ujarnya.

Dalam rakernas ini nantinya akan dibahas berbagai persoalan di daerah. Nantinya hasil rakernas diusulkan dan menjadi solusi dalam mendukung percepatan pembangunan di Tanah Air. Termasuk pembahasan percepatan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia sesuai program pemerintah pusat.

Kepala Bagian Humas Pemkot Malang, Nurwidiyanto mengatakan, ada sekitar 5.000 peserta rombongan yang turut hadir bersama 98 wali kota se-Indonesia. Tingginya tingkat kunjungan bersamaan digelarnya Rakernas Apeksi ini akan membawa dampak positif bagi Kota Malang.

“Kehadiran banyak tamu ini akan membuat usaha ekonomi masyarakat berputar. Baik di bidang jasa hotel, warung dan restoran, hingga pusat oleh-oleh khas Kota Malang,” katanya.

Dampak besar lainnya adalah, para tamu akan pulang ke daerahnya masing-masing dengan membawa cerita baik tentang kota wisata ini. Cerita baik tersebut sudah pasti akan menjadi media promosi bagi kota ini.

Beberapa rangkaian kegiatan yang digelar selama Rakernas Apeksi, antara lain gala dinner yang digelar Selasa 18 Juli 2017 malam di Alun-alun Tugu Kota Malang. Dilanjutkan dengan pembukaan Rakernas Apeksi pada Rabu (19/7/2017) pagi.

Setelah acara pembukaan, digelar rangkaian pawai kebudayaan di sepanjang Jalan Ijen. Selanjutnya pembukaan pameran produk unggulan dari berbagai daerah di Indonesia di depan Stadion Gajayana Malang.

Dalam Rakernas Apeksi juga akan digelar peresmian Kampung Glentung Go Green sebagai kampung konservasi air. “Ini merupakan salah satu bagian dari keterlibatan Haktif masyarakat dalam membangun kota melalui berbagai daya kreativitas dan inovasinya,” ujarnya.(Yuswantoro-Sindonews.com/jko)
19 July 2017
Kasus Keguguran Sapi Perah Masih Tinggi di Blitar
Kasus keguguran sapi perah masih tinggi terjadi di wilayah Kabupaten Blitar. Data dari Dinas Peternakan Kab Blitar tercatat, sekitar 50 kasus rata-rata terjadi tiap tahun. Keguguran pada sapi perah ini akibat terpapar bakteri brucellosis.

"Kasus Brucellosis secara nasional sebenarnya cukup tinggi sejak tahun 2006. Namun di wilayah Kab Blitar menjadi fokus penanganan kami karena jumlah populasi sapi perahnya tinggi sekitar 9 ribu ekor," kata Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veterines Dinas Peternakan Kab Blitar, Yudha Satya Wardana kepada detikcom di kantornya, Rabu (19/7/2017).

Meski tidak berakhir dengan kematian ternak, namun virus penyebab keguguran brucellosis, sangat berbahaya. Selain karena merupakan endemik di Jatim, penularannya sangat mudah bagi hewan lain maupun manusia.

"Kalau satu sapi sudah kena, harus segera dikarantina. Seluruh kandang disterilkan. Kalau tidak gitu, menyebarnya sangat cepat. Apalagi kalau sanitasi dan drainase kandang tidak higienis," tambahnya.

Penularan pada manusia, lanjut Yudha, jika terjadi kontak langsung dengan sapi perah yang telah terpapar bakteri itu. "Biasanya tenaga medis ternak wanita saat memeriksa kondisi kandungan sapi. Tapi kalau mengkonsumsi dagingnya tidak apa-apa asalkan dimasak dengan benar," katanya.

Sementara secara terpisah peternak sapi perah dari Desa Bendosari, Sanankulon Kab Blitar, Rizal Kurniawan (33) mengaku lebih ketat pada bio security kandang untuk mengeliminir kasus serupa.

"Mobilitas sapi perahan itu sangat tinggi, jadi saya lebih selektif memilih indukan. Juga lebih hati-hati masuk kandang. Sebelum masuk, semua wajib disemprot desinfektan," jelasnya.

Tak hanya itu, menurut Rizal, peternak juga harus telaten memberikan vaksin pada anak sapi perah (Pedet) yang sudah berumur 5 bulan. "Vaksin itu utama, selain itu kebersihan kandang. Karena bisnis sapi perah kalau sudah kena bakteri Brucellosis ruginya sangat besar bisa ratusan juta," ungkap Rizal.

Sapi perah, kata dia, produksi susunya akan menurun jika jarak antara kehamilan pertama dan berikutnya lebih dari dua tahun. Untuk itu kondisi kesehatannya harus bener-benar terjaga.

Tingginya angka keguguran sapi perah di Blitar, menurut Rizal, karena rendahnya kesadaran peternak untuk menjaga kebersihan dan kesehatan ternak dan kandangnya. "Dari dinas peternakan, harusnya juga ada kontrol secara kontinyu per 6 bulan sekali ke peternak," harapnya.(Erliana Riady - detikNews/jko)
Page 190 of 191     ‹ First  < 188 189 190 191 >