Lintas Jawa Timur

12 March 2019
Begini Cara Penggemar Motor di Kediri Hindari Konflik
Forum Otomotif Kediri (FOK) menjadi ajang silaturahmi antar komunitas otomotif di Kediri Raya. Komunitas ini dibentuk dari keresahan penggemar otomotif melihat klub-klub yang tidak pernah tegur sapa satu sama lain.

FOK dibentuk pada tahun 2000 dan sudah menghimpun 26 klub otomotif di Kediri Raya. Baik motor maupun mobil.

Beberapa klub motor yang sudah bergabung Ninja, RX King, CB Club, Vespa dan Honda Kalong. Sedangkan untuk klub mobil seperti Fiat, L-300 Modifikasi, VW Safari, VW Combi dan Jeep Willis. Totalnya mencapai ratusan anggota.
 
"Tahun itu (2000) sedang mulai menjamurnya klub-klub otomotif di Kediri Raya, baik dari otomotif mobil maupun motor," ujar Ketua FOK Munasir Huda, Selasa (12/3/2019).

Ia bercerita, kala itu hampir setiap minggu banyak klub otomotif mobil maupun motor berkumpul di Kota Kediri. Tidak jarang mereka juga konvoi berkeliling Kediri Raya.

"Saat seperti itu, mereka antar klub tak saling sapa padahal sesama pencinta otomotif. Lebih buruknya ada yang sampai saling ejek yang cenderung memicu konflik antar klub motor dan mobil," imbuh Huda.

Melihat kenyataan seperti itu, muncul ide dari para senior penggemar otomotif salah satunya Slamet Budiono. Ide untuk mewadahi para penggemar otomotif agar dapat bersilaturahmi, belajar dan saling menjaga agar tidak sampai menimbulkan konflik.

"Berdirinya FOK tak bisa lepas dari sentuhan para senior yang merupakan penggemar otomotif di Kediri Raya. Salah satunya ya Slamet Budiono. Beliau menjadi salah satu pencetus adanya FOK. Dan saat ini menjadi penasehat FOK," lanjut Huda.

Huda menambahkan, Slamet dan senior lainnya ingin FOK dapat menjadi wadah bagi para penggemar otomotif untuk saling belajar dan bersilaturahmi. Contohnya jika ada agenda besar salah satu klub, klub lain selalu mendelegasikan anggotanya untuk masuk di kepanitiaan.

Selain menyatukan puluhan bahkan ratusan klub otomotif di Kediri, sejumlah kegiatan telah dilaksanakan FOK Kediri. Seperti kegiatan bakti sosial berbagi kepada kaum dhuafa setiap bulan suci Ramadhan. Kemudian pemberian bantuan kepada korban bencana alam dan memberikan advokasi kepada anggota FOK yang terlibat kasus hukum. Terakhir menjalin silaturahim dan hubungan yang baik antara anggota dan kepolisian maupun dinas perhubungan agar menjadi contoh pengguna jalan yang baik dalam berlalu lintas bagi masyarakat lain.

"Dengan begitu FOK bisa menjadi wadah silaturahmi dan wadah belajar bagi para anggotanya. Dan kami harapkan semua anggota FOK dapat menjaga terus silaturahmi dan tak berhenti untuk belajar," tambahnya.

Selain itu, bersama kepolisian dan dinas perhubungan, FOK juga sepakat untuk bersama menjaga ketertiban dalam berkendara dan taat rambu lalu lintas. "Anggota FOK bersama banyak pihak selalu menjalin hubungan dengan baik. Bahkan saat ini setiap klub otomotif ada wilayah berkumpulnya masing-masing," pungkasnya.(Andhika Dwi - detikNews/jko)
11 March 2019
Usai Try Out SBMPTN, 16 Pelajar SMA di Blitar Dapat SIM Gratis
Sebanyak 16 Surat Izin Mengemudi (SIM) diberikan gratis kepada para pelajar SMAN di Kabupaten Blitar. SIM gratis itu diberikan Polres Blitar dalam gelaran Millennial Road Safety Festival (MRSF) 2019.

Dua SIM A dan 14 SIM C tersebut diberikan kepada pelajar di empat SMAN. Yakni SMAN Talun, Garum, Kesamben dan Sutojayan. SIM gratis tersebut diberikan sebagai reward untuk siswa yang memperoleh nilai 10 besar dalam try out akbar SBMPTN yang digelar di Mapolres Blitar beberapa waktu lalu.

"Sebenarnya ada 20 pelajar yang dapat reward ini. Namun yang empat belum lolos tes praktek. Jadi terus kami bina sampai benar-benar mahir berkendara dan bisa mendapatkan surat izin mengemudinya," kata Kasatlantas Polres Blitar, AKP Muh Amirul Hakim kepada detikcom, Senin (11/3/2019).

Penyerahan SIM gratis digelar usai pelaksanaan upacara bendera di SMAN Talun. Dalam upacara tersebut, Wakapolres Blitar Kompol Andi Yudha Pranata bertindak sebagai pembina upacara.

Menurut Andi, Polres Blitar rutin melaksanakan Program Polisi Masuk Sekolah hari Senin (SIMASKOSIN). Agenda tersebut digelar untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada para pelajar dengan memberikan wawasan terutama soal keselamatan dalam berkendara.

"Pembunuh nomor tiga di Indonesia adalah kecelakaan karena kelalaian berkendara. Dari data 80 persen didominasi generasi milenial, disusul penyalahgunaan narkoba. Oleh karena itu kepolisian selalu berupaya memberikan wawasan kepada para pelajar sebagai upaya menurunkan tingginya angka kematian akibat kecelakaan serta narkoba serendah mungkin," kata Andi dalam sambutannya.

Andi menambahkan, MRSF menjadi program korp lantas diseluruh Indonesia untuk menekan tingginya angka kematian pelajar karena laka lantas. Kepala sekolah SMAN 1 Talun, Gatot Wiyono menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan kepolisian.

"Kami pihak sekolah sangat berterima kasih kepada kepolisian yang ikut serta dalam memberikan bimbingan dan wawasan kepeda pelajar. Setidaknya nantinya mereka bisa menjadi polisi bagi diri mereka sendiri. Bisa membedakan mana yg boleh dan tidak boleh dilakukannya," ujar Gatot.

Menurut Gatot, kegiatan ini bagus untuk membentuk kepribadian siswa menjadi lebih baik . Selain itu, kegiatan tersebut juga bisa dimanfaatkan polisi untuk menebar rasa aman pada setiap siswa bukan sosok berseragam yang kerap ditakuti.

"Polisi sebagai mitra masyarakat dan mitra dari para kalangan pelajar dan remaja terwujud dengan adanya kegiatan ini," pungkasnya.(Erliana Riady - detikNews/jko)
11 March 2019
KPU Kabupaten Mojokerto Temukan 5.697 Lembar Surat Suara Rusak
Pasca penyortiran dan pelipatan surat suara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto menemukan 5.697 surat suara rusak. Sebanyak 5 697 surat suara yang rusak tersebut merupakan surat suara untuk DPRD Provinsi.

Ketua KPU Kabupaten Mojokerto, Ayuhannafiq mengatakan, KPU Kabupaten Mojokerto baru merampungkan sortir dan pelipatan surat suara untuk pemilihan anggota DPRD Provinsi. “Kita menemukan 5.697 surat suara yang rusak,” ungkapnya, Senin (11/3/2019).

Masih kata Yuhan, jumlah surat suara rusak tersebut masih berpotensi bertambah karena masih ada empat kategori surat suara yang belum di sortir dan dilipat. Surat suara yang rusak tersebut mayoritas bukan karena berlubang atau sobek, namun ada bercak noda tinta cetak.

“Seluruh surat suara yang rusak akan dikumpulkan jadi satu dan dilakukan penandatanganan berita acara sebelum nantinya dimusnahkan. Setelah diketahui jumlah seluruhnya yang rusak akan dimintakan ganti ke percetakannya,” katanya.

Yuhan menambahkan, proses pelipatan dilakukan di dua tempat. Untuk surat suara DPRD provinsi, DPR dan DPD dilakukan di gudang KPU Jalan Raya Tambak Agung, Kecamatan Puri. Sedangkan surat suara DPRD kabupaten dan Pilpres dilakukan di GOR Diknas Jalan RA Basuni, Kecamatan Sooko.(Misti P.-Misti-Beritajatim.com/jko)
11 March 2019
 Tak Hanya Koin Kuno dan Emas, Warga di Sekitar Tol Pandaan-Malang Juga Temukan Benda ini

Warga Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kabupaten Malang, heboh penemuan koin kuno dan emas di lokasi pembangunan Tol Pandaan-Malang. Namun, warga yang tinggal di sekitar lokasi penemuan situs kuno tak hanya menemukan benda-benda kuno saja, melainkan juga menemukan tulang belulang serta gigi manusia.

Hal itu disampaikan oleh Tamari (50), warga Jalan Melati, Kelurahan Sekarpuro, Kecamatan Pakis. Menurutnya, lokasi tempat ditemukannya benda kuno itu dulunya merupakan tanahnya sebelum dibeli untuk pembangunan jalan tol.

"Dulunya tanah saya ini merupakan tegalan yang saya tanami tebu, pohon sengon hingga jagung. Di area tersebut saya sering menemukan gigi manusia. Dulu juga sempat menemukan tulang belulang," kata Tamari.

 

Namun, tulang belulang itu ia kubur kembali dan tak sempat ia bawa pulang ke rumah.

Tak hanya dirinya saja yang pernah menemukan tulang belulang itu, tapi beberapa warga juga pernah menemukan tulang-belulang.

"Terakhir sekitar empat tahun lalu saya menemukan, tapi saya kubur lagi. Lagian mau buat apa juga," ujarnya.

Koin kuno yang kini juga banyak ditemukan oleh warga dulunya ia juga sempat menemukan.

Namun, koin kuno itu ia dibiarkan saja karena hanya ia anggap sebagai koin biasa.

"Sebelum ada pembangunan tol ini saya sudah sering menemukan koin kuno ini. Namanya juga saya ngga tahu, jadi ya saya biarkan saja," ungkapnya.
 

Dari mitos yang beredar di kalangan masyarakat, lokasi penemuan benda kuno itu merupakan tempat yang angker.

Kata Tamari, dulunya banyak warga yang sering begadang di sana dan menemui hal-hal yang aneh.

"Tak jauh dari lokasi tegal saya ada sebuah sumber yang dulunya adalah punden dan kata kakak saya banyak arca yang bertebaran di sana. Bahkan pada tahun 70 an ada tetangga saya meninggal dunia setelah membuang arca yang ada di punden tersebut," tandasnya.

Kendati demikian, pria 50 tahun itu tak tertarik untuk mengoleksi ataupun memiliki benda-benda bersejarah tersebut.
 

Karena ia sejak dulu sudah sering menemukan benda-benda kuno ketika sedang mencangkul di tegalnya.

"Engga tau ya, saya dari dulu ga ingin mencoba memiliki," tandasnya.(tribun jatim/aminatus sofya/jko)

 


 

 
11 March 2019
 Pura-pura Menginap, Rizki Bawa Lari Mobil Temannya Saat Jadi Penghuni Lapas Di Tulungagung

Tim Opsnal Satreskrim Polres Tulungagung mengejar Rizki Anggara (24) hingga ke rumahnya, di kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya. Rizki merupakan pencuri mobil Honda Brio warna merah AG 1871 SK milik AY (42), warga Desa Serut, Kecamatan Boyolangu Tulungagung.

Rizki dan AY sudah saling kenal sejak 3 tahun lalu, saat keduanya ditahan di Lapas Kelas IIB Tulungagung. Setelah bebas dari Lapas, Rizki sering menelepon AY. Hingga akhirnya Rizki datang ke Tulungagung, ingin bertamu ke rumah AY, pada Jumat (8/3/2019).

“Saat itu tersangka minta dijemput di terminal bus Tulungagung. Korban menjemput pukul 11.00 WIB di terminal dengan mobil Honda Brio miliknya,” kata Kasubag Humas Polres Tulungagung, AKP Sumaji, Minggu (10/3/2019).
 

AY sempat mengajak Rizki keliling Tulungagung dengan mobilnya. Pukul 21.00 WIB, AY membawa Rizki ke rumahnya, di Desa Serut, Kecamatan Boyolangu. Mobil warna merah milik AY diparkir di halaman belakang rumahnya.

Dengan baik hati, AY mempersilakan Rizki tidur di kamarnya. Sabtu (9/3/2019) pukul 02.00 WIB, Muayah, mertua AY bangun karena hendak pergi ke pasar. Saat itu, Muayah melihat pintu belakang terbuka.

“Saksi Muayah sempat melihat mobil milik korban melaju ke arah utara. Dia sempat teriak membangunkan saksi lain,” tambah Sumaji.

AY sempat melihat ke dalam kamar, dan melihat Rizki tidak ada di kamarnya. Kunci mobil yang disimpan di lemari kamar juga tidak ditemukan. Bukan itu saja, Rizki juga diduga mengambil sebuah ponsel milinya, Samsung J5 warna emas.

Yakin mobilnya dicuri Rizki, AY melapor ke Mapolres Tulungagung pukul 03.50 WIB. Mendapat laporan itu, polisi segera melakukan penyelidikan. Termasuk mencari Rizki hingga ke Surabaya.

“Saat mencari di Surabaya, personil Satreskrim melihat tersangka di sekitar rumahnya. Dia ditangkap tepat di gang rumahnya,” tutur Sumaji.
 

Rizki pun tidak bisa mengelak, karena polisi menemukan mobil Honda Brio milik AY. Rizki bersama mobil itu segera dibawa ke Mapolres Tulungagung, untuk proses hukum lebih lanjut. Tersangka akan dijerat dengan pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman tujuh tahun penjara. (David Yohanes-Suryamalang.com/jko)


 

11 March 2019
UNBK Jadi Syarat Kelulusan dan Masuk Perguruan Tinggi?
Ujian Nasional (UN) tak lagi menjadi syarat kelulusan dinilai menjadi penyebab  turunnya nilai. Sehingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mewacanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) menjadi syarat kelulusan dan masuk perguruan tinggi.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di Mojokerto, Mariyono mengatakan, ada wacana jika tahun ini UNBK menjadi syarat kelulusan. “Namun belum diputuskan apakah UNBK tidak menjadi syarat kelulusan atau kembali menjadi syarat kelulusan,” ungkapnya, Senin (11/3/2019).

Masih kata Mariyono, dampak kebijakan UNBK tidak menjadi syarat kelulusan yakni nilai para siswa rata-rata menurun. Karena mereka tak lagi terpacu untuk meraih nilai tinggi dalam UNBK. Padahal pemerintah ingin mengukur tingkat ketercapaian proses belajar mengajar dalam ujian tersebut.

“Jika kebijakan soal UNBK tak segera diputuskan bakal terus menjadi polemik. Seperti tahun kemarin, nilai UNBK siswa SMA dan SMK mengalami penurun. Nilai penurunan UNBK yang signifikan terjadi di tingkat SMK. Namun presentasi penurunannya yang tahu pasti Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,” katanya.

Selain itu, lanjut Mariyono, yang menjadi faktor turunnya nilai siswa yakni soal analitik Higher Order Thinking Skills (HOTS). Untuk mengantisipasi penurunan nilai UNBK tahun ini, pihaknya telah mengimbau ke sekolah-sekolah. Selain itu pihaknya juga menggelar workshop dan seminar terkait HOTS.

“Kami menggelar seminar agar para siswa lebih siap dalam menghadapi soal HOTS. Kemendikbud juga berencana nilai tertentu dari UNBK menjadi acuan agar bisa masuk perguruan tinggi yang diinginkan. Mungkin kebijakan ini bisa memacu siswa agar mendapat nilai tinggi. Tapi ini masih rencana,” tegasnya. (Misti P.-Beritajatim.com/jko)
11 March 2019
Hindari Lubang di Porong Lama, Bison Tabrak Dump Truk
Sebuah mobil angkutan umum (MPU) Isuzu Elf bertabrakan dengan dump truk di Jalan Raya Porong lama. Kecelakaan terjadi setelah Elf yang biasa disebut 'Bison' oleh penumpang menghindari lubang jalan.

Akibat kecelakaan tersebut mobil MPU mengalami kerusakan parah dan satu penumpang serta pengemudinya, Samsul (32), warga Bendungan, Pasuruan, mengalami luka

Sementara itu dump truk nopol W 8603 NS hijau yang dikemudikan Poniman (50), warga Buduran, Sidoarjo, mengalami kerusakan ringan. body sampingnya ringsek.
 
Menurut pengakuan pengemudi MPU, di dalam mobil hanya ada satu penumpang. Rencananya dia akan mengejar mobil MPU di depannya untuk mengambil penumpang.

Karena itu dia melajukan kendaraannya cukup kencang. Namun lubang menganga di depannya mengagetkannya. Dia pun segera membanting setir ke kanan

"Kalau banting setir ke kiri banyak motor akan jadi korban. Makanya saya banting setir ke kanan," kata Samsul kepada detikcom di lokasi kejadian, Senin (11/3/2019).

Karena banting setir ke kanan, Elf bernopol Elf N 7345 UW dari arah Malang itu naik ke pembatas jalan dan melaju ke arah berlawanan. Dari arah berlawanan kebetulan melintas sebha dump truk. Tabrakan pun tak terhindarkan.

"Beruntung dumk truk sempat ngerem, kalau tidak gak bisa membayangkan," tambah Samsul.

Sementara itu menurut petugas Lalu Lintas Polsekta Porong Aiptu Tuwo, kecelakaan tersebut diakibatkan pengemudi Elf menghindari jalan berlubang. Dalam musibah itu satu penumpang dan pengemudi mengalami luka-luka.

"Satu penumpang yang luka-luka di bawa ke Rumah Sakit Pusdik Sabhara Lemdiklat Polri Porong. Sedangkan pengemudi hanya luka ringan," jelas Tuwo.

Dari pantauan detikcom pasca banjir Jalan Raya Porong lama khususnya dari arah Malang ke Surabaya banyak yang berlubang. Lubang jalan tersebut bervariasi dengan kedalaman sekitar 10 hingga 20 Cm dengan lebar sekitar 30 hingga 50 Cm.(Suparno - detikNews/jko)
08 March 2019
Ini Cara Polisi Bongkar Prostitusi Online Libatkan Anak di Blitar
Reza Satya Angga Prama Putra tak menyangka jika yang berniat membooking anak buahnya adalah anggota polisi yang sedang menyamar. Lelaki berusia 24 tahun ini, dengan semangat menyanggupi pesanan dua anak untuk menemani pelanggan satu malam di sebuah hotel kelas melati di Beru, Wlingi.

Padahal polisi telah mengamati gerak geriknya saat terjadi transaksi di hotel Jalan Anjasmara Kota Blitar, Sabtu (2/3/2019). Saat itu seorang LC (pemandu lagu) dipesan, setelah ditawarkan melalui grup FB yang berlanjut di WhatsApp (WA).

"Pada Sabtu (2/3) itu, dibooking LC dengan kesepakatan harga Rp 1,5 juta. Hasilnya dibagi dua. Tersangka ambil untung Rp 6000 ribu, sisanya diberikan ke LC-nya," jelas Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Sodik Efendi pada detikcom, Jumat (8/3/2019).

Kemudian pada hari Senin (3/3), lanjut Sodik, tersangka menawarkan kembali dua LC sekaligus. Kedua LC yang ditawarkan ini masih anak-anak. Mereka berusia 13 dan 14 tahun ditawarkan dengan harga Rp 4 juta. Gayung pun bersambut. Ada pesan di inbox akun FB-nya.

Setelah berkomunikasi melalui WA, Reza memperlihatkan dua foto anak yang bisa melayani calon pelanggan ini. Kesepakatan hargapun sudah jadi. Dua anak itu akan dibayar Rp 3 juta. Reza lalu mengantarkan dua bocah ini ke sebuah hotel di kamar 15.

"Yang menjadi atensi kami, dua LC yang ditawarkan ini masih di bawah umur. Makanya, anggota langsung saya minta untuk booking kedua-duanya sekaligus," ungkap Sodik.

Setelah bertemu calon pelanggan dan menerima uang pembayaran, tersangka meninggalkan kamar. Sesaat setelah hendak mau keluar hotel, polisi menangkapnya.

"Kami tangkap sekitar pukul 01.00 wib. Kami bawa tersangka dan dua anak yang ditawarkan untuk proses penyelidikan di mapolres," pungkasnya.(Erliana Riady - detikNews/jko)
08 March 2019
Bawaslu Akan Pastikan 18 WNA Tak Ikut Mencoblos
Meski sebanyak 18 Warga Negara Asing (WNA) yang tinggal di Kota Mojokerto tak masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilihan Umum (Pemilu), 17 April mendatang, namun Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Mojokerto tetap melakukan upaya antisipasi.

Ketua Bawaslu Kota Mojokerto, Ulil Abhsor mengatakan, pihak yang akan mengklarifikasi ulang terkait adanya Nomor Induk Kependudukan (NIK). “Keterangan dari Dispendukcapil WNA itu, hanya memegang Kartu Izin Tinggal Terbatas atau KITAS. Kami khawatir WNA memegang E-KTP karena ada NIK,” ujarnya, Jumat (8/3/2019).

Karena, masih kata Ulil, ada potensi rawan yang bisa saja terjadi WNA datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk memilih dengan bermodal E-KTP. Di sisi lain petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang tak tahu menahu soal peraturan Pemilu, bisa memperbolehkan WNA memilih.

“Meraka tidak yang masuk dalam DPT, karena memang WNA tidak mempunyai hak untuk memilih di Pemilu nanti. Kami akan mendalami dan mencari kediaman WNA untuk melakukan validasi kembali serta sosialisasi. Selain itu, kami juga akan berkoordinasi dengan petugas KPPS,” ungkapnya.(Misti P.-Beritajatim.com/jko)
08 March 2019
 Musrenbang Kecamatan Pesantren Kota Kediri Ajukan 217 Usulan Kegiatan

Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pesantren, Kota Kediri mengajukan 217 usulan kegiatan.

Musrenbang yang dihadiri Wakil Wali Kota Kediri Lilik Muhibbah berlangsung di Gedung Serbaguna, Selasa (5/3/2019).

Pada kesempatan itu Wawali Kota Kediri Lilik Muhibbah menyampaikan, program prioritas yang tidak bisa direalisasikan dalam Musrenbang dapat dicover melalui Progam pemberdayaan masysrakat (Prodamas).
 

“Bila tidak bisa terealisasi di Musrenbang bisa disambung dengan Prodamas,” ujarnya.

Diungkapkan, selama 5 tahun Pemerintah Kota Kediri telah mampu mencapai target kinerja RPJMD Kota Kediri tahun 2014-2019.

Beberapa indikator makro pembangunan mengalami peningkatan.

Antara lain, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Kediri mencapai 77,13, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,14 persen, tingkat kemiskinan mencapai 7,68 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka Mencapai 3,63 persen dan inflasi di Kota Kediri yang turun di angka 1,97 persen.

Selain itu selama 2018 Kota Kediri telah meraih sejumlah penghargaan diantaranya, TPID Terbaik Se-Jawa Bali dua tahun berturut-turut, lima terbaik penyelenggara PTSP se-Indonesia 2018, penghargaan kota layak anak tingkat madya, Anugerah Parahita Ekapraya, Adipura, Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dan yang terbaru adalah SAKIP dengan nilai BB.
 

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya dilaksanakan oleh pemerintah daerah, namun atas kerja sama dan antusiasme yang tinggi dari semua pihak. Salah satunya keterlibatan dalam acara Musrenbang,” ujarnya.(Didik Mashudi-Surya.co.id/jko)



 

 


 

 
Page 3 of 168      < 1 2 3 4 5 >  Last ›