Lintas Jawa Timur

19 September 2018
Honorer Kediri Pilih Demo Tolak Seleksi CPNS Jalur Umum
Ratusan guru dan tenaga pegawai di sekolah yang tergabung dalam Forum Honorer K2 Indonesia Kabupaten Kediri, menggelar unjuk rasa menolak rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil tahun 2018.

Aksi unjuk rasa dengan beristighosah di Lapangan Katang depan Kantor Bupati Kediri. Mereka memanjatkan doa agar pemerintah menunda rekrutmen CPNS jalur umum tahun 2018, sebelum seluruh Honorer K2 diangkat menjadi ASN.

Susilo Setianto korlap aksi mengatakan, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Nomor 36 dan 37 tahun 2018 tentang penerimaan CPNS jalur umum membatasi usia pendaftar dibawah 35 tahun sangat merugikan. Sebab para Honorer K2 sudah berumur diatas 35 tahun, serta puluhan tahun mengabdikan diri. Sehingga tidak bisa mengikuti seleksi.

"FHK2I Kabupaten Kediri jumlahnya mencapai 800 orang, meminta Pemerintah Kabupaten Kediri tidak memberikan quota pada seleksi CPNS jalur umum tahun ini," kata Susilo.

Sebaliknya mendesak supaya segera diangkat menjadi asn tanpa tes. Pasalnya mereka sudah mengikuti seleksi CPNS khusus K2 tahun 2013 lalu, namun tidak pernah mendapatkan surat keputusan pengangkatan dan tidak menerima hasil tes.

Sementara itu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kediri akan menjembatani pertemuan antara Honorer K2 dengan Badan Kepegawaian Daerah dan Bupati Kediri.

Menurut Wasis Anggota Komisi A DPRD, sesuai aturan baru seleksi CPNS harus melalui tes, dan syarat peserta berusia maksimal 35 tahun dengan formasi pendidik, kesehatan, dan pelayanan masyarakat. Sementara bagi K2 yang tidak lulus tes, memungkinkan untuk masuk menjadi pegawai pemerintah dan perjanjian kerja, P3K.

Aksi unjuk rasa yang digelar oleh guru dan pegawai sekolah Honorer K2 ini berlangsung serentak di seluruh Indonesia pada hari ini. Mereka meninggalkan sekolahnya masing-masing demi memperjuangkan nasibnya.(Unggul Dwi Cahyono, Muhammad Zainurofi-Pojokpitu.com/jko)
19 September 2018
Dua Ekor Ayam Aduan Antar Pria Ini ke Penjara
Polsek Jombang membekuk Untung Sugiarto (27), Dusun/Desa Bakalan, Kecamatan Sugio, Lamongan. Itu setelah Untung mencuri dua ekor ayam aduan jenis bangkok milik Matdjuri (56), warga Desa Plandi, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

"Pelaku kita tangkap berikut barang bukti. Saat ini yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan. Pengakuan sementara, dia pertama kali melakukan pencurian," ujar Kapolsek Jombang AKP Suparno, Rabu (19/9/2018).

Kapolsek menjelaskan, awalnya Untung mendatangi rumah Matdjuri. Meski belum kenal, namun pelaku sudah sok akrab dengan melihat-lihat ayam peliharaan korban. Untung juga mengatakan bahwa dirinya hendak membeli ayam jenis aduan.

Kemudian pelapor mengantarkan pelaku ke rumah Edi Hartono dengan mengendarai sepeda motor milik Untung. Karena teman Masdjuri itulah yang selama ini bisnis jual beli ayam aduan. Untung kemudian memilih ayam jenis petarung sekitar harga Rp 2 juta.

Tidak lama berselang, warga Lamongan ini berpamitan untuk mengambil uang di salah satu ATM di Jombang. Dia bergegas menaiki sepeda motornya. Namun, setelah ditunggu cukup lama, pelaku tak kunjung kembali ke rumah Edi. 

Diam-diam, Untung ternyata kembali ke rumah Matdjuri dan mengambil dua ekor ayam aduan. Akhirnya, kasus tersebut dilaporkan ke polisi oleh korban. "Selain menangkap pelaku, kami juga menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat merah nopol W 6022 MS. Kemudian dua wadah berikut dua ayam jantan, serta satu HP milik pelaku," pungkas Suparno.(Yusuf Wibisono-Beritajatim.com/jko)
19 September 2018
 Ada 39 Kasus Kebakaran di Tulungagung Hingga September 2018, Paling Banyak Pemicunya Hal Ini

Hingga pertengahan September 2018, ada 39 kasus kebakaran di Kabupaten Tulungagung.

Dari semua kejadian ini, pemicu kebakaran didominasi sampah yang terbakar.

Data dari Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Tulungagung, kebakaran yang dipicu pembakaran sampah rumah tangga mencapai 9 kejadian.

Kebakaran akibat pembakaran sampah ini belum termasuk kebakaran sepah tebu bekas penggilingan, sebanyak 4 kejadian.

“Human error penyebab paling banyak. Ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran warga akan bahaya kebakaran,” ucap Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Tulungagung, Rakidi.

Pembakaran sampah ini juga menyebabkan kebakaran yang melahap dua kandang sapi.

Selain itu ada sekitar empat kebakaran hutan yang juga karena sampah yang dibakar.

Namun ada indikasi unsur kesengajaan di beberapa kejadian kebakaran hutan.

Kebakaran sampah daun tebu di lahan pertanian sebanyak dua kejadian.

Sehingga jika ditotal kebakaran karena sampah ini sekitar 21 kejadian.

Kebakaran karena sampah ini juga tidak lepas dari musim kemarau berkepanjangan.

“Sejak awal 2018 wilayah Tulungagung sudah memasuki musim kemarau. Bagaimana pun saat panas, api akan mudah menyala dan mudah menjalar,” tegas Rakidi.

Penyebab terbanyak kedua adalah hubungan pendek arus listrik, sebanyak delapan kejadian.

Disusul pemanggang ikan dua kejadian, gas elpiji satu kejadian, motor satu kejadian mobil satu kejadian, dan penyebab lain-lain.

“Lain-lain itu misalnya memasak di tungku dengan kayu bakar, kemudia ditinggal saat api masih menyala. Menyalakan lilin kemudian ditinggal,” tambah Rakidi.

Rakidi berharap masyarakat semakin peduli bahaya kebakaran.

Misalnya dengan memperhatikan instalasi listrik dengan baik, mengawasi setiap kali membakar sampah maupun saat memasak di tungku.

Tahun 2017 lalu ada 57 kebakaran dengan kerugian mencapai ratusan juta.(David Yohanes-Surya.co.id/jko)


 

 
19 September 2018
Diduga akibat putus cinta, pemuda di Malang gantung diri
Diduga akibat putus cinta, seorang pemuda di Kota Malang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Thoriq Erza Putra Pratama (20) ditemukan tewas gantung diri di kamar tidur oleh keluarganya.

Korban sempat bertengkar dengan kekasihnya, sebelum kemudian nekat mengakhiri hidup. Kabar kejadian tersebut sontak membuat geger warga sekitar, Jalan Kendalsari Kota Malang dengan mendatangi area TKP.

Korban gantung diri menggunakan kabel listrik yang dikaitkan di lehernya. Korban memanfaatkan kursi sebagai tempat dudukan, sebelum kemudian menjatuhkan tubuhnya. Jasad korban dalam posisi menggantung pertama kali diketahui oleh neneknya, Nurhayati (56).

Guntur Sehsaputra (25), kakak ipar korban menceritakan, nenek mereka berteriak minta tolong sehingga membuat anggota keluarga lain berdatangan. Sang nenek waktu baru saja pulang mengaji.

"Langsung naik ke kamar Thoriq dan melihat sudah tergantung," terangnya, Selasa (18/9).

Korban, di mata Guntur, tidak banyak berulah selama pergaulan dengan keluarga dan teman-temannya. Sehingga kejadian tersebut sangat mengagetkan keluarga.

Guntur sendiri mengaku sempat melihat chat Whattapps (WA) di ponsel almarhum dengan pacarnya. Korban dengan pacarnya sedang bertengkar.

"Ada chat-nya dengan pacar. Mereka bertengkar, tapi tidak tahu karena apa," ujarnya.

Korban dengan pacarnya sudah berhubungan sudah cukup lama. Namun Guntur mengaku tidak tahu penyebab pasti hingga membuat korban nekad mengakhiri hidupnya

Sementara Erik (42), ayah korban terlihat sangat terpukul atas kehilangan anak tunggalnya dengan cara yang tragis. Korban sendiri memang tinggal bersama nenek dan dua kerabat lainnya.

"Saya pisah dengan ibunya. Dia tinggal dengan neneknya. Saya kaget dengar kabarnya," tegasnya.

Korban langsung dievakuasi menuju kamar mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang guna proses autopsi. Jenaah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.(Darmadi Sasongko-Merdeka.com/jko)
18 September 2018
 Tunggak Uang Sewa Rusunawa Lebih dari Tiga Bulan di Kota Blitar, Pengelola Segel Kamar

Penghuni rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Kota Blitar banyak yang menunggak uang sewa kamar.

Sampai sekarang tercatat ada 40 penghuni rusunawa yang menunggak uang sewa kamar.

"Masih banyak penghuni yang menunggak uang sewa kamar. Sampai sekarang ada 40 penghuni yang menunggak uang sewa. Rata-rata tunggakan uang sewa kamarnya di atas tiga bulan," kata Kepala UPTD Rusunawa Kota Blitar, Bayu Triharso, Selasa (18/9/2018).
 

Sebenarnya, sesuai aturan, penghuni yang menunggak uang sewa di atas tiga bulan harus keluar dari rusunawa.

Tetapi, pengelola masih memberi toleransi ke beberapa penghuni yang masih punya itikad baik untuk melunasi uang sewa kamar.

Pengelola membari batas waktu hingga Desember 2018 untuk melunasi tunggakan uang sewa.

Kalau tetap tidak bisa melunasi uang sewa, pengelola akan menyegel kamar yang ditempati penghuni tersebut.

"Kami beri batas waktu sampai Desember 2018 untuk melunasi uang sewa. Kalau tidak mereka harus keluar dari rusun," ujar Bayu.

Untuk penghuni yang tidak punya itikad baik melunasi tunggakan uang sewa, pengelola mengambil sikap tegas.

Pengelola langsung menyegel kamar yang ditempati penghuni itu.

Pada September 2018, pengelola sudah menyegel dua kamar yang penghuninya menunggak uang sewa hingga berbulan-bulan.

Menurut Bayu, pada 2018 ini, pengelola ditarget pendapatan dari uang sewa kamar sekitar Rp 180 juta.

Dari target itu, pada Juni lalu, pengelola baru memenuhi target pendapatan sekitar 26 persen.

Untuk itu, pengelola terus memproses penghuni yang menunggak uang sewa.

"Target pendapatan dari uang sewa sulit terpenuhi karena banyak penghuni yang menunggak," katanya.(Samsul Hadi-Surya.co.id/jko)



 

 



 

 
18 September 2018
KPK Tuntut 4 Tahun Mas'ud Yunus Mantan Wali Kota Mojokerto
Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK Iskandar Marwanto menuntut pidana penjara selama empat tahun pada mantan Wali Kota Mojokerto Mas'ud Yunus, Selasa (18/9/2018).

Selain hukuman badan, Jaksa KPK juga menuntut Mas'ud Yunus membayar denda Rp 250 juta. Jika tak terbayar, maka mantan orang nomor satu di Kota Mojokerto ini akan ditambah hukuman kurungan selama tiga bulan.

Dalam tuntutannya, Jaksa KPK menyatakan jika Terdakwa terbukti dan sah melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1).

“Menuntut pidana penjara selama empat tahun, denda Rp 250 juta dan subsider tiga bulan kurungan,” ujar Jaksa dihadapan majelis hakim yang diketuai Dede Suryaman.

Selain itu lanjut Iskandar, terdakwa juga dikenakan pidana tambahan berupa pencabutan hak berpolitik. "Karena mencederai amanah dari masyarakat yang memilihkan, maka dikenakan pencabutan hak dipilih selama empat tahun setelah terdakwa usai menjalani hukuman,"pungkas Iskandar.

Terkait tuntutan itu, Mas'ud Yunus yang didampingi penasihat hukum Mahfud akan mengajukan pembelaan (pledoi).

"Kami akan ajukan pembelaan sendiri-sendiri,"ujar Mas'ud Yunus usai berdiskusi dengan tim penasihat hukum.

Sebelumnya, terdakwa Mas’ud Yunus diduga memberi janji atau hadiah kepada pimpinan DPRD Mojokerto.

Hadiah ini terkait pembahasan perubahan RAPBD tahun anggaran 2016 hingga mencapai jumlah Rp 1,4 miliar.

Mas'ud dijerat pasal berlapis yakni pasal 5 ayat (1) huruf a UU RI no. 31 tahun 1999 serta pasal 13 UU RI no. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.(Nyuciek Asih-Pojokpitu.com/jko)
18 September 2018
Bikin Baper, Aksi Polantas Usung Keranda Jenazah Saat Bertugas
Aksi seorang polantas ikut mengusung keranda jenazah di tengah tugasnya mengatur lalu lintas menuai pujian warganet. Dua foto yang memperlihatkan aksi ini pun menjadi viral di dunia maya.

Kedua foto tersebut diunggah di akun Facebook Komunitas Peduli Malang. Tampak dalam foto tersebut, polantas ini membantu tiga pria yang tengah mengusung keranda jenazah menuju lokasi pemakaman. Bahkan polantas ini masih mengenakan seragam dinasnya.

Menurut akun yang mengunggah foto tersebut, aksi ini diabadikan di Persimpangan Kasin, Kota Malang. Akun tersebut juga mengapresiasi aksi yang dilakukan polantas itu hari ini.
 
"Tadi siang lewat RST Kasin nemu momen yang bikin haru bgt. Salut sama reaksi pak polisi ini, pas beliau mengatur jalan ada rombongan pengantar jenazah, beliau langsung bantu menggotong jenazah menuju pemakaman, gak sempat lihat namanya. Semoga pak pol ini selalu diberi kemudahan dan kelancaran," tulis pemilik akun seperti dilihat detikcom, Selasa (18/9/2018).

Dari hasil penelusuran detikcom, polantas yang berhasil membuat warganet baper itu adalah Aiptu Hari Eko Sarwono. Saat aksi itu dilakukan, Aiptu Hari diketahui sedang bertugas di Pos Polisi Lalu Lintas Kasin.

Kasubag Humas Polres Malang Kota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni juga membenarkan jika polantas yang aksinya menuai pujian warganet itu adalah anggotanya.

"Beliau tengah bertugas dan melihat ada rombongan warga mengantar jenazah ke TPU (tempat pemakaman umum). Namanya Aiptu Hari Eko Sarwono anggota Satlantas Polres Malang Kota," ungkap Marhaeni.(Muhammad Aminudin - detikNews/jko)
18 September 2018
Jamaah Haji Asal Nganjuk Pulang, 1 Meninggal Dunia di Tanah Suci
Kepulangan jamaah haji di Nganjuk, diwarnai isak tangis haru oleh keluarga. Sebanyak 765 jamaah haji kloter 56 dan 62 tiba di Nganjuk sekitar pukul 20.00 Wib. Jamaah langsung masuk halaman Pemkab Nganjuk, dengan sambutan ribuan keluarga.

Kedatangan jamaah haji tersebut disambut isak tangis. Sejumlah keluaraga penjemput, memeluk kerabat atau orangtuanya sepulang dari tanah suci, dengan isak tangis haru.

Sebagian jamaah haji mengaku terharu bercampur bahagia setelah kembali ke kampung halamannya dan melihat kembali kelaurganya. Sebab selama di tanah suci, kondisi cuaca sangat buruk, ditandai dengan angin kencang dan panas menyengat.

Menurut Taufiqurrohman Kemenag Nganjuk, dari total jamaah haji sebanyak 765, dinyatakan hanya 1 meninggal dunia. Serta dua lainnya sakit dan masih berada di tanah suci.

untuk keloter 62 sebanyak 321 Jamaah tiba di Nganjuk pukul 03.00 Wib . Sementara sebanyak 444 Jamaah kloter 59 tiba di Nganjuk pukul 20.00 Wib.(Achmad Syarwani-Pojokpitu.com/jko)
18 September 2018
Sempat Terhenti, Ekskavasi Situs Patakan di Lamongan akan Dilanjutkan
Masih ingat penemuan situs purbakala di Desa Patakan, Lamongan dipercaya salah satu bukti peninggalan masa kejayaan Airlangga? Akhir bulan ini ekskavasi situs di Kecamatan Sambeng ini akan dilanjutkan kembali.

Terakhir, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan melakukan ekskavasi (penggalian) sekitar 5 tahun lalu, namun belum tuntas. "Kita rencanakan akhir bulan ini melakukan eskavasi di sana," tutur Mifta Alamudin, Kasi Museum Sejarah dan Purbakala Disparbud Lamongan kepada wartawan di kantornya, Jalan Kusuma Bangsa Lamongan, Selasa (18/9/2018).

Udin mengatakan, tahun lalu pihaknya sudah mengajukan anggaran untuk eskavasi. Sembari menunggu realisasi, pihaknya juga sudah melakukan perencanaan di lokasi situs Patakan tahun lalu.
 
"Eskavasi nantinya menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun ini," kata Udin yang menyebut karena dianggarkan tahun ini realisasi ekskavasi juga dilakukan tahun ini.

Nantinya, terang Udin, eskavasi bakal melibatkan Balai Pelestari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan, Mojokerto. Diperkirakan situs yang masih terpendam sedalam 3 meter.

"Kita perkirakan eskavasi nanti sedalam itu. Tapi kita juga menyesuaikan kondisinya nanti," katanya.

Namun, Udin belum bisa memastikan target penyelesaian eskavasi. Meski menggunakan anggaran tahun ini, namun ekskavasi berbeda dengan proyek fisik yang bisa diperkirakan penyelesaiannya. "Jadi tidak bisa memastikan kapan selesainya," tutur Udin.

Untuk diketahui, pada 2013 silam sebuah benda purbakala yang diduga bangunan candi kembali ditemukan di Lamongan, tepatnya di Desa Patakan, Kecamatan Sambeng. Penemuan benda purbakala yang berbentuk bangunan ini ditemukan oleh pemerhati benda purbakala Lamongan, Supriyo.

Dia mengaku, penemuan benda purbakala tersebut berawal saat dirinya mendengar kabar ada sebuah bukit kecil di Desa Patakan. Dan oleh warga sekitar dikenal dengan sebutan candi.

Bahkan beberapa waktu silam, situs candi yang sempat terhenti proses ekskavasinya ini juga rusak. Kerusakan ini terjadi karena situs digunakan oleh para pertapa liar merusak struktur bangunan kuno tersebut.(Eko Sudjarwo - detikNews/jko)
18 September 2018
 Mahasiswa Asal Lampung Celaka di Tulungagung, Berawal dari Benturan Sepeda Motor

Kecelakaan tragis merenggut nyawa Ahmad Budi Santoso (18), Selasa (18/9/2018) pukul 06.45 WIB di Desan Bulog Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, Kabupaten Tulungagung.

Budi adalah mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung asal Mesuji, Lampung.

Ia juga seorang santi di Pondok PPHM Ngunut, dan kesehariannya tinggal di pondok ini.
 

Menurut Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Sumaji, mulanya Budi mengendarai motor Honda Beat AG 2470 RAG dari arah timur ke barat.

"Dia bersama sejumlah temannya melaju dengan kecepatan sedang," tutur Sumaji.

Saat di lokasi kejadian, sepeda motor yang dikemudikan Budi berbenturan dengan motor yang ada di depannya.

Akibatnya Budi tidak bisa menguasai motornya.

Motor berwarna merah ini kemudian oleng ke arah kanan dan masuk ke lajur berlawanan.

Di saat bersamaan melaju mobil Jazz warna silver AG 1101 RR yg dikemudikan oleh Dadi Winarno.

"Begitu motor korban oleng ke kanan langsung ditabrak mobil dari depan," tambah Sumaji.

Akibat benturan dua kendaraan ini, Budi mengalami luka parah di bagian kepala.

Nyawanya tak tertolong dan meninggal di lokasi kejadian.

"Kami masih mengumpulkan keterangan dan melakukan olah TKP," ucap Sumaji.

Jenazah Budi dievakuasi ambulans dari Tulungagung Emergency Medical Service (TEMS).

Sementara warga berusaha menutup bekas darah di lokasi kejadian.(David Yohanes-Surya.co.id/jko)


 

Page 3 of 824      < 1 2 3 4 5 >  Last ›