Lintas Jawa Timur

08 April 2014
Pik Up Lawan Dump Truk, Penumpang Terlempar ke Sawah
Kecelakaan antara kendaraan pik up dengan kendaraan dump truk terjadi di jalan Tuban-Bojonegoro, tepatnya di Desa Maibit, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Selasa (8/4/2014).

Akibatnya, seorang penumpang dari kendaraan bak terbuka itu yang berada di belakang terlempar ke sawah dan penumpang lainnya mengalami luka parah. Pik up tersebut hancur dan masuk ke dalam parit.

Kejadian kecelakaan antara pik up dengan dump truk kosong muatan tersebut berawal saat pik up nopol S 9539 HE yang dikemudikan Jamal (50), warga Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel, Tuban berjalan dari Bojonegoro menuju Tuban.

Saat berada di lokasi kejadian, pck up yang dikemudikan Jamal itu tiba-tiba oleng ke kanan sehingga masuk jalur kendaraan dari arah berlawanan. Saat itu dari arah berlawanan muncul dump truk nopol S 9353 UK yang dikemudikan Mashuri, asal Desa Pakis, Kecamatan Gragan, Tuban.

"Saya tadi sudah ngerem dan banting kiri. Tapi mobilnya masih terus ke kanan akhirnya terjadi tabrakan ini," terang Mashuri, pengemudi dump truk.

Akibat dihantam dump truk dan mengenai bodi bagian kiri, pik up dengan dua penumpang tersebut baknya terlepas. Kemudian Widji (52), penumpang yang berada di bak belakang terlempar ke sawah, sedangkan Sulastri (43), penumpang yang ada di depan terjepit bodi kendaraan.

"Kalau saya tidak apa-apa, tapi penumpang yang di depan luka terjepit. Sekarang sudah dibawa ke Puskesmas," ujar Jamal, pengemudi pik up itu saat berada di lokasi kejadian.

Diduga kendaraan pik up tersebut oleng ke kanan akibat terod roda depan mengalami putus, sehingga pengemudi pick up itu tidak bisa mengendalikan kemudinya. Petugas kepolisian dari Unit Laka Sat Lantas Polres Tuban masih melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan itu.
08 April 2014
Pulang Ngopi, Jemiran Tewas Ditabrak Motor Pemuda Mabuk
Jemiran (55) warga Dusun Bogoran, Desa Kutu Kulon, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo tewas mengenaskan, Senin (7/4/2014) malam. Pria yang hendak pulang usai menikmati secangkir kopi di warung kopi di JL Raya Jetis - Bungkal, Desa/Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo ini ditabrak motor pemuda mabuk berat.

Akibatnya, korban terpental dari motornya hingga mengalami pendarahan hebat di kaki dan kepalanya. Pendarahan hebat itu, menyebabkan korban tewas di lokasi kejadian.

Awalnya, malam itu korban hendak pulang ke rumah. Saat masih di depan warung kopi, korban menyalahkan motornya Honda Supra bernopol AE 3817 TY. Baru berjalan sekitar 150 meter dari warung motor korban yang melaju dari arah Bungkal (selatan) menuju Jetis (utara) ditabrak motor Yamaha Vega bernopol AE 3592 SS yang dikendarai pemuda dalam kondisi mabuk berat.

Bahkan saat dibawa ke rumah sakit terdekat, pengendara motor Yamaha Vega ini tak mengenali identitas dirinya dan tak membawa identitas sama sekali. Selain itu, saat ditanya soal kecelakaan itu, pemuda mabuk berat karena pengaruh alkohol ini hanya bicara ngelantur.

Salah seorang saksi, Faisal (37) mengatakan jika korban baru melajukan motornya dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam. Akan tetapi, dari arah utara ada motor pemabuk yang oleng hingga masuk ke lajur kanan dan menabrak motor korban hingga korban tewas di lokasi kejadian. Sedangkan usai menabrak motor korban, motor pemuda pemabuk itu lompat dan terbang hingga 100 meter dari lokasi awal tabrakan itu.

"Pak Jemiran baru menyalahkan motornya. Baru melaju beberapa meter dari depan warung kopi ditabrak motor pemuda pemabuk itu hingga motor pemabuk terpelanting," terangnya kepada Surya, Senin (7/4) malam.

Seorang petugas Polsek Jetis mendapatkan laporan kecelakaan itu, langsung ke lokasi kejadian. Menurutnya, korban tewas akan dikirim ke kamar mayat RSUD dr Harjono, Kabupaten Ponorogo dan korban selamat dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Harjono untuk mendapatkan perawatan tim medis.

"Dari mulut pengendara Yamaha Vega tercium bekas bau alkohol. Sepertinya habis pesta miras. Bicaranya masih ngelantur. Bahkan saat ditanya dokter rumah sakit, pemuda mabuk ini mala menanyakan kenapa dirinya dibawa ke rumah sakit kalau hanya karena persoalan mabuk. Makanya, identitasnya belum jelas karena tak ada identitas pengendara motor Yamaha Vega dan ditanya namanya masih tak mau menjawab," ungkapnya.

Sementara Kanit Laka Polres Ponorogo, Ipda Meseri menegaskan berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan sejumlah saksi di lokasi kejadian, kecelakaan disebabkan aksi ugal-ugalan pemuda mabuk itu.

"Penabrak motor korban tewas tak bisa mengendalikan laju motornya karena dugaannya mabuk berat itu. Identitasnya juga belum kami kantongi karena belum bisa dimintai keterangan akibat pengaruh alkohol. Ngakunya pemuda itu hanya warga Bungkal saja," pungkasnya.

08 April 2014
Rudi, Penyembelih Nenek Jiwanya Labil
Tersangka pelaku pembunuh neneknya sendiri, Rudi Hermawan (27), warga Jl Truonojoyo VI, Kelurahan Patemon, Kecamatan Kota Pamekasan, yang kini ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polres Pamekasan, kondisi kejiwaannya masih labil.

Setiap tersangka diajak komunikasi, jawabannya berubah-ubah. Kadang nyambung, kadang ngelantur yang tidak jelas arahnya, sehingga tersangka belum bisa dimintai keterangan terkait tindakan dirinya yang membunuh Sutinah (85) dengan cara menyembelih lehernya.

Tersangka Rudi yang mengaku selama ini mengamalkan ilmu pemberian korban dan puasa Senin – Kamis, semula menyatakan dirinya yang telah menyembelih leher neneknya hingga tewas menggunakan pisau. Namun kemudian keterangan itu dibantah sendiri. Ia menuding pembunuh neneknya orang lain, menyebut nama Joko Taruno.

Ketika ditanya di mana Joko Taruno, tersangka diam seperti berfikir lalu mengatakan, dirinya itu Joko Taruno.

“Iya saya yang telah membunuh nenek itu. Saya juga heran kenapa saya tega membunuh. Waktu itu, pikiran saya pusing,” kata tersangka, sambil tersenyum saat ditanya petugas, Selasa (8/4/2014).

Diakui, sebelumnya punya pacar di tempat kerjanya di Kecamatan Tambelangan, Sampang. Ia lupa siapa namanya, karena sudah putus. Namun ia tidak mau dirinya disangka membunuh neneknya, karena putus hubungan dengan pacarnya.

Kasubag Humas Polres Pamekasan, AKP Hj Siti Maryatun, didampingi KBO Reskrim Polres Pamekasan, Iptu Ichwan Rasyidi, mengatakan, berdasarkan pemeriksaan saksi, termasuk keluarga tersangka dan tetangganya, belakangan ini tersangka mengalami gangguan jiwa.

Karena itu, lanjut Siti Maryatun, untuk memeriksa kejiwaan tersangka, penyidik akan membawa tersangka ke psikiater di RS Bhayangkara Surabaya. Sebab keterangan yang diberikan tersangka kepada penyidik berubah-ubah.

Dikatakan, jika dalam hasil pemeriksaan nanti tersangka dinyatakan positif jiwanya terganggu, maka perbuatan pidana yang telah dilakukan itu tidak bisa dipertanggungjawabkan secara hukum. Artinya, tersangka tidak bisa dijerat dan bisa bebas.

“Namun, walau tersangka tidak bisa dijerat dengan perbuatan pidana, tidak berarti tersangka bebas lalu dipulangkan. Tapi direhabilitasi lebih dulu, dikirim ke RS jiwa untuk diobati hingga sembuh agar ke depan tindakan tersangka tidak membahayakan orang lain,” kata Siti Maryatun.

Seperti diberitakan, Rudi Hermawan, yang diduga diputus cinta pacarnya, melampiaskan kekecewaan hatinya dengan menggorok leher nenek sendiri, Sutinah (85), hingga tewas.

07 April 2014
Ngeri!! Nenek Digorok Cucunya Hingga Tewas
Seorang remaja yang bernama Rudi tega membunuh neneknya, Sittina (65), di rumah sendiri Jl Trunojoyo, Gang VI Kelurahan Patemon, Kecamatan Pamekasan, Senin (07/04/2014).

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 14.00 WIB oleh ibu pelaku, yang tidak lain anak korban, Rumina, setelah anaknya datang dengan memegang kakinya dan meminta maaf.

Padahal sebelumnya, Rudi tidak terbiasa melakukan hal tersebut dan seringkali murung. Sebab, tidak lama ini, Rudi diduga stres karena dipecat dari tempatnya bekerja sebagai sales. "Karena saya curiga, akhirnya saya datang kesini (Rumah Sittina). Ternyata dari leher li’ (Panggilan untuk Sittina) sudah keluar darah," kata Rumina, sambil menangis.

Setelah mengetahui ibunya tidak bernyawa, akhirnya ia meminta tolong kepada tetangga, hingga akhirnya kabar tersebut menyebar dan warga pun mulai berdatangan ke lokasi kejadian.

Sementara Rudi tetap berada di rumahnya dengan hanya berdiam diri. Sehingga jajaran petugas dari Polres Pamekasan, dengan mudah mengamankan pelaku. "Tersangka saat ini sudah dibawa ke Polres Pamekasan," kata AKP Moh Nuramin, Kasatreskrim Polres Pamekasan, saat dikonfirmasi.

Pantauan beritajatim.com, saat ini jasad nenek malang tersebut masih berada dalam rumah kejadian yang diberi police line (garis polisi), yang juga dilakukan pemeriksaan oleh sejumlah petugas di dalam rumah. Sementara, sejumlah warga memenuhi lokasi kejadian untuk mengetahui peristiwa tersebut.

Hingga berita ini diturunkan masih belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian tentang peristiwa pembunuhan sadis tersebut.
07 April 2014
7 Kapal Perang Luar Negeri Kumpul di Anambas
Radio ANDIKA- KEDIRI- JATIM- Tarempa ibukota Kabupaten Anambas didatangi lima kapal perang dari negara Asean dalam rangka kegiatan Latihan Bersama Multilateral Komodo 2014. Kedatangan kapal perang tersebut didampingi kapal perang TNI AL yang bersama-sama bergiat di Tarempa kabupaten kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.

Kelima kapal perang yang lego jangkar kurang lebih dua mil  dari dermaga tersebut, berasal dari  India jenis Offshore Patrol Vessel INS Sukanya, P 50 diawaki 80 personel, kapal perang Singapura jenis Landing Platform Dock (LPD)  RSS Resolusion diawaki 85 personel, kapal perang Brunai Darussalam KDB Darussalam jenis Offfshore Patroli Vessel atau disebut kapal jenis patroli  diawaki 85 personel, dan kapal perang Thailand HTMS Narathwat jenis Offshore patrol Vessel yang diawaki 84 personel dan  personel Solvage dari Korea Selatan yang on board di KRI Makasar-590 dan enam personel dari Amerika on board di KRI Soeharso-990.

Kedatangan kapal perang dari negara-negara sahabat tersebut dalam rangka latihan bersama dengan sandi Multilateral Naval exercise Komodo 2014 dengan tema "Cooperation For Stability" dengan menitik beratkan materi latihan pada aspek non warfighating dan fokus latihan pada disaster relief.

Kegiatan yang melibatkan lebih dari 3000  personel terdiri dari prajurit-prajurit Angkatan Laut yang merngawaki  kapal perang negara peserta dan personel  yang mengawaki kapal perang  TNI AL ternasuk personel TNI AD, KPLP dan intansi terkait lainya datang ke wilayah Tarempa Kabupaten Anambas melaksanakan kegiatan ENCAP dan MEDCAP. (Beritajatim.com)
07 April 2014
Berbondong-bondong Daftar Jadi Polri
Radio ANDIKA- KEDIRI- JATIM- Penerimaan anggota Polri/Polwan di seluruh wilayah Indonesia berdampak pada membludaknya pemohon Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Di Polres Mojokerto Kota, pemohon SKCK mencapai 50 pemohon tiap hari atau naik lima kali dibanding hari biasa.

Petugas SKCK Polres Mojokerto Kota, Briptu Chandry Setya Purwandani mengatakan, dalam satu hari rata-rata ada 50 pemohon SKCK. "Mereka mengurus SKCK baik untuk melamar pekerjaan maupun menikah, kalau hari biasa 10 meskipun ada tujuh tambahan polsek karena polsek bisa mengeluarkan SKCK," ungkapnya, Senin (07/04/2014).

Masih kata Candry, pemohon SKCK mulai ramai sejak dibukanya penerimaan anggota Polri/Polwan beberapa pekan lalu. Namun untuk pemohon SKCK, lanjut Candry mulai ramai pemohon pekan lalu dengan rata-rata pemohon untuk mendaftar sebagai anggota Polri/Polwan lima hingga 10 pemohon per hari.

"Kalau untuk pemohon yang akan mendaftar sebagai anggota antara 5 sampai 10 pemohon per hari ini. Untuk blangko, kita masih ada sekitar 10 ribu blangko jadi aman sampai beberapa bulan kedepan tergantung jumlah pemohon karena blongko juga dipengaruhi oleh jumlah pemohon," katanya.(beritajatim.com)
07 April 2014
Desus 88 dan Polda Jatim Terjun ke Surabaya
Radio ANDIKA- KEDIRI- JATIM- Densus 88 berhasil melakukan penangkapan dua tersangka teroris di rumah bernomor 17 di Jalan Tanah Merah Sayur I, beberapa waktu lalu. Hasilnya ditemukan rangkaian bom yang di dalamnya berisi paku dan timer.

Hari ini, Senin (20/1/2014), Desus 88, Polda Jatim, dan dibantu oleh Polrestabes Surabaya serta Polres Tanjung Perak, melakukan rekontruksi pada dua tersangka teroris itu. Keduanya adalah Isnaini Ramdhoni alias Doni (30) dan Abdul Madjid (35).
 
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono saat dikonfirmasi membenarkan jika pihak Densus Mabes Polri dibantu Polda Jatim menggelar rekonstruksi. "Hanya rekonstruksi saja,terkait kasus penangkapan teroris di kawasan Kedung Cowek beberapa waktu yang lalu, dan bertujuan melakukan rekontruksi dilakukan guna untuk kepentingan penyidikan," ujar Kombes Pol Awi Setiyono.

Sementara dari pantauan di lokasi, dua teroris dipisah dalam dua mobil inova bernopol L 1581 PW dan L 1542 TB dengan pengawalan anggota densus berpakain lengkap. Usai dari rumah teroris, rekontruksi dilanjutkan ke  lokasi-lokasi sasaran yang telah dipilih untuk di bom sama Abdul Madjid.

Lokasi sasaran teroris itu adalah Pos Polisi Kedung Cowek, Pos Polisi Galaxy Mall, serta  Dollar THR, Gang Dolly, Galaxy yang terletak di Jalan Padegiling, Surabaya, dan tempat hiburan Colour di Jalan Sumatera, Surabaya.(Beritajatim.com)
07 April 2014
Kota Malang Bakal Bangun Jalan Bawah Tanah
Radio ANDIKA - KEDIRI- JATIM- Kemacetan dan banjir yang kerap kali terjadi di Kota Malang akan diatasi dengan cara pembangunan jalan bawah tanah atau underpass. Hal tersebut diungkapkan Walikota Malang, Moch. Anton, Senin (7/4/2014).

"Pembangunan underpass rencananya dilakukan di jalan protokol Kota Malang, yakni Jalan Ahmad Yani sampai Jalan S Parman," ujar pria yang kerap disapa Abah Anton ini.

Menurutnya, pembangunan jalan bawah tanah tersebut rencananya baru akan direalisasikan pada 2015 mendatang. Hingga kini Pemkot Malang masih belum bisa menjelaskan secara rinci proses pembangunannya. "Saat ini masih dilakukan studi kelayakan oleh Universitas Brawijaya," tuturnya.

Ia menambahkan, jika pembangunan underpass terealisasi, maka langkah tersebut merupakan yang pertama di Jawa Timur. Saat ini, wilayah yang sudah memiliki underpass adalah Jakarta dan Bali.

"Kontur tanah di Kota Malang dinilai cocok untuk pembangunan underpass daripada membangun jembatan layang," tandasnya.(BERITAJATIM.COM)
07 April 2014
Jaga Logistik Pemilu, Anggota Polri Pingsan
Radio ANDIKA- KEDIRI- JATIM- Seorang anggota Polres Jombang bernama Brigadir Roam Widiarto pingsan saat menjalankan tugas menjaga logistik Pemilu di gedung Korpri setempat. Selanjutnya, anggota polisi tersebut dilarikan ke RSNU Jombang guna perawatan.

"Saat ini yang bersangkutan menjalani perawatan di RSNU Jombang. Alhamdulillah kondisinya mulai membaik," kata Kapolsekta Jombang, AKP Tunggul Yahman ketika dikonfirmasi, Senin (7/4/2014).

Tunggul menjelaskan, peristiwa itu terjadi Minggu petang. Saat itu, Roam sedang menjaga logistik pemilu di gedung Korpri Jombang. Awalnya tidak ada kejanggalan. Polisi berpangkat Brigadir itu siaga di lokasi. Namun beberapa saat kemudian, Roam ambruk dan nafasnya tersengal-sengal. Takut terjadi sesuatu, sejumlah anggota lainnya langsung membawanya ke RSNU.

Dari pemeriksaan medis, warga Desa Mejoyolosari, Kecamatan Gudo ini diketahui mempunyai riwayat penyakit sesak nafas. "Seharusnya mulai hari ini korban berjaga di TPS 1 sampai 6 Kelurahan Kepanjen. Namun hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit," pungkas Tunggul.(beritajatim.com)
07 April 2014
Hanoi Mundur, Surabaya Tuan Rumah Asian Games?
Radio ANDIKA - KEDIRI- JATIM- Indonesia berpeluang menggelar Asian Games 2019 di Surabaya, menggantikan Hanoi, Vietnam, yang kabarnya mengundurkan diri. Hal tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo.

Hanoi berhasil mengalahkan Surabaya dalam bidding tuan rumah Asian Games ke-18 tahun 2019 yang digelar dalam rapat Dewan Olimpiade Asia (OCA), 8 November 2012 lalu. Namun dalam perkembangannya, rakyat Vietnam menentang penyelenggaraan Asian Games karena tingginya biaya yang dibutuhkan.

“Kami sepakat untuk menggelar Asiad (Asian Games) tetapi hanya bisa dilaksanakan, setelah mendapat persetujuan dari Perdana Menteri, jika disertai dengan rencana yang jelas. Kalau tidak (Vietnam) tidak akan menggelar (event tersebut),” kata Perdana Menteri Vietnam, Nguyen Tan Dung, seperti dikutip thanhninennews.com, beberapa waktu lalu.

Pada akhir pekan, Menpora Roy Suryo mengatakan bahwa Vietnam resmi menarik diri dari penyelenggaraan ajang olahraga empat tahunan itu.

“Tolong Jawa Timur siap-siap menjadi tuan rumah Asian Games. Karena Vietnam sudah resmi mundur,” kata Menpora di Surabaya, seperti dikutip dari beritajatim.

Pemilihan presiden akan digelar tahun ini. Presiden baru nantinya akan menyusun kabinetnya sendiri dan ada kemungkinan Roy Suryo tak lagi menjabat sebagai Menpora. Pun demikian, ia berharap siapapun yang menjabat sebagai Menpora, mau memanfaatkan peluang ini.

“Siapapun gubernurnya, siapapun menporanya, siapapun presidennya, ini Indonesia. Saya tidak memandang siapa nanti yang menjabat. Masyarakat harus siap,” politisi Partai Demokrat tersebut menambahkan.

Indonesia baru sekali menjadi tuan rumah Asian Games, yakni pada 1962 di era Presiden Soekarno. Saat itu, Merah Putih berada di peringkat kedua di bawah Jepang.

Dari 16 event Asian Games yang sudah digelar sejak 1951, Indonesia hanya sekali menempati peringkat lima besar, yakni pada Asian Games IV di Jakarta.

Asian Games ke-17 akan digelar di Incheon, Korea Selatan, mulai September 2014. Asian Games ke-18 seharusnya digelar pada tahun 2018, namun OCA memilih untuk mengundurkannya hingga setahun sebelum Olimpiade 2020. (beritajatim.com)
Page 795 of 854     ‹ First  < 793 794 795 796 797 >  Last ›