Jelang Musim Hujan, BPBD Kabupaten Trenggalek Petakan 45 Titik Rawan Longsor

| More
19 September 2021
alat_berat.jpg
Radio ANDIKA - Menjelang musim penghujan akhir tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek telah memetakan daerah-daerah rawan tanah longsor. Pemetaan dilakukan karena Trenggalek mulai sering diguyur hujan beberapa hari terakhir. Meski baru bersifat lokal, hujan yang terjadi sudah menimbulkan dampak tanah longsor di beberapa daerah.
 
JOKO RUSIANTO M. Si. Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, BPBD sudah melakukan mitigasi bencana 45 titik yang rawan longsor. Setelah pengamatan selama 24 jam, tim BPBD berhasil memetakan 10 kecamatan di Trenggalek yang rawan longsor, mayoritas di daerah pegunungan yang memiliki kontur bukit yang banyak, dan struktur tanah yang tidak bisa menerima air terlalu banyak. Sepuluh kecamatan yaitu Pule, Bendungan, Panggul, Tugu, Watulimo, Trenggalek, Kampak, Durenan, Dongko, dan Munjungan.
 
BPBD juga telah mengajukan anggaran ke BNPB (Badan Nasional Penanggulanan Bencana) untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana agar penanganan bisa dilakukan dengan cepat saat bencana terjadi. Selain itu, alat berat yang digunakan untuk pembersihan pasca bencana, juga sudah dipersiapkan. Selain itu, BPBD melakukan himbauan kepada masyarakat agar bersiap menghadapi bencana, dengan membentuk Desa Tangguh Bencana. Nantinya, para warga desa akan diberikan pembekalan tentang penyelamatan diri dalam bencana, seperti tanah longsor.(kin/hil)