ODGJ Mengamuk Bakar Rumah dan Bacok Warga di Blitar, Satu Korban Kritis

| More
01 December 2021
baffea8d-c330-4a43-80ca-7c3f4ceba323.jpg
Radio ANDIKA - Diduga kambuh, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Blitar mengamuk hingga membakar sebuah rumah dan membacok seorang warga pada Selasa malam, 30 November 2021. PRANOTO, 50 tahun, warga Dusun Tambakrejo Desa Ngadri Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar membakar rumah milik MUKANI, 55 tahun dan membancok SUPARMAN, 55 tahun, warga setempat. Akibat ulah PRANOTO, SUPARMAN kritis sedangkan rumah MUKANI ludes terbakar.
 
Kasi Humas Polres Blitar, IPTU UDIYONO, S.H., saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, kejadian itu bermula ketika PRANOTO datang ke rumah MUKANI sekitar jam 19.30 WIB. Saat itu, PRANOTO membawa satu botol bensin dan langsung menyiramkannya ke sepeda motor milik MUKANI yang diparkir di teras rumahnya. Tak lama kemudian, api makin membesar dan menjalar ke rumah MUKANI. Karena pelaku merupakan ODGJ, warga pun menjauh dan melaporkan hal itu kepada petugas kepolisian. 
 
Setelah melakukan aksinya, PRANOTO langsung pulang lalu bersembunyi di dalam rumahnya dalam kondisi lampu dimatikan dan dikunci. Polisi yang datang langsung berusaha menangkap pelaku. Polisi dan warga yang mengepung rumah PRANOTO sempat was-was, lantaran sebelumnya PRANOTO sudah pernah membunuh dua orang warga sekitar. Begitu rumah pelaku di dobrak, ternyata PRANOTO membawa senjata tajam dan mengamuk secara membabi buta sambil menyabetkan celurit ke arah warga.
 
Warga yang ketakutan kemudian lari berhamburan menjauh dari PRANOTO. Tapi nahas, salah seorang warga yang bernama SUPARMAN terjatuh dan PRANOTO langsung membacok SUPARMAN di bagian leher dan tubuhnya. Akibat sabetan senjata tajam, SUPARMAN terluka parah hingga kritis dan  langsung di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Sementara polisi dan warga lain berusaha menangkap pelaku. 
 
PRANOTO akhirnya berhasil diamankan dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Lawang. Akibat ulah pelaku, MUKANI yang rumahnya terbakar diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp300 juta, sementara SUPARMAN hingga kini masih kritis. (arg/nis)