Hore! Program Kartu Prakerja Dipastikan Lanjut di Tahun 2022

| More
01 December 2021
b2ef3430-4479-4f3f-871d-6d1928daf01c.jpg
Radio ANDIKA - Program Prakerja yang mulai digulirkan sejak tahun 2020 lalu dipastikan akan kembali dilaksanakan di tahun  2022 mendatang. Program Kartu Prakerja masuk dalam agenda pembangunan pemerintah dan anggaran sebesar Rp. 11 Triliun yang diambilkan dari pos bantuan sosial APBN 2022 telah dialokasikan.  

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan FEBRIO KACARIBU dalam webinar Impact Evaluation of Kartu Prakerja, Rabu pagi tadi mengatakan, pengguliran  program Prakerja diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang RPJMN 2020-2024. Dalam APBN 2022 pengguliran program Kartu Prakerja menjadi bagian dari program prioritas ke-7 Pemerintah, yaitu reformasi program perlindungan sosial yang diarahkan untuk mendorong akselerasi pemulihan ekonomi nasional. 

Sasaran dari program Kartu Prakerja adalah pencari kerja baru, pencari kerja alih profesi, atau korban PHK. Oleh karena itu, materi pelatihan yang diberikan di dalam program Kartu Prakerja harus memenuhi tiga unsur, yaitu menambah, meningkatkan, dan mengganti kemampuan. Sebagai informasi, program Kartu Prakerja mulai digulirkan oleh Pemerintah pada tahun 2020 lalu dengan alokasi anggaran sebesar Rp 10 Triliun dan target penerima manfaat sebanyak 5,6 juta orang.

Di tahun pertama pelaksanaannya program ini terealisasi merekrut 5,9 juta penerima yang terbagi dalam 11 termin, dengan nominal Rp 13,4 Triliun. Sementara di tahun 2021 alokasi program Kartu Prakerja mencapai Rp 21,2 triliun dari semula Rp 20 triliun dengan target penerima manfaat sebesar 5,97 juta orang. Realisasi per Oktober 2021 mencapai jumlah Rp 9,42 triliun yang telah disalurkan kepada 2,7 juta peserta. (shk/arg)