Karyawan Triple S kediri Mogok Kerja Menuntut Gaji Standart UMR

| More
07 July 2014
DEMO_TRIPLE_S.jpg
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Ratusan karyawan perusahaan jasa konstruksi PT Triple S Kediri melakukan aksi mogok bekerja. Protes dilakukan para karyawan dengan tujuan menuntut gaji sesuai standar UMR yang belum dibayarkan selama beberapa bulan terakhir.

Para karyawan yang melakukan aksi mogok kerja mencapai 227 orang. Mereka merupakan karyawan bagian produksi. Terdiri dari sopir, pengaspalan dan juga beberapa karyawan produksi lainnya.

Kepala Unit Produksi dan juga pengawasan PT. Triple S, Abdul Karim Surya Rianto, mengatakan, keterlambatan penggajian para karyawan sesuai standar UMR dikarenakan, keterlambatan laporan administrasi  karyawan.

"Karena kesibukan saya banyak, selain itu juga masih ngurus pajak akhirnya belum sempat membuat laporan," ujar Abdul Karim Suryo Rianto, Senin (07/7/2014).

Pihak perusahaan sudah memberitahukan kepada sejumlah koordinator di lapangan kalau UMR mereka terlambat. Akan tetapi para karyawan kurang puas dengan keterangan para koordinator di lapangan. Oleh karena itu karyawan meminta supaya Surya selaku kordinator produksi memberkan penjelasan.

"Kami sudah memberikan penjelaskan dan mereka semua  bisa menerima. Mereka kembali bekerja seperti biasanya," tambah Surya.

Keterlambatan UMR sebenarnya sudah sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Para karyawan bisa menerima. Karena UMR karyawan langsung dirapel. Akan tetapi berhubung sampai bulan 7 belum cair, akhirnya para karyawan mogok kerja.

Saat ini laporan UMR karyawan sudah jadi, tinggal mengajukan ke pihak pimpinan. Setelah pimpinan perusahaan memberikan ACC dipastikan UMR karyawan langsung bisa cair.

Untuk diketahui, pembayaran gaji para karyawan bagian produksi di PT. Triple S menggunakan sistem bermacam-macam. Ada digaji dengan sistem harian dan ada juga yang digaji dengan model borongan. Akan tetapi pembayaran mereka semua baik yang harian maupun borongan biasanya langsung di rapel beberapa bulan.