Nekat Mencuri Bawang Merah Untuk Membeli Baju Lebaran

| More
08 July 2014
BAWANG_MERAH.jpg
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Ingin membelikan baju lebaran untuk anaknya, dua orang bapak di Kabupaten Nganjuk, nekat mencuri bawang merah. Sialnya, aksi pencurian tersebut diketahui korban, hingga keduanya diringkus polisi.

Dua pencuri bawang merah itu bernama Purwanto (28) dan Suroto (34) mereka warga Desa Sidokare, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Akibat ulahnya, mereka harus berlebaran di dalam penjara.

Kapolsek Rejoso AKP Sudarman mengatakan, kedua pelaku berhasil diamankan, setelah ada laporan dari Sumaji (48), pemilik bawah merah. Korban melaporkan kedua pelaku, yang selama ini bekerja di sawahnya untuk menyemprot hama penyakit pada tanaman bawang merah

" Pelaku kita amankan dari rumahnya bersama barang bukti berupa 1 kwintal bawah merekah dan satu unit sepeda motor Honda Supra yang dipakai untuk mengangkut barang curian, " ujar AKP Sudarman, Selasa (08/7/2014).

Kedua pelaku mengaku, nekat mencuri bawang merah milik majikannya karena ingin membelikan pakaian lebaran anaknya. Keduanya mengambil bibit bawah merah milik korban yang disimpan di gudang. Dari seluruh bibit yang ada di gudang, pelaku menyisihkan 1 kwintal yang dimasukkan ke dalam sarung kemudian dijual.

Korban mengetahui aksi pencurian itu setelah melihat jumlah bawang merahnya berkurang. Korban langsung menaruh curiga pada kedua pelaku, yang dipekerjakan sebagai tukang semprot hama tanaman. Korban kemudian melaporkan ke Polsek Rejoso.

Mendapat laporan, petugas langsung mencari keberadaan kedua pelaku. Saat dilakukan penggrebekan, ternyata benar adanya bawang merah hasil curian tersebut masih berada di atas sepeda motor Honda Supra nopol AG 2707 WE. Kkedua pelaku langsung digiring ke Mapolsek Rejoso untuk proses hukum lebih lanjut.

Kedua pelaku mengaku telah mencuri Brambang sebanyak lima kali. Tiga kali aksi dilakukan di wilayah Gondang dan dua kali di rumah korban dengan modus yang sama. Sementara itu, akibat kejadian tersebut korban menderita kerugian hingga Rp 10 juta.