Berita- Info ANDIKA

19 January 2022
Curah Hujan Tinggi, Warga Kota Kediri Waspada Bencana
Radio ANDIKA - Selama hampir sepekan terakhir hujan terus mengguyur Kota Kediri. Mulai dari intensitas ringan ataupun sedang,  setiap hari kota Kediri selalu diguyur hujan. Warga diminta untuk selalu memantau perkembangan cuaca sehingga jika ada kemungkinan buruk yang terjadi, warga dapat melakukan pencegahan sedini mungkin.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri INDUN MUNAWAROH mengungkapkan, berdasarkan prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, curah hujan di Jawa Timur terutama di Kota Kediri memang diprediksi tinggi pada bulan Januari hingga Februari, yang merupakan puncak musim penghujan.

Berdasar catatan BPBD Kota Kediri, ketika curah hujan tinggi di Kota Kediri kejadian yang sering terjadi adalah pohon tumbang dan genangan air di sejumlah titik. Agar masyarakat tetap waspada, BPBD setiap harinya menyebarluaskan informasi tentang prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG, baik itu prakiraan cuaca perbulan, perminggu ataupun per tiga hari melalui seluruh media sosial yang dimiliki Pemerintah Kota Kediri.(atc/arg)
19 January 2022
Beri Apresiasi Pada Radio ANDIKA, Warga Kepung Bersyukur Perjuangan 3 Tahun Urus Sertifikasi Redistribusi Lahan Akhirnya Keluar
Radio ANDIKA - Jalan panjang atas permasalahan sertifikasi redistribusi lahan ratusan warga Desa Kepung Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri akhirnya usai. Hari ini, 19 Januari 2022, Ketua Paguyuban Sertifikasi Redistribusi Lahan Desa Kepung Tahun 2021 EKO MARYONO, datang ke Radio ANDIKA untuk mengabarkan bahwa Sertifikat 225 warga sudah terbit. Sebelumnya, ratusan warga Kepung melaporkan kasus itu hingga ke pemerintah pusat dan tidak kunjung mendapat solusi. Selama tiga tahun mereka berjuang, termasuk telah bersurat ke Ombudsman RI dan Presiden JOKO WIDODO namun hasilnya nihil.
 
Saat On Air di Radio ANDIKA, EKO mengungkapkan sangat bahagia karena kondisinya berubah setelah mereka bersuara melalui Radio ANDIKA. Keluhannya langsung didengar pihak terkait. Bahkan Bupati Kediri langsung turun tangan memberikan solusi. Bupati juga mendapatkan disposisi dari Presiden untuk menangani kasus ini. Padahal sebelumnya, warga kesulitan mendapatkan izin dari perangkat Desa Kepung yang tidak memberikan pelayanan Surat Keterangan Redistribusi Lahan bekas perkebunan, meski semua syarat sudah dipenuhi.
 
EKO sempat menitikkan air mata haru saat mengucapkan terima kasih karena berkat Radio ANDIKA, perjuangannya bersama ratusan warga selama tiga tahun akhirnya membuahkan hasil. Sertifikat warga Kepung sudah terbit dan prosesnya berlangsung lancar. Menurut EKO, Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) sudah lunas, pengukuran gratis dan cetak sertifikat semuanya juga gratis. Dalam kesempatan itu, EKO MARYONO mewakili warga anggota paguyuban Desa Kepung menyerahkan plakat penghargaan dan apresiasi atas dukungan Radio ANDIKA dalam menyuarakan keluhan mereka.(arg/adr)
 
19 January 2022
 Terpeleset Saat Cari Ikan di Sungai Brantas, Warga Sidoarjo Meninggal di Mojokerto
Radio ANDIKA - Warga Desa Kwatu Kecamatan Mojoanyar Kabupaten Mojokerto digegerkan dengan meninggalnya seorang pencari ikan di Sungai Brantas, pada Rabu 19 Januari 2022. Korban meninggal karena terpeleset dan terbawa arus saat sedang mencari ikan. Korban diketahui bernama SUGIATMONO, 63 tahun, warga Desa Kendal Sewu Kecamatan Tarik Kabupaten Sidoarjo. Korban ditemukan meninggal dalam keadaan tertelungkup dipinggir sungai Brantas.
 
Kapolsek Mojoanyar Polres Mojokerto, AKP ANWAR ISKANDAR dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, sekitar jam 06.45 WIB, warga setempat melihat SUGIATMONO sudah dalam keadaan tertelungkup di pinggir sungai dekat alat pencari ikan. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi. Dari hasil pemeriksaan petugas,  tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh jenazah. SUGIATMONO dinyatakan murni meninggal karena terpeleset dan terbawa arus sungai saat mencari ikan.
 
Berdasarkan keterangan keluarga, korban menderita penyakit vertigo dan sebelumnya pernah mengalami kecelakaan. Setiap berangkat mencari ikan, SUGIATMONO juga tidak pernah makan terlebih dahulu. Kapolsek Mojoanyar menambahkan, setelah dilakukan pemeriksaan pada sejumlah saksi, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka. (arg/nis)
19 January 2022
Hilang Kendali, Truk Muatan Cat Tabrak Dua Rumah di Tulungagung
Radio ANDIKA - Insiden lalu lintas terjadi di jalan raya protokol Ngantru, Tulungagung, tepatnya di depan timbangan Pojok Desa Kepuhrejo Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung, Rabu 19 Januari 2022 jam 12.30 WIB. Dalam insiden itu, truk nomor polisi AG 8026 US menabrak dua rumah warga.
 
Kanit Gakkum Satlantas Polres Tulungagung, IPTU DIYON FITRIANTO saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, insiden lalu lintas itu bermula ketika truk yang di kemudikan WILLIAM, warga  Desa Bolodewo Kecamatan Wates Kabupaten Kediri dengan kernet BAYU, warga Desa Ngujang Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung melaju dari arah Tulungagung menuju ke Kediri. 
 
Sesampainya di lokasi kejadian, tiba- tiba terdengar suara ledakan dibawah kabin kendaraan. Hal itu membuat kemudi tidak bisa dikendalikan sehingga truk oleng ke kiri dan menabrak rumah milik ANITA dan SITI, keduanya warga Desa Kepuhrejo Kecamatan Ngantru Kabupaten Tulungagung. Sementara WILLIAM, dan BAYU berhasil menyelamatkan diri. Kerugian materi diperkirakan kurang lebih Rp50 juta. (arg/nis)
 
19 January 2022
Bea Cukai Kediri Lampaui Target di Tahun 2021
Radio ANDIKA - Situasi pandemi COVID-19 yang tak kunjung berakhir tidak menyurutkan langkah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk terus menjalankan tugas dan fungsinya dengan optimal, yaitu Trade Facilitator, Industrial Assistance, Community Protector dan Revenue Collector. Bahkan di tahun 2021, KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri berhasil mengumpulkan penerimaan negara sebanyak lebih dari Rp 32 triliun.

Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri SUNARYO mengatakan, dari sisi community protector, upaya pengawasan dan penindakan terhadap barang illegal terus meningkat, baik yang bersifat preventif maupun represif.  KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri merupakan kantor pengawasan dan pelayanan bea dan cukai yang mempunyai wilayah kerja terdiri dari Kota Kediri, Kabupaten Kediri, Kabupaten Jombang dan Kabupaten Nganjuk.

Selama tahun 2021, KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri telah berhasil melakukan penindakan sebanyak 124 (Seratus Dua Puluh Empat) Surat Bukti Penindakan (SBP). Selain melakukan tindakan represif berupa Operasi Gempur Rokok Ilegal yang dilaksanakan pada tanggal 6 Juli 2021 hingga 1 Agustus 2021, KPPBC tipe Madya Cukai Kediri juga melakukan tindakan preventif untuk menurunkan tingkat peredaran rokok ilegal.

KPPBC Tipe Madya Cukai Kediri beserta seluruh unit di lingkungan kerjanya, selalu berupaya melakukan tugas dan fungsinya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah. (atc/arg)
19 January 2022
Nol Kasus Covid-19, Nihil Permintaan Donor Plasma Konvalesen di Kota Kediri
Radio ANDIKA - Tidak adanya kasus Covid-19 di Kota Kediri selama beberapa waktu terakhir, juga membuat nihilnya permintaan plasma konvalesen. Sehingga, sejak akhir September para penyintas diimbau untuk tidak donor plasma konvalesen terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar tidak menyimpan stok yang membeludak.

dr. IRA WIDYASTUTI, Kepala UDD PMI Kota Kediri saat ditemui Jurnalis Radio ANDIKA mengatakan, terakhir mendapat permintaan plasma konvalesen dari pasien positif Covid-19 pada Oktober lalu sebanyak 2 kantong. Setelah itu tidak pernah ada permintaan lagi. Meski begitu, dr. IRA menegaskan bukan berarti stok plasma konvalesen dimusnahkan. Namun, masih disimpan sampai masa berlakunya habis yaitu September 2022. Hal ini sebagai salah satu upaya antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron seperti yang ramai diperbincangkan akhir-akhir ini.

dr. IRA menambahkan, selama produksi plasma konvalesen sejak Januari 2021 sudah menghasilkan 655 kantong dan didistribusikan kepada 525 pasien. Saat ini, masih tersedia sebanyak 43 kantong plasma konvalesen yang disimpan dengan cara dibekukan. masing-masing terbagi menjadi 4 golongan darah. Golongan darah A sebanyak 4 kantong, B 11 kantong, O 24 kantong, dan AB 4 kantong. Stok yang masih tersedia ini akan disimpan sampai masa berlakunya habis yaitu September 2022. (mld/ikj)
19 January 2022
Mulai Hari Ini, Harga Minyak Goreng di Kota Kediri 14 Ribu Rupiah Per Liter
Radio ANDIKA - Sesuai kebijakan pemerintah pusat, bahwa harga minyak goreng mulai Rabu, 19 Januari 2022 pukul 00.01 WIB ditetapkan secara serentak di Indonesia Rp 14 ribu per liter. Kebijakan ini disambut baik oleh Pemerintah Kota Kediri. Karena, sebelumnya hampir 5 pelan terakhir terjadi kenaikan harga minyak goreng yang cukup signifikan hingga menimbulkan keluhan di kalangan masyarakat.

SALIM DARMAWAN S.T., M.P.A., Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri saat ditemui Jurnalis Radio ANDIKA menyampaikan, sangat bersyukur dengan kebijakan nasional terkait harga minyak goreng yang selama beberapa pekan terakhir dikeluhkan oleh masyarakat karena mengalami kenaikan tinggi. Dirinya memastikan, akan langsung monitoring dan cek ke toko atau swalayan modern agar mematuhi pemberlakuan kebijakan satu harga minyak goreng yaitu Rp 14 ribu per liter.

Sementara itu, SARNI warga Banjarmlati Kota Kediri yang merupakan salah satu pedagang peracangan di Pasar Bandar saat dijumpai Jurnalis Radio ANDIKA mengaku belum tahu terkait kebijakan tersebut. Hingga hari ini minyak goreng kemasan masih dijual seharga Rp 19 ribu per liter, sementara minyak goreng curah dijual Rp 20 ribu per kilogramnya.

SALIM DARMAWAN menambahkan, seperti arahan pemerintah, dirinya memberikan tenggat waktu bagi pasar tradisional untuk menghabiskan stok minyak goreng lamanya terlebih dahulu hingga 1 minggu terhitung sejak hari ini. Termasuk sosialisasi kepada para pedagang, pengelola pasar, distributor, hingga manajer pusat perbelanjaan juga langsung dilakukan. (mld/ikj)
19 January 2022
Penggunaan Skuter Listrik di Jalan Umum Mulai Resahkan Para Pengguna Jalan
Radio ANDIKA - Penggunaan skuter listrik oleh masyarakat di jalanan umum seperti di Kawasan Simpang Lima Gumul, Ngasem, Kediri mulai meresahkan para pengguna jalan lainnya. Menindaklanjuti hal tersebut, Kasat Lantas Polres Kediri, AKP BOBY MOCH ZULFIKAR SH. SIK., angkat bicara.

AKP BOBBY mengatakan, berdasarkan Permenhub No.45 tahun 2020 Pasal 5 ayat 1 tentang kendaraan listrik hanya boleh beroperasi di jalan dan kawasan tertentu. Artinya skuter listrik hanya diijinkan di beberapa tempat. Apabila melanggar, pengguna skuter listrik akan di tilang dengan dikenakan denda sebesar Rp 250 ribu rupiah atau kurungan selama satu bulan.

Kawasan yang boleh dilintasi skuter listrik adalah jalur sepeda dan jalur wisata. Di samping itu, pengguna skuter listrik harus berusia diatas 17 tahun. Pengguna juga  tidak boleh berboncengan dan harus menjaga keselamatan sesama pengguna jalan.

AKP BOBY menambahkan, kawasan Simpang Lima Gumul memang kawasan wisata, akan tetapi SLG juga merupakan jalur antar provinsi yang banyak dilewati kendaraan besar. Pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan dinas perhubungan mengenai jalur mana saja yang boleh dilewati skuter listrik. AKP BOBY menghimbau kepada para pengguna skuter listrik agar menjaga ketertiban dan keselamatan selama di jalanan. (sap/ikj)

19 January 2022
Puluhan Orang Terjangkit  DBD di Tulungagung, Satu Meninggal Dunia
Radio ANDIKA - Seorang anak berusia 7 tahun meninggal dunia akibat virus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Tulungagung. Anak tersebut menjadi salah satu dari 27 orang lainnya yang terjangkit DBD di Tulungagung dan menjadi kasus meninggal pertama di bulan Januari 2022 akibat virus ini. Adanya kasus ini, membuat Dinas Kesehatan Tulungagung angkat bicara.

Kepala Bidang P2P Dinkes Tulungagung, DIDIK EKA, SKM., MSI., saat On Air di Radio ANDIKA mengatakan, kasus DBD di bulan Januari 2022 ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya di bulan Januari 2021. Kasus DBD yang tercata oleh Dinkes Tulungagung sebanyak 22 kasus tanpa pasien meninggal. Sedangkan di tahun ini, baru dipertengahan Januari sudah mencapai 27 kasus dengan 1 pasien meninggal. Menurut DIDIK, penyebab peningkatan kasus ini salah satunya adalah masyarakat yang terfokus pada Covid-19 dan mengabaikan bahwa masih banyak virus lainnya yang mengintai.

DIDIK menambahkan setiap fasilitas kesehatan yang menangani kasus DBD wajib melaporkan ke Dinkes 24 jam setelah dilakukan diagnosis. Hal ini dikarenakan DBD memiliki potensi pasien meninggal. Setelah dilaporkan, Dinkes akan melakukan kaji lapangan untuk melihat potensi penularan terjadi. Sementara itu, sebagai upaya mencegah penularan, Dinkes akan melakukan fogging di wilayah penemuan kasus DBD.

DIDIK berharap masyarakat lebih peka terhadap gejala yang timbul dan tidak melulu mengaitkan dengan Covid-19. DIDIK mengatakan gejala demam di kasus DBD dan Covid-19 itu berbeda. Demam di DBD cenderung tinggi dan mendadak, sementara pada Covid demam cenderung bertahap dan tidak terlalu tinggi. Masyarakat diminta tidak melupakan penerapan 3M untuk antisipasi DBD, yaitu Menguras, Mengubur dan Menutup. Apalagi saat ini merupakan puncak musim hujan yang menimbulkan banyak genangan dimana nyamuk pembawa virus DBD ini berkembang biak. (sap/ikj)
19 January 2022
Diduga Kurang Konsentrasi, Mobil Tabrak Bus di Tol Jombang-Mojokerto
Radio ANDIKA - Mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan lansia asal Surabaya  menabrak bus di Tol Jombang Mojokerto tepatnya di KM 711+200 A. Insiden lalu lintas ini  terjadi Rabu, 19 Januari 2022 sekitar pukul 06.30 WIB. Akibatnya, mobil daihatsu xenia mengalami kerusakan parah.

Petugas Senkom Tol Jombang Mojokerto, RACHMAD BUDI PRASETYO saat dikonfirmasi Gatekeeper Radio ANDIKA mengatakan, mobil Daihatsu Xenia nopol L 1291 GE melaju dari Kediri menuju Surabaya. Mobil bermuatan lemari bekas itu dikemudikan oleh TJONDRO, 71 tahun, dengan HENDAJANTI, 70 tahun, di bangku penumpang. Keduanya merupakan warga Kecamatan Suko Manunggal, Surabaya.

Saat tiba di lokasi kejadian, mobil yang dikemudikan TJONDRO tiba-tiba oleng ke kanan dan menabrak sebuah bus nopol AE 7312 UP tujuan Surabaya yang dikemudikan oleh GANANG. Setelah menabrak bus, mobil oleng ke kiri dan menabrak guard rail atau pembatas jalan di sebelah kiri. Mobil akhirnya berhenti di bahu jalan dan menghadap ke selatan. Akibatnya, badan depan mobil mengalami kerusakan parah. TJONDRO dan HENDAJANTI hanya mengalami luka ringan dan menolak dibawa ke rumah sakit.

Menurut RACHMAD, diduga pengemudi mobil kurang konsentrasi sehingga mengakibatkan kecelakaan. Arus lalu lintas di lokasi kejadian saat ini sudah berjalan lancar. Insiden ini ditangani oleh Unit Laka Lantas Polres Mojokerto. (sap/ikj)

Page 1 of 1553      1 2 3 >  Last ›