Berita- Info ANDIKA

14 July 2014
Bubarkan Balap Liar, Satpol PP Diinjak-injak Massa Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Membubarkan aksi balapan sepeda motor liar di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, empat orang petugas Satpol PP dikeroyok massa. Dua orang petugas berhasil lolos, sedangkan dua lainnya babak belur dipukuli dan diinjak-injak

Korban luka adalah Mohammad Midkhul Huda (30) dan Kukuh Purboyo (27) warga Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Huda mengalami luka gores di lengan dan jarinya, sementara Kukuh luka memar di dahi, mulut robek dan memar pada bagian perut.

Kukuh pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Kediri. Sementara kasusnya saat ini dalam penyelidikan petugas Polsek Gampengrejo dan Polres Kediri.

Menurut Kukuh, kejadian bermula saat ia patroli keliling Monumen SLG bersama tiga orang temannya, pada pukul 16.00 WIB. Mereka mendapati sekelompok pemuda tengah balapan sepeda motor liar di jalanan sebelah selatan Sub Terminal Gumul.

"Kami membubarkan aksi balap liar itu karena meresahkan masyarakat. Tiba-tiba seorang pemuda datang, katanya terkena pukulan," aku Kukuh di IGD RS Bhayangkara Kediri, Minggu (13/7/2014) malam.

Kukuh bersama tiga orang temannya dan sejumlah pemuda terlibat adu argumentasi. Suasana tiba-tiba berubah memanas, hingga akhirnya sekelompok pemuda menyerangnya.

Dua orang petugas berhasil keluar dari aksi amuk massa. Mereka lari ke Kantor Sub Sektor Ngasem, yang tidak jauh dari lokasi. Sementara Kukuh dan Huda menjadi bulan-bulanan massa yang diperkirakan mencapai 50 orang

Tidak lama berselang dua teman korban datang bersama polisi. Seketika, para pelaku semburat. Mereka kabur meninggalkan korban. Akhirnya korban dibawa ke RS Bhayangkara Kota Kediri.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Kediri, Agung Joko Retmono mengatakan, aksi brutal para pembalap bersama warga ditengarai buntut penangkapan oleh petugas kepolisian, satu hari sebelumnya. Pihaknya berharap polisi dapat ikut berperan aktif membantu membubarkan aksi balap liar yang selama ini sudah sangat meresahkan masyarakat.

Di sisi lain, menurut salah seorang warga yang menyaksikan aksi pengeroyokan mengaku, petugas datang menghampiri sejumlah warga yang tengah cangkrukan (melihat aksi balap liar), sambil ngabuburit. Tiba-tiba petugas melepas ikat pinggangnya kemudian menyuruh warga pergi. Aksi itulah yang memicu reaksi dari warga dan pembalap.

Balapan liar sendiri di jalanan kawasan Monumen SLG Kediri berlangsung setiap hari, sejak awal ramadan lalu. Pembalap berasal dari luar Kabupaten Kediri. Petugas mensinyalir terjadi perjudian dengan modus pasang taruhan uang kepada pembalap. Sementara keberadaan mereka dianggap meresahkan karena membahayakan masyarakat.
10 July 2014
BI Kediri Sediakan Rp2,44 Triliun untuk Lebaran
Radio ANDIKA – KEDIRI – JATIM - Kantor Bank Indonesia Kediri, menyediakan uang untuk keperluan selama periode Ramadhan dan persiapan Lebaran 2014 sebesar Rp2,44 triliun.
 
"Terkait dengan pemenuhan uang sebelum dan selama periode ramadhan, kebutuhan uang pada Ramadhan dan Idul Fitri diproyeksikan sebesar Rp2,44 triliun atau meningkat 3,5 persen jika dibandingkan dengan realisasi kebutuhan uang periode Ramadhan dan Idul Fitri 2013 yang hanya sebesar Rp2,15 triliun," kata Pelaksana Tugas Kepala Perwakilan BI Kediri Syafi'i di Kediri, Kamis.
 
Pihaknya mengatakan, BI Kediri telah membuka layanan kas dari tanggal 30 Juni sampai 25 Juli 2014. Sementara itu, kegiatan layanan kas BI libur juga akan libur selama enam hari (26-31 Juli 2014) dan akan buka pada Jumat (1/8) setelah perayaan Idul Fitri 2014.
 
Namun, ia menegaskan untuk penukaran uang pecahan menghadapi perayaan Idul Fitri 2014, BI Kediri lebih terbuka dengan membuka kerjasama dengan bank umum. Hal itu dilakukan, guna mengantisipasi membludaknya warga yang hendak menukarkan uang pecahan untuk lebaran.
 
Pihaknya menyebut, animo masyarakat untuk menukarkan uang pecahan dalam nominal kecil cukup tinggi. Bahkan, mereka bisa antre sejak subuh. Adanya kerjasama untuk penukaran uang pecahan itu dilakukan, agar masyarakat bisa juga menukarkan di tempat lain, selain di BI Kediri.
 
Ia mengatakan, sejumlah bank umum yang bekerjasama untuk memberikan pelayanan penukaran uang kecil di antaranya di BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Jatim, BCA, dan BTN. Uang kecil yang biasanya banyak dibutuhkan adalah pecahan Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000. Sementara, pecahan Rp50.000 serta Rp100.000, saat lebaran, kecil peminatnya.
 
Untuk BI Kediri, jelas dia, untuk ramadhan dan persiapan lebaran ini hanya melayani penukaran uang rusak, uang cacat, dan uang yang dicabut dari peredaran. Penukaran tersebut bisa dilakukan di tiap layanan BI Kediri, setiap hari selasa dan kamis, ataupun lewat kegiatan kas keliling.
 
Ia juga menyebut, BI juga tidak bisa melarang fenomena jasa penukaran uang di tepi jalan, sebab tidak ada payung hukum yang melarang bisnis jasa penukaran uang. Namun, BI hanya mengimbau pada masyarakat agar menukar di tempat resmi, yang ditunjuk BI.
 
"Penukaran di tempat resmi guna menghindari uang palsu ataupun mendapatkan jaminan ketepatan jumlah uang yang ditukar," jelas dia.
 
Menyinggung tentang besarnya nominal yang sudah ditukarkan, pihaknya mengaku sampai saat ini belum melakukan penghitungan. BI Kediri saat ini masih evaluasi untuk penghitungan penukaran uang yang dilakukan oleh pihak perbankan. (Antarajatim.com)
09 July 2014
Puluhan Kader PDIP Kota Kediri Cukur Gundul Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Puluhan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI P) Kota Kediri, Jawa Timur melakukan aksi cukur gundul, sebagai wujud rasa syukur atas kemenangan sementara pasangan Capres dan Cawapres Indonesia nomor urut dua, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Mereka senang, karena berdasarkan hitung cepat LSI pasangan Jokowi-JK menang.

Selain kemenangan secara nasional, di Kota Kediri suara PDI-P, PKB dan Nasdem versi hitungan cepat menguasai 60 persen suara. Hal itu diungkapkan oleh Ketua DPC PDIP Kota Kediri Wara Reni Pramana

“Puji Syukur kehadirat Allah SWT jago kita menang, semoga seperti yang kita harapkan bersama bisa membawa Indonesia menjadi Indonesia Hebat. Aksi gundul oleh kader PDI-P ini tidak ada paksaan mereka melakukan dengan sukarela tanpa paksaan,” kata Reny di Kantor DPC PDIP Kota Kediri, Rabu (09/7/2014)

Perlu diketahui berdasarkan hasil hitung cepat quick count LSI, pasangan Prabowo-Hatta mendapat 47,02 persen suara, sedangkan pasangan Jokowi-JK mendapat 52,98 persen suara.
09 July 2014
Prabowo Menang di Ponpes Lirboyo Kediri Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Tausiyah kiai pondok pesantren (Ponpes) Lirboyo Kota Kediri, Jawa Timur tampaknya benar-benar ampuh. Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut satu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa menang telak di lingkungan ponpes dengan jumlah santri lebih dari 9 ribu orang itu.

Data yang berhasil di himpun  menyebutkan, dari lima Tempat Pemungutan Suara (TPS) di lingkungan Ponpes Lirboyo, Prabowo-Hatta menang dari Jokow Widodo-Jusuf Kalla dengan selisih yang cukup besar. Mayoritas masyarakat dan santri Ponpes Lirboyo memilih pasangan capres dan cawapres nomor urut satu tersebut.

Di TPS 11, pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 324 suara, sedangkan Jokowi-JK hanya 43 suara, di TPS 12 pasangan Prabowo-Hatta 389 suara, sedangkan Jokowi-JK hanya 18 suara, di TPS 13 pasangan Prabowo-Hatta memperoleh 408 suara, sementara Jokowi-JK 10 suara, dan di TPS 14 pasangan Prabowo-Hatta mendapat 267 suara, sedangkan Jokowi-JK 71 suara, dan di TPS 15 pasangan Prabowo-Hatta mendapat 167 suara dan Jokowi-JK 55 suara.

Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 12 lingkungan Ponpes Lirboyo, Mahtuch saat dikonfirmasi mengatakan, perolehan suara pasangan Prabowo-Hatta secara telak tidak terlepas dari adanya tausiyah para kiai. Mayoritas santri nurut dengan perkataan dan anjuran kiai.

“Tausiyah itu menjadi peninggalan Gus Idris, (almarhum KH. Idris Marzuqi). Namanya santri, tentunya manut dawuhe kiai,” ujar Mahtuch.

Masih kata Maftuch di lingkungan ponpes Lirboyo Kota Kediri, tingkat partisipasi masyarakat dating untuk menggunakan hak pilihnya sangat tinggi, diatas 80 persen. Hasil dari proses pemungutan dan penghitungan surat suara, imbuh Maftuch telah dikemasi dan akan dibawa ke kantor kelurahan.

Sebelumnya, para kiai Ponpes Lirboyo Kota Kediri mengeluarkan sebuah tausiyah mendukung pasangan Prabowo-Hatta. Tausiyah itu ditandatangani oleh ketiga pengasuh Ponpes Lirboyo. Ada beberapa alasan mendasar para kiai mendukung pasangan nomor urut satu itu, diantaranya janji Prabowo-Hatta untuk menegakkan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah.
09 July 2014
Petugas KPPS Ini Berdandan Ala Petani untuk Menarik Minat Pemilih Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Berbagai cara digunakan petugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menarik minat pemilih untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pilpres 2014. Mereka menggunakan kostum layaknya seorang petani.

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang rela berdandan unik ini terlihat di TPS 09, Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Sebanyak 7 petugas ini menggunakan pakaian ala petani lengkap dengan celana gombor hitam, kaos oblong, topi kayu (caping) serta sarung yang dikalungkan ke pundak.

"Ini kita buat unik, untuk menarik minat pemilih, nggak ada hubungannya dengan salah satu pasangan calon," kata Ketua KPPS 09, Sukadi Rianto, Selasa (9/7/2014)

Kostum yang dipakai ini menurut Sukadi murni menggunakan biaya pribadi para petugas. "Murni dilakukan untuk menarik antusias warga," ujarnya.

Dari data petugas KPPS, hingga pukul 08.00 WIB, sudah 200 orang dari 413 DPT yang menggunakan hak pilihnya. "Baru pagi sudah 200 oarng yang menggunakan hak suaranya," ujarnya.(detik.com)
08 July 2014
DPRD Kota Kediri Keluhkan Program BPJS
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Kalangan DPRD Kota Kediri,  mengeluhkan program badan penyelenggaran jaminan sosial (BPJS) di RSUD Gambiran Kota Kediri.

Penyebabnya, program BPJS ternyata terbatas dan tidak tercover semuanya seperti halnya Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas).
 
“Sering kali kita mendengar keluhan dari masyarakat, jika BPJS ternyata tidak mencakup segala penyakit dan hanya terbatas dengan paketan yang diambil. Jadi, seumpama pasen A mengeluhkan penyakit A dan B, maka yang disembuhkan hanya salah satunya saja, tidak bisa disembuhkan semuanya,” kata anggota Komisi C DPRD Kota Kediri Yudi Ayubchan, Selasa (08/7/2014).
 
Bukan hanya penanganan penyakit, pemberian obat, juga pasien tidak pernah diberikan tentang jenis obat yang diberikan. Apakah obat generik atau bukan. “Masalah obat, pasien juga tidak pernah diberikan penjelasan. Jadi, masyarakat banyak yang kebingungan,” jelasnya.
 
Tidak hanya itu, kata Ayub, terkadang pelayanan RSUD Gambiran juga belum bisa maksimal. Salah satunya,  sering ia mendengar pasien di Unit Gawat Darurat (UGD) tidak segera ditangani, dengan alasan administrasinya belum dilengkapi. “Namanya orang sakit itu, harusnya perawat segera bertindak, masalah administrasi belakangan,” pintanya.
 
Selain itu, saat akan pulang, terkadang juga mengurus administrasi sampai setengah hari. “Sistem-sietem seperti ini seharusnya memang harus diperbaiki, apalagi RSUD Gambiran merupakan rumah sakit milik pemerintah daerah,” harapnya.
 
Menanggapi kelurahan program BPJS kesehatan, Direktur RSUD Gambiran Fauzan Adima mengatakan, salah satu kendala di RSUD Gambiran selama ini memang belum adanya customer service (CS) yang menjelaskan kepada para pasien.

“Selama ini, segala keluhan, baik keluhan penyakit atau administrasi, perawat yang menjelaskannya. Maknya kamis berencana mencari tenaga untuk ditempatkan sebagai Customer Service,” pungkasnya.
08 July 2014
Nekat Mencuri Bawang Merah Untuk Membeli Baju Lebaran
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Ingin membelikan baju lebaran untuk anaknya, dua orang bapak di Kabupaten Nganjuk, nekat mencuri bawang merah. Sialnya, aksi pencurian tersebut diketahui korban, hingga keduanya diringkus polisi.

Dua pencuri bawang merah itu bernama Purwanto (28) dan Suroto (34) mereka warga Desa Sidokare, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Akibat ulahnya, mereka harus berlebaran di dalam penjara.

Kapolsek Rejoso AKP Sudarman mengatakan, kedua pelaku berhasil diamankan, setelah ada laporan dari Sumaji (48), pemilik bawah merah. Korban melaporkan kedua pelaku, yang selama ini bekerja di sawahnya untuk menyemprot hama penyakit pada tanaman bawang merah

" Pelaku kita amankan dari rumahnya bersama barang bukti berupa 1 kwintal bawah merekah dan satu unit sepeda motor Honda Supra yang dipakai untuk mengangkut barang curian, " ujar AKP Sudarman, Selasa (08/7/2014).

Kedua pelaku mengaku, nekat mencuri bawang merah milik majikannya karena ingin membelikan pakaian lebaran anaknya. Keduanya mengambil bibit bawah merah milik korban yang disimpan di gudang. Dari seluruh bibit yang ada di gudang, pelaku menyisihkan 1 kwintal yang dimasukkan ke dalam sarung kemudian dijual.

Korban mengetahui aksi pencurian itu setelah melihat jumlah bawang merahnya berkurang. Korban langsung menaruh curiga pada kedua pelaku, yang dipekerjakan sebagai tukang semprot hama tanaman. Korban kemudian melaporkan ke Polsek Rejoso.

Mendapat laporan, petugas langsung mencari keberadaan kedua pelaku. Saat dilakukan penggrebekan, ternyata benar adanya bawang merah hasil curian tersebut masih berada di atas sepeda motor Honda Supra nopol AG 2707 WE. Kkedua pelaku langsung digiring ke Mapolsek Rejoso untuk proses hukum lebih lanjut.

Kedua pelaku mengaku telah mencuri Brambang sebanyak lima kali. Tiga kali aksi dilakukan di wilayah Gondang dan dua kali di rumah korban dengan modus yang sama. Sementara itu, akibat kejadian tersebut korban menderita kerugian hingga Rp 10 juta.
 
 
 
08 July 2014
Pemkab Kediri Siapkan Sanksi Perusahaan yang Tidak Beri THR Pada Karyawan
Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Pada bulan puasa ramadan ini, Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur sudah memberikan surat edaran tentang pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh perusahaan di wilayahnya.

Dalam surat tersebut mengamanatkan bahwa, waktu pemberian tunjangan hari raya paling lambat seminggu sebelum hari raya

Kabag Humas Pemkab Kediri  Edhi Purwanto mengatakan, pemberian THR sesuai dengan porsi masing-masing karyawan dan masa kerja sesuai dengan Peraturan Menteri Ketenaga Kerjaan. Pemkab Kediri akan mengontrol pemberian THR, dari perusahaan ke karyawan. Dan bagi perusahaan yang tidak memberi THR akan dievaluasi

" Kalau perusahaan melanggar perintah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri akan memberi sanksi hingga pencabutan ijin usaha. Sementara itu kepada perusahaan besar, dapat memberikan parsel kepada karyawannya dengan catatan perusahaan tersebut mampu," ujar Edhi Purwanto, Selasa (08/7/2014)

Sesuai aturan, pekerja dengan masa kerja minimal tiga bulan secara terus menerus sudah berhak mendapat yang besarannya disesuaikan kemampuan perusahaan. Sedangkan karyawan yang sudah bekerja selama setahun THR sebesar satu kali gaji. (beritajatim.com)
07 July 2014
Karyawan Triple S kediri Mogok Kerja Menuntut Gaji Standart UMR Radio ANDIKA - Kediri - Jatim - Ratusan karyawan perusahaan jasa konstruksi PT Triple S Kediri melakukan aksi mogok bekerja. Protes dilakukan para karyawan dengan tujuan menuntut gaji sesuai standar UMR yang belum dibayarkan selama beberapa bulan terakhir.

Para karyawan yang melakukan aksi mogok kerja mencapai 227 orang. Mereka merupakan karyawan bagian produksi. Terdiri dari sopir, pengaspalan dan juga beberapa karyawan produksi lainnya.

Kepala Unit Produksi dan juga pengawasan PT. Triple S, Abdul Karim Surya Rianto, mengatakan, keterlambatan penggajian para karyawan sesuai standar UMR dikarenakan, keterlambatan laporan administrasi  karyawan.

"Karena kesibukan saya banyak, selain itu juga masih ngurus pajak akhirnya belum sempat membuat laporan," ujar Abdul Karim Suryo Rianto, Senin (07/7/2014).

Pihak perusahaan sudah memberitahukan kepada sejumlah koordinator di lapangan kalau UMR mereka terlambat. Akan tetapi para karyawan kurang puas dengan keterangan para koordinator di lapangan. Oleh karena itu karyawan meminta supaya Surya selaku kordinator produksi memberkan penjelasan.

"Kami sudah memberikan penjelaskan dan mereka semua  bisa menerima. Mereka kembali bekerja seperti biasanya," tambah Surya.

Keterlambatan UMR sebenarnya sudah sering terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Para karyawan bisa menerima. Karena UMR karyawan langsung dirapel. Akan tetapi berhubung sampai bulan 7 belum cair, akhirnya para karyawan mogok kerja.

Saat ini laporan UMR karyawan sudah jadi, tinggal mengajukan ke pihak pimpinan. Setelah pimpinan perusahaan memberikan ACC dipastikan UMR karyawan langsung bisa cair.

Untuk diketahui, pembayaran gaji para karyawan bagian produksi di PT. Triple S menggunakan sistem bermacam-macam. Ada digaji dengan sistem harian dan ada juga yang digaji dengan model borongan. Akan tetapi pembayaran mereka semua baik yang harian maupun borongan biasanya langsung di rapel beberapa bulan.
07 July 2014
Petugas Gabungan Dinas Kesehatan Provinsi jawa Timur Dan Kota Kediri Sidak mamin
Radio ANDIKA -Kediri - Jatim - Petugas Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur didampingi Dinas Kesehatan Kota Kediri melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah toko makanan dan minuman serta pusat perbelanjaan di Kota Kediri.

Petugas menemukan makanan luar negeri berupa kurma yang dihinggapi lalat, dan makanan tidak layak konsumsi karena kadaluwarsa serta kemasannya rusak. Petugas tidak melakukan penyitaan, namun hanya memberikan teguran keras terhadap manajemen toko.

Sidak dimulai dari Toko Laksana Jaya di Jalan Brawijaya Kota Kediri. Di toko ini petugas mendapati makanan kadaluwarsa dan makanan yang tanpa dilengkapi kode produksi .

Dari toko Laksana Jaya, petugas kemudian beralih ke Toko Ijo , yang berlokasi disebelah toko Laksana Jaya. Setelah melakukan pemeriksaan, petugas menemukan makanan yang tidak mencantumkan colour indek atau pewarna makanan.

Usai dari dua toko Laksana Jaya dan Ijo, petugas melanjutkan razia ke pusat perbelanjaan terbesar di kota kediri yaitu di Hypermart . Di swalayan ini, petugas menemukan makanan dari Luar Negeri yaitu kurma yang dijual dalam bentuk kemasan ulang serta kurma yang dijual dalam keadaan terbuka hingga dirubung lalat.

Kepala Seksi Kefarmasian dan Perbekalan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Kediri Alfan Sugianto mengatakan, sidak dilakukan untuk melindungi para konsumen dari makanan dan minuman yang tidak layak konsumsi . Khusus makanan dari luar negeri tidak diperbolehkan dikemas ulang.“Jajanan kurma yang dihinggapi lalat, dari segi sanitasinya dianggap merugikan masyarakat. Sehingga manajemen toko dan swalayan yang menjual makanan bermasalah tersebut langsung kita berikan sanksi berupa teguran,” ujar Alfan Sugianto, Senin (07/7/2014)

Masih di Hypermart Kota Kediri, petugas juga menemukan susu merk indomilk dengan kemasan yang rusak. Dinkes meminta manajemen untuk menarik produk rusak tersebut, guna diganti dengan produk baru . Sementara itu, sidak akan terus dilakukan selama bulan ramadan ini hingga hari raya tiba.
Page 1435 of 1493     ‹ First  < 1433 1434 1435 1436 1437 >  Last ›